Selasa, 06 Juli 2010

Korengkeng : Pengelolaan Anggaran Harus Sesuai Ketentuan

MANADO, suara manadonews (06/07/2010)—Mengingat tantangan tugas kedepan akan semakin berat dan kompleks, maka diharapkan pegawai di jajaran Pemprov Sulut mampu bekerja sesuai ketentuan yang berlaku serta mampu memberi pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Hal itu ditegaskan Asisten (I) Bidang Pemerintahan dan Kesra Jeffry Korengkeng SH MSi saat menjadi Irup pada apel pegawai awal Juli di halaman Kantor Gubernur Sulut, Senin (5/07).  

Khusus kepada para pengelola keuangan di setiap SKPD Korengkeng mengingatkan, bahwa saat ini kita sudah memasuki triwulan III, dimana secara umum kita sudah menyelesaikan separuh dari masa waktu realisasi anggaran dan fisik. “Untuk itu melalui apel pagi kali ini, tidaklah salah apa bila saya mau mengingatkan kembali agar saudara selaku pengelola anggaran senantiasa taat pada peraturan perundang–Undangan yang berlaku. Sebab itu, terapkanlah sistem administrasi keuangan yang baik, agar dalam pertanggungjawabannya dapat berjalan sesuai ketentuan pengelolaan anggaran yang tepat,” ujarnya.

Disisi lain Korengkeng menyebutkan, sebagai pelayanan masyarakat Pemprov harus mampu memperkuat segenap potensi diri dan kelembagaannya. “Dalam konteks ini, maka diperlukan kemauan bekerja yang dibarengi dengan kesungguhan dan profesionalitas yang tinggi guna meningkatkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat sebagai bentuk tanggungjawab dan kewajiban kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” tandas mantan Kaban BKD Provinsi Sulut ini.

Diakhir sambutannya Korengkeng, taklupa menyampaikan terimaksih kepada mitra kerjanya, karena sewaktu saya menjabat Kepala BKD 4 tahun 3 bulan kalian telah mendukung saya. “Kiranya kerjasama yang telah terbangun selama ini dapat diwujudkan kembali, ketika saat ini saya telah menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulut,” pungkasnya. (*/otnie)

Jelang Pilgub 2010, Warga Minta MMS Datang ke Sangihe

TAHUNA, suara manadonews (06/07/2010)—Menjelang pertarungan untuk mendapatkan kursi orang nomor satu di Sulawesi Utara (Sulut) para kandidat mulai turun ke berbagai Daerah untuk melakukan sosialisasi dengan para masyarakat. Berbagai cara-pun dilakukan oleh mereka untuk meyakinkan masyarkat khususnya di Sulawesi Utara. Namun di antara vigur yang tampil ada salah vigur yang di nilai mampu untuk meraih suara terbesar, untuk membawa pasangannya meraih kursi empuk pada pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur 3 Agustus  mendatang.

Sebut saja Calon Wakil Gubernur Marlina Moha Siahaan (MMS) yang maju mendampingi Stefanus Vreike Runtu (SVR) dengan atribut Partai berlambang pohon Beringin, di jagokan bisa meraup suara terbesar di Sulut. Meski MMS di ketahui merupakan orang nomor satu di Bolmong, namun bukan berarti dirinya hanya di senangi di daerahnya. Buktinya, masyarkat Sangihe-pun sangat mendambakan sosok MMS untuk bisa melangkah mulus pada harinya.

Hal ini di ungkapkan oleh salah seorang tokoh di kelurahan Tidore Hj Abdullah Bacmid kepada Suara Manadonews. Ia mengatakan, selain di kenal baik hati terhadap masyarkatnya, sosok MMS telah berbuat banyak terhadap rakyatnya khususnya di Bolmong tempat ia mengabdi. “Sudah terlihat ia memipmpin rakyatnya,untuk itu kami mendukung bila MMS mendampingi SVR . Dan kami yakin kedua putra-putri terbaik Sulut ini mampu membangun Sulut untuk lebih maju,” ujar Bachmid.

Lanjutnya, kami meminta kiranya figur MMS, sekiranya bisa hadir di tengah-tengan masyarkat Nusa Utara, khususnya Sangihe untuk lebih di kenali selayaknya figur yang lainnya. (iwan machmud)

Lebih Pentingkan Potensi Pariwisata, Kebudayaan Sangihe Bakal Terancam Punah

Kinerja Kadis Parsinbud Kembali di  Uji
TAHUNA, suara manadonews (06/07/2010)—Bukan tidak mungkin budaya di Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe saat ini bakal terancam punah, dengan keadaan yang terjadi saat ini. Hal ini nampak terlihat jelas di mana saat ini Pemda setempat lebih mengandalkan objek pariwisata ketimbang objek budayanya. Seperti instansi yang menganganinya yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sangihe, yang lebih ditonjolkan di sana untuk di jual ke luar Daerah adalah Pariwisata. Sedangkan kebudayaan yang notabene perlu perhatian pemerintah Daerah untuk melestarikan budaya Sangihe di pandang sebelah mata. 

Hal ini di ungkapkan oleh pemerhati lingkungan hidup Sangihe Makaampo Madonsa kepada wartawan belum lama ini. Ia mengatakan, seharusnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memajukan Daerah ini agar berimbang, mengapa tidak karena budaya Sangihe bila di baikan tanpa perhatian pemerintah Daerah. Sebab bukan tidak mungkin budaya daerah akan hilang. “Jangan lupa nomon klatur pariwisata yakni kebudayaan dan Pariwisata bukan pariwisata dan Budaya. Jadi sudah jelas budaya lebih di perhatikan “ tegas Pria yang pernah menerima piala Kalpataru tahun lalu.

Lanjutnya lagi, penempatan pejabat di Dinas Pariwisata perlu di kaji betul, karena selama ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata semakin tidak ada kemajuan dari tahun ketahun. “Bagaimana mau maju kalau yang di jual hanya Pariwisata yang kita ketahui Pariwisata di kabupaten Sangihe masih belum di kelolah dengan baik, tapi kalau kita bicara kebudayaan di Sangihe bukan sedikit yang dapat di gali dan ekspos ke luar daerah. Untuk itu penempatan Kepala Dinas di instansi ini benar-benar sesuai dengan kriterianya bukan karena selera semata,” beber Madonsa.

Sementara itu kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sangihe Drs Irklis Sombonaung hingga berita ini di turunkan belum bisa di temui masih berada di luar Daerah. (iwan machmud)

Gubernur: Jaga Kerukunan Yang Sudah Terjalin Dengan Baik

SHS Beribadah Dengan Jemaat GMIBM Tiberias 
MANADO, suara manadonews (06/07/2010)—Dalam Kunjungannya ke Kabupaten Bolaang Mongondow Gubernur Sulut SH Sarundajang menghadiri ibadah di Gereja GMIBM Tiberias Poigar. Meskipun cuaca hujan namun tidak menyurutkan jemaat dan masyarakat Tiberias untuk menyambut kedatangan Gubernur Sulut SH Sarundajang.

Kerinduan masyarakat Tiberias telah terobati dengan kehadiran Gubernur Sulut SH Sarundajang dan rombongan, karena masyarakat sangat ingin melihat langsung sosok dari Gubernur Sulut SH Sarundajang yang sangat mereka banggakan dan yang telah mengenalkan bahkan membuat daerah Sulawesi Utara menjadi terkenal oleh Dunia Internasional.

Dalam Sambutannya Gubernur Sulut SH Sarundajang berkomitmen, membangun untuk masyarakat, dan ini akan sangat diprioritaskan ungkap SHS. “Saya akan melihat dan mendengar secara langsung kebutuhan dan peningkatan pembangunan di desa Tiberias, tidak hanya itu SHS juga mengingatkan untuk selalu menjaga kerukunan yang sudah terjalin dengan baik,” tandasnya. Diakhir sambutannya, SHS bertrima kasih atas undangan jemaat dan masyarakat Tiberias yang telah mengundangnya. (*/otnie) 

Pegawai Honorer Mulai Marak di Sejumlah SKPD

Disinyalir Titipan Para Pejabat
TAHUNA, suara manadonews (06/07/2010)—Meski sudah ada larangan untuk tidak lagi menerima tenaga Honorer di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) namun kenyataannya intruksi tertulis di setiap SKPD tersebut tidak di gubris sama sekali oleh beberapa SKPDdi Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Hal ini nampak di beberapa SKPD yang terang-terangan menerima puluhan tenaga honor saat ini. Lebih parahnya,gaji tenaga honorer yang sudah mengabdi cukup lama menjadi terabaikan. Dari sumber resmi yang enggan namanya di publikasikan, yang merupakan tenaga honor di salah satu SKPD, mengaku  setiap dua minggu sekali terhitung tiga bulan terakhir ada-ada saja yang masuk, dan menurutnya mereka (Honor,red) merupakan titipan para anggota legislatif dan  eskekutif. “Minggu lalu dua yang masuk hari ini satu orang, so stenga mati mo bayar torang pe honor masileh mo angka honor baru,” beber sumber baru-baru di Tahuna.

Lanjutnya lagi, jangan karena takut kepada para pejabat tertentu lantasintruksi Bupati  untuk tidak lagi menerima tenaga honor kembali,di abaikan seharusnya tidak perlu lagi menerima tenaga honor yang jelas-jelas Daerah sudah tak mampu lagi untuk membiayainya.

Sementara itu pihak Pemerintah Daerah dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sangihe melalui Kepala Badan Dr Olga Makasidamo mengatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan kelapangan kalaupun informasi itu benar pihaknya akann melakukan teguran kepada pimpinan di SKPD itu. “Kami belum mengetahui hal ini, tapi yang pasti kami akan turun langsung untuk melihat kebenarannya,” tegas Makasidamo. (iwan machmud)

Ribuan Jemaat Padati Sidang Raya ke-32 KGPM

SHS: “Gereja Pelopor Pembangunan”

MANADO, suara manadonews (06/07/2010)—Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang (SHS), bertempat di jemaat KGPM Sentrum, Kawangkoan secara resmi membuka pelaksanaan Sidang Raya (SR) ke-36 Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) yang diikuti seluruh pucuk pimpinan KGPM se-Indonesia. Sidang Raya yang melibatkan sekitar 1000 peserta dan dihadiri ribuan anggota jemaat KGPM yang tersebar diseluruh pelosok Minahasa ini, akan membicarakan program gereja kedepan.

Gubernur SH Sarundajang saat memberikan sambutan menyampaikan apresiasi yang besar kepada pucuk pimpinan KGPM dalam pelaksanaan SR ke-36 ini. “Saya memberikan apresiasi besar kepada semua pucuk pimpinan juga anggota jemaat yang sudah bisa menggelar SR ke-36 ini. Momentum seperti ini, menjadi agenda besar gereja dalam mewujudkan jemaat yang dewasa dan mandiri ,” ujar Sarundajang.

Pada kesempatan itu, Sarundajang berharap agar SR ke-36 ini dapat memberikan kontribusi bagi pemerintah mulai dari desa/kelurahan hingga di tingkat propinsi bahkan secara nasional. SHS–begitu ia akrab disapa-sangat berharap KGPM khususnya, dapat menunjukkan kemapuannya sebagai pelopor pembangunan.

Disisi lain, Sarundajang mengingatkan bahwa sebentar lagi Sulawesi Utara bakal menjadi pintu gerbang Indonesia di Asia Pasific. Olehnya, Sarundajang berharap agar pelaksanaan SR ke-36 ini menjadi langkah awal untuk bisa melahirkan kegiatan-kegiatan serupa yang lebih besar. “Jika dapat, kita laksanakan sidang gereja-gereja sedunia di Sulawesi Utara. Sebagaimana kita sukses menghadirkan dunia di Daerah Nyiur Melambai melalui pelaksanaan World Ocean Conference (WOC), Coral Triangle Initiative (CTI) Summit dan Sail Bunaken, mari hadirkan juga dunia di daerah ini dalam kegiatan seperti yang dilakukan sekarang ini,” katanya dan disambut tepuk tangan hadirin.

Pembukaan SR ke-36 KGPM juga dihadiri perwakilan pimpinan gereja-gereja sedunia, Ketua PGI Andreas Yuwango, Ketua BPM Sinode GMIM, Pdt Marthen Pieth Tampi STh MSi, perwakilan pimpinan MUI Sulut, pimpinan dan anggota BKSAUA, Asisten I Setdakab Minahasa, Kapolres Minahasa DR EA Nababan, juga anggota Muspida Propinsi Sulut.

Aling Jabat Sekum
Sementara Gembala Fetrisia Aling MTH terpilih sebagai Sekretaris Umum (Sekum) Pucuk Pimpinan yang baru KGPM, menggantikan Sekum lama Gembala Ferry Liow STh, pada Sidang Raya KGPM ke-32 di Sidang Sentrum Kawangkoan yang berlangsung sejak Rabu (30/06) dan dintutup dengan agenda pemilihan Senin (05/07).

Sementara untuk posisi Ketua Umum tetap dipercayakan kepada Gbl Tedius K Batasina, Bendahara Umum Pnt Charles Tumbel SE Ak dan Ketua Majelis Gembala juga tetap dipercayakan kepada Gbl Joppy Laloan MTh. Sekum yang baru Gembala Fetrisia Aling yang masih berusia 36 tahun, mengucapkan terima kasih kepada jemaat KGPM yang mempercayakannya untuk pelayanan di tingkat Pucuk Pimpinan selama lima tahun ke depan.

“Terima kasih untuk kepercayaannya, KGPM sebagai gereja perjuangan masih tetap eksis dalam pembangunan bangsa, saya akan bekerja sebaik mungkin untuk melayani sesuai kepercayaan Yesus Kristus melalui pilihan jemaat,” pungkasnya, yang selama ini melayani di KGPM Sidang Hosana Tikala Kumaraka.  (mcs/*)

SMPN 2 dan 9 Manado Gelar Pesantren Kilat

MANADO, suara manadonews (06/07/2010)Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 2 dan SMP Negeri 9 Manado, kembali menggelar Pesantren Kilat pada tanggal 26 Juni hingga 1 Juli lalu, di Aula Panti Asuhan Ar-Rahma Kelurahan Islam Kecamatan Tuminting. Kegiatan ini diikuti oleh siswa yang berada di SMP Negeri 2 dan 9 Manado.

Menurut Ketua Panitia Dra Suratna Usman dan didampingi Sekretaris Firdah Thawil MPd mengatakan, dalam pelaksanaan penutupan  pesantren kilat ini turut dihadiri juga oleh Kepala Kantor  Kementerian Agama Kota Manado Drs Hi Sa’ban Manhudi MPd. “Para peserta ini sangat antusias dalam melaksanakan pesantren kilat ini, buktinya kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari ini diikuti oleh 181 peserta,” ujar Thawil.

Sementara Kepala Sekolah SMP 2 Manado Adeleida Kemur SPd yang didampingi Kepala Sekolah SMP Negeri  9 Drs Ruddy Lapian mengatakan,  dalam kegiatan pesantren Kilat yang diikuti oleh 181 siswa ini, ada 10 peserta yang mendapat hadiah terbaik diantaranya 10 peserta tersebut yakni Sindy Mokoagow, Safiq Suheli, Ayu Lestari, Hayati Buhari, Ersita Polapa, Wisnu Tente (SMP N 9), Maharani Sangaji, Wati Sangko (SMP N 9), Kismi Abubakar dan Rangga Marhaban. “Mereka masing-masing menerima hadiah dan piagam penghargaan,” pungkas Kemur yang diakan Lapian. (djamal/sutrisno)

SHS Resmikan GMIBM Kalfari Nanasi

MANADO, suara manadonews (06/07/2010)—Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang  (SHS), dalam kunjungannya ke Gereja GMIBM Kalfari Nanasi disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat Nanasi. Lebih Khusus bagi jemaat gereja GMIBM Kalfari Nanasi, yang mempunyai kerinduan begitu besar untuk bertemu langsung dengan Gubernur Sulut SH Sarundajang.

Kedatangan Gubernur Sulut SH Sarundajang telah lama di nanti-nantikan oleh jemaat GMIBM Kalfari sebagaimana disampaikan ketua Jemaat Gereja GMIBM Kalvari Pdt N Songkato-Watuseke MTh. Demikian halnya yang dirasakan oleh sangadi desa Nanasi.

Gubernur Sulut SH Sarundajang dalam sambutannya, sangat berterima kasih atas kesetiaan jemaat dan menurut SHS waktu tidak akan pernah menyurutkan rasa kecintaan kita selaku umat Tuhan Yesus Kristus selaku kepala gereja. SHS selanjutnya menanda-tangani peresmian gedung gereja Kalfari GMIBM Nanasi yang disaksikan langsung oleh Ketua Jemaat Gereja beserta Jemaat yang ada. (*/otnie)

Vicky-Ai Menyatu Dengan Warga di TPA dan Pasar

MANADO, suara manadonews (06/07/2010)—Jargon “Visioner dan Bersahaja” yang diusung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Manado, Dr Ir Vicky Lumentut dan Harley “Ai” Mangindaan (GSVL-Ai), benar-benar dinyatakan. Buktinya, usai beranjangsana dengan masyarakat yang bermukim di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Sumompo, kedua figur populis itu menemui para pedagang dan pembeli di pasar tradisional, Pasar Bersehati.  

Sembilan Bahan Pokok (Sembako) murah dan bisa dijangkau menjadi salah satu perhatian serius dari pasangan ini. Betapa tidak, gejolak Sembako yang semakin mahal telah membuat masyarakat semakin resah, pelak saja program-program guna untuk menekan harga sembako sudah dipersiapkan pasangan berjagon “Siap Maju” itu.

“Mengadakan program inovatif baru untuk sembako murah sudah waktunya kita kembangkan. Contohnya meningkatkan operasi pasar dan menurunkan harga sembako serta mengembangkan koprasi petani, program nyata seperti itu harus dilakukan,” ujar GSVL.

Lanjut dikatakan calon yang diusung Partai Demokrat itu, jika program-program itu benar-benar diilhami dan diterapkan kedepannya maka tidak mustahil sembako akan lebih terjangkau dan murah. "Jika program itu dikerjakan dengan sungguh-sungguh maka harga sembako, laju kenaikannya dapat juga ditekan, sehingga tidak akan melampaui kenaikan daya beli masyarakat," tambah Ai.

Sementara di TPA Sumompo, dengan kebersahajaan keduanya pun menyapa masyarakat di sana. GSVL-Ai pun disambut masyarakat yang sehari-harinya mengais rejeki di tempat tersebut. Spontan saja, sejumlah masyarakat pun menuturkan kecintaan mereka pada dua sosok ini. “Kalau menjadi pemimpin mesti merakyat seperti yang dilakukan Pak Vicky dan Bung Ai, tidak pandang bulu, suku dan ras serta status sosial. Pemimpin kedepan seperti inilah yang kami inginkan,” ujar Abut Ismail, salah satu pemulung.

GSVl-Ai dalam kunjugan itu pun saling berbagi kasih sayang dan menjaring aspirasi dari warga penghuni TPA diantaranya kesejahtraan dan jaminan kesehatan lainnya. “Kesejahteraan bagi warga pemulung harus kita upayakan kedepannya, disamping itu juga adanya jaminan kesehatan harus menjadi prioritas. Namun kesemuanya itu hanya akan berjalan jika kita semua bersatu kedepannya,” kata GSVL.

Untuk itu juga ketika kita akan menuju kota pariwisata dunia dan mengembankan pariwisata, isu lingkungan dan penanggulangan sampah harus terselesaikan. “Isu tak tertampung lagi sampah untuk warga Manado mesti kita carikan solusinya. Jika terus dibiarkan tidak mungkin polemik sampah yang pernah terjadi di daerah lalinnya juga akan terjadi wilayah kita,” tambah Ai. (*/tim media Vicky-Ai)

Senin, 05 Juli 2010

LOUIS - RIZALI Membangun Pariwisata Mulai dari SDM

MANADO, suara manadonews (05/07/2010)Sebagai kota yang memiliki tempat wisata yang eksotis dan sudah terkenal hingga ke mancanegara, sudah selayaknya Manado memiliki sekolah khusus pariwisata. Hal tersebut dikemukakan oleh Louis Nangoy, di sela-sela kesempatan diskusi rutin dengan Tim Relawan Louis-Rizali, di Media Center 1 Kelurahan Wawonasa. “Kita butuh pembangunan sektor pariwisata yang berkesinambungan, karena pariwisata bukan saja mesti ditunjang dengan infrastruktur tetapi juga faktor sumber daya manusianya yang mengelola sektor tersebut harus disiapkan,” ujar Louis.


Menurutnya, sekolah khusus pariwisata akan sangat menopang laju pertumbuhan kunjungan wisata, pengelolaan infrastruktur dan tata kelola manajemen pariwisata itu sendiri. “Kita butuh untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap mengelola pariwisata Manado, dengan rasa dan perspektif Manado itu sendiri. Jika hal ini terjadi, maka orang Manado akan menjadi tuan di rumahnya sendiri. Sebagai sebuah peradaban, saya pikir orang Manado tidak kurang dengan segala macam kemampuan tersebut, nah sekolah pariwisata adalah jawabannya,” sambung Louis.

Menurut pria yang maju sebagai Calon Walikota Manado 2010-2015 yang berpasangan dengan KH. Rizali M. Noor, saat ini memang ada sekolah seperti SMK yang memiliki jurusan pariwisata. Olehnya, dengan kehadiran sekolah khusus pariwisata, maka keberadaan SMK akan semakin menjadi kuat. “Guru-guru dan dosen-dosen kita di Manado banyak yang hebat dan bisa membagi pengetahuan mereka dalam hal pariwisata, bahkan selanjutnya kita sambung dengan perguruan tinggi yang sudah membuka jurusan pariwisata, sehingga pembangunan sektor pariwisata kita akan semakin handal,” tandasnya.

Bagi Louis, sekolah pariwisata akan mengubah arah pembangunan sektor pariwisata yang tidak terkonsep dengan baik, menjadi sebuah blue print yang menjadi dasar perencanaan. “Bayangkan, betapa anak didik kita sudah mendapatkan pelajaran sejak dini bagaimana pengelolaan manajemen pariwisata secara profesional dengan segala aspeknya. Olehnya saya yakin, pariwisata Manado akan memiliki eksistensi yang lebih baik lagi. Bahkan lebih dari itu, yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai yang lebih esensial tentang profesionalisme kepada anak didik lewat sekolah pariwisata tersebut, bahwa dengan pengelolaan parieisata yang baik orang bisa mencari nafkah lewat sektor itu dengan baik,” pungkas Louis.

Obyek-obyek wisata di Manado yang beragam, jika dikelola dengan profesional akan menjadi daya tarik tersendiri, seperti obyek wisata alam yakni Taman Nasional Laut Bunaken, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Manado Tua, Gunung Tumpa dan air terjun susun. Obyek wisata religi diantaranya Oude Kerk atau yang biasa disebut Gereja Tua GMIM Sentrum, Klenteng Ban Hing Kong. Obyek wisata sejarah diantaranya Batu Sumanti, Batu Bantik, Batu Buaya, Batu Kuangang, Veld Boog Belanda, Monumen Tentara Sekutu, Waruga Dotulolong Lasut, kuburan belnada serta monumen Jepang, dan obyek wisata lainnya.(*/denny)

Minggu, 04 Juli 2010

RML Hentak Tomohon

Tim Independen RML-HP Terbentuk
TOMOHON, suara manadonews (04/07/2010)Ketokohan sang birokrat Drs Ramoy Markus Luntungan (RML), dimata masyarakat Kota Bunga Tomohon tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, Jumat (2/7) pekan lalu.  RML seakan mampu “menghipnotis” masyarakat Kota Tomohon dengan kualifikasinya sebagai birokrat ulung di saat melantik Tim Pemenangan Independent yang beranggotakan ribuan massa pendukung calon Gubernur bernomor Urut Satu ini.

Turut hadir dalam pelaksanaan pelantikan tim pemenangan independent ini, Jurkam  (Juru Kampanye) terbaik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sulut, Djendry Keintjem SH MH, istri tercinta RML, Ny HR Lunungan-Mawuntu SPd yang juga diklaim merupakan warga Tomohon. Selain itu, ribuan warga Tomohon yang tergabung dalam tim relawan independen pemenangan RML-HP.
Dalam sambutannya, RML yang juga saat ini menjabat sebagai Bupati pilihan rakyat yang pertama di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menunjukkan kepiawaiannya berkata-kata dihadapan massa pendukungnnya. Diawali dengan ucapan terimah kasih RML terhadap seluruh masyarakat Kota Tomohon, yang meluangkan waktunya untuk menghadiri, bahkan mendukung RML-HP untuk maju dalam Pilkada Gubernur periode 2010-2015.

Selanjutnya RML mengatakan bahwa sebenarnya dirinya (RML-red) juga merupakan tokoh pemekaran yang selalu memperjuangkan keinginan dan aspirasi masyarakat untuk menjadi kabupaten otonom. “ Buktinya kabupaten Minahasa Selatan walau-pun masih seumur jagung telah “merelakan” embrio kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), digulirkan. Bahkan mengawal hingga ke proses penetapan, selain itu saat ini pihaknya sementara mempersiapkan pembentukan kabupaten Minahasa Selatan Atas (Minsela) untuk kembali dimekarkan,” kata Luntungan yang berhasil menempati posisi terbaik pada saat mengikuti pendidikan di Lemhanas.

Dalam hajatan tersebut, RML melantik Tim pemenangan independet Kota Tomohon yang dinahkodai oleh Drs Robby Pelealu sebagai ketua, Stevi Tampi SE sebagai Sekretaris , Bendahara Vecky Oroh dan yang bertindak sebagai koordinator Media Centre, Recky Kumentas SE yang juga merupakan salah satu aktivis vokal kota Tomohon. Yang menarik, dari tim independent RML-HP Kota Tomohon juga didukung oleh sejumlah partai diantaranya partai Pelopor, Partai Gerindra dan PPRN.

RML berpesan, agar supaya tim ini mampu bekerja secara maksimal dan tidak melakukan aksi-aksi yang tidak terpuji yakni fitna terhadap calon lainnya, maupun black campaign. “Saya tau, Kota Tomohon merupakan Kota Pendidikan dan religius, sehingga tingkat pengetahuan masyarakat sudah tinggi. Oleh sebab itu marilah kita bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” tutup Luntungan.

Sementara itu, Ketua Tim Independent RML-HP Kota Tomohon, Drs Robby Pelealu didampingi Koordinator Media Centre, Recky Kumentas SE berharap, agar tim ini menjadi satu kekuatan solid yang tidak mudah dipengaruhi oleh tindakan-tindakan yang tidak terpuji, sehingga perjalan tim ini menjadi contoh. Bahkan mampu memberikan pembelajaran politik yang baik buat masyarakat Kota Tomohon. “ Mari kita berjuang memenangkan RML-HP, jika ingin masyarakat Sulut Khususnya Kota Tomohon menjadi lebih baik,” ajak keduannya. (toy/inox)

Polres Minahasa Peringati HUT Bhayangkara ke-64

Herman: Polisi Merupakan Mitra Masyarakat
TONDANO, suara manadonews (04/07/2010)Pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Bhayangkara, diperingati khusus oleh segenap aparat Kepolisian yang ada di seluruh pelosok Indonesia. Peristiwa bersejarah yang jatuh setiap tanggal 1 Juli ini juga dirasakan oleh Kepolisian Resort (Polres) Minahasa yang diperingati lewat sejumlah acara penting. Diawali dengan pelaksanaan upacara yang di pimpin oleh Kapolres Minahasa, AKBP WD Herman SIK MSi yang dihadiri oleh Bupati Minahasa, Drs Stefanus Vreeke Runtu (SVR), Kejari Tondano, Dandim Minahasa beserta seluruh staf Polres Minahasa. Pelaksanaan Upacara ini dilaksanakan di lapangan Mapolres Minahasa.

Uniknya, pelaksanaan upacara HUT Bhayangkara ini dihadiri oleh ribuan masyarakat yang tergabung dalam komunitas ojek seluruh Minahasa binaan Polres Minahasa. Selesai pelaksanaan Upacara, ribuan ojek melakukan pawai mengitari Kota Tondano dengan menunjukkan budaya tertib lalu lintas, yang dipimpin oleh Kepala Satuan (Kasat) Lalulintas Polres Minahasa, AKP Muhamad Islam, beserta seluruh jajaran Satlantas Polres Minahasa.

Pelaksanaan HUT Kepolisian ini juga diperingati dengan bentuk syukuran yang dilaksanakan di Aula Tansatrisna Mapolres Minahasa, ditandai dengan pemotongan tempeng dan memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota polisi yang berprestasi, serta memberikan hadiah kepada tiga Desa. Yaitu untuk pemenang pertama di raih Desa Kombi kecamatan Kombi, pemenang ke dua Desa Kamanga kecamatan Tompaso dan Desa Wulauan kecamatan Tondano Utara, yang berhasil memenangkan lomba pos kamling dan masing masing Desa mendapatkan TV .

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Minahasa, AKBP WD Herman SIK MSi dalam sambutannya menegaskan, bahwa sesuai dengan tema HUT Bhayangkara ke-64 tahun 2010 ini mengambil tema yakni, ‘Membangun Karakter Melalui Kepemimpinan yang Unggul Kemitraan, Profesionalisme dan Etika Prima’. Maka sangat diharapkan setiap personil kepolisian wajib menunjukkan kepribadian yang baik, sehingga menjadi polisi yang bermoral dan beretika, sehingga semakin menunjukkan pelayanan yang prima bagi masyarakat di Minahasa.

“Ini nantinya akan membuat kepercayaan kepada kepolisian semakin meningkat dan tidak menimbulkan komplein lagi dari masyarakat terhadap tugas dan tanggung-jawab sebagai Polisi,” katanya, sembari menambahkan bahwa, sebaiknya setiap anggota Polisi dapat mengintrospeksi diri, dan jika dimasa lalu terdapat kesalahan harus diperbaiki.

Oleh sebab itu, Herman berharap agar, masyarakat khususnya anggota Purnawirawan kepolisian dapat memberikan masukan, dorongan bahkan kritikan membangun demi kemajuan kita bersama. Syukuran itu dirayakan dengan pemotongan Tumpeng oleh Kapolres Minahasa bersama istri, yang adalah Ketua Bhayangkari Minahanasa Ny Eka Herman.

Diketahui, sejak dipimpin oleh AKBP WD Herman SIK MSi, Polres Minahasa mengalami sejumlah peningkatan prestasi dalam penanganan kasus. Untuk triwulan pertama di banding tahun 2009, Polres Minahasa berhasil naik mencapai 40 persen dalam penyelesaian kasus. Sedangkan untuk tindak pelanggaran Lalu-Lintas semakin di tekan.

Selanjutnya Kapolres berhasil melakukan upaya-upaya pendekatan dengan masyarakat, di bidang sosial ini terbukti dengan disepakatinya ikrar ojek dalam berlalulintas, serta kemitraan Polisi dengan masyarakat juga organisasi sosial, misalnya pemuda lintas agama. “Kiranya masyarakat Minahasa dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian, dalam menciptakan ketentraman bersama. Sehingga setiap permasalahan baik itu pelanggaran, maupun masalah pidana dapat kita tekan seminimal mungkin,” pungkas Herman. (raynold loing)






KGPM Kawangkoan Gelar Sidang Raya

Dibuka Gubernur Sulut SH Sarundajang
TONDANO, suara manadonews (04/07/2010)Sidang Raya (SR) Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) ke-32, di gelar di Kota Kacang, Kawangkoan. Pelaksanaan hajatan terakbar tahunan warga gereja KGPM ini dilaksanakan di jemaat Sentrum Kawangkoan yang dibuka, Rabu (30/6) hingga Minggu (4/7), oleh Gubernur Sulawesi Utara, Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS). Turut hadir dalam sidang raya kali ini, Presiden Gereja-gereja se-dunia DR EA Nababan, Ketua PGI, ketua Sinode GMIM Pdt PM Tampi STh MSi, Muspida Provinsi, Bupati Minahasa Drs Stefanus Vreeke Runtu (SVR), yang di wakili oleh Asisten I Pemkab Minahasa, Pimpinan MUI Provinsi Sulut serta pimpinan BKSAUA Sulut.

Gubernur Sulut, Drs Sinyo H Sarundajang dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih terhadap seluruh pimpinan KGPM dalam melaksanakan Sidang Raya ini, yang merupakan agenda lima tahunan. SHS juga berharap, agar supaya selain memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar maupun pemerintah, sidang raya ini mampu memikirkan, membahas bahkan merekomendasikan bahan-bahan kajian yang berhubungan dengan lingkungan yang ada di Sulawesi Utara. “Sidang harus tampil memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat, selain tugas organisasi gereja yang sudah ditetapkan dalam pelaksanaan aturan sidang raya ini,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua Panitia Pelaksanaan Sidang Raya, Tenny Assa kepada Suara Manadonews menjelaskan, bahwa pelaksanaan Sidang Raya ini melibatkan ratusan jemaat yang mengutus perutusannya untuk mengikuti sidang raya yang agendanya membahas organisatoris kepimpinan KGPM ke depan. Selain itu untuk hal-hal yang direkomendasikan oleh pemerintah melalui Gubernur Sulut, akan tetap menjadi prioritas pembahasan.

Pelaksanaan Sidang Raya KGPM ke-32 ini melibatkan seluruh jemaat KGPM yang tersebar diseluruh Indonesia yakni 214 sidang, 27 wilayah dan setia sidang mengikut-sertakan delapan jemaat.”Kami juga melibatkan seluruh jemaat, bahkan jemaat gereja lain dalam hal akomodasi tempat tinggal,” pungkas Assa yang dikenal wartawan media lokal di Sulut ini. (raynold loing)