Kamis, 08 Juli 2010

Louis – Rizali Silaturahmi di Sindulang I

MANADO suara manadonews (08/07/2010)Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado 2010-2015 dari Jalur Independen, Louis Nangoy SH dan KH Rizali M Noor bersilaturahmi dengan warga di kelurahan Sindulang I, Rabu (7/7). Dalam pertemuan tersebut, baik Louis Nangoy dan KH Rizali M Noor meminta restu kepada masyarakat, agar keduanya dapat memenangkan Pilkada Manado yang akan digelar Agustus mendatang. “Dalam kesempatan yang baik ini, saya meminta restu kepada seluruh masyarakat yang ada di sini, agar kiranya mendoakan dan tentunya mendukung gerakan moral rakyat berjuang untuk perubahan, dalam pesta demokrasi kali ini,” ujar Louis.

Seperti diketahui, pasangan yang maju lewat jalur independen adalah pasangan pluralisme yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang mumpuni di bidangnya masing-masing. Louis Nangoy, adalah pengacara dan politisi senior yang sudah hampir empat puluh tahun bergelut di dunia politik. Bahkan, Louis pernah menjadi salah satu Ketua DPP PDI dan sempat menjadi anggota DPRD Sulawesi Utara1987-1992. Sedangkan pasangannya yakni KH Rizali M Noor adalah saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatu Ulama (PWNU) Sulawesi Utara, organisasi keagamaan yang memiliki anggota lebih dari 40 juta di Indonesia, dan merupakan organisasi yang didirikan oleh KH. Hasyim Asyari, kakek dari KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur).
Kembali ke acara silaturahmi di Kelurahan Sindulang I, ketika diminta untuk membawakan sambutannya Louis menegaskan bahwa saat ini adalah moment yang tepat bagi rakyat Manado untuk memberikan hak pilih mereka dengan benar, dan sesuai dengan hati nurani. “Saya pikir money politic adalah sebuah proses pembodohan dan pemiskinan bagi masyarakat, karena mereka tidak memilih secara sungguh-sungguh, melainkan hanya berdasarkan uang yang diberikan kepada mereka,” tegas Louis. Ditambahkannya, jika saat ini pendidikan politik kita tidak pernah dilakukan dengan benar, maka hal itu akan terus menjadi kebiasaan di masyarakat dan dikhwatirkan menjadi sesuatu yang dianggap benar untuk dilakukan.



Dalam kesempatan dialog, Sahid Waletam, mantan Imam Masjid Darussalam Sindulang I berharap, agar kiranya jika terpilih nanti pasangan ini sebisa mungkin memaksimalkan fungsi pengawasan terhadap aparatur pemerintah yang menjalankan program pemerintahan. “Saya berharap kepada pasangan ini ketika terpilih nanti terus turun ke masyarakat untuk melihat kondisi dan situasi yang ada, dan tidak hanya mengandalkan hal itu kepada para aparatur pemerintah. Serta kami berharap, agar tidak ada komunikasi yang putus antara masyarakat dengan Walikota,” ujar Sahid.


Menurut Louis, harapan yang disampaikan oleh Sahid sangat sesuai dengan programnya yang akan diterapkan, jika nantonya terpilih menjadi Walikota. “Apa yang disampaikan beliau merupakan harapan yang sangat benar dan sesuai dengan apa yang kita harapkan, yakni terciptanya pemerintahan yang bersih. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun sistem pemerintahan berbasi IT, yang dapat mengefisiensikan kinerja aparatur pemerintah, dan membuat masyarakat dapat mengakses secara langsung program yang dijalankan pemerintah,” pungkas Louis. (*/denny m)

LOUIS – RIZALI : Pemerintahan Berbasis IT, Memperkuat Efisiensi


MANADO, suara manadonews (08/07/2010)Perkembangan dunia teknologi informasi tidak dapat lagi dibendung. Era globalisasi tentunya datang dengan segala bentuk modernisasi, yang merambah masuk dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tidak sedikit tanggapan negatif terhadap hadirnya teknologi informasi yang terus berkembang, namun di sisi lain kita juga melihat manfaat yang dapat diberikan. Salah satu hal yang paling dirasakan adalah efisiensi waktu dan biaya yang bisa dimaksimalkan, dengan penggunaan teknologi informasi.


Louis Nangoy, Calon Walikota Manado 2010-2015 dari jalur independen mengatakan, bahwa pemanfaatan teknologi informasi tentunya tidak bisa dilepaskan dari perkembangan zaman sekarang. “Jika terpilih menjadi Walikota Manado, saya berpikir untuk menerapkan dan menguatkan teknologi informasi yang dipakai oleh pemerintah, guna memaksimlakan fungsi pelayanan kepada masyarakat,” ujar Louis, (7/7).

Pemerintahan berbasi IT atau yang biasa disebut e-goverment, memang sudah semakin marak digunakan baik pemerintah pusat maupun daerah, utamanya pada hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat. “Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan memaksimalkan fungsi IT, jika hal itu diterapkan. Bahkan, peluang korupsi yang saat ini marak terjadi bisa kita minimalisir dengan penerapan hal ini,” lanjut Louis. Dicontohkannya, seperti seperti proses pengadaan barang dan jasa, jika saat ini tender dilakukan dalam proses tatap muka, saatnya nanti hal itu bisa dilakukan lewat internet yang tentunya ditopang dengan basis sistem IT yang kuat dan mumpuni, atau juga pengadaan KTP dan pendataan jumlah masyarakat berbasis demografi, akan sangat mungkin ditopang dengan program berbasis internet tersebut.

“Kita butuh preparation condition atau kondisi persiapan menghadapi hal itu. Karena saya yakin dunia teknologi informasi akan semakn berkembang dengan sangat pesat, olehnya sumber daya manusia kita haruslah disiapkan sedini mungkin, agar bisa beradaptasi dengan hal tersebut,” tandas pengacara senior ini. Menurut Louis, sekolah-sekolah yang saat ini sudah menerapkan IT harus terus didorong, sedangkan yang belum menerapkan haruslah dibantu agar pemerataan penguasaan teknologi informasi, bisa didapatkan oleh seluruh anak didik yang ada di Manado.

“Saya memiliki komitmen agar teknologi informasi yang ada di Manado berkembang dengan baik ke arah yang positif, dan tentunya ditopang dengan faktor-faktor lain, seperti pendidikan, pelatihan, pengadaan infrastruktur IT, serta komitmen untuk mencerdaskan masyarakat,” ungkapnya.

Hal senada juga pernah disampaikan oleh Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mohammad Nuh, bahwa sebagian besar proyek yang berbasis Teknologi Informatika (TI) di lingkungan pemerintahan tidak dibarengi dengan tingkat pemahaman prinsip TI yang baik.

“Prinsip-prinsip permasalahan IT Governance yang digunakan dalam pengembangan berbagai proyek pembangunan tersebut masih sangat rendah,” kata Moh. Nuh dalam sambutan tertulisnya pada Workshop Kode Etik dan Evaluasi Kelompok Kerja Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional di Jakarta, Rabu (24/10).
Selain itu, hal yang lebih memprihatinkan adalah bahwa proses evaluasi sebuah kegiatan berbasis penggunaan IT di lingkungan pemerintahan masih sangat jarang dilakukan, atau bahkan tidak dikenali sama sekali.

Saat ini, menurut Gatot S. Dewabroto, Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika, ketika berbicara dengan Tim Media Center Louis-Rizali lewat sambungan telpon jarak jauh, Rabu (7/7), bahwa program yang sedang digenjot adalah mempercepat pembangunan infrastruktur komunikasi, salah satunya dengan percepatan penyelesaian pembangunan Palapa Ring yang sudah dimulai sejak 30 November 2009 dan direncanakan akan rampung akhir tahun ini. “Kita tidak mungkin bicara pembangunan IT, tanpa adanya infrastruktur IT. Jika hal itu sudah rampung, maka pemerintahan berbasis IT akan sangat terdukung oleh keberadaan teknologi tersebut,” ujar Gatot.

Olehnya, Pemerintahan yang berb asis pada IT akan menjadi bentuk pemerintahan yang efektif dan efisien, di mana banyak hal yang tadinya dilakukan dengan menggunakan biaya dan waktu yang lebih, maka dengan IT akan terjadi penyederhanaan dan penghematan di berbagai bidang, serta memangkas kemungkinan tindak pidana korupsi, yang menjadi tujuan yang dicita-citakan bersama oleh seluruh rakyat Manado. (*/denny)

Mamuaja Buka Sosialisasi Pelaksanaan Pemilukada


Pilih Pemimpin Yang Berkualitas

MANADO, suara manadonews (08/07/2010)Walikota Manado Drs Robby Mamuaja siang tadi membuka secarah resmi sosialisasi pelaksanaan pemilukada tahun 2010 yang berlokasi si kecamatan Malalayang dengan maksud untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang pemilukada, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi sefara aktif demi terselenggara pemilukada 2010 yang bebas dari kecurangan, aman, lancar dan sukses.

Dalam sambutannya walikota Manado menyampaikan bahwa perubahan sistem penyelenggaraan dari sistem sistem sentralisasi menjadi sistem desentralisasi mendorong pemerintah daerah untuk dapat mengurus dan mengatur pemerintahannya menurut asas otonomi dan pembantuan, hal ini di arahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui kepemimpinan daerah dengan memperhatikan asas demokrasi, kepastian hukum, persamaan dan keadilan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Pemilukada adalah momentum yang penting dan strategis sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat di daerah untuk memilih pemimpin secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, demi terwujudnya kepemimpinan daerah yang demokratis, sehingga fungsi dan tujuan pemerintahan daerah dapat berjalan dengan baik,  Jelas Robby Mamuaya.

Walikotapun mengajak warga masyarakat Kota Manado untuk dapat berpartisipari secara aktif menyukseskan pemilukada di Kota Manado dengan tetap menjaga stabilitas keamanan yang selama ini sudah terbangun.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Manado, Ferry Petrus Soetanto SSos MM menambahkan bahwa acara sosialisasi ini akan di laksanakan di sembilan kecamatan yang ada di Kota Manado secara bergulir dan hari ini pelaksanaan perdana di kecamatan Malalayang.

Sasaran dari sosialisasi ini adalah para tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala lingkungan agar mendapatkan satu pemahaman yang benar tentang bagaimana proses pelaksanaan Pilkada di kota Manado yang sebentar lagi akan di laksanakan,  jelas Ferry Soetanto.

Pemerintah Kota Manado lewat Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Manado dalam acara tersebut melibatkan Komisi Pemilihan Umum Kota Manado yang di laksanakan oleh KPU Provinsi untuk secara tehknis melaksanakan pemilukada.

Adapun harapan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut agar warga kota Manado memahami dan mengerti tentang kepentingan  dan tujuan dari pemilukada dengan maksud supaya masyarakat kota Manado dapat memilih pemimpin yang benar-benar mempunyai kemampuan dalam hal memimpin, pemilih yang cerdas memilih pemimpin yang berkualitas, tandas kadis kominfo. (*/denny mintianto)

SHS: Gereja Harus Selalu Kuat

Hadiri Seminar KGBI Katinggolan Tondano
MANADO, suara manadonews (08/07/2010)—Keberhasilan Gubernur Sulut Sinyo H Sarundajang (SHS) untuk membangun Sulut merupakan bukti sebagai seorang pemimpin yang tidak diragukan lagi. Pasalnya  dalam seminar kepemimpinan di Gereja Baptis Katinggolan Tondano Timur, Gereja harus selalu kuat demikian halnya Gereja KGBI bukan hanya di Katingolan, namun jemaat KGBI pada umumnya.  “Saya berharap hendaknya Gereja,Jemaat selalu mencari kebenaran , selalu mencari solusi, selalu berkembang dan gereja harus selalu berbuat untuk masyarakat khususnya Jemaat KGBI,” ujarnya Rabu (7/7) kemarin.

Sebagai bangsa yang besar dengan beranekaragam suku dan bahasa, serta Agama bangsa Indonesia dapat di sebut sebagai bangsa yang ajaib. Karena dengan perbedaan itu dapat dipersatukan dengan Pancasila, sebagai idiologi bangsa Indonesia. Hal ini diungkapkan SHS kepada Jemaat KGBI dan masyarakat di Tondano.

Lanjut clon Gubernur Sulut 2010-2015 ini, keamanan, kenyamanan yang dirasakan masyarakat di Sulawesi Utara memberi bukti akan kerukunan antar umat beragama di Sulawesi Utara sangat terpelihara dengan baik dan ini telah menjadi hal paling penting. Apalagi dengan suksesnya pelaksanaan 3 kegiatan besar dunia yang baru dilaksanakan di Sulawesi Utara yaitu,  WOC, CTI Summit, Sail Bunaken, oleh karena itu menurut SHS, keberhasil yang telah didapatkan itu bukan semata-mata karena peribadinya saja, namun karena seluruh masyarakat Sulawesi Utara termasuk warga jemaat KGBI.

Diakhir sambutanya SHS berterima kasih, atas undangan Pimpinan Gereja KGBI , Jemaat Katinggolan serta masyarakat Tondano yang telah bersama-sama hadir dalam seminar kepemimpinan KGBI , kebersamaan itu juga nampak dengan begitu atusiasnya jemaat KGBI dan Masyarakat Tondano menyambut kedatangan dan mengikuti acara tersebut. Hadir dalam rombongan Gubernur, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Jefry Korengkeng, Kepala BKD Mecky M Onibala, Kadis Sosial Provinsi Sulut  Recky Toemandoek. (*/otnie)

Rabu, 07 Juli 2010

PTUN Kabulkan Permintaan VAP

Vonny-Hendrik Melenggang di Pilgub 3 Agustus
MANADO, suara manadonews (07/07/2010)—Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado, Rabu (7/7), akhirnya mengabulkan permintaan Vonnie Anneke Panambunan (VAP) untuk ikut dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulut 3 Agustus 2010 mendatang. Pasalnya, gugatan terhadap KPU Sulut ini dikabulkan oleh Majelis Hakim Fajar Djatmiko SH dengan anggota Jusak Sindar SH dan Elwis Sitio SH.

Majelis hakim membatalkan surat KPU Tanggal 17 Juni yang mengugurkan pasangan calon VAP-HM, karena tidak mempunyai surat keterangan tidak pernah di hukum dari pengadilan serta menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang menetapkan pasangan VAP- HM kembali menjadi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut dapa Pilgub nanti.

Alasan majelis hakim mengabulkan gugatan tersebut karena merasa surat keterangan belum pernah di hukum tidak diperlukan dan yang bersangkutan adalah anggota masyarakat yang juga mempunyai hak untuk dipilih.

Selain itu, menurut majelis hakim, hal ini telah diatur dalam UUD 1954, dan memiliki hak untuk di pilih sebagai warga negara Indonesia.  Putusan yang telah dinanti-nantikan oleh seorang Vonny sangat berarti sekali. Sebab anak ke-lima dari pasangan Alex Panambunan dan Suheri ini, yakin akan diakomodir sebagai calon Gubernur, walaupun pihak KPUD Sulut telah menutup rapat bagi VAP-HM sebagai Calon Gubernur. “Semuanya hanya saya serahkan kepada Tuhan, nanti lihat aja apa yang akan Tuhan buat.

Menariknya, pihak KPUD dalam waktu dekat ini akan melaksanakan Pleno soal putusan PTUN terebut, apakah akan melakukan banding di PTUN Makasar. Atau akan memutuskan VAP-HM sebagai calon Gubenur nomor urut lima. Kita tunggu Putusan Pleno. (*/tim smn)

T2: Jagalah Mata Untuk Melihat Yang Baik

Hadiri Perkemahan Pemuda GMIM Wilayah Mitra
PUSOMAEN, suara manadonews (07/07/2010)Bupati Minahasa Tengara (Mitra) Telly Tjanggulung (T2) bersama suami tercinta dr Elly Engelbert Lasut ME (E2L) yang juga calon Gubernur Sulut 2010-2015 ini, menghadiri Perkemahan Pemuda GMIM Wilayah Mitra yang dilaksanakan di perkebunan Desa Minanga Kecamatan Pusomaen Senin(5/7) lalu. Pada kesempatan itu T2 memberikan, wejangan wejangan kepada para peserta perkemahan diantaranya menganai perilaku pemuda gereja yang baik di mata Tuhan.

Bupati pilihan pertama rakyat Mitra ini mengatakan, dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuanya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan Firman-Mu yang terdapat dalam Mazmur 119:9. Jagalah mata kita untuk melihat yang baik, telinga untuk mendengar hal-hal yang baik, serta mampu menilai perkataan-perkataan yang di dengar. Begitu juga dengan mulut, mampu berucap yang baik dan hati yang selalu tulus.

Dengan demikian maka, lanjut Tjanggulung, hati Tuhan akan disenangkan, melihat pemuda gereja yang mampu menjaga sikap dan tingkah laku, serta tidak akan goyah dengan godaan iblis yang menyesatkan. “Sebab kita mempunyai iman yang kokoh dan selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal,” ujar mantan Anggota Dewan Provinsi Sulut ini, sembari mengucapkan saya selaku Bupati memberikan bantuan seebsar 10 juta rupiah.

Pemimpin Harus Mempunyai Pikiran Bersih
Pada kesempatan itu Elly Engelbert Lasut ME (E2L) juga memberikan arahan dan nasehat bagi para peserta, berupa kiat kiat bagamana menjadi pemimpin masa depan yang baik dan tangguh serta berkualitas. “Pemimpin itu harus mempunyai pikiran yang bersih, pembawaan yang elok dan ramah, mempunyai kasih, mampu memberikan rasa aman dalam memimpin. Saya percaya diantara kalian akan lahir generasi calon pemimpin di masa dapan,” tandas Calon Gubernur yang diusung oleh Partai Gabungan ini.

Hadir bersama Bupati Mitra, Sekda Mitra Drs Freddy F Lendo, Kaban BKD Drs Robby Ngongoloy MSi, Kabag Administrasi Sosial Kemasyarakatan Drs Robby Sumual, Kabag Humas dan Protokoler David Lalandos AP dan Camat Pusomaen Piether A Ponthororing SPd. (*/otnie)

Dewan Minta Kejelasan Pengganti Lima Personil KPU Manado

MANADO, suara manadonews (07/07/2010)—Seperti sudah diketahui sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut telah melakukan take over (pengambil alihan) tugas KPUD Manado pada beberapa waktu lalu. Sempat terjadi pertentangan  dengan pihak DPRD Kota Manado yang tetap bersikukuh, menolak apa yang sudah dilakukan KPU Sulut.

Sepak terjang KPU Sulut terus berlanjut dengan pergantian 5 personil, yang dinilai dewan belum jelas adanya. Sebab menurut Anggota Dewan Komisi A Widjayanto Patonti, pihak dewan selama ini belum diinformasikan secara resmi pergantian 5 personil KPUD Manado. “Sampai saat ini dewan belum ada pemberitahuan resmi tentang pergantian itu, apakah sudah di devinitifkan ataukah belum, jadi belum jelas,” ujar Patonti.

Hal yang sama juga ditambahkan anggota Komisi A lainnya Stientje Ambat, bahwa Pilwako sekarang ini terkesan terlalu dipaksakan sebab apa, pentahapan yang dilakukan KPU Provinsi yang merangkap tugas KPUD Manado bisa saja hasilnya tidak akan maksimal. “Perlu dipertanyakan apakah rangkap tugas oleh KPU propinsi hasilnya bisa maksimal, mengingat dalam tahapan Pilwako kali ini, banyak terjadi persoalan dukungan ganda sejumlah partai kepada dua Calon Walikota,” tutur Srikandi PDIP ini serius.

Komentar Stientje Ambat mengundang tanggapan Henky Lasut Personil Komisi A, yang juga Ketua Partai Hanura Manado. Singkat saja Lasut mengatakan, pihak KPU Sulut harus siap bilamana dikemudian hari terjadi gugatan hukum para Calon Walikota. “Dengan cara seperti ini KPU Sulut jangan sampai menyimpan ‘bom’ waktu,” pungkasnya. (ronny Pamungkas)
 

ToF Butuh 25 Juta Kuntum Bunga

Rebut Pasar Singapura
TOMOHON, suara manadonews (07/07/2010)—Momentum iven Tomohon Flower Festival (TFF) 20-24 Juli 2010 harus dimanfaatkan baik oleh petani-petani bunga. Pasalnya, kegiatan Tournament of Flower (ToF) 23 Juli 2010 akan membutuhkan 25 juta kuntum bunga untuk menghiasi kendaraan hias peserta ToF, hal ini cukup beralasan, mengingat 1 kendaraan hias saja dibutuhkan 150 ribu kuntum bunga dengan bunga dasar; Merry Gold, Krisan dan Aster.

Momentum ToF ini bisa dijadikan acuan untuk merebut pasar bunga potong ke Singapura. Berdasarkan data dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI, ekspor bunga potong ke Singapura masih belum mencukupi. “Pasar ke Singapura harus direbut dengan pemberdayaan petani dan peningkatan kualitas bunga,” tegas Walikota Tomohon Jefferson SM Rumajar SE, seperti yang dilansir tomohonkota (***)

Mamuaja Ingatkan Kepsek Biaya Komite Harus Jelas

MANADO, suara manadonews (07/07/2010)—Penegasan kembali dari Penjabat Walikota Manado Drs Robby Mamuaja terkait pungutan biaya Komite yang terlalu tinggi dipatok oleh sejumlah sekolah, yang dinilainya sangat memberatkan masyarakat.

Hal ini disampaikan Mamuaja, sesudah acara pertemuan dengan seluruh Kepala Sekolah di Ruang Serba Guna Pemkot Manado. Menurutnya, banyak keluhan masyarakat akan biaya Komite dari sejumlah sekolah terlalu tinggi. Dan ini olehnya akan segerah mengkaji kembali dengan pihak Dinas Pendidikan Kota Manado, guna mencari solusi yang tepat menyikapi permasalahan komite.

Banyak Keluhan masyarakat yang masuk semuanya melaporkan tentang kebijakan Komite Sekolah yang kerap menetapkan uang Komite yang cukup besar, dan ini perlu diperjelas mengingat banyaknya bantuan yang diterima oleh sekolah. “Pungutan oleh Komite perlu diperjelas peruntukannya, jangan sampai ini hanya upaya pihak Kepsek mengejar keuntungan, bila itu yang terjadi, saya tidak senggan untuk menganti Kepsek tersebut,” ujar Mamuaja.

Sementara itu dari laporan masyarakat bahwa telah terjadi dugaan pungutan oleh HL, Kepsek SMKN 3 Manado yang terlalu memberatkan orang tua murid. Oleh Penjabat Walikota Mamuaja menegaskan, bahwa bilamana pelaporan ini benar adanya. “Konsekuensinya akan diberhentikan dari Kepsek,” tegas mantan Sekprov ini. (ronny pamungkas)

Taekwondo Bitung Raih Emas di Kejurda Sulut

BITUNG, suara manadonews (07/07/2010)—Prestasi gemilang ditorehkan, atlit Taekwondo asal Kota Bitung yang mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Taekwondo Sulut yang dilaksanakan di GOR Koni Manada pekan lalu. Pasalnya, dalam Kejurda tersebut Taekwondo Bitung berhasil meraih 1 Medali Emas dan 1 Medali Perak. Demikian disampaikan oleh Ketua Taekwondo Bitung Drs Arnold Karamoy kepada wartawan Selasa (06/07).

Menurut Karamoy, dalam kejurda tersebut timnya turun dengan kekuatan penuh, dan bertekad untuk dapat menyapu bersih setiap kelas yang akan dilombakan. “Sehingga dalam hasil akhir Kejurda tersebut Firman Katiandago yang turun pada kelas 63 kg yunior putra berhasil menyabet medali Emas sedangkan Rustam Mape yang turun di kelas 54 kg senior putra menyabet medali Perak serta Sofyan Rumokoy kelas 63 kg senior putra dan Elisa Lesar kelas 42 kg yunior putri,” tandasnya.

Karamoy menambahkan,  bahwa dengan hasil yang diraih ini, akan menjadi angin segar bagi Taekwondo Bitung yang baru saja melantik kepemimpinannya untuk dapat terus berprestasi yang lebih tinggi demi mengharumkan nama Kota Bitung dan Sulut ke tingkat Nasional.

Ditambahkannya bahwa dengan telah diraihnya prestasi ini, maka salah satu atlit terbaiknya yaitu Firman Katiandagho akan dipersiapkan ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo pada tanggal 04-08 Agustus mendatang yang direncanakan digelar di Kota Malang Jawa Timur. “Salah satu altlit terbaik bitung bernama Firman Katiandagho akan kami utus ke jurnas pada bulan Agustus mendatang,” pungkas Karamoy. (ayu dewi)

Peserta Ratu Bunga Pakai Kebaya Atmanto

TOMOHON, suara manadonews (07/07/2010)—Peserta Kontes Ratu Bunga tingkat nasional 20-24 Juli 2010 dipastikan akan memakai baju rancangan Amy Atmanto, yang juga Ketua Ikatan Perancang Kebaya Indonesia. Nantinya, karya Atmanto yang masuk dalam kategori perancang kebaya eksklusif ini akan dipamerkan saat Grand Final Kontes Ratu Bunga 24 Juli mendatang. “Ami Atmanto akan menjadi juri kehormatan sekaligus rancangan busananya akan dipakai peserta Kontes Ratu Bunga,” ujar Walikota Tomohon Jefferson S M Rumajar SE.

Dijelaskannya, peserta Tournament of Flower (ToF) diwajibkan untuk mengikuti Kontes Ratu Bunga. Para Ratu Bunga ini akan diarak-arak dengan menggunakan kendaraan hias sepanjang jalan utama Kakaskasen hingga Lansot. “Aturannya seperti itu,” sambungnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tomohon Drs Herry Gerardus Mogi menambahkan, Kontes Ratu Bunga tingkat nasional adalah iven satu-satunya di Indonesia. “Dan ini pertama kali,” tuturnya. Saat ini sudah ada 29 kota yang sudah mengembalikan formulir dan sudah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi.

Daerah-daerah tersebut yakni Langsa, Tanjung Balai, Padang, Padang Panjang, Tanjung Pinang, Batam, Palembang, Pagar Alam, Pangkal Pinang, Bogor, Sukabumi, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Pekalongan, Jogjakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Kupang, Balikpapan, Pontianak, Gorontalo, Pare-pare, Tomohon, Tidore, Jayapura, Kotamobagu, Palopo. Panpel akan mengupayakan kedatangan Qori Sandioriva, Puteri Indonesia 2009 asal Aceh dan Andara Rainy Puteri Pariwisata 2009. “Pokoknya Kota Tomohon akan ikut berpartisipasi dalam pembekalan,” tutupnya, seperti yang dilansir tomohonkota. (***)

Warga Minsel Ancam Demo Jika Mangagantung Tak Diakomodir

Jelang Penentuan Penjabat Bupati Minsel
AMURANG, suara manadonews (07/07/2010)—Pengalaman segudang di birokrat serta mengetahui persis keadaan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menjadi alasan yang dilontarkan sejumlah kalangan di wilayah Berjuluk Teguh Bersinar ini dalam memberikan dukungan agar Drs Nolvi A Mangangantung ditunjuk sebagai Penjabat Bupati.

Ketua LSM Teguh Bersinar, Wem Baba Mononimbar mengatakan, dukungan yang Drs Nolvi A Mangangantung, agar ditunjuk sebagai penjabat Bupati Minsel guna mengisi kepemimpinan pasca berakhirnya masa jabatan Drs Ramoy Markus Luntungan dan Ventje Tuela adalah tepat. “Sebagai warga Minsel, kami pikir, Mangangantung merupakan orang yang tepat untuk di tunjuk menjadi penjabat bupati Minsel. Sebagai Sekda Minsel saat ini, beliau pasti sangat paham benar dengan situasi yang ada di Minsel, baik kondisi wilayah maupun pemerintahan,” ujar Mononimbar.

Senada dengan itu, Mononimbar tetap mengharapkan bagi Pemerintah yang ada di Provinsi,supaya dapat mempertimbangkan kembali siapa yang akan menjabat sebagai Bupati Minsel.”Kalau Pemerintah Provinsi akan memberikan nama yang akan menjabat sebagai Bupati selain Mangangantung, kami Warga Minsel akan demo besar besaran, ini janji kami,” jelas Mononimbar kepada Suara Manadonews.

Assisten Satu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Drs Rolly Karamoj kepada wartawan harian ini mengatakan, bahwa usulan yang akan menjadi Penjabat bupati Minsel adalah Drs Nolvi Mangangantung. “Kami sudah lama mengusulkan ke Pemerintah Provinsi dan yang kami usulkan adalah Drs Novi Mangangantung, bukan yang lain,” ujar Karamoij.

Dan sebagai warga Minsel, kami berharap penentuan siapa penjabat Bupati Minsel bukan didasari pada faktor like and dislike, tapi lebih kepada kajian soal siapa figur yang paham betul mengenai Minsel.  “Penjabat Bupati harus memiliki kemampuan dalam menjalankan manajemen pemerintahan,” tandas Mononimbar. (drim's moningka)


Idrus Marhan : Program Dana Aspirasi Golkar Bukan Konsep Uang

MANADO, suara manadonews (07/07/2010)—Sekretaris Jendral DPP Partai Golkar Idrus Marhan menegaskan, konsep Program Dana Aspirasi yang diperjuangkannya merupakan konsep dan gagasan yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir H Aburizal ‘Ical’ Bakrie pada sebuah diskusi 2009 lalu. Ini menjadi kerangka acuan perjuangan pemerataan pembangunan sebagai perwujudan ideologi Partai Golkar sekarang ini, dalam upaya mengangkat harkat dan martabat “wong deso”.

Hal itu disampaikan Marham, kepada sejumlah wartawan di City Extra Restoran Manado, Senin (05/7) malam. Menurutnya, Dana insentif pembangunan desa merupakan langka tepat untuk mewujudkan pemerataan pembangunan nasional. Selama ini fakta yang terjadi Pembangunan belum merata dan bahkan belum sampai menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Alokasi anggaran belanja negara yang diharapkan selama ini, masih saja bersifat piramida terbalik, dimana belanja pusat mencapai 70 persen, sementara belanja daerah kebagian sekitar 30 %. Komposisi alokasi angaran balanja demikian, membuka peluang hadirnya ketimpangan pembangunan pusat dan daerah. Hal ini berdampak termarjinalisasi masyarakat pedesaan. “Oleh Partai Golkar melihat hal ini, sudah saatnya Indonesia kedepan membangun dari Desa,” kata Marhan.

Dana Aspirasi sampai sekarang ini masih saja dipertentangkan, dan Partai Golkar sebagai penggagasnya, tetap pada komitmen untuk memuluskan konsep gagasan membangun Indonesia dari desa merupakan satu langka yang tepat. “Banyak pihak terlalu beropini, dan hanya melihat uang didalamnya, bukan melihat konsep,” ujar mantan Ketua Pansus Centuri ini. Guna menyerap aspirasi masyarakat, DPR sebagai wakil rakyat ditempatkan sebagai unjung tombak gagasan ini. “Secara konstitusi dan perundang-undangan, tidak ada aturan yang dilanggar, sebagaimana yang diopinikan berbagai pihak, bahkan sebaliknya justru UU memerintahkan agar setiap anggota dewan merespon, menyalurkan, dan memperjuangkan aspirasi konstituennya,” jelasnya.

Harapan Dana Aspirasi dapat diterima semua pihak, sangat optimis Marhan menegaskan,konsep dan gagasan ini merupakan ideologi Partai Golkar dan juga sebagai pertaruhannya, bilamana itu diterapkan dan tidak berhasil. “Saya siap mundur dari jabatan,” tegas Idrus. (ronny pamungkas)

Tahun ini, Pemkot Tomohon Buru 25 ribu Wisatawan

TFF Bakal Dongkrak Pariwisata Kota Bunga
TOMOHON, suara manadonews (07/07/2010)—Pelaksanaan Tomohon Flower Festival (TFF) 10-14 Juli 2010 mendatang, akan mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara di kota bunga. Hajatan TFF ini di pastikan memiliki magnet tersendiri bagi wisatawan untuk dijadikan sebagai salah satu iven wisata yang sangat menghibur. Maksanya Pemerintah Kota(Pemkot) Tomohon menargetkan 25.000 orang wisatawan mancanegara dan nusantara akan mengunjungi kota pendidikan ini, seiring dengan TFF. “Pemkot akan menargetkan kunjungan sebanyak 25.000 wisatawan di 2010,” terang Walikota Tomohon Jefferson Rumajar SE.

Target ini, menurut Rumajar, cukup realistis mengingat saat pelaksanaan TFF 2008 kunjungan wisatawan menembus angka 17.753. Pencapaian ini sempat jeblok di 2009 karena hanya mencapai 15.557 orang karena tidak ada pelaksanaan TFF. “Sektor Pariwisata akan sangat menjanjikan bagi perekonomian masyarakat Tomohon,” sambungnya.

Lanjutnya, momentum TFF akan dirasakan masyarakat secara langsung karena perputaran uang tidak melalui pemerintah. Melainkan, kata Epe-begitu Calon Walikota Manado 2010-2015 ini akrab disapa-terdistribusi langsung ke masyarakat yang membuka usaha menunjang pariwisata diantaranya restoran, penginapan, hingga jasa transportasi. “Pemkot siap memfasilitasi masyarakat yang akan membuka usaha di sektor pariwisata seiring dengan TFF,” pungkas Walikota populis ini, seperti yang dilansir tomohonkota (***)

Pekan ini Gaji-13 dan Selisih 4 Bulan Dicairkan

AMURANG, suara manadonews (07/07/2010)—Gaji-13 yang sudah ditungu tungu oleh para PNS belum juga dicairkan dan selisih gaji untuk para PNS yang ada di lingkungan Pemkab Minahasa Selatan (Minsel), ternyata disebabkan Bendahara di setiap SKPD belum mengajukan permintaan. Hal ini ditegaskan langsung Kepala Dinas Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Asset (PKPA) Drs Boy Pandeiroth, yang di temui suara Manadonews mengatakan “Pemkab sudah siap membayarkan gaji 13 dan selisih gaji 4 bulan, tapi masalahnya semua tergantung dari permintaan setiap bendahara SKPD, kalau sudah masuk pasti akan diproses,” beber Pandeiroth.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Minsel Drs Rolly Karamoj menjelaskan, untuk bagian sekertariat pemkab Minsel sudah mendapatkan gaji-13. “Jadi untuk PNS yang ada di sekretariat pemkab sudah menerima gaji-13,” ujarnya singkat.

Sementara itu, para guru-guru yang ada di Minsel mengharapkan Pemkab untuk segera mencairkan gaji 13 sebelum pengucapan syukur. “Torang minta Pemkab dapat mengerti kebutuhan PNS saat ini dalam menghadapi pengucapan syukur dan biaya anak sekolah,” harap beberapa guru yang minta nama mereka tidak dipublikasikan. (drim's moningka)

Hari Ini, 10 Ranperda Diplenokan

BITUNG, suara manadonews (07/07/2010)—Setelah melalui proses pembahasan di Dewan Kota (Dekot), akhirnya 10 rancangan peraturan daerah (Ranperda) diplenokan pada Rabu (7/7) tadi. Penetapan 10 Ranperda tersebut dikatakan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Bitung Yoke FX Senduk SH MSi. “Jadi ke-sepuluh Ranperda yang diajukan Pemkot Bitung diplenokan hari ini,” ungkap Senduk.

Lebih jauh dikemukakan Senduk, 10 Ranperda itu telah melalui proses pembahasan di tingkat Panitia Khusus (Pansus) dewan yaitu Pansus I membahas materi tentang Penyusunan Program Legislasi Daerah, Pengaturan Pengawasan Pemeriksaan Ketenagakerjaan, Pembentukan Penghapusan dan Penggabungan Kelurahan. Pansus II membahas tentang, Pajak Daerah, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Sementara Pansus III yaitu tentang, Pendirian Perusahaan Daerah Bidang Perhubugan, Pemakaman dan Bangunan Gedung.

“Semua Ranperda yang ditetapkan ini, juga telah melalui publik hearing semua lapisan masyararakat,” ujar Senduk sembari menambahkan, kalau pleno penetapan 10 ranperda akan digelar di BPU kantor Wali Kota, mengingat kondisi bangunan Sekretariat Dewan belum memungkinkan untuk diadakan rapat pleno. “Plenonya akan digelar di BPU, karena ruang sidang Dewan masih dalam proses rehab,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten IV Setdakot Pemkot Bitung Drs Edison Humiang MSi membenarkan adanya penetapan 10 Ranperda yang diajukan oleh Pemkot ke Dekot. “Betul, memang bahwa telah diplenokan hari ini,” tandas Humiang.

Setelah penetapan 10 Ranperda ini, menurut Humiang, Pemkot tinggal menunggu agenda dewan untuk lanjut dengan penyampaian perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS),  sebelum masuk pada tahapan pembahasan APBD Perubahan 2010. “Kami sudah menyampaikan KUA-PPAS ke Dekot, tinggal tunggu agenda dewan, karena setelah itu akan masuk pada pembahasan APBD-P,” pungkasnya. (ayu dewi)