Senin, 23 Agustus 2010

Ransulangi: LSI Sebaiknya di Bubarkan

AMURANG, Swara Manadonews (23/08/2010)—Pada putaran kedua di Kabupaten Minahasa Selatan, diharapkan jangan ada perhitungan cepat (quick count) oleh Lembaga Servei Indonesia (LSI), karena hanya mempengaruhi masyarakat Minsel. Pada umumnya Pemilukada berjalan dengan aman, akan tetapi ketika berhubungan adanya perhitungan cepat dari LSI, sehingga masyarakat mempertanyakan hasil yang di pegang oleh LSI, diambil dari siapa dan dimana. “Setelah ada di TPS, saya menanyakan kepada beberapa warga yang sudah datang, apakah ada LSI atau semacamnya ada diTPS,” ujar Herman Marentek.

Dikatakannya pula, bahwa sebagai warga, memang punya hak pilih dan memilih juga mempunyai hak untuk mengetahui, hasil yang diperoleh kandidat, dan kenapa masih ada lemabaga yang membohongi rakyat. “Tidak ada warga atau seseorang yang mengaku dari LSI, jadi saya selaku warga mengatakan LSI itu pembohong,” ujar Marentak

Ditempat terpisah Novri Ransulangi, sangat menyayangkan kinerja dari LSI, karena hanya memberikan data yang tidak akurat. “Kalau begini LSI harus dibubarkan, karena hanya memberikan konflik bagi warga,” ujar Ransulangi.

Lnjutnya, adanya kejadian itu merupakan bagian dari hasil penghitungan cepat yang efeknya bisa mempengaruhi, sebab itu juga menjadi bagian dari pembentukan opini. “Lebih baik saya menghimbau masyarakat, jangan terpanjing dengan issue dan lebih tepat menunggu hasil yang akan dikeluarkan pihak KPU,” pungkas Ransulangi. (drim's)



Di Landa H2C, Sejumlah Kepala SKPD Mulai "Carmuk"

AMURANG, Swara Manadonews (23/08/2010)—Adanya Penjabat Tugas yang ditunjuk oleh pemerintah propinsi, lewat surat dari Mendagri, ditunjukannya Drs Meki Onibala MM sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Minahsa Selatan (Minsel) Pasca Drs Ramoy Markus Lutungan dan Ventje Tuela SSos sudah habis masah tugas sebagai Bupati dan wakil Bupati periode 2005-2010 pilihan rakyat pertama.

Pelaksana tugas Bupati Meki Onibala ketika dikonfiramsi, apakah ada roling pejabat diteras Pemkab Minsel, Onibala mengatakan, akan melihat dulu sampai di mana kinerja Para SKDP yang ada . “Saya akan melihat dulu siapa SKPD yang tidak melakukan kinerja sesuai Tupoksinya,” ujar Onibala.

Ditambahkannya dalam waktu dekat ini akan ada roling pejabat. “Sebagai Pegawai Negeri Sipil, harus menerimah kalau ada roling,” tuturnya sembari menambahkan, di depan para SKPD yang selalu menadampingi Bupati (Bos) mereka setelah melepaskan pawai pembangunan, dikantor Bupati .

Terlihat para SKPD muali mengambil perhatian, karena dalam waktu dekat ini akan diadakan roling. “Sekali lagi saya katakan, semua SKPD untuk diadakan roling ada waktunya, sedangkan saya sudah 15 kali diroling, kenapa takut,” pungkas Onibala. (drim's)

Onibala: Saya Diberikan Tugas Oleh Atasan Untuk Bertanggung Jawab

AMURANG, Swara Manadonews (23/08/2010)—Issue yang merebak bahwa penjabat Bupati Minahasa Selatan (Minsel) bakal cuci gudang besar-besaran untuk pejabat esalon II dan III di tepis oleh Drs Mekky M Onibala MM, selaku penjabat Bupai Minsel, ketika di temui wartawan di ruang kerjanya, usai melakukan pertandingan persabatan dengan wartawan biro Minsel.

Menurut nya issue tersebut tidak benar, karena dirinya tidak akan mencari - cari kesalahan dari para pejabat tersebut. Hanya saja ketika pejabat tidak loyal terhadap atasan sudah barang tentu pejabat tersebut akan di berikan sangsi. "Saya diberikan tugas oleh atasan saya, untuk itu harus saya bertanggung jawab,” ujar sosok yang di kenal disiplin ini.

Di singgung mengenai apa yang menjadi penilain sebagai bentuk tanggug-jawab Onibala menjelaskan, bahwa sesuai laporan dari hasil Rakorev masih banyak permasalahan seperti PAD dan PBB yang masih jongkok dan saya sudah memberikan warning kepada kepala-kepala SKPD dan seluruh Camat. Pokoknya, apabila sampai bulan September masih belum mencapai target, itu adalah kesalahan mereka sendiri, jadi dalam hal ini saya tidak mencari kesalahan mereka,” pungkasnya. (drim's)

‘Diserang’ Onibala Cs, Wartawan Minsel Tumbang

AMURANG, Swara Manadonews (23/08/2010)—Pemkab Minsel yang diperkuat Mecky ‘Ronaldo’ Onibala mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai tim tangguh di lapangan hijau. Buktinya, skuad wartawan Minsel tumbang setelah dikeroyok dengan tiga gol dan hanya mampu dibalas dengan satu gol.

Bertarung dengan motivasi berlipat, skuad Pemkab Minsel membuka keunggulan di menit awal laga sepakbola berlabel persahabatan yang berlangsung Jumat (20/08) pekan lalu, di lapangan kantor Bupati Minsel lewat sontekan manis Danny ‘Rooney’ Rindengan.

Tertinggal satu gol, motivasi pasukan kuli tinta Minsel naik. Akselerasi penggedor tim wartawan, Emon Legi dan Wenly Kawengian kerap menyulitkan pertahanan Pemkab Minsel yang dikawal Lona Wati dan Boy Pandeirot. Sayangnya, upaya menyamakan kedudukan, urung tercapai, dan hingga babak pertama usai, Pemkab Minsel masih unggul dengan satu gol atas wartawan Minsel.

Memasuki babak kedua, wartawan Minsel yang tidak ingin terjungkal, terus berupaya membombardir pertahanan Pemkab. Kerja sama apik Aldy Rorong dan Hayer Damalowan di lini tengah, mampu membuahkan hasil. Berawal dari sodoran pendek Hayer, Emon yang mampu lepas dari kawalan pemain belakang Pemkab, mampu melepaskan tendangan keras mendatar, dan bergetarlah gawang Pemkab yang dikawal Denny ‘Buffon’ Kaligis.

Imbang, menjadikan laga makin panas. Wartawan Minsel akhirnya harus mengakui keunggulan Pandeirot Cs setelah dua gol mampu dilesakkan ke gawang David Waseng Masengi di menit-menit akhir babak ke dua. “Laga ini cukup berat. Meski kita menang, namun motivasi pemain wartawan mampu membuat kita kesulitan,” ujar Kapten Pemkab, Mecky ‘Ronaldo’ Onibala.

Sedangkan bagi wartawan Minsel, kekalahan tersebut ternyata menjadi cambuk. “Pemkab memang cukup tangguh. Namun, kita akan balas kekalahan ini di laga kedua nanti,” kata Wenly. (drim's)

Beraneka Macam Dagangan Makanan, Warnai Sudut Jalan Tidore

TAHUNA, Swara Manadonews (23/08/2010)—Kebiasaan memasuki Bulan Suci Ramadhan atau bulan Puasa, kelurahan Tidore Daerah Kabupaten Sangihe menjadi tempat berkunjung bagi masyarkat kota Tahuna dan sekitarnya. Pasalnya,di sana (Tidore) menjelang buka puasa beraneka macam dagangan makanan menghiasi setiap sudut jalan. Hal tersebut sudah menjadi tradisi bagi warga kelurahan tidore, dan tak pelak para pembelinya-pun, bukan hanya dari pihak muslim saja, melainkan kebanyakan dari kaum Nasrani.

“Kalo bulan puasa sadap skali mo cari kukis, cuma pigi di Tidore, tinggal mo pilih mo beli apa,” ungkap salah seorang warga Tona Lando Lumiu, sembari menambahkan, hal ini justru semakin mempererat tali siraturahmi antar sesama umat beragama di Daerah itu, di mana saling mengahragai dan menghormati antara sesama umat beragama sangat tinggi.

Salah seorang pedagang makanan Tidore Yanti Bawole mengatakan, keuntungan yang di ambil dari penjualan itu boleh di bilang sangat cukup, demi kebutuhan hidup keluarga, dimana biasanya dagangan yang di sajikan tidak lebih besar dibanding di bulan puasa.

“Biasanya kalau bulan-bulan lain, saya hanya membuat kukis terbatas. Itu pun tersisah kalau pasar sepi, tapi bulan puasa hanya di depan rumah dagangan saya setiap hari habis di borong pembeli, baik dari dalam maupun dari luar,” ujar Yanti.

Sementara itu Kabag Humas Sangihe selaku pemerintah Daerah mendapat support masyarakat Sangihe, di mana kerukunan antar umat beragama dapat terjalin baik seperti saat ini, dimana padagang muslim-pun dengan rendah hati melayani pembeli  dari kaum Nasrani. “Semoga saja, hal ini dapat berlangsung terus menerus,” harapnya. (iwan)

Warga Keluhkan Pembangunan Talud Pengaman Ombak di Tidore

TAHUNA, Swara Manadonews (23/08/2010)—Pembangunan Talud Pengaman Ombak di kawasan Pantai Tidore dikeluhkan oleh warga kelurahan itu. Pasalnya, pembaaangunan tersebut dikerjakan tidak sama dengan Talud di pantai kelurahan lain. Dimana di Kelurahan Tidore, tidak di buatkan tangga oleh kontraktor untuk dapat digunakan oleh masyarkat seperti talud yang lainnya. Dan juga batu-batu yang di letakan hingga kini sudah tidak ada lagi, disebabkan batu yang di letakan tepat di depan Talud itu hanyalah batu biasa yang mudah hanyut oleh ombak.

Berbeda dengan talud yang saat ini di kerjakan dan hampir selesai di wilayah lain, batuannya langsung di bawa dari Manado dengan menggunakan kapal Feri serta anak tangga nampak terlihat di talud itu. “Kami sebenarnya mo protes, masa pa torang sampe tangga mo turun taludnya nda ada, di tampa laeng bagus skali ada pake tangga, belum le batu-batu so pada anyor ombak bage. Cuma tako pas, ombak besar talud tidore mo patah ulang,” ungkap salah seorang warga Tidore Noval Soleman.

Lanjutnya lagi, seharusnya Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas PU mengawasi jalannya pembangunan itu. Bayangkan saja Tidore merupakan sasaran Ombak, tapi pembangunan taludnya asal-asalan saja, sedangkan Wilayah lain yang cuma merupakan pengikisan ombak di buat dengan begitu megah, dengan menggunakan material dari luar tidak seperti di Kelurahan Tidre. “Ini ‘kan aneh, apakah pemerintah sengaja untuk menggusur warga yang berada di pinggiran pantai atau ada maksud lain,” sembur Soleman mempertanyakan. Sementara itu kepala Dinas PU D Palid SE, saat dikonfirmasi dikantornya, terkesan menghindar bila ingin di temui. (iwan)

Soal Temuan Kejari Tahuna Kasus Suap Dana Lobi

Sembiring : Intinya Dia di Peras Oleh Staf Ahli DPR RI

TAHUNA, Swara Manadonews (23/08/2010)—Temuan Tim Kejaksaan Negeri Tahuna yang sempat membawa nama salah seorang petinggi di Daerah Kabupaten Sangihe yakni Wakil Bupati Jabes E Gaghana terkait pemberian uang kepada salah serang pejabat di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) guna melobi dana DAK dan DAU Kabupaten Sangihe untuk lebih besar,kini mulai terjawab. Setelah pihak kejaksaan Negeri Tahuna secara marathon melidik satu persatu saksi yang termasuk di dalamnya.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tahuna Sinarta Sembiring SH kepada wartawan belum lama ini. Ia mengatakan, sudah memanggil Wakil Bupati J Gaghana, untuk di mintai keterangannnya, dan menurutnya dana tersebut benar di berikan kepada salah seorang petinggi DPR RI di Jakarta untuk maksud tujuan dana yang akan mengalir ke Sangihe lebih besar. “Intinya Pak Jabes telah diperas oleh salah seorang petinggi di DPR RI, karena Ia menunjukan bukti, bahwa benar telah memberikan uang itu sebesar Rp 250 juta,” ungkap Sembiring.

Lanjutnya lagi, jadi menurutnya pengeluaran itu ada, tapi tidak bisa di buktikan,dan lagi uang tersebut telah dikembalikan olehnya. “Kasus ini tidak bisa di buktikan, dan uang tersebut sudah dia kembalikan dua tahap, pertama Januari sebesar Rp 50 juta dan sepuluh hari lalu sebesar Rp 250 juta,” jelas kejari Tahuna.

Ia juga menambahkan, pihaknya masih terus akan melakukan penyelidikan terhadap oknum DPR RI yang bernama Andy Efendi yang di duga melakukan pemerasan terhadap Wakil Bupati Jabes E Gaghana. (iwan)

Salindeho Lantik 35 Sekdes Jadi PNS

TAHUNA, Swara Manadonews (23/08/2010)—Sebanyak tiga puluh lima orang sekertaris Desa (Sekdes) di seluruh kampung yang tersebar di Daerah Kabupaten Sangihe, kamis (19/08) lalu, di lantik dan di ambil sumpah oleh  Bupati Kabupaten Sangihe Drs Winsulangi Salindeho menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai peraturan yang telah di tetapkan.

Hal itu di ungkapkan oleh kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Dra Olga Makasidamo kepada sejumlah wartawan di Tahuna. Ia mengatakan, terhitung SPMT 21 Januari 2010 ke TMP 1 Agustus, mereka (Sekdes) sudah menjadi bagian dari Pmerintahan serta penempatan bagi mereka di sesuaikan dengan tempat mereka bekerja sebelum di lantik menjadi PNS.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Drs Winsulangi Salindeho mengharapkan, kepada seluruh Sekdes yang baru di ambil sumpah untuk bisa menjaankan tugasnya masing-masing dengan maksimal agar benar-benar masuk sebagai PNS sudah melalui mekanismmme dan ketentuan yang ada. (iwan)Salindeho Lantik 35 Sekdes Jadi PNS

TAHUNA, Swara Manadonews (23/08/2010)—Sebanyak tiga puluh lima orang sekertaris Desa (Sekdes) di seluruh kampung yang tersebar di Daerah Kabupaten Sangihe, kamis (19/08) lalu, di lantik dan di ambil sumpah oleh  Bupati Kabupaten Sangihe Drs Winsulangi Salindeho menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai peraturan yang telah di tetapkan.

Hal itu di ungkapkan oleh kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Dra Olga Makasidamo kepada sejumlah wartawan di Tahuna. Ia mengatakan, terhitung SPMT 21 Januari 2010 ke TMP 1 Agustus, mereka (Sekdes) sudah menjadi bagian dari Pmerintahan serta penempatan bagi mereka di sesuaikan dengan tempat mereka bekerja sebelum di lantik menjadi PNS.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Drs Winsulangi Salindeho mengharapkan, kepada seluruh Sekdes yang baru di ambil sumpah untuk bisa menjaankan tugasnya masing-masing dengan maksimal agar benar-benar masuk sebagai PNS sudah melalui mekanismmme dan ketentuan yang ada. (iwan)

Pemko Manado Buka Puasa bersama Jemaat mesjid Nurul Yakin Sario Tumpaan


MANADO, Swara Manadonews (23/08/2010)—Safari Ramadhan pemerintah Kota Manado yang ke empat bersama dengan Jemaat Mesjid Nurul Yakin kelurahan Sario Tumpaan kecamatan Sario bersama Muspida, TNI/Polri berlangsung penuh keakraban.
Menjelang detik-detik buka  puasa,  jemaat dan para undangan yang hadir mendapat siraman rohani dari Kepala departemen Agama Kota Manado Drs Hi Saban Amiludin.
Dalam ceramah daqwa tersebut Amiludin mengingatkan kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa hingga hari yang ke 13 agar menjadi  warga kota yang baik dengan terus menjaga toleransi antar umat beragama.
Drs J L Sondakh Assisten I mewakili Walikota Manado dalam sambutannya mengucapkan selamat menunaikan ibadah  Puasa  kepada seluruh jemaat Nurul Yakin karena puasa adalah jawaban iman kepada Allah dan puasa merupakan momentum yang tepat untuk instropeksi diri dan tidak  bosan untuk terus melakukan perbuatan baik.
Sondakh mengajak para umat Muslimin untuk dapat terus menjaga keharmonisan antar umat beragama serta terus menciptakan keamanan. Pemerintah Kota Manado juga mengucapkan banyak terimah kasih kepada seluruh jemaat dan masyarakat  karena telah melaksanakan pemilukada dengan baik dan aman.
Pada kesempatan buka puasa bersama tersebut, Pemerintah Kota Manado  menyerahkan sumbangan uang tunai sebesar lima juta rupiah dan di tambah dengan bantuan dari beberapa kepala SKPD di bawah komando Drs JL Sondakh sebesar lima juta rupiah.(*/demint)

Jumat, 20 Agustus 2010

Camat Pasan Dikecam Warganya

Tak Mampu Motivasi Warga Rayakan HUT Proklamasi

RATAHAN, Swara Manadonews (20/08/2010)—Peringatan HUT Proklamasi ke-65 di Kecamatan Pasan, menyishakan cerita miring. Hal ini dialami langsung Camat Pasan Jantje Rantung, yang menuai kecaman dari warganya sendiri, karena dinilai tidak serius dalam memotivasi warganya dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan, Selasa lalu.

“Kalau di kecamatan lain, masyarakat antusias melaksanakan upacara dan pawai, kenapa Camat Rantung tidak melaksanakan hal ini,” sesal Robby Lumbu, warga Desa Towuntu Timur, Pasan. Tak pelak, Generasi Muda (Germud) Pasan ini-pun meminta bupati agar mengevaluasi kinerja Camat Pasan Jantje Rantung.

Silian Raya Semarak
Di sisi lain, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-65 di Kecamatan Silian Raya, berlangsung semarak. Warga sangat antusias, apalagi peringatan HUT RI kali ini, merupakan yang pertama di kecamatan Silian Raya, sejak dimekarkan beberapa bulan lalu dari kecamatan Touluaan. Bahkan kegiatan di awali dengan upacara bendera bertempat di lapangan Lumentut di Desa Silian Dua.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Camat Silian Raya Drs Boyke Akay. Akay dalam sambutan mengajak, warga Silian Raya untuk memaknai HUT RI ke-65 dengan penuh rasa kebangsaan. Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pawai gerak jalan yang mengelilingi wilayah Silian Raya oleh ratusan siswa dari SD, SMP dan SMA yang ada di Silian, perangkat desa, BDP dan organisasi kemasyarakatan lainnya. (*/otnie)

Loway: Pemkab Belum Pernah Terbitkan Izin Usaha Pertambangan

RATAHAN, Swara Manadonews (20/08/2010)—Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dikenal memiliki kekayaan alam yang mengandung emas. Meski demikian, selama Mitra resmi menjadi kabupaten, belum pernah sekalipun menerbitkan izin usaha pertambangan. Demikian dikatakan Kadis Pertambangan dan Energi (Distamben) Mitra Ir Jantje Loway, Rabu (18/08) di Ratahan.

Dijelaskannya, kekayaan alam mengandung emas itu seperti terdapat di Kecamatan Ratatotok. Di wilayah ini-pun, lanjutnya, belum pernah diterbitkan izin usaha pertambangan kepada perusahan manapun. “Jika ada perusahaan men-dapatkan izin, itu bukan dari Distamben Mitra. Tapi dari Kabupaten lain seperti Pemkab Minahasa Selatan, me-ngingat Mitra dulunya masuk wilayah Minsel. Atau dari Pemerintah Provinsi,” tegas Loway baru-baru ini.

Pernyataan Loway ini sekaligus menjawab keluhan masyarakat Mitra, lebih khusus warga kecamatan Ratatotok yang berharap, agar Distamben Mitra mempertimbangkan pemberian izin tambang kepada sejumlah perusahaan yang ingin mengekspolitasi hasil tambang emas di Ratatotok.

Sebelumnya, Ketua FPDI-P DPRD Mitra Drs Tavif Watuseke mewarning Distamben agar tidak sembarangan mengeluarkan izin tambang kepada perusahaan, lebih khusus untuk lokasi tambang di Desa Ratatotok Selatan. Pasalnya, Jika hal ini terjadi, di-pastikan akan merusak kelestarian hutan di sekitar, terutama DAS (Daerah Aliran Sungai) Ratatotok, sehingga berpotensi menimbulkan bencana banjir. (*/otnie)

BPK Bakal Periksa APBD Mitra TA 2009

Lendo: Pemkab Sudah Siap Diperiksa Kapan Saja

RATAHAN, Swara Manadonews (20/08/2010)—Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Drs Freddy Lendo mengatakan kesiapannya menyambut kedatangan tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Katanya, meski jadwal belum bisa dipastikan, namun pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatu terkait pemeriksaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2009.

“Yang jelas Pemkab Mitra, sudah siap kapan saja BPK datang melakukan pemeriksaan. Soal kapan tim (BPK) datang, kami belum tahu jadwalnya. Namun kapan saja BPK datang, Pemkab sudah siap diperiksa. Jika hari ini (maksudnya kemarin, red) BPK datang memeriksa, pem-kab sudah siap menyambut,” jelas Lendo, Rabu (18/08) lalu di Ratahan.

Di sisi lain, pernyataan terbaru Lendo ini bertolak belakang dengan apa yang disampaikannya lalu. Ketika itu Lendo menyebutkan, bahwa BPK sudah pernah melakukan pemeriksaan awal atas APBD Mitra tahun 2009.

Sementara itu Ketua FPG DPRD Mitra Andries Palar Manoppo SE, mengungkapkan, biasanya LHP BPK sudah ada di daerah paling lambat akhir Juni. “Setahu saya, dari pengalaman dua tahun menjadi Ketua DPRD Mitra, LHP BPK sudah ada paling lambat Juni atau taruhlah awal Juli. Itu waktu maksimal, karena BPK selesai melakukan pemeriksaan pada Mei dan ada satu bulan kira-kira merampungkan pemeriksaan dan merumuskan LHP,” pungkas Plt Ketua Partai Golkar Mitra ini.  (*/otnie)

Agenda Pembahasan KUA-PPAS Masih Tak Jelas

Lasut: Bamus Telah Tetapkan 25 Agustus

RATAHAN, Swara Manadonews (20/08/2010)—Agenda pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Pemkab Mitra masih tak jelas kapan akan di gelar. Pasalnya Pemkab Mitra belum juga memasukkan draf KUA-PPAS ke DPRD Mitra.

Menyikapi ini, wakil rakyat yang dikenal getol memperjuangkan keadilan ini, Katrien Mokodaser, mendesak eksekutif untuk segera memasukkan rancangan tersebut. “Sesuai aturan seharusnya KUA-PPAS ini sudah dibahas dalam bulan Agustus. Apalagi masih banyak dokumen yang segera dilakukan pembahasan, yakni KUA-PPAS untuk APBD-Perubahan 2010, juga menunggu pembahasan R-APBD 2011. Ini juga supaya dapat segera diagendakan pembahasannya,” tandas Wakil Ketua Dekab Mitra ini.

Pernyataan serupa dilontarkan Felmy Pelleng SH, anggota Dewan Mitra dari Partai Amanat Nasional (PAN). Dikatakanya, lambannya eksekutif akan mendatangkan dampak buruk bagi program-program pembangunan ke depan. “Setidaknya program yang sudah disusun tak akan bisa jalan dengan baik. Ujungnya, masyarakat yang susah,” ujarnya.

Sementara Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Mitra Drs Freddy Lendo saat dikonfirmasi mengaku, telah menanda-tangani dokumen KUA-PPAS serta menyurati DPRD Mitra, untuk minta dijadwalkan rapat paripurna penyampaian draf KUA-PPAS oleh Bupati Mitra Telly Tjanggulung. “Pokoknya saya sudah menanda-tangani dokumen KUA-PPAS. Tapi apakah Kepala Bappeda sudah memasukkan ke DPRD saya belum menerima laporan,” tandas Lendo.

Di lain pihak, Ketua DPRD Mitra Tonny Hendrik Lasut AmTm menjelaskan, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Mitra telah menetapkan tanggal 25 Agustus dilaksanakan rapat paripurna penyerahan KUA-PPAS oleh Pemkab. Namun sebelum itu, akan dilakukan paripurna revisi Badan Anggaran (Banggar). “Hal ini sesuai PP Nomor 16 Tahun 2010. Sebab, jika tidak dilakukan revisi Badan Anggaran, tentu pembahasan KUA-PPAS 2010 tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang,” pungkas Lasut. (*/otnie)

Mamuaja Resmi Buka Tomohon International Choir Competition

MANADO, Swara Manadonews (20/08/2010)—Setelah sukses menggelar Tomohon International Flower Festival (TIFF), Kota Tomohon kembali dibanjiri oleh tamu-tamu baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Para tamu ini menjadi peserta Kompetisi Paduan Suara Internasional yang akan berlangsung tanggal 18 sampai dengan 21 Agustus 2010 di Auditorium Bukit Inspirasi Tomohon.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt Gubernur Sulawesi Utara Drs RJ Mamuaja dalam acara bertajuk “Open Ceremony Tomohon International Choir Festival (TIFF) 2010”. Para undangan yang hadir pada acara pembukaan termasuk Plt. Gubernur dan Plt Walikota Tomohon Drs Gerson Mamuaja dan beberapa pejabat Provinsi Sulawesi Utara seperti Asisten Pemerintahan dan Kemasyarakatan Setdaprov Sulut Jeffry Korengkeng, SH MSi, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Sulawesi Utara Ir Ricky Toemanduk, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata drh F Rorinsulu, Kepala Badan Kesbang dan Linmas Drs Arnold Poli SH MAP, Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Dra Lynda Wantania MSi dan beberapa pejabat Pemkot Tomohon, dibuat terkesima dengan penampilan penampilan beberapa Paduan Suara mancanegara yang telah memiliki nama international seperti Artic Light Choir yang berkolaborasi dengan Paduan Suara UNIMA, Mini Male Choir dari Srilanka dan Capitol Glee Club Choir dari Filipina.

Dalam sambutannya Plt Walikota Tomohon Drs Gerson Mamuaja mengatakan, iven ini adalah kelanjutan dari pelaksanaan TIFF yang dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan Kota Tomohon kepada dunia sekaligus dalam rangka menunjang Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka menjadikan daerah ini salah satu unggulan tujuan wiasata di Indonesia.

Sebelumnya Artistic Director Tomohon International Choir Competition Professor André de Quadros yang juga Director School of Music Boston University Artistic Director, USA dalam sambutannya mengatakan, Tomohon bukan saja memiliki bunga-bunga yang indah tetapi juga menyimpan potenmsi suara-suara yang indah. Ia menyampaikan, terimakasih dan sangat terkesan dengan penyambutan yang penuh keramahtamahan dan persahabatan dari masyarakat Kota Tomohon yang telah diterima oleh seluruh delegasi.

Plt Gubernur Sulawesi Utara menyambut, gembira dan memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Kegaiatn ini juga tentunya memberikan nuansa yang lebih meriah dalam rangkaian peringatan HUT Proklamasi ke-65 sekaligus merupakan media pengembangan dan promosi sektor pariwisata.

“Sebagai daerah yang telah ditetapkan menjadi salah satu dari ”The Five Main Tourism Destination” di Indonesia. Disamping itu juga daerah ini telah ditetapkan sebagai Tujuan Iven Meeting, Intensive, Conference and Exhibition (MICE) dan kegiatan ini tentunya sangat tepat untuk menunjang program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” tandas Mamuaja. Kompetisi paduan suara TICC diikuti oleh kurang lebih 38 peserta dari dalam negeri dan 1 peserta dari Swedia, 1 peserta dari Filipina, 1 peserta dari Srilanka. (*/otnie)