Selasa, 07 September 2010

Sedikitnya 172 Guru di Mitra Dapat TPG

Kecipratan Rp2,4 M, Tiap Guru Terima Rp 13,9 Juta  
  
Guru di Mitra Terima TPG
RATAHAN, Swara ManadonewsSebanyak 172 guru di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang telah disertifikasi tahun 2007-2008, Selasa (07/9) mulai dicairkan. Mereka, akan menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk lima bulan terhitung bulan Januari-Mei. Masing-masing guru, akan menerima sekitar Rp13,9 juta.

Menurut Plt Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Mitra Ir D Moody Rondonuwu MT, pencairan dana sertifikasi ini belum sepenuhnya enam bulan seperti yang dijanjikan. “Harusnya enam bulan. Ternyata dana yang dikirim pemerintah pusat itu belum cukup,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Mantan Dosen Arsitektur Fakultas Tehnik Unsrat Manado ini,  guru TPG di Mitra tak perlu khawatir, hak mereka pasti akan dibayar sepenuhnya pada penerimaan tunjangan profesi sertifikasi semester berikut. “Saat pembayaran semester II, guru akan menerima sebanyak 7 bulan tunjangan, yakni bulan Juni hingga Desember 2010,” tandas Rondonuwu, yang juga Kabag Pembangunan Pemkab Mitra.

Menurut Rondonuwu, hal tersebut terjadi karena dana yang dikirimkan pemerintah pusat hanyalah Rp2.4 Miliar, sedangkan dana yang diperlukan pihaknya untuk membayar tunjangan 172 guru sertifikasi tahun 2007-2008 sebanyak Rp2.6 Miliar. “Kami sudah menghubungi pemerintah pusat, dan sesuai dengan petunjuk mereka, pembayaran tunjangan bisa dilakukan untuk lima bulan, yakni Januari-Mei 2010,” tukasnya, sembari menambahkan, pemerintah pusat kembali meminta Dikpora Mitra untuk melakukan pengajuan data guru sertifikasi. “Jadi bulan November pencairan semester II, saya berharap teman-teman guru bersabar,” pungkasnya. (*/otnie)

Dishub Minsel Belum Miliki Ijin Pelayaran

Terancam Tak Dapat Beroprasi

Ilustrasi : Pelabuhan Perikanan
AMURANG, Swara ManadonewsGonjang ganjing soal pemanfaatan pelabuhan perikanan di Kabupaten Minsel, akhir-akhir ini sering disorot warga Minsel. Pasalnya program pengadaan pelayaran Minsel–Balikpapan jadi salah satu program unggulan yang sering di jual pasangan Bupati dan wakil Bupati pilihan rakyat pertama RML-VT ke publik, namun ironisnya hingga kini program tersebut tak kunjung terealisasi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Max Karouw SH melalui Sekretaris Dishub Minsel Drs Nico Wayong saat dimintai keterangannya mengatakan, bahwa pihaknya telah berupaya untuk mendatangkan Kapal Verri untuk beroperasi di pelabuhan yang berlokasi di Kelurahan Kawangkoan Bawah, kompleks Mobongo tersebut. Namun masih tersendat.  “Memang selain Dermaga TPI tersebut belum memadai, fasilitasnya-pun belum rampung,” ujar Wayong.

Lanjut dia, tak hanya itu, ijin pelayaran dari Kementerian Perhubungan, hingga kini belum keluar. “Walaupun demikian, publik harus tahu bahwa proyek pelabuhan itu dikelola oleh Provinsi Sulut, dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN. Akan tetapi kami tetap akan berupaya menanggapi setiap keingintahuan masyarakat,” kunci Wayong terkesan mengelak. (drim's)

Pencurian Cengkih Pakai Sepeda Motor Jadi Trend Baru

Warga Desa Wiau Lapi Gelar Jaga Malam

Cengkeh kering seperti ini jadi sasaran pencuri
TARERAN, Swara ManadonewsAksi pencurian cengkih semakin merajalela bahkan sudah menjadi momok bagi masyarakat di Kecamatan Tareran. Hal ini telah beberapa kali terjadi, bahkan aksi tersebut bisa di kategorikan nekat. Pasalnya pelaku hanya menggunakan sepeda motor, namun mereka mampu menggasak cengkih yang telah kering milik masyarakat. Disinyalir dengan sepeda motor ini mereka bisa masuk sampai ke lorong atau gang yang kecil dengan leluasa.

Untuk mengantisipasi kejadian selanjutnya, kini masyarakat yang ada di desa Wiau Lapi dan Wiau Lapi Barat Kecamatan Tareran, mulai melakukan Jaga malam secara bergilir di setiap jaga, yang diprakarsai oleh hukum tua kedua desa ini. Seperti diketahui kedua desa tersebut merupakan salah satu sentra produksi cengkih di kecamatan Tareran.

Salah seorang tokoh masyarakat Wiau Lapi Fian Pangkey SH menyambut positif apa yang dilakukan oleh masyarakat kedua desa, menurut Pangkey dengan cara seperti ini mudah-mudahan akan meredam aksi yang tidak terpuji yang di lakukan oleh orang yang hanya mau merugikan orang lain alias pencuri.

Hal senada dikatakana Rein Soputan tokoh pemuda desa Wiau Lapi Barat, menurutnya jaga malam ini, tujuannya untuk kepentingan bersama dan untuk mengantisipasi pencurian tersebut. Untuk itu ia berharap, seluruh masyarakat dapat berperan aktif karena aksi yang neresahkan masyarakat ini tidak dapat di tolelir, ungkapnya. (drim’s)


Senin, 06 September 2010

Dewan Mitra Paripurnakan Ramperda Pajak

DPRD Maraton Bahas Sejumlah Agenda

Paripurna Ranperda Pajak Senin (6/9)
RATAHAN, Swara ManadonewsKinerja DPRD Minahasa Tenggara (Mitra) patut diacungkan jempol. Buktinya, belakangan ini DPRD harus all out menuntaskan pembahasan berbagai dokumen yang sudah masuk dan diagendakan. Pasalnya, setelah sebelumnya KUA-PPAS APBD 2011, kini DPRD harus kerja keras menuntaskan pembahasan empat Ranperda yang secara resmi telah disampaikan oleh Bupati Mitra Telly Tjanggulung yang didamping Wakil Bupati Drs Jeremia Damongilala MSi dalam rapat paripurna DPRD, Senin (06/09).  Empat Ranperda itu yakni Ranperda Pajak Hotel, Ranperda Pajak Restoran, Ranperda Pajak Reklame, dan Ranperda Pajak Penerangan Jalan.

Sauasana Paripurna Ranperda Pajak
Ketua DPRD Mitra, Tonny Hendrik Lasut AmTm mengatakan, telah di bentuk Pansus untuk membahas masing-masing Ranperda ini yang dikoordinatori oleh pimpinan DPRD. Pansus Ranperda Pajak Hotel diketuai Meldy Untu SE, Ranperda Pajak Restoran diketuai Drs Tavif Watuseke, Ranperda Pajak Reklame diketuai Kisman Hala, dan Ranperda Pajak Penerangan Jalan diketuai Felmy Pelleng SH. “Tak diberi batas waktu bagi Pansus dalam membahas empat Ranperda ini, tetapi yang pasti diharap pembahasan ini harus tuntas dalam waktu yang tak terlalu lama,” kata Lasut didampingi Sekretaris DPRD, Stanley AR Pasulatan SE MSi.

Bupati Telly Tjanggulung dan Wakil Bupati 
Jeremia Damongilala  terlihat Akrab 
Lasut membenarkan bahwa agenda pembahasan di DPRD sangat padat. Katanya, setelah menuntaskan pembahasan empat Ranperda, DPRD akan kembali melanjutkan pembahasan KUA-PPAS APBD 2011 yang sementara direvisi eksekutif, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD 2010. “Jadi selanjutnya akan membahas draft APBD 2011 dan draft APBD-Perubahan. Belum lagi kalau dokumen lain seperti LPJ Bupati telah dimasukkan. Memang kita sekarang ini harus kerja keras karena agenda sangat padat,” pungkas Lasut. (*/otnie)

4 Ranperda yang Diparipurnakan:
1. Ramperda tentang pajak Hotel
2. Ramperda tentang Pajak Penerangan
3. Ramperda tentang Pajak Restoran
4. Ramperda tentang Pajak Reklame

Desa Rasi Raya, Rayakan Hut ke-110

RATAHAN, Swara ManadonewsMinggu (5/9) kemarin Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara Kecamatan Ratahan Desa Rasi dan Desa Rasi Satu melaksanakan Syukuran HUT Desa Rasi dan Rasi Satu (Rasi Raya) yang ke-110. Diawal acara Ibadah syukur Hut Desa yang ke-110, dilakukan pembacaan Sejarah Desa Rasi Raya yang  sampaikan oleh Hukum Tua Desa Rasi Satu Drs Delly Pandaleke dan Hukum Tua Desa Rasi Julius Tololiu SE, dilanjutkan dengan Ibadah yang dipimpin Oleh Pdt Susan–Pelleng Kindangen STh. Yang diambil dalam kitab Yeremia 17 : 1-8.

Tokoh Masyarakat desa Rasi Raya Ventje Ohy yang juga Anggota DPRD Mitra, mengungkpksn, merasa bersyukur dimana masyarakat Desa Rasi Raya dapat melaksanakan Ibadah Ucapan Syukur memperingati Hut Desa Rasi Raya yang ke-110 tradisi yang dilaksanakan setelah panen raya cengkih serta panen Kelapa (kopra) dan lain-lain, maka masyarakat di Desa rasi melaksanakan Pengucapan Syukur.

Dalam sambutan Pemerintah Kabupaten Mitra yang disampaikan Camat Ratahan Ir An Onsu mengatakan, ucapan selamat kepada segenap jajaran pemerintah Desa Rasi Raya yang telah dimekarkan menjadi Dua Desa Rasi dan Desa Rasi Satu. “Menghimbau kepada masyarakat yang ada di masing-masing desa, untuk turut serta berpartisipasi dalam jalannya roda pemerintahan dan menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Minahasa Tenggara,” ujarnya.

Turut hadir dalam syukur desa Rasi raya itu Anggota DPRD Mitra Lanny Punusingon, yang juga mantan Hukum Tua desa Rasi, Tokoh-tokoh Agama (Pendeta, Gembala), Tokoh-Tokoh Masyarakat, Mantan-Mantan Hukum Tua Desa Rasi, Kasubag TUP Dolly Kapahang SIK MSi. Hukum Tua/ Lurah Se- Kecamatan Ratahan dan masyarakat tetangga. (*/otnie) 

DPRD Mimika Sambangi Pemkab Mitra

RATAHAN, Swara ManadonewsBupati Minahasa Tenggara (Mitra) Telly Tjanggulung menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Mimika Papua dalam rangka meninjau eks lokasi tambang emas PT Newmont Minahasa Raya Jumat (03/09) pekan lalu. Dimana guna melihat secara langsung pengelolahan lingkungan dan lahan yang telah dijadikan hutan pasca penutupan tambang dan juga konsultasi secara langsung dengan Bupati mengenai Perda pengelolahan lingkungan.

Rombongan DPRD Mimika dibawah pimpinan Luther Wakerkoa SH selanjutnya langsung meninjau lokasi eks tambang PT NMR di Kecamatan Ratatotok. Turut hadir dalam pertemuan terseut Plt Sekda Drs Freddy Lendo, Kadis Kehutanan dan Perkebunan Ir Jhony Ronsul, Kaban BLHKP Ir Hanny Roring MSi dan Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi. (*/otnie)

"A s t a g a"... 28 Guru dan Kepsek Minsel Sowan ke AGK

AMURANG, Swara ManadonewsNetralitas Guru dan Kepala Sekolah di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dalam menghadapi Pemilukada putaran kedua Minsel, kembali dipertanyakan. Hal ini dibuktikan adanya pertemuan tertutup antara Calon Bupati Asiano Gemmy Kawatu (AGK) bersama 28 Guru dan Kepala Sekolah Minsel, di Toko Rimon lantai 2 pusat Kota Amurang, Jumat (03/09) pekan lalu.

Dari informasi yang berhasil dihimpun wartawan Swara Manadonews, puluhan Guru dan Kepala Sekolah tersebut, sengaja diarahkan oleh pejabat tertentu untuk mendukung pasangan AGK-FER. Kepala Bidang Dikdas Feitber Rako SPd saat ditanya keterkaitan dirinya dalam pertemuan tertutup tersebut, membantah. “Saya diundang dalam acara ini. Tadi ‘kan kita di Topas, ada SMS datang di toko Rimon Lantai 2, ” ujar Rako.

Disentil soal pertemuan ini sengaja diarahkan oleh oknum pejabat tertentu di Minsel ini, Rako mengaku dirinya sesungguhnya tidak tahu. “Kalau itu komang kita nda tahu. Pokoknya saat di undang, kita datang no,” ujar Rako.
Ironisnya penjabat Bupati Minsel Drs Mecki M Onibala MM, beberapa waktu lalu pernah mengingatkan, agar Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minsel harus netral dalam menghadapi pemilukada putaran 2 ini. “Saya ingatkan agar PNS di Minsel harus netral,” ujar Onibala.

Sementara itu warga Amurang saat dimintai keterangannya, mengatakan, sesuai janji penjabat Bupati Minsel, Onibala harus mengambil tindakan, perihal sikap yang ditunjukkan para Guru dan Kepala Sekolah Minsel tersebut.  “Kan Pak Onibala telah janji bahwa dirinya akan menindak tegas PNS yang berlaku tidak netral dalam Pemilukada Minsel ini. Jadi sebagai masyarakat kami menagih janji Onibala,” tukas warga yang enggan namanya dipublikasikan ini. (drim's)

Pondaag: Dana Pilkada Minsel Harus Transparan

AMURANG, Swara ManadonewsKomisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kabupaten Minahasa Selatan(Minsel), diinta agar dana Pilkada harus transparan dan seharusnya disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan media massa pada kampanye putaran pertama, sehingga boleh diketahui berapa dana yang dipakai dalam melakukan kampanye di Minsel.

Hal ini penting dilakukan KPUD Minsel, supaya tidak ada image negatif bagi KPUD itu sendiri. “Lebih baik KPUD,lebih transparan kepada DPRD,” ujar Ketua Komisi B Dewan Minsel Rommy Pondaag SH MH, sembari menambahkan, bahwa pada pekan ini akan ada hearing untuk KPUD. “Ya pekan ini kami dari komisi A dan Komisi B akan memanggil KPUD,untuk mempertanyakan dana Pilkada,” jelas Pondaag ketika di temui Swara Manadonews.

Dana pada putaran pertama,yang dikucurkan oleh pemerintah ,yang diketahui masih ada yang tersisa untuk dibayarkan ke pihak penyelenggara pilkada. “ Kalau mereka hanya diam ,maka akan timbul,KPUD salah menggunakan anggaran,”tambahnya.

Sementara itu anggota KPUD Roy Suoth, Sammy Mingkit dan Elsje Sumual ketika di minta penjelasan tentang dana Pilkada, yang seharusnya dapat memeberitahukan berapa dana yang dipakai dalam pilkada putaran pertama. “Hak DPRD hanya mengetahui,berapa dana yang dipakai oleh KPUD dalam menjalankan pilkada,” kata mingkit

Ketua KPUD Minsel Yurnie Sendow, ketika di konfirmasi adanya dana yang seharusnya diketahui oleh pihak DPRD. “Sedangkan dana Pilkada putaran pertama saja belum selesai, apalagi dana putaran kedua, seharusnya pihak DPRD membantu KPUD, supaya dana segera dicairkan,” ujar Sendow. (drim's)

247 Perusahaan dan Dua BUMD Diminta Segerah Realisasikan THR

TOMOHON, Swara ManadonewsDinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Tomohon, mengimbau agar seluruh perusahaan dan dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Kota Tomohon, agar dapat merealisasikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawannya jelang Idul Fitri. Bahkan dalam waktu dekat Disnakertrans Kota Tomohon akan membuat Surat Edaran bagi seluruh perusahaan yang ada.

“Tunjangan Hari Raya dalam rangka Idul Fitri mutlak dilakukan oleh perusahaan yang ada di Kota Tomohon, terutama bagi karyawan yang beragama Islam. Hal yang sama juga wajib dilaksanakan dua BUMD, yakni Perusaan Daerah (PD) Pasar dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM),” imbau Kadis Nakertrans Kota Tomohon, Jantje Ering, seraya menyebut bahwa di Kota Tomohon terdapat kurang lebih 247 perusahaan swasta.

Agar realisasi Tunjangan Hari Raya benar-benar dilakukan manajemen setiap perusahaan di Kota Tomohon, Ering menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan membuat surat edaran. “Surat edaran ini sifatnya berupa himbauan penyaluran Tunjangan Hari Raya,” ujarnya.

Selain, perusahaan swasta dan dua BUMD, tentunya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemerintah Kota Tomohon, tambah Ering, juga akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya tersebut. “PNS juga. Tapi, PNS yang beragama Islam di jajaran Pemerintah Kota Tomohon mungkin tidak banyak. Dan penyaluran THR sudah wajib dilakukan setiap tahunnya oleh pemerintah,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon, Ferdinand M Turang, ‘mewarning’ Disnakertrans untuk mengawasi realisasi Tunjangan Hari Raya tersebut. “Kami (DPRD) juga akan ikut melakukan pemantauan di lapangan. Jadi saya harapkan Disnakertrans benar-benar mengawasi,” tegasnya. (*)

Korpri Siapkan Beasiswa Bagi Putera-Puteri PNS

TOMOHON, Swara ManadonewsDewan Pengurus Nasional Korpri bekerjasama dengan PT Askes (Persero) mengadakan Bantuan Pendidikan berupa Beasiswa Korpri Peduli Tahun 2010. Pemberian beasiswa tersebut, menurut Sekretaris Korpri Kota Tomohon, Wenny M Umboh, ditujukan kepada putera-puteri anggota Korpri khusus Golongan I dan II yang sedang menempuh pendidikan di SLTA dan Perguruan Tinggi.

“Persyaratan untuk mengajukan beasiswa tersebut berupa foto copi Karpe orang tua, Kartu Keluarga, Raport/Nilai Semester terakhir yang memperlihatkan ranking/IPK yang disahkan Kepala Sekolah/Dekan, dan bagi anak yatim/piatu agar melampirkan hak waris yang sah orang tua dan lurah setempat,”  jelas Umboh.

 “Data sudah dimasukkan sebelum tanggal 30 Agustus 2010, melalui Sekretaris Korpri Kota Tomohon. Kriteria khusus beasiswa tersebut, masuk lima besar di kelas (bagi pelajar SLTA), IPK minimal 2,75 (bagi mahasiswa),” kata Umboh yang juga adalah Kasubag Humas Setdakot Tomohon. (*)

Polresta Tomohon Buru Pelaku Penipuan

TOMOHON, Swara ManadonewsKepolisian Resort Kota (Mapolresta) Kota Tomohon, terus memburu keberadaan Jeffry Soemolang tersangka kasus dugaan penipuan terhadap kurang lebih 27 orang, yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami terus memburu pelaku, karena sudah banyak korbannya. Tapi saat ini dia itu yang telah masuk dalam DPO, menurut informasi bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK),” jelas Kapolresta Tomohon, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suyanto.

Berdasar pengembangan dari hasil penyelidikan polisi, Suyanto menjelaskan, kemungkinan korban yang diperdaya Soemolang bukan hanya 27 orang. “Kemungkinan korbannya lebih dari 27 orang,” tuturnya.

Modus operandi Soemolang yang beralamat di Desa Tondegesan Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa ini, adalah mengiming-imingi para korban akan bekerja di kapal pesiar asing, Carnaval Cruise US. Alasannya, kapal pesiar tersebut sedang mencari karyawan untuk dipekerjakan. “Di dalam DPO dicantumkan apabila tersangka memperdaya para korban dengan mengatasnamakan agen pemilik kapal pesiar.

Selanjutnya tersangka membuat semacam aturan persyaratan layaknya seseorang yang akan dipekerjakan di luar negeri, seperti pengurusan visa, paspor dan keterangan kesehatan, dengan meminta para korban untuk menyerahkan sejumlah uang ke rekening sebuah bank swasta,” jelasnya. (*)

Minggu, 05 September 2010

Walikota Ceramai Peserta Diklat PIM III Kota Manado


Swaramanadonews, ( 4/8/2010) : Jam 11.00 bertempat di Badan Diklat Prov. Sulawesi Utara, Penjabat Walikota Manado memberikan Ceramah Umum kepada peserta Diklat PIM III Kota Manado.

Dalam ceramah umum yag disampaikan oleh Walikota Manado, setiap pejabat dapat melaksanakan tugas umum pemerintahan secara baik dan benar (good governance) berdasarkan peraturan perundang-undangan, menciptakan kinerja instansi pemerintahan yang akuntabel sehingga apat melaksanakan tugas secara efektif dan efisien serta rsponsif terhadap aspirasi masyarakat, menjadi maukan dan umpan balik bagi pihak yang berkepentingan dalam meningkatkan kinerja instansi serta memelihara kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Sebagai pesan : dalam menjalankan tugas dan kerja, hendaknya berprinsip bahwa apapun yang dikerjakan pasti akan selesai, waktu dapat diatur, biarkan dia mengalir, tapi ingat jangan sampai hanyut. Bekrja pasti ada hambatan, tpi yakin semua bisa diatasi dan dijalani. Contohnya saat ini dalam menalankan tugas sebagai Plh Gubernur dan Penjabt Walikota semua bias dijalani dengan baik juga terlaksana dengan baik.
Ikut hadir dalam ceramah umum terebut adalah Kepala Badan Diklat Prov Sulut Dra. Rosje Kalangi. Msi, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Manado Drs. Hans Tinangon, MSc serta panitia.(Info: Humas Pemkot)

Pemko Manado, Nelayan dan Pengusaha Tanda-tangani MOU

Swaramanadonews,( 4 /8/ 2010)  jam 10.00, bertempat di Hotel Swissbell Maleosan Manado, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Indonesia (Komnas HAM) selaku mediator melaksanakan penandatanganan kesepakatan perdamaian atas pemanfaatan ruang terbuka pantai untuk nelayan di Sario Tumpaan di lokasi reklamasi pantai sario antara warga Sario umpaan Kec. Sario dengan PT. Gerbang Nusa Perkasa / PT. Kembang Utara dan Pemerintah Kota Manado.

Sebagai Mediator dari Komnas HAM adalah Bapak Ridha Saleh. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado terlebih khusus kepada Penjabat Walikota Manado yang bersedia duduk sejajar bersama dengan nelayan/ masyarakat untuk berdiskusi sekalian melaksanakan kesepakatan damai dengan Pihak Pertama dalam hal ini masyarakat/ nelayan al. Danny Telleng, S.Sos, Marthen Pangoempia, BSc, Sutriany Manangkalangi, dan Meiske Makilumau, S.Sos, serta Ketua Asosiasi Nelayan Tradisional Sulawesi Utara Rignolda Djamaluddin, Ph.D, Pihak Kedua adalah Pihak pengembang/reklamasi yang diwakili oleh Susilo Sutiyono, dan Pihak ketiga adalah Pemerintah Kota Manado yg diwakili oleh Penjabat Walikota Manado, Drs. Robby. J. Mamuaja.

Walikota Manado dalam sambutannya, menyampaikan penghargaan kepada semua Pihak yang melaksanakan kesepakatan damai ini agar nantinya dapat memanfaatkan dan mengelola ruang terbuka pantai untuk kepentingan nelayan terkait dengan hak-hak tradisional nelayan serta dapat mengelola dengan sebaik-baiknya.

Kepada pihak kedua diharapkan dapat menjamin konstruksi reklamasi sesuai fungsi pemanfaatan sebagaimana kesepakatan dengan membuat prioritas pembangunan tapal batas. Serta menjamin proses reklamasi tidak mengganggu terlaksananya pembangunan drainase.

Kegiatan penandatanganan ini dihadiri dan disaksikan oleh Pejabat Pemrintah Kota Manado al. Asisten I, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Tata Kota, Bagian Hukum & HAM, serta perwakilan dari pengembang serta para nelayan.

Rabu, 01 September 2010

Pemkot Manado Refres Pejabat


Drs. Robby Mamuaya lantik Eselon dua dan tiga di lingkungan Pemkot
Sesuai SK No. 821.3/BKD/SK/28/2010, tentang pengangkatan dan pemberhentian pejabat struktural, maka siang tadi bertempat di aula Pemko Manado penjabat walikota Manado Drs Robby Mamuaya melantik 14 pejabat Eselon II dan eselon III
Mamuaja menyatakan bahwa  rolling jabatan merupakan hal yang wajar bagi seorang PNS, mamuaya menambahkan agar pejabat yang dilantik diharapkan akan memberi kecerahan yang baru dalam organisasi pemerintahan dilingkup Pemprov, sehingga juga akan diikuti dengan pelayanan ke masyarakat yang lebih baik.

Pelantikan ini merupakan pencerahan bagi organisasi, bukan semata-mata hanya sekedar rolling akibat kekecewaan, tapi rolling kali ini untuk penyegaran bagi Pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Manado  “Diharapkan bagi pejabat yang dilantik, untuk menjaga kinerja masing-masing instansinya, menuju masyarakat yang lebih maju,” tandasnya
Pejabat Eselon II yang di lantik:
1.      dr Tubagus Djaber Elong Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daera koata Manado, mutasi ke Pemprov
2.      Ir Steven J G Wakkary, jabatan lama, Dpb Pada Pemerinta Kota Manado, Jabatan baru,  kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kota Manado.
Pejabat Eselon IIIyang di lantik:
1.      SJ Alhabsji, jabatan lama Kabid Prosedur dan Aplikasi Damkar, jabatan baru pensiun
2.      Sonny Apeles rompas, jabatan lama Kabid Kajian Strategi Daerah Kesbang, jabatan baru Kabid Prosdur dan Aplikasi Damkar
3.      Drs Jackson F Ruaw, jabatan lama Camat Kec Wenang, jabatan baru Kabid Kajian strategi dareah Badan Kesbang.
4.      Da Neivi Lenda, jabtan lama, Kabid Admint perkotaan Setda Mdo, jabatan baru, Camat Wenang.
5.      Joudy S senduk, jabatan lama, Sekretaris Badan pelayanan perijinan terpadu, jabatan baru, Kabid admint perkotaan Setda Kota Manado.
6.      Jahja Jonas Lintang,jabatan lama, Kabid pelayanan IV BP2T,jabatan baru,Sekretaris BP2T.
7.      Drs Noldy Lomban, jabatan lama, Kabid Kesatuan Bangsa, Badan Kesbang, jabatan baru, Kabid Pelayanan VI BP2T
8.      Tampanguma Arie Marthen, jabatan lama, Dept. Pada Sekretariat Daerah Manado, jabatan baru,  Kabid Kesatuan Bangsa, Badan Kesbang.
9.      Meyty Longgorung, jabatan lama, Kabid Pemrintahan Kelurahan, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemrintah Kota Manado,jabatan baru, Dpb. Pada Sekda Mdo.
10.  Abdullah Mopangga, jabatan lama, Kasubag Admint kelurahan pada bidang Pemerintahan kelurahan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan pemerintahan kelurahan kota Manado,jabatan baru, Kabid Pem Kelurahan Badan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan kelurahan kota Manado.
11.  Drs Robert CL Rompas, jabatan lama, Kabid sumber daya perikanan dan kelautan dinas kelautan dan perikanan Kota Manado, mutasi ke Kab Mitra
12.  Ir Beatrix Wungow, jabatan lama, Dpb pada Sekda Manado, jabatan baru, Kabid Sumber daya perikanan dan kelautan Dinas Kelautan dan perikanan Kota Manado.(*demint)

Pol PP Siap Amankan Lebaran

Swara Manadonews:(01/09/2010) - Satuan polisi (satpol) pamong Praja (PP) Manado menyiapkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) untuk mendukung pengamanan hari raya Lebaran di Kota Manado.
"Kami menerima surat permintaan dari Kepolisian daerah (Polda) Sulut agar menyiapkan pasukan untuk gelar sekaligus membantu pengamanan hari raya nanti," kata Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Manado Ferry Tumewan, Ia menjelaskan mereka siap sebab mereka memang punya kewajiban ikut mengamankan hari raya Idul Fitri di Kota Manado agar tetap aman dan tidak ada gangguan apapun juga, sehingga masyarakat merasa aman dalam berhari raya.

Selain siap ikut mengamankan Lebaran Tumewan mengatakan pihaknya juga tetap melakukan tugas setiap saat yakni menjaga keamanan situasi di pusat kota Manado sebab itu adalah tugas dan kewajiban mereka untuk menegakan Peraturan Daerah.

Sementara itu kepala Bidang Tata laksana tata tertib Sat Pol PP Manado Jeffry Gaghana mengatakan untuk mengamankan Lebaran nanti, mereka bersiap di semua tempat ibadah.
"Bahkan kami juga akan mengamankan sekitar lokasi salat Ied di Manado nanti, serta tetap berjaga di lokasi-lokasi terlarang di Kota Manado, supaya suasana Manado tetap aman," kata Gaghana.
Gaghana mengatakan selain menyiapkan pasukan untuk mengamankan jalannya lebaran, tetapi ia menegaskan nantinya saat lebaran pasukan yang berhari raya tetap mendapat libur lebaran sementara yang berjaga adalah yang non muslim.

Untuk pengamanan lebaran ini kata Gaghana pasukannya akan ikut dalam gelar pasukan untuk pengamanan hari raya di kota Manado bersama Polda Sulut, tanggal 2 September 2010 yang akan dipimpin langsung oleh Kapolda Sulut Carlo Tewu.

Salah satu anggota Pol PP Manado bernama Albert Baring yang sehari-harinya bertugas di Manado mengatakan mereka siap mengamankan Lebaran bersama seluruh anggota polisi di Manado, karena itu adalah tugas dan kewajibannya,  "Kami selalu siap satu kali 24 jam untuk menjalankan tugas, jadi setiap saat diperintahkan langsung dilaksanakan," kata Albert Baring.(*demint)

H-8 Arus Mudik Terminal Malalayang Normal


Swara Manadonews(01/09/2010)-Delapan hari menjelang hari raya Idul Fitri 1431 Hijriah, arus mudik di di terminal Malalayang Kota Manado masih normal,  belum ada lonjakan penumpang,  "Hingga hari ini arus mudik ke Makasaar, Palu dan Gorontalo belum naik sehingga suasana di terminal Malalayang Manado masih terlihat aman," kata Kepala terminal Malalayang Manado Laurens Rumondor di Manado,  Rumondor mengatakan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya arus mudik baru akan terlihat ada lonjakan pada H minus tiga dan H minus dua, saat perjalanan ke Gorontalo, Palu dan Makassar tidak begitu lama.

Arus penumpang di H minus tiga dan dua biasanya akan mencapai 150-160 persen dari jumlah penumpang normal yang biasanya 140-196 penumpang setiap harinya, diperkirakan akan menjadi menjadi 420-476 orang dalam sehari, jelas Rumondor,  tetapi ia mengatakan walaupun jumlah penumpang melonjak jauh, mereka belum akan membutuhkan tambahan armada, sebab yang ada sekarang di terminal Malalayang masih cukup dan sanggup mengangkut para penumpang yang akan berlebaran di kampung halamannya.

Sementara itu kepala Dinas Perhubungan Manado Hanny Waworuntu mengatakan terminal Malalayang menjadi posko induk untuk arus mudik dari Kota Manado ke Gorontalo, Palu hingga Makassar.
Bahkan menurutnya mereka sudah menyiapkan armada tambahan jika memang nantinya diperlukan, bus dari Karombasan dan Paal Dua akan digunakan untuk mengangkut penumpang yang akan pulang kampung.
"Di Posko yang disiapkan oleh Dinas Perhubungan Manado ada petugas yang sudah siap untuk memeriksa kelayakan mobil yang akan berangkat, baik sopirnya sampai bus meliputi pemeriksaan rem, ban hingga bahan bakar mobil," kata Waworuntu.

Ia mengakui dalam beberapa tahun belakangan ini jumlah pemudik yang menggunakan angkutan bus berkurang banyak, karena mereka lebih memilih berkendara motor secara bersama-sama atau menggunakan mobil carteran ataupun taksi, tetapi ia mengatakan mereka tetap siap dengan armada cadangan.
Hingga H minus delapan harga tiket belum naik di Malalayang selain itu tidak ada aksi calo di tempat tersebut, karena penumpang tak banyak untuk Manado-Makassar tiketnya seharga Rp350 ribu, Manado Palu Rp175 ribu dan Manado Gorontalo Rp80 ribu.*(demint)

Senin, 30 Agustus 2010

Plt Gubernur Sulut Bongkar Kabinet SHS

Lantik Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemprov

Ilustrasi: Pelantikan Pejabat Eselon II
MANADO, Swara Manadonews (30/08/2010)—Plt Gubernur Sulut, Drs Robby Mamuaja, Senin (30/08), melantik 12 Pejabat Eselon II, di lingkup Pemerintahan Provinsi Sulut.Pelantikan yang dilaksanakan diruang Huyula Kantor Gubernur Sulut, berdasarkan SK Gubernur Sulut, nomor 821.2/BKD/SK/92/2010 tertanggal 27 Agustus 2010 tentang, pengangkatan dan pemberhentian pejabat Eselon II dilingkup Pemprov Sulut.



Mamuaja menyatakan, Pejabat yang dilantik diharapkan akan memberi kecerahan yang baru dalam organisasi pemerintahan dilingkup Pemprov, sehingga juga akan diikuti dengan pelayanan ke masyarakat yang lebih baik.

Pelantikan ini merupakan pencerahan bagi organisasi, bukan semata-mata hanya sekedar rolling akibat kekecewaan. Tapi rolling kali ini untuk penyegaran bagi Pejabat dilingkungan Pemprov Sulut  “Diharapkan bagi pejabat yang dilantik, untuk menjaga kinerja masing-masing instansinya, munuju masyarakat yang lebih maju,” tandasnya. (*/otnie)


Pejabat Eselon II yang dilantik :

1.  Jefry Korengkeng – Sebelumnya Asisten I bidang Administrasi Pemerintahan–Jabatan Baru Kepala Inspektorat Sulut2. Arnold Poli – Sebelumnya Kepala Kebangpolk Sulut – Jabatan Baru Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut.


3. Gun Lapendang – Sebelumnya PNS di Pemkab Bolmong – Jabatan Baru Kepala Kesbangpol Sulut.


4. Ir. Harfei Sendoh – Sebelumnya Kepala BPMPD Sulut – Jabatan baru Kepala Dinas Periwisata Sulut.


5. F. Rotinsulu – Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Sulut – jabatan baru Kepala BPMPD Sulut.


6. Xandramaya Lalu – Sebelumnya Kadis Perikanan dan Kelautan Sulut – jabatan baru Kepala BP3A Sulut.


7. Olivia Ateng – sebelumnya PNS dilingkup Pemprov Sulut – Kepala BLH Sulut.


8. Johanis Paleneon – sebelumnya PNS di dinas pertanian Sulut – jabatan baru Kadis Pertanian Sulut.


9. Boy Tamon – sebelumnya Kepala BLH Sulut – jabatan baru Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Sulut.


10. Joy Korah – sebelumnya PNS dilingkup Pemprov – jabatan baru Kepala Dinas Pertambangan Sulut.


11. Ir. Herry Rotinsulu – sebelumnya PNS dilingkup Pemprov Sulut – jabatan baru Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi.


12. drg A Tubagus – sebelumnya PNS dilingkup Pemprov Sulut – jabatan baru Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setdaprov Sulut. (Sumber: Humas Pemprov Sulut)



Peringatan HUT Provinsi Sulut ke-46 Terus Dimatangkan

Kantor Gubernur Sulut
MANADO, Swara Manadonews (30/08/2010)—Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Utara ke-46 tahun 2010 terus dimatangkan, persiapannya oleh Panitia Pelaksana yang diketuai oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulawesi Utara Jeffry Korengkeng SH MSi. Peringatan HUT Provinsi Sulawesi Utara tahun ini memiliki nuansa khusus, karena di Bulan September ini perjalanan sejarah Provinsi Sulawesi Utara juga akan ditandai dengan babak baru pemerintahan dengan akan dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur ke-15 dan merupakan Gubernur ke-2 yang di pilih langsung oleh rakyat, melalui Pemilihan Umum Kepala Daerah secara langsung


Setelah dilakukan rapat perdana pada Jumat 20 Agustus 2010 lalu, yang menghadirkan seluruh seksi dan SKPD terkait, pada Kamis 26 Agustus 2010 dilakukan lagi Rapat yang melibatkan Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Sulawesi Utara. Kehadiran Pemerintah Kabupaten/Kota sangat penting karena Hari Ulang Tahun Provinsi untuk tahun ini akan dijadikan momentum untuk menumbuhkan kebanggaan seluruh masyarakat Provinsi Sulawesi Utara sampai ke pelosok-pelosok di kabupaten/kota.

“Oleh karena itu diharapkan Pemerintah Kabupaten/Kota juga akan melaksanakan kegiatan di kabupaten/kota masing-masing agar nuansa peringatan HUT Provinsi ini dapat dirasakan dan dinikmati serta dimeriahkan oleh seluruh masyarakat Provinsi Sulawesi Utara”. Demikian Ketua Panitia, Jeffry Korengkeng SH MSi yang memimpin Rapat yang didampingi oleh Sekretaris Panitia, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut Drs Marhaen R Tumiwa MPd.

Kepala Bagian Humas Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut Ch Sumampow SH MEd mengatakan, rangkaian peringatan HUT ke-46 Provinsi Sulawesi Utara akan diawali dengan Jalan Sehat Massal yang akan diikuti oleh Pemerintah Provinsi Sulut dan Komponen masyarakat lainnya pada tanggal 3 September 2010.

Kegiatan-kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan adalah Pameran Pembangunan yang akan melibatkan SKPD Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, BUMN/BUMD, Perbankan dan unsur TNI/Polri, Lomba Pegawai Berprestasi dan Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB), Lomba Olahraga yang juga akan diisi dengan beberapa jenis olahraga tradisional seperti Gasing dan Putar Dodutu , Lomba Kesenian yang akan dilakukan di lokasi Stand Pameran Kayuwatu, Ziarah ke makan mantan Gubernur serta Pejuang Nasional DR Sam Ratulangi dan Upacara Puncak yang akan dilakukan di halaman kantor Gubenur Sulut pada tanggal 23 September.

Upacara kali ini juga akan mengikutsertakan perwakilan dari Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara. Sehubungan dengan itu dimintakan kepada seluruh SKPD Provinsi dan juga pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengambil bagian pada setiap kegiatan yang akan dilaksanakan serta mempersiapkan stand pameran masing-masing untuk menampilkan keberhasilan pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan selama 5 tahun. Setelah pelaksanaan Upacara, akan dilaksanakan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sulut dalam rangka HUT ke-46 Provinsi Sulawesi Utara. “Pada kesempatan ini para teladan dan yang berprestasi tingkat provinsi Sulawesi Utara dan Nasional juga diharapkan hadir dan mengikuti Sudang tersebut,” ujarnya. (*/otnie)