Selasa, 27 Juli 2010

Capil Bitung Optimis Bisa Capai Target Rp 658 Juta

BITUNG, suara manadonews (27/07/2010)—Catatan Sipil Kota Bitung optimis bisa mencapai target pembuatan KTP sebanyak Rp 658 juta dalam tahun ini, ungkap Kadis Capil Kota Bitung Drs Wilem Muaya ditemui di ruang kerjanya beberapa belum lama ini. Lebih lanjut kata Muaya, walaupun sampai pertengahan bulan ini baru mencapai 44,4 persen dari total target yang dimaksud.

Ketika disinggung  mengenai pencapaian yang belum 50 persen, pada bulan juli ini, kata Wilem-begitu dia akrab disapa- mengatakan, diakibatkan faktor-faktor pendukung terutama kinerja dari para pegawai Capil sendiri, yang belum maksimal dan pungutan-pungutan liar yang dikeluhkan oleh sebagian masyarakat Bitung.

“Sebagai atasan saya telah melaksanakan tugas dengan menegur langsung kepada bawahannya, apabila kedapatan atau ada informasi yang didapat langsung dari masyarakat,” tandasnya sembari menambahkan, ini juga bisa dilihat dengan adanya kotak saran yang di pajang di tempat pelayanan langsung KTP, yang gunanya untuk mempermudah masyarakat memberikan masukan atau keluhan-keluhan serta ketidak-puasannya. (*/ayu dewi)


Iskandar Siap Jadi Jaminan Penangguhan E2L

Pasca Ditahannya Cagub Nomor Urut 3 di Malendeng

MANADO, suara manadonews (27/07/2010)—Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, menjadi jaminan penangguhan penahanan tersangka SPPD fiktif Pemerintah Kabupaten Talaud, Elly Engelbert Lasut (E2L), yang sejak Selasa (20/7) lalu hingga sekarang mendekam di Rumah Tahanan Negara Malendeng, Manado.

E2L, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Malendeng, Manado, Senin (267) mengatakan, Muhaimin Iskandar yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah membuat pengajuan penangguhan penahanan buat dirinya. "Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKB Sulawesi Utara, bahwa Muhaimin menandatangani secara langsung supaya penahanan Elly Lasut ditangguhkan," ujarnya.

Dia mengatakan, tadi pagi surat permohonan penangguhan tersebut telah dimasukkan ke Jampidsus. "Jadi, beliau menjamin bahwa Elly Lasut tidak akan menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri, dan tidak akan mempersulit  persidangan," kata Lasut.

Bupati Talaud Elly Lasut juga merupakan salah satu calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulut, 3 Agustus 2010. Dia diusung oleh sejumlah partai gabungan, termasuk PKB.

Pada kesempatan itu juga, Lasut berharap ratifikasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kejaksaan, dan kepolisian dapat dihargai dan dihormati. Bahwa seseorang yang mengikuti proses demokrasi, khususnya pelaksanaan pilkada, memiliki hak politik yang tidak boleh diganggu. "Itu sudah diratifikasi oleh DPR, dan itu adalah hak-hak universal yang sudah disetujui DPR RI," katanya menegaskan.

Menurut Elly Lasut, sekarang dirinya sedang mengikuti proses pilkada berarti memiliki hak politik dipilih dan memilih. Akan tetapi, dengan kondisinya sekarang ini, dia merasa dipasung. "Langkah-langkah untuk menawarkan diri dalam menyampaikan visi misi dan menjelaskan tentang keikutsertaan sebagai calon gubernur tersebut dipasung," katanya.

Elly Lasut ditahan terkait dengan kasus dugaan korupsi "Surat Perintah Perjalanan Dinas" (SPPD) Bupati Talaud pada 2006-2008. 2006-2008 dengan kerugian negara  mencapai sekitar Rp7,767 miliar. (***)


Sarundajang Terima Panghargaan WTP dari SBY

MANADO, suara manadonews (27/07/2010)—Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS), Selasa (27/07) menerima penghargaan dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan, karena Pemprov Sulut karena mampu nmengelola keuangan daerah dengan baik, sehingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan penilaian tertinggi dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “Penghargaan diberikan Presiden SBY itu, adalah hasil kerja keras Pemprov Sulut, dalam mengelola keuangan secara bertanggung jawab, tanpa ada unsur Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN),” ujar Kepala Biro Tata Pemerintahan dan Humas Drs Roy Tumiwa MPd kepada wartawan.

Sebagai satu-satunya Provinsi di Indonesia yang meraih WTP, memang menjadi kebanggaan tersendiri. Karena itu, Gubernur SHS, kata Tumiwa, penghargaan WTP ini sepenuhnya diapresiasikan pada seluruh rakyat Sulut. “Keberhasilan Pemprov Sulut atas pengelolaan keuangan daerah ini dipersembahkan untuk seluruh rakyat. Sebab, prestasi ini adalah bagian dari partisipasi seluruh rakyat,” tandasnya, sembari menambahkan, penilaian WTP akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Terutama di tengah-tengah kondisi masyarakat yang mulai hilang kepercayaannya terhadap pemerintah, menyusul banyaknya pejabat yang tersandung kasus-kasus korupsi.  Oleh sebab itu penilaian BPK harus kita pertahankan, antara lain dengan meningkatkan disiplin dalam pengelolaan management keuangan pemerintahan. (***)

124 Desa Belum Layak Terima ADD di Mitra

Kosegeran: 11 Desa di Tombatu Telah Disalurkan

RATAHAN, suara manadonews (27/07/2010)—Pemkab Minahasa Tenggara (Mitra) telah mulai melakukan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) Triwulan II 2010 ini. Namun belum semua desa dapat menerima ADD mereka. Pasalnya, ada 124 desa di seluruh Mitra yang belum layak menerima ADD Tahap II ini, karena belum memenuhi sejumlah persyaratan untuk menerima ADD tersebut.

Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Mitra, Agus Kosegeran SmH mengatakan, dari 135 desa yang ada di Mitra, 124 desa di antaranya dinyatakan belum memenuhi syarat menerima dana tersebut. “Baru ada 11 desa yang memenuhi syarat menerima ADD, dimana 11 desa tersebut yng memenuhi syarat tersebut ada di Kecamatan Tombatu,” ujarnya, Senin (26/07).

Lanjut mantan Camat Touluaan ini, keputusan sebuah desa memenuhi syarat menerima ADD ini diambil setelah masing-masing desa memasukkan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) pemanfaatan ADD Triwulan I 2010 dan Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur soal pemanfaatan ADD tersebut.  “Dua dokumen ini, yakni SPJ dan Perdes kemudian diverifikasi faktual oleh Badan Inspektorat yang kemudian mengeluarkan rekomendasi boleh tidak ADD untuk desa bersangkutan dapat diberikan,” tandasnya.

Lanjutnya, rekomendasi dari inspektorat tersebut kemudian dipakai BPMPD mengeluarkan semacam pengantar pencairan ADD untuk desa bersangkutan. “Pencairannya sendiri melalui Dinas Pendapatan, Pengeloal Keuangan dan Aset Daerah,” pungkasnya.

Kosegeran menambahkan, total ADD yang disalurkan untuk Triwulan II ini mencapai Rp 7,4 miliar, dan jumlah yang diterima setiap desa, bervariasi, rata-rata antara Rp 48 juta hingga Rp 58 Juta. (*/otnie)

Manoppo Gantikan Untu Ketua Fraksi PG Dewan Mitra

RATAHAN, suara manadonews (27/07/2010)—Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar (PG) Minahasa Tenggara (Mitra) terus lakukan pembenahan di tubuh PG, pasca dinonaktifkan pengurus DPD II PG Mitra dibawah kepemimpinan Telly Tjanggulung, yang juga Bupati Mitra ini. Pasalnya sejak dinonaktifkan Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPD II PG Mitra tersebut, Plt Ketua PG Mitra Andries Palar Manoppo SE langsung melakukan ‘pembersihan’ di struktur DPD II Golkar dan pengurus Kecamatan, namun juga di struktur fraksi sebagai alat kepanjangan partai di DPRD di rombak.

Meldy Untu SE yang selama ini menduduki kursi sebagai Ketua Fraksi PG di DPRD Mitra, mendapat giliran untuk digantikan oleh Andries P Manoppo SE yang juga sekaligus merangkap sebagai Plt Ketua DPD II PG Mitra. Hal ini sebagaimana tertuang dalam surat DPD II PG Mitra bernomor B-03/DPD.PG-II/Mitra/2010 tentang Pengalihan Ketua Fraksi Partai Golkar Mitra.

Manopo mengatakan, penggantian Ketua F-PG di DPRD Mitra ini masih merupakan rangkaian pembenahan dalam struktur DPD II PG Mitra, menyusul penonaktifan Telly Tjanggulung dan Tonny Lasut dari kursi Ketua dan Sekretaris DPD II PG Mitra. “Ini sebenarnya hal biasa saja, dalam rangka melakukan penyegaran dan penyesuaian dengan tuntutan organisasi,” tandas Mantan Ketua Dewan Mitra.

Manopo juga tak menepis bila PG Mitra sementara melakukan ‘pembersihan’ terhadap pengurus dan kader yang dianggap tak sepenuhnya mendukung program-program partai, sekaligus yang setengah hati mengamankan keputusan partai. “Indikasi ke arah (adanya pengurus dan kader setengah hati) itu memang sangat kuat, tetapi kita juga tidak boleh kemudian main kerbas saja. Ada prosesnya,” pungkasnya. (*/otnie)

Akhiri Jabatan, RML Pimpin Apel Korpri dan Lantik 14 Hukum Tua

AMURANG, suara manadonews (27/07/2010)—Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat anggota korpri diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk menyukseskan Pemilukada Gubernur, Bupati/Walikota pada tanggal 3 Agustus nanti. Hal ini disampaikan Bupati Minsel Drs Ramoy Markus Luntungan pada saat memimpin Apel Korpri di Wale Cita Waya Esa Kantor Bupati, Senin (26/07).

Peran dari setiap anggota Korpri sangat penting disaat pemilukada yang akan berlangsung,dan diharapkan bagi para Pegawai dapat mendorong masyarakat yang telah mempunyai hak pilih untuk memberi suaranya di setiap TPS sesuai dengan hati nurani.

Dalam smbutan kali ini RML sangat berterimah kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada nya selam 5 tahun,dari warga minsel. “Saya sangat berterimah kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat selama ini dalam kurung waktu 5 tahun, sebagai bupati,” kata Luntungan.

Anggota korpri mempunyai kewajiban memberikan pencerahan positif dalam berdemokrasi yang santun, elegan dan beretika, sehingga masyarakat nantinya tidak bersikap golput melainkan mau menyalurkan suaranya di TPS.

Dalam acara Korpri RML juga sempat melantik beberapa jajaran pemkab dari eselon IV/b manjadi IV/c antara lain , Asisten I Drs Rolly Karamoj, kepala BPPKAD Dr Louisa Pongayow, Kadis Pertanian Ir Frans Tilaar, Drs Wempi Mononimbar, serta menandatangi  41 prasasti dan meresmikan 14 desa serta penjabat Hukum Tua.  (drim's)

Birukan Amurang JOS-Jawara Tampil Memukau

AMURANG, suara manadonews (27/07/2010)—Sosok pasangan paripurna John Sumual yang berpasangan dengan Ir Jantje Wauran, (JOS-JAWARA) telah membuktikan bahwa mereka siap memimpin kabupaten minsel 5 tahun ke depan.

Dilapangan pondang amurang JOS-JAWARA, berhasil membirukan kota Amurang dengan di hadiri ribuan pendukung dan simpatisan. “Maju terus pantang mundur ,” teriak seorang ibu pedagang asongan.

Kampanye kali ini dihadiri oleh pengurus DPP Partai Demokrat, Angelina Sondakh dan Ruhut Sitompul yang memberikan semangat dalam pidato politik.”Mari kita memilih Bupati yang bisa berbahsa daerah kita sendiri, karena JOS-JAWARA adalah asli orang minsel yang bisa berbahsa daerah kita,”teriak Sondakh.

Lain juga,siraja minyak dari Sumatra,Ruhut Sitompul,dalam sambutannya. “Pilih nomor 3, karena pada tanggal 3 kita akan memilih bupati ,oleh sebab itu nomor 3 kita harus pilih,” ajak Sitompul. (drims)

Merukh: Minsel Maju Sejak Dinahkodai RML

AMURANG, suara manadonews (27/07/2010)—Sepak terjang Ramoy Markus Luntungan (RML) dikancah politik yang akan maju dalam pemilihan gubernur sulut ,mulai terlihat berjalan dengan mulus ,buktinya warga Minsel masih tetap mencintai sosok RML.

Meski coba digoyang oleh beberapa kandidat calon gubernur yang lain di minsel,namun nama RML tetap tak tergantikan dihati warga.Sebab RML dinilai telah memberikan dan membuktikan bagi warga minsel telah sukses besar, bagi kemajuan dan peningkatan pembangunan. “Kami warga Minsel tetap bersatu hati membawah RML untuk menjadi gubernur sulut,” ujar Marten Durandt warga amurang.

Birokrat murni ini telah membuktikan dirinya ,bahwa mampu akan membawah sulut kedepan yang lebih baik.”RML dimata warga sangat berarti,sehingga kami warga amurang sulit melepaskan RML sebagai bupati ,karena sudah terbukti dalam pembangunan di minsel,” sambung Wem Mononimbar.

Hal senada di ungkapkan tokoh masyarakat desa Wiau Lapi Johanis "Jhony" Merukh ST menurut Merukh kepemimpinan RML di Minsel sudah sangat terbukti dengan pembangunan dan program yang di jalankan sehingga mampu membawa Minsel selangkah lebih maju dari beberapa kabupaten/kota yang sama-sama dimekarkan.

Ditambahkan Merukh, sangatlah tidak etis ketika ada beberapa masyarakat yang mengatakan RML selama kepemimpinannya tidak ada pembangunan "Mereka melihat dari mana?, sesungguhnya kemajuan Minsel ada sejak dinahkodai RML," ungkap Merukh saat di temui suara manadonews. (drim's)

Senin, 26 Juli 2010

Mamuaja Buka Bintek Linmas


MANADO, suara manadonews (26/07/2010)Penjabat Walikota Manado Drs Robby Mamuaya pagi ini membuka bimbingan tehknis  bagi anggota LINMAS yang akan bertugas di tempat pemunggutan suara pada pelaksanaan pemilukada walikota dan wakil walikota serta gubernur dan wakil gubernur  pada tanggal 3 Agustus nanti, kegiatan ini akan di laksanakan selama tiga hari.
Robby mengharapkan para anggota petugas linmas agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya agar dapat melaksanakan tugas nanti pada tanggal 3 Agustus dengan baik dan benar, karena menurut Mamuaya linmas adalah penjaga keamanan yang paling depan di masyarakat dalam pengamanan pada pemilukada nanti.
Tiap Tempat pemungut suara akan di jaga oleh dua orang linmas dan akan di back up oleh seorang polisi.
Yang membawa materi dalam acara bimbingan teknis kali ini adalah ketua Panwas Manado Sonny Pangkey dan anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Manado Marten Tombeg divisi penyelenggaraan pemilu serta dari kesbangpol.
Kepala Kesbangpol Linmas Manado Frangky Mewengkag menjelaskan maksut kegiatan bimbingan tekhnis bagi  linmas adalah untuk menambah wawasan serta pengetahuan untuk bagaimana melaksanakan pengamanan pilkada nanti serta mengerti tugasn dan tanggung jawabnya dalam membantu KPPS.(*/denny)

DPRD Tanah Datar Belajar Wisata di Manado


MANADO, suara manadonews (26/07/2010)Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat (Sumber) mengunjungi Manado untuk mempelajari pengelolaan kepariwisataan dan kependudukan, selama tiga hari.





"Pada dasarnya kabupaten Tanah Datar dan Kota Manado itu memiliki banyak kesamaan dan sama-sama juga menjual pariwisata, tetapi kami mau tahu bagaimana cara pemerintah Manado mempromosikan wisatanya," kata Ketua DPRD Tanah Datar Zuldafri Dharman di Manado, Senin. 

Zuldafri Dharman mengatakan dalam kurun dua tahun terakhir, Manado menjadi sangat maju dalam kepariwisataan ditandai dengan banyaknya iven berskala internasional yang digelar di Manado karena itu mereka memilih studi banding ibukota Sulawesi Utara ini. 

Bahkan Tanah Datar akan mengadopsi mekanisme pemerintah Manado mempromosikan wisata sebab hal tersebut yang belum tergarap dengan maksimal di daerah mereka, dengan demikian ia berharap mereka bisa mengandalkan pariwisata untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Selain itu Zuldafri juga mengatakan mereka juga mempelajari penataan kependudukan di Manado mulai dari pencatatan sipil sampai kepada pelayanan kepada masyarakat kota. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Manado Ferry Soetanto yang menerima para wakil rakyat dari Tanah Datar itu menjelaskan upaya pemerintah untuk memajukan pariwisata di Kota Manado. 

"Kami menata infrastruktur yang ada mulai dari jalan, jembatan hingga penerangan supaya para tamu yang berkunjung ke Manado terutama wisatawan baik lokal, nusantara maupun mancanegara betah dan terus datang ke kota ini," kata Soetanto. 

Soetanto juga mengatakan gelaran konferensi kelautan dunia (WOC) dan CTI Summit hingga Sail Bunaken yang digagas gubernur Sulawesi Utara Sinyo Sarundajang menjadi salah satu nilai tambah Manado di dunia, hingga jadi salah satu dari lima kota tujuan wisata di Indonesia. 

Mengenai kependudukan dan pencatatan sipil, kepala Dinas Kependudukan dan catatan sipil Evans Steven Liow mengatakan dalam tahun 2010 sudah dua kali menggelar kawin massal di Manado, untuk memperjelas status kependudukan warga kota yang tak sah secara hukum. 

Setelah menggelar kawin massal pemerintah juga memberikan akta lahir gratis serta Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada warga Manado yang miskin supaya terdata dengan jelas oleh pemerintah.

Evan Steven Liow juga menjelaskan penduduk Manado hingga bulan Juli 2010 tercatat sebanyak 467 ribu jiwa, dan akan divalidasi lagi pada akhir bulan.(*/denny)

KPU Manado Mulai Lipat Surat Suara

MANADO, suara manadonews (26/07/2010)Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado mulai melakukan pelipatan surat suara di ruang serba guna kantor KPU Manado, "Pelipatan surat suara tersebut melibatkan kelompok kerja (Pokja) serta komisioner yang ada di KPU Manado bahkan warga Manado namun diperiksa lebih dulu," kata ketua KPU Manado Conny Palar di Manado, Senin (26/7). 

Palar menjelaskan warga yang dilibatkan untuk melipat kertas suara tersebut berjumlah 25 orang dan dibayar perlembar dan diwajibkan menyelesaikan pelipatan kertas suara tersebut dalam wamtu tiga hari, setelah selesai dilipat maka suara akan didistribusikan ke semua sembilan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang ada di kota Manado untuk diteruskan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS), paling lambat satu hari sebelum waktu pencoblosan. 



Sementara undangan sudah disalurkan ke seluruh PPK karena harus ditandatangani oleh seluruh ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebelum disebarkan kepada para pemilih yang ada di Kota Manado. 

Ketua bidang pengawasan dan penindakan Panitia pengawasan Panitia pengawas (Panwas) pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Manado Sony Pangkey mengatakan pihaknya sudah memantau pelipatan surat suara yang melibatkan warga sekitar.





















Dari pemantauan secara langsung tersebut Pangkey mengatakan semua proses masih berjalan sesuai jalurnya dan tidak ada kejanggalan yang ditemukan, sebab terus mendapat pengawasan ketat dari staf KPU Manado. 
"Apalagi setiap orang yang masuk diperiksa dengan ketat, dan polisi berjaga satu kali 24 jam, jadi kemungkinan terjadinya kebocoran juga sangat kecil, dan menurut laporan KPU juga memeriksa setiap pelipat kertas setiap kali selesai untuk menjaga kehilangan atau dicurinya kertas suara," kata Pangkey.

Sementara Kepala Badan Kesatuan bangsa politik dan perlindungan masyarakat (Kesbangpolinmas) Manado Frangky Mewengkang mengatakan proses pelipatan surat suara tersebut ada dalam kewenangan KPU Manado. "Tahapan tersebut memang melibatkan masyarakat, dan kami yakin KPU mengawasinya dengan ketat supaya tidak ada hal-hal diluar kendali yang terjadi, pemerintah mendukung semua langkah KPU agar bisa menyelenggarakan Pilkada yang berkualitas," kata Frangky Mewengkang.(*/denny)

Astaga !! Honorer Mendadak Jadi PNS di Mitra

MTCW Minta Pelaku Diusut Tuntas


RATAHAN, suara manadonews (26/07/2010)— Dua honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra), masing-masing berinisial MT dan RM diduga belum mengikuti prosedur penerimaan CPNS. Anehnya, kedua honorer tersebut kini sudah resmi menjadi PNS di Mitra. Dari sumber yang tak ingin namanya  dipublikasikan, dua honorer tersebut sudah mengantongi Nomor Induk Pegawai (NIP), SK bahkan daftar gaji, padahal diketahui mereka tak mengikuti penerimaan CPNS.

"Kami melihat langsung bukti SK dan daftar gaji. Kalau memang benar mereka  berdua sudah menjadi PNS itu harus dipertanyakan karena mereka tak mengikuti prosedur," ujar sumber yang juga honorer. Dia meminta Pemkab untuk buka mata dan menjelaskan, mengapa ada honorer yang belum mengikuti prosedur tapi sudah ditetapkan jadi PNS. Sumber itu pun mengatakan, dua oknum honorer tersebut sudah bekerja di Pemkab Mitra sejak 2008. “Dan yang kami tahu, mereka tidak mengikuti seleksi CPNS,” tandasnya.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Plt Sekretaris Daerah Mitra, Drs Freddy F Lendo membantah hal tersebut. Bahkan mengatakan tak pernah ada kasus seperti itu di Mitra. "Semua PNS yang ada di Mitra ditetapkan berdasarkan aturan yang berlaku, tak mungkin  ada yang tak ikut prosedur karena penetapan CPNS dan PNS bukan saja kewenangan  Pemkab sepenuhnya tapi ada campur tangan Pemerintah Pusat," ujar Lendo.

Hal senada diungkapkan, Kabag Humas Mitra David Lalandos AP. "Tak ada yang seperti itu, yang saya tahu kedua honorer yang dimaksud masih belum berstatus PNS, hingga sekarang mereka masih tercatat sebagai staf honor Pemkab Mitra,” ujar Lalandos.

Menurutnya sangat berbahaya jika tanpa prosedur sudah ditetapkan sebagai PNS, karena harus melewati berbagai proses yang tak mudah. “Kami pastikan berita tersebut tak benar, silakan kroscek ke oknumnya," tambah Lalandos.

Sementara, kedua honorer bersangkutan saat ingin dimintai keterangan tak berada di tempat. "Informasi ini akan kami usut," pungkasnya.

Sementara Aktivis Minahasa Tenggara Coruption Watch (MTCW) Jefry Oding Rantung menyorot masalah ini, menurutnya, kejadian ini bisa menjungkir balikkan mekanisme hukum dan berpotensi merusak tatanan perundang-undangan, dalam hal perekrutan CPNS. MTCW juga meminta Plt Sekda Mitra Drs Freddy Lendo, menindak oknum-oknum yang sangat berani melakukan hal itu. “Pokoknya kami minta Pak Sekda menindak tegas oknum-oknum yang telah melakukan tindak pidana tersebut, jika itu memang benar,” pungkasnya.  (*/otnie)

Lima Negara Meriahkan ToF

MANADO, suara manadonews (26/07/2010)—Lima negara yakni Rusia, Vietnam, India, Malasia dan Korea Utara, masing-masing memamerkan ciri khas negaranya dalam kendaraan hiasan bunga segar pada turnamen bunga (Tournament of Flowers/ToF) Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut).

"Kehadiran lima negara tersebut bukan hanya menambah semarak turnamen tahunan tersebut, tetapi juga sebagai daya tarik pariwisata ke Tomohon dan Provinsi Sulut pada umumnya," kata Walikota Tomohon, Jefferson Rumajar di sela-sela turnamen yang disaksikan ribuan pasang mata di Tomohon, Jumat (24/7) pekan lalu.

Dalam turnamen tersebut, Rusia tampil dengan hiasan bunga berbentuk beruang salju dan bangunan Kremlin yang sangat terkenal, membuat ribuan pasang mata terkagum-kagum  menyaksikan pawai hias kendaraan bunga kendati di bawah guyuran hujan lebat.

Sementara Malaysia tampil dengan kendaraan dengan latar masjid dan bunga sepatu yang menjadi salah satu ciri kas negara tersebut. Korea Utara tampil dengan kendaraan berbentuk angsa raksasa serta tampilan buah segar produksi petani negara Asia tersebut, sementara India dengan rancangan gedung Taj Mahal makam tua abad-16 serta gasebo.

Vietnam memukau dengan hiasan bunga segar berbentuk Pady Cab yang melambangkan semangat kerja dengan ikon seorang petani dengan kuat menarik pedati.

Selain kelima negara tersebut, 76 kota di Indonesia ikut menampilkan berbagai ciri khas daerah masing-masing dalam bentuk hiasan bunga pada kendaraan hias yang berjalan menyusuri jalan utama di Kota Tomohon. Provinsi Sulut, menampilkan kendaraan dengan hiasan komoditi unggulan cengkih, pala dan kelapa sebagai andalan penghasil pendapatan bagi masyarakat daerah ini.

Kepala Subdit Direktorat Jenderal Pengembangan Distanisi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan, Winarno Sujas, mengatakan, Tomohon merupakan contoh daerah di Indonesia yang berhasil mengembangkan kekhasan daerah guna pengembangan pariwisata ke depan. "Setiap tahun wisatawan akan datang seperti halnya tahun ini, karena mereka ingin menyaksikan festival yang begitu menawan, untuk itu perlu ditingkatkan pelaksanaannya di tahun-tahun mendatang," tandas Winarno.

Turnamen bunga tahun ini, dirangkaikan dengan pemilian ratu bunga yang diikuti 82 peserta dari seluruh Indonesia. (***)

Testimoni Tanggapan Terhadap Pernyataan SHS dan CHOEL

DR ELLY ENGELBERT LASUT ME (Disalin Sesuai Dengan Tulisan Tangan)

MANADO, suara manadonews (26/07/2010)1. Pernyataan SHS sebagai Gubernur sangat Saya hargai, namun perlu juga saya ingatkan soal kejujuran dan fakta bersama bahwa “Saya belum memiliki pasangan Cawagub dan jika pasangan SHS-E2L pasti langsung lantik” adalah ungkapan SHS dalam pertemuan Saya dengan beliau setelah penyampaian Choel Malaranggeng tentang 3 opsi tsb, diruang VIP Guest House Bandara Pemprov Sulut (tempat pertemuan khusus tersebut atas permintaan SHS), jadi tindak lanjut pertemuan saya dengan Choel. Awalnya saya diajak bertemu Sdr Choel dgn 3 opsi, kemudian dilakukan per telepon yang terus menerus meminta Saya untuk tidak maju sebagai Cagub, dengan ancaman akan dipenjarakan. Dalam dunia informasi seperti ini, yang dapat mendengarkan kembali pembicaraan pertelepon Saya harap dapat membuktikan 2-3 kali telepon sdr Choel dengan nada ancaman tersebut. Namun dalam rapat dengan Choel M. Saya dapat menghadirkan dua orang saksi yang mendengarkan secara langsung 3 opsi ancaman itu jika diperlukan.

2. Nasib saya sebagai Bupati Talaud, bergantung pada kebaikan sdr. Choel M dan SHS jika mau menuruti permintaan mereka untuk tidak maju sebagai Cagub. Jika ditelusuri dalam pembicaraan pertelepon Saya yakin itu dapat ditemukan dalam pembicaraan No. HP 08114305979 (E2L) dan No. HP 0811318800 milik saudara Choel Malaranggeng pada bulan Februari akhir – Maret.

3. Ancaman terbuka dari SHS terhadap Saya disampaikan 2 minggu sebelum Saya dengan pihak Kejaksaan terangkat, yaitu penyampaian langsung pertelepon dari SHS pada bulan Desember akhir kepada sdr Jimmy R Tindi yang membuka speaker phone dan didengarkan oleh 7 orang termasuk saya dengan kata-kata al : “akan melibas dan mo kase rata pa ngana pe bos Jimmy.!” dan dilanjutkan dengan meminta sdr. Jimmy mengambil “honornya” di Pemprov Sulut. Pembicaraan itu kami dengarkan langsung secara terbuka saat kami 7 orang ada di Hotel Sedona. Kurang lebih 2 minggu setelah itu pihak Kejati menyampaikan akan membongkar “Kasus besar” di Sulut yang ternyata adalah Saya. (***)