Senin, 26 Juli 2010

Mamuaja Buka Bintek Linmas


MANADO, suara manadonews (26/07/2010)Penjabat Walikota Manado Drs Robby Mamuaya pagi ini membuka bimbingan tehknis  bagi anggota LINMAS yang akan bertugas di tempat pemunggutan suara pada pelaksanaan pemilukada walikota dan wakil walikota serta gubernur dan wakil gubernur  pada tanggal 3 Agustus nanti, kegiatan ini akan di laksanakan selama tiga hari.
Robby mengharapkan para anggota petugas linmas agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya agar dapat melaksanakan tugas nanti pada tanggal 3 Agustus dengan baik dan benar, karena menurut Mamuaya linmas adalah penjaga keamanan yang paling depan di masyarakat dalam pengamanan pada pemilukada nanti.
Tiap Tempat pemungut suara akan di jaga oleh dua orang linmas dan akan di back up oleh seorang polisi.
Yang membawa materi dalam acara bimbingan teknis kali ini adalah ketua Panwas Manado Sonny Pangkey dan anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Manado Marten Tombeg divisi penyelenggaraan pemilu serta dari kesbangpol.
Kepala Kesbangpol Linmas Manado Frangky Mewengkag menjelaskan maksut kegiatan bimbingan tekhnis bagi  linmas adalah untuk menambah wawasan serta pengetahuan untuk bagaimana melaksanakan pengamanan pilkada nanti serta mengerti tugasn dan tanggung jawabnya dalam membantu KPPS.(*/denny)

DPRD Tanah Datar Belajar Wisata di Manado


MANADO, suara manadonews (26/07/2010)Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat (Sumber) mengunjungi Manado untuk mempelajari pengelolaan kepariwisataan dan kependudukan, selama tiga hari.





"Pada dasarnya kabupaten Tanah Datar dan Kota Manado itu memiliki banyak kesamaan dan sama-sama juga menjual pariwisata, tetapi kami mau tahu bagaimana cara pemerintah Manado mempromosikan wisatanya," kata Ketua DPRD Tanah Datar Zuldafri Dharman di Manado, Senin. 

Zuldafri Dharman mengatakan dalam kurun dua tahun terakhir, Manado menjadi sangat maju dalam kepariwisataan ditandai dengan banyaknya iven berskala internasional yang digelar di Manado karena itu mereka memilih studi banding ibukota Sulawesi Utara ini. 

Bahkan Tanah Datar akan mengadopsi mekanisme pemerintah Manado mempromosikan wisata sebab hal tersebut yang belum tergarap dengan maksimal di daerah mereka, dengan demikian ia berharap mereka bisa mengandalkan pariwisata untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Selain itu Zuldafri juga mengatakan mereka juga mempelajari penataan kependudukan di Manado mulai dari pencatatan sipil sampai kepada pelayanan kepada masyarakat kota. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Manado Ferry Soetanto yang menerima para wakil rakyat dari Tanah Datar itu menjelaskan upaya pemerintah untuk memajukan pariwisata di Kota Manado. 

"Kami menata infrastruktur yang ada mulai dari jalan, jembatan hingga penerangan supaya para tamu yang berkunjung ke Manado terutama wisatawan baik lokal, nusantara maupun mancanegara betah dan terus datang ke kota ini," kata Soetanto. 

Soetanto juga mengatakan gelaran konferensi kelautan dunia (WOC) dan CTI Summit hingga Sail Bunaken yang digagas gubernur Sulawesi Utara Sinyo Sarundajang menjadi salah satu nilai tambah Manado di dunia, hingga jadi salah satu dari lima kota tujuan wisata di Indonesia. 

Mengenai kependudukan dan pencatatan sipil, kepala Dinas Kependudukan dan catatan sipil Evans Steven Liow mengatakan dalam tahun 2010 sudah dua kali menggelar kawin massal di Manado, untuk memperjelas status kependudukan warga kota yang tak sah secara hukum. 

Setelah menggelar kawin massal pemerintah juga memberikan akta lahir gratis serta Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada warga Manado yang miskin supaya terdata dengan jelas oleh pemerintah.

Evan Steven Liow juga menjelaskan penduduk Manado hingga bulan Juli 2010 tercatat sebanyak 467 ribu jiwa, dan akan divalidasi lagi pada akhir bulan.(*/denny)

KPU Manado Mulai Lipat Surat Suara

MANADO, suara manadonews (26/07/2010)Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado mulai melakukan pelipatan surat suara di ruang serba guna kantor KPU Manado, "Pelipatan surat suara tersebut melibatkan kelompok kerja (Pokja) serta komisioner yang ada di KPU Manado bahkan warga Manado namun diperiksa lebih dulu," kata ketua KPU Manado Conny Palar di Manado, Senin (26/7). 

Palar menjelaskan warga yang dilibatkan untuk melipat kertas suara tersebut berjumlah 25 orang dan dibayar perlembar dan diwajibkan menyelesaikan pelipatan kertas suara tersebut dalam wamtu tiga hari, setelah selesai dilipat maka suara akan didistribusikan ke semua sembilan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang ada di kota Manado untuk diteruskan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS), paling lambat satu hari sebelum waktu pencoblosan. 



Sementara undangan sudah disalurkan ke seluruh PPK karena harus ditandatangani oleh seluruh ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebelum disebarkan kepada para pemilih yang ada di Kota Manado. 

Ketua bidang pengawasan dan penindakan Panitia pengawasan Panitia pengawas (Panwas) pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Manado Sony Pangkey mengatakan pihaknya sudah memantau pelipatan surat suara yang melibatkan warga sekitar.





















Dari pemantauan secara langsung tersebut Pangkey mengatakan semua proses masih berjalan sesuai jalurnya dan tidak ada kejanggalan yang ditemukan, sebab terus mendapat pengawasan ketat dari staf KPU Manado. 
"Apalagi setiap orang yang masuk diperiksa dengan ketat, dan polisi berjaga satu kali 24 jam, jadi kemungkinan terjadinya kebocoran juga sangat kecil, dan menurut laporan KPU juga memeriksa setiap pelipat kertas setiap kali selesai untuk menjaga kehilangan atau dicurinya kertas suara," kata Pangkey.

Sementara Kepala Badan Kesatuan bangsa politik dan perlindungan masyarakat (Kesbangpolinmas) Manado Frangky Mewengkang mengatakan proses pelipatan surat suara tersebut ada dalam kewenangan KPU Manado. "Tahapan tersebut memang melibatkan masyarakat, dan kami yakin KPU mengawasinya dengan ketat supaya tidak ada hal-hal diluar kendali yang terjadi, pemerintah mendukung semua langkah KPU agar bisa menyelenggarakan Pilkada yang berkualitas," kata Frangky Mewengkang.(*/denny)

Astaga !! Honorer Mendadak Jadi PNS di Mitra

MTCW Minta Pelaku Diusut Tuntas


RATAHAN, suara manadonews (26/07/2010)— Dua honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra), masing-masing berinisial MT dan RM diduga belum mengikuti prosedur penerimaan CPNS. Anehnya, kedua honorer tersebut kini sudah resmi menjadi PNS di Mitra. Dari sumber yang tak ingin namanya  dipublikasikan, dua honorer tersebut sudah mengantongi Nomor Induk Pegawai (NIP), SK bahkan daftar gaji, padahal diketahui mereka tak mengikuti penerimaan CPNS.

"Kami melihat langsung bukti SK dan daftar gaji. Kalau memang benar mereka  berdua sudah menjadi PNS itu harus dipertanyakan karena mereka tak mengikuti prosedur," ujar sumber yang juga honorer. Dia meminta Pemkab untuk buka mata dan menjelaskan, mengapa ada honorer yang belum mengikuti prosedur tapi sudah ditetapkan jadi PNS. Sumber itu pun mengatakan, dua oknum honorer tersebut sudah bekerja di Pemkab Mitra sejak 2008. “Dan yang kami tahu, mereka tidak mengikuti seleksi CPNS,” tandasnya.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Plt Sekretaris Daerah Mitra, Drs Freddy F Lendo membantah hal tersebut. Bahkan mengatakan tak pernah ada kasus seperti itu di Mitra. "Semua PNS yang ada di Mitra ditetapkan berdasarkan aturan yang berlaku, tak mungkin  ada yang tak ikut prosedur karena penetapan CPNS dan PNS bukan saja kewenangan  Pemkab sepenuhnya tapi ada campur tangan Pemerintah Pusat," ujar Lendo.

Hal senada diungkapkan, Kabag Humas Mitra David Lalandos AP. "Tak ada yang seperti itu, yang saya tahu kedua honorer yang dimaksud masih belum berstatus PNS, hingga sekarang mereka masih tercatat sebagai staf honor Pemkab Mitra,” ujar Lalandos.

Menurutnya sangat berbahaya jika tanpa prosedur sudah ditetapkan sebagai PNS, karena harus melewati berbagai proses yang tak mudah. “Kami pastikan berita tersebut tak benar, silakan kroscek ke oknumnya," tambah Lalandos.

Sementara, kedua honorer bersangkutan saat ingin dimintai keterangan tak berada di tempat. "Informasi ini akan kami usut," pungkasnya.

Sementara Aktivis Minahasa Tenggara Coruption Watch (MTCW) Jefry Oding Rantung menyorot masalah ini, menurutnya, kejadian ini bisa menjungkir balikkan mekanisme hukum dan berpotensi merusak tatanan perundang-undangan, dalam hal perekrutan CPNS. MTCW juga meminta Plt Sekda Mitra Drs Freddy Lendo, menindak oknum-oknum yang sangat berani melakukan hal itu. “Pokoknya kami minta Pak Sekda menindak tegas oknum-oknum yang telah melakukan tindak pidana tersebut, jika itu memang benar,” pungkasnya.  (*/otnie)

Lima Negara Meriahkan ToF

MANADO, suara manadonews (26/07/2010)—Lima negara yakni Rusia, Vietnam, India, Malasia dan Korea Utara, masing-masing memamerkan ciri khas negaranya dalam kendaraan hiasan bunga segar pada turnamen bunga (Tournament of Flowers/ToF) Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut).

"Kehadiran lima negara tersebut bukan hanya menambah semarak turnamen tahunan tersebut, tetapi juga sebagai daya tarik pariwisata ke Tomohon dan Provinsi Sulut pada umumnya," kata Walikota Tomohon, Jefferson Rumajar di sela-sela turnamen yang disaksikan ribuan pasang mata di Tomohon, Jumat (24/7) pekan lalu.

Dalam turnamen tersebut, Rusia tampil dengan hiasan bunga berbentuk beruang salju dan bangunan Kremlin yang sangat terkenal, membuat ribuan pasang mata terkagum-kagum  menyaksikan pawai hias kendaraan bunga kendati di bawah guyuran hujan lebat.

Sementara Malaysia tampil dengan kendaraan dengan latar masjid dan bunga sepatu yang menjadi salah satu ciri kas negara tersebut. Korea Utara tampil dengan kendaraan berbentuk angsa raksasa serta tampilan buah segar produksi petani negara Asia tersebut, sementara India dengan rancangan gedung Taj Mahal makam tua abad-16 serta gasebo.

Vietnam memukau dengan hiasan bunga segar berbentuk Pady Cab yang melambangkan semangat kerja dengan ikon seorang petani dengan kuat menarik pedati.

Selain kelima negara tersebut, 76 kota di Indonesia ikut menampilkan berbagai ciri khas daerah masing-masing dalam bentuk hiasan bunga pada kendaraan hias yang berjalan menyusuri jalan utama di Kota Tomohon. Provinsi Sulut, menampilkan kendaraan dengan hiasan komoditi unggulan cengkih, pala dan kelapa sebagai andalan penghasil pendapatan bagi masyarakat daerah ini.

Kepala Subdit Direktorat Jenderal Pengembangan Distanisi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan, Winarno Sujas, mengatakan, Tomohon merupakan contoh daerah di Indonesia yang berhasil mengembangkan kekhasan daerah guna pengembangan pariwisata ke depan. "Setiap tahun wisatawan akan datang seperti halnya tahun ini, karena mereka ingin menyaksikan festival yang begitu menawan, untuk itu perlu ditingkatkan pelaksanaannya di tahun-tahun mendatang," tandas Winarno.

Turnamen bunga tahun ini, dirangkaikan dengan pemilian ratu bunga yang diikuti 82 peserta dari seluruh Indonesia. (***)

Testimoni Tanggapan Terhadap Pernyataan SHS dan CHOEL

DR ELLY ENGELBERT LASUT ME (Disalin Sesuai Dengan Tulisan Tangan)

MANADO, suara manadonews (26/07/2010)1. Pernyataan SHS sebagai Gubernur sangat Saya hargai, namun perlu juga saya ingatkan soal kejujuran dan fakta bersama bahwa “Saya belum memiliki pasangan Cawagub dan jika pasangan SHS-E2L pasti langsung lantik” adalah ungkapan SHS dalam pertemuan Saya dengan beliau setelah penyampaian Choel Malaranggeng tentang 3 opsi tsb, diruang VIP Guest House Bandara Pemprov Sulut (tempat pertemuan khusus tersebut atas permintaan SHS), jadi tindak lanjut pertemuan saya dengan Choel. Awalnya saya diajak bertemu Sdr Choel dgn 3 opsi, kemudian dilakukan per telepon yang terus menerus meminta Saya untuk tidak maju sebagai Cagub, dengan ancaman akan dipenjarakan. Dalam dunia informasi seperti ini, yang dapat mendengarkan kembali pembicaraan pertelepon Saya harap dapat membuktikan 2-3 kali telepon sdr Choel dengan nada ancaman tersebut. Namun dalam rapat dengan Choel M. Saya dapat menghadirkan dua orang saksi yang mendengarkan secara langsung 3 opsi ancaman itu jika diperlukan.

2. Nasib saya sebagai Bupati Talaud, bergantung pada kebaikan sdr. Choel M dan SHS jika mau menuruti permintaan mereka untuk tidak maju sebagai Cagub. Jika ditelusuri dalam pembicaraan pertelepon Saya yakin itu dapat ditemukan dalam pembicaraan No. HP 08114305979 (E2L) dan No. HP 0811318800 milik saudara Choel Malaranggeng pada bulan Februari akhir – Maret.

3. Ancaman terbuka dari SHS terhadap Saya disampaikan 2 minggu sebelum Saya dengan pihak Kejaksaan terangkat, yaitu penyampaian langsung pertelepon dari SHS pada bulan Desember akhir kepada sdr Jimmy R Tindi yang membuka speaker phone dan didengarkan oleh 7 orang termasuk saya dengan kata-kata al : “akan melibas dan mo kase rata pa ngana pe bos Jimmy.!” dan dilanjutkan dengan meminta sdr. Jimmy mengambil “honornya” di Pemprov Sulut. Pembicaraan itu kami dengarkan langsung secara terbuka saat kami 7 orang ada di Hotel Sedona. Kurang lebih 2 minggu setelah itu pihak Kejati menyampaikan akan membongkar “Kasus besar” di Sulut yang ternyata adalah Saya. (***)


Jumat, 23 Juli 2010

Sedikitnya 113 Pasangan Dinikahkan Masal

Lumenteut dan  Mangindaan Jadi Saksi Kawin
MANADO, suara manadonews (23/07/2010)Sebanyak 113 pasangan pengantin di nikahkan masal  di Gereja Getsemani Paal IV Kecamatan Tikala, pasangan pengantin yang mengikuti pernikahan masal ada yang sudah lama hidup bersama namun belum menikah secara resmi, sebagian peserta ada yang sudah menikah tapi belum memiliki surat resmi dari catatan sipil dan sebagian besar adalah pengantin baru.

Kebanyakan pasangan nikah masal ini adalah warga kurang mampu yang tinggal di kecamatan Tikala, dan seluruh kepengurusan administrasi di gratiskan oleh pemerintah Kota Manado dan lebih meringankan beban peserta kawin masal adalah aktah nikah mereka akan di antar langsung ke rumah masing-masing peserta.

Penjabat Walikota Manado Drs Robby Mamuaja yang hadir memberikan nasihat kepada seluruh peserta  kawin masal untuk dapat hidup bahagia, saling setia dengan pasangan hidupnya dan membuat moment pernikahan ini yang awal sekaligus yang terakhir

Dalam acara nikah masal ini yang menjadi saksi adalah Vecky Lumentut dan Harly Mangindaan.

Ketua Jemaat Gereja Getsemani Paal IV,  Pdt Julien Saisab Rotty STh memimpin ibadah dan  memberkati pernikahan masal ini memberikan nasihat dan contoh yang konkrit kepada peserta kawin massal di mana para suami yang mengambil istrinya untuk menjadi pasangan hidup haruslah selalu setia dengan pasangannya, karena semua yang telah di satukan Tuhan tidak bisa di pisahkan.

Raymond Haniko dan Nova Pondaag menyampaikan banyak terimah kasih kepada pemerintah Kota Manado yang telah mengadakan kawin masal dan kepada Vecky Lumentut dan Harly Ai Mangindaan pasangan calon walikota dan wakil walikota Manado dari partai demokrat yang menjadi saksi perkawinan mereka, pasangan ini bersyukur karena perkawinan mereka di hadiri walikota Manado, Kepala Dinas Catatan Sipil, Camat, Lurah dan seluruh jajaran pemerintah Kota Manado. (*/denny)

Mamuaja Roling (lagi) Pejabat Pemkot Manado

Drs Robby Mamuaya
MANADO, suara manadonews (23/07/2010)Penjabat Wali kota Manado melakukan mutasi sejumlah pejabat eselon dua dan tiga di lingkungan pemerintah kota Manado untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, "Mutasi yang dilakukan itu hal yang biasa, tetapi yang terpenting adalah bagaimana mengotimalkan pelayanan kepada seluruh masyarakat Kota Manado sehingga semua masalah yang ada di masyarakat bisa terselesaikan,"kata penjabat wali kota Manado Robby Mamuaja.

Mamuaja mnjelaskan,  semua pejabat yang baru dilantik itu harus tetap memiliki motivasi kerja dan integritas yang tinggi untuk melayani masyarakat, apalagi baru saja mendapatkan posisi yang itu sangat baik untuk penyegaran.

Namun wali kota mengatakan setiap perpindahan pejabat dari satu tempat ke tempat lainnya selalu berdasarkan penilaian yang objektif tidak ada yang dilakukan karena suka atau tidak.

Para pejabat yang baru dilantik itupun semuanya mengatakan siap menjalankan tugas masing-masing dan siap menjalankan tugas mereka, untuk melayani masyarakat Manado.

Salah satu pejabat yang baru dipromosikan naik dari eselon tiga ke eselon dua Hans Tinangon yang dilantik menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Manado mengatakan ia akan menjalankan dengan sebaik-baik, karena itu bentuk kepercayaan atasan kepadanya.

"Sebagai pegawai negeri sipil selalu harus siap menjalankan tugas dan ditempatkan dimana saja sebab itu adalah bentuk pengabdian kami kepada nusa dan bangsa termasuk Kota Manado untuk melakukan tugas pemerintah melayani masyarakat," Kata Tinangon.

Begitu juga dengan sejumlah pejabat eselon tiga yang dilantik mengaku tidak kaget sebab sudah sangat siap dengan segala mutasi jabatan dan pasti akan menjalankan tugas yang diembankan kepada mereka, para pejabat yang dilantik itu adalah lima pejabat eselon dua dan delapan eselon tiga di ruang serba guna kantor wali kota Manado, Jumat.

Yang dilantik itu diantara lain, Hans Tinangon dari kepala bagian administrasi pemerintahan umum menjadi kepala badan kepegawaian dan diklat (BKD) Manado, Joppi Suwu dari kepala BKD menjadi kepala Dinas Pendidikan Nasional, serta Michael Tandirerung dari sekretaris tata kota menjadi kepala bagian administrasi pemerintahan umum.(*/denny)

Peringatan Hari Anak Nasional Dipusatkan di Puskesmas

Empat Srikandi DPRD Manado
MANADO, suara manadonews (23/07/2010)Peringatan hari anak nasional di Manado dipusatkan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Wawonasa kecamatan Singkil Sabtu (24/7), kepala Dinas Kesehatan Manado dr Yvone Kaunang menjelaskan bahwa acara dilakukan dalam bentuk pemberian hadiah bagi sekitar 50 anak di Puskesmas Wawonasa dan serta sejumlah atraksi lainnya dari anak-anak sekolah dasar (SD) di wilayah tersebut, peringatan hari anak di Manado dirayakan secara bersama oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan organisasi wanita, dan lebih banyak diarahkan ke kesehatan dan sosial.

Selain memberikan hadiah bagi sekitar 50 anak, ada juga pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak dibawah umur 12 tahun yang datang dari wilayah tersebut, juga pemberian makanan tambahan sebagai bentuk perhatian untuk meningkatkan kesehatan anak,menurut Kaunang selain di Puskesmas Wawonasa, peringatan hari anak juga dilakukan di seluruh pos pelayanan terpadu (Posyandu) dimana anak-anak diberikan makanan tambahan dan pelayanan kesehatan gratis.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado Jeane Rumimpunu mengatakan perhatian kepada anak di Manado memang masih kurang, sebab masih ada saja anak jalanan yang berkeliaran di Manado,tetapi kami terus mengingatkan Dinas Sosial dan semua pihak terkait untuk saling menopang dalam menangani masalah anak di Manado ini sebab sangat kompleks dan perlu penanganan khusus dari semua pihak," kata Jeane Rumimpunu.

Begitu pun dengan anggota komisi D DPRD Kota Manado Stela Pakaja mengatakan pihaknya akan mendukung usulan perubahan anggaran dari Dinas Sosial Manado sepanjang semua kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu dan menangani masalah anak-anak di Manado.

Kepala Dinas Sosial Manado Revind Lewan mengatakan penanganan masalah anak-anak di Manado sudah dilakukan maksimal, masalahnya tinggal kembali ke tanggungjawab orang tua, sebab selama ini orang tua tanpa sadar melonggarkan pengawasan kepada anak, tetapi Lewan mengatakan pihaknya pemerintah tak pernah kehabisan, selalu berusaha melakukan berbagai cara untuk memberdayakan anak dan mengembalikan mereka pada jalannya agar tidak jadi anak jalanan.(*/denny)

Walikota Jakut Kagumi Pesona Alam Bitung

BITUNG, suara manadonews (23/07/2010)—Walikota Administratif Jakarta Utara Bambang Sugiyono SE MSi didampingi Assisten bidang Perekonomian dan Adminsitrasi Drs Lutfi MSi, Assisten Tata Praja Juliady SH MSi,   Kamis (22/7) berkunjung di kota Bitung. Dalam kunjungan kali ini Bambang Sugiono memboyong juga para kepala SKPD diantaranya, Kepala Suku Dinas Pariwisata, Pertanian, Kebersihan, Kabag Umum, Kabag Keuangan, Direktur PB Pasar Jaya dan Camat Kelapa Gading.


Rombongan diterima langsung oleh walikota Bitung Hanny Sondakh di dampingi Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs Edison Humiang, di rumah jabatan Walikota Bitung. Dalam pertemuan ini Walikota Administratif Jakarta Utara Bambang Sugioyono SE MSi menyampaikan beberapa hal teknis berkaitan dengan maksud kunjungan di kota Bitung, serta memaparkan secara singkat keadaan pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan serta kebijakan umum lainnya. Disamping itu secara langsung Ia menyampaikan ketertarikan potensi wisata Bitung, yang sudah dikenal secara nasional dan internasional terutama potensi wisata laut.

Untuk melihat panorama keindahan wisata laut, rombongan diajak keliling pulau lembeh dengan menggunakan KRI Tedong Naga, bertolak dari Lanal Kamla Bitung, kemudian  ke Kasawary Resort, Kungkungan Bay Resort dan taman Marga Satwa Naemundung. Menurut Bambang Sugiono bahwa, Bitung memiliki kekayaan dan potensi alam yang luar biasa, lautnya indah dan terdapat 27 titik diving point penyelaman, dan sangat indah. Oleh sebab itu ia berjanji untuk kembali lagi di kota Bitung dalam kunjungan yang lain serta akan mempromosikan ke warga Jakarta Utara tentang keindahan alam kota Bitung. (ayu dewi) 

Madidir Kecipratan 8 Proyek Jalan

Sondakh Sosialisasikan Program Pemerintah

BITUNG, suara manadonews (23/07/2010)—Walikota Bitung Hanny Sondakh gelar sosialisasi di kecamatan Madidir, rombongan diterima langsung oleh Camat Madidir Benny KW Lontoh MA, bersama para lurah se-kecamatan Madidir, Kamis (22/7), berlokasi di kantor kecamatan Madidir kelurahan Paceda.  Walikota Bitung yang didampingi Assiten Bidang Keuangan Drs Petrus Tuange bersama dengan jajaran pemerintahan yakni para kepala SKPD, staf ahli dan staf khusus melaksanakan sosialisasi berkenaan dengan program pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan di kecamatan Madidir. 


Kegiatan yang di hadiri kurang lebih 600 tokoh agama, tokoh masyarakat, pala dan RT ini, Walikota menyampaikan berbagai program pembangunan dan kemasyarakatan yang akan dilaksanakan di kecamatan Madidir dalam waktu dekat ini. Diantaranya pembuatan jalan di kelurahan Wangurer Barat, yakni jalan Depsos, jalan lorong SMP Kristen Tumou Tou Wangurer Utara, dan jalan lorong Lembeh Permai, jalan kubur Walone kelurahan Madidir Unet dan jalan lorong belakang Kodim. "Begitujuga dengan jalan lorong depan PT. CUC perbatasan antara kelurahan Wangurer Timur dengan kelurahan Paceda yang segera akan di bangun dan diperbaiki. " ungkap Sondakh.

Disamping itu kesejahteraan kepala lingkungan dan RT menjadi perhatian khusus walikota, untuk direalisasi mengingat pala dan RT merupakan ujung tombak dimasyarakat dalam melakukan berbagai pelayanan, terutama menunjang program pemerintah, begitu-pun juga dengan kesejahteraan para honorer guru TK.

Berbagai masukan dan harapan yang diusulkan masyarakat kali ini didominasi oleh perbaikan jalan dan drynase, mengingat kota Bitung memiliki struktur tanah berpasir, sehingga sering menutupi jalan kala hujan, oleh sebab itu dalam sosialisasi ini walikota Bitung menghimpun berbagai masukan dan usulan masyarakat kemudian segera memerintahkan dinas PU, dinas pertamanan serta instansi teknis terkait untuk melakukan pendataan di lapangan dan segera melakukan upaya perbaikan. 

"Kehadirannya dalam sosialisasi ini merupakan wujud kepedulian dan kecintaan kepada masyarakat, karena masyarakat merupakan prioritas utama dalam pembangunan dan yang paling utama bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Sondakh. (ayu dewi)


RSU Noongan Kecipratan Program Ponek

NOONGAN, suara manadonews (23/07/2010)—Rumah Sakit Umum ( RSU )yang berlokasi di desa Noongan wilayah Langowan ini merupakan Rumah Sakit Umum milik Propinsi Sulut, yang berada di kabupaten Minahasa yang kecipratan Program pemerintah pusat dalam rangka mencegah angka kematian ibu dan bayi. 


Oleh pemerintah pusat menjadi salah satu yang dipercayakan menjalankan program obstertik ini. Menurut Dirut Rumah Sakit Umum ( RSU ) Noongan dr Inggrid Giroth MKes,  kepada Suara Manadonews baru-baru ini, guna mendukung program nasional , pihaknya melakukan pelayanan publik secara gratis dan ini sudah berjalan sejak bulan Juni hingga Juli 2010. 

Selain pelayanan publik, pihak RSU Noongan juga mendapatkan bantuan pembangunan gedung baru yang difungsikan bagi pelayanan kesehatan di bidang obsertrik. "Pada saat ini, kami sedang melayani pasien yang datang dari Mitra maupun dari minahasa sendiri," ujarnya. 

Lanjut Giroth, guna mandukung program ini, tenaga medis dan alat penunjang-pun sudah dipersiapkan. "Untuk tenaga medis, Rumah Sakit Umum Noongan nantinya akan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Unsrat," ungkap dokter yang murah senyum ini. (raynold loing)

Kamis, 22 Juli 2010

KANDIDAT WALI KOTA MANADO PAPARKAN VISI MISI

MANADO, suara manadonews (22/07/2010)—Sebanyak sembilan pasangan kandidat wali kota dan wakil wali kota memaparkan visi misinya di depan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado dalam rapat paripurna istimewa di ruang rapat paripurna Kamis (22/7).



"Sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, maka rapat paripurna istimewa ini hanya akan mendengarkan visi dan misi kandidat calon tanpa adanya dialog, atau komentar dari semua anggota dewan," kata Ketua DPRD Manado Danny Sondakh di Manado. 

Sondakh mengatakan setiap kandidat mendapatkan kesempatan masing-masing 20 menit untuk memaparkan apa saja program mereka kedepan yang nantinya akan masuk dalam lembar daerah dan menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Manado 2010-2015. 

Pasangan kandidat nomor satu Djeli Massie dan Harry Pontoh yang mendapat kesempatan pertama membacakan visi dan misi mereka menjelaskan visinya adalah membangun masyarakat Manado demokratis yang sejahtera, dengan misi membangun sarana transportasi dan perhubungan. 

Pendidikan gratis termasuk beasiswa serta juga menjadi perhatian pasangan ini karena merupakan hak dasar manusia serta perekonomian, untuk menopang perkembangan daerah ini. 

Kemudian kandidat nomor dua Jackson Kumaat dan Helmy Bahdar membawa visi menjadikan Manado sebagai kota pendidikan dan wisata dengan meningkatkan nilai pendidikan terutama para guru, meningkatkan nilai kesehatan termasuk menindak tegas para aparat yang korupsi. 

Pasangan nomor tiga Burhanudin tidak hadir alasannya menerima undangan pukul 09.00 Wita, hanya wakilnya yakni Jakobus Mawuntu yang menyampaikan visi dan misi yang intinya menjadikan Manado sebagai kota yang indah, dan aman. 

Kandidat nomor empat Louis Nangoy dan Rizali M Noor memaparkan visi misi dengan membangun dan menjadikan Manado sebagai kota yang sejahtera dan bermartabat, dan kandidat nomor lima Hanny Joost Pajouw-Anwar Panawar dengan visi reformasi birokrasi, keuangan dan pembenahan bidang pendidikan. 

Pasangan nomor enam Yongkie Limen dan Marietha Kuntag mengangkat masalah perekonomian mikro sebagai dasar pembangunan kota, sementara Wempie Frederik yang juga tak didampingi oleh wakilnya mengatakan akan membangun Manado sebagai kota yang religius dan demokratis dan representatif. 

Pasangan nomor delapan dari demokrat Vicky Lumentut dan Harley Mangindaan memaparkan visi misinya melanjutkan visi misi lama dan akan meningkatkannya bahka ada janji menaikkan Tunjangan Tambahan Penghasilan terakhir Marhanny Pua dan Richard Sualang membawa visi misi pengembangan wisata, UKM dan wisata. (*/denny)

PANWAS MANADO TEMUKAN PELANGGARAN PILKADA

MANADO, suara manadonews (22/07/2010)—Panitia pengawas (Panwas) Pemilihan kepala daerah (Pilkada) menemukan pelanggaran selama tahapan dan masa kampanye.. "Pelanggaran itu ada yang bersifat adminitratif maupun pidana ditindaklanjuti dengan penyidikan dan pemeriksaan menentukan pelanggaran administrasi atau pidana," kata Ketua divisi pengawasan dan penindakan Panwas Pilkada Manado Sonny Pangkey di Manado.


Sonny Pangkey mengatakan, untuk pelanggaran yang agak ringan mereka memberikan teguran kepada para kandidat calon tetapi yang sudah berat langsung disidik dan dijadikan sebagai temuan dengan kategori pelanggaran berat dan akan direkomendasikan ke tingkat yang lebih lanjut. 

Pamaparan visi dan misi oleh sembilan kandidat dalam rapat paripurna tersebut menurut Pangkey juga menyalahi aturan sebab berdasarkan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) nomor 69 tahun 2009 harus dilakukan mendahului kampanye, bukannya di tengah waktu kampanye. 

Pangkey mengatakan Panwas Pilkada sudah menyurati KPU dan meminta penjelasan mengenai hal tersebut dan mau mereka memberikan alasan hal tersebut, sebab dianggap sudah menyalahi aturan,
"Apalagi dalam waktu dekat ini, Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) akan datang ke Manado untuk mengadvokasi masalah yang terjadi di KPU Sulawesi Utara dan Manado agar bisa diselesaikan," 

Sementara itu, kepala divisi hubungan masyarakat (Humas) KPU Manado Eugenius Paransi mengatakan pihaknya sudah menjalankan semua tahapan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) sebagaimana yang ditetapkan. 

"Memang seharusnya berdasarkan aturan KPU pelaksanaan kampanye harus didahului dengan rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk mendengarkan visi dan misi, tetapi kami sudah menyerahkannya secara tertulis pada hari Sabtu lalu supaya tetap dilakukan," kata Paransi. 

Apalagi saat itu, DPRD belum siap dan Badan Musyawarah tidak jadi menggelar rapat untuk menetapkan paripuran tersebut sehingga hal tersebut dilakukan, KPU bersama para kandidat wali kota dan para tim suksesnya. 

Ketua DPRD Manado Danny Sondakh juga menegaskan bahwa penyerahan visi dan misi tersebut sudah ada berita acaranya sampai rapat paripurna tersebut dilaksanakan. 

Temuan pelangaran Pilkada yang masuk di Panwas Pilkada hingga Kamis adalah pemasangan atribut kandidat di lokasi terlarang, belum ada laporan dana kampanye dan tidak ada tembusan laporan tim kampanye dan tim sukses. (*/denny)