Jumat, 16 Juli 2010

Gelar Festival Selat Lembeh Part II

Pencanangan Bitung Sebagai Kota Minapolitan

BITUNG, suara manadonews (16/07/2010)—Festival Selat Lembeh Part II Tahun 2010 merupakan ivent tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Pengusaha Perikanan (KP2) Bitung yang didukung penuh oleh pemerintah kota Bitung. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan pelabuhan Perikanan Aertembaga Bitung Rabu (14/7) lalu.

Kegiatan yang mengambil ikon pengucapan syukur laut ini, di hadiri kurang lebih 10.000 orang dengan antusias menyaksikan berbagai atraksi budaya yang di tampilkan oleh para peserta Kabasaran, Musik Bambu, Maengket, Masamper serta Tari Cakalang yang merupakan tarian khas kota Bitung. Menariknya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Atraksi Menangkap Ikan, Lombah Dayung, Parade Kapal dan Pajeko, Renang Melintasi Selat Lembeh dengan jarak tempuh 1.237 meter menggunakan gaya bebas. Selain itu digelar lombah Katinting.  Selam ini disponsori oleh POSSI Kota Bitung.

Festival Selat Lembeh ini juga sekaligus dilakukan pencanangan Bitung sebagai Kota Minapolitan oleh Gubernur Sulawesi Utara Drs Sinyo Harry Sarundajang atas nama Menteri Kelautan dan Perikanan RI dan disaksikan oleh Dirjen Perikanan Tangkap Dr Ir Dedy H Sutisna,  Walikota Bitung Hanny Sondakh, Kadis Perikanan dan Kelautan Sulut Ir Xandramaya Lalu, Ketua DPRD Kota Bitung Santy Luntungan ST, Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi, Kadis Perikanan Bitung Ir Hengky Wowor, para Muspida serta undangan dan masyarakat.

Gubernur Sulawesi Utara dalam sambutannya mengatakan, bahwa pengembangan kawasan Minapolitan ini, perlu didorong agar terjadi percepatan pengembangan wilayah melalui usaha kelautan dan perikanan serta berbagai kegiatan didalamnya. Minapolitan digulirkan sebagai dasar pembangunan kelautan dan perikanan berbasis kawasan yang mampu meningkatkan multiplier effect perekonomian,  demi menunjang pencapaian visi bidang kelautan dan perikanan yaitu ‘Indonesia Sebagai Penghasil Produk Perikanan Terbesar Pada Tahun 2015’.

Dengan misi " meningkatkan ketahanan masyarakat kelautan dan perikanan untuk menjadikan Sulawesi Utara sebagai gudang Indonesi bagian timur. Oleh sebab itu dengan dilaksanakan Festival Selat Lembeh ini yang dilaksanakan juga berbagai kegiatan diantaranya penebaran benih ikan, yang merupakan launching gerakan satu orang seribu benih ikan atau one man one thousand fries.

“Diharapkan dapat berkelanjutan sehingga mampu menopang Bitung sebagai kawasan Minapolitan, maka dengan demikian pertumbuhan ekonomi kota yang bersumber dari Sektor Kalautan dan Perikanan dapat meningkat secara signifikan, sehingga akan berimbas pada sektor yang lain. Sehingga kesejahteraan akan semakin baik dan pemberdayaan akan tumbuh dengan baik pula, seiring dengan berbagai aktivitas dan peran didalamnya. (ayu dewi)


Rawung Jabat POSSI Kota Bitung

BITUNG, suara manadonews (16/07/2010)—Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Cabang Bitung, di lantik kepengurusannya oleh Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi dan disaksikan oleh pengurus pusat POSSI Recky Lasut yang juga sebagai Instruktur Selam Nasional Selasa (13/7) lalu, di Lesehan Malioboro Bitung. Kepengurusan POSSI Bitung dinakhodai oleh Dra Khouni Refin Lomban Rawung MSi sekretaris Give R Mose AP MSi dan bendahara Ir Maya Dundu.

Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi dalam sambutannya mengatakan, bahwa pemerintah kota Bitung menyambut dengan baik dibentuknya organisasi ini. Mengingat nantinya banyak hal positif yang akan dilakukan oleh instansi ini, melalui berbagai kegiatan di bidang lingkungan kelautan. “Harus kita ketahui dan pahami bahwa laut adalah, bagian dari sumber kekayaan yang memiliki beranekaragaman potensi yang dibutuhkan manusia,” ujarnya.

Lanjutnya, oleh sebab itu perlunya kita pelihara dan lestarikan lingkungan laut ini, untuk menopang kelangsungan hidup manusia. “Saya berharap semoga kepengurusan POSSI akan mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas dan potensi kelautan bagi kemajuan bersama,” pungkas Lomban. (ayu dewi)


Malaranggeng : SHS Berhasil Bakal Menang Satu Putaran

Raihan Capai  46 Persen 
MANADO, suara manadonews (16/07/2010)— Pasangan Calon Drs Sinyo Harry Sarundajang dan Drs Djouhari Kansil MSi (SHS Berhasil) dipastikan akan menang satu putaran pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang akan digelar 3 Agustus mendatang, dimana hasil survei dari Lembaga Survei FOX Indonesia, pasangan Cagub Sulut SHS Berhasil memperoleh suara 46 persen. Hal ini terungkap dalam konferensi pers yang digelar Jumat (16/07) di Jalan Samratulangi yang digelar oleh Media Center SHS Berhasil.

Menurut Choel Malaranggeng MBA, Chief Executive Officer Fox Indonesia, survei yang dilakukan mengambil sampel pada 663 orang dengan metode multistage random sampling dan memiliki tingkat kepercayaan 95 persen, serta memiliki tingkat kesalahan (margin of error) sebesar kurang lebih 4 persen. “Jadi sampel yang diambil berasal dari seluruh kabupaten kota yang ada di Sulawesi Utara yang terdistribusi secara proporsional,” ujar Malaranggeng.

Lanjut Malaranggeng, keakuratan Survei ini, karena responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah terlatih, quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 50 persen dari  total sampel dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality kontrol tidak terdapat kesalahan menonjol. ”Memang kengguluan pasangan SHS Berhasil lebih disebabkan karena kepuasan masyarakat terhadap kinerja Incumbent yang saat ini memenuhi harapan masyarakat,” pungkasnya. (*/otnie)

Ratusan Kades Se-Minsel Curhat di Bumber

MANADO, suara manadonews (16/07/2010)—Istana Gubernuran Bumi Beringin Manado seketika menjadi penuh sesak malam itu. Dari pintu masuk sudah terlihat berjejer kendaraan mulai dari roda empat sampai bus-bus beroda enam. Sejumlah kendaraan ini memenuhi pelataran parkir gubernuran hingga jalan-jalan sepanjang pintu masuk dari depan rumah dinas Walikota Manado, Sekretaris Propinsi hingga depan lapangan tenis di samping Rumah Dinas Gubernur. Kendaraan-kendaraan ini diparkir rapih pertanda penumpangnya mampir tidak sebentar di sekitar lokasi parkir itu.

Dan, benar. Ternyata para penumpangnya adalah ratusan Kepala Desa (Kades) dan puluhan anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) se Minahasa Selatan. Maksud kedatangan ratusan para pemimpin di desa ini adalah menyamakan visi sehingga pembangunan di desa sebagai tulang punggung rancang-bangun daerah sekaligus sebagai tolok ukur keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteran masyarakan dapat terukur. Para Kades ini berdialog dengan Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang, mencurahkan isi hati mereka dalam kaitan percepatan pembangunan di daerah yang mereka pimpin.

Beberapa hal yang menjadi fokus diskusi yang penuh kekeluargaan dan memakan waktu hingga tengah malam tersebut, langsung mendapat respons dari Gubernur Sarundajang, diantaranya soal pengadaan air bersih, pembukaan jalan perekonomina desa dan penerangan desa (lampu jalan). Menurut Gubernur tiga hal ini akan diusahakan terealisasi dalam waktu dekat ini.  “Ini bukan janji politik. Ini saya sampaikan sebagai rasa senasib-sepenanggungan dan wujud tanggung jawab pemerintah untuk bersama mewujudkan mayarakat yang sejahtera, adil dan makmur,” kata Sarundajang yang malam itu tampil elegan dengan batik lengan pendek coklat bercorak.

Sebagaimana disampaikan juru bicara para Kades se Minahasa Selatan, Tommy Lesar, Kades Desa Tewasen, Kecamatan Amurang Barat, bahwa memang masih banyak desa di Minsel yang belum memiliki sarana air bersih, jalan akses perekonomian desa, lampu jalan dan terkesan agak tertinggal. “Olehnya kami berharap, pemerintah propinsi bisa memberikan bantuan atas kesulitan ini. Kami tahu, sebenarnya hal ini lebih dominan sebagai tanggungjawab pemerintah kabupaten, hanya saja kebetulan kami mendapat kehormatan untuk bisa bertemu dengan Pak Gubernur Sarundajang, tidak ada salahnya menyampaikan kesulitan dimaksud,” jelas Lesar.

Dijelaskan Lesar, pertemuan kehormatan dengan Gubernur SH Sarundajang sebagai Kepala Pemerintahan di Propinsi Sulawesi Utara ini, kami gagas bersama seluruh pemerintah desa di Minahasa Selatan sebagai follow up pertemuan sebelumnya di Minsel. Hal dimaksud sebagai upaya untuk lebih mempertegas komitmen pembangunan daerah dalam hal mewujudkan masyarakat sejahtera dalam segala hal. “Masyarakatnyakan ada dipedesaan, kalau pemerintah propinsi tak cukup memiliki informasi dan tidak mengetahui dengan jelas apa yang dirasakan pemerintah di desa, kami rasa akan sulit mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sekarang kami informasikan bahwa kami masih kurang diperhatikan. Dan, kami sangat berterima kasih karena Gubernur langsung meresponsnya,” kata Lesar.

Sisi lain, tambahnya, sebagai pemerintah di desa kita memang harus bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan juga propinsi. Karena dengan bersinergi bersama pemerintah, kami juga bisa mengetahui program-program unggulan apa dipedesaan yang bisa diambil dan dilaksanakan.

Hal yang sama pun diungkapkan Hanny Pelle Kades Kumelembuai, Ny Iroth Kades TompasoBaru I, Eki Paat Kades Motoling, A Liwe Kades Ranoyapo dan beberapa Kades lainnya yang mengaku merasa sangat terhormat bisa duduk sehidangan dengan Gubernur di Gubernurn Bumi Beringin. Menurut mereka, apa yang disampaikan Gubernur SH Sarundanjang bahwa Kabupaten Minahasa Selatan adalah daerah yang kaya karena hasil bumi,  dari pertanian, perkebunan, hingga perikanan, sangat potensial untuk diolah dan dikembangkan. “Daerah kami memang kaya. Kami punya tanah yang subur juga laut yang membentang luas, tapi untuk mengembangkan daerah ini, tentu butuh sentuhan tangan pemerintah agar bisa mengelolahnya lebih baik lagi dan punya pasar yang menjanjikan. Mulai dari cengkih, kelapa, sayur mayur, hingga hasil perikanan, kalau tidak dikelolah secara baik dan profesional, ada kecenderunga hasilnya dipermainkan pasar, terutama soal harga, ” kata mereka.

Menanggapi Curhat ini, Gubernur SH Sarundajang berjanji akan membantu sepenuhnya kesulitan dimaksud. “Soal cengkih, saya akan berusaha untuk menahan harga di atas Rp 50.000/kg. Kelapa, pemerintah propinsi akan menyiapkan bibit untuk peremajaan agar produksinya tetap terjamin. Dan, untuk perikanan, pemerintah sudah membuka jaringan kerjasama dengan negara-negara sahabat untuk bisa menampung eksport ikan Sulut,” kata Sarundajang dan disambut tepuk tangan sukacita ratusan Kades yang terlihat begitu enjoy selama bersama Gubernur pilihan rakyat ini. (mcs/otnie)

Lomboan Terpilih Ketua Dharma Wanita Persatuan Mitra

RATAHAN, suara manadonews (16/07/2010) Dharma Wanita Persatuan kabupaten Minahasa Tenggara menggelar Musyawarah Daerah II Rabu (14/07).  Kegiatan ini bertempat di rumas dinas Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Musdakab ini merupakan forum organisasi tertinggi yang ada di lingkup Dharma Wanita, untuk menetapkan program kerja 5 tahun kedepan dan memilih pengurus Dewan Wilayah.

Staf Ahli Pemkab Mitra Drs Ventje Tamuwangkai MSi dalam sambutannya, mewakili Bupati Mitra mengharapkan, agar Dharma Wanita melaksanakan peran dengan maksimal bukan hanya sebagai pendamping suami, tapi juga memberikan input bagi pemerintah dalam menjalankan program mensejahterahkan masyarakat. Para pimpinan sidang diantaranya Ny Rolos, Ny Paturusi-Sallam, Ny Wua-Mokalu melaporkan bahwa, jumlah peserta sidang telah memenuhi korum dan memnuhi syarat untuk pemilihan Ketua DW Mitra. Secara aklamasi terpilihlah Ny Yenny Lendo-Lomboan, yang Istri tercinta Sekdakab Mitra Drs Freedy F Lendo, sedangkan sekretaris DW Mitra dijabat oleh Ny Fenggi Siwi-Wurangian SE MSi, dan Bendahara Ny Kolompoi.

Dalam sambutannya, Ny Yenny Lendo-Lomboan mengatakan, bahwa tanggung-jawab ini hanyalah anugerah dan kemurahan Tuhan yang dipercayakan kepadanya. Untuk itu, Lomban, sangat mengharapkan dukungan dari pengurus bahkan seluruh anggota DW Persatuan Mitra dalam menjalankan tugas barunya. Para pengurus yang baru menghimbau agar DW Persatuan di tiap SKPD segera diaktifkan. kegiatan ini di tutup dengan menyanyikan mars Dharma Wanita Persatuan yang dipandu oleh Ny Roring. Hadir dalam kesempatan ini, Kabag Sosial Drs Robby Sumual, Kabag Hukum, para pengurus DW di SKPD, kecamatan dan desa. (*/otnie)

SHS : Isra Mi’raj Perkokoh Iman Umat Muslim

MANADO, suara manadonews (16/07/2010)—Isra Mi’raj yang mengkisahkan perjalanan spiritual Nabi Besar Muhammad SAW dari Gua Hira di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina untuk menerima wahyu dari Allah SWT, telah menjadi bagian terpenting bagi umat muslim guna memperingati hari bersejarah itu. Khusus umat muslim di Kabupaten Boltim peringatan itu dilakukan pemerintah dan masyarakat Boltim bersama Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, di Gedung Auditorium Pemkab Boltim Senin (12/07) lalu.

Dalam suasana keakraban itu pjb. Bupati Boltim Kandoli Mokodongan menyebutkan kehadiran orang nomor satu Sulut ditengah-tengah suasana Isra Mi’raj kali ini merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat Boltim kepada SHS walaupun sudah kesekian kali berkunjung didaerah ini, namun kerinduan itu tetap ada.

“Selama ini SHS sebagai seorang pemimpin setidaknya telah banyak perhatiannya dicurahkan bagi kemajuan Boltim. Untuk itu pemerintah dan masyarakat Boltim masih mendambahkan agar figur SHS ke depan masih tetap menahkodai daerah Bumi Nyiur Melambai,” ujar Mokodongan.

Kesempatan itu Sarundajang mengajak, umat muslim untuk terus memperkokoh imannya. Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 27 Rajab 1413 H merupakan momentum untuk lebih memperkokoh iman.

“Perjalanan spiritual yang dilakukan Nabi Muhammad SAW sesungguhnya bertujuan demi kemaslahatan seluruh umat muslim. Untuk itu melalui peringatan Isra Mi’raj kali ini marilah kita tingkatkan ukhuwah islamiah, ukhuwah insania dan ukhuwah wataniah,” jelas Sarundajang.

Usai menghadiri, Isra Mi’raj di Boltim, Gubernur juga menghadiri acara yang sama di Ratatotok dan Belang serta menghadiri pengresmian gedung gereja di Molompar. Di Boltim Gubernur telah menyerahkan bantuan kacamata dan obat-obatan serta penyerahan bibit jagung dan penyerahan bantuan bina lingkungan dari PT Askes (Persero) Manado kepada lima Masjid sebesar Rp 125 juta. Sedangkan di Ratatotok Gubernur telah menyerahkan dua buah mesin Katinting. (*/otnie)

Kamis, 15 Juli 2010

PUSKESMAS MANADO BAKAL TERIMA BOK

MANADO, suara manadonews (15/07/2010)Sebanyak 15 Puskesmas yang ada di Kota Manado akan segera menerima dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari Departement Kesehatan Pusat guna untuk memaksimalkan kinerja para pegawai yang ada di setiap puskesmas.




Kepala Bidang Promosi Kesehatan Jimmy Lalita kepada  beberapa wartawan di ruangannya siang tadi menjelaskan bahwa untuk pertama kali di kota Manado akan mendapat bantuan dana dari Departemen Kesehatan Pusat dan setiap puskesmas akan mendapat dana sebesar 22 juta rupiah dan akan di gunakan untuk tuju jenis kegiatan puskesmas.

Lebih jauh di jelaskan Jimmy bahwa dana BOK ini sudah ada di kantor Pos dan akan di cairkan melalui rekening puskesmas masing-masing. Dana bantuan operasional kesehatan akan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan peruntukkannya sepanjang di gunakan dengan sebaik-baiknya, ada kemungkinan tahun depan akan meningkat menjadi 100 juta rupiah per puskesmas. (*/denny m)

‘Oemar Bakrie’ Mitra Segerah Terima Tunjangan

RATAHAN, suara manadonews (15/07/2010)—Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sebagai implementasi dari Sisdiknas nomor 20 tahun 2003.  Diharapkan terjadi suatu inovasi yang signifikan di mana muaranya untuk menjadikan masyarakat Indonesia yang cerdas dan memiliki IMTAQ, agar dapat membangun dirinya sendiri, bertanggungjawab serta berkompetensi di masa yang akan datang.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Mitra Ir D Moody Rondonuwu MT, bentuk nyata dari kepedulian pemerintah terhadap guru, maka pemerintah pemberikan Tunjangan Profesi Guru Satu Kali Gaji Pokok, pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan Guru (TTPG) sebesar Rp 250.00/bulan dan pemberian Tunjangan Fungsional Guru Non PNS Rp 220.000/bulan. Proses pemberian tunjangan khususnya Profesi Guru dan TTPG (Non Sertifikasi) didasarkan pada Keputusan Presidan Nomor 56 Tahun 2010.

Guna persiapan pembayaran tunjangan para Oemar Bakrie ini, lanjut Mantan Dosen Tehnik Arsitektur ini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara melalui Dinas Dikpora saat ini sedang melakukan verifikasi data sesuai persyaratan kelengkapan berkas, yang dimasukkan oleh para guru yang berhak menerima. Dan khusus guru sertifikasi kuota tahun 2007,2008 proses realisasinya akan diproses melalui Kab/Kota. “Sedangkan guru sertifikasi kuota tahun 2009 dan tunjangan fungsional guru non PNS akan diproses melaliu Diknas Provinsi yang teralokasi pada dana Dekosentrasi,” tandas Rondonuwu.

“Pokoknya untuk pembayaran Tunjangan Profesi akan dilaksanakan sepanjang bulan Juli 2010 dan dananya akan di terima langsung oleh guru penerima, melalui rekening bank untuk 6 bulan. Terhitung sejak bulan Januari sampai Juni, sebab mengacu pada surat DIRJEN PMPTK nomor 8581/F1/LL/2010. Namun saat ini Pemerintah kabupaten Mitra masih menunggu Juknis,” ungkap Kabid Perencanaan Roosje Arikalang SPd. (*/otnie)

Sarundajang Boltim Terus Mengalami Kemajuan

MANADO, suara manadonews (15/07/2010)—Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam kunjungan kerja kali ini di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim ) Senin (12/07), melakukan penguntingan pita, sekaligus penanda tanganan prasasti penggunaan Gedung Auditorium Kantor Bupati Boltim di tutuyan.

Usai Pengresmian gedung tersebut, langsung digunakan untuk kegiatan peringatan Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW 27 Rajab 1431 H oleh Pemerintah dan Masyarakat Boltim dengan Gubernur Sulut hasil pilihan rakyat pertama di Sulut ini.

Sarundajang menilai, Boltim dibawah kepemimpinan Penjabat Bupati Kandoli Mokodongan terus mengalami kemajuan khususnya infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan dan gedung. Ini membuktikan bahwa ternyata saya tidak salah menunjuk orang sebagai penjabat Bupati Boltim dan ternayata Kandoli telah berhasil membawah perubahan di Kabupaten yang baru ini, ujarnya.

Walaupun masa jabatannya hanya singkat namun Kandoli telah berhasil meletakan dasar-dasar yang baik bagi masyarakat di daerah ini. Mudah – mudahan siapapun yang nantinya menggantikan Kandoli setidaknya akan mampu meningkatkan tugas-tugas pelayanan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Sarundajang juga menyebutkan, jalan tutujan – pinolosian dipastikan tahun depan sudah selesai dikerjakan sebab dananya sudah ada, termasuk kantor bupati dan kantor dewan serta kelengkapannya juga selesai tahun depan, katanya.

Sementara Bupati Kandoli Mokodongan mengatakan, gedung auditorium kantor Bupati menghabiskan dana sekitar Rp. 4,1 M sedangkan dana sekitar Rp. 296 M untuk pembangunan jalan, jembatan dan gedung. Saat ini Pemkab sudah selesai membangun jalan menuju moad, motongkat dan maga. (*/otnie)

Diknas Kota Manado di Bobol Maling

MANADO, suara manadonews (15/07/2010)Kantor Pendidikan Nasional Kota Manado untuk kedua kalinya di bobol maling, ruangan kepala dinas di acak-acak, pintu dan brankas di rusaki maling.


Dari informasi yang di dapat dari salah satu petugas penjaga keamanan di Kantor pendidikan Nasional Manado, Samadi,  mengatakan sepertinya pencuri beraksi di dini hari sekitar jam dua malam dan merusakan pintu ruangan kepala dinas, bukan hanya itu saja, lemari, brankas yang ada di dalam ruangan juga di rusak dan berkas-berkas yang ada di meja kepala dinas di buat berantakan oleh orang yang belum di ketahui identitasnya.

Kejadian ini di benarkan oleh Kapolsek Tikala menurutnya, sudah ada laporan dari pihak Diknas Kota Manado yang sampai saat ini pihak Kepolisian akan tetap mencari data-data yang autentik di lokasi dan akan menangkap para pelaku perusak di kantor tersebut.

Kepala Dinas Pendidika Kota Manado Dr Ferry P Karwur SH sampai berita ini di naikkan belum bisa di temui karena sementara melaporkan kejadian ini kepada Walikota Manado, dari informasi yang di dapat di lokasi kejadian bahwa tidak ada satu barangpun yang hilang begitu juga dengan berkas-berkas penting yang ada di ruangan kepala dinas hanya barang-barang yang ada di ruangan di acak-acak dan di rusak.(*/denny m)

Desa Towuntu Barat Gelar Syukuran

PASAN, suara manadonews (15/07/2010) Masyarakat desa Towuntu Barat Gelar  syukuran terbentuknya desa tersebut di kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Syukuran yang di gelar dalam bentuk ibadah bersama itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mitrta Drs Freddy F Lendo. Selain itu dirangkaikan dengan pemasangan papan nama Kantor desa dan syukuran pelantikan perangkat desa Selasa (13/07).  

Ibadah yang dipimpin oleh Pdt Lintje Lengkong Nender STh, mengambil nas Firman Tuhan dalam Keluaran 18:21-27. Menurut Nender,  dalam melaksanakan segala sesuatu , pemimpin harus cakap, takut akan Tuhan, dapat dipercaya dan membenci pengajaran suap.

Sekda Mitrta Drs Freddy F Lendo dalam sambutannya, mengatakan, bahwa para perangkat yang ada harus mengutamakan kepentingan masyarakat, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan berlaku sebagai pelayan masyarakat. Masyarakat harus takut akan Tuhan, menghadirkan masyarakat yang diberkati. “Masyarakat juga harus mendorong generasi muda bertanggung-jawab, dalam menggunakan waktu untuk belajar, kecakapan perlu ditanamkan sejak dini menyekolahkan anak,” ujar Lendo.

Sekda mengharapakn, agar masyarakat mensukseskan Pemilukada yang akan digelar 3 Agustus mendatang, dengan cara menggunakan hak pilih sesuai hati nurani dan menjaga keamanan dan ketertiban. Sementara Hukum Tua desa Towuntu Dirk Wagania memberikan laporan mengenai profil desa yang baru dibentuk tersebut kepada Sekda dan masyarakat Towuntu Timur. (*/otnie)   

Pemkab Mitra Gelar Rakorev

RATAHAN, suara manadonews (15/07/2010)—Rapat Koordinas Evaluasi (Rakorev) kinerja, jajaran Pemkab Minahasa Tenggara (Mitra), bertempat di kantor SKPD yang baru, Selasa (13/07), yang dipimpin langsung oleh Sekda Mitra Drs Freddy F Lendo,  Rakorev ini diikuti oleh seluruh kepala SKPD tanpa diwakili. Pada awal pelaksanaan rapat didahului dengan penyampaian dari Dinas Kesehatan, tentang informasi mewabahnya penyakit Cikungunya dan mekanisme pencegahan serta cara mengatasi penyakit tersebut.

Mewabahnya penyakit ini mendapat perhatian serius dari Pemkab Mitra, sehingga seluruh kepala Puskesmas dan dinas kesehatan turut hadir dalam rapat tersebut, untuk membahas tentang wabah ini. “Jadi dalam waktu dekat yaitu minggu ketiga bulan Juli, akan dilaksanakan pengobatan gratis di seluruh kecamatan,” ucap Kadis Kesehatan Mitra dr Lili Mawati.

Selanjutnya,  dalam rapat tersebut Sekda mengevaluasi pelaksanaan tugas di seluruh SKPD Keasistenan I, dimana hasil pelaksanaan pemekaran kecamatan dan desa/kelurahan, batas wilayah Mitra-Boltim, penyaluran ADD serta tak kalah pentingnya adalah menyangkut masalah Pemilukada Sulut. Kemudian di bidang Keasistenan II hal-hal yang mendapat perhatian adalah menyangkut proses pembangunan dan realisasinya di Mitra, menyangkut keikutsertaan Mitra pada beberapa event promosi melalui pameran di beberapa tempat di Indonesia.

Selanjutnya di bidang keasistenan III mengenai rencana penyiapan RAPBD 2011, pertanggung-jawaban pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2010 dan lain sebagianya. Dalam kesempatan tersebut juga Sekretaris KPU Mitra Drs Nasarudin Manoso diberikan kesempatan untuk melaporkan kesiapan pelaksanaan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur di Mitra.

Sekda Drs Freddy Lendo kepada wartawan mengatakan, pelaksanaan Rakorev ini memang rutin dilaksnakan oleh Pemkab Mitra, dimana setiap tiga bulan dilaksanakan evaluasi kinerja semua SKPD. “Pokoknya Rakorev ini tidak ada kaitannya untuk dukung mendukung Calon Gubernur tertentu. Sebab PNS harus netral jelang Pemilukada,” pungkasnya. (*/otnie)    

Duta Bangsa Nusantara Dukung Gerakan Moral

MANADO, suara manadonews (15/07/2010)Ketua Lembaga Duta Bangsa Nusantara (DBN) Wilayah Sulawesi Utara, Asnat Baginda, menghimbau kepada seluruh masyarakat Manado untuk bersama-sama mensukseskan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) kota Manado, yang akan digelar 3 Agustus nanti agar bisa berlangsung secara damai.


Asnat berpendapat bahwa kualitas sebuah Pemilukada juga ditentukan dari tingginya tingkat partisipasi masyarakat. Tidak hanya itu, ketua LSM yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses Pemilukada Kota Manado ini hingga saat ditetapkannya Walikota dan Wakil Walikota pilihan rakyat.


“Kami dari Lembaga Duta Bangsa Nusantara sudah memiliki komitmen untuk mengawasi jalannya Pemilukada Kota Manado ini, agar bisa berlangsung dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku, agar supaya Pemilukada Manado kali ini benar-benar menghasilkan pemimpin yang berkualitas.” ujar Tokoh Muda yang juga politisi ini.

Ketika ditanya soal kualitas kesembilan pasang kandidat yang akan bertarung nanti, Asnat berpendapat bahwa pada dasarnya semua kontestan baik dari segi visi dan misi yang ditawarkan kepada masyarakat. Akan tetapi, tolok ukur kelayakan suatu pasangan untuk menjadi pemimpin kota Manado tidak hanya terletak pada visi dan misinya. Masih ada faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan, seperti kualitas pasangan, latar belakang partai pengusung dan yang paling penting adalah rekam jejak dari pasangan kandidiat itu sendiri.

“Percuma memiliki visi, misi dan program kerja yang bagus, jika calon pemimpin itu sendiri tidak memiliki komitmen untuk melaksanakannya sesuai dengan harapan. Akhirnya semua hanya kan menjadi lip service saja.”

Untuk itu, Asnat menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Manado untuk betul-betul memperhatikan track record para kandidiat yang akan dipilihnya nanti. Jangan sampai mereka terpengaruh aksi bagi-bagi uang sperti yang disinyalir dilakukan oleh beberapa oknum kandidat. “Itu adalah bentuk pembodohan kepada masyarakat,“ tegas Asnat. Ia menambahkan, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam pemilukada di Indonesia ini menjadi ajang pertarungan antara nurani dan uang. Namun dirinya yakin masih banyak warga Manado yang masih memiliki nurani dan idealisme, sehingga tidak mudah dibeli dengan sekedar uang 50 ribu rupiah atau 5 kg beras.

Ketika ditanya, siapa kandidat yang memenuhi kriteria seperti yang diharapkan dengan tegas Asnat menjawab “Louis-Rizali.” (pasangan Louis Nangoy, SH. dan KH. Drs. Rizali M. Noor).

“Menurut kami, pasangan Louis-Rizali-lah yang paling pantas memimpin kota Manado ke depan. Pengalaman dan kapasitas intelektual mereka sangat bisa diandalkan. Tapi yang terpenting bagi kami adalah moralitas yang dimiliki keduanya menjadi garansi bagi terwujudnya kota Manado yang sejahtera, berkeadilan dan bermartabat, sesuai dengan visi mereka. Kami, Lembaga Duta Bangsa Nusantara secara kelembagaan menyatakan dukungan kepada kedua pasangan ini,” pungkasnya.