Jumat, 02 Juli 2010

LOUIS – RIZALI : Berdayakan Pedagang Kecil

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—POTENSI Pendapatan Asli daerah (PAD) yang bisa diperoleh dari sektor informal, terutama para pedagang kecil seperti pedagang kakai lima dan pedagang ‘tibo-tibo’ di pasar, apabila di maksimalkan cukup besar jumlahnya. Saat ini saja, Dinas Pendapatan Pasar Kota Manado dalam realisasi pendapatan dari retribusi untuk tahun 2008 sudah mencapai 6,5 miliar rupiah. Dalam hitungan sederhana, jika diasumsikan saja jumlah pedagang kecil di kota manado sebanyak 5000 orang, maka retribusi yang ditarik bisa mencapai 7,5 sampai dengan 9 miliar per tahun. Jadi potensinya masih cukup besar.

Demikian disampaikan oleh Calon Wakil Walikota Manado jalur Independen, KH Drs Rizali M Noor, yang dikutip oleh Louis – Rizali media Center, disela-sela silaturahmi dengan para pedagang di pasar kilat Banjer, Kamis, (1/7)  kemarin. Menurut Kyai yang oleh para santrinya akrab dipanggil Aba’ ini, potensi seperti itulah yang harus digarap secara maksimal untuk meningkatkan PAD.
“Hanya saja, dalam usaha meningkatkan pendapatan asli daerah tersebut pemerintah juga harus melakukan upaya-upaya ynag strategis, bijaksana dan proporsional. Artinya, jangan hanya mau uangnya saja, dan tidak memikirkan aspek peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para pedagang,” tandasnya.

Kyai Rizali mengilustrasikan, bagaimana mungkin pemerintah menarik retribusi dari para pedagang, sementara tingkat pendapatan mereka masih sangat kecil dan tak menentu. Yang lebih ironis lagi, pemerintah menarik retribusi, sementara temat berjualan mereka saja tidak representatif bahkan ada yang tidak tahu harus berjualan dimana karena selalu digusur.

Menanggapi hal tersebut, pasangan Kyai Rizali, Calon Walikota jalur Independen, Louis Nangoy SH, dalam kesempatan yang sama mengatakan, apabila rakyat mempercayakan mereka memimpin kota Manado periode lima tahun kedepan, mereka akan menata kembali potensi pedagang kecil ini dengan terlebih dahulu memberdayakan mereka. “Tentu akan dimulai dari penyediaan sarana yang memadai dan penciptaan iklim usaha yang kondusif. “ ujar Louis.

Sarana yang memadai, menurut mantan anggota DPRD Propinsi Sulut ini, tidak saja sekedar tempat yang representatif dengan fasilitas yang memadai dan modern, akan tetapi letaknya juga harus strategis. Dengan demikian, baik para pedagang maupun pembeli dapat beraktifitas dengan nyaman. Hal ini tentunya diharapkan akan berdampak pada peningkatan pendapatan para pedagang.

“Jadi prinsipnya, pemerintah harus berinvestasi dulu untuk menyediakan sarana dan fasilitas. Setelah itu, barulah memaksimalkan pendapatan dengan retribusi dan sebagainya. Saya yakin, jika kita sudah menyiapkan tempat yang representatif, dan kemudian tingkat pendapatannya meningkat, para pedagang tidak akan keberatan jika ditarik retribusi yang nilainya bahkan lebih besar dari yang sekarang ini dipungut,” pungkas Louis.

Selain mengunjungi pasar Kilat Banjer, pasangan calon walikota dan Calon wakil Walikota Jalur Independen, Louis Nangoy SH dan K H Rizali M Noor, kemarin pagi juga melakukan siltarurahmi ke Pasar Kilat Malendeng. (*/denny mintianto) 

Pemkot Efektifkan Kembali Siskamling di Kota Manado

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—Walikota Manado Drs Robby Mamuaja serta para Muspida Kota manado Kamis (1/7) malam  teptnya pukul  22.00 Wita, beserta Pimpinan SKPD melaksanakan pemukulan tetengkoren sebagai pencanangan, dalam rangka mengevektifkan kembali sitem keamanan lingkungan  atau pos keamanan lingkungan Kota Manado.

Kegiatan ini menurut Kabag Humas Pemkot Manado Drs Jeffry Talumepa, adalah tindak lanjut dari gagasan Plt Walikota Manado Drs Robby Mamuaja,  yang mengkritisi adanya gangguan keamanan di Kota Manado. Gagasan ini mendapat dukungan sepenuhnya oleh Muspida dan Pimpinan DPRD Kota Manado. Sehingga tepat di hari Bhayangkara dan dalam rangkaian kegiatan HUT Kota Manado ke-387 dicanangkan kegiatan di Kecamatan, kelurahan dan lingkungan.

“Berdasarkan laporan dari para Camat di 9 Kecamatan di kota Manado, bahwa 504 Lingkungan telah siap melaksanakan dan mengefektifkan Siskamling dan Pos Kamling di Wilayah masing-masing,” tandas Talumepa. (*/denny mintianto)

Monareh Buka Pameran dan Kontes Tanaman Hias

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—Dalam rangka memperingati HUT Kota Manado Ke-387, Pemerintah Kota Manado Melalui Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kota Manado dan panitia pelaksana, melaksanakan kegiatan Pameran dan Kontes Tanaman Hias Kota Manado tahun 2010. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Skeretaris Daerah Kota Manado Harold P B Monareh SH MSi mewakili Walikota Manado. Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan oleh Ketua BPPKP Kota Manado Ir Philips B Sondakh.

Dalam sambutan walikota, yang dibacakan oleh Sekretaris Kota Manado, mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Manado mengucapkan terima kasih dan salut serta bangga atas prakarsa penyelenggara dalam melkasankaan acara unik ini. dan sangat yakin bahwa acara ini akan diminati oleh warga masyarakat kota manado. Penghargaan yang tinggi juga diberikan kepada BPPKP yang telah memfasilitasi panitia untuk menyelenggarakan kegiatan ini dan inovasi, serta terobosan ini harus dimiliki oleh jajaran pemerintah Kota Manado.

Dengan adanya pameran ini diharapkan, dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha tanaman hias, membuka lapangna kerja untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, mendorong terjalinnya kerja sama pelaku usaha, pemerintaj dan masyarakat serta memantapkan manado sebagai kota destinasi wisata kelas dunia.

Hadir dalam kegiatan pembukaan pameran antara lain para pejabat di lingkungan pemerinrtah kota, panitia pelaksana beserta para peserta pameran kontes dari kelompok kerja tanaman hias di Kota Manado, pemerhati dan pecinta tanaman hias. (*/denny mintianto)

Mamuaja Pimpin Pematokan Lahan Reklamasi 16 % Milik Pemkot

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)Sikap tegas Pemerintah Kota  Manado langsung mematok tanda pemberitahuan luas lahan 16 % di empat kawasan reklamasi, PT Mega Surya, PT Papetra, PT Bahu Cipta Perkasa dan PT Multi Cipta Perkasa, dilaksanakan Jumat (02/7) pagi tadi.


Pemasangan patok disaksikan langsung Penjabat Walikota, Drs Robby Mamuaja bersama Plt Sekretaris Kota Harold Monareh SH,  Asisten I, Andre Hosang dan Asisten II, J L Sondakh. Sebelumnya pekan kemarin telah dilakukan pertemuan dengan pihak pengembang untuk membicarakan hasil pengukuran oleh BPN. Menindak lanjuti dari itu Penjabat Walikota bersama Tim Lahan 16 %  yang terdiri dari Kabag Hukum Donald Supit SH, Kabag Aset Mikler Lakat SH MH, Kadis Tata KotaYvone N Koloway, langsung mematok lahan tersebut.


Sehubungan dengan pernyataan Penjabat Walikota Rabu (01/7)  kemarin, sesudah pelantikan pejabat eselon III nampaknya langsung dibuktikan, dengan mematok dan mengambil alih lahan reklamasi 16 % milik pemkot dari pengembang, serta berkomitmen tidak ada lagi reklamasi disepanjang teluk Manado. “Saya rasa sekarang ini, tidak perlu ada penambahan reklamasi, karena lihat saja sendiri proses pengambilan lahan 16 % milik pemkot sangat susah dilakukan,” ujar Mamuaja.

Ditempat terpisah  Kabag Aset Mikler Lakat mengungkapkan, dari lima lokasi reklamasi, baru empat pengembang yang sudah melakukan pertemuan. “Jadi tinggal PT Gerbang Nusa Perkasa atau kawasan Mantos, yang rencananya akan bertemu siang ini,” tutur Mantan Kabag Hukum ini. (ronny pamungkas/denny m).  

LOUIS – RIZALI : Reformasi Birokrasi Ciptakan PNS Teladan

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—CALON Walikota manado dari jalur Independen, Louis Nangoy SH mengatakan, bahwa reformasi birokrasi merupakan salah stau yang akan menjadi prioritas utama untuk apabila dirinya dan pasangannya KH Drs Rizali M Noor dipercaya menakhodai Kota Manado lima tahun kedepan. Pernyataan ini disampaikan saat berdialog dengan Jaringan Rakyat Peduli Manado di Louis – Rizali Center 2 Bahu Mall, Selasa, lalu.

Louis menjelaskan, paling tidak ada dua hal penting yang harus dibenahi dalam birokrasi, yaitu penataan dan pembinaan aparatur serta pengelolaan keuangan daerah. Sebab menurutnya, kedua hal inilah yang menjadi kunci keberhasilan pemerintahan terutama dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

“Karena itu, prioritas awal kami jika terpilih adalah membenahi kedua hal tersebut, agar pemerintahan yang kami pimpin nanti dapat berjalan lebih efektif terutama dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.” ujar advokat senior yang berhasil memperjuangkan hak kewarganegaraan puluhan ribu WNA keturunan Cina ini.

Ketika disinggung soal rotasi jabatan yang biasa dilakukan saat peralihan kepemimpinan, Louis menampik jika penataan dan pembinaan aparatur yang akan dilakukan sebagai bagian dari ‘budaya’ tersebut. Ia menegaskan bahwa konteksnya berbeda sama sekali. Ia menilai, penataan aparatur pemerintahan selama ini sarat dengan kepentingan politik. Penempatan personalia untuk sebuah jabatan lebih ditekankan pada aspek kedekatan, kepentingan politik atau balas budi. “ Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi atmosfer kerja di lingkungan pemerintahan serta terjadi reorientasi paradigma, dari yang seharusnya memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal menjadi sibuk melayani pimpinan. Hal ini juga tentu akan merusak tatanan pemerintahan itu sendiri.”

Menurut Louis, kedepan nanti, apabila dirinya dan pasangannya Kyai Rizali terpilih, ada dua hal yang akan dilakukan berkaitan dengan penataan dan pembinaan aparatur. Yang pertama, tentu adalah meninjau kembali apakah seluruh penempatan personalia dalam setiap jabatan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sedangkan yang kedua adalah menyusun analisis jabatan yang akan menjadi pedoman dalam menempatkan aparatur dalam setiap jabatan.

Analisis jabatan ini tentulah harus dibuat secara sistematis dalam rangka mengurai persoalan-persoalan yang terkait dengan penentuan sesuatu jabatan, baik jabatan struktural maupun jabatan fungsional. Didalamnya tentu terdapat berbagai acuan mulai dari kelayakan golongan atau kepangkatan, sampai dengan tingkat kemampuan teknis dan manajerial yang harus dipenuhi oleh aparatur pemerintah sebagai syarat untuk menduduki sebuah jabatan.“ ujar Louis, sembari menambahkan, analisis jabatan ini, bahkan bisa juga dibuat oleh setiap SKPD sehingga lebih bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Louis yakin, dengan demikian pengelolaan menajemen birokrasi dapat berjalan tepat sasaran dan tidak melanggar aturan yang berlaku baik dalam peraturan pemerintah (PP) maupun perundang-undangan. Lebih dari pada itu, aparatur pemerintahan dapat lebih berkonsentrasi pada tugasnya masing-masing untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Reformasi birokrasi bukan berarti merubah seluruh tatanan yang sudah ada, bahkan ini bukanlah sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan, utamanya bagi para PNS. Saya yakin, PNS kita adalah orang-orang yang berbudi pekerti luhur dan mau membangun kota Manado yang tercinta, namun hal tersebut haruslah kita topang dengan sistem birokrasi yang profesional dan dapat dipertanggung jawabkan,” pungkasnya. (*/denny mintianto)

Peringatan Harganas Sulut Dipusatkan di Manado

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—Peringatan Hari keluarga Nasional (Harganas) XVIII yang dipadukan dengan gerakan nasional bulan bhakti gotong royong masyarakat (BBGRM) VII tingkat Sulawesi Utara (Sulut) di gelar di Manado Rabu  (01/7)di Lapangan Tikala, di buka Ketua Umum Nasional Vita Gamawan Fauzi.

"Harganas bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran keluarga Indonesia untuk selalu memperbaiki kualitas hidup secara berkelanjutan dan memupuk usaha-usaha kemandirian hingga tanggap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang melingkupi kehidupan keluarga," ujar Vita Gamawan Fauzi dalam sambutannya di Manado.

Fauzi mengatakan, pelaksanaan bulan bakti ini merupakan upaya lebih menggelorakan semangat gotong royong dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan keswadayaan sebagai system nilai sosial yang telah menyatu dalam kehidupan masyarakat dan lebih memiliki rasa tanggung jawab.

Sementara itu, kepala BKKBN Nasional Sugiri Syarief yang juga hadir dalam acara tersebut mengingatkan, mengenai program nasional yang terus menerus dilaksanakan. “Penggunaan kondom baik untuk perempuan dan laki-laki, merupakan program Keluarga Berencana, sebab itu diingatkan agar dapat dilaksanakan, termasuk upaya pemerintah untuk berusaha menyukseskan program BKKBN,” ucapc Syarief.

Sementara Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang dalam sambutannya berharap, agar momentum tersebut dapat membuka hati masyarakat Sulut untuk lebih memberikan perhatian kepada peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga, baik sebagai ayah, ibu atau-pun anak.

"Keluarga ideal dapat melahirkan masyarakat yang berkepribadian dan bermoral tinggi dengan tidak meninggalkan nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia yang bersama-sama membangun negara penuh kedamaian," kata gubernur Sinyo Harry Sarundajang.

Sarundajang mengakui, kenyataan di lapangan menunjukan berbagai masalah sosial terutama kemiskinan, kerukunan dan keharmonisan yang perlu mendapat perhatian serius, dimana akar masalahnya adalah kependudukan.

Sebab itu Gubernur Sarundajang minta, KB digarap secara serius agar tidak terjadi ledakan penduduk dimasa datang yang akan menjadi tanggungjawab pemerintah, dan semua pihak diminta bersama menyukseskan program tersebut.

Harganas diperingati dengan Road Show di tiga Provinsi di Indonesia di Sulawesi Tengah, Yogyakarta dan Sulawesi Utara dan menggelar berbagai kegiatan antara lain pengobatan gratis, pelayanan KB gratis dan penanaman pohon. (denny mintianto)


Louis – Rizali Milik Seluruh Masyarakat Manado

Didoakan Oleh Jemaat Advent Tikala
MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—PASANGAN Calon Walikota dan calon Wakil Walikota jalur Independen, Louis Nangoy SH dan KH Drs Rizali M Noor, sejak awal dikenal sebagai pasangan pluralis yang sejati. Kedua figur yang dekat dengan Bapak Pluralisme Nasional, Alm KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini memang sejak lama dikenal sebagai sosok yang memiliki pandangan dan jiwa nasionalisme yang tinggi. Dan hal tersebut sudah dipraktekkan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Tak heran, jika pasangan yang akrab dengan sebutan Louis – Rizali ini selalu dekat dengan kelompok masyarakat manapun, baik itu lintas agama, suku maupun budaya. “Karena itu, kami berdua, saya dan pak Louis,tidak ingin direpresentasikan sebagai perwakilan dari agama, suku, etnis atau kelompok masyarakat manapun. Kami ingin menjadi pemimpin yang menjadi milik semua ummat.” ujar Kyai Rizali M.

Noor usai memimpin kegiatan manasik haji di Masjid Raya akhir pekan lalu. Kyai kharismatik ini menambahkan, di dunia yang semakin mengglobal ini, dimana kita tidak lagi dihalangi oleh batas-batas geografis dan politis, sudah saatnya pemikiran primordial ditanggalkan. “Bukan juga berarti mencampur aduk, akan tetapi bagaimana kita bisa membangun saling pengertian dan saling menghargai perbedaan yang ada, untuk kemudian hidup dalam keharmonisan serta saling memberi pengarh positif sehingga bisa terjalin sinergi yang bisa memberi kontribusi terhadap pembangunan Kota Manado yang kita cintai ini.”

Sementara itu, keesokan paginya, Calon Walikota, Louis Nangoy SH bersama istri, Margaretha Sondakh menjadi tamu kehormatan dalam ibadah Sabat Tamu yang diadakan oleh gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), Jemat Tikala. Dalam kesempatan tersebut, selain mengikuti ibadah bersama ummat Advent yang ada, Pak Louis bersama Ibu juga didoakan oleh Jemaat GMAHK Tikala, yang dipimpin oleh Pdt Yudi Kasingku . Dalam doanya, Pdt Kasingku memohon keselamatan dan kesuksesan bagi Pak Louis Nnagoy beserta keluarga, terutama dalam menjalani Pilwako nanti.

“ Inilah bukti bahwa saya dan Pak Kyai tidak hanya menjadi representasi agama atau kelompok tertentu akan tetapi milik seluruh warga Manado.” Ujar Calon Walikota, Louis Nangoy, SH. yang memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Jemaat GMAHK Tikala, yang sudah dengan tulus mendoakan dirinya dan Pak Kyai. Dirinya yakin jika disertai dengan niat yang lurus dan perjuangan yang tak mengenal lelah, doa tersebut pasti akan didengar dan dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. (*/denny mintianto)

Diduga Alergi Wartawan, Kabid Dikdasmen Bolmong Diminta Dicopot

Bupati Moha Harus Bertindak Tegas
BOLMONG, suara manadonews (02/07/2010)—Sikap yang tidak pantas diperlihatkan kepada publik, yang menimbulkan satu pertanyaan besar oleh beberapa watawan yang sedang meliput proses kinerja dari Dinas Pendidikan Bolmong ,yang dipimpin oleh Hj Ulva Paputungan, menjadi pembicaraan sangat santer terdengar para wartawan yang ada . Pasalnya, salah satu Kabid Dikdasmen yang berinisial UM terindikasi Alergi wartawan dan tidak pantas menjadi panutan .

Pasalnya, beberapa pekan lalu ,oknum tersebut sering mengatakan bahwa wartawan ini tidak perlu di layani, karena hanya menjadi racun dan biang kerok pemberitaan miring menyangkut kinerja dinas pendidikan. Lebih parahnya lagi, oknum tersebut selalu menghindar ketika ditemui wartawan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, ada apa dengan oknum UM yang tidak mau menerima maksud konfirmasi dari para wartawan?. Padahal sebenarnya wartawan adalah mitra dari pemerintah, sebagai kontrol sosial dan pembawa informasi bagi pemerintah.

Dengan adanya permasalahan ini, mendapat tanggapan dari para LSM yang ada di Bolaang Mongondow, seperti yang disampaikan Ketua LSM Masjid Indonesia Herry Lasabuda mengatakan, permasalahan ini butuh perhatian serius dari pemerintah, dalam hal ini Bupati Bolaang Mongondow Ny Hj Marlina Moha Siahaan, minta ditindak lanjuti karakter pejabat yang terindikasi alergi wartawan. “Padahal sebenarnya wartawan adalah mitra dari pemerintah sebagai pembawa informasi dari kinerja para eksekutif dalam menjalankan tugas, yang di duga sudah keluar dari mekanisme aturan yang ada, yang terindikasi sarat kepentingan tertentu,” ujar Lasabuda .

Ia juga mengatakan, kalau tidakmmau dikritisi, maka bekerjalah sesuai dengan Tugas Pokok dan fungsi ( Tupoksi ) yang ada. Bukan harus mengganggap wartawan sebagai pemicu masalah dan pembawa pemberitaan miring yang di terbitkan.

Lasabuda berharap, Bupati Bolaang Mongondow mencopot oknum pejabat yang mempunyai gelagak seperti ini, terlebih saat masyarakat butuh pelayanan yang maksimal sebagai bukti atas kinerja dari para pejabat dalam menjalankan tugas, bukan hanya duduk saja di kursi empuuk dan menerima penghasilan buta. “Kasihan kan masyarakat kalau karakter pejabat seperti ini. Otomatis ini akan berdampak buruk bagi pemerintah. Dan menimbulkan permasalahan baru, dan dapat merugikan pemerintah itu sendiri, yang dipimpin oleh Ny Hj Marlina Moha Siahaan yang saat ini sebagai calon kandidat kuat Wakil Gubernur Sulut dari Partai Golkar,” pungkas Lasabuda.

Dari hasil pantauan wartawan, terindikasi oknum UM kebakaran jenggot ketika beberapa pekan lalu banyaknya pemberitaan yang menerbitkan indikasi penyimpangan yang terjadi di ruang lingkup Diknas Pendidikan Bolaang Mongondow. Dan dengan dasar itu kemungkinan tidak menerima dan menggap wartawan sebagai biang pemicu, sampai-sampai di mata UM wartawan bukan sebagai Mitra, akan tetapi racun buat para pejabat di lingkaran Diknas itu sendiri.

Diketahui UM lakukan perjalanan keluar daerah bersama dua ratus guru se-Bolaang Mongondow ke Jakarta. Yang terindikasi tidak diagendakan dalam program studi banding. Bahkan diduga setiap guru di tuntut harus menyetor uang sebesar Rp 5 juta, sebagai biaya administrasi perjalanan yang sarat bermuatan kepentingan tertentu dari oknum tersebut.

Ironisnya ketika di konfirmasi oknum UM, selalu menghindar dari kejaran para wartawan, akan tetapi sampai berita ini diterbitkan oknum UM sangat sulit di temui. (hengki maliki)

T2 : KTNA Harus Jadi Wadah Komunikasi dan Menyalurkan Aspirasi Petani-Nelayan

Hadiri Mimbar Sarasehan KTNA Mitra

RATAHAN, suara manadonews (02/07/2010)—Dengan bertemakan “Pemulihan Kelembagaan Petani Nelayan”, Kamis (01/7) bertempat di gedung kantor Bupati Mitra Kelurahan Pasan kecamatan Ratahan, Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan,dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Minahasa Tenggara menggelar mimbar sarasehan Kelompok Kontak Tani Nelayan (KTNA). Sebagai bentuk kerjasama konkrit dalam peningkatan fungsi koordinasi lintas sektoral, baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten untuk menyikapi berbagai permasalahan pembangunan di bidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Eddy Tololiu menyampaikan, tujuan kegiatan ini yaitu untuk menumbuh-kembangkan kerjasama antar dan inter petani-nelayan, petani nelayan dengan pihak lain, forum konsultasi dan dialog antar Kelompok KTNA dengan pemerintah yang nantinya menghasilkan kesepakatan-kesepakatan.

“Untuk membangun watak petani nelayan yang beretos kerja tinggi, dibutuhkn kedisiplinan, produktif, berkualitas, hemat dan mandiri, serta beperilaku mulia dalam kehidupan,” ujar Tololiu.

Output lain yang ingin dicapai lanjutnya adalah, adanya dukungan komitmen dari pihak terkait, baik dari pemerintah maupun dari swasta, dukungan yang lebih dari upaya penguatan kelembagaan petani dan stimulasi pendanaan. Sehingga provitas yang dihasilkan meningkat secara signifikan.  “Sebab adanya jaminan harga komoditi yang pada akhirnya kesejahteraan pelaku utama dan pelaku usaha berangsur-angsur dapat ditinggalkan,” tandasnya.

Bupati Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung (T2) dalam sambutannya, menyampaikan beberapa harapan diantaranya, para penyuluh dan aparat pertanian agar senantiasa terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta profesionalisme sebagai modal pelaksana pendamping kepada kepada petani-nelayan. “Menjadikan KTNA sebagai wadah komunikasi dan tempat menyalurkan aspirasi petani-nelayan.  Sehingga berbagai permasalahan dihadapi oleh petani-nelayan  dapat dipecahkan,” ujar T2.

Selain itu lanjut Bupati pilihan pertama rakyat Mitra ini, KTNA diharapkan menjadikan kegiatan mimbar sarasehan sebagai ajang penyampaian aspirasi para petani-nelayan dan upaya pemecahannya.  Bahkan diharapkan menjadi pemangku kepentingan, sebab itu diminta, peran serta untuk bersama-sama mendukung Pemkab Mitra untuk melaksanakan pembangunan yang mengoptimalkan sumberdaya dan wawasan lingkungan.  “Kita harus berusaha mengandalkan TUHAN dan saya sangat merindukan supaya kabupaten Mitra DIPULIHKAN,” tandasnya.

Peserta kegiatan ini adalah pengurus KTNA kabupaten  Mitra, Pengurus Kelompok Tani dan Nelayan se-Minahasa Tenggara dengan jumlah Kelompok Tani-Nelayan kurang lebih 590 Kelompok, Pemerintah/Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Anggota DPRD Kabupaten Mitra dan KTNA Nasional  Andalan Nasional.

Dr Elly Engelbert Lasut ME (E2L) yang juga adalah Calon Gubernur Sulut menjadi narasumber dalam sarasehan ini, diungkapkannya, bahwa ada tiga poin yang paling penting yang harus diperhatikan dalam peningkatan mutu pertanian adalah infrastruktur, motivasi dan upaya. “Bila infrastruktur memadai, akfifitas petani juga lancar,” pungkas Bupati Kepulauan Talaud ini. (*/otnie)

Gubernur Hadiri Peringatan ke – 61 Wafat Sam Ratulangi

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—Peringatan ke – 61 Wafatnya DR GSSJ Ratulangi, diperingati oleh keluarga Pahlawan Nasional tersebut, di makam Sam Ratulangi di Tondano Minahasa, Rabu (30/06). Walaupun peringatan kali ini hanya dilaksanaklan secara sederhana, namun memiliki makna yang sungguh besar.

Salah satu putri bungsu Sam Ratulangi Ny Uki Sudjoko Ratulangi ketika mewakili keluarga mengungkapkan kenangan indah besama orang tua semasa hidupnya. Om Sam sapaan akrab dari DR Sam Ratulangi merupakan sosok seorang ayah yang sangat familiar bagi keluarga dan orang lain.

Selama study di luar negeri (Belanda) Sam Ratulangi muda bersama rekan–rekan mahasiswa Indonesia di Belanda telah berjuang untuk Indonesia. sekembalinya di tanah air, Om Sam terus melakukan perjuangannya bersama para tokoh nasional lainnya untuk mengisi kemerdekaan RI.

“Saat itu Om Sam sering mendapat perlakuan tidak baik dari Belanda, beliau sering di buang ke daerah–daerah terpencil. Namun dengan semangat pantang menyerah 'tole' Tondano ini terus melakukan perlawanan kepada Belanda,” ujar Ny Uki Ratulangi. Ny Uki juga berterima kasih karena perjuangan Om Sam hingga kini telah menjadi motivator bagi kemajuan pendidikan di Sulut bahkan nasional.

Gubernur Sulut SH Sarundajang mengatakan, ketokohan Sam Ratulangi tidak lagi menjadi milik keluarga, tetapi sudah menjadi milik banyak orang. Banyak buah pikiran Sam Ratulangi telah menjadi inspirator para pemikir di tanah air. “Bahkan saya sendiri yang saat ini sedang mengambil program Doktor di Universitas Gadjah mada mengambil judul tesisnya dari buah pikiran Om Sam,” tandas Gubernur.

“Karena itu di peringatan ke – 61 wafatnya DR Sam Ratulangi kali ini, marilah kita semua terus berdoa agar perjuangan Sam Ratulangi akan terus terpatri di lubuk hati sanubari kita semua,” ajak SHS yang juga calon Gubernur Sulut yang berpasangan dengan Djauhari Kansil.

Usai memberikan sambutan, Gubernur bersama undangan lainnya melihat langsung foto–foto dokumenter Sam Ratulangi mulai masa dari kecilnya bersekolah di Tondano, masa perjuangan bersama tokoh nasional dan Presiden RI DR Soekarno, hingga foto wafatnya Sam Ratulangi yang meninggal dunia di Jakarta dan di bawah ke kampung halamannya Tondano, melalui kapal SWARTENHONDT dari pelabuhan Manado. (*/otnie)

SHS : Mata Pelajaran Matematika Tidak Membosankan

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang (SHS) mengakui, bagi pelajar dan mahasiswa yang mau memiliki ketajaman berpikir dan kemampuan analisis hendaknya harus menguasasi mata pelajaran matematika. Sebab matematika merupakan ilmu dasar dari pengembangan sains (basic of science) dan sangat berguna dalam setiap aspek kehidupan.

Pengakuan Sarundajang itu disampaikannya saat membuka Konferensi Nasional Matematika ke – 15 dan Kongres Himpunan Matematika Indonesia yang digelar Universitas Negeri Manado (Unima) di Hotel Sutanraja Watutumou Kecamatan Kalawat Kabupaten Minut, Rabu, (30/06) lalu.

Menurut Gubernur, ada sebagian orang menganggab mata pelajaran matematika merupakan ilmu yang sulit dan membosankan, karena lebih bersifat abstrak dan hanya berisi hafalan dari sekian banyak rumus sehingga menimbulkan antipati untuk mempelajarinya, mitos demikian dikatakan Sarundajang harus di hilangkang.

“Sebaliknya justeru kalau kita menguasai matematika otak kita akan lebih cerdas serta kemampuan analisisnya akan lebih tajam sehingga tidak membosankan, Sambil memberi contoh bahwa Sam Ratulangi salah seorang tokoh nasional yang berasal dari Sulut merupakan satu-satunya DR Matematika pertama yang dimiliki Indonesia pada waktu itu,” ujar Sarundajang.

Contoh lain yang diangkat Sarundajang seperti Albert Einstein, tokoh fisika terbesar abad ke - 20 menyatakan bahwa matematika adalah senjata utama dirinya dalam merumuskan konsep relativitasnya yang sangat terkenal itu.

Diakhir sambutannya Gubernur Sarundajang mengharapkan, kiranya hasil dari konferensi dan kongres ini akan memberikan kontribusi positif bagi upaya menggairahkan minat pelajar dan mahasiswa untuk mempelajari matematika.

Presiden Himpunan Matematika Indonesia Prof DR Widodo menyebutkan seminar-seminar matematika kiranya terus digalakan mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi hingga ke tingkat nasional. Ia juga mengatakan Konferensi Nasional kali ini akan memilih pengurus baru.

Sementara Rektor Unima DR Ph EA Tuerah MSi DEA menambahkan, tema pelaksanaan dua kegiatan berskala nasional ini yakni “matematika hidup untuk menghidupkan ilmu lain.”  (*/otnie) 

Sarundajang : LHKPN Merupakan Kewajiban Setiap Pejabat

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—Sejalan dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), maka tuntutan ini sudah menjadi kewajiban semua aparatur pemerintah tanpa terkecuali, termasuk para pejabat Negara di Sulawesi Utara. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulut, Sinyo H Sarundajang ketika menghadiri Deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di ruang Huyula, Rabu (30/6).

Kegiatan ini menurut Sarundajang, dimaksudkan agar proses penciptaan pemerintahan yang bersih, tidak terkesan hanya “tebang pilih”, sehingga dalam implementasinya mampu memberikan kepastian hukum, kepastian sistem dan kepastian mekanisme kepada segenap komponen warga masyarakat, sebagai perwujudan kesetaraan hak dan kewajiban warga Negara yang sama dihadapan hukum dan pemerintahan.

Kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan beberapa hal kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI antara lain, bahwa pada tahun 2009, pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berhasil mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari pemerintah pusat.

Sarundajang menambahkan, Seluruh aktifitas pemerintahan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, seluruh informasi telah diungkapkan sesuai keadaan yang sebenarnya, system pengendalian intern dapat dipercaya keandalannya dan laporan keuangan telah disusun sesuai standar akuntasi pemerintahan.

Tercatat hasil kekayaan para pejabat di Sulawesi Utara, mulai dari S. H. Sarundajang sebesar Rp. 7.531.169.510,-, Walikota Kota Kotamobagu, Drs. H. Djelantik Mokodompit sebesar Rp. 5.875.637.476,-, Wakil Walikota Kota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara sebesar Rp. 1. 352.986.500,-, Bupati BolMut, Drs. Hi. Hamdan Datunsolang sebesar Rp. 2.706.782.573,-, Wakil Bupati BolMut, Drs. Hi. Depri Pontoh sebesar Rp. 1.040.090.000,-, Walikota Bitung, Hanny Sondakh sebesar Rp. 17.115.773.572,- serta Wakil Walikota Bitung, Robert K. Lahindo, SH, M.Si sebesar Rp. 626.740.000,-.

Dalam deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) tersebut, Plt Ketua KPK RI, Haryono menyampaikan apresiasinya terhadap Gubernur dan pemerinath Propinsi Sulut atas perolehan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) karena mekanisme sistem pengelolaan keuangan yang baik.

Hadir pada deklarasi LHKPN yakni Walikota Kotamobagu dan Wakilnya Drs H Jelantik Mokodompit dan Ir. Tatong Bara dan Bupati Bolmut dan Wakilnya Hamdan Datunsolang dan Depri Pontoh, Wakil Walikota Bitung Robert Lahindo serta pejabat Eselon II dan III dilingkungan Pemprov Sulut. (*/otnie)