Rabu, 23 Juni 2010

Laupatty dan Lumi Gagal, Kumayas Kembali Nahkodai PWI Sulut

MANADO, suara manadonews (23/06/2010)—Konferensi Cabang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara (Sulut yang berlangsung di Swiss-bellhotel Maleosan, berlangsung alot. Pasalnya, seperti yang diprediksi sebelumnya ‘Incumbent’ Ketua PWI Cabang Sulut bakal kembali memimpin PWI Sulut. Hal ini dibuktikan Drs Jootje Kumayas-begitu nama lengkapnya Ketua PWI tepilih periode 2010-2015. Kumajas yang sebelumnya menjabat ketua PWI Sulut ini sebagai Kepala Perwakilan Kantor Berita Antara Sulut.

Dalam Konferensi PWI yang dibuka oleh Gubernur Sulut Drs Sinyo H Sarundajang dan dihadiei langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat H Margiono ini, menarik untuk disimak. Pasalnya, perebutan ketua PWI Sulut ini memanas akhir-akhir ini, menjelang konferensi. Sebab tiga pesaing yang memperebutkan organisasi wartawan yang bergengsi ini, masing-masing Drs Yootje Kumayas, Decky Laupatty dan Drs B Wilson Lumi, di sebut-sebut kans kuat untuk memimpin PWI Sulut lima tahun mendatang.

Namun menariknya, dalam proses pemilihan tersebut, kedua pesaing ‘incumbent’ tak mampu menembus pertahanan kubu Jootje Kumayas yang telah dibangunnya sejak beberapa tahun terakhir ini. “Sebab Kumayas masih lebih dikenal oleh kalangan senior di PWI yang memiliki hak suara, untuk memilih Ketua PWI,” ujar salah satu peserta Konferensi yang tak mau namanya dipublikasikan.

Kendati menurutnya, pesaing lainnya, seperti Lumi dan Loupatty telah mendapat dukungan yang signifikan, tapi tak dapat membendung dukungan yang menglir kepada Kumayas. Dari hasil Konferensi, perolehan Yootje Kumayas mampu mendulang 28 suara, sementara Decky Loupatty hanya meraih 18 suara dan Wilson Lumi di posisi ke tga dengan raihan 13 suara. Dengan sendirinya sesuai Tatib, siapa yang memiliki suara terbanyak dinyatakan sah sebagai ketua PWI yang baru. Sedangkan untuk penyusunan formatur kepengurusan selama dua minggu, terhitung sejak 23 Juni 2010 hingga dua pekan kemudian. (otnie tamod/sutrisno)




Eddy Ashari : KPE Hasil Terobosan Gubernur SHS

BS Suskses Lounching  1.070 Kartu Pegawai

MANADO, suara manadonews (23/06/2010)—Kepala Badan Kepegawaian RI Drs Eddy Topo Ashari mengakui, lahirnya Kartu Pegawai Elektronik (KPE)-Bank Sulut (BS), merupakan hasil terobosan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang (SHS). Sarundajang dinilai merupakan salah seorang Gubernur yang banyak memiliki inovasi-inovasi dalam memajukan daerahnya, guna mensejahterakan rakyatnya, kali ini untuk kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Provinsi Sulut.

Pernyataan menarik Eddy Topo Ashari itu, disampaikannya saat melakukan peluncuran KPE di ruang Mapalus kantor gubernur, Selasa (22/06). Kegiatan yang dihadiri Muspida Sulut, para Bupati dan Walikota se-Sulut, serta Kepala Bank Sulut Jeffry Wurangian. Menurut Ashari, baru Provinsi Sulut yang melakukan kerjasama KPE dengan BKN RI, “Mudah–mudahan provinsi lain dapat mengikuti terobosan yang sangat baik ini,” ujarnya.

Gubernur Sarundajang mengatakan, KPE ini bersifat multiguna artinya dapat berfungsi sebagai ATM, kartu kredit, Jamkesda, belanja dan untuk penarikan gaji bagi PNS yang bersangkutan. Untuk itu Sarundajang mengimbau agar kartu ini bisa lebih bermanfaat, kiranya dapat dipergunakannya sesuai dengan kebutuhan.

Sarundajang mengakui, dengan adanya KPE ini akan lebih mempercepat layanan akan kebutuhan PNS, sebab dengan Smart Kart ini akan lebih menjamin kebutuhan PNS serta jumlah PNS yang ada. Sambil menambahkan, agar kartu ini dapat disimpan dengan baik agar tidak hilang.

Sementara Dirut Bank Sulut Jeffy Wurangian mengungkapkan, rasa terima kasihnya kepada Gubernur SH Sarundajang yang telah melakukan terobosan ini dengan BKN RI. “Mestinya kami yang harus melakukannya, Namun Pak Sarundajang dengan inovasi yang tinggi lebih dahulu melakukannya,” ujarnya seraya menambahkan, KPE ini berlaku di setiap ATM Bank Sulut yang ada di mana saja serta di ATM bersama.

“Perjuangan berbulan-bulan sekarang telah dipetik hasilnya, pasalnya telah diterbitkan 1.070 Kartu Pegawai Elektronok PNS. Bahkan bakal disuul 5000 KPE PNS di Sulut,” tandas Wurangian.

Sementara, Kepala BKD Provinsi Sulut Drs Mecky Onibala menyebutkan, KPE bertujuan untuk memberi kemudahan pada PNS untuk memperoleh layanan kepegawaian seperti kenaikan pangkat, mutasi, data pendidikan, perpindahan wilayah kerja, perubahan status, data keluarga ataupun untuk pengurusan pensiun. (*/otnie/sutrisno)

Selasa, 22 Juni 2010

Tumiwa Buka Bimtek Pemutahiran Data Kependudukan

MANADO, suara manadonews (22/06/2010)—Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setda Prov Sulut Drs Roy M Tumiwa MPd membuka Pertemuan Bimbingan Teknis (Bimtek) Konsolidasi Data Guna Mendukung Pemutahiran Data Kependudukan Tahun 2010.

Kegiatan yang berlangsung di hotel Sahid Kawanua Manado, Senin (21/06) menurut Kabag Pemerintahan Drs Lucky Taju MSi, diikuti Dinas Kependudukan dan Capil Kabupaten/Kota dan Provinsi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan SDM yang berkualitas dan profesional dalam pengelolaan dan penataan administrasi kependudukan terutama menyangkut data base kependudukan di masing - masing Kabupaten/kota, jelas Taju.

Tumiwa mengharapkan, peserta yang mengikuti kegiatan ini kiranya dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh, karena kegiatan ini selain dianggap penting dan urgen juga memerlukan penanganan serius dari anda sekalian selaku petugas pengelola data base di Kabupaten/kota masing –masing.

Pemerintah Provinsi bertanggung jawab dan berkewenangan dalam membina aparat pemerintah Kabupaten/kota, khususnya menyangkut pembinaan di bidang Administrasi Kependudukan (Adminiduk). “Sebab sama halnya pemerintah pusat melakukan hal demikian bagi Pemprov Sulut,” ujar Tumiwa.

Diakuinya, dewasa ini masih sangat sulit mendapatkan data akurat menyangkut kependudukan di tingakt desa dan kecamatan hal itu lebih disebabkan SDM petugas pengelola data masih sangat lemah. “Seperti data menyangkut kelahiran, perkawinan dan kematian,” kata Tumiwa.

Sementara Kasubdit Monitoring dan Evaluasi Ditjen Adminduk Endang Basyumi menyebutkan, bulan Juli 2010 seluruh pemerintah kabupaten/kota akan memperoleh dana pemutahiran data kependudukan melalui anggaran dekonsentrasi. (*/otnie)

Korengkeng Buka Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa

MANADO, suara manadonews (22/06/2010)—Pelaksanaan Sosialisasi Penerapan Sistem Eprocurement Sebagai Proses Pengadaan barang dan Jasa Pemerintah, melalui Terbentuknya Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSI) di Lingkungan Pemprov Sulut. Dibuka pelaksanaannya oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jefrry Korengkeng MSi, mewakili Gubernur SH Sarundajang, di ruang Huyula, Senin (21/06).

Sosialisasi yang dihadiri Deputy Bidang Monitoring dan Pengembangan Sistem Informasi LKPP Himawan Adinegoro, Nanang Faridsyam dari KPK – RI, dan Karo Hubungan Pengawasan Pembangunan Pengelolaan Kekayaan Negara Sekretariat Wapres Ir Ismawati Hartawati MM itu, menurut Korengkeng kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan profesionalisme kemandirian dan tanggung jawab bagi pengelola pengadaan barang dan jasa dilingkungan Pemprov  Sulut.

Dikatakannya, peran sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan elemen penting dan strategis seiring dengan berkembangnya tuntutan akan transparansi, akuntabilitas serta kompetensi yang sehat dalam proses pengadaan barang dan jasa publik. “Karena itu berbagai upaya dalam mewujudkan sistem pengadaan publik yang efisien dan transparan telah dilakukan, namun diakuinya sampai saat ini masih terdapat berbagai kendala khususnya yang terkait dengan ketersedian dan kesiapan infrasturktur pengadaan dan mahalnya biaya pengadaan,” ujarnya.

Korengkeng menyebutkan kendala bagi pengelola pengadaan barang dan jasa diakuinya, lebih disebabkan karena faktor manusia-nya, yakni SDM yang pada umumnya belum memiliki kapasitas yang memadai dalam pelaksanaan pengadaan sesuai dengan ketentuan yang ada.

Karena itu Korengkeng berharap, pegawai yang dipercayakan pimpinan untuk menangani pengadaan barang dan jasa kiranya dapat mengikuti sosialisasi ini dengan sungguh-sungguh, karena kegiatan ini diangab penting dalam meningkatkan SDM.

Sebumnya Karo Pembangunan Dra Femmy Suluh MSi menyebutkan, sosialisasi ini diikuti seluruh SKPD yang ada dilingkungan Pemprov Sulut. Sedangkan para pembicara berasal dari unsur KPK-RI, Sekretariat Negara dan Sekretariat Wapres RI. (*/otnie)

RML-HP Incar Nusa Utara Jabat Sekprov

AMURANG, suara manadonews (22/06/2010)—Figur Nusa Utara masih condong menjadi rebutan untuk mengisi posisi Papan Tiga (sekprov), bagi kandidat calon gubernur Sulawesi Utara. Hal yang sama-pun terjadi bagi pasangan terkuat Calon Gubernur Ramoy Markus Luntungan-Hamdi Paputungan (RML-HP). Pasalnya, dari bocoran yang di terimadari tim sukses SM-RML diam-diam melakukan pertemuan di Jakarta bersama Olly Dondokambey dan calon Sekprov, dari Nusa Utara.

Menurut sumber yang layak di percaya, calon Sekprov tersebut memiliki kapabilitas yang tidak di ragukan dan dipastikan dapat memenangkan pasangan RML di Nusa Utara. Sebab dari figurnya yang populis, RML ketika di temui suara manadonews membenarkan hal tersebut.

Menurut calon kuat yang diusung partai yang berlambang moncong putih ini, bahwa pertemuan tersebut sudah final dan dirinya yakin colon papan tiga ini punya SDM yang handal dan memegang komitmen, sehingga dirinya sangat optimis suara Nusa Utara akan bulat mendukung Trio yang bagi dirinya menyebut Trio SDM Segitiga Emas. (drim’s moningka)

Sejumlah Warga Terserang Chikungunya, Nyamuk Aedes Probosis Serang Minsel

Lengkong : Penderita sebaiknya Ke Puskesmas

AMURANG, suara manadonews (22/06/2010)—Perugahan cuaca yang sedang terjadi saat ini sering terjadi serangan penyakit kepada masyarakat terutama yang berada di pedesaan hal inipun terjadi di beberapa desa yang berada din kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Chikungunya penyakit yang baru-baru ini menyerang masyarakat di beberapa desa.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Minsel dr Dirk Lengkong, penyakit tersebut di sebabkan karena cuaca yang tidak stabil dan akibatnya nyamuk Aedes Probosis sangat mudah berkembang biak. Bahkan menyerang masyarakat, terutama yang berada dekat dengan perkebunan atau daerah hutan.

Dijelaskan Lenkong, penyakit chikingunya tersebut tidak berbahaya dan sampai saat ini belum ada penderita yang meninggal, diakibatkan oleh serangan nyamuk Aedes Probosis ini.  Ditambahkannya, penderita alangkah baiknya, ketika terkena serangan langsung memriksakan diri ke Puskesmas terdekat. “Sangat di harapkan untuk tidak sembarangan mengkonsumsi obat-obat yang di beli di warung dan disarankan untuk minim air putih sebanyak mungkin, agar proses penyembuhan dapat berlangsung cepat.  (drim’s moningka)

Minsel Ketambahan 14 Desa Baru

Luntungan:  Pemekaran Untuk Mendekatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

AMURANG, suara manadonews (22/06/2010)—Jumlah desa/kelurahan di kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) secara resmi ketambahan 14 desa baru setelah di tetapkan dalam sidang paripurna penetapan Perda pemekaran ke 14 desa tersebut. Paripurna yang di pimpin oleh Ketua Dewan Kabupaten Minahasa Selatan Boy Tumiwa BSc SH dihadiri oleh Bupati Minsel Drs Ramoy M Luntungan unsur Muspida serta pejabat di ruang lingkup pemerintahan kabupaten Minahasa Selatan.

Bupati Minsel Drs Ramoy Markus Luntungan (RML) dalam sambutanya memberikan apresiasi yang tinggi kepada dewan serta panitia khusus pemekaran yang telah mengakomodir aspirasi masyarakat untuk pemekaran desa. Selain itu menurut calon kuat gubernur Sulut tersebut, pemekaran ini bertujuan lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mewujudkan pembangunan yang tentunya akan di topang oleh pemerintah kabupaten.

Untuk di ketahui, ke-14 desa baru tersebut adalah desa Tawaang Timur, Tawaang Barat, desa Ongkaw Tiga, desaBoyong Pante Dua, desa Tanamon Utara, desa Mopolo Satu, desa Kapoya Satu, desa Lopana Satu, desa Wuwuk Barat, desa Teep Trans, desa Tumaluntung Satu, Tumani Utara, Tumani Selatan dan desa Wiau Lapi Barat. (drim’s moningka)

Polairud Berhasil Tangkap 111 ABK Asal Filipina

9 Kapal Ikan Pancing Tuna Diamankan

BITUNG, suara manadonews (22/06/2010)—Polisi Perairan dan Udara (Polairud) berhasil menangkap 9 Kapal Ikan Pancing Tuna. Selain itu, juga Polairud mengamankan 111 Anak buah kapal (ABK) asing yang diduga tidak memiliki dokumen lengkap. Kesembilan kapal beserta ABK tersebut ditangkap oleh Kapal Patroli Bala Dewa milik Pol Airud Bitung saat melakukan Patroli diperairan perbatasan Sulawesi Utara dan Philipina.

Kesembilan Kapal tersebut ditemukan 10 Ton Ikan Tuna yang sudah paking dalam Palka. Hal ini dibenarkan oleh Kasie Gakum Kompol Pepen Sumpena kepada sejumlah wartawan. Dijelaskannya, kesembilan kapal tersebut ditangkap saat sedang melakukan pencarian Ikan di perairan Indonesia Sulut, tanpa dilengkapi dengan dokumen yang lengkap.

Kesembilan kapal yang di duga kuat berasal dari negara Philipina tersebut memilik nama KM Delta Lestari, Triple Jaguar, Glory, Putri 6, dan Putri 8. Hingga kini untuk mencari kejelasan kebenaran pemilik kapal dan asal ABK ini, pihak Pol Airud Bitung sementara menyerahkannya kepada Komjen untuk dilakukan pemeriksaan.

“Diantara ke sembilan Kapal yang ditangkap, terdapat 42 perahu jenis katinting, yang di pakai oleh para ABK untuk memancing ikan Tuna, dan yang di tahan oleh Pihak Pol Airud Bitung tinggal 7 kapal, karena 2 kapal lainnya telah diserahkan kepada pihak Polres Talaud untuk diproses,” ujarnya.

Lerbih lanjut Sumpena menambahkan, bahwa jika memang terbukti, maka pemilik kapal beserta ABK-nya akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. “Sedangkan 111 ABK, akan diserahkan ke Konjen Pilipina untuk diproses lebih lanjut,” pungkas Sumpena. (ayu dewi) 

Data BPS Dengan Capilduk Berbeda, Muaya Akui 5.000 Data Ganda

Jumlah Penduduk Bitung Capai 209.444 Jiwa

BITUNG, suara manadonews (22/06/2010)—Perbedaan data antara Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bitung dengan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Discapilduk) Kota Bitung membuat sejumlah warga mejadi bingung. Pasalnya, dari data Discapilduk soal jumlah penduduk Bitung mencapai 209.444 jiwa. Sedangkan data di BPS Bitung menyebutkan hanya 187.930 jiwa.

Saat dikonfirmasikan wartawan, Kepala Discapilduk Kota Bitung Drs Wellem Muaya Senin (21/6), diruang kerjanya mengatakan, bahwa adanya perbedaan data antara Discapilduk dan BPS dinilai wajar. Menurut Muaya, perbedaan dikarenakan pendataan yang dilakukan oleh BPS bersifat rill. Dalam pengertian BPS hanya akan mendata penduduk, jika yang bersangkutan berdomisili di tempat tersebut. Berbeda dengan yang dilakukan pihaknya, Discapilduk mencatat semua penduduk Bitung, meski yang bekerja di luar daerah, bahkan yang sudah meninggal-pun masih terdata.

Muaya juga mengakui, adanya data ganda di Discapilduk mencapai 5.000 jiwa. “Data ganda ini dikarenakan banyaknya warga Bitung yang sering berpindah-pindah. Pasalnya, saat mereka pindah, mereka langsung mengurus Kartu Keluarga (KK) ditempat mereka pindah. Dan tercatat sekitar 5000 data ganda yang ada di Kota Bitung,” tandas Muaya.

Lebih lanjut Muaya mejelaskan, jumlah penduduk Bitung hingga saat ini berjumlah 209.444 jiwa, dengan jumlah Kartu Keluarga (KK) 56.210 buah. Data Terakhir penduduk Bitung jumlah mencapai 209.444 di rinci Laki-laki berjumlah 107.579 dan Perempuan berjumlah 101.865 jiwa.

Sementara itu, Kepala BPS Bitung Ferdinand Terok MSi menjelaskan, dari hasil Sensus Penduduk (SP) 2010 di Kota Bitung pihaknya berhasil mendata 188.481 jiwa. “Jadi data akhir pendataan SP 2010, jumlah penduduk Bitung berjumlah 188.481 jiwa yang terbagi dari laki-laki berjumlah 97.349 jiwa dan perempuan 92.132 jiwa,” pungkas Terok. (ayu dewi)

Bersua Dengan Bocah Kelainan Kaki Di Bitung

Tetap Semangat Sekolah dan Berprestasi

BITUNG, suara manadonews (22/06/2010)—WAJAHNYA tertunduk saat disambangi di rumahnya. Apalagi saat ditanya namanya siapa, dia hanya mengucapkan sepatah kata dengan pelan-Sisty Araro-begitulah nama lengkap, seorang bocah perempuan yang berusia 11 tahun dan tinggal di Kelurahan Wangurer Barat Kecamatan Madidir.

Sisty yang memiliki kelainan hormone di bagian kaki kanannya. Kelainannya tersebut sudah diderita sejak dirinya dilahirkan. Sisty tidak bisa menolak, karena ini takdir yang harus diterima. Di saat usianya yang sudah seharusnya mengenyam pendidikan di sekolah dasar kelas V, Sisty malah masih duduk di kelas I SD.

Karena Sisty dengan kondisi tubuhnya yang cacat sering diledekin oleh teman-temannya. Malu dengan kondisinya membuat Sisty sering alpa masuk sekolah. Kelainan pada kakinya membuat Sisty merasa malu untuk datang ke sekolah, apalagi Sisty ke sekolah tidak memakai sepatu.

Namun Sisty tidak patah semangat, meski tetap duduk di bangku kelas I SD, Sisty tetap masuk sekolah. Sisty sendiri diakui oleh orangtuanya, tergolong anak pintar dan berprestasi. Karena Sisty bisa menerima pelajaran dengan baik serta selalu mendapatkan nilai yang terbaik di sekolahnya.

Kehidupan orang tuanya yang pas-pasan, membuat Sisty harus membantu orang tuanya. Karena ayahnya hanyalah buruh bangunan, sedangkan ibunya berjualan di pasar. Sedangkan kedua orang tuanya harus menghidupi lima orang anaknya, Sisty sendiri anak yang ketiga. Untuk itu, Sisty berjualan pisang goring.

Dengan menjajakan dagangannya, Sisty berjalan dari satu lorong ke lorong lainnya. Ibu Sisty, Marlin Lalagat mengaku, tidak memiliki biaya untuk operasi terhadap anaknya. Sejak dilahirkan, perawat sudah mengatakan kalau kaki Sisty yang kanan, agak panjang dari kaki kirinya. Dokter sudah memberikan jalan keluar untuk operasi kakinya, namun biaya yang diperlukan mencapai puluhan juta rupiah, untuk menjadikan kakinya normal kembali.

Kini Sisty dan keluarganya hanya mengharapkan uluran tangan dari pemerintah serta para dermawan, agar Sisty bisa berjalan dengan baik dan normal seperti teman-teman lainnya. (ayu dewi)

SMPN 2 Gelar Hut ke-33 dan Syukaran Diterimanya Piala Adiwiyata Mandiri

Empat Kali Terima Penghargaan Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional 

BITUNG, suara manadonews (22/06/2010)—Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Bitung merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) sekolahnya yang ke 33. Acara tersebut dilakukan dengan ibadah syukur bersama pemerintah dan para siswa serta orang tua murid. Kepsek SMPN 2 Bitung Julius Ondang kepada sejumlah wartawan menjelaskan, acara HUT digelar dengan berbagai lomba antara siswa.

Acara HUT ini juga dirangkaikan dengan ibadah syukur atas diterimanya piala Adiwiyata Mandiri, karena SMPN 2 Bitung sudah keempat kali menerima penghargaan sekolah yang berwawasan lingkungan tingkat nasional.  Dan sangat diharapkan agar sekolah ini bisa meraih penghargaan tahun depan.

Sementara itu, Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) SMPN 2 Bitung Aprilia Tangkudung mengharapkan agar para siswa yang ada di sekolahnya bisa lebih meningkatkan prestasi, sehingga bisa mengharumkan nama sekolah hingga ke tingkat nasional. “Para siswa harus terus memacu prestasi dan menjadi kebanggaan bagi sekolah, orang tua, daerah dan bangsa ini,” tandas Tangkudung.

Salah satu orang tua murid Ferdinand Tangkudung kepada sejumlah wartawan mengatakan sebagai orangtua sangat mendukung dan merespon positif tentang kegiatan para siswa melalui kegiatan positif, dan juga memberikan bantuan baik materil maupun moril. “Pokoknya, apa saja dengan tujuan untuk memajukan sekolah, kami selaku orang tua akan mensuport,” pungkasnya. (ayu dewi) 

Polresta Bitung Gelar Sabtu Sehat dan Olahraga

BITUNG, suara manadonews (22/06/2010)—Kegiatan Polresta Bitung dalam rangka memperingati hari bhayangkara ke-64,pada akhir pekan lalu, tepat pukul 07.00 wita, bertempat di komplex Aula Polisi Pinokalan kecamatan Ranowulu, Kapolresta Bitung AKBP Suseno Nurhandoko SIK membuka gerak jalan sehat yang diikuti oleh Sekda Kota Bitung Max Jones Lomban SE MSi, Muspida TNI, Polri dan petugas Satpol PP.

Selain gerak jalan kegiatan lain yang di ikuti yakni Senam Caka-Caka, Senam Aerobik, Volley Ball, Sepak Bola dan Tenis. Menariknya, kegiatan ini lebih meriah, ketika lewat atraksi senam Lantas dari Polisi Lalu Lintas Polresta Bitung.

Dengan kegiatan sehat yang di adakan, Nurhandoko berharap,  bahwa seluruh anggota Polisi kota Bitung lebih bersportifitas dalam melaksanakan tugas serta lebih tersenyam dalam melayani masyarakat. (ayu dewi) 

Kontraktor Bitung Abaikan Aturan Keselamatan

Prasyarat Tenaga Kerja

BITUNG, suara manadonews (22/06/2010)—Salah satu prasyarat pemenangan tender proyek di berbagai instansi kota Bitung, ternyata hingga saat ini prasyarat didalamnya mencantumkan jaminan keselamatan kerja bagi pekerja proyek tidak berjalan sesuai aturan.

Hal tersebut dirasakan pula oleh sejumlah pekerja proyek dari Dinas PU Bitung. Tak heran jika anggota DPRD Bitung Viktor Tatanude SH meminta pemerintah dapat memperhatikan kembali hal tersebut, karena pekerjaan yang dikerjakan sangat rentan dengan resiko kecelakaan.

Sementara Kadisnaker Kota Bitung Ir Xaverius Danes dan Kadis PU Bitung Ir Max Tambuwun, saat dikonfirmasi tidak bisa di temui oleh wartawan. Dengan berbagai macam alasan dan pihak Dinas tersebut, dari pegawai hingga staf kantor dinilai sengaja menghalangi informasi tersebut, sehingga masalah ini di nilai berindikasi adanya muatan penyalah gunaan peraturan ataupun bermuatan kepentingan kantor yang sengaja tidak dipublikasikan. Meskipun informasi tersebut sangat di butuhkan oleh seluruh masyarakat kota Bitung.

Untuk menguatkan keterangan tersebut Pemkot Bitung diminta, oleh Ketua Jurnalis Independent (JURI) kota Bitung Winsy Karwur, bahwa hal ini harus di klarifikasikan oleh Walikota Bitung, khususnya instansi terkait, mengingat sejumlah wartawan merasa di halang-halangi oleh instansi ini, untuk memperoleh suatu informasi. Sebab hal yang terjadi, dimana setiap para wartawan mendatangi kantor Dinas tersebut, tidak di perkenankan menemui atasan yang sesunggunya bertanggung jawab akan hal ini.  (ayu dewi) 

Widy Nadia Luncurkan Album Pertama

Andai ku bisa, ku ingin pulang, ke desa kecil yang damai....aku mengejar kupu-Kupu Putih....

BITUNG, suara manadonews (22/06/2010)—Itu sepanggal lirik dari judul lagu Kupu-Kupu Putih ciptaan Mario AP yang dinyanyikan oleh Widy Nadia-yang memiliki nama lengkap, dan baru saja meluncurkan Album Pop Manado Kupu-Kupu Putih.  Album yang baru diluncurkan ini merupakan album pertama dari Widy yang masih berumur 11 tahun ini. Lagu Kupu-kupu Putih bercerita mengenai kerinduan akan kampung halaman.

Hal ini di utarakan Widy ketika mengadakan konferensi persakhir pekan lalu di King Cross Cafe, Pub and Karaoke. Dimana Widy ditemani oleh manajer, mamanya, pencipta lagu dan Gilbert Patiruhu mantan penyanyi yang dulu terkenal dengan grup penyanyi Coboy.

Widy Nadia yang bernama asli Widyagusindahyani Wirodimedjo, kelahiran Tomohon 19 Juni 1999 yang saat ini berusia 11 tahun, bertempat tinggal di kelurahan Watudambo II ini memang sangat hobi bernyanyi. Sehingga dengan keluar album pertamanya ini dia merasa senang.

Dalam album ini, Widya-pun berduet dengan Ade AFI. Meski berduet dengan penyanyi yang sudah senior, Widy mengaku senang dan tidak merasa gugup (nervous) untuk pertama kalinya. Menurut Widy sebelum terjun kedunia tarik suara dirinya berlatih olah vokal kepada Mario AP.

Sementara itu, menurut Mario, dalam pembuatan album pertamanya Widy ini memakan waktu 22 hari dan banyak kendala yang harus dihadapi dari olah vokal, mengatur jadwal antara sekolah dan pembuatan lagu. Sehingga sering kali dirinya turun tangan langsung. Meski begitu, akhirnya semuanya dapat selesai karena Widy multitalent (multi bakat).

Dalam album ini, Mario mengatakan bahwa warna musiknya selain beraliran pop terdapat juga berbagai aliran musik dari rock, hingga dangdut kecuali latin.
Keluarnya album pertama ini, manajer Widy berharap album ini dapat diterima masyarakat. Sementara album ini dipasarkan di Sulut terlebih dahulu dan di rencanakan akan go nasional. (ayu dewi)