Jumat, 02 Juli 2010

Diduga Alergi Wartawan, Kabid Dikdasmen Bolmong Diminta Dicopot

Bupati Moha Harus Bertindak Tegas
BOLMONG, suara manadonews (02/07/2010)—Sikap yang tidak pantas diperlihatkan kepada publik, yang menimbulkan satu pertanyaan besar oleh beberapa watawan yang sedang meliput proses kinerja dari Dinas Pendidikan Bolmong ,yang dipimpin oleh Hj Ulva Paputungan, menjadi pembicaraan sangat santer terdengar para wartawan yang ada . Pasalnya, salah satu Kabid Dikdasmen yang berinisial UM terindikasi Alergi wartawan dan tidak pantas menjadi panutan .

Pasalnya, beberapa pekan lalu ,oknum tersebut sering mengatakan bahwa wartawan ini tidak perlu di layani, karena hanya menjadi racun dan biang kerok pemberitaan miring menyangkut kinerja dinas pendidikan. Lebih parahnya lagi, oknum tersebut selalu menghindar ketika ditemui wartawan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, ada apa dengan oknum UM yang tidak mau menerima maksud konfirmasi dari para wartawan?. Padahal sebenarnya wartawan adalah mitra dari pemerintah, sebagai kontrol sosial dan pembawa informasi bagi pemerintah.

Dengan adanya permasalahan ini, mendapat tanggapan dari para LSM yang ada di Bolaang Mongondow, seperti yang disampaikan Ketua LSM Masjid Indonesia Herry Lasabuda mengatakan, permasalahan ini butuh perhatian serius dari pemerintah, dalam hal ini Bupati Bolaang Mongondow Ny Hj Marlina Moha Siahaan, minta ditindak lanjuti karakter pejabat yang terindikasi alergi wartawan. “Padahal sebenarnya wartawan adalah mitra dari pemerintah sebagai pembawa informasi dari kinerja para eksekutif dalam menjalankan tugas, yang di duga sudah keluar dari mekanisme aturan yang ada, yang terindikasi sarat kepentingan tertentu,” ujar Lasabuda .

Ia juga mengatakan, kalau tidakmmau dikritisi, maka bekerjalah sesuai dengan Tugas Pokok dan fungsi ( Tupoksi ) yang ada. Bukan harus mengganggap wartawan sebagai pemicu masalah dan pembawa pemberitaan miring yang di terbitkan.

Lasabuda berharap, Bupati Bolaang Mongondow mencopot oknum pejabat yang mempunyai gelagak seperti ini, terlebih saat masyarakat butuh pelayanan yang maksimal sebagai bukti atas kinerja dari para pejabat dalam menjalankan tugas, bukan hanya duduk saja di kursi empuuk dan menerima penghasilan buta. “Kasihan kan masyarakat kalau karakter pejabat seperti ini. Otomatis ini akan berdampak buruk bagi pemerintah. Dan menimbulkan permasalahan baru, dan dapat merugikan pemerintah itu sendiri, yang dipimpin oleh Ny Hj Marlina Moha Siahaan yang saat ini sebagai calon kandidat kuat Wakil Gubernur Sulut dari Partai Golkar,” pungkas Lasabuda.

Dari hasil pantauan wartawan, terindikasi oknum UM kebakaran jenggot ketika beberapa pekan lalu banyaknya pemberitaan yang menerbitkan indikasi penyimpangan yang terjadi di ruang lingkup Diknas Pendidikan Bolaang Mongondow. Dan dengan dasar itu kemungkinan tidak menerima dan menggap wartawan sebagai biang pemicu, sampai-sampai di mata UM wartawan bukan sebagai Mitra, akan tetapi racun buat para pejabat di lingkaran Diknas itu sendiri.

Diketahui UM lakukan perjalanan keluar daerah bersama dua ratus guru se-Bolaang Mongondow ke Jakarta. Yang terindikasi tidak diagendakan dalam program studi banding. Bahkan diduga setiap guru di tuntut harus menyetor uang sebesar Rp 5 juta, sebagai biaya administrasi perjalanan yang sarat bermuatan kepentingan tertentu dari oknum tersebut.

Ironisnya ketika di konfirmasi oknum UM, selalu menghindar dari kejaran para wartawan, akan tetapi sampai berita ini diterbitkan oknum UM sangat sulit di temui. (hengki maliki)

T2 : KTNA Harus Jadi Wadah Komunikasi dan Menyalurkan Aspirasi Petani-Nelayan

Hadiri Mimbar Sarasehan KTNA Mitra

RATAHAN, suara manadonews (02/07/2010)—Dengan bertemakan “Pemulihan Kelembagaan Petani Nelayan”, Kamis (01/7) bertempat di gedung kantor Bupati Mitra Kelurahan Pasan kecamatan Ratahan, Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan,dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Minahasa Tenggara menggelar mimbar sarasehan Kelompok Kontak Tani Nelayan (KTNA). Sebagai bentuk kerjasama konkrit dalam peningkatan fungsi koordinasi lintas sektoral, baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten untuk menyikapi berbagai permasalahan pembangunan di bidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Eddy Tololiu menyampaikan, tujuan kegiatan ini yaitu untuk menumbuh-kembangkan kerjasama antar dan inter petani-nelayan, petani nelayan dengan pihak lain, forum konsultasi dan dialog antar Kelompok KTNA dengan pemerintah yang nantinya menghasilkan kesepakatan-kesepakatan.

“Untuk membangun watak petani nelayan yang beretos kerja tinggi, dibutuhkn kedisiplinan, produktif, berkualitas, hemat dan mandiri, serta beperilaku mulia dalam kehidupan,” ujar Tololiu.

Output lain yang ingin dicapai lanjutnya adalah, adanya dukungan komitmen dari pihak terkait, baik dari pemerintah maupun dari swasta, dukungan yang lebih dari upaya penguatan kelembagaan petani dan stimulasi pendanaan. Sehingga provitas yang dihasilkan meningkat secara signifikan.  “Sebab adanya jaminan harga komoditi yang pada akhirnya kesejahteraan pelaku utama dan pelaku usaha berangsur-angsur dapat ditinggalkan,” tandasnya.

Bupati Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung (T2) dalam sambutannya, menyampaikan beberapa harapan diantaranya, para penyuluh dan aparat pertanian agar senantiasa terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta profesionalisme sebagai modal pelaksana pendamping kepada kepada petani-nelayan. “Menjadikan KTNA sebagai wadah komunikasi dan tempat menyalurkan aspirasi petani-nelayan.  Sehingga berbagai permasalahan dihadapi oleh petani-nelayan  dapat dipecahkan,” ujar T2.

Selain itu lanjut Bupati pilihan pertama rakyat Mitra ini, KTNA diharapkan menjadikan kegiatan mimbar sarasehan sebagai ajang penyampaian aspirasi para petani-nelayan dan upaya pemecahannya.  Bahkan diharapkan menjadi pemangku kepentingan, sebab itu diminta, peran serta untuk bersama-sama mendukung Pemkab Mitra untuk melaksanakan pembangunan yang mengoptimalkan sumberdaya dan wawasan lingkungan.  “Kita harus berusaha mengandalkan TUHAN dan saya sangat merindukan supaya kabupaten Mitra DIPULIHKAN,” tandasnya.

Peserta kegiatan ini adalah pengurus KTNA kabupaten  Mitra, Pengurus Kelompok Tani dan Nelayan se-Minahasa Tenggara dengan jumlah Kelompok Tani-Nelayan kurang lebih 590 Kelompok, Pemerintah/Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Anggota DPRD Kabupaten Mitra dan KTNA Nasional  Andalan Nasional.

Dr Elly Engelbert Lasut ME (E2L) yang juga adalah Calon Gubernur Sulut menjadi narasumber dalam sarasehan ini, diungkapkannya, bahwa ada tiga poin yang paling penting yang harus diperhatikan dalam peningkatan mutu pertanian adalah infrastruktur, motivasi dan upaya. “Bila infrastruktur memadai, akfifitas petani juga lancar,” pungkas Bupati Kepulauan Talaud ini. (*/otnie)

Gubernur Hadiri Peringatan ke – 61 Wafat Sam Ratulangi

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—Peringatan ke – 61 Wafatnya DR GSSJ Ratulangi, diperingati oleh keluarga Pahlawan Nasional tersebut, di makam Sam Ratulangi di Tondano Minahasa, Rabu (30/06). Walaupun peringatan kali ini hanya dilaksanaklan secara sederhana, namun memiliki makna yang sungguh besar.

Salah satu putri bungsu Sam Ratulangi Ny Uki Sudjoko Ratulangi ketika mewakili keluarga mengungkapkan kenangan indah besama orang tua semasa hidupnya. Om Sam sapaan akrab dari DR Sam Ratulangi merupakan sosok seorang ayah yang sangat familiar bagi keluarga dan orang lain.

Selama study di luar negeri (Belanda) Sam Ratulangi muda bersama rekan–rekan mahasiswa Indonesia di Belanda telah berjuang untuk Indonesia. sekembalinya di tanah air, Om Sam terus melakukan perjuangannya bersama para tokoh nasional lainnya untuk mengisi kemerdekaan RI.

“Saat itu Om Sam sering mendapat perlakuan tidak baik dari Belanda, beliau sering di buang ke daerah–daerah terpencil. Namun dengan semangat pantang menyerah 'tole' Tondano ini terus melakukan perlawanan kepada Belanda,” ujar Ny Uki Ratulangi. Ny Uki juga berterima kasih karena perjuangan Om Sam hingga kini telah menjadi motivator bagi kemajuan pendidikan di Sulut bahkan nasional.

Gubernur Sulut SH Sarundajang mengatakan, ketokohan Sam Ratulangi tidak lagi menjadi milik keluarga, tetapi sudah menjadi milik banyak orang. Banyak buah pikiran Sam Ratulangi telah menjadi inspirator para pemikir di tanah air. “Bahkan saya sendiri yang saat ini sedang mengambil program Doktor di Universitas Gadjah mada mengambil judul tesisnya dari buah pikiran Om Sam,” tandas Gubernur.

“Karena itu di peringatan ke – 61 wafatnya DR Sam Ratulangi kali ini, marilah kita semua terus berdoa agar perjuangan Sam Ratulangi akan terus terpatri di lubuk hati sanubari kita semua,” ajak SHS yang juga calon Gubernur Sulut yang berpasangan dengan Djauhari Kansil.

Usai memberikan sambutan, Gubernur bersama undangan lainnya melihat langsung foto–foto dokumenter Sam Ratulangi mulai masa dari kecilnya bersekolah di Tondano, masa perjuangan bersama tokoh nasional dan Presiden RI DR Soekarno, hingga foto wafatnya Sam Ratulangi yang meninggal dunia di Jakarta dan di bawah ke kampung halamannya Tondano, melalui kapal SWARTENHONDT dari pelabuhan Manado. (*/otnie)

SHS : Mata Pelajaran Matematika Tidak Membosankan

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang (SHS) mengakui, bagi pelajar dan mahasiswa yang mau memiliki ketajaman berpikir dan kemampuan analisis hendaknya harus menguasasi mata pelajaran matematika. Sebab matematika merupakan ilmu dasar dari pengembangan sains (basic of science) dan sangat berguna dalam setiap aspek kehidupan.

Pengakuan Sarundajang itu disampaikannya saat membuka Konferensi Nasional Matematika ke – 15 dan Kongres Himpunan Matematika Indonesia yang digelar Universitas Negeri Manado (Unima) di Hotel Sutanraja Watutumou Kecamatan Kalawat Kabupaten Minut, Rabu, (30/06) lalu.

Menurut Gubernur, ada sebagian orang menganggab mata pelajaran matematika merupakan ilmu yang sulit dan membosankan, karena lebih bersifat abstrak dan hanya berisi hafalan dari sekian banyak rumus sehingga menimbulkan antipati untuk mempelajarinya, mitos demikian dikatakan Sarundajang harus di hilangkang.

“Sebaliknya justeru kalau kita menguasai matematika otak kita akan lebih cerdas serta kemampuan analisisnya akan lebih tajam sehingga tidak membosankan, Sambil memberi contoh bahwa Sam Ratulangi salah seorang tokoh nasional yang berasal dari Sulut merupakan satu-satunya DR Matematika pertama yang dimiliki Indonesia pada waktu itu,” ujar Sarundajang.

Contoh lain yang diangkat Sarundajang seperti Albert Einstein, tokoh fisika terbesar abad ke - 20 menyatakan bahwa matematika adalah senjata utama dirinya dalam merumuskan konsep relativitasnya yang sangat terkenal itu.

Diakhir sambutannya Gubernur Sarundajang mengharapkan, kiranya hasil dari konferensi dan kongres ini akan memberikan kontribusi positif bagi upaya menggairahkan minat pelajar dan mahasiswa untuk mempelajari matematika.

Presiden Himpunan Matematika Indonesia Prof DR Widodo menyebutkan seminar-seminar matematika kiranya terus digalakan mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi hingga ke tingkat nasional. Ia juga mengatakan Konferensi Nasional kali ini akan memilih pengurus baru.

Sementara Rektor Unima DR Ph EA Tuerah MSi DEA menambahkan, tema pelaksanaan dua kegiatan berskala nasional ini yakni “matematika hidup untuk menghidupkan ilmu lain.”  (*/otnie) 

Sarundajang : LHKPN Merupakan Kewajiban Setiap Pejabat

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—Sejalan dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), maka tuntutan ini sudah menjadi kewajiban semua aparatur pemerintah tanpa terkecuali, termasuk para pejabat Negara di Sulawesi Utara. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulut, Sinyo H Sarundajang ketika menghadiri Deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di ruang Huyula, Rabu (30/6).

Kegiatan ini menurut Sarundajang, dimaksudkan agar proses penciptaan pemerintahan yang bersih, tidak terkesan hanya “tebang pilih”, sehingga dalam implementasinya mampu memberikan kepastian hukum, kepastian sistem dan kepastian mekanisme kepada segenap komponen warga masyarakat, sebagai perwujudan kesetaraan hak dan kewajiban warga Negara yang sama dihadapan hukum dan pemerintahan.

Kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan beberapa hal kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI antara lain, bahwa pada tahun 2009, pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berhasil mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari pemerintah pusat.

Sarundajang menambahkan, Seluruh aktifitas pemerintahan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, seluruh informasi telah diungkapkan sesuai keadaan yang sebenarnya, system pengendalian intern dapat dipercaya keandalannya dan laporan keuangan telah disusun sesuai standar akuntasi pemerintahan.

Tercatat hasil kekayaan para pejabat di Sulawesi Utara, mulai dari S. H. Sarundajang sebesar Rp. 7.531.169.510,-, Walikota Kota Kotamobagu, Drs. H. Djelantik Mokodompit sebesar Rp. 5.875.637.476,-, Wakil Walikota Kota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara sebesar Rp. 1. 352.986.500,-, Bupati BolMut, Drs. Hi. Hamdan Datunsolang sebesar Rp. 2.706.782.573,-, Wakil Bupati BolMut, Drs. Hi. Depri Pontoh sebesar Rp. 1.040.090.000,-, Walikota Bitung, Hanny Sondakh sebesar Rp. 17.115.773.572,- serta Wakil Walikota Bitung, Robert K. Lahindo, SH, M.Si sebesar Rp. 626.740.000,-.

Dalam deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) tersebut, Plt Ketua KPK RI, Haryono menyampaikan apresiasinya terhadap Gubernur dan pemerinath Propinsi Sulut atas perolehan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) karena mekanisme sistem pengelolaan keuangan yang baik.

Hadir pada deklarasi LHKPN yakni Walikota Kotamobagu dan Wakilnya Drs H Jelantik Mokodompit dan Ir. Tatong Bara dan Bupati Bolmut dan Wakilnya Hamdan Datunsolang dan Depri Pontoh, Wakil Walikota Bitung Robert Lahindo serta pejabat Eselon II dan III dilingkungan Pemprov Sulut. (*/otnie) 

Kamis, 01 Juli 2010

Liow : TKI Wajib Dikembalikan Oleh Dewan

BITUNG, suara manadonews (01/07/2010)—Masih ingan dana Tunjangan Komunikasi Intensif  (TKI) dewan yang disalurkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 37 tahun 2006 lalu, oleh Mahkamah Agung (MA) RI memutuskan untuk wajib dikembalikan. Keputusan untuk wajib mengembalikan dana tersebut tertuang dalam putusan MA RI no 17/P7/PUM/2009 tanggal 18 Juni 2009 terhadap permohonan hak uji materiil PP nomor 21 tahun 2007.

Kepala Sub Bagian Humas dan Informasi pada Sekretariat Dewan Stenly Liow SE ketika dikonfirmasi membenarkan ada putusan MA RI tersebut. “Betul, memang dalam putusan MA itu dinyatakan agar anggora Dewan wajib mengembalikan dana TKI yang pernah mereka terima lalu,” ungkap Liow.

Dikatakan Liow, adanya putusan itu terungkap saat pihaknya mengikuti kegiatan orientasi dan work shop Asosiasi Sekretaris DPRD kabupaten/kota se Indonesia (Adeksi) yang diadakan di hotel Sintesa Peninsula Manado pada 17 – 20 Juni lalu. “Dimana dikatakan, bahwa kedudukan TKI sebagai penghasilan pimpinan dan anggota DPRD dalam kontek meningkatkan komunikasi dengan konstituen, serta merasionalkan besaran uang paket disesuaikan dengan kebutuhan dan menghindari adanya upaya-upaya untuk menambah penghasilan pimpinan dan anggota,” tandasnya.

Keputusan tentang pengembalian dana TKI, juga disebutkan dalam surat Menteri Dalam Negeri nomor 555/1757/SJ tentang pengembalian TKI dan dana operasional (DO). “Maka ketentuan pasal 29A PP nomor 21 tahun 2007 tetap berlaku sehingga pimpinan dan anggota DPRD masa bakti 2004-2009 yang telah menerima DO berdasarkan PP 37 tahun 2006 yang belum melakukan pengembalian tetap berkewajiban mengembalikan,” tukas Liow.

Menanggapi hal ini, tokoh pemuda Hendra Ngabito meminta agar pihak pimpinan dan anggota DPRD priode 2004-2009 yang telah menerimanya untuk segera mengembalikan dana tersebut. “Karena sudah ada putusan MA dan keputusan Mendagri soal wajib mengembalikan dana TKI, sebaiknya dana itu dikembalikan,” tegasnya.

Karena, kata Ngabito, kalau tidak dikembalikan maka ia mendesak agar pihak Kepolisian maupun Kejaksaan untuk dapat menindak tegas para pimpinan dan anggota DPRD yang tidak mengembalikan uang negara yang nota bene milik rakyat. “Saya minta kepolisian dan kejaksanaan untuk melakukan pemeriksaan atas pimpinan dan anggota Dewan yang tidak mengembalikan dana tersebut,” desaknya. (ayu dewi)

Polairud Amankan Kapal Filipina Bermuatan 3 Ton Hiu Segar

Diduga Lakukan Illegal Fishing
BITUNG, suara manadonews (01/07/2010)—Diduga melakukan illegal fishing, kapal jenis pambot F/B George GT 20 berbendera Filipina diamankan oleh Polisi Air dan Udara (Polairu) Polda Sulut, pekan lalu bersama dengan hasil tangkapan 3 ton ikan segar jenis Hiu.

Kapal F/B George ditangkap di perairan Kepulauan Marore Kabupaten Sangihe, beserta dengan 6 orang ABK tanpa memiliki kelengkapan dokumen. 6 ABK asal Filipina ini masing-masing beridentitas Arnel Comoco (Kapten kapal,red), Rael Pascual, Elizer Joener, Loding Pisi, Anton Yacon dan Hadjiban Dikbal.

Dikofirmasikan kepada Direktur Polairud, Kombes Tubuh Musyerah melalui Kepala Seksi Penindakan Hukum (Kasie Gakum) Kompol Pepen Sumpena, baru-baru. Sumpena mengatakan, kapal berbendera Filipina ini diamankan karena melanggar UU Perikanan, UU pelayaran dan keimigrasian. “Penagkapan ini dilakukan karena kapal jenis panbot ini tidak dilengkapi dengan ijin penangkapan ikan Surat Ijin Usaha Perikanan (SIUP), dan telah melanggar undang-undang yang berlaku,” tandas Sumpena

Dirinya juga mengatakan, setelah diamankan pada Kamis (24/06) lalu diperairan Marore (pulau Marore Kabupaten Sangihe,red), kapal tersebut baru tiba di Bitung pada Sabtu (26/06) lalu setelah ditarik oleh kapal operasi milik Polairud KP Baladewa 521. “Setelah tiba di Bitung Sabtu (26/06) lalu, para ABK langsung diperiksa untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” pungkas Sumpena. (ayu dewi) 

Kecipratan Rp 450 Juta, Bitung Segera Dibangun Pasar Ikan

BITUNG, suara manadonews (01/07/2010)—Kota Bitung bakal miliki pasar ikan segar. Hal tersebut menyusul adanya bantuan sebesar Rp 450 juta dari Direktorat  Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pemasaran pada Kementian Kelautan dan Perikanan dalam program seribu pasar. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung, Ir Hengky Wowor kepada para wartawan belum lama berselang di Bitung.

Dikatakan Wowor, Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pemasaran pada Kementian Kelautan dan Perikanan pusat telah menghubungi pihaknya mengenai dana Rp 450 juta untuk pembangunan pasar ikan segar di Kota Bitung. “ Beberapa waktu lalu Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pemasaran pada Kementian Kelautan dan Perikanan menyampaikan bahwa Kota Bitung masuk dalam program seribu pasar,” tutur Wowor.

Mengenai informasi tersebut, Wowor mengatakan, dirinya sudah menyampaikan hal tersebut kepada Walikota Bitung, Hanny Sondahk. Sesuai dengan petunjuk Walikota, pembangunan pasar ikan segar akan dipusatkan di Kelurahan Sagerat. “Bantuan pembangunan pasar ikan segar ini, telah disampaikan kepada Walikota. Penyediaan lahan seluruh diserahkan kepada Pemerintah Kota Bitung,” imbuh Wowor

Selanjutnya Wowor mengatakan, usai pembangunan pasar ikan segar pihaknya akan langsung menyerahkan kepada Dinas Pasar untuk mengelolahnya. Karena menurutnya, Dinas Kelautan dan Perikanan hanya sebatas penerima bantuan. “Kalau pengelolahannya akan langsung diserahkan kepada Dinas Pasar sebagai instansi yang berwenang,” tambah Wowor.

Walikota Bitung, Hanny Sondakh (Hanson) ketika dikonfirmasi mengenai bantuan dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pemasaran pada Kementian Kelautan dan Perikanan Pusat, Hanson menyampaikan terima kasih, kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Pusat yang memperhatiakn Kota Bitung dengan dana bantuan Rp 450 juta untuk membangun pasar ikan segar. “Apresiasi diberiakn kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menyalurkan dana untuk pembangunan pasar ikan segar untuk Kota Bitung,” tukas Sondakh. (ayu dewi) 

Hanson Minta Warga Bitung Amankan Pemilukada

BITUNG, suara manadonews (01/07/2010)—Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur maupun Walikota dan Wakil Walikota Bitung telah didepan mata. Untuk itu kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat menjaga keamanan pesta demokrasi lima tahunan ini, agar dapat berkalan dengan lancar dan aman. Hal ini dikatakan Walikota Bitung Hanny Sondakh (Hanson) kepada seluruh warga Bitung, baru-baru di Bitung.

Dikatakan Sondakh, pelaksanaan Pemilukada yang telah didepan mata ini adalah pesta dekokrasi, untuk itu biarlah demokrasi itu berjalan sesuai dengan semestinya. Karena itu kepada seluruh warga Bitung untuk dapat melaksanakan pesta demokrasi ini dengan aman. “Dihimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bisa menjadikan Pemilukada Gubernur ataupun Pemilukada Walikota sebagai Pemilukada yang aman,” ujar Sondakh.

Sementara itu terkait dengan pengamanan Pemilukada Gubernur Sulut ataupun Walikota Bitung, Kapolresta Bitung AKBP Suseno Nurhandoko SIK mengatakan, pihaknya telah siap untuk mengamankan pelaksanaan Pemilukada Gubernur Sulut ataupun Pemilukada Walikota Bitung. “Pokoknya Polres Kota Bitung telah mempersiapkan pengamanan untuk pelaksanaan Pemilukada Gubernur Sulut ataupun Pemilukada Walikota Bitung. Bahkan untuk pengamanan Pemilukada Walikota Bitung dan Wakil Walikota, Polresta Bitung akan mempersiapkan dengan penambahan personil pengamanan dari Polres Minahasa Utara,” tandas Nurhandoko. (ayu dewi)

Lomban Ajak Warga Bitung Lestarikan Lingkungan

BITUNG, suara manadonews (01/07/2010)—Sekertaris Kota (Sekot) Bitung, Max J Lomban SE MSi mengajak seluruh warga Bitung untuk bersama-sama melestarikan lingkungan. Hal ini dikatakan Lomban disela-sela kegaitan syukuran Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung bersama dengan warga masyarakat Bitung atas diterimanya Anugerah Adipura yang ke 4, di rumah dinas Walikota Bitung belum lama berselang.

Dikatakan Lomban, perlu ada kesadaran yang tinggi bagi seluruh warga Bitung untuk melestarikan lingkungan. Ini mengingat bahwa Indonesia merupakan satu dari tiga yang ditetapkan sebagai paru -paru dunia selain hutan Amazon Brazil dan Kongo. “Pentingnya pelestraian lingkungan hidup bagi kehidupan saat ini dan masa yang akan datang mengingat sebagai salah satu paru-paru dunia, berada di Indonesia, didalamnya Kota Bitung,” ujarnya.

Lebih lanjut Lomban mengingatkan, jika lingkungan tidak dijaga dengan baik hal tersebut bisa berdampak pada pemanasan global atau global warming, kekurangan oksigen, penipisan lapisan ozon, pencemaran udara, air, dan tanah serta musnahnya species hewan dan tumbuhan. “Marilah kita secara bersama-sama untuk menjaga lingkungan dan selamatkan bumi karena jika kita tidak peka terhadap bumi dan alam sekitar akan mengakibatkan kerusakan bumi yang lebih parah,” tandas Lomban mengingatkan.

Untuk itu juga Lomban meminta, kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menglolah sampah dengan lebih bijak. Karena menurutnya, salah satu yang mengakibatkan kerusakan bumi adalah sampah. “Salah satu cara melestarikan lingkungan bisa dilakukan dengan 3R yakni, Reduce atau mengurangi sampah, Recycle atau mendaur ulang sampah dan Reuse atau menggunakan kembali barang atau bahan yang masih bisa dipergunakan,” tambah lomban. (ayu dewi) 

Tilaar Minta FSL Part II dan Daerah Pesisir Diperdakan

BITUNG, suara manadonews (01/07/2010)—Kegiatan Festival Selat Lembeh Part II yang akan di langsungkan pada 10 Juli mendatang merupakan acara nasional yang menurut Bakal Calon wakil walikota Bitung Mikson Tilaar dari PDIP yang juga duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut ini, meminta kegiatan tersebut harus di perdakan oleh Walikota Bitung, begitu juga dengna kegiatan lain seperti gelaran adat Tulude.

Sehubungan dengan kegiatan tersebut, hal lain yang sempat di singgung Tilaar yakni Daerah Pesisir Pantai kota Bitung harus diperdakan. Mengingat pada kenyataan yang ada saat ini sebagian besar masyarakat pesisir yang nota-benenya sebagai nelayan, perlu diperhatikan Pemerintah. Wujud dari perhatian tersebut, kata Tilaar, Perda Walikota Bitung akan hal ini harus ada, dimana pada Perda tersebut akan diketahui anggaran yang akan di gunakan sebagai penunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sementara itu Tilaar, yang kini duduk di Komisi I Bidang Pemerintahan, Hukum dan Hankam DPRD Sulut, berkonsekuensi untuk memperjuangkan Perda tersebut kepada Gubernur Sulut terpilih nanti. Karena Perda tersebut merupakan program pemerintah yang nyata dan harus menjadi skala prioritas. (ayu dewi)

Pemkot dan Masyarakat Kota Bitung Rayakan Adipura ke-4

Walikota :  Terima Kasih Untuk Masyarakat Bitung

BITUNG, suara manadonews (01/07/2010)—Wujud syukur atas penghargaan yang diraih kota Bitung melalui Adipura Ke-4 tahun 2010, kalau sebelumnya telah dilakukan penyambutan dan arak - arakan sekaligus perayaan syukuran di masing-masing kecamatan, puncaknya Sabtu pekan lalu, dirayakan secara umum di rumah jabatan Walikota Bitung Hanny Sondakh.

Kegiatan yang diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pastor Agus Sumarauw Pr, di hadiri oleh ribuan masyarakat serta para undangan dengan khusuk mengikuti jalannya acara yang turut di meriahkan dan dipandu oleh pembawa acara kondang Amoy, begitupun juga dengan antusianya masyarakat yang memadati acara tersebut sebagai bentuk kegembiraan dan apresiasi atas kerja keras yang mereka lakukan selama ini.

Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi dalam sambuan pengantar acara menekankan pentingnya pelestraian lingkungan hidup bagi kehidupan saat ini dan masa yang akan datang, mengutip apa yang disampaikan oleh Lomban bahwa Indonesia merupakan satu dari tiga yang ditetapkan sebagai paru-paru dunia bersama dengan hutan amazone Brazil dan Kongo "Marilah jaga lingkungan dan selamatkan bumi, karena jika kita tidak peka terhadap bumi dan alam sekitar akan mengakibatkan, pemanasan global ( global warming ), kekurangan oksigen, penipisan lapisan ozon, pencemaran udara, air, dan tanah.  Selain itu Musnahnya species hewan dan tumbuhan.

Untuk itu masyarakat dihimbau untuk melakukan 3R yakni, Reduce (mengurangi sampah),  Recycle (mendaur ulang sampah), reuse (menggunakan kembali barang atau bahan). “Sebab itu, kita harus bersatu padu terus tingkatkan kebersamaan demi mewujudkan Bitung sebagai Geen City atau kota yang hijau,” ujar Lomban.

Selanjutnya sebagai penghargaan atas kerja keras masyarakat selama ini menunjang dan terlibat langsung mewujudkan kota Bitung yang bersih, sehat, pelestraian hutan dan lingkungan hidup yang asri dan nyaman Walkota Bitung Hanny Sondakh memberikan penghragaan kepada beberapa perwakilan diantaranya Muspida, Santy G Luntungan ST, selaku Ketua DPRD, tokoh agama Pdt F Karundeng STh dan Imam Makagansa,  tokoh masyarakat, F Maringka, Kadis Kebersihan Drs Yossy Kawengian, Pers, Ferdy Pangalila, Camat Matuari Maikel J Sondakh SSos MAP, Lurah Girian Indah, kepala lingkungan, RT, buruh sampah, penyapu jalan, buruh tata ruang, yang diberikan secara simbolis dan selanjutnya akan diberikan kepada semua yang telah berjasa.

Walikota Bitung Hanny Sondakh walaupun dengan kondisi fisik yang belum pulih terlihat sangat ceriah dan terharu melihat banyaknya masyarakat yang menghadiri acara tersebut yang juga turut di meriahkan oleh grup masamper kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan. Dalam sambutannya Walikota menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat kota Bitung yang telah bekerja keras menopang dan membantu pemerintah, sehingga boleh menerima penghargaan Adipura yang ke-4 kalinya secara berturut. “Penghargaan ini merupakan upaya dan kerja keras masyarakat, oleh sebab itu penghargaan ini sepatutnya pula kami persembahkan buat seluruh masyarakat,” tandas Sondakh, yang dikenal kepala daerah terkaya di Sulut.

Lanjutnya, jadikanlah momen ini sebagai sarana untuk menjalin kebersamaan yang erat membangun kota Bitung yang tercinta, sambil mengedepankan persatuan dan kesatuan dalam mensukseskan program pemerintah. “Buah dari upaya kita bersama hendaklah terus kita lestarikan menjadi budaya hidup sehari-hari, sehingga menjadi budaya baru yang mendatangkan manfaat dalam kehidupan kita. Membudayakan hidup bersih dan sehat, juga telah melestarikan nilai yang sangat besar dan berarti kepada anak dan cucu kita,” pungkasnya.

Hadir pada acara tersebut ketua DPRD Santy G Luntungan dan sejumlah Anggota Dewan kota Bitung, Dirpolairud Kombes Tubuh Musareh, Kapolresta Bitung AKBP Suseno Nurhandoko SIK. Kajari  Bitung Jasa Ketaren SH. Ketua Pengadilan Negeri Amin Sutikno SH MH. Dandim 1310 Bitung Letkol Inf Drs Denny Masengi, Danyonhanmarlan Mayor B Siregar, Dansamla Mayor Budi, para Assisten Setda, kepala SKPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, Pers, undangan dan masyarakat. (ayu dewi)