Rabu, 29 September 2010

Pelabuhan Tahuna Butuh Perluasan Dermaga

TAHUNA, Swara Manadonews—Areal dermaga di pelabuhan Tahuna saat ini perlu diadakan perluasan. Pasalnya, saat ini areal dermaga pelabuhan Tahuna terlihat sudah sempit jika dibandingkan dengan jumlah kapal yang berlabuh. “Areal dermaga pelabuhan Tahuna perlu dilakukan perluasan. Karena jika banyak kapal yang berlabuh, maka sebagian sudah tidak mendapati tempat yang baik,” ujar sejumlah warga.

Dikatakan mereka, akibat dari kurang luasnya areal dermaga, maka sering kali kapal penumpang yang datang dari Manado hanya bisa sandar di kapal lain. Hal itupun membuat penumpang mengalami kesulitan untuk turun dari kapal menuju ke areal Pelabuhan.

Kepala Kantor Pelabuhan (Kakapel) Tahuna, Mokodompis Muhaling SIP ketika dikonfirmasi  mengatakan, hal itu memang sebelumnya telah direncanakan oleh pihaknya. “Memang kami sudah merencanakan untuk melakukan perluasan diareal dermaga,” tukas Muhaling.

Namun dikatakannya, saat ini pihaknya tinggal menunggu kedatangan kapal milik TNI AL yang dihibahkan ke Pemkab Sangihe masuk ke Pelabuhan Tahuna.  Sehingga ketika kapal itu masuk, maka pihaknya akan langsung melakukan pengusulan ke pemerintah pusat untuk perluasan areal.

“Jadi kedantangan kapal itu akan menjadi acuan kami dalam pengusulan perluasan areal dermaga. Karena kapal tersebut memiliki panjang sekitar 75 meter dan 25 meter,” ungkapnya. (iwan)

Makagansa di Elus Dampingi Gaghana

Jelang pemilu Cabup Cawabup 2011 

TAHUNA, Swara Manadonews—Pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada pertengahan tahun 2011 mendatang sudah mulai di gaungkan. Riak-riak mulai terdengar di kalangan masyarakat di Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe bakal calon yang bakal maju di pentas pemilu mendatang.

Seperti di kubu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) siapa yang akan mendampingi ketua DPC PDIP Kabupaten Sangihe Jabes E Gaghana sudah mulai melebar dan di ketahui oleh masyarakat luas. Dari sumber resmi PDIP mengusung tiga calon kandidat yang akan memuluskan langkah Gaghana menuju singgasana menuju “gedung putih” yakni Ben Pilat ST dan Makagansa J Kakondo. “kalau tidak ada perubahan ketiga nama tersebut akan memperkuat pak Jabes bertarung di pemilu Bupati mendatang, semuanya punya kans untuk memperoleh dukungan dari masyarakat Sangihe,”ujar salah satu kader PDIP.

Sementara itu dari informasi yang berhasil di dapat di sejumlah tempat di Kabupaten Sangihe,figure dan nama besar ST Makagansa  masih di harapkan untuk mendampingi Jabes Gaghana pada pemilu mendatang. “Kalau menurut kami masyarkat pak Makagansa layak untuk menjadi wakil bupati,karena beliau orangnya bijaksana dan pergaulannnya tanpa ada batas baik dengan siapapun,” ujar Iswadi salah seorang warga Tahuna yang di aminkan oleh warga lainnya.

Ditempat terpisah mantan Plt Sekertaris Daerah Kabupaten Sangihe yang saat ini menjabat sebagai asisten III Drs ST Makagansa ketika di temui mengatakan dirinya belum bisa memastikan akan hal itu. “Saya belum bisa berkomentar,biarkan berjalan bagai air yang mengalir kalaupun tuhan berkehendak sebagai manusia kita hanya bisa menerimanya,” ungkap Makagansa. (iwan)

Tinggal Tunggu Salinan Putusan MA, Sajow Segerah Diaktifkan

TONDANO, Swara Manadonews—Pasca putusan bebas dan tak bersalahnya Drs Jantje Wowiling Sajouw MSi (JSW) dari kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Diknas tahun 2006 di Kabupaten Minahasa, sampai saat ini JWS belum kembali pada jawbatannya sebagai Wakil Bupati. Alasannya, Pemkab Minahasa masih akan menunggu salinan putusan dari Mahkama Agung. Hal ini ditegaskan Kabag Hukum Pemkab Minahasa Zet Kaunang SH baru-baru di Tondano.

Menurut Kaunang, prosedur pengaktifan kembali JWS sebagai Wakil Bupati Minahasa, Pemkab Minahasa terlebihdahulu mendapatkan salinan putusan untuk dikirim ke Pemerintah Provinsi (Pemprov). Dan Pemprov akan meneruskan salinan putusan tersebut ke Mendagri yang kemudian menerbitkan surat keputusan merehabilitasi dan mengaktifkan kembali sampai akhir masa tugas. “Jadi kami di Pemkab Minahasa tak ada kewenangan untuk mengaktifkan kembali JWS meski sudah diputus bebas dan tak bersalah. Kami hanya sebagai pelaksana, karena yang memutuskan itu adalah pemerintah Provinsi dan Mendagri,” tegasnya.

Namun demikian, lanjut mantan Camat Tondano Timur ini, Pemkab Minahasa tidak akan tinggal diam, tapi mereka akan terus melakukan koordinasi dan menjemput langsung salinan putusan MA ini di Pengadilan Negeri Tondano. “Sampai saat ini kami terus melakukan koordinasi agar secepatnya kami mendapatkan salinan putusan MA, dan jika itu sudah ada, pasti salinan itu akan segera kami kirim ke Pemprov agar bisa secepatnya diteruskan ke Mendagri. Sebab warga Minahasa juga sudah sangat merindukan kehadiran JWS dalam jabatannya,” tegas Kauanang. (*/raynold) 

PNPM Simpan Pinjam Diduga Salah Sasaran

TAHUNA, Swara Manadonews—Program nasional perdesaan mandiri (PNPM) yang harusnya yang salah satunya tujuan dari program ini bisa mengangkat citra kehidupan masyarakat kecil, belakangan menuai sorotan imbas dari adanya sejumlah kegiatan tersebut dinilai alias diduga salah sasaran. Sebut saja PNPM jenis kegiatan simpan pinjam yang nyatanya bukan dinikmagti masyarakat tidak mampu melainkan masyarakat yang eknominya menengah ke atas.

Seperti halnya terjadi di kampung Lesabe Kecamatan Tabukan Selatan, pasalnya jenis kegiatan simpan pinjam tidak pernah dinikmati warga kurang mampu. “Di Lesabe ini yang menikmati simpan pinjam bukan warga miskin tetapi sejumlah pengusaha khususnya etnis China,” ujar sejumlah warga ketika ditemui belum lama ini.

Olehnya sejumlah warga memintah kepada pemerintah agar melakukan peninjauan kembali terhadap jenis kegiatan simpan pinjam dari PNPM. “Program ini sudah dipastikan tetap menguntungkan warga yang mampu, olehnya dirubah saja dengan program lainnya yang benar-benar menyentuh warga miskin,” imbuh mereka.

Menanggapi masalah ini ketua Forum Masyarkat Tamako Bangkit (FMTB) Ridy Maniku mendesak pemerintah menyikapi dengan serius persoalan yang telah terjadi. “Harus ada tindaklanjut yang jelas dari pemerintah sehingga miliaran alokasi anggaran untuk PNPM tersebut tidak mubasir sebab salah sasaran,” tegas Maniku. (iwan)





Dinas Pertanian Sangihe Bangun Jalan Tani dan Produksi

TAHUNA, Swara Manadonews—Untuk meningkatkan hasil pertanian dan Produksi para Petani di Sangihe, Pemerintahan Drs Winsulangi Salindeho dan Jabes Esar Gaghana SE ME (Saligana)  pada kurun waktu 4 tahun ini terbilang cukup berhasil dalam bidang Pertanian. Hal ini di paparkan Kadis Pertanian Ir Barto Lino MBA, kepada sejumlah wartawan belum lama ini.

Upaya pemerintah Daerah dalam bidang pertanian, menunjukan grafik yang signifikan, termasuk menggairahkan para petani. ”Kami sudah punya Kelompok Binaan Petani sebanyak 800 orang tersebar di semua kecamatan, dan mmerupakan kekuatan cukup baik, untuk menggairah pertanian di Sangihe, dan ini sudah berjalan baik,” jelas Lino.

Lanjutnya Lagi untuk menggairahkan Petani untuk bercocok tanam, kini tengah getolnya membangun akses jalan ketempat lahan pertanian rakyat, seperti pembangunan Jalan Produksi yang mebuka akses untuk pengangkutan hasil produksi pertanian, dan juga membuka akses jalan Tani, yang membuka ruang gerak para Petani untuk menuju ke tempat lahan pertaniannya.

”Upaya ini untuk bagaimana menggairahkan para Petani, dan ini ada beberapa survey ketika jalan tersebut di buka, para petani mulai membuka lahan-lahan yang tadinya, nyaris tak tersentuh dengan tanaman, kini mulai rajin ke kebun untuk bercocok tanam, dan mudah-mudahan untuk tahun ke depan Lini pertanian, sudah dapat bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup petani Sangihe,” ujarnya lagi. (iwan)

Diduga Sengaja Disabotase, Kampung Gunung Krisis Air

TAHUNA, Swara Manadonews—Kampung Gunung Tabukan Tengah akhir-akhir ini dilanda krisis air dan diduga sengaja disabotase salah satu oknum pengurus air kampung tersebut. Demikian ungkap sejumlah warga kepada wartawan. Dijelaskan warga sudah hampir sebulan air yang biasa dikomsumsi warga tak jalan.

Warga pun berupaya menyampaikan hal itu ke Ketua Majelis Tua-Tua Kampung (MTK) namun sampai saat ini keluhan warga tak ditanggapi. ”Torang so coba pigi pa ketua MTK mar sampe skarang masalah air ini tak pernah ditanggapi bahkan warga so tempuh berbagai cara mar semuanya sia-sia dan torang nda berdaya hadapi itu, ” ujar sejumlah warga dengan  nada kesal.

Tak hanya itu warga meminta Bupati Sangihe, Drs Winsulangi Salindeho untuk meninjau lokasi kampung Gunung dan melihat dari dekat krisis air yang tengah melanda. ”Kalau so begini terpaksa torang minta Pak Bupati turun dan melihat kondisi ini karena air yang saat ini macet melintasi sekolah, gereja, dan sejumlah rumah penduduk di wilayah lindongan I dan lindongan III,” tambah warga sembari berharap krisis air secepatnya berlalu. (iwan)

Warga Minta Bank Sulut Hengkang Dari Tahuna

Buntut Perlakuan Diskriminasi Dirut

TAHUNA, Swara Manadonews—Perlakuan diskriminatif yang dilakukan Dirut bank Sulut saat ini hingga membuat Bupati sangihe Drs Winsulangi Salindeho berang, direspon oleh warga Sangihe yang ada. Kalau Bupati mencabut deposito sebesar Rp25 miliar dari Bank Sulut, kini dukungan masyarakat mengalir ke pimpinan daerah tersebut dengan mendesak agar bank Sulut hengkang saja dari Tahuna.

“Dengan perlakukan tersebut jelas kami warga Sangihe yang notabene juga pemilik Bank Sulut merasa dilukai dan dilecehkan. Ini bentuk tindakan diskriminatif yang telah dilakukan Dirut dan dialamatkan secara umum kepada warga Sangihe, sehingga Bank Sulut harus angkat kaki saja dari Tahuna ini, ” tegas salah satu tokoh pemuda Sangihe Marsem Pulumbara.

Sebagai warga Sulut, masyarakat Sangihe begitu mencitai dan bangga memiliki Bank sendiri yakni Bank Sulut, namun sangat disayangkan kebanggan tersebut pudar seiring dengan Dirut bank Sulut saat ini yang bisa kami nyatakan Dirut tidak jelas dan justru menjadi provokator di tengah kedamaian warga Sulut.

“Bank Sulut jangan hanya memperdayai nasabah dari Sangihe, namun citra kebersamaan untuk mengelolah Bank Sulut justru warga Sangihe khususnya dan Nusa Utara umumnya dilecehkan di institusi ini. silahkan Bank Sulut hengkang, untuk persoalan perbankan kami di Sangihe masih punya sejumlah Bank nasional,” imbuhnya. (iwan)

M2O 10 K Siap Hentak Minsel

AMURANG, Swara Manadonews—Dalam rangka Hari Ulang Tahun ( HUT) Provinsi Sulut ke 46 yang jatuh tanggal 23 September 2010 dan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, kabupaten Minahasa Selatan( Minsel), akan diadakan lomba lari 10 Kilometer Putra dan Lima Kilometer Putri, yang akan dilaksankan pada hari Jumat (1/10).

Demikian yang disampaikan oleh ketua panitia M2O Pdt Jemmy Sonambela MTh, kepada sejumlah wartawan di kantor Bupati Minsel, menurutnya, lomba yang diprakasai oleh M2O, sangat bermanfaat kepada para olahragawan yang ada di Minsel Kusunya Sulut."Kami akan mengundang para olahragawan kususnya para atlit lari, karena akan menamba nilai yang sangat tinggi ,dan kami mencari bibit bibit untuk olahraga lari,” ujar Sonambela.

Dikatakannya pula kegiatan ini akan dilaksanakan di Kabupaten Minsel,dan langsung dibuka oleh penjabat Bupati Drs Meki Marten Onibala yang lebih dikenal dengan M2O. ”Lomba lari ini startnya dari depan Pelabuhan Minsel dan Finish di depan Kantor Pemkab Minsel," jelas sonimbela.
Ditambahkannya bahwa ajang ini akan memperebutkan tropi tetap dari penjabat Bupati Minsel, serta uang pembinaan uang tunai jutaan rupiah.”Saya harap para atlit lari dapat mengambil bagian dalam ajang ini,dan ajang ini juga dapat menumbu kembangkan olahragawan,” kata Sonambela yang didampingi sekretaris panitia, Nitje Durand SE. (drim’s) 

SHS: Sulut Butuh Grand Design Pembangunan

HUT Ke-46 Provinsi Sulut

Swara Manadonews—Harus kita akui dengan jujur, bahwa Sulawesi Utara sampai saat ini semakin maju dan berkembang pada arah yang lebih baik, ujar Gubernur Sulut, Drs Sinyo H Sarundajang saat menjadi Irup pada upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-46 Provinsi Sulawesi Utara yang dilaksanakan dihalaman Kantor Gubernur, Kamis (23/9) lalu.

Sarundajang mengatakan, pembangunan di Sulawesi Utara berlangsung secara kontinu, komplementer dan sinergis dari berbagai lintasan ruang dan waktu. Apalagi dengan data statistik hasil sensus tahun 2010, jumlah penduduk Sulawesi Utara sebesar 2.265.937 jiwa, kita harus semakin bekerja keras dan semakin bekerja cerdas karena kedepan, tantangan pembangunan daerah semakin besar dan kompleks.

Sarundajang menyebutkan, untuk mempercepat pencapaian visi pembangunan Sulawesi Utara, diperlukan Grand Design Pembangunan yang mampu mengarahkan daerah ini sebagai salah satu Special Economic Zone, yakni dengan mewujudkan Sulut sebagai Pintu Gerbang Indonesia di Kawasan Asia Pasifik.

Kegiatan yang bertemakan “Melalui HUT ke-46 Provinsi Sulawesi Utara kita perkuat nilai- nilai kearifan local dalam rangka memantapkan komitmen untuk mewujudkan Sulawesi Utara menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru kawasan timur Indonesia dan sebagai pintu gerbang dikawasan Asia Pasifik”. “Kita harus optimis, bahwa berbekal potensi yang ada dan diperkuat dengan sinergitas seluruh komponen anak bangsa di Sulawesi Utara, baik jajaran pemerintah diberbagai tingkatan, DPRD, serta seluruh elemen mansyarakat yang terbingkai dalam Spirit Mapalus, Mapaluse dan Moposad,” ujar SHS.

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Utara ke-46 ini dihadiri unsur Muspida Sulut, Bupati/Walikota se-Sulut serta para pejabat Pemprov, juga keluarga mantan Gubernur dan wagub Sulut, petinggi TNI/ Polri serta tokoh Agama dan tokoh masyarakat dan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di daerah ini. (*)

Hukum Tua se-Kecamatan Ranoyapo Siap Menangkan Pantas

AMURANG, Swara Manadonews—Pasangan Pantas semakin tidak terbendung dalam hajatan pemilukada putaran ke dua di Minahasa Selatan hal ini di tandai dengan dukungan dari berbagai element masyarakat yang berada di Minsel tidak tanggung-tanggung dukungan kini datang dari seluruh hukum yua yang berada di kecamatan Ranoyapo Menurut Ridel Marentek yang adalah hukum tua desa Poopo Barat bagi mereka pasangan Pantas adalah sosok yang paling pantas memimpin Minsel ke depan.

Karenanya, mempunyai visi dan misi yang sangat jelas apalagi berpasangan dengan Drs Sony Tandayu yang merupakan birokrat yang handal dan juga figur yang di kenal akrab dengan masyarakat terutama di Minahasa Selatan Atas(Minsela) “kenapa kami mau mendukung pasangan Pantas ?karena bagi kami ibu Teety dan Pak Sony asalah pasangan yang paripurna dan tidak ada calon lain seperti mereka jadi sangat wajar kalau kami hukum tua se kecamatan Ranoyapo mendukung pasangan ini.

Hal senada juga di katakan oleh maxi Londa Kuntua Poopo Utara yang di dampingi Meidy Marentek hukum tua Poopo. Menurut mereka selain keterwakilan daerah Minsela, pasangan ini juga selalu dekat dengan masyarakat tanpa membeda-bedakan Ras dan golongan. “Kami semua hukum tua yang berada di kecamatan Ranoyapo siap untuk memenangkan pasangan Pantas dan siap mengantar pasangan ini untuk duduk sebagai bupati dan wakil bupati Minahasa Selatan untuk periode 2010-2015,” ungkap ketiga hukum tua ini dengan nada optimis. (drim’s)

Roling Pejabat Pemkab Minsel Bakal Lemahkan Perolehan Suara AGK

AMURANG, Swara Manadonews—Roling besar-besaran yang melibatkan 89 pejabat baru-baru di pemkab Minsel, disinyalir bakal melemahkan posisi Asiano Gemmy Kawatu pada putaran kedua pilkada bupati mendatang. Hal al ini bisa terlihat pasca roling tersebut yang kini telah menjadi perbincangan umum, baik dari kalangan elit politik bahkan telah menjadi mentu sehari-hari di rumah kopi dan tempat umum lainya.

Dari informasi yang berhasil di himpun Wartawan Swara Manadonews sejumlah tokoh mastarakat menyesalkan kebijakan penjabat bupati Minsel Drs Mecki M Onibala (M2O), yang melakukan roling tanpa melihat aspek yang akan terjadi mendatang bagi mereka apa yang di lakukan M2O sap[aan akrab Onibala merupakan sesuatu kebijakan ‘Blunder, bagi AGK karena dari intormasi yang di peroleh, Asiano Gemmy Kawatu (AGK) merupakan titipan dari petinggi Sulawesi Utara untuk memenangkatan pemilihan bupati Minahasa Selatan (Minsel) periode 2010-2015.

Hal ini membuat pandukung yang pada awalnya berada di pihak AGK, kini beralih ke pasangan Pantas yang sudah barang tentu merugikan AGK sendiri bahkan di prediksi oleh sejumlah kalangan pertarungan pilkada nanti bakal di menangkan pasangan Pantas yang hinnga kini semakin tidak terbendung, sampai berita ini di turunkan AGK yang di konfirmasi melalui sms anggan memberikan komentar. (drim’s)

Tiga Desa Kecamatan RanoyapoTagih Janji Dinas PU

AMURANG, Swara Manadonews—Tiga desa Kecamatan Ranoyapo,Kabupaten Minahasa Selatan(Minsel), terancam Banjir, permaslahannya ada jembatan di kecamatan tersebut, belum ditangani oleh Pemerintah Kabupaten, dan ada 4 sungai yang mengaliri jembatan yakni Sungai Sigitoy, Sungai Pangeya, dan Sungai Tumicakal, yang kesemuanya berada di kecamatan Ranoyapo,dan melintasi jembatan Sigitoi tersebut.

Demikian yang disampaikan oleh Kepala Hukum Tua desa Poopo Barat ,Ridel Merentek,kepada sejumlah wartawan di kantor Bupati dalam rangka menghadiri Serah Terimah Jabatan(Serijab).Badan Pemerintahan Masyarakat Desa(BPMD).”Kami sangat sesalkan kepada pemerintah kabupaten tidak dapat menangani masalah jembatan yang ada di desa kami,”ujar Merentek dengan berharap.

Lanjutnya,Jembatan yang menjadi penghubung Antara dua desa yakni desa Poopo dan desa Kroit belum rampung,karena jembatan tersebut adalah akses jalan produksi pertanian yanga da di dua desa.”Sumber mata air yang sangat besar,yang mengaliri 3 desa ,”jelasnya.

Diharapkannya kepada pemerintah kabupaten ,lewat dinas yang terkait,supaya dapat memperhatikan akses jembatan.”Sampai sekarang jembatan sigitoi yang dibuat pada tahun 2003 belum rampung dan hanya kaki yang dipasang tetapi jalan jembatan masih terbuat dari batang kelapa ,”kata Merentek,yang di aminkan oleh Meidy Tololiu Hukum Tua desa Poopo dan maxi londa Hukum Tua desa Poopo barat. (drim’s) 

AGK Tepis Isu Miring Pasca Roling 98 Pejabat Minsel

AMURANG, Swara Manadonews—Pasca roling pejabat yang melibatkan 98 pejabat dari esalon 2,3 dan 4 y6ang di lakukan oleh penjabat bupati Drs Meki M Onibala beberapa waktu lalu dan sempat menui kritikan pedas dari sejumlah LSM dan masyarakat di mana sempat berkembang issue bahwa roling tersebut atas persetujuan salah satu calon bupati Minsel Drs Asiano Gemy Kawatu (AGK) yang di dukung Partai Gabungan.

Bakal melemahkan posisi calon terkuat bupati tersebut ditepis langsung oleh AGK, ketika di temui Swara Manadonews di Amurang sabtu baru-baru, dirinya menepis issue miring tersebut “Tidak ada hubungan roling tersebut dengan saya dan saya tidak mau mencampuri urusan pemerintah kabupaten. “Bagi saya apa yang di lakukan oleh pemerintah kabupaten dalam hal ini penjabat bupati (M2O, red) sudah melewati kajian oleh baperjakat dan tidak usah dipolemikan,” ujarnya.

“Jadi kalau mau dikaitkan dengan saya sangat tidak beralasan, sebab keluarganya sendiri-pun ada yang non job,” pungkas AGK sambil menyebut nama salah satu kepala dinas yang masu kotak jadi tidak benar kalau saya tahu soal roling tersebut ungkap calon bupati birokrat handal ini. (drim’s)

Selasa, 21 September 2010

Diduga Oknum HT Rerer ‘Tilep’ Dana ADD

TONDANO, Swara Manadonews—Kasus penyalahgunaan dana ADD kembali mencuat. Kali ini terjadi di Desa Rerer Kecamatan Kombi. Pasalnya dana bantuan yang seharusnya digunakan untuk pembangunan desa disinyalir oleh sejumlah warga telah ditilep oleh oknum Hukum Tua (HT). ADD 2010 yang seharusnya pengerjaan fisiknya sudah memasuki tahapan pertengahan, sampai saat ini belum ada tanda-tanda pengerjaannya.

Wellem Tilaar warga desa Rerer kepada Swara Manadonews baru baru, mengungkapkan kekesalannya terhadap oknum hukum tua tersebut. "Menurut kum tua itu, jalan somo beking mar sampe sekarang belum ada gelagat mo beking, bahkan pasir yang ditimbun di depan rumah, yang menurut kumtua akan digunakan untuk pembangunan jalan. Bahkan pasir tersebut sudah mulai hanyut saat hujan turun,” ungkap Tilaar dengan nada kesal.

Hal serupa juga dinyatakan oleh Mintje Manampiring yang diiyakan juga oleh sejumlah warga yang bermukim di daerah sepanjang lorong jalan Gunung sampai Talikuran. Memang so mulai nda betul dorang ja beking. Jadi tolong sampaikan ke pihak yang berwenang untuk segera menindak-lanjuti masalah ini.

Sementara itu Hukum Tua Desa Rerer ketika dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, bahwa jalan tersebut akan segera diperbaiki dan dikerjakan. “Pokoknya dalam waktu dekat ini jalan tersebut akan segera dikerjakan,” ujarnya. Namun kenyataannya sampai berita ini diturunkan, belum juga ada tanda-tanda pengerjaan. (Raynold)



Mapalus Band Siap Hentak GOR Unima

Ecy Keyboard ; Band Senior ? Siapa Takut…!
Mapalus Band Siap Hentak GOR Unima
TONDANO, Swara Manadonews—Remaja saat ini mengisi waktu luang dengan banyak cara bahkan tidak sedikit yang menghabiskan waktu luangnya dengan melakukan hal hal yang negative, seperti nongkrong sambil miras bareng atau lebih parah lagi mengkonsumsi narkoba.
   
Lain halnya dengan 5 remaja belia yang menamai Band mereka "Mapalus".Band yang terbentuk sejak tahun 2009 ini dimotori ecy(keyboard), Mona(Vocal), Billy(gitar), Ichy(bass) dan Iphan(drum). Mereka justru menghabiskan waktu luang dan 'meluangkan' waktu dengan latihan sambil mencipta lagu. Hasilnya adalah,mereka bisa berprestasi dengan meraih beberapa juara dan beberapa penghargaan keyboard terbaik dan drummer terbaik.Meskipun usia mereka masih sangat belia band ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata karena saat ini Mapalus adalah salah satu aset Minahasa sebagai band muda berbakat yang terbukti mampu bersaing di ajang festival Band se-Sulut.

Apalagi 'duo kakak beradik' vokal dan keyboardisnya telah menjajaki Dunia musik sejak masih duduk dibangku Sekolah Dasar serta memiliki prestasi yang tidak sedikit. Kepada Swara Manadonews, ketika ditanya soal nama, mereka menjelaskan, sesuai arti Mapalus,mereka akan selalu bekerja sama selayaknya saudara untuk meraih prestasi dan menggapai cita-cita. " Jelas torang bangga pake nama Mapalus karena torang kan orang minahasa.deng torang leh akan trus berkarya dan berprestasi supaya boleh selalu bawa nama baik Minahasa," ujar Mona sang vokalis yang saat ini aktif dalam berbagai kegiatan baik sosial,gereja maupun ekskull khususnya pramuka.



Mapalus Band juga sudah mempersiapkan sebuah mini album,dengan harapan semoga ada produser yang mau membawa mereka ke dapur rekaman. Saat ini mereka sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti salah satu festival Band di Kampus UNIMA."kami akan berusaha tampil sebaik baiknya. Bersaing dengan Band Senior? Siapa Takut!," kata ecy sang keyboardis diikuti rekan rekannya.

Menurut beberapa tokoh masyarakat,dalam hal ini Pemerintah diharapkan bisa memberi sedikit perhatian kepada genrasi muda yang berprestasi agar potensi yang mereka miliki tidak akan terbuang sia sia. (raynold)


Jalan Lingkar Danau Tondano Rusak Parah

Jalan Lingkar Tondano Rusak Parah

TONDANO, Swara Manadonews—Ruas jalan yang menghubungkan dua Desa mulai dari Desa Urongo hingga Desa Leleko,rusak parah. Hal ini terpantau Koran Manado, seak memasuku jalan lingkar menyusuri danau Tondano lewat Remboken menuju ke Tondano.

Sekitar satu Kilo meter kerusakan jika ditotal kerusakannya.Bahkan kerusakan yang terjadi bukan hanya lobang yang kecil tetapi ada yang berdiameter 1 meter.
Hal ini menyulitkan warga untuk melalui jalur tersebut karena kerusakan yang sangat parah itu sementara di jalur ini terdapat beberapa sarana rekreasi serta sarana kuliner yang bisa mendatangkan keuntungan untuk Minahasa.

“ Bukan jalur jalan yang di sini (Urongo) yang di aspal malah yang jalur atas yang di aspal,” ujar Hesky Pratasik warga setempat kepada Swara Manadonews. Dari pantauan wartawan koran ini,banyak rua jalan yang terkesan asal jadi alias yang penting tertutup aspal namun jika ada kendaraan lewat langsung terbongkar. (raynold)

Perda Resapan Air di Minahasa

Tunggu Aturan Pemprov 

TONDANO, Swara Manadonews—Desakan sejumlah anggota Dewan di Kabupaten agar Pemkab segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang resapan air, bakal sia-sia. Karena Pemkab Minahasa sampai saat ini belum akan membuat rancangan Perda tersebut karena masih menunggu aturan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov). Hal ini ditegaskan Kabag Hukum Pemkab Minahasa Zet Kaunang SH wartawan Swara Manadonews.

Alasannya lanjut mantan Camat Tondano Timur ini lagi, karena ada beberapa daerah yang dilalui air sudah tidak masuk dalam wilayah Kabupaten Minahasa. Sehingga, Pemkab Minahasa tidak bisa mengambil keputusan sendiri. “Ada wilayah yang dilalui air sudah tidak masuk di wilayah Minahasa, nah hal ini sudah masuk lintas daerah. Aturannya, Perda ini harus lewat Provinsi,” ungkapnya sembari mengatakan kalau wilayah lintas daerah itu harus diatur oleh Pemprov untuk menghindar bertabrakannya Perda di dua daerah yang memiliki wilayah yang sama itu.

Sehingga, lanjut dia, berdasarkan lintas wilayah ini, Pemkab enggan melangkahi aturan. “Jujur saja, saya tidak mau melangkahi kebijakan dari Pemerintah Provinsi. Karena ini memang wilayahnya Provinsi,” paparnya lagi.
Namun demikian lanjut Zet sapaan akrabnya, Perda resapan air di Kabupaten Minahasa sampai saat ini masih sementara dikajdi. “Saya sendiri takut jika Perda ini disahkan nanti Pemprov akan merasa dilangkahi. Jadi kita tunggu saja sampai ada Perda dari Pemprov baru kita buatkan dan sahkan Perda di Minahasa,” tambahnya. (raynold) 

Gelar Bakti Sosial dan Bhayangkara Adventure Competition Off-Road 2010

HUT Polantas ke-54 
  
MANADO, Swara Manadonews—Dalam rangka memperingati HUT Polisi Lalu Lintas ke-54 (22/9) dengan tema: “Aman, Lancar dan Bersahabat” Polda Sulut akan mengadakan kegiatan Bhakti Sosial dan olahraga otomotif “Bhayangkara Adventure Competition Off-Road 2010“. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sulut bekerja sama dengan Indonesia Off-Road Federation (IOF) Komisariat Daerah Sulawesi Utara.

Selaku ketua panitia AKBP Gatot Aris Purbaya SIK dalam sambutannya menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu memberikan contoh yang tepat saat mengendarai kendaraan baik roda dua maupun roda empat, menciptakan rasa aman saat mengendarai kendaraan dan menekan kejadian lalu lintas, baik diri sendiri maupun penumpang. di tambahkannya pula "Masyarakat Kota Manado dapat Tertib Berlalu Lintas Sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan yang terjadi di Kota Manado" ujar Aris Purbaya yang masih menjabat sebagai Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Sulut.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanngal 17 hingga 22 September 2010, meliputi kegiatan Pelepasan Rolling Show Sepeda Motor dan Mobil 4x4. start dan finish di Mapolda Sulut, baru-baru, Bhakti Sosial berupa pengobatan gratis, pembagian sembako dan sunat massal di RSUP Ratatotok Buyat, Minahasa Tenggara, diadakan Sabtu (18/9) pekan lalu. Kegiatan selanjutnya, berupa pelaksanaan Ibadah Pagi untuk Agama Kristen di Gereja Ratatotok, kembali ke Manado, dilanjutkan dengan kegiatan Scruttinering di Lap. Parkir Dit Lantas Polda Sulut, (19/9). dilanjutkan, Kompetisi Off-Road di sirkuit Perumahan elite Citra Land Manado yang akan dilaksanakan Senin s/d Selasa, (20-21 September 2010), dan Upacara penutupan di areal Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado (22/9).
Kegiatan Rolling Show di lepas oleh Wakapolda Sulawesi Utara Kombes Pol Drs Simson Sugiarto MSi dan Ny Sus Sualang Pangemanan SPd mewakili Ketua DPRD Sulawesi Utara. (*/ra2)





Terkait Kasus PD Pasar, Abdi Segera Disidang

MANADO, Swara Manadonews—Terdakwa Kasus dugaan penyimpangan dana PD Pasar sebesar Rp720 juta, oleh Mantan Wakil Wali Kota Manado berinisial AWB alias Abdi, bakal menjalani persidangan. Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manado H Abdul Muni SH MH. Berkas perkara mantan Wali Kota Manado ini hampir rampung. “Berkasnya sementara dirampungkan. Dalam waktu dekat ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Manado,” tegas Muni. Kejari masih mencari waktu yang tepat untuk melimpahkan kasus ini. “Tidak usah buru-buru, lagipula yang bersangkutan dalam penahanan dan tidak akan kemana-mana,” ditambah Muni.

Abdi sendiri masih akan menjalani proses persidangan dalam kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah Kota Manado, dengan agenda pembelaan yang akan diajukannya dan Penasehat Hukumnya. kini terdakwa sedang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Manado di Tuminting, diseret sebagai tersangka, selain FB alias Frans (70), mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado.

Sementara di LP Tuminting, terdakwa sementara menjalani hukuman dari Kasus penyimpangan sisa dana pelunasan utang PT Pengembang Pariwisata Sulawesi Utara (PPSU) atau yang lebih dikenal sebutan kasus Manado Beach Hotel (MBH) yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA) melalui putusan Kasasi dengan keputusan dua tahun penjara. (*/ra2)

Kasus CPNS Fiktif Pemprov Sulut, Saksi Mengaku di Tipu

MANADO, Swara Manadonews—Oknum PNS (Pegawai Negeri Sipil) Pemprop Sulut, kembali digelar di Pengadilan Negeri Manado, Selasa (21/09) dengan terdakwa NJVS alias Novi, dengan kasus rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) fiktif di Pemerintah Propinsi Sulut .

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Saur  SH MH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muthmainnah Umadji SH MH, menghadirkan dua orang saksi korban . Mereka adalah Yunita Friska Timboleng lulusan D3 dan Olivia Widiawati Tala bergelar Sarjana Ekonomi.Saksi olivia mengaku telah ditipu terdakwa dengan memberikan uang jutaan rupiah karena dijanjikan terdakwa akan diangkat menjadi PNS Pemprop Sulut. “Kami sudah ditipu, orang tua yang kami sudah diberikan uang sesuai permintaan terdakwa dan mereka juga mengaku sebagai staf BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Sulut, kami minta agar dikembalikan dan terdakwa harus dihukum seberat-beratnya,” ujar salah satu saksi yang sedang melanjutkan kuliah di salah satu Universitas di Sulut.

Saksi Yunita juga memaparkan bahwa dia diharuskan membayar dengan total nilai Rp 15 juta, sedangkan saksi Olivia mengatakan dia membayar sebesar Rp 25 juta. “Kami serahkan uang itu dalam dua tahap kepada terdakwa di beberapa tempat,” jelas keduanya. Selain uang, saksi mengaku juga memasukkan beberapa persyaratan yang lazim digunakan saat perekrutan legal. Bahkan para saksi mengaku tidak mengikuti test masuk, tapi dipanggil untuk mengikuti prajabatan di Hotel Panorama Manado tanggal 5,9-12 Maret 2010 dan mengikuti kegiatan baris berbaris di tempat wisata Romboken Minahasa.

Hakim sempat terkejut setelah mengetahui tingkat pendidikan terdakwa dan saksi korban Olivia. “Terdakwa lulusan SMA dan korban sarjana ekonomi. Masa yang lulusan sarjana bisa ditiup oleh lulusan SMA?” tanya Sitindaon.

Dalam persidangan tersebut, terdakwa ketika ditanya hakim mengaku perbuatannya dan ia mendapat kebagian Rp 100 juta dari total dana yang dikumpul. “Saya pakai uang itu untuk sekolahkan anak saya. Suami saya sudah tidak memberi saya uang. Saya sudah tidak bersama-sama lagi dengan suami saya,” ujar terdakwa dengan raut penyesalan.

Saat JPU menanyakan apakah terdakwa siap mengembalikan uang tersebut, dengan nada lemas terdakwa mengaku akan mengembalikan uang tersebut secara cicil. “Tapi saya hanya bisa membayar dengan menyicil pak hakim,” ungkapnya. selain Novi ada beberapa terdakwa lain yang terlibat namun di sedangkan dalam berkas sendiri. Yakni pasangan suami istri SLAS alias Simron dan Ella, SA alias Santje, NG alias Nova dan RA alias Ratna yang masih DPO (Daftar Pencarian Orang)

Diketahui, kejadian ini terjadi pada akhir tahun 2008 hingga Maret 2010. Bermula ketika akhir 2008, Ratna, Novi dan Ella melakukan pertemuan di RM Solaria Mega Mas membicarakan perekrutan CPNS fiktif. Pertemuan ini kembali digelar awal tahun 2009. saat itu, membicarakan mengenai tarif setiap CPNS sebesar Rp 15 juta untuk SMA sedangkan tingkat sarjana sebesar Rp 35 juta.

kemudian pada bulan Januari 2009, para terdakwa dan pelaku lainnya kembali melakukan pertemuan di Restoran Kakaskasen Tomohon bersama terdakwa. Saat itu terdakwa sudah mengetahui bahwa berkas-berkas dari CPNS tidak benar untuk didaftarkan ke BKD. Sekitar bulan Oktober 2009, para pelaku mulai merekrut warga untuk menjadi CPNS fiktif. dengan jumlah peserta 95 orang yang mengikuti prajabatan di Hotel Panorama dan dilanjutkan dengan penyerahan petikan putusan gubernur Sulut tentang pengangkatan CPNS di lingkungan Pemprop Sulut dan membubuhkan nama para korban seolah-olah asli. Padahal pengangkatan tersebut dibuat tanpa sepengetahuan Kantor BKD Sulut.

Saat persidangan tersebut  JPU menghadirkan 16 orang yang melapor dengan kerugian Rp 400 juta. Perbuatan terdakwa dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 55 ayat (1) KUHP. (*/ra2)


Bupati Mitra, Siap Jadi Jaminan Penangguhan E2L

MANADO, Swara Manadonews—Telly Tjangulung yang adalah Bupati Minahasa Tenggara, resmi mengajukan surat permohonan penangguhan terhadap suaminya Elly Engelbert Lasut (E2L), mantan Bupati Talaud, selasa (21/09).
Selaku Penasihat Hukum E2L, Sammy Mananoma SH menyerahkan surat permohonan penangguhan, di saat berjalannya sidang kasus dugaan fiktif perjalanan dinas tahun 2006-2008, dengan terdakwa E2L, di Pengadilan Negeri Manado.

Mananoma, menyerahkan surat permohonan penangguhan didalam sebuah map dan diberikan kepada para Majelis Hakim yang selaku Ketua Edhi Sudarmuhono SH dengan disaksikan dua hakim anggota Armando Pardede SH dan Efraim Besuning SH serta Tim Jaksa Penuntut Umum. Namun Sudarmuhono, belum memberikan pernyataan resmi terkait surat tersebut.

Selanjutnya, Mananoma mengatakan bahwa surat permohonan penangguhan tersebut berasal dari Bupati Minahasa tenggara, T2 yang merupakan istri dari E2L. Bahkan, T2 akan menjadi jaminan bagi suaminya jika diberikan penangguhan.“Kami memang menyerahkan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap klien kami. Surat itu diajukan ibu Telly (T2). Ini hak terdakwa dan diatur dalam aturan. Ibu Telly jadi jaminan bahwa pak Ely (E2L) tidak akan melarikan diri tapi sebaliknya akan tetap kooperatif,” ungkapnya.

Apa dasar pertimbangan surat terebut diajukan? “Selain dimungkinkan dalam aturan, juga karena klien kami punya tanggungan terhadap keluarganya. Selain itu kan selama ini klien kami tidak melarikan diri tapi tetap kooperatif,” tegasnya.
Mananoma menambah pula, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada majelis hakim untuk memberikan jawabannya. “Kewenangan menjaab surat permohonan kami ada pada majelis hakim. Tapi tentunya kami berharap agar surat permohonan penangguhan yang kami ajukan bisa diterima,” ujar kuasa hukum E2L. (*/ra2)

Walikota Manado Hadiri Pembukaan Pameran Pembangunan

Ist. Walikota Manado
Swaramanadonews(21/09/2010):-Walikota Manado menghadiri Acara Pembukaan Pameran Pembangunan, yang dibuka langsungg oleh Gubernur Sulut, Kegiatan  ini dihadiri oleh Wakil Gubernur, Pejabat Pemprov, Walikota/Bupati Se-Sulut.

Khusus Kota Manado, Pemerintah Kota Manado mengikuti Pameran ini berdasarkan tema Trade and Tourisme,  Jadi peserta pameran adalah SKPD yang memperkenalkan sakaligus mempromosikan potensi-potensi pariwisata serda perdagangan dan jasa di Kota Manado sekaligus juga mempromosikan produk-produk unggulan dari masyarakat Kota Manado seperti yang dibawa oleh Dinas Koperasi dan  UMKM yakni produk kerajinan tangan, sovenir dan lain sebagainya, demikian disampaikan koordinator umum pameran Kepala Bappeda Drs. Steve Paat,MSi.

Selain promosi barang dan jasa, pemkot Manado juga melaksanakan kegiatan promosi visual dan atraksi kesenian dan kebudayaan yang dikoordiner oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs. Hendrik Warokka, Spd.Dea.

Di hari pertama  Kegiatan pagelaran seni tari, seni musik, live musik dan Pagelaran Budaya yang dimeriahkan dan diikuti seluruh Pejabat Pemkot Manado beserta atraksi dari SKPD yang ada, antara lain Tarian Mahambak, Katrili, Vocal Grup dari Dinas Pendidikan (anak2 SD) dan Tarian Maengket dari Dharma Wanita Persatuan Pemkot Manado.

Kegiatan Pameran ini diikuti juga oleh 9 Kecamatan yang ada di Pemerintah Kota Manado, Kegiatan ini akan berlangsung sampai dengan tanggal 28 September 2010.

Walikota Manado dalam kunjungan langsung ke stand Pemkot bersama Sekertaris Daerah Kota Manado, Inspektur, Koordinator Pameran serta Kepala SKPD dan camat sangat antusias melihat stand-stand yang ada, serta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keikutsertaan serta kesiapan para SKPD dalam mengikuti pameran ini dengan harapan pemkot Manado dapat meraih penghargaan nanti dalam kegiatan pameran ini.

(*Ingrid maya)