Minggu, 01 Agustus 2010

Jelang Peringatan HUT-RI ke-65 di Mitra

Gelar Berbagai Lomba

RATAHAN, suara manadonews (01/08/2010)—Dalam rangka memperingati sekaligus memeriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-65, maka pemerintah kabupaten Minahasa Tenggara menggelar kegiatan lomba gerak jalan yang dilaksanakan Jumat (30/7) lalu. Bertempat di kantor bupati Mitra, Bupati Mitra yang diwakili oleh asisten I secara resmi membuka kegiatan ini dan melepas peserta jalan sehat.

Peserta lomba gerak jalan adalah siswa-siswi tingkat SD, SLTA, SLTP, perwakilan kecamatan dan tiap-tiap SKPD di Mitra, seluruhnya berjumlah 46  regu, Asisten II Dr Ir As’ad Paturusi MappSc, selaku Ketua Panitia yang didampingi oleh  Kabag Perekonomian Drs Jotje Wawointana sebagai Sekretaris berharap, kegiatan ini dapat diikuti dengan baik. Mengingat kriteria penilaian lomba diantaranya adalah keseragaman, kerapian, ketertiban dan ketepatan waktu, yaitu 50 menit sepanjang 5 KM, yang menempuh rute yang cukup panjang. 

Setelah jalan sehat, para peserta disuguhi coffee break oleh panitia pelaksana. Suasana kekeluargaan sangat kental tercipta, dimana tiap peserta melebur dalam kebersamaan pemerintah kabupaten Mitra. Beberapa lomba juga dijadwalkan akan digelar seperti lomba catur, tenis meja dan bola voli pada pekan berjalan ini. (*/otnie)

Sarundajang : Keberhasilan Pendidikan Sulut Tak Lepas dari Unima

MANADO, suara manadonews (01/08/2010)—Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang mengatakan, berbagai keberhasilan dunia pendidikan di daerah ini, tak lepas dari peran serta Universitas Manado (Unima). Siapapun dia tentu mengakuinya kalau kehadiran Unima selama ini telah banyak berbuat bagi kemajuan dunia pendidikan di Sulut.

Hal itu terbukti bahwa angka melek huruf masyarakat Sulut sebesar 99,60 % yang artinya di Sulut tinggal 0,4 % masyarakat yang tergolong buta aksara. Angka ini berada di atas angka nasional sebesar 5 %. “Karena itu Provinsi Sulut saat ini menempati rangking pertama nasional sehingga mendapatkan pengharggaan anugerah pratama nugraha sebagai pengharggaan terhadap provinsi yang berhasil dalam penuntasan buta aksara,” jelas Sarundajang.

“Begitu pula dengan indeks pembangunan manusia (IPM) Sulut mencapai angka 75,15 (jauh diatas angka nasional 69,6) yang menempatkan posisi Sulut berada pada rnakging 2 nasional sesudah DKI Jakarta,” katanya.

Lanjutnya, belum lagi keberhasilan lain dari para anak-anak didik kita yang mengikuti berbagai olimpiade baik nasional maupun internasional dan yang terakhir para siswa dari SMU Lokon yang berhasil keluar sebagai pemenang dalam olimpiade sain bidang nuklir di kroasia, ini juga tidak lepas dari para tenaga-tenaga pengajar jebolan Unima.

Olah karena itu Sarundajang berharap, Unima terus meningkatkan kerjasama dengan Pemprov Sulut dalam upaya peningkatan SDM sesuai dengan jenjang pendidikan yang ada. Diakuinya sejak 2005 lalu para tenaga pengajar Unima telah mendapat bantuan pendidikan dari Pemprov mulai dari mahasiswa calon S1, program magister maupun doktor dan ini terus berjalan dengan baik.

Rektor Unima Prof Dr Ph E A Tuerah Msi DEA mengatakan, mereka yang mengikuti wisudah pada semester genap kali ini berjumlah 751 orang rinciannya program Doktor 8 orang, Magister 34 orang dan sisanya adalah sarjana strata 1 dari berbagai jurusan yang ada. (*/otnie)


Sedikitnya 75 Rumah Terendam Air

Akibat Sungai Belang Meluap

BELANG, suara manadonews (01/08/2010)—Hujan yang tak berhenti sejak Rabu (28/7) sore hingga malam hari, di sebagian besar Kabupaten Minahasa Tenggara, mengakibatkan sungai Belang menguap dan merendam desa Buku Tenggara, Desa Buku Induk dan sebagian Desa Belang. Menurut Camat Belang Basyir Paturusi, kejadian tersebut memang biasa terjadi di Belang. “Tak ada kerusakan parah karena air yang meluap hanya sekitar setengah meter,” ujarnya.

Dia mengatakan, air hanya menggenangi halaman rumah warga, dan ada sekitar 75 rumah yang tergenang. “Kami tak mengajukan bantuan ke Pemkab karena memang ini hanya bencana ringan yang bisa ditangani tingkat kecamatan,” tandas Paturusi yang rumahnya juga terendam banjir.

Akibatnya, sejumlah masyarakat harus mengungsi di Masjid Al-Ikhlas Buku. Salah satu warga korban bencana banjir mengatakan, air sudah surut dan semua warga sedang membersihkan lumpur. “Tak ada kerusakan parah, kami mengungsi hanya karena panik,”ujar Hasni Mahmud. Ditambahkan Samad Bangsawan, sekarang ini warga sudah bisa beraktivitas seperti biasa. “Kami berharap Pemkab Mitra memperhatikan sungai yang ada di Belang, mungkin bisa dilakukan pengerukan,” pungkasnya. (*/otnie)

Dibalik Kesuksesan WTP Pemprov Sulut

MANADO, suara manadonews (01/08/2010)— Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) terus teima pujian atas raihan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di Pemprov Sulut, baik itu dari pemerintah provinsi lain dan juga Pemerintah pusat.  Dibalik magis SHS ternyata  ada salah satu figur yang menjadi aktor penting hingga sistem keuangan Pemprov Sulut menjadi yang terbaik di Indonesia dan meraih opini pengelolahan keuangan tertinggi dari BPK RI tersebut. Kepala Biro Keuangan Setdaprov Sulut, Praseno Hadi SE Ak, yang juga berperan penting hingga Sulut mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat, yakni unqualified opinion or WTP award.

Menurut Praseno sapaan akrabnya kepada wartawan, memang capaian diraihnya WTP ini dilakukan dalam lima unsur. Diantaranya yakni, komitmen, fungsi, pembenahan sistem dan prosedur, sumber daya manusia (SDM), serta pengawalan proses perencanaan dan pengawasan. “Lima faktor itu yang menentukan diraihnya WTP,” katanya.

Ia menjelaskan lagi, capaian ini juga ditentukan oleh adanya komitmen dari Kepala Daerah dalam hal ini Sinyo Harru Sarundajang, sebab pemegang kekuasaan keuangan tertinggi yakni kepala daerah. “Salah satu langkahnya, Gubernur memberikan wewenang pengelolahan keuangan kepada saya. Dan itu dilakukan secara verifikasi, perbendaharaan, dan juga akuntansi,” kata mantan pegawai di BPK ini.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah membentuk biro keuangan kecil di masing-masing SKPD, untuk memanajemen keuangan di masing-masing SKPD yang ada. “Jadi disini, Kepala Daerah atau kepala SKPD, tidak bisa seenaknya untuk memakai uang, tanpa sepengetahuan administrasi,” pungkasnya.  (***)

Sedikitnya 14 Guru Besar Unima Dikukuhkan

TONDANO, suara manadonews (01/08/2010)—Bertempat di Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano, telah digelar pengukuhan 14 guru besar (Profesor,red). Pengukuhan 14 guru besar ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang. Dalam sambutannya Rektor Unima Prof Dr Ph E A Tuerah MSi DEA mengungkapkan, dirinya sangat bersyukur karena dengan pengukuhan 14 guru besar,  Unima akan ketambahan pendidik yang telah mencapai derajat profesional tertinggi yang memiliki hak otonom mengemban tugas di mimbar akademik. “Dengan dikukuhkan 14 guru besar, kapasitas pengajar  di Unima dengan sendirinya  meningkat,” ujar Tuerah.

Lanjutnya, apa yang telah diraih oleh 14 guru besar ini, kiranya bisa menjadi pemicu dan pembangkit motivasi agar dosen-dosen lain segera melanjutkan studi yang lebih tinggi. “Mari kita berikan apresiasi dan penghargaan tertinggi atas usaha besar yang telah dilakukan 14 orang ini untuk menyelesaikan studi S3, sehingga memenuhi syarat untuk diusulakn menjadi guru besar,”tambah Tuerah.

Lanjutnya para guru besar yang baru dikukuhkan kiranya bisa menjadi inspirator dan iluminator. “Saat ini dibutuhkan guru besar yang tidak hanya baik dan hebat, tapi juga harus mampu memberi dan membangkitkan inspirasi, serta  berani melakukan pencerahan atau sebagai iluminator,” papar Tuerah.

Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, selaku Ketua Dewan Penyantun Unima dalam sambutannya mengungkapkan di dikukuhkan 14 guru besar,  merupakan keberhasilan bagi Unima dalam mengemban misi mencerdaskan kehidupan bangsa di bumi Nyiur Melambai. “Unima telah mampu menunjukkan visi dan misi sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mampu mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing dalam membangun  daerah dan bangsa,” pungkas Sarundajang. (raynold)

Nama-Nama Guru Besar Yang Dikukuhkan :

1.Prof Dr Revly F I Gerungan Msi.
2.Prof Dr Sanusi Gugule Msi.
3.Prof Dr Ester Heydemans Msi.
4.Prof Dr Ellen S Kambey MA PhD.
5. Prof Dr Freddy S Kawatu Msi.
6.Prof Dr Arie F Kawulur MS.
7.Prof Dr Evi E Masengi MS.
8.Prof Dr Revolson A Mege MS.
9.Prof Dr Fientje J A Oentoe MPd
10.Prof Dr Joulanda A M Rawis MPd.
11.Prof Dr Agus G Senduk MPd.
12.Prof Dr Johanis F Senduk MPd.
13.Prof Dr Herry Sumual Msi.
14.Prof Dr Benyamin L Tampang Msi.

ADD, PNPM MP Tahun Anggaran 2009 Diresmikan

TONDANO, suara manadonews (01/08/2010)—Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa menggelar peresmian hasil kegiatan ADD, PNPM Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2009, Jumat (30/7) lalu. Acara ini juga  dirangkaikan dengan pembukaan Semiloka PNPM MP bagi DPRD Kabupaten Minahasa dan orientasi pelaksanaan tugas Ketua BPD se-Kabupaten Minahasa Tahun 2010 bertempat di ruang sidang DPRD Minahasa. Seperti diketahui untuk tahun anggaran 2009 lalu, kurang lebih 194 Desa di 16 Kecamatan kepercik dana ADD sebesar Rp 9,7 miliar, yang dibagi sesuai kebutuhan di 194 desa. 

Menurut Kepala BPMPD Glady Kawatu SH, dana ADD tahun 2009 umumnya digunakan untuk kegiatan fisik  seperti renovasi jalan, talud, drainase, pengerasan jalan, rehap jembatan, betonisasi bahu jalan, bak air minum, pengaspakan jalan, tanggul jalan, gorong-gorong,bronjong dan kegiatan fisik lainnya. Ketika disinggung berapa alokasi dana PNPM MP 2009 dan digunakan untuk apa? .

Kawatu menjelaskan dana PNPM MP 2009 mencapai kurang lebih Rp9,9 miliar yang dibagi kepada  152 desa di 11 kecamatan. “Umumnya dana ini digunakan untuk kegiatan fisik seperti  pembuatan air bersih, pasar, jalan desa, pengaspalan jalan, rehab sarana air bersih, bronjong, drainase, bangunan wc, saluran air dan beberapa kegiatan fisik lainnya.

Bupati Minahasa Stefanus Vreeke Runtu (SVR) yang hadir dalam peresmian dalam sambutannya mengungkapkan, selamat dan sukses serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kecamatan dan Desa. Segenap elemen masyarakat, terutama para pelaku PNPM Mandiri Perdesaan dan Perkotaan, atas selesainya beragam kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan dan Mandiri Perkotaan serta Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2009. “Diharapkan, dengan diresmikannya hasil kegiatan seperti yang telah kita saksikan hari ini, akan diikuti dengan peningkatan kesadaran untuk memelihara hasil jerih payah masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

“Pokoknya dalam meningkatkan partisipasi aktif segenap komponen masyarakat dalam berkarya di berbagai bidang pembangunan, telah mampu menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam mengelola segala potensi sumber daya yang ada, menuju Minahasa yang mandiri, demokratis, berdaya saing, berkelanjutan dan sejahtera,” kata SVR sapaan akrab Bupati Minahasa dua periode ini yang juga Cagub Sulut 2010-2015. (raynold)

Minahasa Steril Dari Atribut Partai dan Cagub

TONDANO, suara manadonews (01/08/2010)—Terhitung Sabtu (31/7) kemarin, merupakan masa tenang Pemilukada Sulut. Ini berarti tidak ada lagi pengerahan masa dan lain sebagainya yang beraroma kampanye dalam bentuk apapun. Bukan itu saja atribut partai dan baliho, juga sudah tidak diperbolehkan untuk dipasang di tempat-tempat tertentu kecuali di sekretariat  calon, itu-pun hanya diperbolehkan tiap kelurahan satu.

Pantauan Suara Manadonews di lapangan, beberapa baliho pasangan calon dan atribut mulai diturunkan. Seperti halnya yang dilakukan tim pemenangan SVR-MMS di Tondano. Baliho SVR-MMS dan atribut Partai Golkar mulai diturunkan sejak Jumat (30/7) di Minahasa. “Torang sudah diperintahkan oleh pengurus DPD  I dan DPD II Partai Golkar untuk menurunkan atribut seperti baliho dan bendera, mulai hari ini,  sebelum Panwas melakukan penertiban,” ujar salah satu pemuda, saat menurunkan bendera-bendera Partai Golkar di Tondano.

Ditempat terpisah Ketua Panwas Minahasa Decky Paseki melalui anggota Ventje Bawengan kepada wartawan  mengungkapkan, penertiban baliho baru akan dilakukan Panwas Minahasa tengah malam tepat pukul 00.01 wita. “Kami mengimbau kepada tim sukses atau tim pemenangan untuk bisa menurunkan semua atribut partai dan baliho yang terpampang guna menjaga ketertiban disaat masa tenang, sebelum dilakukannya pemungutan suara Pilgub 3  Agustus mendatang,”tegas Bawengan. (raynold)
  

KPU Minahasa Masih Butuh 1716 Kertas Suara

TONDANO, suara manadonews (01/08/2010)—Walau tinggal 4 hari lagi Pemilukada Gubernur Sulut akan dilaksanakan, namun penyaluran logistik  saat ini masih belum tuntas dilakukan. Lihat saja yang terjadi di KPU Minahasa. Pantauan wartawan koran ini, sampai Kemarin  Jumat (30/7) masih ada kekurangan kertas suara di Minahasa sebanyak 1716 kertas suara.

Menurut Ketua KPUD Minahasa Rommy Leke melalui anggota KPU Meidy Tinangon, benar adanya bila KPUD Minahasa masih membutuhkan kurang lebih 1716 kertas suara.  “Jumlah ini  berasal dari kertas suara rusak, kurang dalam pengepakan percetakan dan kekurangan karena bertambahnya jumlah pemilih sesuai DPT, hasil revisi 27 Juli 2010,” ujar Tinangon. 

Lanjutnya, KPUD Minahasa berharap agar KPU Provinsi dapat menambah dan mengganti kertas suara yang rusak dan kurang, demi terpenuhinya kebutuhan surat suara di Minahasa. “Kami berharap jumlah kertas suara yang rusak dan kurang bisa didistribusikan sebelum Pemilukada gubernur dilaksanakan 3 Agustus,” tandasnya. (raynold)

Grafis Kekurangan Kertas Suara di Minahasa:

1.  Total Kebutuhan Kertas Suara = 257.354
2.  Surat suara yang masuk = 256.903 
3.  Jumlah yang kurang = 1265
4.  Jumlah surat suara yang rusak = 313
5.  Kekurangan dari percetakan = 925

Sulut Rebut Emas di Olimpiade Fisika Internasional

TOMOHON, suara manadonews (01/08/2010)—Prestasi membanggakan kembali diraih salah satu siswa terbaik Sulawesi Utara di ajang internasional. Pasalnya, Christian G Emor siswa dari SMA Lokon Tomohon tampil sebagai juara dan berhasil meraih medali emas dalam ajang Olimpiade Fisika internasional di Zagreb Kroasia beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadis Diknas) Provisi Sulawesi Utara, Drs HR Makagansa MSi mengatakan, kita harus berbangga dengan hasil yang diraih oleh anak didik. Kegaiatan penyambutan Christian G Emor dilaksanakan di aula Kantor Dinas Pendidikan (Diknas) pada Jumat (30/07). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekertaris Diknas Sulut Drs Star Wowor, dan juga para undangan.

 Dalam pelaksanaan kegiatan ini Kadis Diknas HR Makagansan, juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 15 juta, kepada Christian, sebagai ucapan trima kasih dan juga sebagai salah satu bentuk apresiasi atas prestasi yang ia capai. “Batuan dana ini sebagai salah satu betuk apresisasi dari pihak pemerintah atas prestasi yang ia capai dan juga salah satu betuk dorongan bagi siswa yang lain, agar terus berupaya dalam pendidikan,” tandasnya.

Pelaksanaan kegiatan yang di laksanakan pihak Diknas Sulut, pihak pemerintah juga langsung melaksanakan kegiatan penyambutan di ruma kediaman Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut Sarundajang sekalu Gubernur Sulut berpesan agar Christian yang merasa puas diri dengan apa yang dia capai saat ini. Selain itu pihak pemerintah juga memberikan bantuan studi kepada Christian, selama melakukan studi sampai pada tahap Sarjana (S1) dimanapun Christian ingin bersekolah, dan batuan ini akan di salurkan tiap tahunnya. (raynold)

Jumat, 30 Juli 2010

Elektabilitas 35.2 Persen, SVR-MMS Menang Satu Putaran

MANADO, suara manadonews (30/07/2010)—Trend survei menunjukkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Stefanus Vreeke Runtu dan Hj Marlina Moha Siahaan (SVR-MMS) unggul dari pasangan lainnya dan mencapai elektabilitas 35,2 persen. Menurut Direktur Jakarta Vote Center (JVC), Andi Gunawan di Manado, Kamis (29/9), hasil survei menunjukkan pasangan SVR-MMS berpeluang besar untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur  Sulut periode 2010-2015. “Hasil survei yang dilakukan oleh Jakarta Vote Center, pada Juli dengan jumlah responden sebanyak 520 orang menunjukkan, tren survei SVR-MMS unggul dan meyakinkan untuk menang dengan 35,2 persen,” ujar Gunawan.

Sementara katanya lagi, untuk pasangan SHS-DK turun dengan elektabilitas 30,4 persen, E2L-HW dengan 17 persen, RML-HP 11 persen dan tidak menjawab sebesar 6,4 persen. “Pokoknya, sejak awal elektabilitas SVR-MMS terus naik dari titik awal 7,1 persen pada Februari 2010, kemudian naik padaApril 2010 sebesar 18 persen,” tukasnya.

Selanjutnya, pada Mei 2010 naik menjadi 21 persen, dan Juni kemudian naik enam persen menjadi 27 persen. Terakhir pada Juli 2010, elektabilitas SVR-MMS naik 8,2 persen menjadi 35,2 persen.

Hasil survei ini menunjukkan, pasangan yang berasal dari bawah tetap berpeluang besar untuk menang seperti yang terjadi di Sulawesi Selatan, dengan menangnya Syahrul Yasin Limpo. "Jadi tren survei yang semakin meningkat ini, menunjukkan pasangan SVR-MMS berpeluang besar untuk menjadi pemenang. Meski berawal dari titik bawah, namun hasil per bulan menunjukkan warga Sulut semakin mengenal dan mendukung pasangan ini dan mendongkrak elektabilitas SVR-MMS," tutur Gunawan.

Sementara pasangan lainnya, seperti SHS-DK mengalami penurunan elektabilitas, yang sebelumnya sempat unggul di bulan Juni dengan 35 persen. Namun pada Juli turun hingga ke 30,4 persen. Sementara pasangan E2L-HW turun dua persen menjadi 17 persen dan RML-HP turun satu persen menjadi 11 persen. "Untuk responden yang tidak menjawab juga terjadi penurunan, setelah sebelumnya pada Juni sebesar 7,5 persen menjadi 5,4 persen," tandasnya.

Mendengar hasil survey JVC tersebut, Koordinator Tim Media Center SVR-MMS, Hanny Sumakul, mengatakan cukup menggembirakan.  Hasil survei tersebut menurut Hanny, menunjukkan kerja keras tim pemenangan dan tim sukses, serta seluruh pengurus dan kader Partai Golkar se-Sulut sudah terlihat indikasi keberhasilannya. "Kita memang memulai dari bawah, tapi dengan hasil ini, menunjukkan apa yang dilakukan oleh pendukung SVR-MMS sangat luar biasa. Kami tidak pernah lelah berjuang, tidak pernah takut ketika diserang atau dilecehkan dan ini adalah indikasi kemenangan SVR-MMS. Ini adalah hasil ilmiah, dan setidaknya akan menggambarkan apa yang akan terjadi pada 3 Agustus nanti," pungkas Sumakul. (***)

Gubernur : Gereja Dilarang Berpolitik

Pengangkatan Pemuka Agama Pegawai Pencatat Perkawinan

MANADO, suara manadonews (30/07/2010)—Gubernur Sulawesi Utara Drs Sinyo Harry Sarundajang mengatakan, dalam menghadapi Pemilukada Gubernur dan Bupati/Walikota se–Sulut pada 3 Agustus yang tinggal dua hari lagi, dimintakan warga gereja dilarang berpolitik, karena gereja lahir untuk semua orang percaya dan gereja itu adalah sakral.

Pernyataan menarik itu disampaikan Gubernur Sarundajang saat melantik 131 orang pemuka agama kristen dilingkungan Gereja Masehi Adven Hari Ketujuh (GMAHK) selaku Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan (P4) di Gedung Daerah Konfrens Minut dan Malut Paal Dua Manado, Kamis (29/07).

Lanjut Calon Gubernur  Sulut ini, sebagai warga negara yang sadar akan kewajibannya maka, setiap anggota jemaat memiliki hak politik dalam pelaksanaan pemilukada itu sendiri. Untuk itu Sarundajang mengajak, seluruh pemuka agama advent di daerah ini kiranya dapat menyukseskan pesta Pemilukada tersebut dengan tidak bersikab golput. “Tetapi mampu mengajak setiap warga negara yang telah mempunyai hak pilih untuk datang ke setiap TPS, yang ada guna menyalurkan aspirasinya sesuai dengan hati nuraninya,” tandasnya.

Karo Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi Sulut Drs Roy Marhaen Tumiwa MPd selaku pelaksana kegiatan itu mengatakan, pelantikan ke 131 pemuka agama Advent menjadi petugas P4 tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Sulut Nomor 130 Tahun 2010 tanggal 8 Juli 2010 dan Keputusan Gubernur Sulut Nomor 136 Tahun 2010 tanggal 19 Juli 2010 Tentang Pengangkatan Pemuka-Pemuka Agama Selaku Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan Bagi Umat Kristen di Provinsi Sulut sebagai berikut ; GMAHK Daerah Konfrens Minahasa 51 orang, GMAHK Daerah Konfrens Minut 58 orang, GMAHK Daerah Misi Nusa Utara 13 orang dan GMAHK Wilayah Kerja Provinsi Sulut berjumlah 11 orang pendeta. (*/otnie)

Stock Sembako Aman Hingga Desember


MANADO, suara manadonews (30/07/2010)—Pemerintah Kota Manado lewat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Manado memastikan kesediaan stock sembilan bahan pokok menjelang bulan suci ramadhan di jamin aman.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Manado Fanny Sirang, siang tadi di ruang kerjanya kepada wartawan menjelaskan bahwa saat  ini ketersediaan sembilan bahan pokok di jamin ada sampai enam bulan kedepan. “stock sembako untuk menghadapi perayaan besar bagi umat muslim telah kami kroscek ke lapangan dan bulog semua di pastikan tersedia” jelas Fanny Sirang.

Lebih lanjut di jelaskan Fanny, “di pastikan saat ini stock gula putih lokal ada 22 ton dan besok akan masuk lagi sebanyak 1500 ton, untuk terigu saat ini yang tersedia sebanyak 1300 ton dan akan masuk besok sebanyak 600 ton” ujarnya.

Untuk kebutuhan telur ayam dan daging ayam menjelang bulan suci ramadhan semuanya mampu di sediakan oleh produk lokal. Adapun kenaikan kenaikan beras saat ini di karenakan faktor kenaikan tarif dasar listrik serta faktor cuaca. Kenaikan TDL sangat mempengaruhi naiknya harga beras di pasaran karena kebanyakan  gilingan padi menggunakan listrik.

Saat ini Disperindag kota Manado telah berkoordinasi dengan disperindag provinsi untuk melaksanakan operasi pasar dalam rangka mengantisipasi lonjakan harga di pasaran karena menjelang bulan suci ramadhan. "Pokoknya, operasi pasar nantinya akan dilaksanakan di beberapa lokasi dan tetap berkoordinasi dengan instansi yang terkait seperti kelurahan," pungkasnya. (*/denny)

Harga Pasaran saat ini sesuai dengan data dari Disperindag Kota Manado:

Beras super win        Rp  8.500/kg
Gula Pasir                Rp 11.000/kg
Minyak kelapa          Rp  9.000/kg
Terigu                       Rp 6.500/kg
Telur Ayam               Rp 1.100/butir
Kacang                    Rp 14.000/kg
Kacang Hijau            Rp 13.000/kg
Daging Ayam            Rp 26.000/kg
Daging Sapi              Rp 58.000/kg
Bawang Putih           Rp 40.000/kg
Bawang merah          Rp 26.000/kg
Ricah                       Rp 27.000/kg
Tomat                      Rp 8.000/kg
Kentang                   Rp 10.000/kg
Blue Band                Rp 27.000/kg

Pencuri Cengkih Mulai Marak di Minahasa

Polres Minahasa Diminta Turun Tangan

TONDANO, suara manadonews (30/07/2010)—Musim panen cengkih yang dirasakan masyarakat hampir diseluruh kabupaten Minahasa, mulai menimbulkan kekuatiran bagi masyarakat. Pasalnya, menurut data yang diperoleh Suara Manadonews, aksi pencurian yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab-pun mulai terdengar di sejumlah wilayah. Seperti yang terjadi di desa Rerer Kecamatan Kombi, dimana cengkih milik Pdt Joudy Kowaas yang dijemur di sikat pencuri dengan cara menyobek karung, serta terpal yang di pakai menjemur cengkih tersebut dan mengakibatkan kerugian sekitar empat belas juta rupiah .

Pencurian juga terjadi di desa Ranomerut kecamatan Eris Kabupaten Minahasa. Informasi yang berhasil dirangkum, Kamis (29/7) terdapat sejumlah warga yang menjadi korban penculikan tersebut. Menurut salah satu warga Ranomerut, diperkirakan aksi pencurian ini dilaksankan pada malam, hingga subuh pada waktu warga sementara asik beristirahat. "Kasing torang pe cingkeh baru da pete kong torang jemur di muka rumah, jadi kalo malam so nyanda ja angkat, enteru terpal le dorang bage," aku sejumlah warga.

Kasus pencurian yang lagi marak ini juga terjadi didesa Kolongan Atas kec Sonder yang modus pencuriannya lain lagi. Seperti yang katakan seorang warga ketika ditemui Suara Manadonews, "Kita ada lia-lia dorang so ja angka itu cingke ada jemur mar nentau kiapa kita cuma ada badiam," ungkap seorang bapak separo baya, dengan nada kesal.

Oleh sebab itu mereka sangat mengharapkan kepada pihak kepolisian khususnya Polres Minahasa, agar segera turun tangan dengan aksi pencurian ini karena sudah sangat meresahkan masyarakat. Pihak pemerintah desa-pun dengan sigapnya mengharapkan kepada seluruh masyarakat, agar supaya bisa melakukan pengawasan dan jika perlu melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib. Apabila merasa kehilangan hasil panen cengkih, yang saat ini merupakan hasil unggulan orang Minahasa.

Salah satu petani cengkih Desa Rerer kecamatan Kombi, Johny "ka"Loing, Kamis (29/7) kepada Suara Manadonews menghimbau kepada pihak kepolisian, agar siaga dalam menghadapi musim panen ini. "Kepolisian katu memang kerja berat selain mengawal pelaksanaan Pemilukada, dorang musti awasi itu pencurian cengkih oleh. Sebab itu bukan cuma polisi yang kerja keras, masyarakat-pun harus saling berkoordinasi untuk menjaga desa-nya masing-masing," katanya.

Diketahui, selain aksi pencurian yang diduga melibatkan sejumlah orang dengan menggunakan kendaraan tersebut, panen cengkih di Minahasa-pun sudah menelan korban jiwa seperti yang terjadi di Desa Tulap Kecamatan Kombi. Informasi yang diperoleh dari pihak pemerintah desa Tulap, beberapa hari yang lalu salah satu pemetik yang berasal dari luar desa Tulap, tewas mengenaskan dikarenakan jatuh dari pohon cengkih. (raynold loing)