Selasa, 20 Juli 2010

TS WIRA TANPA KOORDINASI KEKECAMATAN, TINGGALKAN SAMPAH

MANADO, suara manadonews (20/07/2010)Kampanye damai calon walikota Wempi Frederik berpasangan dengan Richard Kaindage (WIRA) di lapangan Perkamil kecamatan Tikala meninggalkan sampah yang cukup banyak.


Kepala lingkungan delapan mengeluhkan sikap Tim sukses WIRA yang tidak bertanggung jawab mengenai kebersihan dan sepertinya sengaja membiarkan sampah berhamburan di lapangan tersebut, tanpa ada koordinasi dengan Kelurahan perkamil ataupun perangkat lurah seperti kepala lingkungan, dan ada kemungkinan bahwa calon walikota manado Wempie Frederik dan wakilnya tidak mengetahui hal ini.

Hal ini ketika di minta tanggapan dari Lurah perkamil Oswien Koloay Via Hanphone menjelaskan, bahwa sampai saat ini pihak tim sukses WIRA belum pernah melakukan koordinasi ataupun melapor akan mengadakan kampanye damai di lapangan Perkamil, untuk sampah yang di hasilkan dari kampanye tersebut dengan sendirinya akan di bersihkan pihak kelurahan walaupun tidak ada koordinasi dari pihak WIRA.
Hal senada di sampaikan Camat Tiakala Max Tatahede SSos via handphone genggamnya ketika suara manadonews meminta tanggapannya mengenai hal tersebut.

Camat menjelaskan bahwa sampai saat ini dirinya belum ada pemberitahuan dari WIRA ataupun tim suksesnya yang akan menggunakan lapangan tersebut untuk kampanye damai, mereka hanya memiliki izin dari pihak kepolisian untuk pengamanan kampanye tersebut dan mengikuti jadwal dan tempat yang telah di tetapkan KPUD Manado, namun untuk pemberitahuan kepada Kelurahan dan kecamatan tidak ada, jadi untuk sampah yang telah di hasilkan akibat acara kampanye WIRA tetap akan di bersihkan pihak kecamatan berkoordinasi dengan kelurahan, namun kedepan kami sangat mengharapkan kerja sama dari siapa saja yang akan menggunakan lapangan tersebut untuk dapat menjaga dan bertanggung jawab mengenai kebersihannya jelas Max Tatahede.(*/dm)

HARI KEDUA KAMPANYE PILWAKO MANADO AMAN

MANADO, suara manadonews (20/07/2010)Memasuki hari kedua masa kampanye calon walikota dan wakil walikota Manado (Pilwako) di tiga lokasi yang berbeda masih berlangsung aman dan damai ‘


"Sesuai jadwal yang di keluarkan KPUD Manado, hari ini ada tiga pasangan calon walikota yang akan berkampanye, mereka adalah pasangan Yongkie Limen-Marietha Kuntag, Wempie Frederik-Richard Kainage dan Marhany Pua-Ruchard Sualang," kata ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado, ketiga pasangan calon yang ikut tersebut berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerindra dan perorangan, di lokasi satu, dua dan tiga," jelas Conny Palar.

Palar juga mengatakan kampanye yang dilakukan ketiga pasangan calon tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan, untuk mengantisipasi berbagai hal yang tak diinginkan, sebab bisa terjadi benturan masa, jika tak diawasi ketat.

Sementara itu, anggota panitia pengawas Pilkada Manado Sonny Pangkey menjelaskan sejak hari pertama hingga kedua kampanye masih berjalan sesuai aturan dan belum ada yang melanggar, "Kami melakukan pengawasan ketat dan belum ada riak-riak yang berarti yang terjadi dalam dua hari penyelenggaraan kampanye Pilwako di Manado, semua masih dalam taraf kewajaran,".

Panwas Pilwako Manado ini menjelaskan, di waktu hari pertama kampanye sudah ada temuan yang dilaporkan Panwas kecamatan, dimana ada salah satu pasangan calon yang melanggar dengan memasang atributnya di kampus, padahal itu dilarang, hal tersebut akan menjadi temuan dari Panwas Pilkada dan akan diproses lebih lanjut, sebab sudah terang-terangan, karena baik kampus maupun sekolah merupakan tempat belajar dan tak boleh dipasangi atribut Pilkada," kata Sonny Pangkey, Prosesnya jelas akan mereka lakukan, baru kemudian akan ditentukan langkah selanjutnya apakah akan menjadi pelanggaran pidana dan akan sekadar administratif saja dulu.

Kampanye pasangan Yongkie Limen-Marietha Kuntag dilakukan di lokasi tiga yakni di wilayah kecamatan Singkil, Tuminting dan Bunaken, kemudian Wempie Frederik-Richard Kainage wilayah dua dan Marhany Pua-Ricahrd Sualang lokasi satu. (*/dm)

Louis – Rizali Tampil Memukau di RRI

MANADO, suara manadonews (20/07/2010)Louis Nangoy tampil meyakinkan dalam pemaparan visi dan misi Calon Walikota Manado yang digelar di kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Manado, Minggu (18/7). Calon Walikota Manado 2010-2015 yang maju lewat jalur independen ini, datang dengan didampingi oleh KH Drs Rizali M Noor yang merupakan pasangan Calon Wakil Walikotanya dalam Pilkada Manado. Bukan itu saja, Louis juga terlihat didampingi oleh sejumlah pendukungnya dengan seragam putih, sebagai simbol “Kasih & Amanah” dan “Gerakan Moral Rakyat Berjuang Untuk Perubahan”.


Ketika diminta menjawab pertanyaan moderator, yang menanyakan soal arah pembangunan kota Manado lima tahun ke depan, Louis menegaskan bahwa tidak akan mungkin bicara kesejahteraan jika lapangan kerja tidak ada, dan jaminan investasi bagi para pengusaha tidak diberikan dengan baik. “Saya pikir omong kosong bicara kesejahteraan jika pemerintah tidak membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Untuk menyediakan lapangan kerja, tidak bisa sepenuhnya dilakukan lewat badan-badan pemerintah, olehnya harus ada kerjasama dengan pihak swasta dalam hal ini pengusaha, karena mereka dapat mendukung teciptanya lapangan kerja. Saya kira di situlah peran kemudahan investasi bagi para pengusaha akan memiliki arti yang sangat penting,” ujar Louis.

Dikatakannya, saat ini berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Manado Tahun 2009, jumlah Pencari Kerja di Manado mencapai angka 40.360 orang dari total Angkatan Kerja 206.622 atau sekitar 23 persen. Jumlah tersebut mewakili 13.451 orang laki-laki dan 26.909 orang perempuan. Menurut Louis, angka tersebut sangatlah tinggi di tengah jargon pembangunan Manado yang selama ini diwacanakan. “Harus sejalan antara visi pemerintah dengan implementasi yang dilakukan. Olehnya, integritas baik mental dan moral seorang pemimpin harus betul-betul kuat.

Banyak rakyat yang bilang bahwa dalam setiap Pilkada tidak akan ada yang berubah, hal itu haruslah dipandang sebagai sebuah harapan rakyat yang begitu besar, terhadap pemimpin mereka. Saya pikir itulah konsekuensi menjadi pemimpin, harus memiliki komitmen yang benar dan tidak membohongi rakyatnya,” ujar Louis.

Selanjutnya Louis juga mengingatkan agar penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, adalah prioritas dirinya ketika nantinya terpilih menjadi Calon Walikota Manado. “Korupsi adalah bahaya laten yang harus kita perangi bersama.

Masyarakat sudah capek mendengar pemimpinnya terlibat korupsi, bayangkan apa jadinya jika korupsi menjadi musuh bersama, saya yakin itu akan menjadi hal yang sangat luar biasa tidak saja dalam wacana tapi kekuatan rakyat mendukung hal itu,” sambung Louis. Olehnya, komitmen pemberantasan korupsi harus ditunjang dengan penegakan hukum yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat, karena semua warga negara siapapun dia memiliki hak yang sama di depan hukum. Disampaikannya, keteladanan pemimpin yang bersih dan amanah adalah wujud nyata pemberantasan korupsi itu sendiri, karena keteladanan haruslah dimulai dari pemimpin.

Setelah sukses dalam pemaparan visi misi di RRI, rencananya Louis Nangoy dan KH Drs Rizali M Noor, akan mengikuti debat Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado yang akan disiarkan secara langsung di Pacific TV , Kamis (22/7). “Saya siap kapanpun diminta untuk memaparkan visi dan misi saya. Berharap dan memiliki komitmen untuk berbuat baik kepada rakyat Manado, saya pikir bukan hal yang keliru,” pungkas pengacara senior ini.(*/dm)

MANADO MENGALAMI MUSIM KEMARAU BASAH

MANADO, suara manadonews (20/07/2010)Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun klimatologi Sulut menyatakan cuaca di Manado sekarang adalah musim kemarau basah.

Daniel, prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Manado, siang tadi kepada beberapa wartawan menjelaskan bahwa "Kami sebut begitu sebab meskipun sekarang sedang musim kemarau basah namun tetap terjadi hujan walaupun sedikit, sehingga tidak ada musim kemarau yang benar-benar kering,".

Lebih jauh Daniel menjelaskan bahwa kondisi tersebut dikarenakan posisi Sulawesi Utar, khususnya kota Manado yang berada di garis ekuator, sehingga menyebabkan tingginya penyinaran dan penguapan yang penyebab utama terjadinya hujan.

Menurutnya sekarang kota Manado masih pada posisi peralihan musim kemarau ke musim hujan dimana masa udara dari belahan bumi selatan melewati udara Manado dan menyebabkan banyak terbentuknya awan yang berpotensi jadi hujan. Selain itu, Daniel mengatakan Lanina yang lemah itu, menyebabkan hujan tetap ada di musim kemarau sekarang dan berpotensi kuat terjadi di malam hari.

Kondisi ini akan terjadi sampai kira-kira tiga bulan mendatang sampai memasuki musim hujan, saat sedang panas diserap oleh tanah dan disimpan baru kemudian menguap di malam hari yang turun sebagai hujan, kata Daniel. Mengenai angin kencang yang sempat terjadi belakangan ini beliau menjelaskan itu dikarenakan ketidakstabilan cuaca yang membuat angin masih mencari kesetimbangannya, katanya.

Selain angin, suhu di kota Manado sekarang bervariasi dan yang paling tinggi berada di kisaran 34 derajat celcius dan 30 derajat celcius di siang hari, sementara malam hari berada di 24-25 derajat celcius. Kondisi cuaca di Kota Manado, dalam dua pekan belakangan ini selalu berpotensi hujan, baik di siang maupun malam dan yang sebelumnya didahului oleh suhu yang panas., Hal itu disebabkan oleh pemanasan yang tinggi sehingga setiap kali terjadi penguapan ke atas maka suhu akan terasa panas, kemudian terjadilan hujan. (*/dm)

Minggu, 18 Juli 2010

Diknaspora Mitra Kecipratan Rp 3,4 Miliar APBN-P


RATAHAN, suara manadonews (18/07/2010)—Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Mitra, Ir Dwight Moudy Rondonuwu MT mengatakan, tahun ini dana dari APBN-P sebesar Rp 3.4 Miliar, yang namanya Dana Pembangunan Percepatan Infrastruktur Pendidikan segerah turun. “Kita masih menunggu, namun sudah ada kepastian soal kucuran dana ini termasuk nilai nominalnya. Mungkin akan cair dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Lanjut mantan Dosen Fakultas Tehnik Unsrat ini, nantinya dana tersebut akan dipakai untuk sejumlah kegiatan, terutama kegiatan fisik, khususnya rehabilitasi bangunan beberapa sekolah di Mitra. Meski tak menutup kemungkinan ada pembangunan gedung sekolah baru. Hanya saja, katanya lagi, ada syarat yang harus dipenuhi, yakni sekolah yang bangunannya akan direhab dengan dana dari APBN-P ini adalah sekolah yang tidak sedang menerima bantuan dari alokasi dana lain. “Pokoknya ini sesuai apa yang ada di petunjuk teknis dana APBN-P tersebut,” katanya.

Karena itu, kata Rondonuwu yang juga Kabag Pembangunan Pemkab Mitra , pihaknya masih belum menentukan sekolah-sekolah mana saja yang bangunannya akan direhabilitasi dengan dana APBN-P, karena masih dilakukan pendataan sambil menunggu dana cair. “Selain kegiatan fisik, dana APBN-P ini juga akan dipakai untuk peningkatan mutu pendidikan, melalui pengadaan buku pelajaran serta peralatan belajar mengajar,” pungkasnya.(*/otnie)

Insentif Perangkat Desa Belum Dibayar


RATAHAN, suara manadonews (18/07/2010)—Perangkat desa dan Kelurahan merupakan ujung tombak pelayanan pemerintah kepada masyarakat, harusnya hak dari para perangkat desa menjadi prioritas untuk diperhatikan. Namun hak Hukum Tua dan perangkat desa maupun kelurahan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) hingga kini belum terbayarkan. Pasalnya, sudah tiga bulan terakhir ini ribuan perangkat desa belum juga menerima insentif dari Pemkab Mitra.


Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apde-si) Mitra, Aris Mokorowu mengatakan, hal ini sudah berulang kali dipertanyakan Pemkab Mitra. Namun sampai sekarang, Pemkab masih sementara memprosesnya. “Mereka tak kunjung mencairkan insentif untuk perangkat desa,” tandasnya.


Hukum Tua Desa Kuyanga ini dan beberapa Hukum Tua lain, menemui Plt Sekda Mitra Drs Freddy F Lendo, di Kantor Bupati Mitra, Kamis lalu, untuk menanyakan hal yang sama. “Menurut Pak Sekda, pencairan insentif untuk perangkat desa sementara berproses. Namun kita tak mendapatkan jaminan sama sekali, kapan proses itu selesai,” tukasnya.

Mokorowu mengungkapkan, keterlambatan penyaluran insentif perangkat desa ini patut dipertanyakan, apa lagi sudah berjalan sekitar tiga bulan. “Baru-baru ini PNS menerima gaji 13. Padahal, baik gaji 13 maupun insentif untuk perangkat desa telah di tata dalam APBD, lalu mengapa insentif perangkat desa terlam-bat, sementara gaji 13 disalurkan tepat waktu?,” tuturnya.

Ia menambahkan, kondisi ini harus segera diselesaikan Pemkab Mitra, mengingat perangkat desa selalu dituntut untuk bekerja maksimal dan optimal melayani masyarakat, sebagai ujung tombak pemerintahan. Jika sampai pekan depan insentif perangkat desa belum dicairkan, kami akan menggelar aksi demo di kantor bupati. “Jangan hanya kewajiban kami yang selalu dituntut, tetapi hak kami tak diperhatikan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Mitra, Jozef Kolompoy SEAk, tak berhasil dihu-bungi untuk konfirmasi. Yang bersangkutan tak kunjung mengangkat ponsel miliknya bernomor 0811434xxx, meski terdengar nada panggil. (*/otnie)

Tim Kampanye Louis – Rizali Rapatkan Barisan

MANADO, suara manadonews (18/07/2010)Bertempat di Kantor Media Center 1 Wawonasa, Sabtu (17/7) Tim Relawan Louis-Rizali yang berasal dari 87 kelurahan se-kota Manado, menggelar rapat konsolidasi. Hal itu dimungkinkan setelah Louis Nangoy SH dan KH Drs Rizali M Noor sudah resmi ditetapkan sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado 2010-2015.

Pertemuan ini dimaksudkan, untuk memantapkan koordinasi antar masing-masing tim kampanye menjelang kampanye yang sebentar lagi akan digelar. “Hari ini kami sengaja mengumpulkan seluruh tim kampanye, agar kerja-kerja ke depan akan semakin maksimal lagi,” ujar Djabir Lasadu, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Louis-Rizali.


Menurut Djabir, selain konsolidasi kampanye yang dibicarakan, eksistensi 'Posko Aspirasi Independen, Manado Tolak Money Politic' yang selama ini didirikan dan menjadi jargon dari pasangan Louis-Rizali, juga akan semakin dimantapkan. “Saya pikir keberadaan posko tersebut bisa menjadi wadah aspirasi masyarakat, yang merindukan munculnya sosok pemimpin yang betul-betul bersih dan tidak hanya lips service semata,” ujar Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Asnor (GP Ansor) ini. Sesuai jadwal yang dikeluarkan KPUD Manado, maka sejak hari ini (17/7) sampai dengan 31 Juli mendatang, seluruh calon diberikan kesempatan untuk menggelar kampanye, di masing-masing wilayah yang sudah ditetapkan.


Di samping itu, hari  Sabtu (17/7) kemarin KPUD Manado menggelar pemaparan visi misi Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado, di depan Sidang Paripurna DPRD Manado. Namun, tadi malam KPUD Manado mendadak menunda acara tersebut. “Iya, semalam saya ikut rapat di KPUD Manado, dan memang diinformasikan bahwa acara pemaparan visi misi tersebut ditunda, dan akan diberitahukan menunggu informasi selanjutnya,” ujar Sudirjo Soga, Ketua Tim Kampanye Louis-Rizali.


Menurut Sudirjo, Tim Media Center sudah menyiapkan seluruh materi visi misi yang akan disampaikan. Visi misi tersebut tidak hanya disusun secara mendadak, melainkan lewat diskusi intens dan dialog dengan pakar-pakar yang ada di bidangnya. “Kami menyusun visi misi tersebut dengan diskusi yang panjang dengan tim media center, bahkan tokoh nasional seperti bung Fadjroel Rahman (Ketua Umum Gerakan Nasional Calon Independen; red), bapak Sukardi Rinakit dan bung Efendi Gozali juga kami minta buah pikirannya. Karena kami berpikir, visi misi tersebut bukan seperti jual kecap, yang asal disusun begitu saja,” pungkas Sudirjo. (*/dm)

Birokrasi Netral Pulihkan Kepercayaan pada Pemerintah


MANADO, suara manadonews (18/07/2010)Persoalan mendasar yang masih menjadi pekerjaan rumah selama reformasi di berbagai daerah adalah krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Upaya untuk mengembalikan krisis kepercayaan itu adalah membenahi birokrasi sebagai motor pemerintahan. Salah satu langkah adalah menjaga netralitas aparat birokrasi dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Demikian rangkuman pandangan Calon Walikota Manado 2010-2015 dari jalur independen, Louis Nangoy, dalam sebuah diskusi internal bersama tim kampanyenya di Manado, Minggu (18/7). Pandangan Louis tentang krisis kepercayaan terhadap pemerintah tersebut sudah beberapa kali dilontarkan, sebelum dicalonkan menjadi Walikota Manado. Penegasan itu disampaikan lagi ketika mendeklarasikan diri menjadi Calon Walikota Manado beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, krisis kepercayaan tersebut membutuhkan keteladanan birokrasi dalam melayani masyarakat. Ironisnya, sejumlah pimpinan nasional, kepala daerah di tingkat Propinsi, Kabupaten, hingga Kota, belum mampu menjadi teladan dan mendorong reformasi birokrasi tersebut. “Praktek-praktek yang membuat krisis kepercayaan terhadap pemerintah semakin parah adalah memanfaatkan birokrasi untuk kepentingan sekelompok elit yang berkuasa. Salah satunya dengan pengerahan secara sistematis untuk mendukung calon kepala daerah tertentu,” kata Louis.
Menurut Louis, ketidaknetralan birokrasi hanya mengulang sejarah Orde Baru dan pada akhirnya masyarakat akan apatis terhadap pemerintah. Untuk itu, para kepala daerah atau pihak-pihak yang mempunyai pengaruh dalam birokrasi hendaknya menempatkan aparat birokrasi secara netral. Apalagi, jangan sampai menggunakan jaringan dan fasilitas birokrasi sehingga menyalahi aturan yang ada. Ketika ditanya apakah ada indikasi kuat pemanfaatan birokrasi untuk memenangkan salah satu calon, dalam Pilkada Kota Manado, Louis hanya menghimbau agar seluruh aparat birokrasi bersikap netral, profesional, dan tetap menggunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani masing-masing.

“Kalaupun ada upaya untuk mendukung calon tertentu sebaiknya para aparat birokrasi di semua level dan bidang kerja hendaknya bersikap netral. Semakin kekuatan birokrasi digiring untuk kepentingan tertentu maka akan semakin menipis kepercayaan masyarakat. Kita berharap generasi muda birokrat di Sulawesi Utara, khususnya di Manado, sudah tidak lagi terjebak pada pola-pola lama yang harus ditinggalkan,” tegas Louis.

Louis menjelaskan paling tidak ada dua hal penting yang harus dibenahi dalam birokrasi, yaitu penataan dan pembinaan aparatur serta pengelolaan keuangan daerah. Kedua hal inilah yang menjadi kunci keberhasilan pemerintahan terutama dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

“Karena itu, prioritas awal kami jika terpilih adalah membenahi kedua hal tersebut, agar pemerintahan yang kami pimpin nanti dapat berjalan lebih efektif terutama dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat,” ujar Louis yang juga advokat senior dan berhasil memperjuangkan hak kewarganegaraan puluhan ribu warga keturunan Tionghoa, di Sulawesi Utara dan Gorontalo ini.(*/dm)

Louis : Pemilukada Damai Dalam Makna Esensial


MANADO- suara manadonews (17/07/2010)Deklarasi Pemilukada damai yang digagas oleh KPUD Sulawesi Utara, yang menghadirkan seluruh calon Kepala Daerah baik Gubernur, Bupati dan Walikota telah selesai dilaksanakan dengan sukses, Kamis (15/7) lalu.

Acara yang digelar lapangan Mega Mas itu terbiang cukup meriah dan diikuti dengan pawai dari masing-masing kontestan. Kini yang tersisa adalah tugas berat, agar apa yang menjadi tujuan dari acara tersebut dapat diimplementasikan dengan benar. “Bagi saya deklarasi Pemilukada tersebut tidak hanya dimaknai secara simbolistik, tapi juga menjadi hal yang begitu esensial karena itulah tujuan kita berdemokrasi,” ujar Louis Nangoy, Calon Walikota Manado Periode 2010-2015.

Menurut Louis, kata damai yang disandingkan dengan Pemilukada memiliki arti yang sangat mendalam. Sudah banyak contoh di berbagai daerah, betapa Pemilukada menyisakan banyak hal yang sangat bertolak belakang dengan arti demokrasi itu sendiri. “Tolitoli, Mojokerto dan daerah-daerah lain bisa menjadi contoh nyata di depan mata kita, betapa demokrasi menjadi sangat mahal di negeri Bhineka Tunggal Ika ini,” lanjut Louis.

Citra Manado sebagai kota yang dikenal aman dan damai, harus terus dijaga sebagai bagian penghargaan dari demokrasi itu sendiri. Bagi Louis, hal itu adalah proses pembelajaran politik yang benar. Karena, Pemilukada hanyalah salah satu bagian dari dinamika yang ada di masyarakat. “Sudah seyogyanya, Pemilukada dijadikan sebagai pintu masuk pensejahteraan bukan malah menjadi titik mundurnya demokrasi dan citra aman dan damai di kota kita tercinta,” sambung Louis.

Salah satu indikasi kemajuan demokrasi, adalah difungsikannya lembaga-lembaga penegakan hukum dalam menyelesaikan sengketa dan perselisihan dalam Pemilukada. Itulah salah satu pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat. Hal senada juga diungkapkan oleh Asnat Baginda, menurut salah satu penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat ini, cara-cara lama yang tidak lagi sejalan dengan demokrasi tidak boleh lagi diberikan tempat, di zaman sekarang ini. “Saat bicara mengenai Pemilukada yang damai, sudah saatnya masyarakat diajak untuk mendukung gerakan tersebut. Karena tanpa keterlibatan masyarakat secara penuh, maka hal tersebut tidak akan mungkin dapat terwujud,” pungkas Asnat. (*/denny)

Sabtu, 17 Juli 2010

Jelang Pilkada, Sondakh Tetap Maju Cawalikota Bitung

Lomban : Walikota dan Wakil Walikota Hanya Cuti Saat Kampanye

BITUNG, suara manadonews (17/07/2010)—Menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) nanti Walikota Bitung Hanny Sondakh tidak akan mengundurkan diri begitu juga dengan Wakil Walikota Robert Lahindo, hal ini diungkapkan Sekertaris Kota Bitung Max J Lomban SE MSi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya baru-baru.

Lebih lanjut kata Lomban, mengatakan, Walikota pada saat kampenya nanti cukup mengajukan cuti. Misalkan kampenye pada hari jumat, sabtu, minggu dan kemudian senin ,selasa,rabu dan kamis Dia bisa kembali pada rutinitas-nya sebagai seorang walikota.

Disinggung mengenai pengunduran diri dari Walikota katanya lagi, “Itu tidak harus, kecuali ada perintah dan penunjukkan langsung dari Gubernur, siapa yang akan menggantikannya. Kalau tidak ya berjalan dengan semestinya,” pungkasnya. (ayu dewi)


Genjot Pelaksanaan Kawasan Minapolitan


Pemkot Bitung Dengan Kementerian Kelautan Dan Perikanan Gelar Rakor


BITUNG, suara manadonews (17/07/2010)Sebagai tindak lanjut pencanangan sekaligus penetapan Bitung sebagai Wilayah Minapolitan pertama di Sulawesi dan ke Enam di Indonesia, Kamis (15/7) lalu, dilaksanakan Rapat Koordinasi  (Rakor) antara Pemerintah Kota Bitung dengan kementerian kelautan dan perikanan RI bersama dengan beberapa kementerian terkait. Hadir diantaranya Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kemenko Perekonomian, Kementerian PU, dan Bappenas di BPU Kantor Walikota Bitung.

Hadir pula dalam rakor ini adalah Tim Teknis Kementerian Perikanan dan Kelautan yang dipimpin oleh Dirjen Perikanan Tangkap Dr Ir Dedy H Sutisna, Direktur Pengembangan Usaha Marwoto, Direktur Konservasi Agung Darmawan, Staf Ahli Kementerian Sunoto dan Kepala Badan Pengembangan SDM-KP Sahala Hutabarat. Sementara mewakili pemerintah kota Bitung Walikota Bitung Hanny Sondakh, Ketua DPRD Santy Luntungan ST. Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi, seluruh kepala SKPD, dan pihak perbankan yang menjadi mitra kerja. Sedangkan mewakili Gubernur Sulut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Ir Xandramaya Lalu.

Pada kesempatan itu Gubernur Sulawesi Utara dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulut Ir Xandramaya Lalu menyampaikan, dukungan sekaligus rasa bangga dengan pelaksanaan Rakor untuk membicarakan berbagai persiapan menyangkut realisasi Bitung sebagai wilayah Minapolitan. Diharapkan akan menjadi prime mover pembangunan Sulawesi Utara. “Untuk itu Gubernur berharap lewat rakor ini akan tersusun dengan baik berbagai perencanaan yang nantinya akan menjadi acuan untuk dilaksanakan, agar nantinya dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan,” ujar Lalu.

Pada kesempatan itu pula walikota Bitung Hanny Sondakh menyampaikan, materi sekaligus bahan pertimbangan untuk menjadi pedoman penyusunan program, diantaranya menyangkut Potensi Perikanan dan Hasil Produksi, wilayah dan tata ruang, fasilitas penunjang, SDM, SDA, serta masalah tenaga kerja, pendidikan, kesehatan.

Pada forum rapat koordinasi ini dihasilkan kesimpulan diantaranya, pertama; Pemerintah Kota Bitung  dan PPS Bitung bersama-sama akan menyusun kembali konsep pengembangan Minapolitan di Kota Bitung, yang disesuaikan dengan pedoman umum dan presentasi yang disampaikan dalam Rakor ini dalam bentuk roadmap pengembangan Minapolitan Bitung. Roadmap dilengkapi dengan pendanaannya baik dari APBN, APBD, DAK, swasta dan masyarakat serta indikator. Sasaran dan rencana pembiayaannya serta matriks yang menjelaskan siapa berbuat apa, permasalahan serta kegiatan yang telah dan akan dilakukan pada tahun 2010-2014. Selanjutnya konsep tersebut merupakan bahan yang akan didiskusikan dalam rapat koordinasi berikutnya di Jakarta dengan instansi terkait di tingkat Pusat.

Kedua, Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta jajarannya dan semua kementerian/Lembaga dan seluruh stake holder yang hadir dalam Rakor ini mendukung dan akan menindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata, sesuai Tupoksi-nya dan pemerintah daerah siap untuk melaksanakan program Minapolitan di Kota Bitung. Selain itu mendorong instansi terkait untuk dapat berperan serta dalam program Minapolitan.

Ketiga, Disepakati bahwa semua Kementerian/Lembaga dan SKPD di daerah mengalokasikan anggaran untuk berbagai kegiatan dalam rangka mendukung pengembangan Minapolitan di Kota Bitung dan Pemerintah Daerah akan mengusulkan  rencana kegiatan kepada Kementerian/Lembaga terkait untuk pengembangan Minapolitan Kota Bitung tahun 2011. Bahkan Walikota Bitung akan segera membentuk Tim atau Kelompok Kerja pengelola kawasan Minapolitan, sesuai struktur organisasi yang telah disampaikan pada paparan untuk operasionalnya. (ayu dewi)

Pemkab Mitra Peringati Isra’ Mi’raj di Belang

BELANG, suara manadonews (17/07/2010)—Umat Muslim Mitra bersama Pemkab Mitra (Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara) merayakan Peringatan Isra’ Mi’raj nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Badan Keronanian Islam (BAHORIS) dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Minahasa Tenggara bertempat di lapangan Amor desa Buku kecamatan Belang Rabu (15/07) lalu.   

Dalam sambutannya, Bupati Mitra Telly Tjanggulung T2 dalam hal ini diwakili oleh Sekertaris Daerah Drs Freddy F Lendo mengatakan, perayaan ini dilaksanakan saat seluruh kaum muslim di dunia bersiap menghadapi bulan suci ramadhan, oleh karena itu selain untuk menyemarakkan penyebaran ajaran Islam, Lendo mengajak, kaum muslim untuk memperkokoh keimanan dan keyakinan kepada Allah yang maha kuasa, dan hendaknya umat muslim tidak larut dalam perayaan seremonial belaka.  Tapi juga dapat mengimplementasikan nilai-nilai dan hikmah yang terkandung dalam perayaan ini. Utamanya teladan tentang kesungguhan, ketabahan dan kesabaran dalam mengemban amanah yang begitu berat.

“Dengan hati bersih marilah kita menjaga dan memelihara kerukunan dan kebersamaan kita dalam membangun martabat dan peradaban bangsa yag lebih maju,” tegas Lendo. Turut hadir dalam perayaan ini, pengurus BAHORIS Mitra, pantia Hari Islam Mitra, pimpinan Organisasi Islam Mitra (MUI, Muhammadiyah, NU dan SI). (*/otnie)

BLHKP Mitra Gelar Sosialisasi UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

RATAHAN, suara manadonews (17/07/2010) Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Mitra, menggelar Sosialisasi Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Kementrian Negara lingkungan Hidup RI Rabu (15/07) Bertempat di restoran Green Garden Ratahan. Yang menghadirkan pembicara Asisten Deputi Urusan Peraturan Perundang-undangan dan Perjanjian Internasional Kementrian Negara Lingkungan Hidup Jazid Nur Huda SH MA MSi. Kegiatan ini di buka oleh Sekda Mitra Drs Freddy F Lendo, dihadiri oleh seluruh Asisten, Staf Ahli, para pimpinan SKPD dan camat-camat.

Menurut Kaban BLHKP Ir Hanny Roring MSi MM melalui kabid Amdal Drs Ventje Watania, tujuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup diantaranya adalah melindungi wilayah NKRI dari pencemaran dan kerusakan lingkungab hidup. Selain itu, menjamin keselamatan, kesehatan dan kehidupan manusia. Menjamin kelangsungan hidup makhluk hidup dan kelestarian ekosistem.

Bahkan lanjut Watania, untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup, mencapai keserasian, keselarasan dan keseimbangan lingkungan hidup. “Menjamin terpenuhinya keadilan generasi muda masa kini dan generasi masa depan, menjamin pemenuhan dan perlindungan hak atas lingkungan hidup sebagai bagian dari hak asasi manusia. mengendalikan pemanfaatan SDA secara bijaksana, mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan mengantisipasi isu lingkungan global,” pungkasnya. (*/otnie)

Pemkot Bitung Gelar Rakor Kementrian Perikanan

Membangun Kawasan Minapolitan
BITUNG, suara manadonews (17/07/2010)—Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung Gelar Rakor (rapat Koordinasi) Kementrian Perikanan dan Kelauatan di ruang balai aula kantor Walikota. Menteri di wakili oleh Dirjen Perikanan Tangkap Dedi Sutisna dengan pejabat teras Pemkot Bitung antara lain Walikota Bitung Hanny Sondakh, Ketua Dewan Kota Bitung Santy Gerald Luntungan ST, Sekretaris Kota Bitung Max J Lomban SE MSi, serta semua SKPD yang terkait dalam rangka menyukseskan program Kota Bitung sebagai Kota Minapolitan yang pencanangannya di mulai tahun 2010 hingga 2015.

Menurut Walikota Bitung Hanny Sondakh, Kota Minapolitan dicanangkan, dikarenakan Kota Bitung sendiri merupakan Kota Industri Perikanan yang paling besar di Indonesia. Dengan tujuan, untuk mengembangkan ekonomi daerah yang berbasis perikanan sesuai dengan SK Mentri Perikanan dan Kelautan nomor 32 tahun 2010 dan telah ada MuU (Momerandum of Understanding)  antara Kementrian Perikanan dan Kementrian PU dalam menunjang, infrastructure di Kota Bitung. Pokoknya nanti, kedepan akan di APBD-kan, untuk anggaran menuju Bitung Minapolitan,” pungkas Calon terkuat Walikota Bitung ini . (ayu dewi)

Jumat, 16 Juli 2010

Gelar Festival Selat Lembeh Part II

Pencanangan Bitung Sebagai Kota Minapolitan

BITUNG, suara manadonews (16/07/2010)—Festival Selat Lembeh Part II Tahun 2010 merupakan ivent tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Pengusaha Perikanan (KP2) Bitung yang didukung penuh oleh pemerintah kota Bitung. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan pelabuhan Perikanan Aertembaga Bitung Rabu (14/7) lalu.

Kegiatan yang mengambil ikon pengucapan syukur laut ini, di hadiri kurang lebih 10.000 orang dengan antusias menyaksikan berbagai atraksi budaya yang di tampilkan oleh para peserta Kabasaran, Musik Bambu, Maengket, Masamper serta Tari Cakalang yang merupakan tarian khas kota Bitung. Menariknya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Atraksi Menangkap Ikan, Lombah Dayung, Parade Kapal dan Pajeko, Renang Melintasi Selat Lembeh dengan jarak tempuh 1.237 meter menggunakan gaya bebas. Selain itu digelar lombah Katinting.  Selam ini disponsori oleh POSSI Kota Bitung.

Festival Selat Lembeh ini juga sekaligus dilakukan pencanangan Bitung sebagai Kota Minapolitan oleh Gubernur Sulawesi Utara Drs Sinyo Harry Sarundajang atas nama Menteri Kelautan dan Perikanan RI dan disaksikan oleh Dirjen Perikanan Tangkap Dr Ir Dedy H Sutisna,  Walikota Bitung Hanny Sondakh, Kadis Perikanan dan Kelautan Sulut Ir Xandramaya Lalu, Ketua DPRD Kota Bitung Santy Luntungan ST, Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi, Kadis Perikanan Bitung Ir Hengky Wowor, para Muspida serta undangan dan masyarakat.

Gubernur Sulawesi Utara dalam sambutannya mengatakan, bahwa pengembangan kawasan Minapolitan ini, perlu didorong agar terjadi percepatan pengembangan wilayah melalui usaha kelautan dan perikanan serta berbagai kegiatan didalamnya. Minapolitan digulirkan sebagai dasar pembangunan kelautan dan perikanan berbasis kawasan yang mampu meningkatkan multiplier effect perekonomian,  demi menunjang pencapaian visi bidang kelautan dan perikanan yaitu ‘Indonesia Sebagai Penghasil Produk Perikanan Terbesar Pada Tahun 2015’.

Dengan misi " meningkatkan ketahanan masyarakat kelautan dan perikanan untuk menjadikan Sulawesi Utara sebagai gudang Indonesi bagian timur. Oleh sebab itu dengan dilaksanakan Festival Selat Lembeh ini yang dilaksanakan juga berbagai kegiatan diantaranya penebaran benih ikan, yang merupakan launching gerakan satu orang seribu benih ikan atau one man one thousand fries.

“Diharapkan dapat berkelanjutan sehingga mampu menopang Bitung sebagai kawasan Minapolitan, maka dengan demikian pertumbuhan ekonomi kota yang bersumber dari Sektor Kalautan dan Perikanan dapat meningkat secara signifikan, sehingga akan berimbas pada sektor yang lain. Sehingga kesejahteraan akan semakin baik dan pemberdayaan akan tumbuh dengan baik pula, seiring dengan berbagai aktivitas dan peran didalamnya. (ayu dewi)