Kamis, 22 Juli 2010

Kutipan Surat Terbuka E2L di Rutan Malendeng


MANADO, suara manadonews (22/07/2010)—Setelah ditahan pihak Kejaksaan Tinggi Sulut terhadap Elly Engelbert lasut (E2L)  yang diduga merugikan uang Negara sekitar Rp 7,7 miliar. Pihak kejati Rabu (20/7) lalu menahannya di Rumah tahanan (Rutan) Malendeng Manado.

Berikut ini kutipan surat terbuka yang ditulisnya langsung dari Rutan  Malendeng : 

1. Saya dituduh/sangka korupsi Rp 7,7 miliar yang adalah dana perjalanan dinas saya selama tiga tahun (2006,07,08). Jika saya disebutkan melakukan perjalanan fiktif maka saya disangka tidak melakukan perjalanan dinas selama tiga tahun, padahal semua SPJ telah dilengkapi juga dokumentasi foto dan berita- berita koran/media masa yang memberitakan perjalanan dinas saya.

2. Dari Rp 7,7 miliar telah dikembalikan Rp 2,1 miliar dari para pengikut (ADC, sespri, security, staff) dan ini semua dikembalikan oleh yang bersangkutan karena kesalahan penulisan, tandatangan, tanggal. Jadi sisa dana selama 3 tahun yang digunakan oleh Bupati dan pengikutnya dalam perjalanan dinas sisa Rp 5,6 miliar.

3.Selama 3 tahun tidak ditemukan kerugian negara oleh BPK. Namun tiba-tiba seluruh perjalanan dinas saya dianggap fiktif setelah mendengar/membaca BAP dari saksi yang adalah pengikut yang beberapa SPPDnya ada kselahan namun semua dananya sudah dikembalikan oleh mereka.

4.Jika kerugian digeneralisir oleh karena beberapa SPPD yang salah pembuatannya dari para pengikut kemudian menganggap perjalan dinas saya fiktif itu adalah sesuatu yang mengherankan dan tidak beralasan hukum sama sekali.

5. Perjalanan dinas saya terdiri dari perjalanan dinas daerah dan luar daerah.

- Dalam daerah : hampir 95 % daerah ( desa 146, kelurahan 12, dan 19 kecamatan) telah saya lakukan dengan perjalanan darat dan laut selama 3 tahun tersebut masyarakat Talaud siapapun dia pasti dapat memberikan kesaksian bahwa saya telah mengunjungi mereka.

- Luar Daerah : pertemuan dengan Presiden, Wapres, mendapatkan penghargaan, menjadi pembicara seminar-seminar nasional, rapat-rapat dengan DPR RI, menteri, dapat saya buktikan dengan foto-foto, dokumen pemberitaan di media masa !! yang disangkan fiktif

- Luar negeri : saya menjadi pimpinan/ketua delegasi Indonesia dalam BEMP-EAGA

Semuanya saya lakukan untuk melayani warga Talaud dan demi kemajuan Kabupaten Talaud. Namun semu itu dianggap fiktif secara fakta oleh pihak kejaksaan.

Jika fiktif, yang dimaksud adalah kesalahan administrasi maka saya heran mengapa saya yang dipersalahkan karena tanggung jawab membuat, mencatat, menulis, mengarsipkan SPJ bukanlah pekerjaan dari Bupati, sudah ada pendelegasian wewenang berdasarkan aturan.

6. Semua dana yang dialokasikan untuk kegiatan perjalanan dinas sudah dikelola dengan baik, namun disangka digelapkan karena ditransfer ke rekening pribadi. Padahal smeua sudah dijelaskan dan dibuktikan dengan rekening koran dan bukti-bukti transaksi yang sudah divalidasi oleh pihak bank. Ada yang disangkakan dikirim kepada orangtua mantu padahal (Thi Hoa San) itu adalah pembantu pengelola keuangan non PNS dirumah tangga bupati dan bukan orangtua mantu.

-Ada bukti transfer Rp 2 miliar yang ditransfer ke rekening yang ysang sudah ditutup (Bukti transfer itu palsu tapi masih digunakan oleh jaksa sebagai bukti).

-Ada bukti transfer kerekening bupati, tetapi langsung tercatat dan dananya masuk ke rekening bendahara kurang lebih Rp 2 miliar pada hari yang sama dan waktu yang sama. Dibuktikan dengan rekening koran bupati dan rekening koran bendahara.

-Ada bukti transfer yang masuk dan pada saat itu diserahterimakan kepada bendahara dibuktikan dengan kwitansi tanda terima dan bukti-bukti pembelanjaan dari bendahara !.

Jadi bukti yang diajukan oleh Kejaksaan sehingga saya ditetapkan sebagai tersangka dapat dijelaskan dan sudah dipahami oleh penyidik sehingga status saya sebagai tersangka saya harapkan dapat direvisi !. Namun bukti-bukti tersebut oleh Kejaksaan katanya hanya dapat dilakukan/diterima di pengadilan !

7. Dalam proses politik saya ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 9 Februari 2010. Dan tiga hari sebelumnya saya didatangi oleh Choel Malaranggeng dengan tiga tawaran:

1). Saya ditawari Rp 6-7 miliar untuk tidak maju sebagai cagub
2). Jika mau harus berpasangan dengan SHS sebagai wakil
3). Jika tetap maju saya akan dipenjarakan.

Opsi ini diberikan kesempatan berpikir selama tiga hari sejak tanggal 5 Februari 2010 (hari Jumat) sampai 8/2-2010(senin). Karena saya tidak menjawab maka saya ditetapkan sebagai tersangka tanpa diperiksa pada tanggal 9/2-2010.

Hari ini saya ditetapkan sebagai TSK yang ditahan !! Semua yang dirancangkan dalam tawaran / 3 opsi politik tersebut telah direalisasikan agar saya tidak ikut dalam pencalonan gubernur Sulut.

8. Saya sangat yakin dapat membuktikan bahwa sangkaan itu tidak benar. Namun semuanya membutuhkan waktu untuk membuktikannya, dan sangat merugikan saya dalam proses politik sebagai cagub.

9. Saya mohon, agar dugaan suap menyuap dan pemberian rumah dari Gubernur kepada Kejati dengan alamat Kota Wisata, Hasienda Have Block F yang mempengaruhi proses hukum saya, tolong diklarifikasi karena sangat mengganggu pandangan saya terhadap proses hukum yang saya alami. Mohon Gubernur dan Kejati melakukan klarifikasi agar tidak mempengaruhi cara pandang mereka terhadap kasus saya !

10. Harap semua pendukung dan masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan hal-hal yang tidak baik !!

(Surat terbuka ini ditulis tangan dan ditandatangani E2L, dari Rutan Malendeng) (***)

Parengkuan: Pengerjaan Proyek Oleh Anak Sendiri


Pelantikan Tim Pemenangan RML-HP

TONDANO, suara manadonews (22/07/2010)—Ribuan pendukung RML-HP padati gedung serbaguna Lewet Tondano untuk mengikuti pelantikan Tim Pemenangan calon yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjangan ( PDI P ). Steven Kandou yang adalah anggota Dewan Propinsi Sulut turut hadir dalam acara pelantikan ini, tidak ketinggalan juga Wakl Ketua Dewan Minahasa Janes Parengkuan.

Dalam sambutannya Parengkuan menjelaskan, bahwa para kader/simpatisan PDIP tidak seperti yang lain. Kader kami tidak ada yang Korupsi katanya. Seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu bahwa pimpinan kita di Sulawesi Utara tersandung masalah korupsi seratus tujuh puluh lima juta rupiah,,itu tidak benar katanya. "Masakkan torang pe wakil Gubernur mo korupsi dana bagitu, ini tidak benar,” katanya dengan nada kesal.

Lanjutnya seperti waktu lalu kita mengusung Pak SHS sebagai calon Gubernur Sulut dan ternyata bisa, dan sekarang ini kita mengusung Ramoy Markus Luntungan dan Hamdi Paputungan (RML-HP) juga harus bias, karena seperti kita ketahui bersama bahwa RML adalah salah satu birokrat handal yang ada di Sulawesi Utara. “Jadi marilah kita sama-sama merapatkan barisan untuk memenangkan Pemilukada kali ini dan membawa RML-HP ke daerah Bumi Beringin yang nota bene adalah daerah hijau.,jangan biarkan kemenangan yang sudah di depan mata dirampas oleh orang lain,” ajakya.

Parengkuan juga menambahkan bahwa ada calon gubernur sekarang mencalonkan diri  hanya untuk memperkaya diri sendiri dengan mengincar proyek, dan bahkan pengerjaan proyek itu sendiri dilakukan oleh anak dan rekan-rekannya saja. Padahal  ini sudah jelas jelas salah. "Klao pengerjaan proyek seharusnya diberikan kapada orang yang mengerti mar ini cuma ada kase pa dia pe anak," tutur perengkuan dengan kesal.

Ketika ditanya target suara yang akan diperoleh di Minahasa Parengkuan menargetkan 35 persen, pasti kita raih, karena melihat perkembangan yang ada di Minahasa sangatlah pesat, dan mengacu pada Pemilihan Legislatif lalu. karena menurutnya, calon yang kita usung yaitu RML-HP sangatlah pantas. “Jadi marilah kita sama-sama merapatkan barisan untuk memenangkan pasangan kita ini,” pungkasnya. (raynold loing)

DPRD Solok Selatan Sambangi Mitra


RATAHAN, suara manadonews (22/07/2010)—Pemkab Mitra Menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatra Barat Kamis (22/7), bertempat direstoran Green Garden Ratahan..Kunjungan kerja (Kunker) tersebut di terima Asisten Satu Drs.Frans Rolos.

Tujuan kunjungan kerja DPRD Solok Selatan ke Mitra guna melihat potensi bidang kesehatan,pendidikan,pertambangan,pariwisata dan pertanian yang ada di kabupaten Mitra yang adalah sebuah kabupaten pemekaran baru. Hal tersebut tergambar dalam diskusi yang diawali dengan pemaparan potensi dan profil kabupaten Minahasa Tenggara yang dibawakan oleh Asisten Satu Drs Frans Rolos.

Rombongan DPRD Kabupaten Solok Selatan yang berjumlah 12 personil dibawah pimpinan Drs Suhaimi selaku Wakil Ketua DPRD dan mengikutsertakan Kepala SKPD terkait dan para camat yang ada di Kabupaten Solok Selatan. Hadir pada kesempatan itu dari unsur DRPD Mitra Katrien Mokodaser dan Delly Makalow,dari unsur eksekutif Ir D Moody Rondonuwu MT beserta sejumlah perwakilan dinas terkait. (*/otnie)

Louis – Rizali Kampanye Door To Door di Sario


Manado-suara manadonews (22/07/2010)-Pasangan Louis Nangoy dan KH Drs Rizali M Noor, disambut dengan penuh antusias oleh warga di kelurahan Titiwungnen Selatan, kala keduanya mendatangi warga untuk bersilaturahmi, Rabu (21/7). Louis-Rizali datang dengan rombongan tim kampanye yang berjumlah kurang lebih tiga puluh orang. Menurut Connie Padang, Ketua Louis-Rizali Fans Club, rombongan yang ikut sengaja tidak banyak karena dimaksudkan agar lalu lintas tidak macet dan akan menghambat aktifitas warga kota Manado. “Kami berusaha sesantun mungkin dalam kampanye, begitu juga dalam memperhitungkan jumlah rombongan yang ikut. Kami tidak mau menghalalkan segala cara, hanya untuk meraih kemenangantermasuk mengganggu aktivitas masyarakat,” ungkap Connie.


Dikatakannya, kedatangan pasangan “Kasih dan Amanah” ini tidak untuk membagi-bagikan uang agar bisa merebut hati rakyat. Karena menurut Connie, hal itu sama saja dengan pembodohan dan pembelajaran politik yang sesat kepada rakyat kota Manado. “Kami datang untuk bersilaturahmi dan meminta dukungan dari rakyat, dan mengajak hati nurani mereka yang paling dalam. Kami tidak datang untuk bagi-bagi uang, karena hal itu adalah tindakan yang sesat. Kami tidak ingin mencederai makna demokrasi dan tujuan suci dari kepemimpinan itu sendiri,” sambung Connie.


Dalam kunjungan tersebut, warga dengan spontan datang dan berjabat tangan dengan Louis Nangoy dan KH. Drs. Rizali M. Noor. “Torang ingin liat langsung torang pe calon tu dia, so ini tu calon yang tidak akan batipu patorang. Dorang dua ini depe moral lebe bagus dengan yang lain,” ujar Charles, warga Tituwungen Selatan. Menurut Charles, sudah saatnya masyarakat sadar bahwa memilih pemimpin itu harus berdasarkan hati nurani, bukannya dengan uang 50 ribu lalu menggadaikan masa depan dan kesejahteraan mereka. “Sudah so cukup torang bapilih hanya gara-gara dorang kase doai, torang so liat toh banyak pejabat yang ditangkap karena korupsi. Jadi sudah jo, so cukup kali ini for torang,” sambung Charles.


Setelah sukses mendatangi dan bertatap muka dengan warga Sario, rencananya Kamis (22/7), pasangan Louis-Rizali akan mengunjungi kecamatan Malalayang. Hal itu dikemukakan oleh Sudirjo Soga, Ketua Tim Kampanye Louis-Rizali, di sela-sela tatap muka dengan warga di Sario. “Kami sudah mengatur jadwal tatap muka Louis-Rizali dengan warga masyarakat, rencananya sampai dengan akhir bulan nanti tim kampanye akan terus mendatangi warga. Kami yakin dengan apa yang kami lakukan, pada saatnya nanti berhasil memenangkan perjuangan ini, dan hal itu bukanlah kemenangan kami melainkan kemenangan rakyat Manado,” pungkas Sudirjo.(*/dm)

Rabu, 21 Juli 2010

DINSOS SERIUS TANGANI ANAK JALANAN MANADO

illustrasi anak jalanan


MANADO, suara manadonews (21/07/2010)—Dinas Sosial (Dinsos) Manado sangat serius melakukan penanganan anak jalanan untuk meminimalisir masalah sosial yang terus terjadi di Manado. 
"Anak-anak jalanan itu sebenarnya tidak membuat kejahatan tetapi mereka sudah menyebabkan keresahan sebab kehadirannya membuat orang lain terganggu karena itu kami terus melakukan upaya mengatasi masalah tersebut," kata Kepala Dinas Sosial Manado Revin Lewan di Manado, Rabu.

Lewan mengatakan ada beberapa cara yang dilakukan pemerintah untuk meminilisir anak jalanan di Kota Manado, agar tak lagi menimbulkan masalah yakni mencari dan mengembalikan mereka kepada orang tuanya dan diminta mengawasi mereka dengan baik.

Cara kedua yang dilakukan adalah merazia terhadap mereka jika kembali ke jalanan, untuk cara ini kata Lewan perlu dukungan masyarakat agar mereka tak lagi melakukan hal tersebut dengan ikut mengawasi dan melaporkan kepada orang tua.

Kalau memang kedua cara tersebut tak bisa membuat para anak jalanan sadar, pemerintah tak akan kehabisan akal mereka akan melakukan cara yang lebih manusiawi dan baik, sehingga anak-anak tersebut mau kembali ke rumah, kata Lewan.

"Caranya kami akan memberikan pembinaan dan ketrampilan pada mereka, agar punya ketrampilan dan bisa mandiri, namun akan diseleksi dari sejumlah anak jalanan yang ada di Manado, yakni sekitar 50 anak," kata Lewan.

Sehingga mereka bisa mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha sendiri, sebab para anak jalanan itupun diberikan modal untuk memulai usahanya agar maju dengan sangat bagus.

Anggota komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado Stela Pakaja mengatakan apapun usaha Dinas Sosial termasuk pembinaan dan pemberian ketrampilan, akan didukung selama itu dilakukan menangani anak jalanan.

Mengenai anggaran katanya akan DPRD secara khusus panitia anggaran akan mendukung dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010 Agustus nanti supaya penanganan anak jalanan dilakukan dengan baik dan tepat.

Di Kota Manado ada terdapat sekitar 130 anak jalanan yang datang dari berbagai latarbelakang keluarga, mulai dari ekonomi sampai ikut-ikutan dengan teman mereka terus mendapatkan pengawasan dari Dinsos dan berkali-kali dipulangkan kepada orang tua.(*/dm)

PEMKOT MANADO GELAR KAWIN MASAL


MANADO, suara manadonews (21/07/2010)—Pemerintah kota (Pemkot) Manado kembali menggelar kawin massal untuk mencatatkan pernikahan warga Manado yang belum terdaftar di pencacatan sipil. 
"Kawin massal ini kami lakukan untuk menertibkan administrasi kependudukan Manado, dan dicatatkan sevara hukum sebab dari pendataan kami masih banyak warga Manado yang kumpul kebo atau hanya kawin secara agama," kata Kepala Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan Kota Manado Steven Liow SSos di Manado, Rabu.

Liow mengatakan dengan menggelar kawin massal tersebut diharapkan tidak ada lagi masalah kependudukan karena warga yang dikawinkan secara bersama-sama tersebut juga mendapatkan kartu keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga akta lahir anak.

Menurut Liow perkawinan secara massal tersebut hanya akan dilakukan sampai bulan Juli sehingga pasangan yang belum resmi secara hukum negara diharapkan bisa ikut agar mereka bisa didaftarkan sebagai pasangan suami istri secara hukum.

Sementara itu, sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Manado Refli Mamusung mengatakan untuk sepanjang pekan ini perkawinan massal dilakukan di tiga kecamatan yakni Tikala, Singkil dan Bunaken.

Perkawinan massal tersebut juga mendapat dukungan dari para camat sebab akan digelar di selurh kantor kecamatan yang akan dirangkaikan dengan penyerahan akta nikah, akta lahir anak jika sudah punya anak dan kartu keluarga serta KTP bagi yang ikut.

Camat kecamatan Tikala Kota Manado Maximilian Tatahede mengatakan untuk wilayahnya pasangan yang akan menikah diperkirakan akan mencapai sekitar 70 sampai 80 pasangan, sebab banyak yang mendaftar ikut.

"Untuk perkawinan massal ini semuanya gratis, jadi yang banyak yang ikut mereka cukup melengkapi semua berkas yang diminta, antara lain keterangan belum pernah kawin dari kelurahan atau sudah pernah tetapi telah bercerai ditandai dengan surat cerai dari pengadilan," kata Tatahede.

Wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Amir Liputo mengatakan perkawinan massal itu adalah hal yang baik sebab ikut menyelesaikan masalah kependudukan di Manado, tetapi ia mengingatkan jangan sampai hal itu dijadikan alat politik untuk Pilkada nanti.(*/dm)

KANDIDAT WALI KOTA MANADO PAPARKAN VISI MISI


MANADO, suara manadonews (21/07/2010)—Sembilan pasangan kandidat wali kota dan wakil wali kota Manado akan memaparkan visi dan misinya di hadapan rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado.

"Pembacaan visi dan misi ini disepakati Badan Musyawarah DPRD Manado digelar karena sesuai dengan ketentuan Undang-undang Pemilihan Umum (Pemilu) harus dilaksanakan dan pada kandidat cukup membacanya saja," Kata Sekretaris DPRD Kota Manado Danny Mandagie di Manado, Rabu.

Mandagie mengatakan nantinya para anggota DPRD sebagai perwakilan masyarakat, penjabat wali kota dan semua unsur musyawarah pimpinan daerah (Muspida) dan tokoh masyarakat hingga akademisi yang diundang hadir akan mendengarkan janji para kandidat tersebut.

Kehadiran para tokoh masyarakat dianggap penting, sebab mereka juga menjadi penentu dari nilai elektabilitas para kandidat sebab suara mereka biasanya didengarkan sebagian besar warga, kota, kata Mandagie.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado Conny Palar mengatakan pihaknya sangat siap melakukan hal tersebut sebab memang merupakan salah satu tahapan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) yang tak boleh diabaikan.

KPU sebagai penyelenggara Pilkada bertanggungjawab penuh terhadap hal itu dan mewajibkan setiap pasangan kandidat untuk hadir agar bisa meyakinkan para pendengar mengenai visi dan misi mereka, kata Palar.

"Semua visi dan misi para calon tersebut akan dimasukan dalam lembar daerah, sehingga siapapun nantinya yang akan terpilih harus komitmen dengan hal tersebut dan wajib memenuhi janjinya kepada masyarakat yang terwakili di DPRD Manado," kata Palar.

Anggota DPRD Manado dari Partai Keadilan Sejahtera Syarifudin Saafa mengatakan sesuai aturan dalam Undang-undang Pemilu dalam pemaparan visi dan misi itu tidak ada dialog sama sekali, cukup membaca caja.

Tetapi ia mengatakan pihaknya akan berusaha melakukan lobi-lobi politik supaya bisa ada dialog walaupun hanya sebentar, supaya para wakil rakyat termasuk penjabat wali kota yang hadir bisa menilai sampai dimana kemampuan dan kapabilitas para calon tersebut.

Beberapa pasangan kandidat seperti Djeli Massie dan Harry Pontoh dari jalur perorangan dan Vicky Lumentut-Harley Mangindaan mengatakan sangat siap membacakan visi dan misi mereka, supaya diketahui oleh setiap orang di Kota Manado. (*/dm)

DPRD SOLOK SELATAN PELAJARI PERIZINAN DI MANADO



MANADO, suara manadonews (21/07/2010)—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Kota Manado.  "Mereka datang ke Manado untuk mempelajari mengenai perizinan dan pengelolaannya oleh pemerintah di Manado serta bagaimana efektifitasnya bagi penduduk kota," kata Bagian Administrasi Pemerintah Umum sekretariat Kota Manado Hans Tinango di Manado, Rabu. 
Tinangon mengatakan pengurusan perizinan di Manado menjadi hal penting untuk dipelajari sebab badan tersebut merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2008dan dinilai bekerja maksimal.

Karena itu DPRD dan pemerintah Solok Selatan akan menjadikannya sebagai salah satu bahan pertimbangan serta pegangan untuk memberlakukan sistem pelayanan terpadu yang maksimal di daerah mereka, kata Tinangon.

Sementara Kepala pelaksana sekretariat Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Manado Rum Usulu menjelaskan mengenai pola pelayanan yang mereka lakukan selama ini diusahakan memudahkan masyarakat.

"Semua izin yang diurus di BPPT Manado dilakukan secara transparan mulai dari berapa besar biaya administrasi sampai waktu pengurusannya dijelaskan kepada masyarakat,"kata Usulu.

Dengan demikian ia mengatakan masyarakat akan termotivasi untuk mengurus semua izin di BPPT yang pada akhirnya akan bermuara pada pengumpulan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan meningkat secara signifikan, kata Usulu.

Usulu juga mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan supaya mereka tahu dan mau mengurus izin di BPPT sebab lebih mudah dan hanya di satu pintu saja.

Ketua rombongan dari Solok Selatan Rizal Salasa menjelaskan kedatangan mereka ke Manado memang secara khusus mau mempelajari mengenai perizinan dan diharapkan sehingga bisa dijadikan sebagai perbandingan di daerah mereka.

Minimal bisa mengadopsi cara pemerintah Manado melakukan pelayanan terhadap masyarakat yang sangat baik sehingga melayani masyarakat Solok Selatan yang mau mengurus perizinan di satu tempat dengan mudah dan cepat. (*/dm)

Onibala : 286 Pegawai Diambil Sumpah

MANADO, suara manadonews (21/07/2010)—Sebanyak 286 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di lingkungan Pemprov Sulut diambil sumpah oleh Kepala Badan Kepegwaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut Drs Mecky M Onibala MM atas nama Gubernur Sinyo Harry Sarundajang, di ruang huyula kantor gubernur, Senin (19/07) lalu.

Onibala mengatakan, pengambilan sumpah/janji PNS saat ini merupakan pernyataan kesanggupan untuk melakukan suatu keharusan atau tidak melakukan suatu larangan berdasarkan keyakinan agama atau kepercayaan terhadap Tuhan YME.

Karena itulah, hendaknya kalian memahami bahwa profesi menjadi seorang PNS adalah sebuah amanah dan kepercayaan yang diberikan tidak hanya dari atasan dan pemda, namun juga merupakan bentuk kepercayaan dari masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan yang maha kuasa. “Untuk itu sebagai abdi masyarakat, PNS haruslah peka dan tanggap terhadap setiap persoalan yang timbul di tangah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Onibal juga mengatakan, perlu dipahami bahwa sikap dan tingkah laku seorang PNS selalu dinilai baik oleh atasan maupun masyarakat. Untuk itu menjadi seorang abdi negara haruslah memiliki komitmen kuat menjaga kewibawaan pemerintahah, yang diimplementasikan melalui sikap dan tindakan nyata yang dimulai dari diri sendiri.

Untuk itu diharapkan, seorang PNS dapat bertindak secara profesional dan proporsional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehari-hari sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat disamping mampu menjaga moralitas.

Onibala juga mengingatkan, agar PNS harus bersikap netral dalam menghadapi Pemilukada 3 Agustus nanti, hal itu dimaksudkan agar PNS tidak sampai terjebak dalam praktek politik praktis. (*/otnie)


SHS Minta Anggota Korpri Sukseskan Pemilukada

MANADO, suara manadonews (21/07/2010)—Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat anggota Korpri diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk menyukseskan Pemilukada Gubernur, Bupati/Walikota pada Tanggal 3 Agustus. Hal itu disampaikan Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) pada saat memimpin Apel Korpri di halaman Kantor Gubernur , Senin (19/07). “Peran dari setiap anggota Korpri guna mendorong masyarakat yang telah mempunyai hak pilih untuk memberi suaranya di setiap TPS sesuai dengan hati nurani, merupakan hal yang wajar dan tidak bertentangan dengan aturan yang ada,” ujar Sarundajang.

Dikatakan, sebagai katalisator dan dinamisator pembangunan, anggota korpri mempunyai kewajiban memberikan pencerahan positif dalam berdemokrasi yang santun, elegan dan beretika sehingga masyarakat nantinya tidak bersikap golput melainkan mau menyalurkan suaranya di TPS. Untuk itu peran strategis dari setiap anggota korpri sangat dibutuhkan demi suksesnya Pemilukada itu sendiri.

Sarundajang menambahkan, kerpemimpinannya selama lima tahun telah banyak dicurahkan untuk kemajuan daerah bumi nyiur melambai salah satunya pengharggan bintang mahaputra yang diterima dari Presiden SBY pada tahun 2009 lalu. Sesungguhnya pengharggaan itu diberikan untuk seluruh rakyat Sulut.

“Berbagai keberhasilan yang telah dicapai pemerintahan SHS tak bisa dipungkiri telah banyak dirasakan oleh masyarakat luas mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan pertanian serta kesejahteraan pegawai seperti TKD, penyediaan perumahan bagi Pegawai yang belum memiliki rumah semua itu telah dilakukan SHS,” ujar sejumlah Birokrat Pemprov  Alfra, Akrie, Reynaldo, Ferry dan Arief.

Keberhasilan demi keberhasilan SHS dalam membangun Sulut walau masih ada segelintir orang yang belum mengakuinya, namun dunia internasional telah mengakuinya keberhasilan itu,” kunci beberapa birokrat handal Sulut yang tak mau namanya dipublikasikankan. Bahkan, mereka juga mengajak, marilah kita lanjutkan pembangunan Sulut menjadi semakin maju, berbudaya, berdaya saing dan semakin sejahtera. (*/otnie)

Selasa, 20 Juli 2010

TS WIRA TANPA KOORDINASI KEKECAMATAN, TINGGALKAN SAMPAH

MANADO, suara manadonews (20/07/2010)Kampanye damai calon walikota Wempi Frederik berpasangan dengan Richard Kaindage (WIRA) di lapangan Perkamil kecamatan Tikala meninggalkan sampah yang cukup banyak.


Kepala lingkungan delapan mengeluhkan sikap Tim sukses WIRA yang tidak bertanggung jawab mengenai kebersihan dan sepertinya sengaja membiarkan sampah berhamburan di lapangan tersebut, tanpa ada koordinasi dengan Kelurahan perkamil ataupun perangkat lurah seperti kepala lingkungan, dan ada kemungkinan bahwa calon walikota manado Wempie Frederik dan wakilnya tidak mengetahui hal ini.

Hal ini ketika di minta tanggapan dari Lurah perkamil Oswien Koloay Via Hanphone menjelaskan, bahwa sampai saat ini pihak tim sukses WIRA belum pernah melakukan koordinasi ataupun melapor akan mengadakan kampanye damai di lapangan Perkamil, untuk sampah yang di hasilkan dari kampanye tersebut dengan sendirinya akan di bersihkan pihak kelurahan walaupun tidak ada koordinasi dari pihak WIRA.
Hal senada di sampaikan Camat Tiakala Max Tatahede SSos via handphone genggamnya ketika suara manadonews meminta tanggapannya mengenai hal tersebut.

Camat menjelaskan bahwa sampai saat ini dirinya belum ada pemberitahuan dari WIRA ataupun tim suksesnya yang akan menggunakan lapangan tersebut untuk kampanye damai, mereka hanya memiliki izin dari pihak kepolisian untuk pengamanan kampanye tersebut dan mengikuti jadwal dan tempat yang telah di tetapkan KPUD Manado, namun untuk pemberitahuan kepada Kelurahan dan kecamatan tidak ada, jadi untuk sampah yang telah di hasilkan akibat acara kampanye WIRA tetap akan di bersihkan pihak kecamatan berkoordinasi dengan kelurahan, namun kedepan kami sangat mengharapkan kerja sama dari siapa saja yang akan menggunakan lapangan tersebut untuk dapat menjaga dan bertanggung jawab mengenai kebersihannya jelas Max Tatahede.(*/dm)

HARI KEDUA KAMPANYE PILWAKO MANADO AMAN

MANADO, suara manadonews (20/07/2010)Memasuki hari kedua masa kampanye calon walikota dan wakil walikota Manado (Pilwako) di tiga lokasi yang berbeda masih berlangsung aman dan damai ‘


"Sesuai jadwal yang di keluarkan KPUD Manado, hari ini ada tiga pasangan calon walikota yang akan berkampanye, mereka adalah pasangan Yongkie Limen-Marietha Kuntag, Wempie Frederik-Richard Kainage dan Marhany Pua-Ruchard Sualang," kata ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado, ketiga pasangan calon yang ikut tersebut berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerindra dan perorangan, di lokasi satu, dua dan tiga," jelas Conny Palar.

Palar juga mengatakan kampanye yang dilakukan ketiga pasangan calon tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan, untuk mengantisipasi berbagai hal yang tak diinginkan, sebab bisa terjadi benturan masa, jika tak diawasi ketat.

Sementara itu, anggota panitia pengawas Pilkada Manado Sonny Pangkey menjelaskan sejak hari pertama hingga kedua kampanye masih berjalan sesuai aturan dan belum ada yang melanggar, "Kami melakukan pengawasan ketat dan belum ada riak-riak yang berarti yang terjadi dalam dua hari penyelenggaraan kampanye Pilwako di Manado, semua masih dalam taraf kewajaran,".

Panwas Pilwako Manado ini menjelaskan, di waktu hari pertama kampanye sudah ada temuan yang dilaporkan Panwas kecamatan, dimana ada salah satu pasangan calon yang melanggar dengan memasang atributnya di kampus, padahal itu dilarang, hal tersebut akan menjadi temuan dari Panwas Pilkada dan akan diproses lebih lanjut, sebab sudah terang-terangan, karena baik kampus maupun sekolah merupakan tempat belajar dan tak boleh dipasangi atribut Pilkada," kata Sonny Pangkey, Prosesnya jelas akan mereka lakukan, baru kemudian akan ditentukan langkah selanjutnya apakah akan menjadi pelanggaran pidana dan akan sekadar administratif saja dulu.

Kampanye pasangan Yongkie Limen-Marietha Kuntag dilakukan di lokasi tiga yakni di wilayah kecamatan Singkil, Tuminting dan Bunaken, kemudian Wempie Frederik-Richard Kainage wilayah dua dan Marhany Pua-Ricahrd Sualang lokasi satu. (*/dm)

Louis – Rizali Tampil Memukau di RRI

MANADO, suara manadonews (20/07/2010)Louis Nangoy tampil meyakinkan dalam pemaparan visi dan misi Calon Walikota Manado yang digelar di kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Manado, Minggu (18/7). Calon Walikota Manado 2010-2015 yang maju lewat jalur independen ini, datang dengan didampingi oleh KH Drs Rizali M Noor yang merupakan pasangan Calon Wakil Walikotanya dalam Pilkada Manado. Bukan itu saja, Louis juga terlihat didampingi oleh sejumlah pendukungnya dengan seragam putih, sebagai simbol “Kasih & Amanah” dan “Gerakan Moral Rakyat Berjuang Untuk Perubahan”.


Ketika diminta menjawab pertanyaan moderator, yang menanyakan soal arah pembangunan kota Manado lima tahun ke depan, Louis menegaskan bahwa tidak akan mungkin bicara kesejahteraan jika lapangan kerja tidak ada, dan jaminan investasi bagi para pengusaha tidak diberikan dengan baik. “Saya pikir omong kosong bicara kesejahteraan jika pemerintah tidak membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Untuk menyediakan lapangan kerja, tidak bisa sepenuhnya dilakukan lewat badan-badan pemerintah, olehnya harus ada kerjasama dengan pihak swasta dalam hal ini pengusaha, karena mereka dapat mendukung teciptanya lapangan kerja. Saya kira di situlah peran kemudahan investasi bagi para pengusaha akan memiliki arti yang sangat penting,” ujar Louis.

Dikatakannya, saat ini berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Manado Tahun 2009, jumlah Pencari Kerja di Manado mencapai angka 40.360 orang dari total Angkatan Kerja 206.622 atau sekitar 23 persen. Jumlah tersebut mewakili 13.451 orang laki-laki dan 26.909 orang perempuan. Menurut Louis, angka tersebut sangatlah tinggi di tengah jargon pembangunan Manado yang selama ini diwacanakan. “Harus sejalan antara visi pemerintah dengan implementasi yang dilakukan. Olehnya, integritas baik mental dan moral seorang pemimpin harus betul-betul kuat.

Banyak rakyat yang bilang bahwa dalam setiap Pilkada tidak akan ada yang berubah, hal itu haruslah dipandang sebagai sebuah harapan rakyat yang begitu besar, terhadap pemimpin mereka. Saya pikir itulah konsekuensi menjadi pemimpin, harus memiliki komitmen yang benar dan tidak membohongi rakyatnya,” ujar Louis.

Selanjutnya Louis juga mengingatkan agar penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, adalah prioritas dirinya ketika nantinya terpilih menjadi Calon Walikota Manado. “Korupsi adalah bahaya laten yang harus kita perangi bersama.

Masyarakat sudah capek mendengar pemimpinnya terlibat korupsi, bayangkan apa jadinya jika korupsi menjadi musuh bersama, saya yakin itu akan menjadi hal yang sangat luar biasa tidak saja dalam wacana tapi kekuatan rakyat mendukung hal itu,” sambung Louis. Olehnya, komitmen pemberantasan korupsi harus ditunjang dengan penegakan hukum yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat, karena semua warga negara siapapun dia memiliki hak yang sama di depan hukum. Disampaikannya, keteladanan pemimpin yang bersih dan amanah adalah wujud nyata pemberantasan korupsi itu sendiri, karena keteladanan haruslah dimulai dari pemimpin.

Setelah sukses dalam pemaparan visi misi di RRI, rencananya Louis Nangoy dan KH Drs Rizali M Noor, akan mengikuti debat Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado yang akan disiarkan secara langsung di Pacific TV , Kamis (22/7). “Saya siap kapanpun diminta untuk memaparkan visi dan misi saya. Berharap dan memiliki komitmen untuk berbuat baik kepada rakyat Manado, saya pikir bukan hal yang keliru,” pungkas pengacara senior ini.(*/dm)

MANADO MENGALAMI MUSIM KEMARAU BASAH

MANADO, suara manadonews (20/07/2010)Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun klimatologi Sulut menyatakan cuaca di Manado sekarang adalah musim kemarau basah.

Daniel, prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Manado, siang tadi kepada beberapa wartawan menjelaskan bahwa "Kami sebut begitu sebab meskipun sekarang sedang musim kemarau basah namun tetap terjadi hujan walaupun sedikit, sehingga tidak ada musim kemarau yang benar-benar kering,".

Lebih jauh Daniel menjelaskan bahwa kondisi tersebut dikarenakan posisi Sulawesi Utar, khususnya kota Manado yang berada di garis ekuator, sehingga menyebabkan tingginya penyinaran dan penguapan yang penyebab utama terjadinya hujan.

Menurutnya sekarang kota Manado masih pada posisi peralihan musim kemarau ke musim hujan dimana masa udara dari belahan bumi selatan melewati udara Manado dan menyebabkan banyak terbentuknya awan yang berpotensi jadi hujan. Selain itu, Daniel mengatakan Lanina yang lemah itu, menyebabkan hujan tetap ada di musim kemarau sekarang dan berpotensi kuat terjadi di malam hari.

Kondisi ini akan terjadi sampai kira-kira tiga bulan mendatang sampai memasuki musim hujan, saat sedang panas diserap oleh tanah dan disimpan baru kemudian menguap di malam hari yang turun sebagai hujan, kata Daniel. Mengenai angin kencang yang sempat terjadi belakangan ini beliau menjelaskan itu dikarenakan ketidakstabilan cuaca yang membuat angin masih mencari kesetimbangannya, katanya.

Selain angin, suhu di kota Manado sekarang bervariasi dan yang paling tinggi berada di kisaran 34 derajat celcius dan 30 derajat celcius di siang hari, sementara malam hari berada di 24-25 derajat celcius. Kondisi cuaca di Kota Manado, dalam dua pekan belakangan ini selalu berpotensi hujan, baik di siang maupun malam dan yang sebelumnya didahului oleh suhu yang panas., Hal itu disebabkan oleh pemanasan yang tinggi sehingga setiap kali terjadi penguapan ke atas maka suhu akan terasa panas, kemudian terjadilan hujan. (*/dm)