Sabtu, 17 Juli 2010

Jelang Pilkada, Sondakh Tetap Maju Cawalikota Bitung

Lomban : Walikota dan Wakil Walikota Hanya Cuti Saat Kampanye

BITUNG, suara manadonews (17/07/2010)—Menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) nanti Walikota Bitung Hanny Sondakh tidak akan mengundurkan diri begitu juga dengan Wakil Walikota Robert Lahindo, hal ini diungkapkan Sekertaris Kota Bitung Max J Lomban SE MSi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya baru-baru.

Lebih lanjut kata Lomban, mengatakan, Walikota pada saat kampenya nanti cukup mengajukan cuti. Misalkan kampenye pada hari jumat, sabtu, minggu dan kemudian senin ,selasa,rabu dan kamis Dia bisa kembali pada rutinitas-nya sebagai seorang walikota.

Disinggung mengenai pengunduran diri dari Walikota katanya lagi, “Itu tidak harus, kecuali ada perintah dan penunjukkan langsung dari Gubernur, siapa yang akan menggantikannya. Kalau tidak ya berjalan dengan semestinya,” pungkasnya. (ayu dewi)


Genjot Pelaksanaan Kawasan Minapolitan


Pemkot Bitung Dengan Kementerian Kelautan Dan Perikanan Gelar Rakor


BITUNG, suara manadonews (17/07/2010)Sebagai tindak lanjut pencanangan sekaligus penetapan Bitung sebagai Wilayah Minapolitan pertama di Sulawesi dan ke Enam di Indonesia, Kamis (15/7) lalu, dilaksanakan Rapat Koordinasi  (Rakor) antara Pemerintah Kota Bitung dengan kementerian kelautan dan perikanan RI bersama dengan beberapa kementerian terkait. Hadir diantaranya Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kemenko Perekonomian, Kementerian PU, dan Bappenas di BPU Kantor Walikota Bitung.

Hadir pula dalam rakor ini adalah Tim Teknis Kementerian Perikanan dan Kelautan yang dipimpin oleh Dirjen Perikanan Tangkap Dr Ir Dedy H Sutisna, Direktur Pengembangan Usaha Marwoto, Direktur Konservasi Agung Darmawan, Staf Ahli Kementerian Sunoto dan Kepala Badan Pengembangan SDM-KP Sahala Hutabarat. Sementara mewakili pemerintah kota Bitung Walikota Bitung Hanny Sondakh, Ketua DPRD Santy Luntungan ST. Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi, seluruh kepala SKPD, dan pihak perbankan yang menjadi mitra kerja. Sedangkan mewakili Gubernur Sulut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Ir Xandramaya Lalu.

Pada kesempatan itu Gubernur Sulawesi Utara dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulut Ir Xandramaya Lalu menyampaikan, dukungan sekaligus rasa bangga dengan pelaksanaan Rakor untuk membicarakan berbagai persiapan menyangkut realisasi Bitung sebagai wilayah Minapolitan. Diharapkan akan menjadi prime mover pembangunan Sulawesi Utara. “Untuk itu Gubernur berharap lewat rakor ini akan tersusun dengan baik berbagai perencanaan yang nantinya akan menjadi acuan untuk dilaksanakan, agar nantinya dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan,” ujar Lalu.

Pada kesempatan itu pula walikota Bitung Hanny Sondakh menyampaikan, materi sekaligus bahan pertimbangan untuk menjadi pedoman penyusunan program, diantaranya menyangkut Potensi Perikanan dan Hasil Produksi, wilayah dan tata ruang, fasilitas penunjang, SDM, SDA, serta masalah tenaga kerja, pendidikan, kesehatan.

Pada forum rapat koordinasi ini dihasilkan kesimpulan diantaranya, pertama; Pemerintah Kota Bitung  dan PPS Bitung bersama-sama akan menyusun kembali konsep pengembangan Minapolitan di Kota Bitung, yang disesuaikan dengan pedoman umum dan presentasi yang disampaikan dalam Rakor ini dalam bentuk roadmap pengembangan Minapolitan Bitung. Roadmap dilengkapi dengan pendanaannya baik dari APBN, APBD, DAK, swasta dan masyarakat serta indikator. Sasaran dan rencana pembiayaannya serta matriks yang menjelaskan siapa berbuat apa, permasalahan serta kegiatan yang telah dan akan dilakukan pada tahun 2010-2014. Selanjutnya konsep tersebut merupakan bahan yang akan didiskusikan dalam rapat koordinasi berikutnya di Jakarta dengan instansi terkait di tingkat Pusat.

Kedua, Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta jajarannya dan semua kementerian/Lembaga dan seluruh stake holder yang hadir dalam Rakor ini mendukung dan akan menindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata, sesuai Tupoksi-nya dan pemerintah daerah siap untuk melaksanakan program Minapolitan di Kota Bitung. Selain itu mendorong instansi terkait untuk dapat berperan serta dalam program Minapolitan.

Ketiga, Disepakati bahwa semua Kementerian/Lembaga dan SKPD di daerah mengalokasikan anggaran untuk berbagai kegiatan dalam rangka mendukung pengembangan Minapolitan di Kota Bitung dan Pemerintah Daerah akan mengusulkan  rencana kegiatan kepada Kementerian/Lembaga terkait untuk pengembangan Minapolitan Kota Bitung tahun 2011. Bahkan Walikota Bitung akan segera membentuk Tim atau Kelompok Kerja pengelola kawasan Minapolitan, sesuai struktur organisasi yang telah disampaikan pada paparan untuk operasionalnya. (ayu dewi)

Pemkab Mitra Peringati Isra’ Mi’raj di Belang

BELANG, suara manadonews (17/07/2010)—Umat Muslim Mitra bersama Pemkab Mitra (Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara) merayakan Peringatan Isra’ Mi’raj nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Badan Keronanian Islam (BAHORIS) dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Minahasa Tenggara bertempat di lapangan Amor desa Buku kecamatan Belang Rabu (15/07) lalu.   

Dalam sambutannya, Bupati Mitra Telly Tjanggulung T2 dalam hal ini diwakili oleh Sekertaris Daerah Drs Freddy F Lendo mengatakan, perayaan ini dilaksanakan saat seluruh kaum muslim di dunia bersiap menghadapi bulan suci ramadhan, oleh karena itu selain untuk menyemarakkan penyebaran ajaran Islam, Lendo mengajak, kaum muslim untuk memperkokoh keimanan dan keyakinan kepada Allah yang maha kuasa, dan hendaknya umat muslim tidak larut dalam perayaan seremonial belaka.  Tapi juga dapat mengimplementasikan nilai-nilai dan hikmah yang terkandung dalam perayaan ini. Utamanya teladan tentang kesungguhan, ketabahan dan kesabaran dalam mengemban amanah yang begitu berat.

“Dengan hati bersih marilah kita menjaga dan memelihara kerukunan dan kebersamaan kita dalam membangun martabat dan peradaban bangsa yag lebih maju,” tegas Lendo. Turut hadir dalam perayaan ini, pengurus BAHORIS Mitra, pantia Hari Islam Mitra, pimpinan Organisasi Islam Mitra (MUI, Muhammadiyah, NU dan SI). (*/otnie)

BLHKP Mitra Gelar Sosialisasi UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

RATAHAN, suara manadonews (17/07/2010) Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Mitra, menggelar Sosialisasi Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Kementrian Negara lingkungan Hidup RI Rabu (15/07) Bertempat di restoran Green Garden Ratahan. Yang menghadirkan pembicara Asisten Deputi Urusan Peraturan Perundang-undangan dan Perjanjian Internasional Kementrian Negara Lingkungan Hidup Jazid Nur Huda SH MA MSi. Kegiatan ini di buka oleh Sekda Mitra Drs Freddy F Lendo, dihadiri oleh seluruh Asisten, Staf Ahli, para pimpinan SKPD dan camat-camat.

Menurut Kaban BLHKP Ir Hanny Roring MSi MM melalui kabid Amdal Drs Ventje Watania, tujuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup diantaranya adalah melindungi wilayah NKRI dari pencemaran dan kerusakan lingkungab hidup. Selain itu, menjamin keselamatan, kesehatan dan kehidupan manusia. Menjamin kelangsungan hidup makhluk hidup dan kelestarian ekosistem.

Bahkan lanjut Watania, untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup, mencapai keserasian, keselarasan dan keseimbangan lingkungan hidup. “Menjamin terpenuhinya keadilan generasi muda masa kini dan generasi masa depan, menjamin pemenuhan dan perlindungan hak atas lingkungan hidup sebagai bagian dari hak asasi manusia. mengendalikan pemanfaatan SDA secara bijaksana, mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan mengantisipasi isu lingkungan global,” pungkasnya. (*/otnie)

Pemkot Bitung Gelar Rakor Kementrian Perikanan

Membangun Kawasan Minapolitan
BITUNG, suara manadonews (17/07/2010)—Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung Gelar Rakor (rapat Koordinasi) Kementrian Perikanan dan Kelauatan di ruang balai aula kantor Walikota. Menteri di wakili oleh Dirjen Perikanan Tangkap Dedi Sutisna dengan pejabat teras Pemkot Bitung antara lain Walikota Bitung Hanny Sondakh, Ketua Dewan Kota Bitung Santy Gerald Luntungan ST, Sekretaris Kota Bitung Max J Lomban SE MSi, serta semua SKPD yang terkait dalam rangka menyukseskan program Kota Bitung sebagai Kota Minapolitan yang pencanangannya di mulai tahun 2010 hingga 2015.

Menurut Walikota Bitung Hanny Sondakh, Kota Minapolitan dicanangkan, dikarenakan Kota Bitung sendiri merupakan Kota Industri Perikanan yang paling besar di Indonesia. Dengan tujuan, untuk mengembangkan ekonomi daerah yang berbasis perikanan sesuai dengan SK Mentri Perikanan dan Kelautan nomor 32 tahun 2010 dan telah ada MuU (Momerandum of Understanding)  antara Kementrian Perikanan dan Kementrian PU dalam menunjang, infrastructure di Kota Bitung. Pokoknya nanti, kedepan akan di APBD-kan, untuk anggaran menuju Bitung Minapolitan,” pungkas Calon terkuat Walikota Bitung ini . (ayu dewi)

Jumat, 16 Juli 2010

Gelar Festival Selat Lembeh Part II

Pencanangan Bitung Sebagai Kota Minapolitan

BITUNG, suara manadonews (16/07/2010)—Festival Selat Lembeh Part II Tahun 2010 merupakan ivent tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Pengusaha Perikanan (KP2) Bitung yang didukung penuh oleh pemerintah kota Bitung. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan pelabuhan Perikanan Aertembaga Bitung Rabu (14/7) lalu.

Kegiatan yang mengambil ikon pengucapan syukur laut ini, di hadiri kurang lebih 10.000 orang dengan antusias menyaksikan berbagai atraksi budaya yang di tampilkan oleh para peserta Kabasaran, Musik Bambu, Maengket, Masamper serta Tari Cakalang yang merupakan tarian khas kota Bitung. Menariknya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Atraksi Menangkap Ikan, Lombah Dayung, Parade Kapal dan Pajeko, Renang Melintasi Selat Lembeh dengan jarak tempuh 1.237 meter menggunakan gaya bebas. Selain itu digelar lombah Katinting.  Selam ini disponsori oleh POSSI Kota Bitung.

Festival Selat Lembeh ini juga sekaligus dilakukan pencanangan Bitung sebagai Kota Minapolitan oleh Gubernur Sulawesi Utara Drs Sinyo Harry Sarundajang atas nama Menteri Kelautan dan Perikanan RI dan disaksikan oleh Dirjen Perikanan Tangkap Dr Ir Dedy H Sutisna,  Walikota Bitung Hanny Sondakh, Kadis Perikanan dan Kelautan Sulut Ir Xandramaya Lalu, Ketua DPRD Kota Bitung Santy Luntungan ST, Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi, Kadis Perikanan Bitung Ir Hengky Wowor, para Muspida serta undangan dan masyarakat.

Gubernur Sulawesi Utara dalam sambutannya mengatakan, bahwa pengembangan kawasan Minapolitan ini, perlu didorong agar terjadi percepatan pengembangan wilayah melalui usaha kelautan dan perikanan serta berbagai kegiatan didalamnya. Minapolitan digulirkan sebagai dasar pembangunan kelautan dan perikanan berbasis kawasan yang mampu meningkatkan multiplier effect perekonomian,  demi menunjang pencapaian visi bidang kelautan dan perikanan yaitu ‘Indonesia Sebagai Penghasil Produk Perikanan Terbesar Pada Tahun 2015’.

Dengan misi " meningkatkan ketahanan masyarakat kelautan dan perikanan untuk menjadikan Sulawesi Utara sebagai gudang Indonesi bagian timur. Oleh sebab itu dengan dilaksanakan Festival Selat Lembeh ini yang dilaksanakan juga berbagai kegiatan diantaranya penebaran benih ikan, yang merupakan launching gerakan satu orang seribu benih ikan atau one man one thousand fries.

“Diharapkan dapat berkelanjutan sehingga mampu menopang Bitung sebagai kawasan Minapolitan, maka dengan demikian pertumbuhan ekonomi kota yang bersumber dari Sektor Kalautan dan Perikanan dapat meningkat secara signifikan, sehingga akan berimbas pada sektor yang lain. Sehingga kesejahteraan akan semakin baik dan pemberdayaan akan tumbuh dengan baik pula, seiring dengan berbagai aktivitas dan peran didalamnya. (ayu dewi)


Rawung Jabat POSSI Kota Bitung

BITUNG, suara manadonews (16/07/2010)—Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Cabang Bitung, di lantik kepengurusannya oleh Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi dan disaksikan oleh pengurus pusat POSSI Recky Lasut yang juga sebagai Instruktur Selam Nasional Selasa (13/7) lalu, di Lesehan Malioboro Bitung. Kepengurusan POSSI Bitung dinakhodai oleh Dra Khouni Refin Lomban Rawung MSi sekretaris Give R Mose AP MSi dan bendahara Ir Maya Dundu.

Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi dalam sambutannya mengatakan, bahwa pemerintah kota Bitung menyambut dengan baik dibentuknya organisasi ini. Mengingat nantinya banyak hal positif yang akan dilakukan oleh instansi ini, melalui berbagai kegiatan di bidang lingkungan kelautan. “Harus kita ketahui dan pahami bahwa laut adalah, bagian dari sumber kekayaan yang memiliki beranekaragaman potensi yang dibutuhkan manusia,” ujarnya.

Lanjutnya, oleh sebab itu perlunya kita pelihara dan lestarikan lingkungan laut ini, untuk menopang kelangsungan hidup manusia. “Saya berharap semoga kepengurusan POSSI akan mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas dan potensi kelautan bagi kemajuan bersama,” pungkas Lomban. (ayu dewi)


Malaranggeng : SHS Berhasil Bakal Menang Satu Putaran

Raihan Capai  46 Persen 
MANADO, suara manadonews (16/07/2010)— Pasangan Calon Drs Sinyo Harry Sarundajang dan Drs Djouhari Kansil MSi (SHS Berhasil) dipastikan akan menang satu putaran pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang akan digelar 3 Agustus mendatang, dimana hasil survei dari Lembaga Survei FOX Indonesia, pasangan Cagub Sulut SHS Berhasil memperoleh suara 46 persen. Hal ini terungkap dalam konferensi pers yang digelar Jumat (16/07) di Jalan Samratulangi yang digelar oleh Media Center SHS Berhasil.

Menurut Choel Malaranggeng MBA, Chief Executive Officer Fox Indonesia, survei yang dilakukan mengambil sampel pada 663 orang dengan metode multistage random sampling dan memiliki tingkat kepercayaan 95 persen, serta memiliki tingkat kesalahan (margin of error) sebesar kurang lebih 4 persen. “Jadi sampel yang diambil berasal dari seluruh kabupaten kota yang ada di Sulawesi Utara yang terdistribusi secara proporsional,” ujar Malaranggeng.

Lanjut Malaranggeng, keakuratan Survei ini, karena responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah terlatih, quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 50 persen dari  total sampel dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality kontrol tidak terdapat kesalahan menonjol. ”Memang kengguluan pasangan SHS Berhasil lebih disebabkan karena kepuasan masyarakat terhadap kinerja Incumbent yang saat ini memenuhi harapan masyarakat,” pungkasnya. (*/otnie)

Ratusan Kades Se-Minsel Curhat di Bumber

MANADO, suara manadonews (16/07/2010)—Istana Gubernuran Bumi Beringin Manado seketika menjadi penuh sesak malam itu. Dari pintu masuk sudah terlihat berjejer kendaraan mulai dari roda empat sampai bus-bus beroda enam. Sejumlah kendaraan ini memenuhi pelataran parkir gubernuran hingga jalan-jalan sepanjang pintu masuk dari depan rumah dinas Walikota Manado, Sekretaris Propinsi hingga depan lapangan tenis di samping Rumah Dinas Gubernur. Kendaraan-kendaraan ini diparkir rapih pertanda penumpangnya mampir tidak sebentar di sekitar lokasi parkir itu.

Dan, benar. Ternyata para penumpangnya adalah ratusan Kepala Desa (Kades) dan puluhan anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) se Minahasa Selatan. Maksud kedatangan ratusan para pemimpin di desa ini adalah menyamakan visi sehingga pembangunan di desa sebagai tulang punggung rancang-bangun daerah sekaligus sebagai tolok ukur keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteran masyarakan dapat terukur. Para Kades ini berdialog dengan Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang, mencurahkan isi hati mereka dalam kaitan percepatan pembangunan di daerah yang mereka pimpin.

Beberapa hal yang menjadi fokus diskusi yang penuh kekeluargaan dan memakan waktu hingga tengah malam tersebut, langsung mendapat respons dari Gubernur Sarundajang, diantaranya soal pengadaan air bersih, pembukaan jalan perekonomina desa dan penerangan desa (lampu jalan). Menurut Gubernur tiga hal ini akan diusahakan terealisasi dalam waktu dekat ini.  “Ini bukan janji politik. Ini saya sampaikan sebagai rasa senasib-sepenanggungan dan wujud tanggung jawab pemerintah untuk bersama mewujudkan mayarakat yang sejahtera, adil dan makmur,” kata Sarundajang yang malam itu tampil elegan dengan batik lengan pendek coklat bercorak.

Sebagaimana disampaikan juru bicara para Kades se Minahasa Selatan, Tommy Lesar, Kades Desa Tewasen, Kecamatan Amurang Barat, bahwa memang masih banyak desa di Minsel yang belum memiliki sarana air bersih, jalan akses perekonomian desa, lampu jalan dan terkesan agak tertinggal. “Olehnya kami berharap, pemerintah propinsi bisa memberikan bantuan atas kesulitan ini. Kami tahu, sebenarnya hal ini lebih dominan sebagai tanggungjawab pemerintah kabupaten, hanya saja kebetulan kami mendapat kehormatan untuk bisa bertemu dengan Pak Gubernur Sarundajang, tidak ada salahnya menyampaikan kesulitan dimaksud,” jelas Lesar.

Dijelaskan Lesar, pertemuan kehormatan dengan Gubernur SH Sarundajang sebagai Kepala Pemerintahan di Propinsi Sulawesi Utara ini, kami gagas bersama seluruh pemerintah desa di Minahasa Selatan sebagai follow up pertemuan sebelumnya di Minsel. Hal dimaksud sebagai upaya untuk lebih mempertegas komitmen pembangunan daerah dalam hal mewujudkan masyarakat sejahtera dalam segala hal. “Masyarakatnyakan ada dipedesaan, kalau pemerintah propinsi tak cukup memiliki informasi dan tidak mengetahui dengan jelas apa yang dirasakan pemerintah di desa, kami rasa akan sulit mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sekarang kami informasikan bahwa kami masih kurang diperhatikan. Dan, kami sangat berterima kasih karena Gubernur langsung meresponsnya,” kata Lesar.

Sisi lain, tambahnya, sebagai pemerintah di desa kita memang harus bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan juga propinsi. Karena dengan bersinergi bersama pemerintah, kami juga bisa mengetahui program-program unggulan apa dipedesaan yang bisa diambil dan dilaksanakan.

Hal yang sama pun diungkapkan Hanny Pelle Kades Kumelembuai, Ny Iroth Kades TompasoBaru I, Eki Paat Kades Motoling, A Liwe Kades Ranoyapo dan beberapa Kades lainnya yang mengaku merasa sangat terhormat bisa duduk sehidangan dengan Gubernur di Gubernurn Bumi Beringin. Menurut mereka, apa yang disampaikan Gubernur SH Sarundanjang bahwa Kabupaten Minahasa Selatan adalah daerah yang kaya karena hasil bumi,  dari pertanian, perkebunan, hingga perikanan, sangat potensial untuk diolah dan dikembangkan. “Daerah kami memang kaya. Kami punya tanah yang subur juga laut yang membentang luas, tapi untuk mengembangkan daerah ini, tentu butuh sentuhan tangan pemerintah agar bisa mengelolahnya lebih baik lagi dan punya pasar yang menjanjikan. Mulai dari cengkih, kelapa, sayur mayur, hingga hasil perikanan, kalau tidak dikelolah secara baik dan profesional, ada kecenderunga hasilnya dipermainkan pasar, terutama soal harga, ” kata mereka.

Menanggapi Curhat ini, Gubernur SH Sarundajang berjanji akan membantu sepenuhnya kesulitan dimaksud. “Soal cengkih, saya akan berusaha untuk menahan harga di atas Rp 50.000/kg. Kelapa, pemerintah propinsi akan menyiapkan bibit untuk peremajaan agar produksinya tetap terjamin. Dan, untuk perikanan, pemerintah sudah membuka jaringan kerjasama dengan negara-negara sahabat untuk bisa menampung eksport ikan Sulut,” kata Sarundajang dan disambut tepuk tangan sukacita ratusan Kades yang terlihat begitu enjoy selama bersama Gubernur pilihan rakyat ini. (mcs/otnie)

Lomboan Terpilih Ketua Dharma Wanita Persatuan Mitra

RATAHAN, suara manadonews (16/07/2010) Dharma Wanita Persatuan kabupaten Minahasa Tenggara menggelar Musyawarah Daerah II Rabu (14/07).  Kegiatan ini bertempat di rumas dinas Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Musdakab ini merupakan forum organisasi tertinggi yang ada di lingkup Dharma Wanita, untuk menetapkan program kerja 5 tahun kedepan dan memilih pengurus Dewan Wilayah.

Staf Ahli Pemkab Mitra Drs Ventje Tamuwangkai MSi dalam sambutannya, mewakili Bupati Mitra mengharapkan, agar Dharma Wanita melaksanakan peran dengan maksimal bukan hanya sebagai pendamping suami, tapi juga memberikan input bagi pemerintah dalam menjalankan program mensejahterahkan masyarakat. Para pimpinan sidang diantaranya Ny Rolos, Ny Paturusi-Sallam, Ny Wua-Mokalu melaporkan bahwa, jumlah peserta sidang telah memenuhi korum dan memnuhi syarat untuk pemilihan Ketua DW Mitra. Secara aklamasi terpilihlah Ny Yenny Lendo-Lomboan, yang Istri tercinta Sekdakab Mitra Drs Freedy F Lendo, sedangkan sekretaris DW Mitra dijabat oleh Ny Fenggi Siwi-Wurangian SE MSi, dan Bendahara Ny Kolompoi.

Dalam sambutannya, Ny Yenny Lendo-Lomboan mengatakan, bahwa tanggung-jawab ini hanyalah anugerah dan kemurahan Tuhan yang dipercayakan kepadanya. Untuk itu, Lomban, sangat mengharapkan dukungan dari pengurus bahkan seluruh anggota DW Persatuan Mitra dalam menjalankan tugas barunya. Para pengurus yang baru menghimbau agar DW Persatuan di tiap SKPD segera diaktifkan. kegiatan ini di tutup dengan menyanyikan mars Dharma Wanita Persatuan yang dipandu oleh Ny Roring. Hadir dalam kesempatan ini, Kabag Sosial Drs Robby Sumual, Kabag Hukum, para pengurus DW di SKPD, kecamatan dan desa. (*/otnie)

SHS : Isra Mi’raj Perkokoh Iman Umat Muslim

MANADO, suara manadonews (16/07/2010)—Isra Mi’raj yang mengkisahkan perjalanan spiritual Nabi Besar Muhammad SAW dari Gua Hira di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina untuk menerima wahyu dari Allah SWT, telah menjadi bagian terpenting bagi umat muslim guna memperingati hari bersejarah itu. Khusus umat muslim di Kabupaten Boltim peringatan itu dilakukan pemerintah dan masyarakat Boltim bersama Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, di Gedung Auditorium Pemkab Boltim Senin (12/07) lalu.

Dalam suasana keakraban itu pjb. Bupati Boltim Kandoli Mokodongan menyebutkan kehadiran orang nomor satu Sulut ditengah-tengah suasana Isra Mi’raj kali ini merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat Boltim kepada SHS walaupun sudah kesekian kali berkunjung didaerah ini, namun kerinduan itu tetap ada.

“Selama ini SHS sebagai seorang pemimpin setidaknya telah banyak perhatiannya dicurahkan bagi kemajuan Boltim. Untuk itu pemerintah dan masyarakat Boltim masih mendambahkan agar figur SHS ke depan masih tetap menahkodai daerah Bumi Nyiur Melambai,” ujar Mokodongan.

Kesempatan itu Sarundajang mengajak, umat muslim untuk terus memperkokoh imannya. Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 27 Rajab 1413 H merupakan momentum untuk lebih memperkokoh iman.

“Perjalanan spiritual yang dilakukan Nabi Muhammad SAW sesungguhnya bertujuan demi kemaslahatan seluruh umat muslim. Untuk itu melalui peringatan Isra Mi’raj kali ini marilah kita tingkatkan ukhuwah islamiah, ukhuwah insania dan ukhuwah wataniah,” jelas Sarundajang.

Usai menghadiri, Isra Mi’raj di Boltim, Gubernur juga menghadiri acara yang sama di Ratatotok dan Belang serta menghadiri pengresmian gedung gereja di Molompar. Di Boltim Gubernur telah menyerahkan bantuan kacamata dan obat-obatan serta penyerahan bibit jagung dan penyerahan bantuan bina lingkungan dari PT Askes (Persero) Manado kepada lima Masjid sebesar Rp 125 juta. Sedangkan di Ratatotok Gubernur telah menyerahkan dua buah mesin Katinting. (*/otnie)