Rabu, 25 Agustus 2010

Cinta Sulut Karena Kerukunan Antar Agama Sangat Kuat

Rahmawaty Baideng

MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—TAK ada yang paling menyenangkan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh kaum Muslimin dan Musliman, selain datangnya bulan penuh barokah di bulan Ramadan. Tak terkecuali dengan gadis Manado yang masih tercatat sebagai Mahasiswi Universitas Sam Ratulangi Fakultas Ekonomi. Setiap bulan Ramadhan tiba banyak hal dilakukan untuk beribadah kepada Allah SWT, yang tentunya memberikan pahala berlipat dibandingkan bulan-bulan yang lain.

Diantaranya melakukan sholat wajib maupun sunnah, tadarusan, membangunkan sahur dan lain sebagainya. “Saya banyak mendapat nikmat di bulan ramadhan ini. Dengan berpuasa saya bisa merasakan bagaimana rasanya kehidupan sudara-sudara kita di bawah garis kemiskinan, yaitu susahnya mencari makan. Selain itu berpuasa juga sangat bagus untuk kesehatan, system pencernaan dalam tubuh dapat beristirahat sebentar, maka pada saat beroperasi akan bekerja dengan teratur,” tutur Rahmawaty Baideng yang akrab disapa-Rinni oleh teman-temannya.

Gadis yang doyan buah kurma (buah khas tanah Arab) mengatakan, bahwa dia bangga menjadi salah satu warga Sulawesi Utara, selain karena indah pemandangannya, juga karena suasana kerukunan antar agama sangatlah kuat, sehingga terciptanya kedamaian dan kasih sesama masyarakat.

Di dalam lingkungan kampus misalnya, teman-teman non muslim saya, jika ingin mengkonsumsi makanan, selalu menghaturkan ucapan permisi agar bisa mengkonsuminya, walaupun sebenarnya saya tidak keberatan dengan keadaan begitu, toh itu adalah hak seseorang, tapi itulah wujud toleransi diberikan teman-teman Saya. “Saya hanya berharap Sulawesi Utara menjadi contoh kerukunan untuk daerah-daerah lain, dengan kekuatan kasih kita dapat memajukan kota tercinta Sulawesi Utara,” pungkasnya. (sutrisno)


BMM Berbagi Ramadan Bersama 70.638 Anak Yatim

Keluarga Mikro di 313 Masjid Seluruh Indonesia

MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Bank Muamalat Cabang Manado kembali memberikan santunan bantuan kepada anak yatim dan kaum duafa yang terdiri dari uang tabungan Rp 100.000 dan Rp 150.000 yang bersumber dari uang sumbangkan dari nasabah bank Muamalat, Karyawan Bank Muamalat dengan jumlah Rp 25 juta. “Bank Muamalat berfungsi sebagai Bank Sosial Harapan dengan penyaluran ini akan membawah berkah bagi kita semua,” ujar Manajer Bank Muamlat Cabang Manado Hery Herdiman, sembari menambahkan sebagai penerima zakat untuk wilayah Sulawesi Utara sebanyak 100 orang menerima bantuan.

Dalam sambutan Drs Hi Gaib Al Amin sebagai Badan Amil Zakat Propinsi Sulawesi Utara mengatakan, 2,5 persen dari pendapatan yang kita peroleh Itu adalah hak orang lain, diantaranya anak yatim dan kaum dhuafa.

Penyaluran bantuan Bank Muamalat kepada 100 orang sebagai penerima, terlebih dahulu di isi dengan ceramah Ramadan oleh ustadz Abdurahman Maaruf MA yang mengingatkan, kepada semua umat Islam untuk senang, biasa mensyukuri segala nikmat Allah dengan jalan melaksanakan perintah Allah. “Mulai dari melaksanakan sholat, berpuasa dan mengeluarkan zakat, sebab puasa melatih kita untuk selalu berkata jujur, bersikap adil terhadap sesama kita berpuasa harus punya animo, sehingga kita kalam dan ramadaniah,” ujar Maaruf, seraya mengatakan, kita memiliki sifat sabar untuk menjaga diri, emosi kalau mampu kita juga, maka nafsu mampu kita kalahkan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Manajer Bank Muamlat Cabang Manado Hery Herdiman, Ustadz Hi Abdulrahman Maaruf MA, Ketua BTM A Yani Ngaib Alamin, Mantan Kakanwil Agama Provinsi Sulawesi Utara Drs Yusuf Otolua, Imam Hi Suryadi Hulima, Mesjid Al-Fatah, Mesjid Ashabul Kaafi. (sutrisno)

Hukum Tua Sawangan Bantah Selewengkan ADD

Tambalean : Pengerjaannya Belum Jatuh Tempo

TONDANO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Pencairan dana ADD 2010 mulai dicairkan kembali. namun dana ini kambali membuat masalah.  Desa Sawangan kecamatan Kombi adalah salah satu penerima dana tersebut kembali dipermasalahkan pengerjaannya, pasalnya menurut sejumlah warga desa bahwa dana ADD ini seharusnya sudah disalurkan alias digunakan sebagaimana mestinya. Namun oleh sejumlah warga, dana tersebut sudah di tilep oleh oknum Kumtua (Hukum Tua). “Jangan cuma mo maso popoji kiri deng kanan,” ujar warga yang enggan namanya dipublikasikan.

"Masa ada beking tre itu jalan mar cuma pende, itu-pun waktu torang kerja cuma ada pake semen sepuluh sak, ini kan nda maso akal sedangkan yang torang tau itu jalan musti tigapuluan meter lebih masa so brenti,” sembur sejumlah warga Sawagan dengan nada kesal.

Sementara itu, Kumtua desa Sawangan Maritje Tambalean kepada Swara Manadonews, juga dengan nada jengkel mengatakan bahwa memang betul pengerjaan proyek ini untuk sementara saya hentikan, karena ada berbagai pertimbangan yang diantaranya pilar-pilar jalan masih sementara digunalkan oleh sebaian warga untuk menjemur cengkih dan para pengerja-pun sebagian besar masih melakukan kegiatan pemetikan cengkih dikebun masing-masing.

Tambalean juga menambahkan, bahwa kalau mau mengikuti RAP, jalan seharusnya tidak masuk dalam anggaran namun karena untuk menjamin keluhan warga yang katanya kalau mau ke gereja, jalan menuju ketmpat tersebut sudah rusak jadi saya mengiyakan keluhan mereka. “Yang seharusnya pengerjaan proyek ADD ini hanya di pilar-pilar jalan saja dan pengerjaan ini kan belum jatuh tempo jadi saya masih mempunyai waktu untuk menyelesaikannya. Batas akhir pengerjaan yang untuk 60% saja nanti bulan depan, sedangkan ini baru memasuki minggu terahir bulan agustus, saya sudah menyelesaikan pekerjaan tersebut 30 persen,” ujarnya.

Lanjutnya, memang ada sebagian yang tidak menginginkan keberadaan serta kinerja saya tetapi biarlah katanya nanti akan ada yang membalas, kalau memang saya sudah tidak akan melanjutka pekerjaan ini, berarti material sudah habis namun buktinya ini masih banyak dan bahkan akan masuk lagi sekitar 70 sak semen, pasir serta kerikil. Ini sudah dapat kita lihat kalau bagaimana, apa pengerjaan ini sudah dihentikan atau masih berlanjut. Bahkan Kumtua parobaya ini juga akan mengupayakan supaya proyek tersebut akan segerah dilanjutkan kembali. (raynold)

Pencurian Cengkih Kembali Marak di Minahasa

300 KG Digondol Maling

TONDANO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Panen cengkih dibilangan daerah Minahasa bagian timur sudah memasuki tahapan 75% selesai namun masih ada sebagian petani cengkih yang masih disibukkan dengan proses pengeringan. Menurut pantauan Swara Manadonews kemarin dibeberapa desa, masih banyak yang melakukan kegiatan menjumur seperti di sebagian besar Kecamatan Kombi dan Lembean Timur.

Namun ada hal menarik yang terpantau oleh wartawan media ini tepatnya di desa Sawangan Kecamatan Kombi, dimana ada beberapa petani cengkih yang mengeluh karena hasil panen mereka yang sementara di jemur dibilangan pantai Pakewa, raib di gondol maling. Hukum Tua desa Sawamgan Maritje Tambalean ketika ditemui Swara Manadonews mengatakan bahwa ada beberapa warganya yang mengeluh karena cengkih yang mereka sementara jemur di pentai pakewa sudah raig dibawa kabur maling.

Lanjutnya, mereka-mereka yang melaporkan kehilangan cengkih adalah Frengki Talumese, Teo Agu dan Danni Tumbel. Menurut mereka, apa yang sudah menimpa kami sudah sangatlah meresahkan masyarakat, kata Tambalean dengan nada yang tinggi karena sudah jengkel.

Tambalean juga menambahkan, agar upaya para aparat keamanan untuk segera bertindak karena yang menjadi korban sudah banyak dan itu-pun terjadi bukan hanya di desa kami, namun di desa-desa lain seperti yang diberitakan oleh beberapa media, namun belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian. “Kerugian dari warganya ini sudah mencapai 300 kilo gram kering,” tandasnya. (Raynold)

Korengkeng Serahkan Trophy Juara Lomba Desa Tingkat Nasional

MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Desa Makalehi Kecamatan, Siau Barat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulangdang dan Biaro (Sitaro) yang keluar sebagai juara satu pada lomba desa tingkat nasional tahun 2010 ini telah mendapat pengharggaan dari pemerintah pusat berupada trophy berlapis emas serta piagam penghargaan.

Penyerahan trophy pemenang itu dilakukan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Jeffry Korengkeng SH MSi kepada Kapitalaung Desa makalehi Mount Kalebos di ruker Ke – Asistenan Satu Pemprov, Senin (23/08). Kegiatan yang turut disaksikan Sekda Sitaro Drs Jhon Paladung dan Kaban BPMD Ir Harvey Sendoh dan masyarakat Makalehi yang tinggal di Manado.

Korengkeng mengatakan, Pemprov Sulut sangat mendukung setiap desa dan keluarahan di daerah ini untuk berani berkompetisi hingga ke tingkat nasional. Sama seperti desa makalehi. Keberhasilan yang diraih desa makalehi kiranya akan menjadi motifasi bagi daerah lain untuk mengikuti jejak desa ini.

Pemprov akan selalu mendukung setiap program yang akan dilakukan desa dan keluarahan di Sulawesi Utara. Apa yang dilakukan desa makalehi telah mengharumkan nama baik daerah ini di tingkat nasional. Berbeda dengan lomba desa dan kelurahan tahun lalu dimana Sulut berhasil keluar sebagai juara II baik baik desa maupun keluarahan. Tapi tahun ini walaupun Cuma satu tetapi keluar sebagai juara.

Kaban BPMD Harvey Sendoh menyebutkan lomba kelurahan tahun ini Sulut hanya berhasil sampai urutan 12 besar. Sedangkan untuk lomba desa. Desa Makalehi berhasil keluar sebagai juara I diikuti Desa Arjosari tanjung Sari Jogya dan Desa Samiran Boyolali Solo Jateng masing–masing sebagai juara II dan III.

Sekda Sitaro Drs Jhon Palandung mengatakan, keberhasilan desa makalehi menjadi juara I lomba desa tinggkat nasional berkat swadaya masyarakat sangat tinggi berbagai infra struktur pembangunan desa seperti jalan, jembatan, gedung sekolah serta infrastruktur lainnya merupakan swadaya murni masyarakat disamping kebersihan, ujarnya. (*/otnie) 

Berkat Rekom Pemprov John Lie Jadi Pahlawan Nasional

MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Laksamana Pertama (Laksama) Jahja Daniel Dharma alias John Lie salah satu putra terbaik Sulut yang dilahirkan dan dibesarkan di kanaka (kampung cina) kini Kelurahan Pinaesaan Kec, Wenang kota Manado, saat ini telah menjadi seorang ”Pahlawan Nasional”. Status kepahlawanan nasional John Lie diakuinya tak lepas dari rekomendasi yang diberikan Pemprov Sulut melalui LPK Kebangsaan Indonesia Bersatu ke pemerintah pusat.

Hal itu dikatakan Drs Eddy Kusuma dari LPK Kebangsaan Indonesia Bersatu, kepada Plt Sekprov Sulut Ir Siswa R Mokodongan MSi di ruang kerja Sekprov. Senin (23/08). Kusuma mengatakan, tujuan kedatangan di daerah ini tidak lain untuk memberi piagam penghargaan kepada Pemprov Sulut. Sebab tahun lalu pemprov telah mengajukan rekomendasi kepada pemerintah pusat agar John Lie bisa menjadi ”Pahlawan Nasional”.

Pengharggaan ini diterima langsung Mokodongan yang diserahkan DR Adjie Susanto Ketua LPM Kebangsaan Indonesia Bersatu. Penyerahan pengharggaan ini turut disaksikan dua ponakan John Lie Rosa dan Lisa Lie.

“Saya membri apresiasi yang tinggi sekaligus ucapan terima kasih karena apa yang telah dilakukan Pemprov telah menjadi kenyataan bahwa putra terbaik Sulut bisa menjadi pahlawan nasional, sehingga pahlawan nasional asal Sulut ketambahan lagi,” ujarnya.

Mokodongan mengatakan, jiwa kepahlawanan John Lie ini kiranya akan terus berkobar bagi kemajuan pembangunan di Sulawesi Utara, jasa John Lie tak akan pernah lekang di hati sanubari kita, walau ia telah tiada namun perjuangannya akan selalu dikenang, katanya. Mokodongan menambahkan, Pemprov Sulut akan memperhatikan usulan LPK Kebangsaan Indonesia Bersatu agar nama John Lie dimasukan dalam situs Sulut, seperti pemberian nama jalan atau gedung bersejarah.

Eddy Kusuma menyebutkan, selain Sulut pengakuan agar Laksma John Lie bisa menjadi pahlawan nasional juga datang dari DKI Jakarta dan Sumut dan Aceh serta hampir 100 ormas mendukungnya. Alasannya John Lie yang tinggal di Jakarta ketika proklamasi 17 agustus 1945 Ia terpanggil untuk membela Indonesia. Tercata Ia bergabung dengan laskar rakyat (AL) dengan pangkat klasi 2 waktu itu dengan kapal Butlaw sering mengangkut bahan makanan berupa sayur mayur dari pelabuhan bilik labuan batu Sumut dan Aceh di bawah ke Singapura. Dari Singapura John Lie dinilai oleh pemerintah Indonesia sangat berani melakukan seludupan senjata ke Sumut guna membantu para pejuang Indonesia waktu itu.

Kusuma mengatakan, dengan demikian Sulut kembali ketambahan seorang pahlawan nasional setelah DR Sam Ratulangi, Wolter Robert Mongisidi dan Maria Walanda Maramis. Ia menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengusulkan pemerintah pusat agar TB Simatupang, Hugeng Imam Santoso, Ali Sadikin dan Achmad Taher untuk mrnjadi pahlawan nasional. (*/otnie)



Korengkeng Buka Bintek Banwas Sulut

MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Jeffry Korengkeng SH MSi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Bidang pembangunan dan Pengadaan barang/Jasa, Bidang keuangan, Bidang kekayaan, Bidang Kepegawaian dan Manajeman Pengawasan di jajaran Inspektorat (Banwas) Provinsi Sulut.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Banwas Provinsi. Sulut, Senin (23/08) lalu dihadiri Kabanwas Drs MC Kairupan MSi dan para pejabat eselon III dan IV. Korengkeng mengatakan, di era paradigma baru saat ini gerak dan kegiatan pemerintah daerah mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada pengawasan sebagai suatu siklus mekanisme pemerintahan diharapkan berjalan seimbang.

“Karenanya tugas dan tangung jawab yang dibebankan kepada kita masing-masing haruslah dilaksanakan dengan lebih baik dan benar serta tetap mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya, sembari menambahkan, kinerja kita harus dipertanggun- jawabkan kepada rakyat dan apabila akuntabilitas kinerja kita dapat diterima oleh masyarakat, maka kredibilitas pemerintah akan meningkat dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada kita juga akan semakin besar, Kata korengkeng.

Lanjutnyanya lagi, melalui Bimtek kali ini saya berharap para peserta dapat mengikutinya dengan sungguh–sungguh untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kemampuan penguasaan administrasi teknis pemeriksaan dibidang pembangunan dan pengadaan barang dan jasa, bidang keuangan, bidang kekayaan, bidang kepegawaian dan manajemen pengawasan antara aparatur pengawasan daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, agar memiliki kesamaan persepsi, katanya. (*/otnie)

Selasa, 24 Agustus 2010

15 Negara Asean Regional Forum Kunjungi Sulut

Peninjauan Lokasi DIREx  

MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Delegasi dari kurang lebih 15 negara Asean Regional Forum dan negara mitra Asia dan Eropa memulai Initial Planning Conference and Site Survey Disaster Relief Exercise (DIREx) 2011. Pertemuan ini akan berkangsung sampai dengan tanggal 27 Agustus 2010 dan diisi dengan kegiatan-kegiatan peninjauan langsung ke lokasi tempat penyelenggaraan Latihan Penanggulangan Bencana Alam yang menurut rencana akan dilaksanakan pada bulan Maret 2011.

Delegasi peserta termasuk unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informasi Badan SAR Nasional dan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan melakukan kunjungan di lokasi sekitar pantai Wori, sampai ke pantai Desa Kimabajo, dan Kota Bitung juga Pulau Mantehage, Pulau Siladen dan Pulau Bunaken untuk melihat dari dekat tempat-tempat yang akan menjadi lokasi pelaksanaan DIREx tahun 2011.

Seperti diketahui Sulawesi Utara, kembali mendapatkan kepercayaan dunia untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Internasional mengenai Penanggulangan Bencana Alam (Disaster Relief) yang akan diikuti dengan kegiatan Latihan Penanggulangan/ Penanganan Bencana (tsunami, dan lain lain) dari udara, yang direncanakan dilaksanakan Bulan Maret 2010.

Pertemuan awal perencanaan pelaksanaan kegiatan ini (Initial Planning and Site Survey) yang diprakarsai oleh Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Jepang dimaksudkan untuk memperkuat konsep-konsep penyelenggaraan latihan melalui berbagai masukan dari negara-negara peserta. Dengan demikian akan dapat dihasilkan konsep yang konkret dan relevan guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas negara-negara peserta ARF negara-negara peserta ARF dalam bidang penanggulangan bencana.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Plt Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Drs F Mewengkang MM di Grand Kawanua Convention Centre (GKCC) Kairagi Manado. Dalam sambutannya Plt Gubernur mengatakan antara lain bahwa, Pemerintah memberikan perhatian serius untuk penanganan dan penanggulangan bencana di tanah air. Hal ini ditandai dengan diterbitkannnya Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang meliputi penanggulangan Pra Bencana, Saat Tanggap Darurat dan Pasca Bencana. Provinsi Sulawesi Utara sendiri merupakan daerah rawan bencana karena terletak pada posisi antara beberapa lempeng (patahan) dan juga terdapat beberapa gunung api yang masih aktif.

Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi yang tinggi kepada ARF yang termasuk pemerintah Jepang yang telah memprakarsai kegiatan ini. Pemprov Sulut akan mendukung sepenuhnya dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan iven internasional ini pada Bulan Maret 2011. Pengalaman sukses menyelenggarakan WOC, CTI Summit dan Sail Bunaken tahun 2009 diharapkan akan menjadi modal yang berharga untuk mengulangi sukses bagi penyelenggaraan Disaster Relief Conference and Exercise tahun 2011 mendatang. (*/otnie)

Komisi D Kuliti Diknas Kota Manado


Terdapat Kontradiksi Laporan Anggaran Diknas dan Pemkot


MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Dewan Perwakilan Rakyat Kota Manado komisi D siang tadi menghearing Dinas Pendidikan Kota Manado guna mendengar  dan mengkroscek laporan pertanggung jawaban penggunaan  anggaran tahun 2009 Dinas Diknas Kota Manado.
Hadir mewakili Dinas Pendidikan Kota Manado Sekretaris Diknas Soleman Montori MPd, Kasubag Umum Djamiun Sadang dan Kasubag Dikdas Pak Kela.
Ketua Komisi D dr Richard Sualang yang di damping Hi Amir Liputo, Feliks J Iroth dan Audy C Like memberikan kesempatan kepada perwakilan Diknas untuk membacakan laporan penggunaan anggaran tahun 2009 yang di bacakan oleh Djamiun Sadang secara item per item.
Laporan pertanggung jawaban anggaran Diknas tahun 2009 mulai dari dana bantuan siswa miskin, dana bos, dana dak yang meliputi rehap ruangan kelas, pembuatan sanitasi sekolah, perpustakaan, UKS, rehab ruang sedang dan berat,  pengadaan meubeler sekolah mendapat perhatian serius dari anggota dewan.
Dalam laporan penggunaan anggaran dari beberapa kegiatan Diknas yang sebagian besar telah di realisasikan seratus persen oleh Dinas Pendidikan Kota Manado, oleh  wakil ketua komisi Hi Amir Liputo di dapati perbedaan laporan anggaran dengan laporan kasubag keuangan pemerintah kota Manado.
Dalam waktu  dekat Dr Richard akan mengadakan turun ke beberapa sekolah untuk mengkroskek  kebenaran  penggunaan anggaran tahun 2009, jika di temukan penyalahan penggunaan anggaran akan di tindak lanjuti dan di proses sesuai dengan hukum yang berlaku ungkap Ketua komisi D Richard Sualang. (*/demint)

PKK Provinsi dan Pemkot Manado Gelar Bazar Murah


MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Tim Dharma wanita  provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan tim penggerak Dharma Wanita Kota Manado siang tadi berlokasi di lapangan Sparta Tikala mengadakan kegiatan bazaar murah dan lomba olahraga rakyat yang di buka langsung oleh penjabat Gubernur Sulawesi Utara Drs Robby Mamuaja.
Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi  Utara Ny O Mamuaya Lumentut menyampaikan bahwa kegiatan bazaar ini di lakukan masih dalam rangkaian memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 65.
Lomba olahraga rakyat yang di laksanakan berupa tarik tambang dan lomba hula huks di ikuti oleh seluruh peserta  dengan penuh suka cita, yang paling menarik dalam lomba ini adalah keikut sertaan para ibu-ibu memainkan hula huks sambil berjoget.
Sembilan kecamatan yang ada di kota Manado mengambil bagian dalam kegiatan bazaar ini dengan menjual bahan Sembilan bahan pokok sesuai dengan harga agen.
Dari pantauan media ini antusias masyarakat Kota Manado sangat tinggi dengan adanya kegiatan bazaar, ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang membeli, semua stand yang ada semuanya  di padati masyarakat untuk membeli sembako yang telah di sediakan tiap kecamatan.(*/demint)

Bantuan Bencana Alam Dinas Pertanian Di Pertanyakan

TARERAN, Swara Manadonews (24/08/2010)—Janji Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat desa Wiau Lapi Kecamatan Tareran,  mulai di pertanyakan oleh petani desa tersebut. Pasalnya, bantuan yang dinanti belum kunjung terealisasi ,seperti di ketahui pada bulan Mei 2010 lalu, belasan hectare sawah di desa ini di landa banjir sehingga memporak-porandakan areal persawahan dari para petani tersebut .

Sejumlah petani mempertanyakan janji dari dinas terkait yang telah dijanjikan berupa pemberian bibit dan pupuk secara gratis. “Waktu lalu dorang( Dinas pertanian) bilang mo dapat bantuan ternyata sampe skarang nda pernah muncul itu bantuan padahal torang sangat membutuhkan bantuan tersebut,”ungkap Yayan Worotitjan gusar, sembari menambahkan, kalau memang tidak akan terealisasi sebaiknya Kepala Dinas Pertanian jangan obral janji, hal senada di ungkapkan Welly “baceng” yang juga sawahnya mengalami mengalami kerusakan yang cukup parah, menurutnya dinas pertanian sebaiknya lebih jeli dan tanggap mengingat kerusakan sawah mereka bukan di sengaja, melainkan karena bencana alam. Untuk itu dirinya meminta kepada dinas yang berkompeten untuk segera dapat merealisasikan bantuan tersebut. Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Ir Frans Tilaar yang di hubungi lewat telepon selular tidak berhasil karena tidak aktif. (drim’s)


Warga Lobu Tewas Tertindih Truk Tronton di Kuyanga

Bermuatan 25 Kubik Kayu Kelapa       

TOMBATU, Swara Manadonews (24/08/2010)—Ruas jalan Provinsi Desa Kuyanga, Kecamatan Tombatu Timur, Minahasa Tenggara (Mitra) kembali minta korban. Kali ini seorang kondektur, Johny Gumolili (36) warga desa Lobu II, Kecamatan Touluaan, tewas mengenaskan, kepala dan dada remuk ditindi Truk Tronton Fuso berisi 25 kubik kayu kelapa, dengan nomor polisi (Nopol) L 9510 UA yang dikendarai tersangka UN alias Udin (48) warga Kelurahan Kakenturan, Kecamatan Bitung Utara, Kota Bitung. Peristiwa kecalakaan lalu-lintas (Lakalantas) sadis ini, terjadi Selasa (24/08) dini hari, pukul 00.05 Wita. Kapolsek Tombatu AKP Djoni Kolondam saat dikonfirmasi harian ini Selasa (24/08) membenarkan hal tersebut.

Menurut Kolondam, kejadian ini berawal saat truk tronton berisi 25 kubik kayu kelapa yang dikendarai tersangka, dengan korban sebagai kondektur, datang dari arah Ratahan menuju Tombatu. Saat kendaraan naas ini berada di ruas jalan provinsi Desa Kuyanga, tepatnya di tikungan mendaki, bola kanan belakang truk masuk lubang. Apalagi kondisi jalan sangat licin, dengan hadirnya proyek pelebaran jalan di desa ini. Tak hitung tiga, truk tronton ini-pun langsung terbalik. Sementara korban yang berada di atas truk, untuk menjaga kabel listrik yang menghalangi perjalanan kendaraan agar tidak tersangkut, jatuh dan tubuhnya tertindih tronton.

Akibatnya, kepala dan dada korban remuk, dan tewas seketika. Warga sekitar yang melihat peristiwa laka sadis ini langsung melaporkan peristiwa ini ke polisi. Tak lama, sejumlah petugas dari Polsek Tombatu langsung bertindak, dengan mengevakuasi korban. Karena tertindih tronton, aparatpun menggunakan alat berat untuk mengangkat tronton, untuk mengeluarkan tubuh korban. Setelah berhasil di evakuasi, selanjutnya mayat korban dilarikan ke Puskesmas Tombatu untuk dilakukan visum. Dan keluarga korban menolak dilakukan otopsi. “Yang jelas kelurga korban menolak Otopsi, dan membuat surat pernyataan penolakan,” ujar Kapolsek.

Lanjutnya, polisi telah menahan tersangka, sementara barang bukti berupa truk tronton masih di TKP. Karena peristiwa ini terjadi juga akibat jalan licin karena pekerjaan proyek pelebaran jalan, maka polisi juga akan memanggil pihak kontraktor dan pengawas proyek dari Dinas PU dan SDA Mitra, untuk dimintai keterangan. “Pokoknya polisi akan meminta keterangan pihak kontraktor dan pengawas dari Dinas,” pungkasnya. (otnie)
 

Resting Area di Touluaan Tak Dapat Digunakan


Pangkerego: Belum Diserahkan kePemkab Mitra
TOULUAAN, Swara Manadonews (24/08/2010)—Resting Area yang berada di kawasan pemandian air panas “Kelewaha’ mulai tak terawatt. Pasalnya, resting area tersebut tak memiliki fasilitas bak penampungan air, gayung dan listrik.  Bahkan pihak Pemerintah yang melakukan perawatan tersebut tak kunjung juga memperhatikan. Kendati proyek Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulut ini, dibangun dengan berbandrol sekitar Rp 74 juta. Pekerjaaanya saja baru selesai dua bulan yang lalu. Tapi kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Sebab tempat itu tidak lagi dibersihkan, bahkan kotoran manusia berserakan di dalam Toilet.

Tokoh masyarakat Touluaan Bernad Tamod kepada Swara Manadonews Selasa (24/8) mengatakan, sebenarnya ketika pembangunan resting area ini pihak kontraktor harus  menyediakan fasilitas yang dibutuhkan, agar masyarakat yang menggunakan tempat ini merasa nyaman. “Kontraktor seharusnya menyediakan fasilitas yang dibutuhkan dalam lokasi resting area tersebut. Begitu juga pihak dinas kesehatan harus mengawasi pembangunan tersebut, jangan hanya dibiarkan saja, sehingga hal ini membuat tidak nyaman bagi pengguna tempati itu,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Mitra Dra Femmy Pangkerego MPd, saat dikonfirmasi Selasa (24/8) kemarin di Ratahan mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi tentang permasalahan resting area tersebut, dan kami akan segerah meninjau lokasi. “memang sampai saat ini pihak Dinas Pariwisata Provinsi Sulut belum melakukan serah terima lokasi resting area tersebut,” tandasnya. (otnie)   


Istri Hamil 8 Bulan, Suami Perkosa Gadis ABG

Diperkosa di Sabua Desa Winorangian

TOMBATU, Swara Manadonews (24/08/2010)—Warga Kecamatan Tombatu, Minahasa Tenggara (Mitra) kembali digemparkan dengan peristiwa pemerkosaan. Seorang gadis ABG (anak baru gede) sebut saja Jingga (16) warga Kelurahan Lowu II, Kecamatan Ratahan, Kamis (19/08) lalu, diperkosa lelaki beristri ST alias Sted (25) warga Kelurahan Lowu I, Kecamatan Ratahan. di dalam Sabua (Pondok) di persawahan Desa Winorangian, Kecamatan Tombatu Utara. Ironisnya, kejadian asusila ini terjadi di saat istri tersangka sedang hamil 8 bulan.

Kapolsek Tombatu AKP Djoni Kolondam saat dikonfirmasi harian ini Selasa (24/08) membenarkan hal ini. Kata Kolondam, peristiwa mesum secara paksa ini berawal saat tersangka secara tidak segaja bertemu dengan korban di lokasi pembangunan kantor bupati Mitra di Kelurahan Tosuraya, Ratahan, Kamis (19/08) malam, pukul 20.00 Wita. Dimana malam itu, korban sedang menghirup udara malam bersama pacarnya. Saat bertemu tersangka yang berprofesi tukang ojek itu, diduga mengancam korban dan pacarnya dengan mengeluarkan pistol mainan. Bahkan tersangka memaksa menyuruh pacar korban meninggalkan mereka.

Selanjutnya, tersangka dengan mengendarai motor, melarikan korban menuju Tombatu. Namun sebelum ke Tombatu, tepatnya di Desa Winorangian, tersangka singgah di sebuah warung makan di Desa Molompar. Dari sana tersangka langsung tancap gas menuju sabuah di persawahan Winorangian. Setiba disana, tersangka-pun mempreteli pakaian yang dikenakan korban, dan langsung memeluk dan menciumi tubuh korban. Bukan hanya itu, pria beristri ini-pun memperkosa korban. Usai melampias-kan nafsu bejatnya, lalu tersangka mengantar korban pulang.

Kepada orang tuanya, gadis ABG ini-pun menceritakan yang terjadi pada dirinya. Tak terima dengan perbuatan tersangka, esoknya, Jumat (20/08) orang tua korban melaporkan perbuatan terangka ke Polsek Ratahan. Namun karena locus delicti  atau tempat kejadian perkara (TKP) ada di wilayah hukum Tombatu, akhirnya kasus ini ditangani Polsek Tombatu. Lanjut kapolsek, pihaknya sudah menahan tersangka. “Hanya saja apa yang dibeber saksi korban termasuk pacara korban, bahwa tersangka mengancam dengan pistol mainan sangat lemah. Sebab, tidak didukung dengan beberapa saksi lain, dan tersangka sendiri membantah ini,” tegasnya.

Tersangka sendiri saat di wawancarai harian ini di Mapolsek Tombatu, Selasa (24/08) kemarin mengakui perbuatan-nya. Namun tersangka membantah disebut memperkosa korban. “itu terjadi karena suka sama suka. Kalau ada unsure paksaan, tentu akan ada  bekas luka akibat adanya kekerasan,” ujar tersangka didampingi istrinya. Selain itu, tersangka juga membantah mengancam korban dengan menggunakan pistol mainan. “Saya tidak membawa benda tajam atau pistol mainan saat membawa kabur korban di Sabua di Desa Winorangian,” tandasnya. (otnie)