Kamis, 26 Agustus 2010

Katiandagho: Masih 31 Desa Belum Masukkan LPJ

Hukum Tua Se-Mitra

RATAHAN, Swara Manadonews (26/08/2010)—Puluhan Hukum Tua di Kabupaten Mitra berulah. Pasalnya Surat Pertanggung-Jawaban (SPJ) penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap I hingga kini belum diterima Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BP-MPD) Mitra.

Kepala BPMPD Drs Desten Katiandagho SH, mengaku gerah dengan sikap puluhan desa di Minahasa Tenggara (Mitra) ini. Akibat belum masuknya SPJ tahap I itu, penyaluran ADD tahap II terhambat. “Saya minta para Hukum Tua yang belum melengkapi SPJ agar segera memasukkan ke BPMPD untuk pencairan tahap II,” ijar Katiandagho.

Katiandagho mengungkapkan, puluhan desa yang belum memasukkan SPJ itu, tersebar di Kecamatan Pasan, Ratahan Timur, Belang, Pusomaen dan Ratatotok. “harusnya belajar di Kecamatan Touluaan, Touluaan Selatan, Silian Raya, dan Keca-matan Tombatu. Sebab semua desa di wilayah itu sudah beres SPJ-nya, sehingga sudah bisa menikmati ADD tahap II ,” ujar Katiandagho.

hingga kini masih ada desa yang belum memasukkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) untuk desa lama dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) bagi desa yang baru dimekarkan. “Ini sangat disayangkan karena desa lain sudah bisa memanfaatkan dana tersebut untuk pembangunan sedang yang lain masih terbentur LPJ dan sejumlah syarat lainnya,” ujar Katiandago.

Menurutnya, ada 31 desa yang belum menerima ADD karena terbentur syarat. Mereka adalah, 10 desa dari Kecamatan Touluan Selatan, 8 desa dari Kecamatan Pasan, Kecamatan Belang 6 desa, Kecamatan Pusomaen 4 desa, Kecamatan Ratatotok 2 desa dan Kecamatan Tombatu Timur 1 desa.

Lanjutnya, sosialisasi mengenai pencairan ADD serta syarat-syarat sudah dilakukan pihaknya, tapi ternyata dari pemerintah desa tidak menjalankan instruksi tersebut. “Dana sudah tersedia, tapi tak akan dicairkan hingga syarat dipenuhi,” tandasnya. Seperti yang diketahui, desa yang berhak menerima adalah mereka yang sudah menyerahkan LPJ penggunaan ADD triwulan sebelumnya. Yang kemudian, laporan tersebut diperiksa Inspektorat, dan desa menerima rekomendasi untuk pencairan ke PPKAD.

Sebelumnya, seluruh hukum tua dari Kecamatan Touluaan Selatan berada di kantor Inspektorat Mitra yang berada di Kelurahan Wawali. Mereka mendapatkan pembinaan dari Inspektorat, karena dinilai melakukan beberapa pelanggaran. “Hanya menerima pembinaan,” ujar salah satu peserta yang tak mau namanya dipublikasikan.

Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKDD) Mitra, menerangkan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) tidak akan mencairkan ADD tahap II, bila SPJ tidak dimasukkan. “Kalau untuk desa-desa pemekaran, dokumen SPJ tidak dibutuhkan. Namun untuk desa induk wajib hukumnya memasukkan SPJ,” tegas Katiandagho.

Katiandagho pun memperta-nyakan desa-desa yang belum memasukkan SPJ penggunaan ADD tahap I. Menurut dia jika ADD itu diperuntukkan sesuai Perdes tentu aparat desa tidak kesulitan membuat SPJ. (*/otnie)

Pemukiman Nazaret Kurang Diminati Warga Kalatin

Harry Rofian Wungow

RATAHAN, Swara Manadonews (26/08/2010)—Pemukinan transmigrasi Nazaret di Desa Wioi, Kecamatan Ratahan, sejak awal konsepnya diperuntukkan bagi warga Kalatin. Namun dalam perkembangannya, pemukiman itu kurang diminati warga Kalatin, dan mereka lebih setia tetap bermukim di bawah kaki Gunung Manimporok.

Kondisi ini disesalkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Minahasa Tenggara (Mitra) Ir Djoni Ronsul. “Pemukiman itu diprioritaskan untuk mereka,” tegas Ronsul.

Ditambahkannya, sosialasi sudah dilakukan pemerintah berulangkali dimana meminta warga secepatnya meninggal-kan kaki Gunung Manimporok . “Jangan nanti pemuki-man itu ditempati oleh warga luar, dan akhirnya hanya bisa gigit jari,” ujar Ronsul.

Lanjut Ronsul, dalam waktu dekat, dia bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Harry Rofian Wungow SH, akan kembali melakukan sosialisasi di Kala-tin. Ditanya, upaya apa yang akan dilakukan Pemkab jika warga tetap memilih tinggal di Kalatin. Ronsul menegaskan akan melakukan upaya paksa, yakni lewat eksekusi. “Tentunya rencana mengekse-kusi warga Kalatin ini mem-butuhkan banyak dana, sebab harus melalui jalur pengadilan. Kan sayang jika tidak dimamfaatkan sebab, lokasi transmigrasi, selain disediakan pemukiman, pe-merintah juga akan memberi-kan tanah beberapa hektar yang nantinya akan digarap,” tegasnya. (*/otnie)

Sertifikasi di Mitra Mulai Dibayarkan

159 Guru Terima TTP

RATAHAN, Swara Manadonews (26/08/2010)—Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra) dan DPRD Mitra akhirnya sepakat untuk membayarkab Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) guru bersertifikasi tahun 2007-2008. Kedua belah pihak sepakat, tunjangan bagi 159 guru itu, dicairkan pekan ini. Sebelumnya, Pemkab akan mencairkan tunjangan tersebut setelah disahkannya APBD Perubahan. ”Setelah kami konsultasikan dengan dewan, dana yang berasal dari pusat tersebut bisa diterima guru yang berhak pada bulan ini. Jadi, tak perlu menunggu APBD Perubahan lagi,” ujar Plt Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Ir D Moody Rondonuwu MT.

”Jadi kita bisa mencairkannya sekarang, tetapi dalam APBD Perubahan, anggaran itu tetap dicantumkan," katanya sembari menambahkan, sempat terjadi kesalahpahaman mengenai isi juknis pembayaran. Akan tetapi sudah diselesaikan. ”Pokoknya kami pastikan minggu berjalan ini, TTP guru sertifikasi di Mitra sudah dibayar. Masing-masing guru akan menerima sekira dua kali lipat dari gaji, jadi dana yang guru terima sangat besar," tukasnya.

Diharapkan dengan uang tambahan tersebut, kualitas pengajar pun meningkat. Ketua DPRD Mitra Tonny Lasut ketika dikonfirmasi mengatakan dari Dikpora memang mengajukan permintaan TTP guru untuk dicairkan. "Sesuai juknis, dana tersebut bisa cair meski belum dibahas di APBD Perubahan karena itu dana dari pusat," tandas Lasut.

Kabar gembira ini tentu membuat guru-guru sertifikasi di Mitra senang. "Tentu mendengar kabar ini kami sangat gembira, penerimaan TTP tidak lagi menunggu akhir tahun," ujar salah satu guru asal Ratahan. Dia membenarkan TTP yang akan mereka terima memang terbilang besar. "Ya karena akumulasi 6 bulan, dana tersebut akan saya tabung untuk keperluan pendidikan anak saya," ujarnya. (*/otnie)

Jasin: Sedikitnya 303 Pejabat Manado Masukan LHKPN

Dari 428 Wajib Lapor Hartanya

Mohammad Jasin
MANADO, Swara Manadonews (26/08/2010)—Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mohammad Jasin mengatakan baru 303 pejabat di Manado memasukan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari 428 wajib melapor hartanya. "Belum seratus persen, sehingga dapat bisa menjadi tanda ketidapatuhan para pejabat di Manado, dimintakan hal tersebut harus diseriusi para pejabat di daerah ini, " ujar Jasin di Manado disela-sela konferensi pers di Hotel Quality, Kamis (26/08).
Jasin mengatakan, dari 303 yang melapor tersebut baru sekitar 236 sudah diumumkan berapa nilai kekayaanya, sementara sisanya masih dalam verifikasi KPK, jika sudah selesai barulah akan diumumkan kemudian.
Jasin berharap agar, tingkat kesadaran para pejabat di Manado bisa semakin naik dan mau memasukan LHKPN, supaya mereka juga semakin terlatih untuk patuh dengan aturan yang berlaku.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Manado Drs Robby Mamuaja mengakui masih banyak pejabat di Manado belum melaporkan harta kekayaan dengan berbagai alasan. "Tetapi kami selalu mengingatkan seluruh pejabat untuk secepatnya memasukan LHKPN, sebab itu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap pejabat negara, sekaligus sebagai sarana kontrol," kata Mamuaja.
Mamuaja juga mengatakan, jika para pejabat tersebut masih membandel akan diberikan tindakan tegas, bahkan dirinya sudah dua kali memasukan LHKPN ke KPK. Kalau memang para pejabat enggan memasukan LHKPN ke KPK, menurut Mamuaja sebelum ditindak tegas akan ditelusuri dan selidiki apa penyebabnya, apakah memang ada indikasi korupsi atau tidak ada atau ada sebab lain, dan mereka akan kena sanksi mulai dari mutasi sampai nonjob. (*/denny)










DPRD Manado Komisi D Kroscek lapangan


MANADO, Swara Manadonews (26/08/2010)—Dewan Perwakilan Rakyat Kota Manado komisi D di bawah pimpinan Dr richard Sualang pagi sampai siang tadi turun ke sekolah-sekolah dan UPTD Wanea guna mengkroscek kebenaran penerimaan bantuan baik dari dana APBD maupun APBN.
Komisi D yang turun ke sekolah-sekolah adalah ketua Komisi D Dr Richard Sualang, Feliks J Iroth dan Audy C Like sedangkan anggota yang lain tidak ikut sidak ke sekolah, para anggota dewan yang turun kesekolah di dampingi bapak Awon mewakili Diknas.

Dana bantuan siswa miskin, dana bos, dana dak yang meliputi rehap ruangan kelas, pembuatan sanitasi sekolah, perpustakaan, UKS, rehab ruang sedang dan berat,  pengadaan meubeler sekolah serta pembayaran TPP oleh rombongan dewan komisi D di tanyakan di tiap sekolah.

Kepala Sekolah SMA Negeri Satu Manado Drs Fredy Robot sangat berterimah kasih kepada dewan dan dari Diknas yang sudah mendatangi sekolahnya guna melihat langsung serta mengkroscek semua bantuan yang masuk di sekolahnya, menurut beliau dana-dana bantuan yang khusus di berikan kepada siswa semuanya sudah di salurkan sesuai mekanisme yang ada dan hal itu sudah di periksa dewan dengan telah mewawancarai siswa yang menerima bantuan tersebut.

Ada hal yang menarik di sampaikan kepala UPTD Wanea Dra Magdalena Lumi kepada Tim yang turun, di mana sampai saat ini kantor UPTD hanya menumpang ruang di salah satu sekolah dasar dan yang kedua adalah tunjangan tampahan penghasilan guru sekolah dasar dua bulan belum terbayarkan yaitu bulan Desember 2009 dan Januari 2010.

Ketua Komisi D ketika di mintai tanggapannya mengenai dua bulan tunjangan tambahan guru yang belum di terima mengatakan Diknas Kota harus bertanggung jawab karena laporan yang masuk telah di realisasi seratus persen. “Ini sudah termasuk pencurian dan perampokkan hak-hak guru” ungkap Sualang.

Beliapun menambahkan seharusnya walikota menyikapi serta mengkroscek laporan tiap SKPD ke bagian keuangan sebelum melaporkan Ranperda ke DPRD. (demint)

BBPOM Manado Temukan Jajanan Kue Berzat Membahayakan

Illustrasi : Rhodamin B

MANADO, Swara Manadonews (26/08/2010)—Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Manado, mengamankan sejumlah kue dan makanan yang di jajakan pedagang kue dan makanan di saat bulan ramadahan yang menggunakan zat pewarna berbahaya.


Makanan yang di amankan adalah kue bolu kukus dan lapis yang dijual para pedagang kue di sentra penjualan kue jajanan Manado, karena menggunakan zat pewarna Rhodamin B," kata Kepala BPOM Manado Indriani Tubagus di Manado, Rabu (25/08).

Indriani Tubagus pun menjelaskan bahwa Rhodamin B merupakan zat pewarna yang biasa dipakai untuk tekstil dan tak boleh dikonsumsi oleh manusia karena berbahaya dan bisa menyebabkan kematian jika banyak di tubuh manusia, beliau juga menambahkan pengawasan ini adalah bentuk kepedulian Badan POM terhadap masyarakat agar jangan sampai mengkonsumsi makanan yang mengandung zat-zat berbahaya, dan tidak kedaluwarsa.

Sementara itu kepala pemeriksaan BBPOM Manado Sukriadi Dharma mengatakan di pusat jajanan berbuka puasa di Manado, mereka memeriksa 12 jenis makanan yang terdiri atas kue-kue basah dan minuman ringan dijual di pinggiran jalan, "Kami langsung membawa mobil laboratorium ke lokasi penjualan kue kemudian diperiksa di tempat sehingga langsung ketahuan jika ada yang menggunakan zat berbahaya, dan langsung diumumkan," kata Sukriadi Dharma.

Dari 12 jenis bahan makanan yang dicurigai tersebut hanya ada dua jenis yang mengandung zat berbahaya dan itu langsung diamankan dari penjualnya dan dilarang untuk dijual, kemudian data penjual dan pembuatnya langsung diambil oleh BBPOM, kata Sukriadi.

Ia pun menambahkan jika memang kue-kue yang mengandung bahan berbahaya itu terjual dan mereka tidak tahu akan diberikan pembinaan tetapi kalau sudah diketahui kemudian dijual maka BBPOM akan mengambil tindakan hukum, tegas Sukriadi.(*/demint)

Walikota warning SKPD Yang Keluar Daerah Tanpa Ada Pemberitahuan

MANADO, Swara Manadonews (26/08/2010)Banyaknya Kepala-kepala SKPD yang sering melakukan perjalanan dinas keluar daerah mendapat perhatian serius dari Plt Walikota Manado Drs Robby Mamuaja.

Drs Robby Mamuaja mewarning kepala-kepala SKPD yang sering melakukan perjalanan dinas keluar daerah yang menggunakan dana perjalanan dinas tanpa melapor ke beliau, apalagi melakukan perjalanan dinas yang bukan berkaitan dengan tugas kedinasan, jika di temukan skpd yang melakukan perjalanan dinas keluar daerah yang tidak memberitahukan atau tidak melapor apalagi memakai dana perjalanan dinas akan di tindak tegas.

“Saya akan mengkroscek langsung kepala-kepala SKPD yang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, yang tidak sesuai dengan tugas yang di laksanakan. Apalagi perjalanan dinas menggunakan dana dinas, apalagi melakukan perjalanan keluar daerah tanpa melapor, jika di temukan hal demikian maka akan ditindaki sesuai dengan peraturan yang ada,” jelas Mamuaya. (*/demint)

Tuera: Probimas Bukan ‘Perpoloncoan’ Unima Tolak Pungli Bagi Mahasiswa

Unima Terima 3.721 Mahasiswa Baru

TONDANO, Swara Manadonews (26/08/2010)—Universitas Negeri Manado (Unima) sejak kemarin, Rabu (25/08) menggelar Program Pembinaan Mahasiswa Baru (Probimas) yang berlangsung di dalam Aula GOR Unima dengan mengambil tema tema Learn To Be Future leader. Diketahui Mahasiswa baru yang diterima pihak Unima sebanyak 3.721, diantaranya untuk Fakutas Ilmu Sosial (FIS) 464, Fakultas Teknik (Fatek) 587, Fakultas Ekonomi (Fekon) 351, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) 572, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) 729, Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) 316, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 659.

Probimas yang akan dilaksanakan selama 3 hari adalah pembinaan mahasiswa baru yang dilakukan oleh senior dan bukan acara ‘pembinasaan’. “ Para Mahasiswa baru ini diharapkan bisa menjadi pemimpin dimasa depan. Dan untuk tahun ini tidak dibenarkan adanya perpeloncoaan. Hal ini dilakukan agar mahasiswa lebih mengenal para senior dan lingkungan kampus,” jelas Rektor Unima Prof Dr Philoteus Tuera MSi DEA.

Ditambahakanya, bentuk pembelajaran dalam Probimas yang dilaksanakan diarahkan untuk pembelajaran orang dewasa. Dan masalah yang sering mencuat dalam penerimaan mahasiswa baru biasanya adalah pungli. “ Sejak kemerdekaan tidak dibenarkan adanya punggutan liar, Unima sendiri sangat rasional dalam pendanaan,” jelas Tuera.

Sedangkan harapan Rektor, kiranya mahasiswa baru dapat menyelesaikan studi selama empat tahun dan dapat mencintai kampus baru mereka ini. Dalam kesempatan itu juga, dirinya mengajak mashasiswa baru untuk memanam pohon di sekitaran Unima . Diketahui jumlah pohon buah-buahan yang ditanam kurang lebih 5000. “Penanaman ribuan pohon ini untuk menjaga keasrian kampus dari pemanasan global saat ini,” pungkasnya.

Namun hal tersebut menurut PR III, Dra Itje Pangkey MSi, mengatakan kegiatan ini sendiri dilaksanakan untuk mempersiapkan para mahasiswa baru secara mental dan Psikologis. “ Selain itu bisa terjalin keakraban dengan para mahasiswa lainya,” jelas Liando.

Dilain tempat, menurut Ketua Panitia Probimas Marnex Berhimpong, mengatakan kegiatan ini sendiri dilaksanakan untuk mempersiapkan para mahasiswa baru secara mental dan Psikologis. selain itu bisa terjalin keakraban dengan para mahasiswa lainya. “ Kegiatan ini diarahkan sebagai wadah pengenalan mahasiswa secara holistik. Sedangkan pelaksanaan Probimas dua hari berikutnya dilaksanakan di masing-masing fakultas,”  tandas Berhimpong. (raynold) 

Pengurangan tenaga kerja PD Pasar Manado di kaji Walikota



Suara manadonews (26/08/2010)-Permasalahan di tubuh PD Pasar Manado di mana jumlah pegawai di perusahan daerah ini telah over, mendapat perhatian serius dari penjabat walikota Manado Drs. Robby Mamuaya.

Mamuaya mengharapkan agar direksi pd pasar agar dapat mengkaji kembali keputusan mereka untuk mengadakan perampingan karyawan karena ini akan menimbulkan permasalahan yang baru di mana akan lebih banyak lagi pengangguran yang ada di kota Manado.

Diereksi seharusnya memikirkan bagaimana cara mengembangkan atau meningkatkan potensi pasar untuk dapat meningkatkan pendapatan mereka agar supaya jangan ada pengurangan tenaga kerja” ungkap Mamuaya di saat selesai mengikuti jumpa pers bersama KPK di hotel Quality Manado.

Walikotapun menambahkan bahwa saat ini pemerintah kota sedang menginventarisir aset-aset yang ada di Pd Pasar serta akan bertindak tegas kepada penyewa-penyewa kios yang melakukan kontrak dengan PD Pasar tapi menyewakan kepada pedagang lain tanpa sepengetahuan PD Pasar.*(demint)

Rabu, 25 Agustus 2010

Mamuaja Terima Kunjungan Tim CIDA dan KPK

MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Pelaksana Tugas Gubernur SulawesiUtara Drs Robby J Mamuaja Rabu (25/08) menerima Tim Canadian International Development Agency (CIDA) bersama Tim KPK di ruang kerja Gubernur. Kunjungan Tim ini adalah untuk melaporkan persiapan pelaksanaan Program yang dikemas dalam Cowater Project dalam rangka pemberian Technical Assistance yang difokuskan pada 3 kegiatan utama yaitu, Penguatan pelaksanaan One Stop Service (Pelayanan Satu Atap), Proses Pengadaan Barang dan Jasa secara Elektronik, dan penguatan mekanisme penyelenggaraan pemberian insentif kinerja yang di Sulawesi Utara sudah dilaksanakan dalam bentuk pemberian Tunjangan Kinerja Daerah.

Kegiatan ini adalah program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaksanakan di dua provinsi yaitu Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Program ini dilaksanakan dalam rangka upaya menuju penyelenggaraan Good Govenrnance and Clean Government yang saat ini sedang terus digiatkan.

Tim ini melaporkan kepada Bapak Plt Gubernur tentang rencana penyelenggaraan Workshop yang akan dilakukan tanggal 26 Agustus 2010 di Hotel Quality. Workshop itu akan diikuti oleh Pemerintah 15 Kabupaten/Kota se Sulut dan Pemerintah Provinsi. Melalui Worshop ini akan ditentukan 4 kabupaten/kota sesuai dengan kriteria dari KPK dan CIDA ditambah Pemerintah Provinsi untuk dipilih menjadi Pilot Project pelaksanaan kegiatan tersebut dan nantinya akan dibantu oleh CIDA. Hasil pelaksanaan Pilot Project tersebut, nantinya akan menjadi model bagi kabupaten/kota yang lain. Dalam hal Pelayanan Satu Atar, Pengadaan Barang dan Jasa secara Elektronik dan Penguatan Penyelenggaraan Pemberian Insentif Kinerja.

Plt Gubernur menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada KPK dan CIDA atas kepercayaan yang diberikan untuk melaksanakan kegiatan ini sekaligus menyatakan dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, karena hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk menuju Good Governance and Clean Government dan mempertahankan Opini WTP yang telah diraih. Pada kesempatan ini Plt Gubernur meminta kepada tim ini untuk melihat langsung pelaksanaan One Stop Service di Kantor Pelayanan Satu Atap, juga di Samsat Manado, serta di Badan Kepegawaian Daerah untuk mengetahui mekanisme pemberian Tunjangan Kinerja Daerah (TKD).

Tim ini terdiri dari Patricia Mc Cullagh (Head of CIDA), Willian Cartier (Project Director Cowater), Ted Robinson (Project Principle), Renaldy Marthin (dari CIDA) dan dari pihak KPK Doni Muhardiyansyah (Direktur Litbang KPK) dan Dian Patria. (*/otnie)

September Kemenlu Gelar Program Sosialisasi ASEAN di Kota Bitung

BITUNG, Swara Manadonews (25/08/2010)Kota Bitung mendapat kepercayaan dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Luar Negeri RI untuk mejadi tempat pelaksanaan kegiatan Program Sosialisasi ASEAN yang direncanakan dilaksanakan pada tanggal 23 - 24 September 2010. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Bitung dengan Tim dari Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI di Rumah Makan Lesehan, Selasa (24/08) lalu.

Ketua Tim Dirjen Kerjasama ASEAN, Haris Garingto mengatakan bahwa, Program Sosialisasi yang akan dilaksanakan adalah dalam bentuk Simposium dengan tema "Arti dan Sasaran ASEAN pada tahun 2015". Pemerintah Kota Bitung melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs Edison Humiang mengatakan, pemerintah menyambut baik akan rencana kegiatan dari Kemenlu RI tersebut, karena Kota Bitung di pilih oleh Kementerian Luar Negeri RI untuk penjabaran program mengenai ASEAN. “Pokoknya, Kemenlu telah memilih Pemkot Bitung dipilih untuk penjabaran program sosialisasi ASEAN ini,” pungkasnya.

Dalam pertemuan di RM Lesehan tadi siang, Pemerintah Kota Bitung diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs Edison Humiang, Kepala Bappeda Kota Bitung, Ir James Rompas MSi dan Kepala Dinas Dikpora Kota Bitung Drs Herman Rompis. (ayu dewi)

Verifikasi 189 THL Kota Bitung Memasuki Tahapan Wawancara

BITUNG, Swara Manadonews(25/08/2010)—Pemerintah Kota Bitung, melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bitung menggelar, wawancara dalam proses verifikasi Tenaga Harian Lepas (THL) Kota Bitung, bagi peserta yang lulus seleksi berkas pada beberapa waktu yang lalu.

Kegiatan ini dilaksanakan di lantai 4 kantor Walikota Bitung pada Selasa (24/08) lalu dengan menghadirkan penguji dari Polresta Bitung, JURI Bitung, Inspektorat Kota Bitung dan para pejabat dari BKDD Kota Bitung. “Dari 189 THL yang lulus berkas diwajibkan mengikuti tes wawancara ini dan harus melewati beberapa penguji satu per satu,” ujar Kepala BKPP. (dewi)

BI Cabang Manado Sosialisasikan Penyediaan Informasi Database UMKM

BITUNG, Swara Manadonews (25/08/2010)—Bank Indonesia Manado bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bitung menyelenggarakan Sosialisasi Penyediaan Informasi Database UMKM kepada para pelaku UMKM se-Kota Bitung di Balai Pertemuan Umum Kantor Walikota Bitung, Selasa (24/08).

Pimpinan Bank Indonesia Manado yang diwakili oleh Kuri Rantung, Analis Muda Senior BI Manado dalam sambutannya mengatakan bahwa, kegiatan sosialisasi ini bermaksud memberikan informasi tentang, tujuan pendataan UKM di Kota Bitung yang nantinya informasi profil UKM ini akan di muat dalam website Bank Indonesia. Sehingga dapat memudahkan UKM tersebut mendapat modal dari Perbankan.

Sedangkan Walikota Bitung yang diwakili oleh Asisten Bidang Keuangan dan Aset, Petrus Tuange SSos dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah sangat mendukung kegiatan ini, karena dapat memajukan UKM yang ada di Kota Bitung sehingga membuat perekonomian Kota Bitung menjadi lebih baik. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bitung Drs Malton Andalangi. (ayu dewi)

Cinta Sulut Karena Kerukunan Antar Agama Sangat Kuat

Rahmawaty Baideng

MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—TAK ada yang paling menyenangkan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh kaum Muslimin dan Musliman, selain datangnya bulan penuh barokah di bulan Ramadan. Tak terkecuali dengan gadis Manado yang masih tercatat sebagai Mahasiswi Universitas Sam Ratulangi Fakultas Ekonomi. Setiap bulan Ramadhan tiba banyak hal dilakukan untuk beribadah kepada Allah SWT, yang tentunya memberikan pahala berlipat dibandingkan bulan-bulan yang lain.

Diantaranya melakukan sholat wajib maupun sunnah, tadarusan, membangunkan sahur dan lain sebagainya. “Saya banyak mendapat nikmat di bulan ramadhan ini. Dengan berpuasa saya bisa merasakan bagaimana rasanya kehidupan sudara-sudara kita di bawah garis kemiskinan, yaitu susahnya mencari makan. Selain itu berpuasa juga sangat bagus untuk kesehatan, system pencernaan dalam tubuh dapat beristirahat sebentar, maka pada saat beroperasi akan bekerja dengan teratur,” tutur Rahmawaty Baideng yang akrab disapa-Rinni oleh teman-temannya.

Gadis yang doyan buah kurma (buah khas tanah Arab) mengatakan, bahwa dia bangga menjadi salah satu warga Sulawesi Utara, selain karena indah pemandangannya, juga karena suasana kerukunan antar agama sangatlah kuat, sehingga terciptanya kedamaian dan kasih sesama masyarakat.

Di dalam lingkungan kampus misalnya, teman-teman non muslim saya, jika ingin mengkonsumsi makanan, selalu menghaturkan ucapan permisi agar bisa mengkonsuminya, walaupun sebenarnya saya tidak keberatan dengan keadaan begitu, toh itu adalah hak seseorang, tapi itulah wujud toleransi diberikan teman-teman Saya. “Saya hanya berharap Sulawesi Utara menjadi contoh kerukunan untuk daerah-daerah lain, dengan kekuatan kasih kita dapat memajukan kota tercinta Sulawesi Utara,” pungkasnya. (sutrisno)


BMM Berbagi Ramadan Bersama 70.638 Anak Yatim

Keluarga Mikro di 313 Masjid Seluruh Indonesia

MANADO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Bank Muamalat Cabang Manado kembali memberikan santunan bantuan kepada anak yatim dan kaum duafa yang terdiri dari uang tabungan Rp 100.000 dan Rp 150.000 yang bersumber dari uang sumbangkan dari nasabah bank Muamalat, Karyawan Bank Muamalat dengan jumlah Rp 25 juta. “Bank Muamalat berfungsi sebagai Bank Sosial Harapan dengan penyaluran ini akan membawah berkah bagi kita semua,” ujar Manajer Bank Muamlat Cabang Manado Hery Herdiman, sembari menambahkan sebagai penerima zakat untuk wilayah Sulawesi Utara sebanyak 100 orang menerima bantuan.

Dalam sambutan Drs Hi Gaib Al Amin sebagai Badan Amil Zakat Propinsi Sulawesi Utara mengatakan, 2,5 persen dari pendapatan yang kita peroleh Itu adalah hak orang lain, diantaranya anak yatim dan kaum dhuafa.

Penyaluran bantuan Bank Muamalat kepada 100 orang sebagai penerima, terlebih dahulu di isi dengan ceramah Ramadan oleh ustadz Abdurahman Maaruf MA yang mengingatkan, kepada semua umat Islam untuk senang, biasa mensyukuri segala nikmat Allah dengan jalan melaksanakan perintah Allah. “Mulai dari melaksanakan sholat, berpuasa dan mengeluarkan zakat, sebab puasa melatih kita untuk selalu berkata jujur, bersikap adil terhadap sesama kita berpuasa harus punya animo, sehingga kita kalam dan ramadaniah,” ujar Maaruf, seraya mengatakan, kita memiliki sifat sabar untuk menjaga diri, emosi kalau mampu kita juga, maka nafsu mampu kita kalahkan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Manajer Bank Muamlat Cabang Manado Hery Herdiman, Ustadz Hi Abdulrahman Maaruf MA, Ketua BTM A Yani Ngaib Alamin, Mantan Kakanwil Agama Provinsi Sulawesi Utara Drs Yusuf Otolua, Imam Hi Suryadi Hulima, Mesjid Al-Fatah, Mesjid Ashabul Kaafi. (sutrisno)

Hukum Tua Sawangan Bantah Selewengkan ADD

Tambalean : Pengerjaannya Belum Jatuh Tempo

TONDANO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Pencairan dana ADD 2010 mulai dicairkan kembali. namun dana ini kambali membuat masalah.  Desa Sawangan kecamatan Kombi adalah salah satu penerima dana tersebut kembali dipermasalahkan pengerjaannya, pasalnya menurut sejumlah warga desa bahwa dana ADD ini seharusnya sudah disalurkan alias digunakan sebagaimana mestinya. Namun oleh sejumlah warga, dana tersebut sudah di tilep oleh oknum Kumtua (Hukum Tua). “Jangan cuma mo maso popoji kiri deng kanan,” ujar warga yang enggan namanya dipublikasikan.

"Masa ada beking tre itu jalan mar cuma pende, itu-pun waktu torang kerja cuma ada pake semen sepuluh sak, ini kan nda maso akal sedangkan yang torang tau itu jalan musti tigapuluan meter lebih masa so brenti,” sembur sejumlah warga Sawagan dengan nada kesal.

Sementara itu, Kumtua desa Sawangan Maritje Tambalean kepada Swara Manadonews, juga dengan nada jengkel mengatakan bahwa memang betul pengerjaan proyek ini untuk sementara saya hentikan, karena ada berbagai pertimbangan yang diantaranya pilar-pilar jalan masih sementara digunalkan oleh sebaian warga untuk menjemur cengkih dan para pengerja-pun sebagian besar masih melakukan kegiatan pemetikan cengkih dikebun masing-masing.

Tambalean juga menambahkan, bahwa kalau mau mengikuti RAP, jalan seharusnya tidak masuk dalam anggaran namun karena untuk menjamin keluhan warga yang katanya kalau mau ke gereja, jalan menuju ketmpat tersebut sudah rusak jadi saya mengiyakan keluhan mereka. “Yang seharusnya pengerjaan proyek ADD ini hanya di pilar-pilar jalan saja dan pengerjaan ini kan belum jatuh tempo jadi saya masih mempunyai waktu untuk menyelesaikannya. Batas akhir pengerjaan yang untuk 60% saja nanti bulan depan, sedangkan ini baru memasuki minggu terahir bulan agustus, saya sudah menyelesaikan pekerjaan tersebut 30 persen,” ujarnya.

Lanjutnya, memang ada sebagian yang tidak menginginkan keberadaan serta kinerja saya tetapi biarlah katanya nanti akan ada yang membalas, kalau memang saya sudah tidak akan melanjutka pekerjaan ini, berarti material sudah habis namun buktinya ini masih banyak dan bahkan akan masuk lagi sekitar 70 sak semen, pasir serta kerikil. Ini sudah dapat kita lihat kalau bagaimana, apa pengerjaan ini sudah dihentikan atau masih berlanjut. Bahkan Kumtua parobaya ini juga akan mengupayakan supaya proyek tersebut akan segerah dilanjutkan kembali. (raynold)

Pencurian Cengkih Kembali Marak di Minahasa

300 KG Digondol Maling

TONDANO, Swara Manadonews (25/08/2010)—Panen cengkih dibilangan daerah Minahasa bagian timur sudah memasuki tahapan 75% selesai namun masih ada sebagian petani cengkih yang masih disibukkan dengan proses pengeringan. Menurut pantauan Swara Manadonews kemarin dibeberapa desa, masih banyak yang melakukan kegiatan menjumur seperti di sebagian besar Kecamatan Kombi dan Lembean Timur.

Namun ada hal menarik yang terpantau oleh wartawan media ini tepatnya di desa Sawangan Kecamatan Kombi, dimana ada beberapa petani cengkih yang mengeluh karena hasil panen mereka yang sementara di jemur dibilangan pantai Pakewa, raib di gondol maling. Hukum Tua desa Sawamgan Maritje Tambalean ketika ditemui Swara Manadonews mengatakan bahwa ada beberapa warganya yang mengeluh karena cengkih yang mereka sementara jemur di pentai pakewa sudah raig dibawa kabur maling.

Lanjutnya, mereka-mereka yang melaporkan kehilangan cengkih adalah Frengki Talumese, Teo Agu dan Danni Tumbel. Menurut mereka, apa yang sudah menimpa kami sudah sangatlah meresahkan masyarakat, kata Tambalean dengan nada yang tinggi karena sudah jengkel.

Tambalean juga menambahkan, agar upaya para aparat keamanan untuk segera bertindak karena yang menjadi korban sudah banyak dan itu-pun terjadi bukan hanya di desa kami, namun di desa-desa lain seperti yang diberitakan oleh beberapa media, namun belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian. “Kerugian dari warganya ini sudah mencapai 300 kilo gram kering,” tandasnya. (Raynold)