Kamis, 22 Juli 2010

Rabu, 21 Juli 2010

DINSOS SERIUS TANGANI ANAK JALANAN MANADO

illustrasi anak jalanan


MANADO, suara manadonews (21/07/2010)—Dinas Sosial (Dinsos) Manado sangat serius melakukan penanganan anak jalanan untuk meminimalisir masalah sosial yang terus terjadi di Manado. 
"Anak-anak jalanan itu sebenarnya tidak membuat kejahatan tetapi mereka sudah menyebabkan keresahan sebab kehadirannya membuat orang lain terganggu karena itu kami terus melakukan upaya mengatasi masalah tersebut," kata Kepala Dinas Sosial Manado Revin Lewan di Manado, Rabu.

Lewan mengatakan ada beberapa cara yang dilakukan pemerintah untuk meminilisir anak jalanan di Kota Manado, agar tak lagi menimbulkan masalah yakni mencari dan mengembalikan mereka kepada orang tuanya dan diminta mengawasi mereka dengan baik.

Cara kedua yang dilakukan adalah merazia terhadap mereka jika kembali ke jalanan, untuk cara ini kata Lewan perlu dukungan masyarakat agar mereka tak lagi melakukan hal tersebut dengan ikut mengawasi dan melaporkan kepada orang tua.

Kalau memang kedua cara tersebut tak bisa membuat para anak jalanan sadar, pemerintah tak akan kehabisan akal mereka akan melakukan cara yang lebih manusiawi dan baik, sehingga anak-anak tersebut mau kembali ke rumah, kata Lewan.

"Caranya kami akan memberikan pembinaan dan ketrampilan pada mereka, agar punya ketrampilan dan bisa mandiri, namun akan diseleksi dari sejumlah anak jalanan yang ada di Manado, yakni sekitar 50 anak," kata Lewan.

Sehingga mereka bisa mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha sendiri, sebab para anak jalanan itupun diberikan modal untuk memulai usahanya agar maju dengan sangat bagus.

Anggota komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado Stela Pakaja mengatakan apapun usaha Dinas Sosial termasuk pembinaan dan pemberian ketrampilan, akan didukung selama itu dilakukan menangani anak jalanan.

Mengenai anggaran katanya akan DPRD secara khusus panitia anggaran akan mendukung dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010 Agustus nanti supaya penanganan anak jalanan dilakukan dengan baik dan tepat.

Di Kota Manado ada terdapat sekitar 130 anak jalanan yang datang dari berbagai latarbelakang keluarga, mulai dari ekonomi sampai ikut-ikutan dengan teman mereka terus mendapatkan pengawasan dari Dinsos dan berkali-kali dipulangkan kepada orang tua.(*/dm)

PEMKOT MANADO GELAR KAWIN MASAL


MANADO, suara manadonews (21/07/2010)—Pemerintah kota (Pemkot) Manado kembali menggelar kawin massal untuk mencatatkan pernikahan warga Manado yang belum terdaftar di pencacatan sipil. 
"Kawin massal ini kami lakukan untuk menertibkan administrasi kependudukan Manado, dan dicatatkan sevara hukum sebab dari pendataan kami masih banyak warga Manado yang kumpul kebo atau hanya kawin secara agama," kata Kepala Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan Kota Manado Steven Liow SSos di Manado, Rabu.

Liow mengatakan dengan menggelar kawin massal tersebut diharapkan tidak ada lagi masalah kependudukan karena warga yang dikawinkan secara bersama-sama tersebut juga mendapatkan kartu keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga akta lahir anak.

Menurut Liow perkawinan secara massal tersebut hanya akan dilakukan sampai bulan Juli sehingga pasangan yang belum resmi secara hukum negara diharapkan bisa ikut agar mereka bisa didaftarkan sebagai pasangan suami istri secara hukum.

Sementara itu, sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Manado Refli Mamusung mengatakan untuk sepanjang pekan ini perkawinan massal dilakukan di tiga kecamatan yakni Tikala, Singkil dan Bunaken.

Perkawinan massal tersebut juga mendapat dukungan dari para camat sebab akan digelar di selurh kantor kecamatan yang akan dirangkaikan dengan penyerahan akta nikah, akta lahir anak jika sudah punya anak dan kartu keluarga serta KTP bagi yang ikut.

Camat kecamatan Tikala Kota Manado Maximilian Tatahede mengatakan untuk wilayahnya pasangan yang akan menikah diperkirakan akan mencapai sekitar 70 sampai 80 pasangan, sebab banyak yang mendaftar ikut.

"Untuk perkawinan massal ini semuanya gratis, jadi yang banyak yang ikut mereka cukup melengkapi semua berkas yang diminta, antara lain keterangan belum pernah kawin dari kelurahan atau sudah pernah tetapi telah bercerai ditandai dengan surat cerai dari pengadilan," kata Tatahede.

Wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Amir Liputo mengatakan perkawinan massal itu adalah hal yang baik sebab ikut menyelesaikan masalah kependudukan di Manado, tetapi ia mengingatkan jangan sampai hal itu dijadikan alat politik untuk Pilkada nanti.(*/dm)

KANDIDAT WALI KOTA MANADO PAPARKAN VISI MISI


MANADO, suara manadonews (21/07/2010)—Sembilan pasangan kandidat wali kota dan wakil wali kota Manado akan memaparkan visi dan misinya di hadapan rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado.

"Pembacaan visi dan misi ini disepakati Badan Musyawarah DPRD Manado digelar karena sesuai dengan ketentuan Undang-undang Pemilihan Umum (Pemilu) harus dilaksanakan dan pada kandidat cukup membacanya saja," Kata Sekretaris DPRD Kota Manado Danny Mandagie di Manado, Rabu.

Mandagie mengatakan nantinya para anggota DPRD sebagai perwakilan masyarakat, penjabat wali kota dan semua unsur musyawarah pimpinan daerah (Muspida) dan tokoh masyarakat hingga akademisi yang diundang hadir akan mendengarkan janji para kandidat tersebut.

Kehadiran para tokoh masyarakat dianggap penting, sebab mereka juga menjadi penentu dari nilai elektabilitas para kandidat sebab suara mereka biasanya didengarkan sebagian besar warga, kota, kata Mandagie.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado Conny Palar mengatakan pihaknya sangat siap melakukan hal tersebut sebab memang merupakan salah satu tahapan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) yang tak boleh diabaikan.

KPU sebagai penyelenggara Pilkada bertanggungjawab penuh terhadap hal itu dan mewajibkan setiap pasangan kandidat untuk hadir agar bisa meyakinkan para pendengar mengenai visi dan misi mereka, kata Palar.

"Semua visi dan misi para calon tersebut akan dimasukan dalam lembar daerah, sehingga siapapun nantinya yang akan terpilih harus komitmen dengan hal tersebut dan wajib memenuhi janjinya kepada masyarakat yang terwakili di DPRD Manado," kata Palar.

Anggota DPRD Manado dari Partai Keadilan Sejahtera Syarifudin Saafa mengatakan sesuai aturan dalam Undang-undang Pemilu dalam pemaparan visi dan misi itu tidak ada dialog sama sekali, cukup membaca caja.

Tetapi ia mengatakan pihaknya akan berusaha melakukan lobi-lobi politik supaya bisa ada dialog walaupun hanya sebentar, supaya para wakil rakyat termasuk penjabat wali kota yang hadir bisa menilai sampai dimana kemampuan dan kapabilitas para calon tersebut.

Beberapa pasangan kandidat seperti Djeli Massie dan Harry Pontoh dari jalur perorangan dan Vicky Lumentut-Harley Mangindaan mengatakan sangat siap membacakan visi dan misi mereka, supaya diketahui oleh setiap orang di Kota Manado. (*/dm)

DPRD SOLOK SELATAN PELAJARI PERIZINAN DI MANADO



MANADO, suara manadonews (21/07/2010)—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Kota Manado.  "Mereka datang ke Manado untuk mempelajari mengenai perizinan dan pengelolaannya oleh pemerintah di Manado serta bagaimana efektifitasnya bagi penduduk kota," kata Bagian Administrasi Pemerintah Umum sekretariat Kota Manado Hans Tinango di Manado, Rabu. 
Tinangon mengatakan pengurusan perizinan di Manado menjadi hal penting untuk dipelajari sebab badan tersebut merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2008dan dinilai bekerja maksimal.

Karena itu DPRD dan pemerintah Solok Selatan akan menjadikannya sebagai salah satu bahan pertimbangan serta pegangan untuk memberlakukan sistem pelayanan terpadu yang maksimal di daerah mereka, kata Tinangon.

Sementara Kepala pelaksana sekretariat Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Manado Rum Usulu menjelaskan mengenai pola pelayanan yang mereka lakukan selama ini diusahakan memudahkan masyarakat.

"Semua izin yang diurus di BPPT Manado dilakukan secara transparan mulai dari berapa besar biaya administrasi sampai waktu pengurusannya dijelaskan kepada masyarakat,"kata Usulu.

Dengan demikian ia mengatakan masyarakat akan termotivasi untuk mengurus semua izin di BPPT yang pada akhirnya akan bermuara pada pengumpulan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan meningkat secara signifikan, kata Usulu.

Usulu juga mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan supaya mereka tahu dan mau mengurus izin di BPPT sebab lebih mudah dan hanya di satu pintu saja.

Ketua rombongan dari Solok Selatan Rizal Salasa menjelaskan kedatangan mereka ke Manado memang secara khusus mau mempelajari mengenai perizinan dan diharapkan sehingga bisa dijadikan sebagai perbandingan di daerah mereka.

Minimal bisa mengadopsi cara pemerintah Manado melakukan pelayanan terhadap masyarakat yang sangat baik sehingga melayani masyarakat Solok Selatan yang mau mengurus perizinan di satu tempat dengan mudah dan cepat. (*/dm)

Onibala : 286 Pegawai Diambil Sumpah

MANADO, suara manadonews (21/07/2010)—Sebanyak 286 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di lingkungan Pemprov Sulut diambil sumpah oleh Kepala Badan Kepegwaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut Drs Mecky M Onibala MM atas nama Gubernur Sinyo Harry Sarundajang, di ruang huyula kantor gubernur, Senin (19/07) lalu.

Onibala mengatakan, pengambilan sumpah/janji PNS saat ini merupakan pernyataan kesanggupan untuk melakukan suatu keharusan atau tidak melakukan suatu larangan berdasarkan keyakinan agama atau kepercayaan terhadap Tuhan YME.

Karena itulah, hendaknya kalian memahami bahwa profesi menjadi seorang PNS adalah sebuah amanah dan kepercayaan yang diberikan tidak hanya dari atasan dan pemda, namun juga merupakan bentuk kepercayaan dari masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan yang maha kuasa. “Untuk itu sebagai abdi masyarakat, PNS haruslah peka dan tanggap terhadap setiap persoalan yang timbul di tangah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Onibal juga mengatakan, perlu dipahami bahwa sikap dan tingkah laku seorang PNS selalu dinilai baik oleh atasan maupun masyarakat. Untuk itu menjadi seorang abdi negara haruslah memiliki komitmen kuat menjaga kewibawaan pemerintahah, yang diimplementasikan melalui sikap dan tindakan nyata yang dimulai dari diri sendiri.

Untuk itu diharapkan, seorang PNS dapat bertindak secara profesional dan proporsional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehari-hari sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat disamping mampu menjaga moralitas.

Onibala juga mengingatkan, agar PNS harus bersikap netral dalam menghadapi Pemilukada 3 Agustus nanti, hal itu dimaksudkan agar PNS tidak sampai terjebak dalam praktek politik praktis. (*/otnie)


SHS Minta Anggota Korpri Sukseskan Pemilukada

MANADO, suara manadonews (21/07/2010)—Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat anggota Korpri diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk menyukseskan Pemilukada Gubernur, Bupati/Walikota pada Tanggal 3 Agustus. Hal itu disampaikan Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) pada saat memimpin Apel Korpri di halaman Kantor Gubernur , Senin (19/07). “Peran dari setiap anggota Korpri guna mendorong masyarakat yang telah mempunyai hak pilih untuk memberi suaranya di setiap TPS sesuai dengan hati nurani, merupakan hal yang wajar dan tidak bertentangan dengan aturan yang ada,” ujar Sarundajang.

Dikatakan, sebagai katalisator dan dinamisator pembangunan, anggota korpri mempunyai kewajiban memberikan pencerahan positif dalam berdemokrasi yang santun, elegan dan beretika sehingga masyarakat nantinya tidak bersikap golput melainkan mau menyalurkan suaranya di TPS. Untuk itu peran strategis dari setiap anggota korpri sangat dibutuhkan demi suksesnya Pemilukada itu sendiri.

Sarundajang menambahkan, kerpemimpinannya selama lima tahun telah banyak dicurahkan untuk kemajuan daerah bumi nyiur melambai salah satunya pengharggan bintang mahaputra yang diterima dari Presiden SBY pada tahun 2009 lalu. Sesungguhnya pengharggaan itu diberikan untuk seluruh rakyat Sulut.

“Berbagai keberhasilan yang telah dicapai pemerintahan SHS tak bisa dipungkiri telah banyak dirasakan oleh masyarakat luas mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan pertanian serta kesejahteraan pegawai seperti TKD, penyediaan perumahan bagi Pegawai yang belum memiliki rumah semua itu telah dilakukan SHS,” ujar sejumlah Birokrat Pemprov  Alfra, Akrie, Reynaldo, Ferry dan Arief.

Keberhasilan demi keberhasilan SHS dalam membangun Sulut walau masih ada segelintir orang yang belum mengakuinya, namun dunia internasional telah mengakuinya keberhasilan itu,” kunci beberapa birokrat handal Sulut yang tak mau namanya dipublikasikankan. Bahkan, mereka juga mengajak, marilah kita lanjutkan pembangunan Sulut menjadi semakin maju, berbudaya, berdaya saing dan semakin sejahtera. (*/otnie)

Selasa, 20 Juli 2010

TS WIRA TANPA KOORDINASI KEKECAMATAN, TINGGALKAN SAMPAH

MANADO, suara manadonews (20/07/2010)Kampanye damai calon walikota Wempi Frederik berpasangan dengan Richard Kaindage (WIRA) di lapangan Perkamil kecamatan Tikala meninggalkan sampah yang cukup banyak.


Kepala lingkungan delapan mengeluhkan sikap Tim sukses WIRA yang tidak bertanggung jawab mengenai kebersihan dan sepertinya sengaja membiarkan sampah berhamburan di lapangan tersebut, tanpa ada koordinasi dengan Kelurahan perkamil ataupun perangkat lurah seperti kepala lingkungan, dan ada kemungkinan bahwa calon walikota manado Wempie Frederik dan wakilnya tidak mengetahui hal ini.

Hal ini ketika di minta tanggapan dari Lurah perkamil Oswien Koloay Via Hanphone menjelaskan, bahwa sampai saat ini pihak tim sukses WIRA belum pernah melakukan koordinasi ataupun melapor akan mengadakan kampanye damai di lapangan Perkamil, untuk sampah yang di hasilkan dari kampanye tersebut dengan sendirinya akan di bersihkan pihak kelurahan walaupun tidak ada koordinasi dari pihak WIRA.
Hal senada di sampaikan Camat Tiakala Max Tatahede SSos via handphone genggamnya ketika suara manadonews meminta tanggapannya mengenai hal tersebut.

Camat menjelaskan bahwa sampai saat ini dirinya belum ada pemberitahuan dari WIRA ataupun tim suksesnya yang akan menggunakan lapangan tersebut untuk kampanye damai, mereka hanya memiliki izin dari pihak kepolisian untuk pengamanan kampanye tersebut dan mengikuti jadwal dan tempat yang telah di tetapkan KPUD Manado, namun untuk pemberitahuan kepada Kelurahan dan kecamatan tidak ada, jadi untuk sampah yang telah di hasilkan akibat acara kampanye WIRA tetap akan di bersihkan pihak kecamatan berkoordinasi dengan kelurahan, namun kedepan kami sangat mengharapkan kerja sama dari siapa saja yang akan menggunakan lapangan tersebut untuk dapat menjaga dan bertanggung jawab mengenai kebersihannya jelas Max Tatahede.(*/dm)

HARI KEDUA KAMPANYE PILWAKO MANADO AMAN

MANADO, suara manadonews (20/07/2010)Memasuki hari kedua masa kampanye calon walikota dan wakil walikota Manado (Pilwako) di tiga lokasi yang berbeda masih berlangsung aman dan damai ‘


"Sesuai jadwal yang di keluarkan KPUD Manado, hari ini ada tiga pasangan calon walikota yang akan berkampanye, mereka adalah pasangan Yongkie Limen-Marietha Kuntag, Wempie Frederik-Richard Kainage dan Marhany Pua-Ruchard Sualang," kata ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado, ketiga pasangan calon yang ikut tersebut berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerindra dan perorangan, di lokasi satu, dua dan tiga," jelas Conny Palar.

Palar juga mengatakan kampanye yang dilakukan ketiga pasangan calon tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan, untuk mengantisipasi berbagai hal yang tak diinginkan, sebab bisa terjadi benturan masa, jika tak diawasi ketat.

Sementara itu, anggota panitia pengawas Pilkada Manado Sonny Pangkey menjelaskan sejak hari pertama hingga kedua kampanye masih berjalan sesuai aturan dan belum ada yang melanggar, "Kami melakukan pengawasan ketat dan belum ada riak-riak yang berarti yang terjadi dalam dua hari penyelenggaraan kampanye Pilwako di Manado, semua masih dalam taraf kewajaran,".

Panwas Pilwako Manado ini menjelaskan, di waktu hari pertama kampanye sudah ada temuan yang dilaporkan Panwas kecamatan, dimana ada salah satu pasangan calon yang melanggar dengan memasang atributnya di kampus, padahal itu dilarang, hal tersebut akan menjadi temuan dari Panwas Pilkada dan akan diproses lebih lanjut, sebab sudah terang-terangan, karena baik kampus maupun sekolah merupakan tempat belajar dan tak boleh dipasangi atribut Pilkada," kata Sonny Pangkey, Prosesnya jelas akan mereka lakukan, baru kemudian akan ditentukan langkah selanjutnya apakah akan menjadi pelanggaran pidana dan akan sekadar administratif saja dulu.

Kampanye pasangan Yongkie Limen-Marietha Kuntag dilakukan di lokasi tiga yakni di wilayah kecamatan Singkil, Tuminting dan Bunaken, kemudian Wempie Frederik-Richard Kainage wilayah dua dan Marhany Pua-Ricahrd Sualang lokasi satu. (*/dm)

Louis – Rizali Tampil Memukau di RRI

MANADO, suara manadonews (20/07/2010)Louis Nangoy tampil meyakinkan dalam pemaparan visi dan misi Calon Walikota Manado yang digelar di kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Manado, Minggu (18/7). Calon Walikota Manado 2010-2015 yang maju lewat jalur independen ini, datang dengan didampingi oleh KH Drs Rizali M Noor yang merupakan pasangan Calon Wakil Walikotanya dalam Pilkada Manado. Bukan itu saja, Louis juga terlihat didampingi oleh sejumlah pendukungnya dengan seragam putih, sebagai simbol “Kasih & Amanah” dan “Gerakan Moral Rakyat Berjuang Untuk Perubahan”.


Ketika diminta menjawab pertanyaan moderator, yang menanyakan soal arah pembangunan kota Manado lima tahun ke depan, Louis menegaskan bahwa tidak akan mungkin bicara kesejahteraan jika lapangan kerja tidak ada, dan jaminan investasi bagi para pengusaha tidak diberikan dengan baik. “Saya pikir omong kosong bicara kesejahteraan jika pemerintah tidak membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Untuk menyediakan lapangan kerja, tidak bisa sepenuhnya dilakukan lewat badan-badan pemerintah, olehnya harus ada kerjasama dengan pihak swasta dalam hal ini pengusaha, karena mereka dapat mendukung teciptanya lapangan kerja. Saya kira di situlah peran kemudahan investasi bagi para pengusaha akan memiliki arti yang sangat penting,” ujar Louis.

Dikatakannya, saat ini berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Manado Tahun 2009, jumlah Pencari Kerja di Manado mencapai angka 40.360 orang dari total Angkatan Kerja 206.622 atau sekitar 23 persen. Jumlah tersebut mewakili 13.451 orang laki-laki dan 26.909 orang perempuan. Menurut Louis, angka tersebut sangatlah tinggi di tengah jargon pembangunan Manado yang selama ini diwacanakan. “Harus sejalan antara visi pemerintah dengan implementasi yang dilakukan. Olehnya, integritas baik mental dan moral seorang pemimpin harus betul-betul kuat.

Banyak rakyat yang bilang bahwa dalam setiap Pilkada tidak akan ada yang berubah, hal itu haruslah dipandang sebagai sebuah harapan rakyat yang begitu besar, terhadap pemimpin mereka. Saya pikir itulah konsekuensi menjadi pemimpin, harus memiliki komitmen yang benar dan tidak membohongi rakyatnya,” ujar Louis.

Selanjutnya Louis juga mengingatkan agar penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, adalah prioritas dirinya ketika nantinya terpilih menjadi Calon Walikota Manado. “Korupsi adalah bahaya laten yang harus kita perangi bersama.

Masyarakat sudah capek mendengar pemimpinnya terlibat korupsi, bayangkan apa jadinya jika korupsi menjadi musuh bersama, saya yakin itu akan menjadi hal yang sangat luar biasa tidak saja dalam wacana tapi kekuatan rakyat mendukung hal itu,” sambung Louis. Olehnya, komitmen pemberantasan korupsi harus ditunjang dengan penegakan hukum yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat, karena semua warga negara siapapun dia memiliki hak yang sama di depan hukum. Disampaikannya, keteladanan pemimpin yang bersih dan amanah adalah wujud nyata pemberantasan korupsi itu sendiri, karena keteladanan haruslah dimulai dari pemimpin.

Setelah sukses dalam pemaparan visi misi di RRI, rencananya Louis Nangoy dan KH Drs Rizali M Noor, akan mengikuti debat Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado yang akan disiarkan secara langsung di Pacific TV , Kamis (22/7). “Saya siap kapanpun diminta untuk memaparkan visi dan misi saya. Berharap dan memiliki komitmen untuk berbuat baik kepada rakyat Manado, saya pikir bukan hal yang keliru,” pungkas pengacara senior ini.(*/dm)

MANADO MENGALAMI MUSIM KEMARAU BASAH

MANADO, suara manadonews (20/07/2010)Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun klimatologi Sulut menyatakan cuaca di Manado sekarang adalah musim kemarau basah.

Daniel, prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Manado, siang tadi kepada beberapa wartawan menjelaskan bahwa "Kami sebut begitu sebab meskipun sekarang sedang musim kemarau basah namun tetap terjadi hujan walaupun sedikit, sehingga tidak ada musim kemarau yang benar-benar kering,".

Lebih jauh Daniel menjelaskan bahwa kondisi tersebut dikarenakan posisi Sulawesi Utar, khususnya kota Manado yang berada di garis ekuator, sehingga menyebabkan tingginya penyinaran dan penguapan yang penyebab utama terjadinya hujan.

Menurutnya sekarang kota Manado masih pada posisi peralihan musim kemarau ke musim hujan dimana masa udara dari belahan bumi selatan melewati udara Manado dan menyebabkan banyak terbentuknya awan yang berpotensi jadi hujan. Selain itu, Daniel mengatakan Lanina yang lemah itu, menyebabkan hujan tetap ada di musim kemarau sekarang dan berpotensi kuat terjadi di malam hari.

Kondisi ini akan terjadi sampai kira-kira tiga bulan mendatang sampai memasuki musim hujan, saat sedang panas diserap oleh tanah dan disimpan baru kemudian menguap di malam hari yang turun sebagai hujan, kata Daniel. Mengenai angin kencang yang sempat terjadi belakangan ini beliau menjelaskan itu dikarenakan ketidakstabilan cuaca yang membuat angin masih mencari kesetimbangannya, katanya.

Selain angin, suhu di kota Manado sekarang bervariasi dan yang paling tinggi berada di kisaran 34 derajat celcius dan 30 derajat celcius di siang hari, sementara malam hari berada di 24-25 derajat celcius. Kondisi cuaca di Kota Manado, dalam dua pekan belakangan ini selalu berpotensi hujan, baik di siang maupun malam dan yang sebelumnya didahului oleh suhu yang panas., Hal itu disebabkan oleh pemanasan yang tinggi sehingga setiap kali terjadi penguapan ke atas maka suhu akan terasa panas, kemudian terjadilan hujan. (*/dm)

Minggu, 18 Juli 2010

Diknaspora Mitra Kecipratan Rp 3,4 Miliar APBN-P


RATAHAN, suara manadonews (18/07/2010)—Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Mitra, Ir Dwight Moudy Rondonuwu MT mengatakan, tahun ini dana dari APBN-P sebesar Rp 3.4 Miliar, yang namanya Dana Pembangunan Percepatan Infrastruktur Pendidikan segerah turun. “Kita masih menunggu, namun sudah ada kepastian soal kucuran dana ini termasuk nilai nominalnya. Mungkin akan cair dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Lanjut mantan Dosen Fakultas Tehnik Unsrat ini, nantinya dana tersebut akan dipakai untuk sejumlah kegiatan, terutama kegiatan fisik, khususnya rehabilitasi bangunan beberapa sekolah di Mitra. Meski tak menutup kemungkinan ada pembangunan gedung sekolah baru. Hanya saja, katanya lagi, ada syarat yang harus dipenuhi, yakni sekolah yang bangunannya akan direhab dengan dana dari APBN-P ini adalah sekolah yang tidak sedang menerima bantuan dari alokasi dana lain. “Pokoknya ini sesuai apa yang ada di petunjuk teknis dana APBN-P tersebut,” katanya.

Karena itu, kata Rondonuwu yang juga Kabag Pembangunan Pemkab Mitra , pihaknya masih belum menentukan sekolah-sekolah mana saja yang bangunannya akan direhabilitasi dengan dana APBN-P, karena masih dilakukan pendataan sambil menunggu dana cair. “Selain kegiatan fisik, dana APBN-P ini juga akan dipakai untuk peningkatan mutu pendidikan, melalui pengadaan buku pelajaran serta peralatan belajar mengajar,” pungkasnya.(*/otnie)

Insentif Perangkat Desa Belum Dibayar


RATAHAN, suara manadonews (18/07/2010)—Perangkat desa dan Kelurahan merupakan ujung tombak pelayanan pemerintah kepada masyarakat, harusnya hak dari para perangkat desa menjadi prioritas untuk diperhatikan. Namun hak Hukum Tua dan perangkat desa maupun kelurahan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) hingga kini belum terbayarkan. Pasalnya, sudah tiga bulan terakhir ini ribuan perangkat desa belum juga menerima insentif dari Pemkab Mitra.


Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apde-si) Mitra, Aris Mokorowu mengatakan, hal ini sudah berulang kali dipertanyakan Pemkab Mitra. Namun sampai sekarang, Pemkab masih sementara memprosesnya. “Mereka tak kunjung mencairkan insentif untuk perangkat desa,” tandasnya.


Hukum Tua Desa Kuyanga ini dan beberapa Hukum Tua lain, menemui Plt Sekda Mitra Drs Freddy F Lendo, di Kantor Bupati Mitra, Kamis lalu, untuk menanyakan hal yang sama. “Menurut Pak Sekda, pencairan insentif untuk perangkat desa sementara berproses. Namun kita tak mendapatkan jaminan sama sekali, kapan proses itu selesai,” tukasnya.

Mokorowu mengungkapkan, keterlambatan penyaluran insentif perangkat desa ini patut dipertanyakan, apa lagi sudah berjalan sekitar tiga bulan. “Baru-baru ini PNS menerima gaji 13. Padahal, baik gaji 13 maupun insentif untuk perangkat desa telah di tata dalam APBD, lalu mengapa insentif perangkat desa terlam-bat, sementara gaji 13 disalurkan tepat waktu?,” tuturnya.

Ia menambahkan, kondisi ini harus segera diselesaikan Pemkab Mitra, mengingat perangkat desa selalu dituntut untuk bekerja maksimal dan optimal melayani masyarakat, sebagai ujung tombak pemerintahan. Jika sampai pekan depan insentif perangkat desa belum dicairkan, kami akan menggelar aksi demo di kantor bupati. “Jangan hanya kewajiban kami yang selalu dituntut, tetapi hak kami tak diperhatikan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Mitra, Jozef Kolompoy SEAk, tak berhasil dihu-bungi untuk konfirmasi. Yang bersangkutan tak kunjung mengangkat ponsel miliknya bernomor 0811434xxx, meski terdengar nada panggil. (*/otnie)

Tim Kampanye Louis – Rizali Rapatkan Barisan

MANADO, suara manadonews (18/07/2010)Bertempat di Kantor Media Center 1 Wawonasa, Sabtu (17/7) Tim Relawan Louis-Rizali yang berasal dari 87 kelurahan se-kota Manado, menggelar rapat konsolidasi. Hal itu dimungkinkan setelah Louis Nangoy SH dan KH Drs Rizali M Noor sudah resmi ditetapkan sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado 2010-2015.

Pertemuan ini dimaksudkan, untuk memantapkan koordinasi antar masing-masing tim kampanye menjelang kampanye yang sebentar lagi akan digelar. “Hari ini kami sengaja mengumpulkan seluruh tim kampanye, agar kerja-kerja ke depan akan semakin maksimal lagi,” ujar Djabir Lasadu, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Louis-Rizali.


Menurut Djabir, selain konsolidasi kampanye yang dibicarakan, eksistensi 'Posko Aspirasi Independen, Manado Tolak Money Politic' yang selama ini didirikan dan menjadi jargon dari pasangan Louis-Rizali, juga akan semakin dimantapkan. “Saya pikir keberadaan posko tersebut bisa menjadi wadah aspirasi masyarakat, yang merindukan munculnya sosok pemimpin yang betul-betul bersih dan tidak hanya lips service semata,” ujar Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Asnor (GP Ansor) ini. Sesuai jadwal yang dikeluarkan KPUD Manado, maka sejak hari ini (17/7) sampai dengan 31 Juli mendatang, seluruh calon diberikan kesempatan untuk menggelar kampanye, di masing-masing wilayah yang sudah ditetapkan.


Di samping itu, hari  Sabtu (17/7) kemarin KPUD Manado menggelar pemaparan visi misi Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado, di depan Sidang Paripurna DPRD Manado. Namun, tadi malam KPUD Manado mendadak menunda acara tersebut. “Iya, semalam saya ikut rapat di KPUD Manado, dan memang diinformasikan bahwa acara pemaparan visi misi tersebut ditunda, dan akan diberitahukan menunggu informasi selanjutnya,” ujar Sudirjo Soga, Ketua Tim Kampanye Louis-Rizali.


Menurut Sudirjo, Tim Media Center sudah menyiapkan seluruh materi visi misi yang akan disampaikan. Visi misi tersebut tidak hanya disusun secara mendadak, melainkan lewat diskusi intens dan dialog dengan pakar-pakar yang ada di bidangnya. “Kami menyusun visi misi tersebut dengan diskusi yang panjang dengan tim media center, bahkan tokoh nasional seperti bung Fadjroel Rahman (Ketua Umum Gerakan Nasional Calon Independen; red), bapak Sukardi Rinakit dan bung Efendi Gozali juga kami minta buah pikirannya. Karena kami berpikir, visi misi tersebut bukan seperti jual kecap, yang asal disusun begitu saja,” pungkas Sudirjo. (*/dm)