Rabu, 30 Juni 2010

Kelurahan Ranoyapo Layak Dimekarkan

AMURANG, suara manadonews (30/06/2010)—Maraknya Pemekaran Desa di Kabupaten Minahasa Selatan, serta mengacu Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah diatur bahwa, pembentukan desa ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Hal ini telah dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Daerah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Nomor 9 Tahun 2007 tentang Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Desa.

Persyaratan Pembentukan Desa diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, Peraturan Darah Nomor 9 Tahun 2007, khusus seperti yang diatur dalam ketentuan Pasal 3 dan pasal tentang syarat–syarat pembentukan Desa yaitu terdiri dari,Faktor penduduk,Faktor luas wilayah dan Jumlah jaga /dusun.
Sehingga Kelurahan Ranoyapo Kecamatan Amurang, juga layak dimekarkan ,salah satu warga Ranoyapo Wanny Mononimbar kepada SM mengatakan, bahwa kelurahan Ranoiapo sudah seharusnya dimekarkan,”kelurahan Ranoiapo seharusnya sudah di mekarkan karena melihat kepadatan penduduk yang ada,” ujar Mononimbar, sembari menambahkan, bahwa jumlah warga yang ada sudah melebihi dari jumlah beberapa desa.

“Kelurahan Ranoyapao,akan menjadi dua kelurahan, karena melihat kepadatan penduduk sangatlah banyak,” tambahnya. Rudi Durandt warga kelurahan setempat juga sangat merespon adanya kelurahan warga Ranoyapo, dibagi menjadi 2 kelurahan. “Saya sangat merespon adanya kelurahan Ranoyapo akan dimekarkan menjadi 2 kelurahan,” ujar Durandt.

Melihat respont dari beberapa warga setempat, untuk mendukung adanya kelurahan Ranoyapo akan dimekarkan menjadi 2 kelurahan. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat lebih terakomidir oleh pemerintah Kelurahan, karena pemekaran kelurahan hanya untuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat lebih maksimal.

Kepala Kecamatan Amurang Drs Frangki Tangkere mengatakan, bahwa kalau warga sudah siap, kelurahan Ranoyapo untuk di mekarkan, dirinya juga telah siap membantu warga setempat. “Kalau sudah siap untuk kelurahan Ranoyapo dimekarkan, saya akan membantu apa yang warga inginkan,” kata Tangkere, sembari menambahkan, supaya pelayanan masyarakat lebih cepat.  (drim’s moningka) 

Kontingen Minsel Raih Juara Umum Kejurda Catur

AMURANG, suara manadonews (30/06/2010)—Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kembali harum di Provinsi Sulut. Kali ini lewat Kejurda Catur yang diadakan di Kota Kotamobagu. Dimana kontingen ini masih terlalu tangguh bagi pesaing dari seluruh kabupaten kota Sulawesi Utara (Sulut) hal ini di buktikan dengan perolehan 3 Emas ,3 Perak dan tiga Perunggu yang di sabet oleh pasukan Teguh Bersinar di bawah pimpinan sang master Drs Engel Tampi MN, yang juga sebagai ketua Harian Percasi Minsel .

Hajatan yang di laksanakan selama empat hari dari tanggal 22 hingga 26 Juni lalu, telah menghasilkan torehan prestasi yang luar biasa, setelah Tasya Tawaang yang turun di kelas junior putri 12 tahun ke bawah ,Faisal Pomolango kelas junior putra 11-12 tahun dan Windi Rawung kelas 17-20 tahun, mampu menyabet medali emas.

Sementara itu, Tampi yang di temui SM mengatakan, nantinya ketiga atlit Catur ini akan mewakili Sulut pada kejurnas Catur bulan Juli mendatang. Wakil Bupati Minsel Ventje Tuela SSos selaku Ketua Percasi Minsel, sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh Atlit Catur tersebut.  Menurutnya, prestasi ini merupakan kali ke-dua, setelah pada tahun 2009 lalu menjadi juara umum. Tuela menambahkan, keberhasilan yang di capai atas dukungan moril dan dana dari Bupati Drs Ramoy M Luntungan. “Saya berharap kiranya atlit catur ini bisa membawa nama harum Sulut pada Kejurnas catur nanti,” pungkas Tuela.  (drim’s moningka) 

Desa Ranoyapo Desak Pemkab Fasilitasi Irigasi

AMURANG, suara manadonews (30/06/2010)—Sejumlah petani yang berada di desa Ranoyapo Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mengharapkan, pemerintah kabupaten Minsel untuk dapat memfasilitasi pengadaan irigasi di desa mereka lewat dinas terkait. Hal ini di katakan sejumlah petani ketika menemui SM Senin (28/06).

Menurut mereka, kecamatan Ranoyapo khususnya desa Ranoyapo merupakan salah satu sentra produksi beras, tapi saat ini sering mengalami kesulitan diakibatkan tidak adanya irigasi yang mengatur masuk air di setiap areal persawahan di desa mereka. Untuk itu mereka meminta, agar Pemkab Minsel segerah memfasilitasi kerinduan para petani, dengan jalan melalui pembuatan irigasi agar produk pertanian beras dapat lebih di tingkatkan .

Hal senada di ungkapkan Hukum Tua desa Ranoyapo D M Liwe, menurutnya, saat ini warganya tengah melakukan pembuatan irigasi lewat kerja bakti, dari masyarakat yang dilakukan setiap hari Senin. “Irigasi ini di buat masih secara sederhana,” ujarnya. Liwe juga menambahkan, agar kiranya pemerintah kabupaten segerah merespons keluhan dari petani di desa Ranoyapo dengan pembuatan irigasi yang representatif. (drim’s moningka) 

BKSUA dan Pemkab Minsel Tetapkan 11 Juli Pengucapan Syukur

AMURANG, suara manadonews (30/06/2010)—Badan Kerja Sama Antar Umat Agama (BKSAUA) bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Pemkab Minsel), telah menetapkan pengucapan syukur di kabupaten Minsel di laksanakan Tanggal 11 Juli 2010. Hal tersebut di katakan Ketua BKSUA Pdt Ganny Sondakh MTh ketika di temui SM Senin (28/06). Menurut Sondakh tanggal tersebut di tetapkan setelah melakukan kordinasi dengan pemerintah kabupaten Minsel .

Di tambahkan Sondakh, pengucapan syukur ini merupakan bentuk tanda terima kasih kepada yang kuasa, berkat anugrahnya kepada seluruh masyarakat yang ada di kabupaten Minsel. Sondakh juga mengharapkan, agar pengucapan syukur ini di laksanakan dengan sederhana, sembari menciptakan kehidupan rukun dan damai. Sebab itu merupakan modal pertama dan utama dalam kehidupan kita semua terutama rakyat Minahasa Selatan .

Hal senada di ungkapkan Kepala bagian Humas dan Protocol Pemkab Minsel Drs Ferry Lengkong ketika di temui SM di ruang kerjanya, menurut Lengkong perayaan pengucapan syukur sebaiknya di rayakan dengan kesederhanaan dengan suka cita iman. (drim’s moningka)

Pemprov Gelar Jalan Sehat Anti Narkotika

MANADO, suara manadonews (30/06/2010)—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Sedunia tahun ini, menggelar jalan sehat bersama. Kegiatan yang dilepas Komandan Korem 131 Santiago Kolonel Inf Robert Lumempouw ini mengambil start dan finis di halaman Kantor Gubernur, diikuti unsur TNI/Polri serta PNS dilingkungan Pemprov. Sulut, Jumat pekan lalu.

Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang dalam sambutan yang disampaikan Kalakhar BNP Sulut Drs Jhon Latumeten mengatakan, peringatan hari anti narkotika internasional bagi Provinsi Sulut merupakan momentum yang strategis, mengingat kondisi geostrategis daerah ini berada di ujung utara negara RI yang merupakan salah satu dari Provinsi kepulauan, yang berbatasan dengan negara tetangga Philipina. “Selain itu posisinya berada pada lintasan samudera pasifik yang sarat dengan politik global, dengan berbagai konsekwensi kerawanan seperti penyeludupan, lintasan teroris dan bukan tidak mungkin menjadi jalur trans crime Narkoba,” ujar Latumenten.

Latumeten menjelaskan, berdasarkan data BNN tahun 2009 untuk tingkat kondisi peredaran Sulut berada di urutan 17 sedangkan, untuk pengguna narkoba berada di posisi ke–25. “Indikator ini tentunya membuka mata kita, untuk memberi perhatian khusus akan upaya pemberantasan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, seraya meningkatkan pengawasan dini terhadap masalah narkotika,” tukasnya.

Kegiatan yang mengambil tema ”Hidup Sehat Tanpa Narkotika” itu Latumeten mengajak, segenap anak bangsa di daerah ini marilah kita perkokoh tekad dan komitmen untuk menyatakan perang terhadap narkoba.  Selain jalan sehat kegiatan Hari Anti Narkoba di Sulut kali ini Panitia juga menggelar penyuluhan, teleconfrence serta bagi –bagi bunga melalui kampanye simpatik pada. (*/otnie)


Sarundajang Hadiri HUT Desa Toraget

MANADO, suara manadonews (30/06/2010)—Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang menfghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 56 Desa Toraget Kec, Langowan Barat Minahasa, Kamis lalu, HUT tersebut, dipusatkan di Balai Desa ini diperingati dalam suatu Ibadah syukur dipimpin Pdt F Lumintang STh, dilanjutkan dengan pemasangan lilin ulang tahun oleh Gubernur Sarundajang, pemerintah desa dan toko masyarakat.

Hukum Tua Desa Toraget M Kaligis menguraikan, sekilas tentang Desa Toraget yang memiliki jumlah penduduk 1.425 jiwa dengan 56,7 Ha luas wilayah dan 75 persen mata pencaharian warganya berprofesi sebagai petani.

Gubernur Sarundajang mengatakan, masyarakat Desa Toraget, patut mensyukuri berkat Tuhan yang diberikan kepada kita. Ulang tahun desa yang boleh kita peringati saat ini merupakan wujud kecintaan Tuhan kepada masyarakat desa toraget.

Kepada generasi muda, tokoh agama dan tokoh masyarakat Gubernur Sarundajang mengajak, marilah kita bangun desa ini agar lebih maju dari sekarang. Desa Toreget menurut Sarundajang, dikenal sebagai daerah pertanian. “Untuk itu kedepan kiranya dalam pengelolaan sektor petanian ini, masyarakat terus mengikuti tehnologi pertanian yang ada. Agar hasil produksinya pertaniannya akan terus mengalami peningkatan, sehingga dengan demikian akan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkas Sarundajang. (*/otnie) 

Gubernur Buka Konperensi PGRI Provinsi Sulut

MANADO, suara manadonews (30/06/2010)—Pengurus Daerah Kabupaten/Kota PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) se Sulawesi Utara, Rabu pekan lalu, memulai Konperensi Provinsi yang dilaksanakan di Hotel Sahid Manado. Penyelenggaraan Konperensi Provinsi ini adalah dalam rangka mengevaluasi Program Kerja Pengurus Provinsi Sulawesi Utara masa bakti 2005 – 2010 yang diketuai oleh Drs Alvius Lomban MSi yang saat ini dipercayakan oleh Rakyat Sulawesi Utara untuk menjadi salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Daerah Utusan Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus untuk memilih Pengurus Provinsi yang baru yang akan melaksanakan tugasnya selama masa bakti yang akan ditetapkan oleh Konprov ini.

Ketika membuka Konperensi Provinsi PGRI ini Gubernur Sulawesi Utara mengingatkan, peran strategis guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut Sarundajang, maju mundurnya suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh tingkat penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan untuk dapat menguasai IPTEK adalah melalui proses pendidikan. Dalam proses pendidikan inilah Guru memegang peranan sentral dan sangat strategis untuk mengelola Proses Pembelajaran.

Sebaik-baiknya bahan ajar, sarana dan prasarana pendidikan, proses transformasi Ilmu tidak akan optimal, apabila kualitas gurunya kurang bagus. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat concern untuk meningkatkan kualitas para guru antara lain melalui pemberian beasiswa bagi 1000 guru di tahun 2009 dan di tahun 2010 ini, akan ditingkatkan menjadi 2000 orang untuk memperolah beasiswa melanjutkan pendidikan ke jenjang minimal S1.

“Pembangunan pendidikan di Sulawesi Utara juga terus ditingkatkan dengan meningkatkan anggaran pendidikan menjadi 20 persen dari keseluruhan APBD,” ujar SHS. Gubernur mengingatkan pula, para guru termasuk organisasi profesi guru untuk merespons perhatian pemerintah ini dengan komitmen peningkatan kinerja untuk memberikan yang terbaik bagi proses pendidikan generasi muda di Sulawesi Utara menuju Sulut yang semakin Berbudaya, Berdaya Saing dan Sejahtera.

Ketua Pengurus Provinsi PGRI Sulawesi Utara Drs Alvius Lomban MSi dalam laporannya, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Utara yang memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap Pendidikan pada umumnya, PGRI dan para guru di Sulut. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI DR Sulistiyo MPd. Dalam rangka menghadapi Pemilukada di Sulawesi Utara, Ketua Umum PB PGRI memesankan, kepada seluruh guru di Sulut untuk memilih Pemimpin yang benar-benar peduli terhadap pendidikan dan pengembangan kualitas serta kesejahteraan guru. (*/otnie)

SHS : Canangkan Denlu Jadi Model Kampung Hijau

MANADO, suara manadonews (30/06/2010)—Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mencanangkan Kelurahan Dendengan Luar (Denlu) Kecamatan Tikala Manado sebagai ”Model Kampung Hijau”.

Kegiatan yang dipusatkan di Lingkungan I dan III di kelurahan Denlu itu Kamis, pekan lalu itu, di tandai dengan penyerahan hadiah lomba kebersihan bagi pemenang oleh Gubernur serta penanaman bibit pohon yang dilakukan Gubernur Sarundajang bersama Ny Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun, Penjabat Walikota Manado Drs Robby Mamuaja bersama Ny Otty Mamuaja Lumentut.

Ketua Tim Penggerak PKK Proinsi Sulut Ny Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab dan keterpanggilan kita untuk sama-sama menyelamatkan bumi ini dari berbagai resiko lingkungan yang semakin hari semakin memprihatinkan.

Karena itu First Lady Sulut ini, memberikan apresiasi kepada mereka yang senantiasa mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan demi keselamatan bumi dan masa depan Sulawesi Utara dan Indonesia

Sementara itu Gubernur Sarundajang menyebutkan, sampai saat ini kerusakan lingkungan masih saja terus terjadi di sana sini. Karena itu Ia mengimbau masyarakat berhenti merusak lingkungan. “Tetapi sebaliknya marilah kita mencintai lingkungan itu sebagai anugerah dari pemberian Tuhan kepada kita,” ujar Sarundajang.

Karenanya dia mengingatkan, bahwa ancaman pemanasan global (global warming) yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim, sehingga hampir semua negara termasuk Indonesia dan Sulut mengalami bencana alam kondisi ini lebih diperparah dengan maraknya eksploitasi sumber daya alam yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Sehingga menimbulkan berbagai musibah yang merugikan masyarakat, tidak hanya harta benda bahkan nyawa sekalipun. Karena itu Sarundajang menyampaikan, terima kasih kepada TP PKK Sulut dan BLH Sulut yang telah memfasilitasi sehingga kegiatan ini bisa terselengara dengan baik. (*/otnie)

Sarundajang Sambangi Perkemahan Rohani P/R KGPM

MANADO, suara manadonews (30/06/2010)—Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang membagi pengalaman hidupnya dengan para Pemuda dan Remaja KGPM yang saat itu sedang mengadakan perkemahan rohani di Desa Ampreng Kecamatan Langowan Barat Minahasa.

Gubernur hasil pilihan rakyat pertama di Sulut ini mengungkapkan, pengalaman hidupnya yang meniti karier pendidikan sekolah dasar (SD) di Desa Motoboy Kecil di Kota-Kotamobagu serta menempuh ilmu SMP di Kota Tomohon serta menamatkan pendidikan SMA di kota kelahirannya Langowan.

Sementara sosok Sarundajang muda melanjutkan study pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsrat Manado hingga selaleai. Selesai sekolah sosok Sarundajang memasuki ladang pengabdian yang baru menjadi seorang birokrat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut, sekaligus menjadi Dosen Fisip Unsrat di usia 23 Tahun

Di Usia yang masih relatif muda (27 Tahun) kala itu SHS dipercayakan menjadi Karo Pemerintahan Setda Provinsi Sulut, kemudian pada usia 31 Tahun dipercayakan sebagai Sekda Kabupaten Minahasa selanjutnya menjadi Walikota Bitung hampir 17 tahun lamanya. Usai menjabat Walikota Bitung Sarundajang dipercayakan menjadi Ketua KAPET Manado Bitung. Selanjutnya ditarik ke Depdagri sebagai Staf Ahli Mendagri kemudian diangkat menjadi Irjen Depdagri selama empat tahun.

Disamping selaku Irjen Sarundajang dipercayakan Presiden Megawati untuk menjadi Penjabat Gubernur Maluku Utara dan Maluku, sekaligus penguasa darurat sipil di dua daerah bertikai itu. SHS selama bertugas di Maluku Utara dan Maluku dianggap berhasil mendamaikan konflik horisontal yang terjadi diantgara dua pelagandong tersebut. Namun sebelum bertugas di dua Provinsi Maluku itu, SHS pernah bertugas di Aceh Pasca bencana Tsunami dan berhasil meredahkan pertikaian antar suku dayak dengan madura di Kalsel.

Sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai seorang birokrat, SHS dipercayakan oleh masyarakat Sulut dalam Pilkada langsung 2005 lalu, Sebagai Gubernur Sulut pertama hasil pilihan rakyat.

Sarundajang mengajak, agar pemuda remaja KGPM kiranya mampu menjadi pelopor perdamaian, sekaligus meningatkan tiga hal penting yang perlu diwaspadai oleh seluruh elemen pemuda dan remaja di Sulut yakni, pemanasan bumi (global warming), benturan peradaban dan peneterasi ekonomi dunia (pasar bebas). (*/otnie)

Dekot Manado Mengeluh Dana Reses Dianggap Minim

Rp 8,5 Juta per Anggota
MANADO, suara manadonews (30/06/2010)—Anggota Dewan DPRD Kota Manado Komisi B Lili Binti SE, mengeluhkan Dana Reses 8,5 Juta yang diterimanya masih di rasa kurang. Pasalnya, menurut  pemberitaan selama ini, ada anggota dewan tidak melaksanakan kegiatan penyerapan aspirasi di masyarakat namun sudah menerima dana tersebut.

“Dana yang sudah deterima legislator tentu akan dipertanggung jawabkan, dengan pelaksanaan kegiatan di Dapil masing-masing, bukannya tidak jelas,” ujar Lili Binti saat dikonfirmasi di ruang Komisi B Dekot Manado, Selasa (29/6). Lebih lanjut dikatakannya, dana sebesar Rp 8,5 juta untuk melaksanakan kegiatan di Dapil masing-masing dirasakan masih kurang, karena penyerapan aspirasi bukan disatu titik saja.

“Jadi bilamana ada yang berkomentar pengunaan Dana Reses tidak jelas, oknum tersebut tidak mengetahui apa itu fungsi dan tugas dewan,” ungkap Srikandi partai Gokar ini. Seraya menambahkan, dalam waktu dekat akan melaksanakan kegiatan Reses di Daerah pemilihannya. “Dalam waktu dekat saya akan melaksanakan penyerapan aspirasi, dan hasil kegiatan itu tentu akan dilaporkan ke Sekretariat Dewan,” tandas Lili. (ronny pamungkas)

Rakor PDIP Sulut Tertutup, Siapkan Strategi di Pemilukada

MANADO, suara manadonews (30/06/2010)—Rapat Koordinasi (Rakor) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulut dalam rangka pemenangan Pemilukada di Hotel Ritzy, Minggu (27/6) lalu terkesan tertutup. Pasalnya, dari pantauan sejumlah wartawan yang saat itu di undang untuk konferensi pers dibuat kebingungan, dikarenakan pertemuan itu sedianya dilakukan sebelum acara Rakor, entah kenapa langsung dibatalkan.

Sejumlah pengurus DPP PDIP seperti Olly Dondokambey SE Bendahara Umum, sekaligus Anggota DPR-RI dari Komisi XI ini hadir bersama rekannya Mauwarar Sirait, engan berkomentar seputar kunjungannya. Bahkan saat dicegat sejumlah wartawan untuk dikonfirmasi, dengan bergegas langsung masuk dalam ruangan tempat berlangsungnya Rakor.

Dari sejumlah pengurus DPD PDIP Sulut ketika dikonfirmasi seputar Rakor tersebut membantah, bahwa acara itu tidak dirahasiakan serta menjelaskan rencana konferensi Pers, sama sekali tidak dikoordinasikan. Dari Ketua Banteng Muda Manado Hengky Kawalo saat itu menjelaskan, bahwa acara tersebut bukan dirahasiakan, akan tetapi ini hanya membahas Koordinasi di internal partai saja. “Teman-teman wartawan perlu dijelaskan, acara ini hanya Rakor PDIP Sulut dalam rangka Pemilukada,” ujar Kawalo. (ronny pamungkas)

Dekot Manado Abaikan Kunker Dekab Jeneponto

MANADO, suara manadonews (30/06/2010)—Setidaknya DPRD Kota Manado harus belajar menghormati serta menghargai Tamu yang datang. Pasalnya para Legislator Tikala ketika menerima DPRD Kabupaten Jeneponto Propinsi Sulsel Senin (28/6), terkesan mengabaikan, bahkan 19 Anggota Dewan Kabupaten tersebut disuruh menunggu sejak dari pagi.

Sikap para Legislator Tikala, sungguh mengecewakan sebab sebagai wakil rakyat seharusnya mereka menjunjung tinggi penghargaan buat para tamu, apalagi mereka merupakan wakil rakyat juga. Hal ini dikeluhkan Abdul Halim warga Wonasa, saat  bertandang ke Gedung Dekot. “Sikap Anggota Dewan Manado tidak menghargai tamu yang datang, ini sangatlah megecewakan, masakan tamu dari jauh disuruh menunggu sedangkan kita sebagai tuan rumah datangnya terlambat,” ujarnya ketus.

Setelah dua jam menunggu rombongan DPRD Jeneponto yang dipimpin 2 Wakil Ketua, Syamsudin Carlos dan DR Fahri Tamsil diterima tiga personil Dekot yakni Henki Lasut, Stienje Ambat dan Jeane Rumimpunu. Sebagai agenda kerja, DPRD Jene Ponto akan melakukan studi banding mengenai Pendidikan gratis, serta Ranperda bantuan pemerintah untuk Parpol.
  
Tapi sungguh sangat disesalkan apa yang menjadi harapan dari Komis III dan Komisi Gabungan DPRD Jeneponto tidak mendapat penjelasan yang memuaskan. Ini terungkap dengan penjelasan Henky Lasut yang menurutnya Perda tentang bantuan pemerintah untuk Parpol belum ada, sebab DPRD Kota Manado sendiri masih belum ada kelengkapan Badan Legislasi, yang terlambat karena semua anggota dewan lebih fokus pada Pemilukada. “Sampai saat ini Ranperda untuk itu belum ada, karena kelengkapan Badan Legislasi belum terbentuk, dewan sendiri masih fokus pada pemilukada sehingga tugas-tugas pokoknya terabaikan ,” ungkap Lasut. (ronny pamungkas)

Kapal Okeanos Explorer Kunjungi Sulut

MANADO, suara manadonews (30/06/2010)—Sebuah kapal riset Amerika Serikat (AS) dari National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA), Okeanos Explorer,tiba di Pelabuhan Bitung, pada Minggu pekan lalu.

Kedatangan Kapal Riset AS tersebut di Daerah Bumi Nyiur Melambai diterima secara resmi oleh Gubernur Sulaweai Utara Sinyo Harry Sarundajang Bersama Muspida Sulut dan Sekot Bitung Drs Max Lomban di Dermaga Pelabuhan Samudera Bitung, Rabu pekan lalu. Dubes AS Untuk Indonesia H E Cameroon Hume mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penyambutan yang diberikan baik Pemprov Sulut maupun Pemkot Bitung. Begitu pula dengan Gubernur Sarundajang juga menyampaikan terima kasih ata kunjungan Dubes Cameroon Hume dan Konjen AS di Surabaya Caryn Mc Lelland yang secara langsung menghadiri acara penyambutan ini, ujanya.

Saarundajang menyebutkan, selama satu bulan setengah berada di perairan Sulut mereka akan melakukan penelitian berbagai terumbuh karang termasuk biota laut lainnya yang ada di dasar laut di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro. “Hasil penelitian mereka akan berikan kepada kita. Apa saja yang mereka nanti temukan di dasar laut semua informasi itu akan mereka berikan kepada kita, termasuk apabila dalam penelitan nanti terdapat kandung minyak,” kata SHS.

Sementara Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulut Ir Xandra Maya Lalu MSi menyebutkan, penelitian dari NOAA ini merupakan hasil kerjasama dengan Kementerian DKP. “Kapal Okeanos Explorer berangkat menuju perairan Nusa Utara pada Kamis pagi (24/06). Kapal Okeanos selama melakukan penelitian di perairan Sulut mereka akan didampingi satu kapal penelitian dari BPPT dan satu lagi dari Baruna Jaya IV,” tandas Xandra Maya.

Xandra Maya menambahkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) tahun 2009 lalu. yang dijabarkan dalam bentuk kerjasama kemitraan jangka panjang RI-AS untuk bersama memajukan Ilmiah Kelautan, Teknologi dan Pendidikan, yang penting bagi ekonomi dan lingkungan bagi kehidupan di bumi ini.

“Eksplorasi bersama ini merepresentasikan berbagai inisiatif yang pertama kalinya dilakukan oleh kedua negara yang memiliki karakteristik sebagai sama-sama memiliki wilayah kelautan yang sangat luas di dunia Ekspedisi international ini adalah yang pertama dilakukan oleh Okeanos Explorer bersama-sama dgn kapal peneliti indonesia untuk mengeksplorasi wilayah laut dalam yang belum pernah disibak kerahasiaannya,” jelas Jubir Pemprov Sulut  Drs Roy M Tumiwa MPd.

Ia menambahkan, hasilnya akan langsung dirimkan dari kapal, dengan waktu tunda dalam hitungan real time, berupa tampilan gambar-gambar hidup dan data lainnya secara langsung kepada para pakar ilmiah, peneliti dan ilmuwan yang menonton dari ke-dua Pusat Komando Penelitian (Expedition Command Center / ECC) di daratan Jakarta dan Seattle.

“Dipilihnya Provinsi Sulawesi Utara terutama perairan sangihe dan talaud di karenakan saat berlangsung acara WOC pada pertengahan Mei 2009 mereka tertarik untuk mengetahui lebih dalam keberadaan gunung bawah laut (Mahagentang) dan areal volkano lainnya yang berada dikedalaman serta biota-biota laut yang mampu bertahan hidup di areal yang mempunyai suhu tinggi,” ucapnya.

Dalam kesempatan kunjungan ini sekitar pertengahan Juli nanti, akan diresmikan ECC oleh Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP)- Kementerian Kelautan dan Perikanan serta disaksikan oleh Dubes AS untuk Indonesia dan para mitra peneliti dari institusi riset ilmiah lainnya.

Kesempatan itu Gubernur Sarundajang Dubes AS Cameroon Hume, Muspida Sulut dan Sekot Bitung Drs Max J Lomban diberi waktu untuk melihat langsung kondisi kapal penelitian dari NOAA tersebut. (*/otnie) 

Korengkeng : Pemda Wajib Urus Perumahan Rakyat

MANADO, suara manadonews (30/06/2010)—Gubernur Sulut SH Sarundajang melalui Asisten Pemerintahan dan Kemasyarakatan Drs Jefrry Korengkeng MSi mengatakan, sebagai jawaban akan tuntutan percepatan pembangunan perumahan di Sulut. “Menjadi keharusan bagi pemerintah daerah untuk meresponsnya secara positif, dukungan kebijakan dan alokasi program perumahan rakyat,” ujar Korengkeng di sela-sela membuka Bimtek Dekonsentrasi Lingkup Kementrian Perumahan Rakyat tahun 2010 di Swiss Bellhotel Maleosan Manado baru-baru .

Sejalan dengan itu, lanjutnya, maka Pemerintah Provinsi Sulut terus berupaya bertindak proaktif untuk menjembatani sinergitas pusat dan daerah selaku pelaku dalam pembangunan perumahan dan permukiman, Hal ini sejalan dengan amanat UU Nomor 32/2004 Tentang Pemerintahan Daerah yang menempatkan Gubernur selaku kepala daerah Provinsi sekaligus kedudukan sebagai wakil pemerintah di wilayah Provinsi.

Dengan demikian, tambah Korengkeng, dapat dipahami bahwa penyerahan urusan perumahan sebagai urusan wajib yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, menuntut pemerintah untuk memastiksan bahwa daerah mampu mengatur dan mengurus urusan tersebut, agar dapat memenuhi Standart Layanan Minimal (SPM) bidang perumahan rakyat yang ditetapkan melalui Permenpera Nomor  22/2008 Tentang SPM Bidang Perumahan Rakayat Daerah Provinsi/Kab/Kota.

“Untuk itu guna meningkatkan efektifitas dibidang perumahan rakyat, diperlukan sinergitas antara aparat terkait dalam menunjang program dekonsentrasi ini sehingga dapat berjalan sesuai dengan pola pada sistem yang telah ditetapkan,” tandasnya.

Karena itu Korengkeng mengharapkan, kiranya kegiatan ini menjadi sangat relefan dengan realitas kebutuhan perumahan bagi masyarakat Sulut, di mana pembangunan perumahan memiliki dimensi yang amat luas dalam konteks peningkatan kesejahteraan rakyat Sulut.

Sementara Kabag Program Biro Perencanaan dan Monitoring Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Nastra Tarigan ST. MM menyebutkan, kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di tahun 2010 ini. Namun bagi Provinsi Sulut merupakan kegiatan yang kelima setelah Provinsi DKI Jakarta, Bali Bangka dan Belitung.

Kabag Kemasyarakatan Drs Ferdinand Polii melaporkan, kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari dan diikuti para Kabag Pemerintahan, Kadis PU dan Ketua Bapeda Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Selama mengikuti Bimtek ini nantinya para peserta akan menerima materi dari pejabat Kementerian Perumahan Rakyat. (*/otnie)

SHS : Kabupaten/Kota Wajib Laksanakan Pelayanan SIAK

MANADO, suara manadonews (30/06/2010)—Gubernur Sulawesi Utara Drs Sinyo Harry Sarundajang mengingatkan, kepada seluruh jajaran Pemerintah yang ada di Kabupaten/Kota se – Sulut mulai saat ini diwajibkan melaksanakan pelayanan Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) kepada masyarakat.

“Apabila masih terdapat Kab/Kota yang belum melaksanakan SIAK jangan harap bisa menerima dana stimulan dari APBN – Perubahan Tahun 2010. Dana tersebut direncanakan akan disalurkan mulai bulan Juli 2010 ini,” jelas Sarundajang kepada wartawan baru-baru di Kantor Gubernur.

Gubernur Menyebutkan, program SIAK ini tahun depan secara serentak sudah dilaksanakan di seluruh tanah air. Untuk itu Sarundajang mengimbau bagi Kabupaten/Kota di Sulut yang belum melakukan konfersi data untuk melaksanakan SIAK saat ini juga harus melaksanakannya, sebab tahun 2010 merupakan persiapan sedangan tahun 2011 nanti sudah merupakan pelaksanaan secara nasional.

Sementara Karo Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi Sulut Drs Roy M Tumiwa MPd menambahkan di Provinsi Sulut hingga kini masih terdapat lima Kabupaten/Kota yang belum melaksanakannya hal ini kendalanya memang berbeda-beda. “Karena itu diharapkan, kesungguhan dari ssetiap pimpinan daerah dalam mengatasi kendala tersebut,” ujarnya.

Namun di akuinya, memasuki bulan Juli nanti seluruh Kabupaten/Kota di Sulut sudah siap melaksanakannya. Tumiwa menyebutkan, program ini sangat menguntungkan bagi daerah dalam mengkonversi data dari manual menjadi data elektronik.

“Dengan adanya data elektronik ini akan mempermuda apabila ada warga masyarakat yang akan melakukan pengurusan VISA atau Paspor. Serta setiap warga negara melalui program ini dapat terinventarisasi semuanya,” pungkas Tumiwa. (*/otnie)