Selasa, 24 Agustus 2010

15 Negara Asean Regional Forum Kunjungi Sulut

Peninjauan Lokasi DIREx  

MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Delegasi dari kurang lebih 15 negara Asean Regional Forum dan negara mitra Asia dan Eropa memulai Initial Planning Conference and Site Survey Disaster Relief Exercise (DIREx) 2011. Pertemuan ini akan berkangsung sampai dengan tanggal 27 Agustus 2010 dan diisi dengan kegiatan-kegiatan peninjauan langsung ke lokasi tempat penyelenggaraan Latihan Penanggulangan Bencana Alam yang menurut rencana akan dilaksanakan pada bulan Maret 2011.

Delegasi peserta termasuk unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informasi Badan SAR Nasional dan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan melakukan kunjungan di lokasi sekitar pantai Wori, sampai ke pantai Desa Kimabajo, dan Kota Bitung juga Pulau Mantehage, Pulau Siladen dan Pulau Bunaken untuk melihat dari dekat tempat-tempat yang akan menjadi lokasi pelaksanaan DIREx tahun 2011.

Seperti diketahui Sulawesi Utara, kembali mendapatkan kepercayaan dunia untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Internasional mengenai Penanggulangan Bencana Alam (Disaster Relief) yang akan diikuti dengan kegiatan Latihan Penanggulangan/ Penanganan Bencana (tsunami, dan lain lain) dari udara, yang direncanakan dilaksanakan Bulan Maret 2010.

Pertemuan awal perencanaan pelaksanaan kegiatan ini (Initial Planning and Site Survey) yang diprakarsai oleh Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Jepang dimaksudkan untuk memperkuat konsep-konsep penyelenggaraan latihan melalui berbagai masukan dari negara-negara peserta. Dengan demikian akan dapat dihasilkan konsep yang konkret dan relevan guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas negara-negara peserta ARF negara-negara peserta ARF dalam bidang penanggulangan bencana.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Plt Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Drs F Mewengkang MM di Grand Kawanua Convention Centre (GKCC) Kairagi Manado. Dalam sambutannya Plt Gubernur mengatakan antara lain bahwa, Pemerintah memberikan perhatian serius untuk penanganan dan penanggulangan bencana di tanah air. Hal ini ditandai dengan diterbitkannnya Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang meliputi penanggulangan Pra Bencana, Saat Tanggap Darurat dan Pasca Bencana. Provinsi Sulawesi Utara sendiri merupakan daerah rawan bencana karena terletak pada posisi antara beberapa lempeng (patahan) dan juga terdapat beberapa gunung api yang masih aktif.

Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi yang tinggi kepada ARF yang termasuk pemerintah Jepang yang telah memprakarsai kegiatan ini. Pemprov Sulut akan mendukung sepenuhnya dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan iven internasional ini pada Bulan Maret 2011. Pengalaman sukses menyelenggarakan WOC, CTI Summit dan Sail Bunaken tahun 2009 diharapkan akan menjadi modal yang berharga untuk mengulangi sukses bagi penyelenggaraan Disaster Relief Conference and Exercise tahun 2011 mendatang. (*/otnie)

Komisi D Kuliti Diknas Kota Manado


Terdapat Kontradiksi Laporan Anggaran Diknas dan Pemkot


MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Dewan Perwakilan Rakyat Kota Manado komisi D siang tadi menghearing Dinas Pendidikan Kota Manado guna mendengar  dan mengkroscek laporan pertanggung jawaban penggunaan  anggaran tahun 2009 Dinas Diknas Kota Manado.
Hadir mewakili Dinas Pendidikan Kota Manado Sekretaris Diknas Soleman Montori MPd, Kasubag Umum Djamiun Sadang dan Kasubag Dikdas Pak Kela.
Ketua Komisi D dr Richard Sualang yang di damping Hi Amir Liputo, Feliks J Iroth dan Audy C Like memberikan kesempatan kepada perwakilan Diknas untuk membacakan laporan penggunaan anggaran tahun 2009 yang di bacakan oleh Djamiun Sadang secara item per item.
Laporan pertanggung jawaban anggaran Diknas tahun 2009 mulai dari dana bantuan siswa miskin, dana bos, dana dak yang meliputi rehap ruangan kelas, pembuatan sanitasi sekolah, perpustakaan, UKS, rehab ruang sedang dan berat,  pengadaan meubeler sekolah mendapat perhatian serius dari anggota dewan.
Dalam laporan penggunaan anggaran dari beberapa kegiatan Diknas yang sebagian besar telah di realisasikan seratus persen oleh Dinas Pendidikan Kota Manado, oleh  wakil ketua komisi Hi Amir Liputo di dapati perbedaan laporan anggaran dengan laporan kasubag keuangan pemerintah kota Manado.
Dalam waktu  dekat Dr Richard akan mengadakan turun ke beberapa sekolah untuk mengkroskek  kebenaran  penggunaan anggaran tahun 2009, jika di temukan penyalahan penggunaan anggaran akan di tindak lanjuti dan di proses sesuai dengan hukum yang berlaku ungkap Ketua komisi D Richard Sualang. (*/demint)

PKK Provinsi dan Pemkot Manado Gelar Bazar Murah


MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Tim Dharma wanita  provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan tim penggerak Dharma Wanita Kota Manado siang tadi berlokasi di lapangan Sparta Tikala mengadakan kegiatan bazaar murah dan lomba olahraga rakyat yang di buka langsung oleh penjabat Gubernur Sulawesi Utara Drs Robby Mamuaja.
Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi  Utara Ny O Mamuaya Lumentut menyampaikan bahwa kegiatan bazaar ini di lakukan masih dalam rangkaian memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 65.
Lomba olahraga rakyat yang di laksanakan berupa tarik tambang dan lomba hula huks di ikuti oleh seluruh peserta  dengan penuh suka cita, yang paling menarik dalam lomba ini adalah keikut sertaan para ibu-ibu memainkan hula huks sambil berjoget.
Sembilan kecamatan yang ada di kota Manado mengambil bagian dalam kegiatan bazaar ini dengan menjual bahan Sembilan bahan pokok sesuai dengan harga agen.
Dari pantauan media ini antusias masyarakat Kota Manado sangat tinggi dengan adanya kegiatan bazaar, ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang membeli, semua stand yang ada semuanya  di padati masyarakat untuk membeli sembako yang telah di sediakan tiap kecamatan.(*/demint)

Bantuan Bencana Alam Dinas Pertanian Di Pertanyakan

TARERAN, Swara Manadonews (24/08/2010)—Janji Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat desa Wiau Lapi Kecamatan Tareran,  mulai di pertanyakan oleh petani desa tersebut. Pasalnya, bantuan yang dinanti belum kunjung terealisasi ,seperti di ketahui pada bulan Mei 2010 lalu, belasan hectare sawah di desa ini di landa banjir sehingga memporak-porandakan areal persawahan dari para petani tersebut .

Sejumlah petani mempertanyakan janji dari dinas terkait yang telah dijanjikan berupa pemberian bibit dan pupuk secara gratis. “Waktu lalu dorang( Dinas pertanian) bilang mo dapat bantuan ternyata sampe skarang nda pernah muncul itu bantuan padahal torang sangat membutuhkan bantuan tersebut,”ungkap Yayan Worotitjan gusar, sembari menambahkan, kalau memang tidak akan terealisasi sebaiknya Kepala Dinas Pertanian jangan obral janji, hal senada di ungkapkan Welly “baceng” yang juga sawahnya mengalami mengalami kerusakan yang cukup parah, menurutnya dinas pertanian sebaiknya lebih jeli dan tanggap mengingat kerusakan sawah mereka bukan di sengaja, melainkan karena bencana alam. Untuk itu dirinya meminta kepada dinas yang berkompeten untuk segera dapat merealisasikan bantuan tersebut. Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Ir Frans Tilaar yang di hubungi lewat telepon selular tidak berhasil karena tidak aktif. (drim’s)


Warga Lobu Tewas Tertindih Truk Tronton di Kuyanga

Bermuatan 25 Kubik Kayu Kelapa       

TOMBATU, Swara Manadonews (24/08/2010)—Ruas jalan Provinsi Desa Kuyanga, Kecamatan Tombatu Timur, Minahasa Tenggara (Mitra) kembali minta korban. Kali ini seorang kondektur, Johny Gumolili (36) warga desa Lobu II, Kecamatan Touluaan, tewas mengenaskan, kepala dan dada remuk ditindi Truk Tronton Fuso berisi 25 kubik kayu kelapa, dengan nomor polisi (Nopol) L 9510 UA yang dikendarai tersangka UN alias Udin (48) warga Kelurahan Kakenturan, Kecamatan Bitung Utara, Kota Bitung. Peristiwa kecalakaan lalu-lintas (Lakalantas) sadis ini, terjadi Selasa (24/08) dini hari, pukul 00.05 Wita. Kapolsek Tombatu AKP Djoni Kolondam saat dikonfirmasi harian ini Selasa (24/08) membenarkan hal tersebut.

Menurut Kolondam, kejadian ini berawal saat truk tronton berisi 25 kubik kayu kelapa yang dikendarai tersangka, dengan korban sebagai kondektur, datang dari arah Ratahan menuju Tombatu. Saat kendaraan naas ini berada di ruas jalan provinsi Desa Kuyanga, tepatnya di tikungan mendaki, bola kanan belakang truk masuk lubang. Apalagi kondisi jalan sangat licin, dengan hadirnya proyek pelebaran jalan di desa ini. Tak hitung tiga, truk tronton ini-pun langsung terbalik. Sementara korban yang berada di atas truk, untuk menjaga kabel listrik yang menghalangi perjalanan kendaraan agar tidak tersangkut, jatuh dan tubuhnya tertindih tronton.

Akibatnya, kepala dan dada korban remuk, dan tewas seketika. Warga sekitar yang melihat peristiwa laka sadis ini langsung melaporkan peristiwa ini ke polisi. Tak lama, sejumlah petugas dari Polsek Tombatu langsung bertindak, dengan mengevakuasi korban. Karena tertindih tronton, aparatpun menggunakan alat berat untuk mengangkat tronton, untuk mengeluarkan tubuh korban. Setelah berhasil di evakuasi, selanjutnya mayat korban dilarikan ke Puskesmas Tombatu untuk dilakukan visum. Dan keluarga korban menolak dilakukan otopsi. “Yang jelas kelurga korban menolak Otopsi, dan membuat surat pernyataan penolakan,” ujar Kapolsek.

Lanjutnya, polisi telah menahan tersangka, sementara barang bukti berupa truk tronton masih di TKP. Karena peristiwa ini terjadi juga akibat jalan licin karena pekerjaan proyek pelebaran jalan, maka polisi juga akan memanggil pihak kontraktor dan pengawas proyek dari Dinas PU dan SDA Mitra, untuk dimintai keterangan. “Pokoknya polisi akan meminta keterangan pihak kontraktor dan pengawas dari Dinas,” pungkasnya. (otnie)
 

Resting Area di Touluaan Tak Dapat Digunakan


Pangkerego: Belum Diserahkan kePemkab Mitra
TOULUAAN, Swara Manadonews (24/08/2010)—Resting Area yang berada di kawasan pemandian air panas “Kelewaha’ mulai tak terawatt. Pasalnya, resting area tersebut tak memiliki fasilitas bak penampungan air, gayung dan listrik.  Bahkan pihak Pemerintah yang melakukan perawatan tersebut tak kunjung juga memperhatikan. Kendati proyek Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulut ini, dibangun dengan berbandrol sekitar Rp 74 juta. Pekerjaaanya saja baru selesai dua bulan yang lalu. Tapi kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Sebab tempat itu tidak lagi dibersihkan, bahkan kotoran manusia berserakan di dalam Toilet.

Tokoh masyarakat Touluaan Bernad Tamod kepada Swara Manadonews Selasa (24/8) mengatakan, sebenarnya ketika pembangunan resting area ini pihak kontraktor harus  menyediakan fasilitas yang dibutuhkan, agar masyarakat yang menggunakan tempat ini merasa nyaman. “Kontraktor seharusnya menyediakan fasilitas yang dibutuhkan dalam lokasi resting area tersebut. Begitu juga pihak dinas kesehatan harus mengawasi pembangunan tersebut, jangan hanya dibiarkan saja, sehingga hal ini membuat tidak nyaman bagi pengguna tempati itu,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Mitra Dra Femmy Pangkerego MPd, saat dikonfirmasi Selasa (24/8) kemarin di Ratahan mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi tentang permasalahan resting area tersebut, dan kami akan segerah meninjau lokasi. “memang sampai saat ini pihak Dinas Pariwisata Provinsi Sulut belum melakukan serah terima lokasi resting area tersebut,” tandasnya. (otnie)   


Istri Hamil 8 Bulan, Suami Perkosa Gadis ABG

Diperkosa di Sabua Desa Winorangian

TOMBATU, Swara Manadonews (24/08/2010)—Warga Kecamatan Tombatu, Minahasa Tenggara (Mitra) kembali digemparkan dengan peristiwa pemerkosaan. Seorang gadis ABG (anak baru gede) sebut saja Jingga (16) warga Kelurahan Lowu II, Kecamatan Ratahan, Kamis (19/08) lalu, diperkosa lelaki beristri ST alias Sted (25) warga Kelurahan Lowu I, Kecamatan Ratahan. di dalam Sabua (Pondok) di persawahan Desa Winorangian, Kecamatan Tombatu Utara. Ironisnya, kejadian asusila ini terjadi di saat istri tersangka sedang hamil 8 bulan.

Kapolsek Tombatu AKP Djoni Kolondam saat dikonfirmasi harian ini Selasa (24/08) membenarkan hal ini. Kata Kolondam, peristiwa mesum secara paksa ini berawal saat tersangka secara tidak segaja bertemu dengan korban di lokasi pembangunan kantor bupati Mitra di Kelurahan Tosuraya, Ratahan, Kamis (19/08) malam, pukul 20.00 Wita. Dimana malam itu, korban sedang menghirup udara malam bersama pacarnya. Saat bertemu tersangka yang berprofesi tukang ojek itu, diduga mengancam korban dan pacarnya dengan mengeluarkan pistol mainan. Bahkan tersangka memaksa menyuruh pacar korban meninggalkan mereka.

Selanjutnya, tersangka dengan mengendarai motor, melarikan korban menuju Tombatu. Namun sebelum ke Tombatu, tepatnya di Desa Winorangian, tersangka singgah di sebuah warung makan di Desa Molompar. Dari sana tersangka langsung tancap gas menuju sabuah di persawahan Winorangian. Setiba disana, tersangka-pun mempreteli pakaian yang dikenakan korban, dan langsung memeluk dan menciumi tubuh korban. Bukan hanya itu, pria beristri ini-pun memperkosa korban. Usai melampias-kan nafsu bejatnya, lalu tersangka mengantar korban pulang.

Kepada orang tuanya, gadis ABG ini-pun menceritakan yang terjadi pada dirinya. Tak terima dengan perbuatan tersangka, esoknya, Jumat (20/08) orang tua korban melaporkan perbuatan terangka ke Polsek Ratahan. Namun karena locus delicti  atau tempat kejadian perkara (TKP) ada di wilayah hukum Tombatu, akhirnya kasus ini ditangani Polsek Tombatu. Lanjut kapolsek, pihaknya sudah menahan tersangka. “Hanya saja apa yang dibeber saksi korban termasuk pacara korban, bahwa tersangka mengancam dengan pistol mainan sangat lemah. Sebab, tidak didukung dengan beberapa saksi lain, dan tersangka sendiri membantah ini,” tegasnya.

Tersangka sendiri saat di wawancarai harian ini di Mapolsek Tombatu, Selasa (24/08) kemarin mengakui perbuatan-nya. Namun tersangka membantah disebut memperkosa korban. “itu terjadi karena suka sama suka. Kalau ada unsure paksaan, tentu akan ada  bekas luka akibat adanya kekerasan,” ujar tersangka didampingi istrinya. Selain itu, tersangka juga membantah mengancam korban dengan menggunakan pistol mainan. “Saya tidak membawa benda tajam atau pistol mainan saat membawa kabur korban di Sabua di Desa Winorangian,” tandasnya. (otnie)