Rabu, 06 Oktober 2010

PDP Minsel Resmi Dukung Pasangan PANTAS

AMURANG, Swara Manadonews—Semakin mengkristalnya pasangan PANTAS pada ajang Pilkada Bupati putaran ke-dua di Minahasa Selatan (Minsel), membuat pasangan ini semakin menuai simpati.

Bukan saja dari masyarakat Minsel, tapi juga dari petinggi Partai Politik (Parpol) yang ikut berjuang dan memberikan dukungan. Salah satu diantaranya adalah Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), ikut memberikan support bagi pasangan PANTAS.

Ketua Pimpinan Kolektif Partai Demokrasi Pembaruan Frangky Toloh membenarkan hal tersebut. Menurutnya PDP Minsel berdasarkan surat dari Pimpinan Kolektif Nasional yang bernomor 1.164/srt Int/PKN-PDP/IX/2010 yang di tanda tangani langsung oleh H Roy BB Janis SH sebagai Ketua dan H Didi Supriyatno SH MHum yang menjelaskan dan menginstrusksikan kepada PKK PDP Kabupaten Minahasa Selatan beserta Pengurus Kecamatan dan desa se kabupaten Minahasa Selatan, untuk memberikan dukungan sepenuhnya.

Bahkan berupaya keras untuk memenagkan pasangan calon Christian Euginia Paruntu dan Sonny Tandayu sebagai calon Bupati dan calon Wakil Bupati Minahasa Selatan periode 2010-2015.

Menurut Toloh, alasan PDP mendukung pasangan ini, karena mereka menilai pasangan PANTAS adalah pasangan yang layak diberikan dukungan. “Untuk itu saya meminta kepada semua pengurus, dari semua tingkatan dan simpatisan PDP, agar dapat bekerja all out, demi kemenangan pasangan PANTAS,” tutup Toloh. (drim’s)

Sangkoy: Berikan Pembelajaran Politik Yang Baik Pada Masyarakat

Jelang Pencoblosan Pemilukada Putaran ke-Dua di Minsel

AMURANG, Swara Manadonews—Sosok pasangan PANTAS yang semakin mengkristal dan semakin tak terbendung, membuat pasangan peserta Pemilukada putaran ke dua Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati harus mewaspadai pergerakan kedua pasangan.

Pasalnya, PANTAS yang diprediksi akan memenangkan putaran ke dua ini di terpa issue Black Campaign yang di lakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap pasangan calon bupati Tety Peruntu Dan Sony Tandayu (PANTAS), di tepis oleh Ketua Tim Pemenangan PANTAS Robby Sangkoy MPd. Menurutnya, sudah saatnya memberikan pembelajaran politik yang baik kepada masytarakat, agar masyarakat akan lebih mengerti cara berpolitik. Bukan dengan cara menyinggung privacy seseorang.

“Saya meminta agar pada putaran kedua pemilihan bupati, agar masing-masing kandidat lebih santun dalam melakukan kampanye. Sebab dalam hal ini, tidak ada yang asli dan tidak asli. Karena ke dua pasangan ini adalah notabene orang Minahasa Selatan,” ujar Anggota DPRD dari Fraksi Golkar ini.

Ditambahkan Sangkoy, dengan menggunakan bahasa asli dan tidak asli itu merupakan black campaign bagi salah satu pasangan(PANTAS,red) lebih baik kedepankan visi dan misi, untuk membangun Minahasa Selatan ke depan, dari pada mencari kelemahan lawan, dengan cara black campaign tersebut,” pungkas Sangkoy. (drim’s)

PNS Mitra Keluhkan Jalan masuk Perkantoran Baru di Blok B & C

RATAHAN, Swara Manadonews—Hampir sebagian besar PNS dan honorer yang bertugas di kantor yang terletak di Blok B dan Blok C, Kelurahan Pasan Wawali, Ratahan (Kantor SKPD Baru Blok B dan C,red). Mereka mengeluhkan masalah jalan masuk kantor tersebut.

Dimana di kompleks jembatan darurat sangat sulit dilalui kendaraan, baik kendaraan roda dua mau-pun kendaraan roda empat. “Bayangkan saja lewat jembatan darurat, kalau kendaraan hala-hala, pasti mogok dan gampang cilaka, bahkan bias saja ta undur pasti, kong maso got lagi,” ujar beberapa PNS yang bersama-sama wartawan, saat menuju SKPD Blok B dan C.

Lanjut PNS itu, yang tak mau namanya dipublikasikan di media, mungkin nanti so cilaka akang baru dorang mo perhatikan, kalu mo tunggu tu jembatan besar jadi, maka mungkin so ada yang cilaka di situ. “Mestinya aspal akang jo itu di sebelah jembatan darurat, so cukup kwa, soalnya abis jembatan darurat so mo tanjakan tanpa aspal,” tandasnya

Kantor dinas PU yang kebetulan ada di kompleks SKPD Blok B dan C tersebut, saat dihubungi  melalui Sekretaris PU, mengatakan nanti akan hubungi perusahan yang mengerjakan proyek tersebut, agar supaya diusahakan perbaikan jalan darurat tersebut. (otnie)

Wabup Mitra: PK/B Harus Jadi Teladan dalam RT

Wabup Hadiri Kerukunan PK/B Tosuraya

RATAHAN, Swara Manadonews—Sabtu pekan lalu Wakil Bupati Mitra Drs Jeremia Damongilala MSi menghadiri dan membuka secara resmi kegiatan kerukunan PKB GMIM Tosuraya Ratahan.


Damongilala, dalam sambutan mengharapkan, Pria Kaum Bapa (PK/B) yang disebut sebagai IMAM dalam keluarga hendaknya memberikan teladan yang baik kepada seisi rumah-tangga termasuk memberikan teladan kepada sesama. “PKB adalah kepala keluarga seharusnya tampil lebih, dibandingkan kaum perempuan. Sebab Janji Tuhan Bagi Bangsa Israel akan memeberikan berkat kepada Kaum Laki-laki,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Ketua Kominda Mitra ini, jika kaum pria tak mampu menjadi saluran berkat, melalui pekerjaan dan profesi, maka tak mungkin berkat itu akan datang tanpa profesi dan pekerjaan. “Misalanya tak mungkin berkat datang melalui judi atau sabung ayam maupun, praktek-praktek yang tak sesuai dengan janji Tuhan,” ujarnya.

Oleh sebab itu lanjut Suami tercinta dari Ketua WKI Sinode GMIM dr Herlina ‘Nini’ Siwu, mengajak PKB untuk menjadi teladan dan saluran berkat bagi banyak orang. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Ratahan Ir An Onsu, Ketua PKB Wilayah Ratahan Drs Aske Benu MSi dan seluruh PKB Ratahan. (otnie)

BPK Kumpul Hukum Tua se-Mitra

RATAHAN, Swara Manadonews—Bertempat di Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Minahasa (Mitra) di kelurahan Pasan, Wawali Ratahan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengumpul seluruh Hukum Tua se-Mitra dalam rangkaian pembekalan, serta penjelasan pembuatan laporan Jumat lalu. Kegiatan ini sekaligus pemeriksaan penggunaan Dana Bantuan pedesaan Termasuk didalamnya Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2009.


Diketahui sejak dua pekan ini, BPK berada di Mitra dalam rangkaian pemeriksaan penggunaan Anggaran Dalam APBD 2009 memasuki anggaran APBD 2010.


Dalam penjelasan Tim BPK kepada para Hukum Tua dalam pertemuan tersebut, BPK mengharapkan semua Hukum Tua dapat mempertanggung-jawabkan penggunaan dana yang berasal dari APBD, melalui Laporan Pertanggung-Jawaban, sekaligus dengan bukti fisik. Agar supaya penggunaan dana APBD tidak bermasalah.


Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Drs Desten Katiandago SH kepada sejumlah wartawan di Ratahan mengatakan, Hukum Tua se Mitra dikumpul dalam rangkaian pembekalan dan pembinaan serta, penjelasan menjangkut laporan pertanggung-jawaban penggunaan ADD yang ada di masing-masing desa. “Pokoknya tak ada pemeriksaan khusus atau sesuatu yang bermasalah. Namun hanya pembekalan dari BPK, agar para hokum tua dapat melaksanakan LPJ dengan benar,” pungkas Katiandagho. (otnie)


Sondakh Serahkan SP2D PNPM Mandiri di 5 Kecamatan

Dana Pendamping Capai Rp 860 Juta

BITUNG, Swara Manadonews—Walikota Bitung Hanny Sondakh, Senin (04/10) lalu, menyerahkan SP2D (Surat Perintah Pembayaran Dana) untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan ( PNPM ) Mandiri di kota Bitung, untuk proyek tahun anggaran 2010 melalui acara tatap muka pemerintah kota Bitung, bersama para pelaksana proyek PNPM atau para LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat) yang dilaksanakan di BPU Kantor Walikota Bitung.

Sebanyak Rp 860 juta merupakan dana sharring atau Dana Pendamping Murni APBD tahun 2010, yang akan digunakan di lima kecamatan yakni, kecamatan Aertembaga, Maesa, Madidir, Girian dan Matuari. “Untuk 3 kecamatan lainnya yakni, kecamatan Lembeh Utara, Lembeh Selatan dan Ranowulu akan diikutsertakan di tahun 2011, dengan Alokasi Dana dari APBD kota Bitung sebesar 1 milyar rupiah, atau naik dari tahun ini dengan ketambahan 140 juta rupiah,” ungkap Rita Siripe SPd Koordinator Kota PNPM Mandiri kota Bitung.

Menurutnya, masyarakat Kota Bitung patut berbangga, karena pemerintah kota Bitung sangat peduli dengan program ini. Terbukti pelaksanaan proyek PNPM dari tahun ke-tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Sehingga kalau tahun ini dana pendamping sebesar Rp 860 juta rupiah, maka tahun 2011 walikota Bitung telah menaikan dana dari APBD tersebut sebesar 1 milyar rupiah.

“Ini merupakan bukti perhatian, serta kepercayaan pemerintah daerah kepada seluruh pelaksana proyek ini. Lebih dari itu berbagai keberhasilan yang telah di capai oleh PNPM Mandiri, sejak tahun 2006. Dimana telah menunjukan kepedulian pemerintah bagi kesejahteraan masyarakat,” tukas Siripe.

Walikota Bitung Hanny Sondakh dalam sambutaanya mengatakan, bahwa pelaksanaan proyek PNPM Mandiri di Kota Bitung, telah dilaksanakan dengan baik, dan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sehingga keberhasilan ini membuahkan kepercayaan, baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah kota Bitung.

Oleh sebab itu kata Sondakh, berbagai keberhasilan ini kita harus pertahankan dan tingkatkan, agar dapat bermanfaat lebih luas kepada seluruh masyarakat, sehingga apa yang kita harapkan boleh terwujud.

Walikota juga menghimbau, kepada seluruh pelaksana proyek untuk dapat memanfaatkan dana dengan baik dan transparan, agar tidak akan menimbulkan permasalahan kelak, dan tingkat kepercayaan masyarakat semakin baik.

Hadir pada acara ini selain tim PNPM kota Bitung, hadir juga para ketua LKM. Sedangkan dari pemerintah kota Bitung, selain Walikota Bitung, Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs Edison Humiang, Assisten III Bidang Administrasi Umum Ir Alex Watimena MSi, para kepala SKPD terkait, para camat dan lurah. (dewi)


Pemeritah Kota Bitung Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

BITUNG, Swara Manadonews—Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 01 Oktober 2010, di kota Bitung, diselenggarakan di masing-masing kecamatan. Tujuannya, agar seluruh PNS di jajaran pemerintah kota Bitung dapat mengambil bagian memperingati hari yang penuh bermakna bagi bangsa Indonesia.

Menurut ketua hari-hari besar pemerintah kota Bitung Drs Edison Humiang, bahwa kegiatan upacara telah di bagi ke-delapan kecamatan. Begitu-pun demikian, yang bertugas menjadi inspektur upacara,” ujar Humiang.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi bertugas di kecamatan Maesa, sebagai Irup pada pelaksanaan upacara, yang berlangsung di SMK 2 Bitung.


Hadir pula pada upacara itu, para kepala SKPD di Wilayah Teritorial Pemerintah Kecamatan Maesa, para kepala sekolah, guru, staf dan seluruh PNS. Sedangkan Asissten I Bidang Pemerintahan Dan Kesra Drs Edison Humiang, menjadi Irup di kecamatan Aertembaga,  begitu pun dengan Ir Alex Watimena, assisten III Bidang Administrasi Umum menjadi Irup di Kecamatan Lembeh Selatan, pada upacara yang dilaksanakan di Papusungan Kantor Camat Lembeh Selatan. (dewi)

Jalan Amurang Tombatu Rusak Parah

Perlu Dianggarkan Dinas PU Provinsi

RATAHAN, Swara Manadonews—Wakil Ketua Dewan Minahasa Tenggara (Mitra) Delly Makalow menyampaikan, keprihatinannya terhadap jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Mitra dan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), yakni jalan Raya Amurang-Tombatu.

Menurut Wakil Ketua PDIP Mitra ini telah beberapa kali diinformasikan ke-pihak Provinsi tentang masalah jalan tersebut, tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan.

Dari pantauan wartawan Swara Manadonews, dijalan tersebut sudah sangat memprihatinkan, dimana jalannya sempit, berlobang dan rawan longsor. Pasalnya, keadaan struktur tanahnya yang berpasir, sehingga saat di musim hujan, sudah banyak sekali ruas jalan yang mengecil akibat longsor.

Makalow yang merupakan Anggota Dewan Mitra yang dikenal vokal dalam menyampaikan aspirasi rakyat mengharapkan, kepada pihak Dinas PU Provinsi, terutama Anggota dewan Propinsi yang berasal dari Dapil Minsel-Mitra, untuk memperhatikan jalan tersebut.

Lebih lanjut kata Manatan Hukum Tua Tombatu II ini, seharusnya Dewan Provinsi yang berada di Dapil itu, dipilih rakyat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Mitra dan Minsel. Tapi kelihatan mereka hanya diam saja. Apakah nanti so cilaka akang, baru perhatikan  tu jalan,” pungkasnya dengan nada kesal. (otnie)

Dewan & SKPD Mitra Bahas RTRW

RATAHAN, Swara Manadonews—Bertempat di Kantor Bappeda Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Dewan Mitra dalam hal ini Wakil Ketua Delly Makalow dan Katrien Mokodaser didampingi Ventje Ohy, meminta masukan dari semua SKPD menyangkut masalah Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Mitra yang memang sejak tahun 2008 masalah tersebut sudah sering di bahas.

Namun sampai saat ini masih dalam tahap pembahasan terus, sehingga Dewan berinisiatif untuk kembali membahasnya bersama dengan beberapa SKPD yang terkait, termasuk didalamnya Camat-Camat se-Mitra. “Diminta masukan menyangkut masalah RTRW ini,” ujar Malalow yang diakan Mokodaser dan Ohy.

Kepala Beppeda Mitra Ir Noldy Wowor MSi mengatakan, memang menyangkut RTRW dalam perencanaan sudah pernah disampaikan dalam berbagai forum, baik ditingkat Legislatif maupun ditingkat Eksekutif. Namun karena kendala waktu dan berbagai hal, sehingga RTRW ini terus tertunda. “Mestinya maslah ini adalah masalah utama, menyangkut pelaksanakan perencanaan pembangunan secara merata menyeluruh dan tertata dengan baik, sehingga tak ada lagi yang melakukan pembangunan yang tak sesuai dengan Tata Ruang dan Tata Wilayah,” ujar Mantan Kabag Pembangunan Pemkab Mitra ini.

Dalam Kesempatan tersebut Wakil Ketua Dewan Mitra Delly Makalow menyampaikan, bahwa menyangkut pembuatan RTRW memang memakan waktu dan pengkajian yang sangat mendalam, sehingga memerlukan waktu dan dana yang sangat besar. “Oleh sebab itu dewan Mitra merespons untuk menambah dana menyangkut penyelesaian RTRW dan juga untuk semua SKPD,” tandas Makalow. (otnie)

Sekda Mitra Pimpin Upacara Perigatan Hari Kesaktian Pancasila

RATAHAN, Swara Manadonews—Sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian terhadap negara, maka Pemerintah Kabupaten Minahasa Tengggra (Pemkab Mitra) Senin (04/10) lalu, melaksanakan Upacara Peringatan hari Kesaktian Pancasila tahun2010 dengan tema “Melalui Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Kita Perkokoh Jati Diri dan Karakter Bangsa”.

Upacara yang dipimpin oleh Plt Sekretaris Daerah Mitra, Drs Freddy F Lendo ini, berlangsung dalam suasana khidmat, tertib dan sederhana, untuk menghayati Ikrar Kesaktian Pancasila yang dibacakan pada peringatan ini. Pada kesempatan ini juga, dibacakan penghargaan oleh Kementrian Pendayaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi kepada Kabupaten Mitra, yang telah menyampaikan laporan Akuntabilitas Kinerja instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2009 kepada Presiden RI secara tepat waktu sebagai pelaksana Inpres nomor 7 tahun 1999.

Dalam amanatnya, Lendo mengharapkan, kiranya dengan semangat kesaktian Pancasila, para pegawai di jajaran Pemkab Mitra meningkatkan etos kerja, mau bekerja sama dan lebih bersungguh-sungguh dalam kapasitas kerja masing-masing, serta menampilkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam diri masing-masing.

“Sehubungan dengan beberapa penghargaan yang telah diraih oleh Kabupaten Mitra di tahun ini, saya menghimbau, kiranya itu menjadi pendorong dan pemacu semangat para pegawai Pemkab Mitra untuk semakin menampilkan prestasi kerja yang memuaskan,” pungkas Lendo. (otnie)

Kinerja Plt Kepsek SD Inpres Towuntu Dipertanyakan

Soal Beasiswa dan Dana BOS tak Transparan

RATAHAN, Swara Manadonews—Pelaksana Tugas Kepelah Sekolah SDN Inpres Towuntu DL, dipertanyakan guru-guru yang bertugas di sekolah tersebut. Pasalnya, sejak menjabat sebagai Plt Kepsek SD Inpres Towuntu, masalah Bea siswa dan Dana BOS tidak diketahui guru-guru dalam lingkungan sekolah tersebut.

Bahkan, hubungan dengan Komite Sekolah saat ini kurang harmonis. Hal ini diungkapkan sejumlah Guru-guru SDN tersebut kepada wartawan, yang meminta nama mereka tidak dipublikasikan. Mereka menambahkan, dibandingkan dengan Kepsek yang baru pensiun yakni Jan Kawengian, di mana semua aktifitas dan dana yang masuk ke sekolah tersebut disampaikan secara terbuka kepada kami selaku guru.

Sehingga apa-pun yang terjadi dalam kegiatan belajar mengajar di SD tersebut kami mengetahuinya. Ketiganya juga mengharapkan perhatian dari Dinas Dikpora Mitra akan permasalahan ini, agar supaya KBM di sekolah tersebut dapat berjalan dengan baik.

Kabid Pendidikan Dasar Dikpora mitra Drs Ferry Pelealu saat dikonfirmasi mengatakan, untuk permasalahan SD tersebut pihak kami akan melakukan pengecekan dulu duduk permasalahannya, dan nanti akan dikonfirmasi kembali. (otnie)

Senin, 04 Oktober 2010

Panwaslukada Minsel Ancam tak Awasi Putaran ke-Dua

Rp 370 Juta Untuk Panwas Belum Dicairkan

AMURANG, Swara Manadonews—Panitia Pengawas Pemilu Kepala Daerah (Panwaslukada) Minahasa Selatan (Minsel) ancam tidak akan melakukan pengawasan pada Pemilukada putaran ke-dua, apabila dana sisa hibah sebesar Rp 370 juta, putaran pertama tidak dicairkan.

Hal ini dikatakan Ketua Panwas Minsel Ir Terry Frans MSi kepada Swara Manadonews, di ruang kerjanya. “Bantuan hibah ke Panwas sebesar Rp 720 juta dan pada Pemlukada bupati baru cair setengahnya, sebesar 300-san juta rupiah, dan setahu saya masih ada sisa dana yang belum di cairkan sebesar 370 juta dari pihak Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan,” ujarnya.

Lanjut Frans, ketika kami konfirmasi ke pihak Pemkab jawaban mereka, kami harus mengajukan permohonan baru. Padahal di lain pihak KPUD Minsel, telah menerima dana sisa hibah sebesar Rp 1,6 Miliar. Bahkan telah melakukan Memory of Understanding (MoU), putaran ke dua dengan pihak Pemkab. “Itu berarti kami, pihak Panwas merasa di anak-tirikan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan,” tukasnya.

Ditambahkannya, apabila dana hibah tersebut tidak dicairkan, maka kami tidak akan melakukan pengawasan pada Pemikukada putaran kedua nanti. “Karena bila tidak ada pengawasan, maka pemilkukada nanti akan di anggap cacat hukum,” pungkas Terry sembari menambahkan, dana sisa tersebut merupakan hutang yang harus dibayarkan, karena sampai saat ini honor untuk semua PPL belum di bayarkan, untuk itu saya meminta keseriusan dari pemerintah kabupaten. (drim’s)

Sangkoy: Sosialisasi Kepemudaan tak Tepat Sasaran

AMURANG, Swara Manadonews—Kegiatan menyambut hari Kesaktian Pancasila di Wale Cita Waya Esa kantor Bupati, langsung diadakan sosialisasi kepemudaan kepada para siswa-siswi yang tidur, saat hadir dalam acara tersebut, sosialisasi ini tidak berjalan sesuai dengan yang disampaikan.

Ketua Pemuda Tani Indonesia Mario Sangkoy, sangat menyayangkan acarah yang sangat bagus, hanya membicarakan ajang menyampaikan visi dan misi para kandidat yang akan bertarung dalam Pilkada putaran kedua. ”Sosialisasi ini hanya membicarakan visi dan misi dua kandidat,” ujar Sangkoy.

Lanjut Sankoy, seharusnya pihak penyelenggara sosialisasi harus menyampaikan seputar kepemudaan, jangan hanya menyampaikan sesuatu yang di luar konteks dalam sosialisasi. Karena saya melihat UU kepemudaan dan UU lalu-lintas hanya disampaikan sepenggal saja tidak secarah menyeluruh. “Seharusnya yang diketahui oleh para pemuda UU Kepemudaan dan UU lalu-lintas,” kata Sangkoy.

Diharapkannya untuk Komite Nasional Pemuda Indonesia(KNPI), harus bertindak secara arif dan bijaksana dalam penyajian materi, seperti Organisasi Kepemudaan (OKP), supaya para pemuda lebih tahu dan mengerti apa intinya OKP tersebut. “KNPI harus melakukan sosialisasi yang lebih baik kepada para pemuda,” pungkas Sangkoy. (drim's)

Onibala Respon Kecamatan Lolombulan

AMURANG, Swara Manadonews—Aspirasi dari masyarakat di Desa Pakuure, untuk membentuk Kecamatan Pakuure Raya atau Lolombulan, sangat direspons oleh Penjabat Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Drs Mecky M Onibala, namun kajian yang dimasukan tentunya akan di bahas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Saya sangat merespon, jika ada niat masyarakat seperti itu, silahkan masukan usulan tersebut. Itu juga ‘kan untuk mendekatkan pelayanan kepada warga, namun prosesnya tetap akan disesuaikan dengan peraturan dan syarat yang berlaku," ujarnya Onibala.

Kabag Humas Pemkab Minsel, Drs Lucky Tampi mengatakan, peraturan perundang-undangan yang di maksud adalah PP Nomor 19 tahun 2008 tentang, kecamatan. "Bupati sangat merespon, tetapi semua ada mekanismenya. Apabila warga telah memasukan kajian ke bagian pemerintahan, dan setelah di bahas ternyata memenuhi syarat, maka bupati akan lanjutkan ke DPRD untuk ditetapkan sebagai kecamatan baru," ujar Tampi.

Meski begitu, ditegaskan lagi oleh Tampi, semua itu bisa terlaksana hingga ke DPRD jika aturan saat pembahasan memang telah memenuhi semua syarat, sebab pengkajian sebuah aspirasi pembentukan kecamatan itu, harus benar-benar mengikuti aturan yang ada. "Coba kalian cek apakah usulan dari warga tersebut, sudah masuk ke Bagian Pemerintahan," ujarnya.

Kabag Pemerintahan Pemkab Minsel, Drs Arthur Tumipa yang di temui Swara Manadonews mengatakan, sesuai dengan PP nomor 19 tahun 2008 tersebut, aturanya sudah jelas, yakni pembentukan kecamatan baru, harus ada 20 desa, sementara di Kecamatan Tenga baru 18 desa. "Aturan sudah jelas, jika mau membentuk kecamatan baru, harus ada 20 desa, sehingga ada sepuluh desa tertinggal dan sepuluh desa bentuk kecamatan baru. Jika itu tak terpenuhi, maka tak bisa membentuk kecamatan baru. Makanya saya hanya berharap warga di sana bersabar saja," ujarnya menjelaskan.

Lanjutnya, di Kecamatan Tenga dalam waktu dekat ini, desa-desa yang besar akan memekarkan diri lagi, sehingga jika sudah genap 20 desa, maka aturan sudah bisa dijalankan. "Makanya yang tadi saya bilang, dan juga harapan eksekutif, agar warga sabar dahulu. Disana ‘kan ada desa-desa besar seperti Pakuweru, jika itu nantinya memekarkan diri, maka syarat 20  desa semakin dekat," tandasnya menjelaskan. (drim's)

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, M2O Tegur Sisiwa Tertidur

AMURANG, Swara Manadonews—Memperingati hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2010, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (MInsel), menggelar apel bersama jajaran Pemkab, yang turut dihadiri oleh Ketua DPRD, Ketua Pengadilan, Kapolkres Minsel yang diwakili oleh Wakapolres, Koramil dan para Pegawai juga Guru serta Siswa se-Minsel.

Dalam apel bersama Penjabat Bupati Minsel, Drs Mecky M Onibala sempat mengatakan, bahwa dalam memperingati hari Kasaktian Pancasila ini, kita harus mengedepankan pemuda yang ada. Selain itu Onibala sempat menegur murid sekolah yang tidur, saat dirinya menyampaikan kata sambutan dalam acara peringatan kesaktian pancasila, di Aula Waleta Pemkab Minsel, Jumat (01/10).

"Kalau pembawah materi menyampaikan materi atau berikan sambutan harus dengar, jangan cuma tidur, abis itu pulang rumah ditanya orang tua tidak tahu," ujar Onibala.

Lanjut Onibala, kepada para murid-murid sekolah yang hadir dalam acara tersebut, untuk menghindari seks bebas, agar terhindar dari jeratan trafficking. “Ngoni semua (para siswa, red) ada baca berita-berita beberapa hari ini, yang melibatkan para siswi-siswi. Dan saya ingatkan jauhi seks bebas,” tandas Onibala memperingatkan.

Diingatkan pula Onibala juga kepada siswa, supaya jika meminta uang kepada orang tua untuk membayar uang sekolah, harus diberikan untuk dibayar. “Kalau orang tua kasih uang untuk bayar uang sekolah langsung bayar, jangan cuma pakai beli minuman beralkohol, apalagi untuk beli obat-obatan terlarang,” ujar Onibala lagi.

Ditmbahkannya, jelang Pilkada putaran ke-dua, para siswa yang akan pergunakan hak pilih pada putaran kedua ini, harus dipergunakan sesungguhnya, dan jangan tergiur dengan uang atau Sembako yang diberikan oleh para Tim sukses. “Saya meminta supaya para siswa menanyakan kepada ke-dua calon yang akan bertarung, tentang adanya pendidikan gratis dalam dunia pendidikan, agar mereka dapat mewujudkannya," ucap Onibala yang simbaut aplous oleh para siswa-siswi.

Acara kesaktian Pancasila ini, bekerjasama dengan KNPI Minsel dan Polres Minsel. Dimana sekaligus mensosialisasikan Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan dan UU nomor 22 tahun 2009 tentang, lalu-lintas dan angkutan jalan. “Dengan hari Kesaktian Pancasila dan sebentar lagi akan juga ada hari sumpah pemuda, mari kita wujudkan pemuda Minsel yang berakhlak mulia, sehat, tangguh, cerdas, mandiri dan profesional," ujar Ketua KNPI (Minsel) Ir Petrus Ulaan. (drim's)

SMK Ratahan Raih Juara

RATAHAN, Swara Manadonews—Sekolah Menenga Kejuruan Negeri Ratahan dalam ajang pertandingan Foodbool di Manado pekan lalu, pada kompetisi antar kabupaten kota se-Propinsi Sulut. Dimana SMK Ratahan menggondol Juara I dan pekan ini akan diutus Propinsi Sulut, untuk  mengikuti ajang perebutan juara tingkat nasional di Bandung. Hal ini dikatakan Kepsek SMK Negeri Ratahan AM Ohy SPd kepada wartawan di Ratahan akhir pekan lalu.

Ditambahkan Ohy, kami juga berterima kasih kepada Guru pembina A Sangi dan Pelatih Juda Gahung yang telah berupaya untuk memaksimalkan para murid, khususnya enam orang anak yang telah berupaya dan diupayakan untuk memenangkan pertandingan tersebut. Sehingga mampu meraih juara.

“Kami pihak Sekolah juga berterima kasih kepada orang tua siswa, yang telah membantu tugas para guru dan pembina, sehingga anak-anak tersebut dengan penuh percaya diri boleh meraih juara satu,” ujar Ohy. (otnie)

Dotulong Gantikan Sangia di KPUD Mitra

RATAHAN, Swara Manadonews—Dalam Proses pengisian Lowong anggota KPUD Mitra yang telah mengundurkan diri yakni Deyske Sangia SH. Jumat (02/10) akhir pekan lalu, dilantik dan diambil supah oleh KPU Propinsi Sulut Wolter Dotulong SH untuk mengisi kekosongan yang telah ditinggalkan Sangia.

Diketahui Sangia mengundurkan diri, dari keanggotaan KPU Mitra, karena yang bersangkutan telah memilih untuk menjadi CPNS di lingkungan Kanwil Agama Propinsi Sulut. Untuk mengisi kekosongan tersebut, Pihak Sekretariat KPU Mitra telah mengusulkan daftar nama yang masuk 10 besar, dalam masa penjaringan Calon anggota KPU Mitra pada tahun yang lalu.

sehingga pada Jumat lalu Wolter Dotulong SH dipilih oleh KPU Propinsi untuk menggantikan Sangia. “Dotulong adalah seorang pemerhati masalah pemerintahan dan pembangunan mitra, pikiran dan idealismenya tak dapat diragukan lagi, sehingga ke depan KPU Mitra akan lebih baik lagi dalam tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Simon Mokat Tokoh Masyarakat Tombatu. (otnie)

Bank Sulut Gelar RUPS, Mitra Belum Dapat Jatah

RATAHAN, Swara Manadonews—Pekan ini Bank Sulut akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dua Anggota Dewan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) telah mendapat undangan untuk kegiatan tersebut.

Namun yang dipertanyakan oleh anggota dewan Mitra Andris P Manoppo SE (F-PG) Sammy Pongilatan (F-PDIP) mengenai saham Pemkab Mitra dalam Pendanaan Bank pemerintah Daerah tersebut. Apakah Mitra sudah memberikan Dana Penyertaan Modal atau sama sekali belum memiliki saham. “Sementara daerah lainnya semua telah berpartisipasi dalam menunjang perolehan keuntungan dari Bank Sulut tersebut,” tandas Manoppo dan Pongilatan.

Ditambahkannya, jika telah masuk memberikan partisipasi ke dalam memberikan Dana Penyertaan Modal, maka kami pihak dewan sangat berterima kasih. “Tetapi apabilah belum kami justru mempertanyakan kenapa Mitra tak memiliki saham,” ujar Manoppo. (otnie)

Pemkab Raih LAKIP Terbaik

RATAHAN, Swara Manadonews—Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) memberikan penghargaan bagi Pemkab Minahasa Tenggara (Mitra). Penghargaan itu dikarenakan Pemkab Mitra memasukkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2009 kepada Presiden RI melalui MenPAN RI tepat waktu sesuai Inpres No 7/2010. 

Penghargaan dari Deputi MenPAN-RB bidang Akuntabilitas Aparatur diserahkan oleh Plt Sekprov Sulut Ir Siswa Rahmat Mokodongan. "Tentu dengan adanya penghargaan ini memotivasi Mitra untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN serta adanya peningkatan profesionalisme SDM aparatur," ujar Kepala Bagian Ortal Setdakab Mitra Berty Tumundo SSos MM, usai mengikuti Forum Komunikasi Pemberdayaan Aparatur Negara Daerah (Forkompanda) di Manado.

Lanjut Tumundo, dengan diterimanya penghargaan tersebut akan mendorong mobilitas aparatur antar daerah dan pusat. "Saya Berharap semoga saja kinerja aparatur di Mitra makin terpacu dengan diterimanya penghargaan ini," pungkasnya.

Sementara itu, warga Mitra kembali menyorot perihal kedisiplinan PNS di Pemkab Mitra. Menurut mereka, sejak dicanangkannya bulan disiplin, para abdi negara terlihat makin tak disiplin. “Bulan disiplin ternyata hanya slogan. Buktinya, banyak PNS yang keluyuran saat jam kerja. Termasuk pejabatnya yang kami lihat kurang disiplin. Ini harus segera ditindaklanjuti oleh Bupati,” kata Melky Rogahang warga Ratahan.

Lanjutnya, bahkan para pejabat sendiri banyak yang sudah tak loyal pada atasan, buktinya banyak kerjaan di kantor yang terbengkalai. Sebab pejabat seharusnya berada di kantor, bukan hanya keluyuran diluar daerah. “Bupati, Wakil Bupati maupun Sekda harus bertindak tegas untuk memberikan sanksi kepada sejumlah pejabat yang malas ngantor, kalau perlu di ganti saja,” pungkasnya. (otnie)



Tingkatkan Kwalitas Pendidikan, DAK 13,4 M Ditenderkan

Suoth: Proyek DAK ini Harus Diawasi

RATAHAN, Swara Manadonews—Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) patut mensyukuri, sebab tahun ini Pemerintah Pusat mengucurkan anggaran di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) lumayan besar. Yakni untuk Perbaikan ruang kelas, perpustakaan hingga pengadaan buku pelajaran bagi siswa SD, SMP dan SMA. Dana itu berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), anggaran untuk kegiatan itu sekitar Rp13,4 miliar.

Kini pekerjaan tersebut tengah ditenderkan. “Kami berharap, pelaksanaan tender sesuai aturan. Kami tentu akan turut mengawasi, dimulai dari proses tender hingga pengerjaan proyek,” tukas Ketua Komisi C DPRD Mitra bidang Kesra, Felmy Pelleng SH. “Untuk proyek pengadaan itu harus sesuai dengan syarat yang tertera dalam juknis,” tuturnya

Hal senada juga disampaikan Ketua KNPI Mitra Jones Suoth SPd. Menurutnya, fungsi pengawasan dari pihak legislatif harus dijalankan, begitu juga pengawasan dari masyarakat. “Dana ini dikhususkan untuk pengembangan kwalitas pendidikan di Mitra, harus diawasi apalagi sistem penyalurannya sangat berbeda dengan tahun sebelumnya,” tandas Suoth.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Mitra, Ir Dwight M Rondonuwu MT, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya dalam tahapan tender akan menjalankan sesuai dengan aturan. “Pokoknya kami akan berdasarkan pada juknis yang ada,” pungkasnya yang juga Kabag Pembangunan Pemkab Mitr ini. (otnie)