Kamis, 16 September 2010

PPWI Siap Gelar Forum Dialog Lintas Generasi di Manado


MANADO, Swara ManadonewsPersatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dalam waktu dekat akan menyelenggarakan kegiatan “Forum Dialog Lintas Generasi” dengan tema utama “Peningkatan Rasa Kebangsaan dan Nasionalisme bagi Guru-guru Bidang Studi Pendidikan Kewarganegaraan se-Sulawesi Utara”. Kegiatan forum dialog ini merupakan program implementasi dari kesepakatan PPWI dengan Ditjen Kesatuan Bangsa dan Politik Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Kegiatan yang ditujukan untuk para guru di Sulawesi Utara ini direncanakan berlangsung pada hari Sabtu 18 September 2010 mendatang. Panitia telah menyampaikan surat pemberitahuan ke sekolah-sekolah di Kota Manado dan sekitarnya untuk mengundang para guru Pendidikan Kewarganegaraan bersama kepala sekolah-nya agar dapat menghadiri acara Forom Dialog tersebut.

Para pembicara utama yang akan dihadirkan PPWI dalam acara forum dialog Sabtu mendatang itu, antara lain Dirjen Kesbangpol sebagai keynote speaker, Prof Dr J Philip PhD (pakar pendidikan dari Amerika Serikat), Dr Cecep Effendy MA (pakar ilmu komunikasi politik, staf ahli Menteri Dalam Negeri), Kombes Polisi Dr Benny Mamoto MSi (Tokoh masyarakat dan pemerhati budaya Sulawesi Utara), dan Wilson Lalengke SPd MSc MA (Dosen paruh waktu Universitas Bina Nusantara Jakarta). Selain itu, direncanakan akan hadir juga Gubernur Sulut terpilih, Sinyo Harry Sarundajang, Kepala Dinas Pendidikan, dan beberapa pejabat kabupaten/kota di Sulawesi Utara.

Acara forum dialog yang akan berlangsung selama sehari itu dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pertama dengan format panel dialogis, dan sesi kedua setelah istrahat sholat dan makan siang dalam format workshop. Adapun materi yang akan disampaikan pada sesi pertama adalah : Strategi dan Kebijakan Peningkatan dan Pelestarian Semangat Kebangsaan dan Nasionalisme Indonesia bagi Generasi Penerus oleh Dirjen Kesbangpol; Getting Proud to be Indonesian in the Global Sphere oleh Prof Dr J Philip PhD; Generasi Indonesia dari Masa ke Masa dan Tantangannya di Masa Depan oleh Dr Cecep Effendi dan Orang Minahasa di Pelataran Sejarah Kebangsaan Indonesia oleh Dr Benny Mamoto. Sedangkan Wilson Lalengke akan mengisi sesi workshop dengan tema utama Metode Alternatif dalam Mengembangkan Karakter Bangsa di Sekolah.

Kegitan forum dialog dimaksud dirangkaikan dengan peresmian PPWI Sulawesi Utara yang menurut rencana akan dilakukan sebelum acara dialog dibuka secara resmi. Peresmian PPWI di wilayah provinsi paling utara Pulau Sulawesi itu akan ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan Kepengurusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPWI. Demikian dikatakan oleh Ketua PPWI Sulawesi Utara, Fenly Sigar, melalui telepon kepada redaksi KOPI siang tadi.

“Pelantikan pengurus DPD PPWI Sulut direncanakan berlangsung pada hari Sabtu, 18 September 2010 mendatang bertempat Balaikota Manado. Setelah pelantikan pengurus, kemudian dilanjutkan dengan acara Forum Dialog Lintas Generasi, dengan mengundang sekitar 500 guru Pendidikan Kewarganegaraan dan kepala sekolah se Sulut,” ujar Fenly. Menurutnya, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke yang datang bersama rombongan pemateri forum dialog di Manado akan didaulat untuk melakukan peresmian PPWI Sulut dan melantik pengurusnya.(*/denym)

Sekda Mitra Canangkan Bulan Disiplin

Plt Sekda Mitra Drs Freddy Lendo saat memimpin Apel
Satu PNS Mitra Dipecat


RATAHAN, Swara ManadonewsSelasa (14/09) Bertempat di halaman kantor Bupati Minahasa Tenggara Sekda Drs Freddy Lendo atas nama pemerintah mencanangkan bulan disiplin bagi jajaran PNS di kabupaten Minahasa Tenggara. Adapun maksud dilaksanakannya bulan disiplin ini berkaitan dengan 2 tahun kepemimpinan Bupati Telly Tjanggulung dan Wakil Bupati Drs Jeremia Damongilala MSi bersamaan dengan HUT Provinsi Sulut  ke-46 tanggal 23 September 2010 dan dalam rangka menyambut pemerintahan yang baru di Provinsi Sulut. Hal ini diungkapkan Lendo dalam Apel PNS Se-Mitra.

Lebih lanjut Lendo mengatakan, bahwa pencanangan bulan disiplin ini bertujuan untuk menerapkan disiplin waktu, disiplin kerja dan disiplin pakaian serta kelengkapannya bagi seluruh PNS  Pemkab Mitra. “Sebagai PNS wajib bagi kita untuk menghargai tugas dan tanggung jawab yang dibebankan, karena PNS itu telah mendapatkan penghormatan yang luar biasa baik dari pemerintah pusat sampai daerah dengan diberikan berbagai kemudahan,” ujarnya.

Oleh karena itu kata Lendo, menjadi hal yang tak bisa dilepaskan oleh para PNS adalah melaksanakan tugas dengan professional sesuai Tupoksi masing masing. “Apapun yang diputuskan oleh atasan, harus dihargai dan dilaksanakan. Jad perlu ditekankan bahwa PNS harus loyal, disiplin pekerja keras dan setia bekerja walaupun itu hanya pekerjaan sepele,” tandasnya.

Pada kesempatan itu atas nama Bupati Minahasa Tenggara Lendo menyerahkan secara simbolis STPPL Prajabatan 2009 golongan II dan III. Menariknya dalam rangka bulan disiplin tersebut Pemkab Mitra menjatuhkan hukuman disiplin dengan  mengeluarkan SK Pemberhentian secara tidak hormat  sebagai PNS kepada MR yang bekerja di unit kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mitra, karena yang bersangkutan sejak tanggal 22 Juli 2009 sampai dengan sekarang tidak melakukan tugas/masuk kantor, melanggar ketentuan pasal 2 huruf K Peraturan Pemerintah nomor 30 tahun 1986. (*/otnie)

Puting Beliung Porak-Porandakan Desa Bajo

Ilustrasi:Angin Puting Beliung
porak-porandakan rumah warga

AMURANG, Swara ManadonewsRumah warga Desa Bajo Kecamatan Tatapaan kabupaten Minahasa Selatan(Minsel), dihantam angin puting beliung serta ombak, sehingga rumah milik warga hancur total. HukumTua desa Bajo Hamka Mokoagow kepada wartawan, mengatakan adanya angin serta ombak yang menghantam rumah milik warga sangat kencang, sehingga banyak warga mulai kocar kacir. “Warga sangat ketakutan datangnya ombak dan angin,” kata Mokoagow
Lanjut Mokoagow, Selasa (14/9), rumah yang di hantam angin adalah milik dari keluarga Durandt Ilam,sehingga pemerintah desa, lewat Hukum Tua langsung berkodinasi dengan Kepala Kecamatan. “Sebagai Hukum Tua saya langsung menyampaikan ini kepada camat Tatapaan,adanya rumah yang hancur di hantam angin,” ujar Mokoagow.

Setelah rumah milik warga desa Bajo yakni Keluarga Durandt Ilam yang dihantam oleh angin, pemerintah desa dan warga membantu keluarga yang tertimpa musiba. “Pemerinta desa juga warga datang melakukan pertolongan dan menghibur keluarga,” sambung Mokoagow.

Diaharapkannya kepada pemerintah kabupaten dapat memperhatikan warga desa yang ada dipinggiran pantai,supaya dapat menanggulangi bencana yang terjadi. “Inikan bencana yang bukan dibuat buat,jadi saya harapkan kepada pemerintah kabupaten dapat memperhatikan desa yang ada dipinggiran pantai,” harapnya. (drim's)



Onibala “Kembali” Roling Pejabat

 98 PNS Kena Mutasi
Plt Bupati Minsel Mecki M Onibala

AMURANG
, Swara ManadonewsPenjabat bupati Minahasa Selatan Drs Meki Marthen Onibala kembali melakukan rolling PNS di ruang lingkup Pemkab Minsel. Kali ini roling yang di lakukan cukup ‘wah’, sebanyak 98 Pegawai Negeri Sipil kena mutasi dan promosi jabatan. Hal tersebut di katakana kepala bidang perencanaan BKDD minsel Dayl Ondang saat di temui sejumlah wartawan, dikatakana Ondang dalam roling kali ini total sebanyak 98 Pegawai Negri Sipil di mutasi mulai dari esalon II,III dan IV.

Dari informasi yang berhasil di himpun Swara manadonews kepala BKDD Minsel Drs James Tombokan ,digantikan oleh Drs Rory Ferdinandus sementara Tombokan di ganti menjadi Kaban KB dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB-PP dan PA ) Pejabat lama kepala KBPP-PA Dr Luisa Pongayou M Kes diperbantukan di Sekretariat Pemkab Minsel.

Sementara Kadis Sosial Ketenagakerjaan Drs Danny Rindengan di gantikan oleh Drs Deky Tuwo yang semula sebagai Kadis Capilduk. Sedangkan untuk posisi Kadis Capilduk diisi oleh Drs Jemmy Sandag yang sebelumnya sebagai staf ahli Pemkab Bidang Sosial Kemasyarakatan. Kadis Kelautan dan Perikanan di gantikan oleh Ir Arifin Kiay Demak bertukar posisi dengan Ir Evendy Tandipayung yang semula kadis Perikanan kini menjadi Kaban Pertahanan Pangan, Kadis Perhubungan Drs Max Karou kini di jabat oleh Jemmy Tamon SE yang sebelumnya adalah Sekretaris Dinas DKP, sedangkan pejabat lama Max Karaou menjadi Staf Ahli Sumber Daya Manusia. Kadis PU Minsel Ir Harry Hermanus digantikan oleh Drs Des Pomantow sebagai Plt, sedangkan Hermanus di perbantukan di Sekretariat Pemkab Minsel.

Menariknya Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) Ir Linda Karisoh mengundurkan diri dari jabatan dan digantikan oleh Johan Kawatu SP, yang sebelumnya sebagai Sekretaris KPTSP. Ir Jhon Senduk yang menjabat sebagai kepala BP4K di lantik menjadi Kepala Bapeda menggantikan Drs Wempie Mononimbar yang kini menjadi Kadis Pasar dan Perindakop, sedangkan Ir Suban Torar kadis Perindakop di lantik menjadi Kaban BP4K.

Sedangkan Kaban Pemberdayaan Masyarakat Desa(PMD) Adri Keincem SH di gantikan oleh Drs Danny Rindengan, dan Keincem di plot menjadi staf ahli menggantikan Drs Vence Igir yang menggantikan Dra Santje Iroth yang kini kembali ke habitat sebagai dosen UNIMA. Sementara Kadis Diknas DR Jefry Lengkong digantikan Drs Jan Ratu MPd, yang dulunya sebagai Kaban Narkotika, sementara kaban Narkotika di jabat Drs Jemmy Robot yang dulunya sebagai staf ahli. Drs Asmawa Tosepu S STP Kepala Kantror Penanaman Modal di mutasi menjadi sekretaris pada kantor KB-PP dan PA, Kepala Badan Kesbang-Pol dan Linmas Drs Max Lantang di plot menjadi staf ahli.  Sedangkan Drs Alex Slat yang sebelumnya Kabag Ortal, menggantikan posisi Max Lantang sebagai Kaban KesbangPol dan Linmas.

Kabag Ortal di pegang oleh Drs Des Mononimbar, Kabag Humas Drs Ferry Lengkong bertukar posisi dengan Kabag Ekonomi Drs Lucky Tampi yang kini menjadi Kabag Humas, sedangkan Kabag Kesra Andre Winowatan S STP diangkat menjadi camat Amurang, Drs Frangky Tangkere dipercayalkan sebagai Kabag Umum dan Perlengkapan. Sementara mantan Kabag Umum dan Perlengkapan Drs Johanis Rumawou diperbantukan pada sekretariat Pemkab Minsel. (drim’s)




Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tolak Eksepsi E2L

E2L pada saat sidang Rabu (15/9)
MANADO, Swara ManadonewsSidang Lanjutan Bupati Kabupaten Kepuluan Talaud, Elly Engelbert Lasut (E2L), dalam Kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas-SPPD fiktif Rp 9,8 miliar yang berlangsung Rabu (15/9) di Pengadilan negeri-PN Manado dengan Majelis Hakim yang diketuai Edhi Sudarmuhono SH dengan anggota Armando Pardede SH MAP dan Efran Basuning SH MHum.

Dalam persidangan tersebut, Eksepsi Elly Engelbert Lasut (E2L) dan tim kuasa hukumnya Moctar Pakpahan SH di tolak majelis hakim. Dasar pertimbangan majelis hakim melakukan penolakan tersebut, karena Eksepsi yang diajukan Elly dan tim kuasa hukumnya sudah masuk dalam materi pokok perkara.

Intinya tidak terdapat alasan yuridis untukdi terima atau di kabulkan, keberatan tersebut.Sementara itu, kuasa hukum elly lasut yaitu Mochtar Pakpahan SH akan mengajukan proses keberatan atas keputusan tersebut. "Putusan ini sangat ganjil," tuturnya sembari menambahkan akan mengajukan proses keberatan kepada Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung dan komisi III DPR RI.

Suasana ruang sedang nampak begitu ramai karena di hadiri oleh sebagian masyarakat peduli Elly Lasut dan nampak hadir pula istri Elly Lasut yang adalah Bupati Minahasa Tenggara, Telly Tjanggulung, yang nampak begitu gelisa menunggu keputusan hakim. Persidangan ini akan dilanjutkan kembali Selasa (21/9) pekan depan, dengan agenda pemeriksaan para saksi. (*/ra2)

Akibat Menyimpan Putauw, Warga Maasing Menghadap Meja Hijau

Ilistrasi: Putauw

MANADO, Swara ManadonewsHC alias Chandra (29) warga Kelurahan Maasing Lingkungan I Kecamatan Molas ini dibekuk oleh aparat Direktorat Narkoba Polda Sulut di rumahnya Sabtu 26 Juni 2010 silam. Sekitar pukul 10.00 Wita, dan ditemukan menyimpan satu paket Putauw seberat 0,1 gram.

Terdakwa harus menghadap meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Manado, Rabu (15/9), karena didapati membawa narkotika jenis Putauw (Heroin), Sidang yang dipimpin langsung oleh hakim Efran Basuning SH MHum dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muthmainnah Umadji SH MH menjeratnya dengan pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (*/ra2)

Lelang Proyek Bencana Alam di Talaud Ternyata Fiktif

Terungkap Dalam Persidangan

Sidang di PN Manado
MANADO, Swara ManadonewsHM alias Mandiri, asisten II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Talaud Rabu (15/9), menjalani sidang lanjutan yang di gelar Pengadilan Negeri (PN) Manado, terkait kasus dana pasca Bencana Alam Talaud yang dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Armando Pardede SH MAP yang beranggotakan Robert Posumah SH MH dan Rika Pandegiroth SH MH.

Diketahui, sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan bencana alam Talaud tahun 2008, sebesar Rp 8,5 miliar untuk membangun sarana jembatan Tule, Sanguala, Aingaran, Lawano, Pangeran, Tumino, Taturian, Mangutu CS, Soro, Kumbana, Sarocco yang bersangkutan tidak mengumumkan acara pelelangan tersebut sesuai dengan pasal 20 A peraturan Presiden nomor 8 Tahun 2006 tentang, perubahan ke empat atas keputusan Presiden nomor 80 tahun 2003 tentang, pengumuman pengadaan barang dan jasa serta pemborongan jasa.

Sidang yang melibatkan Pejabat Pemerintah Kabupaten Talaud tersebut, menghadirkan 10 orang saksi, yakni, Frans C Udang, Amos Lumetu, Erwin Tamatompo, Adina Tamawiwi, Karunia Sampini, Dessy Siby, Tommy Rawaten, Markus Dalompe, Dismanto Amira dan Wilman Salibala. Sidang itu sempat mencengangkan, pasalnya Erwin Tamatumpa mantan Sekretaris Panitia Lelang tahun 2008, mengungkapkan bahwa lelang dalam kegiatan tersebut fiktif, karena ia menerima dokumen pemenang lelang dari ketua panitia lelang WT alias Tine jauh sebelum lelang di buka dan diyakini diperintah oleh atasannya yaitu Mandiri.
Sidang ini akan kembali lanjutkan sampai Rabu pecan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. (*/ra2)