Selasa, 24 Agustus 2010

15 Negara Asean Regional Forum Kunjungi Sulut

Peninjauan Lokasi DIREx  

MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Delegasi dari kurang lebih 15 negara Asean Regional Forum dan negara mitra Asia dan Eropa memulai Initial Planning Conference and Site Survey Disaster Relief Exercise (DIREx) 2011. Pertemuan ini akan berkangsung sampai dengan tanggal 27 Agustus 2010 dan diisi dengan kegiatan-kegiatan peninjauan langsung ke lokasi tempat penyelenggaraan Latihan Penanggulangan Bencana Alam yang menurut rencana akan dilaksanakan pada bulan Maret 2011.

Delegasi peserta termasuk unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informasi Badan SAR Nasional dan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan melakukan kunjungan di lokasi sekitar pantai Wori, sampai ke pantai Desa Kimabajo, dan Kota Bitung juga Pulau Mantehage, Pulau Siladen dan Pulau Bunaken untuk melihat dari dekat tempat-tempat yang akan menjadi lokasi pelaksanaan DIREx tahun 2011.

Seperti diketahui Sulawesi Utara, kembali mendapatkan kepercayaan dunia untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Internasional mengenai Penanggulangan Bencana Alam (Disaster Relief) yang akan diikuti dengan kegiatan Latihan Penanggulangan/ Penanganan Bencana (tsunami, dan lain lain) dari udara, yang direncanakan dilaksanakan Bulan Maret 2010.

Pertemuan awal perencanaan pelaksanaan kegiatan ini (Initial Planning and Site Survey) yang diprakarsai oleh Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Jepang dimaksudkan untuk memperkuat konsep-konsep penyelenggaraan latihan melalui berbagai masukan dari negara-negara peserta. Dengan demikian akan dapat dihasilkan konsep yang konkret dan relevan guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas negara-negara peserta ARF negara-negara peserta ARF dalam bidang penanggulangan bencana.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Plt Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Drs F Mewengkang MM di Grand Kawanua Convention Centre (GKCC) Kairagi Manado. Dalam sambutannya Plt Gubernur mengatakan antara lain bahwa, Pemerintah memberikan perhatian serius untuk penanganan dan penanggulangan bencana di tanah air. Hal ini ditandai dengan diterbitkannnya Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang meliputi penanggulangan Pra Bencana, Saat Tanggap Darurat dan Pasca Bencana. Provinsi Sulawesi Utara sendiri merupakan daerah rawan bencana karena terletak pada posisi antara beberapa lempeng (patahan) dan juga terdapat beberapa gunung api yang masih aktif.

Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi yang tinggi kepada ARF yang termasuk pemerintah Jepang yang telah memprakarsai kegiatan ini. Pemprov Sulut akan mendukung sepenuhnya dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan iven internasional ini pada Bulan Maret 2011. Pengalaman sukses menyelenggarakan WOC, CTI Summit dan Sail Bunaken tahun 2009 diharapkan akan menjadi modal yang berharga untuk mengulangi sukses bagi penyelenggaraan Disaster Relief Conference and Exercise tahun 2011 mendatang. (*/otnie)

Komisi D Kuliti Diknas Kota Manado


Terdapat Kontradiksi Laporan Anggaran Diknas dan Pemkot


MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Dewan Perwakilan Rakyat Kota Manado komisi D siang tadi menghearing Dinas Pendidikan Kota Manado guna mendengar  dan mengkroscek laporan pertanggung jawaban penggunaan  anggaran tahun 2009 Dinas Diknas Kota Manado.
Hadir mewakili Dinas Pendidikan Kota Manado Sekretaris Diknas Soleman Montori MPd, Kasubag Umum Djamiun Sadang dan Kasubag Dikdas Pak Kela.
Ketua Komisi D dr Richard Sualang yang di damping Hi Amir Liputo, Feliks J Iroth dan Audy C Like memberikan kesempatan kepada perwakilan Diknas untuk membacakan laporan penggunaan anggaran tahun 2009 yang di bacakan oleh Djamiun Sadang secara item per item.
Laporan pertanggung jawaban anggaran Diknas tahun 2009 mulai dari dana bantuan siswa miskin, dana bos, dana dak yang meliputi rehap ruangan kelas, pembuatan sanitasi sekolah, perpustakaan, UKS, rehab ruang sedang dan berat,  pengadaan meubeler sekolah mendapat perhatian serius dari anggota dewan.
Dalam laporan penggunaan anggaran dari beberapa kegiatan Diknas yang sebagian besar telah di realisasikan seratus persen oleh Dinas Pendidikan Kota Manado, oleh  wakil ketua komisi Hi Amir Liputo di dapati perbedaan laporan anggaran dengan laporan kasubag keuangan pemerintah kota Manado.
Dalam waktu  dekat Dr Richard akan mengadakan turun ke beberapa sekolah untuk mengkroskek  kebenaran  penggunaan anggaran tahun 2009, jika di temukan penyalahan penggunaan anggaran akan di tindak lanjuti dan di proses sesuai dengan hukum yang berlaku ungkap Ketua komisi D Richard Sualang. (*/demint)

PKK Provinsi dan Pemkot Manado Gelar Bazar Murah


MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Tim Dharma wanita  provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan tim penggerak Dharma Wanita Kota Manado siang tadi berlokasi di lapangan Sparta Tikala mengadakan kegiatan bazaar murah dan lomba olahraga rakyat yang di buka langsung oleh penjabat Gubernur Sulawesi Utara Drs Robby Mamuaja.
Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi  Utara Ny O Mamuaya Lumentut menyampaikan bahwa kegiatan bazaar ini di lakukan masih dalam rangkaian memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 65.
Lomba olahraga rakyat yang di laksanakan berupa tarik tambang dan lomba hula huks di ikuti oleh seluruh peserta  dengan penuh suka cita, yang paling menarik dalam lomba ini adalah keikut sertaan para ibu-ibu memainkan hula huks sambil berjoget.
Sembilan kecamatan yang ada di kota Manado mengambil bagian dalam kegiatan bazaar ini dengan menjual bahan Sembilan bahan pokok sesuai dengan harga agen.
Dari pantauan media ini antusias masyarakat Kota Manado sangat tinggi dengan adanya kegiatan bazaar, ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang membeli, semua stand yang ada semuanya  di padati masyarakat untuk membeli sembako yang telah di sediakan tiap kecamatan.(*/demint)

Bantuan Bencana Alam Dinas Pertanian Di Pertanyakan

TARERAN, Swara Manadonews (24/08/2010)—Janji Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat desa Wiau Lapi Kecamatan Tareran,  mulai di pertanyakan oleh petani desa tersebut. Pasalnya, bantuan yang dinanti belum kunjung terealisasi ,seperti di ketahui pada bulan Mei 2010 lalu, belasan hectare sawah di desa ini di landa banjir sehingga memporak-porandakan areal persawahan dari para petani tersebut .

Sejumlah petani mempertanyakan janji dari dinas terkait yang telah dijanjikan berupa pemberian bibit dan pupuk secara gratis. “Waktu lalu dorang( Dinas pertanian) bilang mo dapat bantuan ternyata sampe skarang nda pernah muncul itu bantuan padahal torang sangat membutuhkan bantuan tersebut,”ungkap Yayan Worotitjan gusar, sembari menambahkan, kalau memang tidak akan terealisasi sebaiknya Kepala Dinas Pertanian jangan obral janji, hal senada di ungkapkan Welly “baceng” yang juga sawahnya mengalami mengalami kerusakan yang cukup parah, menurutnya dinas pertanian sebaiknya lebih jeli dan tanggap mengingat kerusakan sawah mereka bukan di sengaja, melainkan karena bencana alam. Untuk itu dirinya meminta kepada dinas yang berkompeten untuk segera dapat merealisasikan bantuan tersebut. Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Ir Frans Tilaar yang di hubungi lewat telepon selular tidak berhasil karena tidak aktif. (drim’s)


Warga Lobu Tewas Tertindih Truk Tronton di Kuyanga

Bermuatan 25 Kubik Kayu Kelapa       

TOMBATU, Swara Manadonews (24/08/2010)—Ruas jalan Provinsi Desa Kuyanga, Kecamatan Tombatu Timur, Minahasa Tenggara (Mitra) kembali minta korban. Kali ini seorang kondektur, Johny Gumolili (36) warga desa Lobu II, Kecamatan Touluaan, tewas mengenaskan, kepala dan dada remuk ditindi Truk Tronton Fuso berisi 25 kubik kayu kelapa, dengan nomor polisi (Nopol) L 9510 UA yang dikendarai tersangka UN alias Udin (48) warga Kelurahan Kakenturan, Kecamatan Bitung Utara, Kota Bitung. Peristiwa kecalakaan lalu-lintas (Lakalantas) sadis ini, terjadi Selasa (24/08) dini hari, pukul 00.05 Wita. Kapolsek Tombatu AKP Djoni Kolondam saat dikonfirmasi harian ini Selasa (24/08) membenarkan hal tersebut.

Menurut Kolondam, kejadian ini berawal saat truk tronton berisi 25 kubik kayu kelapa yang dikendarai tersangka, dengan korban sebagai kondektur, datang dari arah Ratahan menuju Tombatu. Saat kendaraan naas ini berada di ruas jalan provinsi Desa Kuyanga, tepatnya di tikungan mendaki, bola kanan belakang truk masuk lubang. Apalagi kondisi jalan sangat licin, dengan hadirnya proyek pelebaran jalan di desa ini. Tak hitung tiga, truk tronton ini-pun langsung terbalik. Sementara korban yang berada di atas truk, untuk menjaga kabel listrik yang menghalangi perjalanan kendaraan agar tidak tersangkut, jatuh dan tubuhnya tertindih tronton.

Akibatnya, kepala dan dada korban remuk, dan tewas seketika. Warga sekitar yang melihat peristiwa laka sadis ini langsung melaporkan peristiwa ini ke polisi. Tak lama, sejumlah petugas dari Polsek Tombatu langsung bertindak, dengan mengevakuasi korban. Karena tertindih tronton, aparatpun menggunakan alat berat untuk mengangkat tronton, untuk mengeluarkan tubuh korban. Setelah berhasil di evakuasi, selanjutnya mayat korban dilarikan ke Puskesmas Tombatu untuk dilakukan visum. Dan keluarga korban menolak dilakukan otopsi. “Yang jelas kelurga korban menolak Otopsi, dan membuat surat pernyataan penolakan,” ujar Kapolsek.

Lanjutnya, polisi telah menahan tersangka, sementara barang bukti berupa truk tronton masih di TKP. Karena peristiwa ini terjadi juga akibat jalan licin karena pekerjaan proyek pelebaran jalan, maka polisi juga akan memanggil pihak kontraktor dan pengawas proyek dari Dinas PU dan SDA Mitra, untuk dimintai keterangan. “Pokoknya polisi akan meminta keterangan pihak kontraktor dan pengawas dari Dinas,” pungkasnya. (otnie)
 

Resting Area di Touluaan Tak Dapat Digunakan


Pangkerego: Belum Diserahkan kePemkab Mitra
TOULUAAN, Swara Manadonews (24/08/2010)—Resting Area yang berada di kawasan pemandian air panas “Kelewaha’ mulai tak terawatt. Pasalnya, resting area tersebut tak memiliki fasilitas bak penampungan air, gayung dan listrik.  Bahkan pihak Pemerintah yang melakukan perawatan tersebut tak kunjung juga memperhatikan. Kendati proyek Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulut ini, dibangun dengan berbandrol sekitar Rp 74 juta. Pekerjaaanya saja baru selesai dua bulan yang lalu. Tapi kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Sebab tempat itu tidak lagi dibersihkan, bahkan kotoran manusia berserakan di dalam Toilet.

Tokoh masyarakat Touluaan Bernad Tamod kepada Swara Manadonews Selasa (24/8) mengatakan, sebenarnya ketika pembangunan resting area ini pihak kontraktor harus  menyediakan fasilitas yang dibutuhkan, agar masyarakat yang menggunakan tempat ini merasa nyaman. “Kontraktor seharusnya menyediakan fasilitas yang dibutuhkan dalam lokasi resting area tersebut. Begitu juga pihak dinas kesehatan harus mengawasi pembangunan tersebut, jangan hanya dibiarkan saja, sehingga hal ini membuat tidak nyaman bagi pengguna tempati itu,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Mitra Dra Femmy Pangkerego MPd, saat dikonfirmasi Selasa (24/8) kemarin di Ratahan mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi tentang permasalahan resting area tersebut, dan kami akan segerah meninjau lokasi. “memang sampai saat ini pihak Dinas Pariwisata Provinsi Sulut belum melakukan serah terima lokasi resting area tersebut,” tandasnya. (otnie)   


Istri Hamil 8 Bulan, Suami Perkosa Gadis ABG

Diperkosa di Sabua Desa Winorangian

TOMBATU, Swara Manadonews (24/08/2010)—Warga Kecamatan Tombatu, Minahasa Tenggara (Mitra) kembali digemparkan dengan peristiwa pemerkosaan. Seorang gadis ABG (anak baru gede) sebut saja Jingga (16) warga Kelurahan Lowu II, Kecamatan Ratahan, Kamis (19/08) lalu, diperkosa lelaki beristri ST alias Sted (25) warga Kelurahan Lowu I, Kecamatan Ratahan. di dalam Sabua (Pondok) di persawahan Desa Winorangian, Kecamatan Tombatu Utara. Ironisnya, kejadian asusila ini terjadi di saat istri tersangka sedang hamil 8 bulan.

Kapolsek Tombatu AKP Djoni Kolondam saat dikonfirmasi harian ini Selasa (24/08) membenarkan hal ini. Kata Kolondam, peristiwa mesum secara paksa ini berawal saat tersangka secara tidak segaja bertemu dengan korban di lokasi pembangunan kantor bupati Mitra di Kelurahan Tosuraya, Ratahan, Kamis (19/08) malam, pukul 20.00 Wita. Dimana malam itu, korban sedang menghirup udara malam bersama pacarnya. Saat bertemu tersangka yang berprofesi tukang ojek itu, diduga mengancam korban dan pacarnya dengan mengeluarkan pistol mainan. Bahkan tersangka memaksa menyuruh pacar korban meninggalkan mereka.

Selanjutnya, tersangka dengan mengendarai motor, melarikan korban menuju Tombatu. Namun sebelum ke Tombatu, tepatnya di Desa Winorangian, tersangka singgah di sebuah warung makan di Desa Molompar. Dari sana tersangka langsung tancap gas menuju sabuah di persawahan Winorangian. Setiba disana, tersangka-pun mempreteli pakaian yang dikenakan korban, dan langsung memeluk dan menciumi tubuh korban. Bukan hanya itu, pria beristri ini-pun memperkosa korban. Usai melampias-kan nafsu bejatnya, lalu tersangka mengantar korban pulang.

Kepada orang tuanya, gadis ABG ini-pun menceritakan yang terjadi pada dirinya. Tak terima dengan perbuatan tersangka, esoknya, Jumat (20/08) orang tua korban melaporkan perbuatan terangka ke Polsek Ratahan. Namun karena locus delicti  atau tempat kejadian perkara (TKP) ada di wilayah hukum Tombatu, akhirnya kasus ini ditangani Polsek Tombatu. Lanjut kapolsek, pihaknya sudah menahan tersangka. “Hanya saja apa yang dibeber saksi korban termasuk pacara korban, bahwa tersangka mengancam dengan pistol mainan sangat lemah. Sebab, tidak didukung dengan beberapa saksi lain, dan tersangka sendiri membantah ini,” tegasnya.

Tersangka sendiri saat di wawancarai harian ini di Mapolsek Tombatu, Selasa (24/08) kemarin mengakui perbuatan-nya. Namun tersangka membantah disebut memperkosa korban. “itu terjadi karena suka sama suka. Kalau ada unsure paksaan, tentu akan ada  bekas luka akibat adanya kekerasan,” ujar tersangka didampingi istrinya. Selain itu, tersangka juga membantah mengancam korban dengan menggunakan pistol mainan. “Saya tidak membawa benda tajam atau pistol mainan saat membawa kabur korban di Sabua di Desa Winorangian,” tandasnya. (otnie)

Senin, 23 Agustus 2010

Ransulangi: LSI Sebaiknya di Bubarkan

AMURANG, Swara Manadonews (23/08/2010)—Pada putaran kedua di Kabupaten Minahasa Selatan, diharapkan jangan ada perhitungan cepat (quick count) oleh Lembaga Servei Indonesia (LSI), karena hanya mempengaruhi masyarakat Minsel. Pada umumnya Pemilukada berjalan dengan aman, akan tetapi ketika berhubungan adanya perhitungan cepat dari LSI, sehingga masyarakat mempertanyakan hasil yang di pegang oleh LSI, diambil dari siapa dan dimana. “Setelah ada di TPS, saya menanyakan kepada beberapa warga yang sudah datang, apakah ada LSI atau semacamnya ada diTPS,” ujar Herman Marentek.

Dikatakannya pula, bahwa sebagai warga, memang punya hak pilih dan memilih juga mempunyai hak untuk mengetahui, hasil yang diperoleh kandidat, dan kenapa masih ada lemabaga yang membohongi rakyat. “Tidak ada warga atau seseorang yang mengaku dari LSI, jadi saya selaku warga mengatakan LSI itu pembohong,” ujar Marentak

Ditempat terpisah Novri Ransulangi, sangat menyayangkan kinerja dari LSI, karena hanya memberikan data yang tidak akurat. “Kalau begini LSI harus dibubarkan, karena hanya memberikan konflik bagi warga,” ujar Ransulangi.

Lnjutnya, adanya kejadian itu merupakan bagian dari hasil penghitungan cepat yang efeknya bisa mempengaruhi, sebab itu juga menjadi bagian dari pembentukan opini. “Lebih baik saya menghimbau masyarakat, jangan terpanjing dengan issue dan lebih tepat menunggu hasil yang akan dikeluarkan pihak KPU,” pungkas Ransulangi. (drim's)



Di Landa H2C, Sejumlah Kepala SKPD Mulai "Carmuk"

AMURANG, Swara Manadonews (23/08/2010)—Adanya Penjabat Tugas yang ditunjuk oleh pemerintah propinsi, lewat surat dari Mendagri, ditunjukannya Drs Meki Onibala MM sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Minahsa Selatan (Minsel) Pasca Drs Ramoy Markus Lutungan dan Ventje Tuela SSos sudah habis masah tugas sebagai Bupati dan wakil Bupati periode 2005-2010 pilihan rakyat pertama.

Pelaksana tugas Bupati Meki Onibala ketika dikonfiramsi, apakah ada roling pejabat diteras Pemkab Minsel, Onibala mengatakan, akan melihat dulu sampai di mana kinerja Para SKDP yang ada . “Saya akan melihat dulu siapa SKPD yang tidak melakukan kinerja sesuai Tupoksinya,” ujar Onibala.

Ditambahkannya dalam waktu dekat ini akan ada roling pejabat. “Sebagai Pegawai Negeri Sipil, harus menerimah kalau ada roling,” tuturnya sembari menambahkan, di depan para SKPD yang selalu menadampingi Bupati (Bos) mereka setelah melepaskan pawai pembangunan, dikantor Bupati .

Terlihat para SKPD muali mengambil perhatian, karena dalam waktu dekat ini akan diadakan roling. “Sekali lagi saya katakan, semua SKPD untuk diadakan roling ada waktunya, sedangkan saya sudah 15 kali diroling, kenapa takut,” pungkas Onibala. (drim's)

Onibala: Saya Diberikan Tugas Oleh Atasan Untuk Bertanggung Jawab

AMURANG, Swara Manadonews (23/08/2010)—Issue yang merebak bahwa penjabat Bupati Minahasa Selatan (Minsel) bakal cuci gudang besar-besaran untuk pejabat esalon II dan III di tepis oleh Drs Mekky M Onibala MM, selaku penjabat Bupai Minsel, ketika di temui wartawan di ruang kerjanya, usai melakukan pertandingan persabatan dengan wartawan biro Minsel.

Menurut nya issue tersebut tidak benar, karena dirinya tidak akan mencari - cari kesalahan dari para pejabat tersebut. Hanya saja ketika pejabat tidak loyal terhadap atasan sudah barang tentu pejabat tersebut akan di berikan sangsi. "Saya diberikan tugas oleh atasan saya, untuk itu harus saya bertanggung jawab,” ujar sosok yang di kenal disiplin ini.

Di singgung mengenai apa yang menjadi penilain sebagai bentuk tanggug-jawab Onibala menjelaskan, bahwa sesuai laporan dari hasil Rakorev masih banyak permasalahan seperti PAD dan PBB yang masih jongkok dan saya sudah memberikan warning kepada kepala-kepala SKPD dan seluruh Camat. Pokoknya, apabila sampai bulan September masih belum mencapai target, itu adalah kesalahan mereka sendiri, jadi dalam hal ini saya tidak mencari kesalahan mereka,” pungkasnya. (drim's)

‘Diserang’ Onibala Cs, Wartawan Minsel Tumbang

AMURANG, Swara Manadonews (23/08/2010)—Pemkab Minsel yang diperkuat Mecky ‘Ronaldo’ Onibala mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai tim tangguh di lapangan hijau. Buktinya, skuad wartawan Minsel tumbang setelah dikeroyok dengan tiga gol dan hanya mampu dibalas dengan satu gol.

Bertarung dengan motivasi berlipat, skuad Pemkab Minsel membuka keunggulan di menit awal laga sepakbola berlabel persahabatan yang berlangsung Jumat (20/08) pekan lalu, di lapangan kantor Bupati Minsel lewat sontekan manis Danny ‘Rooney’ Rindengan.

Tertinggal satu gol, motivasi pasukan kuli tinta Minsel naik. Akselerasi penggedor tim wartawan, Emon Legi dan Wenly Kawengian kerap menyulitkan pertahanan Pemkab Minsel yang dikawal Lona Wati dan Boy Pandeirot. Sayangnya, upaya menyamakan kedudukan, urung tercapai, dan hingga babak pertama usai, Pemkab Minsel masih unggul dengan satu gol atas wartawan Minsel.

Memasuki babak kedua, wartawan Minsel yang tidak ingin terjungkal, terus berupaya membombardir pertahanan Pemkab. Kerja sama apik Aldy Rorong dan Hayer Damalowan di lini tengah, mampu membuahkan hasil. Berawal dari sodoran pendek Hayer, Emon yang mampu lepas dari kawalan pemain belakang Pemkab, mampu melepaskan tendangan keras mendatar, dan bergetarlah gawang Pemkab yang dikawal Denny ‘Buffon’ Kaligis.

Imbang, menjadikan laga makin panas. Wartawan Minsel akhirnya harus mengakui keunggulan Pandeirot Cs setelah dua gol mampu dilesakkan ke gawang David Waseng Masengi di menit-menit akhir babak ke dua. “Laga ini cukup berat. Meski kita menang, namun motivasi pemain wartawan mampu membuat kita kesulitan,” ujar Kapten Pemkab, Mecky ‘Ronaldo’ Onibala.

Sedangkan bagi wartawan Minsel, kekalahan tersebut ternyata menjadi cambuk. “Pemkab memang cukup tangguh. Namun, kita akan balas kekalahan ini di laga kedua nanti,” kata Wenly. (drim's)

Beraneka Macam Dagangan Makanan, Warnai Sudut Jalan Tidore

TAHUNA, Swara Manadonews (23/08/2010)—Kebiasaan memasuki Bulan Suci Ramadhan atau bulan Puasa, kelurahan Tidore Daerah Kabupaten Sangihe menjadi tempat berkunjung bagi masyarkat kota Tahuna dan sekitarnya. Pasalnya,di sana (Tidore) menjelang buka puasa beraneka macam dagangan makanan menghiasi setiap sudut jalan. Hal tersebut sudah menjadi tradisi bagi warga kelurahan tidore, dan tak pelak para pembelinya-pun, bukan hanya dari pihak muslim saja, melainkan kebanyakan dari kaum Nasrani.

“Kalo bulan puasa sadap skali mo cari kukis, cuma pigi di Tidore, tinggal mo pilih mo beli apa,” ungkap salah seorang warga Tona Lando Lumiu, sembari menambahkan, hal ini justru semakin mempererat tali siraturahmi antar sesama umat beragama di Daerah itu, di mana saling mengahragai dan menghormati antara sesama umat beragama sangat tinggi.

Salah seorang pedagang makanan Tidore Yanti Bawole mengatakan, keuntungan yang di ambil dari penjualan itu boleh di bilang sangat cukup, demi kebutuhan hidup keluarga, dimana biasanya dagangan yang di sajikan tidak lebih besar dibanding di bulan puasa.

“Biasanya kalau bulan-bulan lain, saya hanya membuat kukis terbatas. Itu pun tersisah kalau pasar sepi, tapi bulan puasa hanya di depan rumah dagangan saya setiap hari habis di borong pembeli, baik dari dalam maupun dari luar,” ujar Yanti.

Sementara itu Kabag Humas Sangihe selaku pemerintah Daerah mendapat support masyarakat Sangihe, di mana kerukunan antar umat beragama dapat terjalin baik seperti saat ini, dimana padagang muslim-pun dengan rendah hati melayani pembeli  dari kaum Nasrani. “Semoga saja, hal ini dapat berlangsung terus menerus,” harapnya. (iwan)

Warga Keluhkan Pembangunan Talud Pengaman Ombak di Tidore

TAHUNA, Swara Manadonews (23/08/2010)—Pembangunan Talud Pengaman Ombak di kawasan Pantai Tidore dikeluhkan oleh warga kelurahan itu. Pasalnya, pembaaangunan tersebut dikerjakan tidak sama dengan Talud di pantai kelurahan lain. Dimana di Kelurahan Tidore, tidak di buatkan tangga oleh kontraktor untuk dapat digunakan oleh masyarkat seperti talud yang lainnya. Dan juga batu-batu yang di letakan hingga kini sudah tidak ada lagi, disebabkan batu yang di letakan tepat di depan Talud itu hanyalah batu biasa yang mudah hanyut oleh ombak.

Berbeda dengan talud yang saat ini di kerjakan dan hampir selesai di wilayah lain, batuannya langsung di bawa dari Manado dengan menggunakan kapal Feri serta anak tangga nampak terlihat di talud itu. “Kami sebenarnya mo protes, masa pa torang sampe tangga mo turun taludnya nda ada, di tampa laeng bagus skali ada pake tangga, belum le batu-batu so pada anyor ombak bage. Cuma tako pas, ombak besar talud tidore mo patah ulang,” ungkap salah seorang warga Tidore Noval Soleman.

Lanjutnya lagi, seharusnya Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas PU mengawasi jalannya pembangunan itu. Bayangkan saja Tidore merupakan sasaran Ombak, tapi pembangunan taludnya asal-asalan saja, sedangkan Wilayah lain yang cuma merupakan pengikisan ombak di buat dengan begitu megah, dengan menggunakan material dari luar tidak seperti di Kelurahan Tidre. “Ini ‘kan aneh, apakah pemerintah sengaja untuk menggusur warga yang berada di pinggiran pantai atau ada maksud lain,” sembur Soleman mempertanyakan. Sementara itu kepala Dinas PU D Palid SE, saat dikonfirmasi dikantornya, terkesan menghindar bila ingin di temui. (iwan)

Soal Temuan Kejari Tahuna Kasus Suap Dana Lobi

Sembiring : Intinya Dia di Peras Oleh Staf Ahli DPR RI

TAHUNA, Swara Manadonews (23/08/2010)—Temuan Tim Kejaksaan Negeri Tahuna yang sempat membawa nama salah seorang petinggi di Daerah Kabupaten Sangihe yakni Wakil Bupati Jabes E Gaghana terkait pemberian uang kepada salah serang pejabat di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) guna melobi dana DAK dan DAU Kabupaten Sangihe untuk lebih besar,kini mulai terjawab. Setelah pihak kejaksaan Negeri Tahuna secara marathon melidik satu persatu saksi yang termasuk di dalamnya.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tahuna Sinarta Sembiring SH kepada wartawan belum lama ini. Ia mengatakan, sudah memanggil Wakil Bupati J Gaghana, untuk di mintai keterangannnya, dan menurutnya dana tersebut benar di berikan kepada salah seorang petinggi DPR RI di Jakarta untuk maksud tujuan dana yang akan mengalir ke Sangihe lebih besar. “Intinya Pak Jabes telah diperas oleh salah seorang petinggi di DPR RI, karena Ia menunjukan bukti, bahwa benar telah memberikan uang itu sebesar Rp 250 juta,” ungkap Sembiring.

Lanjutnya lagi, jadi menurutnya pengeluaran itu ada, tapi tidak bisa di buktikan,dan lagi uang tersebut telah dikembalikan olehnya. “Kasus ini tidak bisa di buktikan, dan uang tersebut sudah dia kembalikan dua tahap, pertama Januari sebesar Rp 50 juta dan sepuluh hari lalu sebesar Rp 250 juta,” jelas kejari Tahuna.

Ia juga menambahkan, pihaknya masih terus akan melakukan penyelidikan terhadap oknum DPR RI yang bernama Andy Efendi yang di duga melakukan pemerasan terhadap Wakil Bupati Jabes E Gaghana. (iwan)

Salindeho Lantik 35 Sekdes Jadi PNS

TAHUNA, Swara Manadonews (23/08/2010)—Sebanyak tiga puluh lima orang sekertaris Desa (Sekdes) di seluruh kampung yang tersebar di Daerah Kabupaten Sangihe, kamis (19/08) lalu, di lantik dan di ambil sumpah oleh  Bupati Kabupaten Sangihe Drs Winsulangi Salindeho menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai peraturan yang telah di tetapkan.

Hal itu di ungkapkan oleh kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Dra Olga Makasidamo kepada sejumlah wartawan di Tahuna. Ia mengatakan, terhitung SPMT 21 Januari 2010 ke TMP 1 Agustus, mereka (Sekdes) sudah menjadi bagian dari Pmerintahan serta penempatan bagi mereka di sesuaikan dengan tempat mereka bekerja sebelum di lantik menjadi PNS.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Drs Winsulangi Salindeho mengharapkan, kepada seluruh Sekdes yang baru di ambil sumpah untuk bisa menjaankan tugasnya masing-masing dengan maksimal agar benar-benar masuk sebagai PNS sudah melalui mekanismmme dan ketentuan yang ada. (iwan)Salindeho Lantik 35 Sekdes Jadi PNS

TAHUNA, Swara Manadonews (23/08/2010)—Sebanyak tiga puluh lima orang sekertaris Desa (Sekdes) di seluruh kampung yang tersebar di Daerah Kabupaten Sangihe, kamis (19/08) lalu, di lantik dan di ambil sumpah oleh  Bupati Kabupaten Sangihe Drs Winsulangi Salindeho menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai peraturan yang telah di tetapkan.

Hal itu di ungkapkan oleh kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Dra Olga Makasidamo kepada sejumlah wartawan di Tahuna. Ia mengatakan, terhitung SPMT 21 Januari 2010 ke TMP 1 Agustus, mereka (Sekdes) sudah menjadi bagian dari Pmerintahan serta penempatan bagi mereka di sesuaikan dengan tempat mereka bekerja sebelum di lantik menjadi PNS.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Drs Winsulangi Salindeho mengharapkan, kepada seluruh Sekdes yang baru di ambil sumpah untuk bisa menjaankan tugasnya masing-masing dengan maksimal agar benar-benar masuk sebagai PNS sudah melalui mekanismmme dan ketentuan yang ada. (iwan)