Kamis, 15 Juli 2010

PUSKESMAS MANADO BAKAL TERIMA BOK

MANADO, suara manadonews (15/07/2010)Sebanyak 15 Puskesmas yang ada di Kota Manado akan segera menerima dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari Departement Kesehatan Pusat guna untuk memaksimalkan kinerja para pegawai yang ada di setiap puskesmas.




Kepala Bidang Promosi Kesehatan Jimmy Lalita kepada  beberapa wartawan di ruangannya siang tadi menjelaskan bahwa untuk pertama kali di kota Manado akan mendapat bantuan dana dari Departemen Kesehatan Pusat dan setiap puskesmas akan mendapat dana sebesar 22 juta rupiah dan akan di gunakan untuk tuju jenis kegiatan puskesmas.

Lebih jauh di jelaskan Jimmy bahwa dana BOK ini sudah ada di kantor Pos dan akan di cairkan melalui rekening puskesmas masing-masing. Dana bantuan operasional kesehatan akan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan peruntukkannya sepanjang di gunakan dengan sebaik-baiknya, ada kemungkinan tahun depan akan meningkat menjadi 100 juta rupiah per puskesmas. (*/denny m)

‘Oemar Bakrie’ Mitra Segerah Terima Tunjangan

RATAHAN, suara manadonews (15/07/2010)—Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sebagai implementasi dari Sisdiknas nomor 20 tahun 2003.  Diharapkan terjadi suatu inovasi yang signifikan di mana muaranya untuk menjadikan masyarakat Indonesia yang cerdas dan memiliki IMTAQ, agar dapat membangun dirinya sendiri, bertanggungjawab serta berkompetensi di masa yang akan datang.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Mitra Ir D Moody Rondonuwu MT, bentuk nyata dari kepedulian pemerintah terhadap guru, maka pemerintah pemberikan Tunjangan Profesi Guru Satu Kali Gaji Pokok, pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan Guru (TTPG) sebesar Rp 250.00/bulan dan pemberian Tunjangan Fungsional Guru Non PNS Rp 220.000/bulan. Proses pemberian tunjangan khususnya Profesi Guru dan TTPG (Non Sertifikasi) didasarkan pada Keputusan Presidan Nomor 56 Tahun 2010.

Guna persiapan pembayaran tunjangan para Oemar Bakrie ini, lanjut Mantan Dosen Tehnik Arsitektur ini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara melalui Dinas Dikpora saat ini sedang melakukan verifikasi data sesuai persyaratan kelengkapan berkas, yang dimasukkan oleh para guru yang berhak menerima. Dan khusus guru sertifikasi kuota tahun 2007,2008 proses realisasinya akan diproses melalui Kab/Kota. “Sedangkan guru sertifikasi kuota tahun 2009 dan tunjangan fungsional guru non PNS akan diproses melaliu Diknas Provinsi yang teralokasi pada dana Dekosentrasi,” tandas Rondonuwu.

“Pokoknya untuk pembayaran Tunjangan Profesi akan dilaksanakan sepanjang bulan Juli 2010 dan dananya akan di terima langsung oleh guru penerima, melalui rekening bank untuk 6 bulan. Terhitung sejak bulan Januari sampai Juni, sebab mengacu pada surat DIRJEN PMPTK nomor 8581/F1/LL/2010. Namun saat ini Pemerintah kabupaten Mitra masih menunggu Juknis,” ungkap Kabid Perencanaan Roosje Arikalang SPd. (*/otnie)

Sarundajang Boltim Terus Mengalami Kemajuan

MANADO, suara manadonews (15/07/2010)—Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam kunjungan kerja kali ini di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim ) Senin (12/07), melakukan penguntingan pita, sekaligus penanda tanganan prasasti penggunaan Gedung Auditorium Kantor Bupati Boltim di tutuyan.

Usai Pengresmian gedung tersebut, langsung digunakan untuk kegiatan peringatan Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW 27 Rajab 1431 H oleh Pemerintah dan Masyarakat Boltim dengan Gubernur Sulut hasil pilihan rakyat pertama di Sulut ini.

Sarundajang menilai, Boltim dibawah kepemimpinan Penjabat Bupati Kandoli Mokodongan terus mengalami kemajuan khususnya infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan dan gedung. Ini membuktikan bahwa ternyata saya tidak salah menunjuk orang sebagai penjabat Bupati Boltim dan ternayata Kandoli telah berhasil membawah perubahan di Kabupaten yang baru ini, ujarnya.

Walaupun masa jabatannya hanya singkat namun Kandoli telah berhasil meletakan dasar-dasar yang baik bagi masyarakat di daerah ini. Mudah – mudahan siapapun yang nantinya menggantikan Kandoli setidaknya akan mampu meningkatkan tugas-tugas pelayanan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Sarundajang juga menyebutkan, jalan tutujan – pinolosian dipastikan tahun depan sudah selesai dikerjakan sebab dananya sudah ada, termasuk kantor bupati dan kantor dewan serta kelengkapannya juga selesai tahun depan, katanya.

Sementara Bupati Kandoli Mokodongan mengatakan, gedung auditorium kantor Bupati menghabiskan dana sekitar Rp. 4,1 M sedangkan dana sekitar Rp. 296 M untuk pembangunan jalan, jembatan dan gedung. Saat ini Pemkab sudah selesai membangun jalan menuju moad, motongkat dan maga. (*/otnie)

Diknas Kota Manado di Bobol Maling

MANADO, suara manadonews (15/07/2010)Kantor Pendidikan Nasional Kota Manado untuk kedua kalinya di bobol maling, ruangan kepala dinas di acak-acak, pintu dan brankas di rusaki maling.


Dari informasi yang di dapat dari salah satu petugas penjaga keamanan di Kantor pendidikan Nasional Manado, Samadi,  mengatakan sepertinya pencuri beraksi di dini hari sekitar jam dua malam dan merusakan pintu ruangan kepala dinas, bukan hanya itu saja, lemari, brankas yang ada di dalam ruangan juga di rusak dan berkas-berkas yang ada di meja kepala dinas di buat berantakan oleh orang yang belum di ketahui identitasnya.

Kejadian ini di benarkan oleh Kapolsek Tikala menurutnya, sudah ada laporan dari pihak Diknas Kota Manado yang sampai saat ini pihak Kepolisian akan tetap mencari data-data yang autentik di lokasi dan akan menangkap para pelaku perusak di kantor tersebut.

Kepala Dinas Pendidika Kota Manado Dr Ferry P Karwur SH sampai berita ini di naikkan belum bisa di temui karena sementara melaporkan kejadian ini kepada Walikota Manado, dari informasi yang di dapat di lokasi kejadian bahwa tidak ada satu barangpun yang hilang begitu juga dengan berkas-berkas penting yang ada di ruangan kepala dinas hanya barang-barang yang ada di ruangan di acak-acak dan di rusak.(*/denny m)

Desa Towuntu Barat Gelar Syukuran

PASAN, suara manadonews (15/07/2010) Masyarakat desa Towuntu Barat Gelar  syukuran terbentuknya desa tersebut di kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Syukuran yang di gelar dalam bentuk ibadah bersama itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mitrta Drs Freddy F Lendo. Selain itu dirangkaikan dengan pemasangan papan nama Kantor desa dan syukuran pelantikan perangkat desa Selasa (13/07).  

Ibadah yang dipimpin oleh Pdt Lintje Lengkong Nender STh, mengambil nas Firman Tuhan dalam Keluaran 18:21-27. Menurut Nender,  dalam melaksanakan segala sesuatu , pemimpin harus cakap, takut akan Tuhan, dapat dipercaya dan membenci pengajaran suap.

Sekda Mitrta Drs Freddy F Lendo dalam sambutannya, mengatakan, bahwa para perangkat yang ada harus mengutamakan kepentingan masyarakat, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan berlaku sebagai pelayan masyarakat. Masyarakat harus takut akan Tuhan, menghadirkan masyarakat yang diberkati. “Masyarakat juga harus mendorong generasi muda bertanggung-jawab, dalam menggunakan waktu untuk belajar, kecakapan perlu ditanamkan sejak dini menyekolahkan anak,” ujar Lendo.

Sekda mengharapakn, agar masyarakat mensukseskan Pemilukada yang akan digelar 3 Agustus mendatang, dengan cara menggunakan hak pilih sesuai hati nurani dan menjaga keamanan dan ketertiban. Sementara Hukum Tua desa Towuntu Dirk Wagania memberikan laporan mengenai profil desa yang baru dibentuk tersebut kepada Sekda dan masyarakat Towuntu Timur. (*/otnie)   

Pemkab Mitra Gelar Rakorev

RATAHAN, suara manadonews (15/07/2010)—Rapat Koordinas Evaluasi (Rakorev) kinerja, jajaran Pemkab Minahasa Tenggara (Mitra), bertempat di kantor SKPD yang baru, Selasa (13/07), yang dipimpin langsung oleh Sekda Mitra Drs Freddy F Lendo,  Rakorev ini diikuti oleh seluruh kepala SKPD tanpa diwakili. Pada awal pelaksanaan rapat didahului dengan penyampaian dari Dinas Kesehatan, tentang informasi mewabahnya penyakit Cikungunya dan mekanisme pencegahan serta cara mengatasi penyakit tersebut.

Mewabahnya penyakit ini mendapat perhatian serius dari Pemkab Mitra, sehingga seluruh kepala Puskesmas dan dinas kesehatan turut hadir dalam rapat tersebut, untuk membahas tentang wabah ini. “Jadi dalam waktu dekat yaitu minggu ketiga bulan Juli, akan dilaksanakan pengobatan gratis di seluruh kecamatan,” ucap Kadis Kesehatan Mitra dr Lili Mawati.

Selanjutnya,  dalam rapat tersebut Sekda mengevaluasi pelaksanaan tugas di seluruh SKPD Keasistenan I, dimana hasil pelaksanaan pemekaran kecamatan dan desa/kelurahan, batas wilayah Mitra-Boltim, penyaluran ADD serta tak kalah pentingnya adalah menyangkut masalah Pemilukada Sulut. Kemudian di bidang Keasistenan II hal-hal yang mendapat perhatian adalah menyangkut proses pembangunan dan realisasinya di Mitra, menyangkut keikutsertaan Mitra pada beberapa event promosi melalui pameran di beberapa tempat di Indonesia.

Selanjutnya di bidang keasistenan III mengenai rencana penyiapan RAPBD 2011, pertanggung-jawaban pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2010 dan lain sebagianya. Dalam kesempatan tersebut juga Sekretaris KPU Mitra Drs Nasarudin Manoso diberikan kesempatan untuk melaporkan kesiapan pelaksanaan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur di Mitra.

Sekda Drs Freddy Lendo kepada wartawan mengatakan, pelaksanaan Rakorev ini memang rutin dilaksnakan oleh Pemkab Mitra, dimana setiap tiga bulan dilaksanakan evaluasi kinerja semua SKPD. “Pokoknya Rakorev ini tidak ada kaitannya untuk dukung mendukung Calon Gubernur tertentu. Sebab PNS harus netral jelang Pemilukada,” pungkasnya. (*/otnie)    

Duta Bangsa Nusantara Dukung Gerakan Moral

MANADO, suara manadonews (15/07/2010)Ketua Lembaga Duta Bangsa Nusantara (DBN) Wilayah Sulawesi Utara, Asnat Baginda, menghimbau kepada seluruh masyarakat Manado untuk bersama-sama mensukseskan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) kota Manado, yang akan digelar 3 Agustus nanti agar bisa berlangsung secara damai.


Asnat berpendapat bahwa kualitas sebuah Pemilukada juga ditentukan dari tingginya tingkat partisipasi masyarakat. Tidak hanya itu, ketua LSM yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses Pemilukada Kota Manado ini hingga saat ditetapkannya Walikota dan Wakil Walikota pilihan rakyat.


“Kami dari Lembaga Duta Bangsa Nusantara sudah memiliki komitmen untuk mengawasi jalannya Pemilukada Kota Manado ini, agar bisa berlangsung dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku, agar supaya Pemilukada Manado kali ini benar-benar menghasilkan pemimpin yang berkualitas.” ujar Tokoh Muda yang juga politisi ini.

Ketika ditanya soal kualitas kesembilan pasang kandidat yang akan bertarung nanti, Asnat berpendapat bahwa pada dasarnya semua kontestan baik dari segi visi dan misi yang ditawarkan kepada masyarakat. Akan tetapi, tolok ukur kelayakan suatu pasangan untuk menjadi pemimpin kota Manado tidak hanya terletak pada visi dan misinya. Masih ada faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan, seperti kualitas pasangan, latar belakang partai pengusung dan yang paling penting adalah rekam jejak dari pasangan kandidiat itu sendiri.

“Percuma memiliki visi, misi dan program kerja yang bagus, jika calon pemimpin itu sendiri tidak memiliki komitmen untuk melaksanakannya sesuai dengan harapan. Akhirnya semua hanya kan menjadi lip service saja.”

Untuk itu, Asnat menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Manado untuk betul-betul memperhatikan track record para kandidiat yang akan dipilihnya nanti. Jangan sampai mereka terpengaruh aksi bagi-bagi uang sperti yang disinyalir dilakukan oleh beberapa oknum kandidat. “Itu adalah bentuk pembodohan kepada masyarakat,“ tegas Asnat. Ia menambahkan, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam pemilukada di Indonesia ini menjadi ajang pertarungan antara nurani dan uang. Namun dirinya yakin masih banyak warga Manado yang masih memiliki nurani dan idealisme, sehingga tidak mudah dibeli dengan sekedar uang 50 ribu rupiah atau 5 kg beras.

Ketika ditanya, siapa kandidat yang memenuhi kriteria seperti yang diharapkan dengan tegas Asnat menjawab “Louis-Rizali.” (pasangan Louis Nangoy, SH. dan KH. Drs. Rizali M. Noor).

“Menurut kami, pasangan Louis-Rizali-lah yang paling pantas memimpin kota Manado ke depan. Pengalaman dan kapasitas intelektual mereka sangat bisa diandalkan. Tapi yang terpenting bagi kami adalah moralitas yang dimiliki keduanya menjadi garansi bagi terwujudnya kota Manado yang sejahtera, berkeadilan dan bermartabat, sesuai dengan visi mereka. Kami, Lembaga Duta Bangsa Nusantara secara kelembagaan menyatakan dukungan kepada kedua pasangan ini,” pungkasnya.

Rabu, 14 Juli 2010

Dana Pemilukada Kota Bitung Capai Rp 8 Miliar

BITUNG, suara manadonews (14/07/2010)—Dana Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang bersumber dari APBD Kota Bitung, sebelumnya untuk KPU saja Sekitar Rp 6 miliar naik menjadi Rp 8 miliar lebih setelah adanya APBD Perubahan. Hal ini dikatakan Asisten IV Bidang Pemerintahan Pemkot Bitung Drs Petrus S Tuange.

“Jadi dana untuk pengamanan selama Pemilukada sebelumnya hanya Rp 2 miliar lebih naik menjadi Rp 4 miliar lebih. Begitu juga untuk Panwaslu sebelumnya hanya Rp 700 juta naik menjadi Rp 1 miliar lebih,” ujar Tuange .

“Dana tersebut berbentuk hibah,” ungkap Petrussembari menambahkan, berapa-pun yang diminta selama masih dalam aturan akan di berikan oleh Pemerintah kota. Kewajiban KPU dan pemerintah, dalam hal ini pihak pengamanan Pilkada atau polisi dan panwaslu apabila telah selesai pelaksanaan Pilkada di Kota Bitung harus melapor langsung kepada Menteri Dalam Negeri. “Sebab pihak BPK akan terjun langsung untuk mengaudit setiap pengeluaran yang dilakukan oleh KPU, kepolisian dan Panwslu selama berlangsungnya Pilkada di Kota Bitung,” pungkasnya. (ayu dewi)


Lomban Lantik Pejabat Pemkot Bitung

BITUNG, suara manadonews (14/07/2010)—Sekretaris daerah kota Bitung Max J Lomban SE MSi yang didampingi kepala badan kepegawaian daerah pendidikan dan pelatihan kota Bitung Ferdinand Tangkudung SIP MSi Selasa (13/07) melantik 62 pejabat eselon II,III dan IV di lingkungan pemerintah kota Bitung, pelantikan yang dilaksanakan di lantai IV kantor Walikota ini terdiri dari 2 orang pejabat eselon II. Yakni  kepala bagian pengelolaan keuangan daerah dari Drs Petrus Tuange digantikan oleh Franky Sondakh SE. Kemudian Asissten I Bidang Tata Praja dan Pembangunan Drs DJ Mamesah MSi yang akan Masuk Masa Pensiun (MMP) digantikan oleh Drs Edison Humiang yang dulunya menjabat Assisten IV Bidang Administrasi Keuangan.

Sedangkan posisi yang di tinggalkan Humiang digantikan oleh Drs Petrus Tuange. sedangkan untuk posisi eselon III/a 1 orang, eselon III/b 7 orang, eselon IV/a 34 orang, eselon IV/b 12 orang kepala sekolah 3 orang dan 1 orang memasuki masa pensiun yakni Drs DJ Mamesah MSi yang akan dipersiapkan menjadi direktur bangun Bitung untuk pengelolaan KMP.Tude.

Sekretaris daerah kota Bitung Max J Lomban SE MSi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa rolling pejabat adalah merupakan hal yang biasa dalam sebuah pemerintahan atau institusi. Tujuannya adalah disamping pengisian jabatan lowong juga untuk penyegaran aparatur pemerintahan. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan kondisi dasar, yakni kompetensi dan kinerja.

“Oleh sebab itu bagi pejabat yang baru dilantik Saya mengharapkan, agar dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tekun, disiplin, jujur dan profesional dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Jadi kepercayaan yang diberikan akan dapat dipertanggung-jawabkan dengan konkrit melalui karya nyata di bidang tugas yang di emban,” pungkasnya.

Sedangkan kepada pejabat yang di ganti oleh karena memasuki masa pensiun diucapkan terima kasih atas semua karya dan pengabdian yang telah di berikan kepada pemerintah dan masyarakat kota Bitung. (ayu dewi) 

Tuange :Tunjangan Sertifikasi Guru di Bitung Segerah Disalurkan



Habiskan Rp 6, 101 Miliar

BITUNG, suara manadonews (14/07/2010)—‘Oemar Bakrie’ di Kota Cakalang mulai legah, pasalnya Tunjangan Sertifikasi Guru dan Non Sertifikasi akan segerah cair dalam bulan ini. Hal ini dikatakan Petrus S Tuange, saat ditemui di ruang kerjanya usai dilantikannya sebagai Asisten IV Bidang Keuangan dan Aset Pemkot Bitung yang baru, yang menggantikan Edison Humiang yang sekarang menjabat Asisten I bidang Pemerintahan Pemkot Bitung.

Lanjutnya, yang akan di bayar nanti adalah tunjangan sertifikasi guru dan non sertifikasi selama 6 bulan. “Jadi untuk tunjangan guru yang bersertifikasi sebanyak Rp 4,75 miliar dan untuk guru yang non sertifikasi sebanyak 2, 26 miliar rupiah,” ujarnya.

Diharapkan, dengan terbayarnya tunjangan tersebut kualitas dari guru-guru di lebih meningkat, terutama dengan dicanangkannya program wajib belajar sembilan tahun oleh pemerintah pusat. (ayu dewi)


Paula Lengkong Pimpin BPP Pikat

MANADO, suara manadonews (14/07/2010)—Tujuan dari PIKAT adalah untuk mendidik wanita yang berpendidikan formal maupun non formal agar memperoleh keterampilan atau keahlian seperti memasak, menjahit serta berbagai keterampilan yang lain sehingga bisa menciptakan sesuatu yang kreatif. Hal itu dikatakan oleh Gubernur Sulut S H Sarundajang sebagai Pelindung BPP PIKAT yang diwakili oleh Kadis Sosial, Ir Ricky Tumanduk pada acara pelantikan Badan Pengurus Pusat PIKAT dan peringatan Ulang Tahun ke- 93 PIKAT di Gubernuran Bumi Beringin pekan lalu.

Diharapkan saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi berbagai program kegiatan cerdas dan kreatif dalam organisasi, ujar Tumanduk. Penasehat BPP PIKAT, Ny Deetje Sarundajang-Laoh Tambuwun mengatakan, PIKAT adalah salah satu organisasi yang dibentuk karena kecintaan ibu kepada anak untuk membangun Negara tercinta ini. “Semua upaya maupun pola pikir harus disesuaikan dengan keadaan sekarang termasuk anggaran dasar agar program- program yang sudah dicanangkan selama 5 tahun kedepan dapat berjalan dengan baik,” ujar istri Gubernur Sulut ini.

Sebagai Ketua Umum (Ketum) BPP PIKAT yang baru, Ny Paula menghimbau dan mengajak kepada pengurus agar bekerja sama dan saling menopang dalam membangun organisasi PIKAT ini.

Musyawarah Nasional (Munas) BPP PIKAT ke-12 berhasil memilih Pengurus Baru Periode 2010 – 2015 sebagai Ketum Ny Paula Lona- Lengkong SH MSi, Sekum Ny J Lambey dan Bendahara Umum dipercayakan kepada Dra Ny Pascoal Dumanaou. Pengurus ini dilengkapi pula dengan ketua- ketua bidang.  Organisasi PIKAT ini berdiri pada tahun 1917 di Manado oleh Maria Walanda Maramis. Sekarang, PIKAT telah memiliki 55 cabang di beberapa daerah di seluruh Indonesia. Beberapa perwakilan pengurus PIKAT yang menghadiri acara pelantikan dan perayaan ulang tahun PIKAT ini yakni dari Bekasi, Makasar, Surabaya dan Bandung. (*/otnie)


Sarundajang : Pemuda Hendaklah Menjadi Tulang Punggung Gereja

MANADO, suara manadonews (14/07/2010)—Perkemahan karya Pemuda GMIM Wilayah se-Minahasa Utara dilaksanakan didesa kaleosan Kecamatan kalawat Pembukaan Perkemaahn diawali dengan ibadah dipimpin oleh Pendeta Lambert Mandagi MTh dalam khotbahnya ”kepada pemuda Gereja hendaklah menjadi contoh dalam setiap aspek kehidupan baik dilingkungan bermasyarakat, jemaat, pendidikan, pekerjaan.

SHS dalam sambutannya, sangat bangga dengan pemuda Gmim yang kreatif serta memiliki idialisme yang kuat, dengan perkemahan karya Pemuda ini SHS mengharapkan kepada Pemuda GMIM untuk selalu menjadi kader yang kokoh tidak lemah serta pemuda harus menjadi tulang punggung, pelindung dan pemersatu terhadap gereja/umat Tuhan, bangsa dan negara,

Karena menurut Shs yang juga Gubernur Sulut kebanggaan Rakyat ini selalu mengingatkan khususnya generasi muda adalah merupakan penerus cita-cita dan masa depan bangsa dan negara. Ditengah-tengah perkembangan Dunia dan era globalisasi, pasar bebas SHS mengajak masyarakat khususnya Pemuda mampu menjadi pelindung dalam setiap pengaruh perubahan dunia tersebut disamping itu maraknya penggunaan Narkoba SHS mengingatkan Pemuda harus menjadi Pelopor sebagaimana Komitmen Pemuda GMIM sebagai anti narkoba karena Narkoba sangat berbahaya untuk kelangsungan Generasi dimasa yang akan datang.

Acara perkemahan karya pemuda se-wilayah Minahasa Utara semakin semarak setelah dibuka oleh Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Hari Sarundajang. Hadir dalam acara tersebut Drs Djouhari Kansil MPd, Ketua Bappeda Prov Sulut, Ketua Pemuda Sinode GMIM Pnt Billy Lombok, Kaban Kesbang Kabupaten Minut dan Camat Kalawat. (*/otnie)

Golkar Menang Voting, Gerindra Gabung Demokrat

MANADO, suara manadonews (14/07/2010)—Paripurna Pembentuan alat kelengkapan DPRD Kota Manado berlangsung a lot. Pendapat Fraksi Gerindra lewat Ketuanya Conny Romondor, saat itu melemparkan Opsi- A sebagai acuan pembentukan Badan Kelengkapan. Menurutnya keanggotaan kelima fraksi yang duduk di Badan Musyawara, Badan Anggaran, Badan Legislasi, yakni Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi PDIP, Fraksi Kerakyatan, serta Fraksi Amanat Persatuan, pembagiannya harus merata masing-masing kebagian 8 kursi. Hal ini oleh Fraksi Golkar yang dimotori oleh Ronald Salendu, tidak menyetujui dengan mengajukan Opsi-B, dimana acuanya dilihat dari prosentase kursi tiap fraksi di dewan.

Saking alotnya Paripurna itu Conny Rumondor, dengan keras menyatakan bahwa Fraksi Gerindra di DPRD Manado akan bergabung dengan Fraksi Demokrat. “Pimpinan perlu diketahui Fraksi Gerindra akan begabung dengan Fraksi Demokrat,” kata Rumondor lantang.

Setelah dilakukan Voting dengan hasil Opsi-B Golkar yang menjadi patokannya ini langsung disahkan oleh dua Wakil Ketua Dewan, sebagai Pimpinan Paripurna saat itu, Moor Domingus Bastiaan dan James Karinda. Sangat menarik Sonny Lela (Partai Buruh) Yang tadinya bergabung dalam Fraksi Gerindra, lewat surat pernyataan yang dibacakan Sekretaris Dewan (Sekwan) Drs Denny Mandagi, langsung menyatakan mundur, memilih bergabung dengan Fraksi Golkar.

Wakil Ketua Moor Bastiaan seusai Paripurna menyampaikan, pembentukan kelengkapan ini, segerah akan dirampungkan bersama dengan Badan Kehormatan (BK). “Dalam waktu yang tidak lama lagi semua kelengkapan dewan sudah terbentuk termasuk Badan Kehormatan,” ujarnya. (ronny pamungkas)


Paat dan Wantania Jawara Nyong Nona Manado 2010

MANADO, suara manadonews (14/07/2010)—Malam grand final pemilihan Nyong dan Nona Manado tahun 2010 Jumat pekan lalu, yang dilaksanakan di Manado Convention Center (MCC)  berakhir sukses. Hadir sebagai jawara kali ini, wakil Nyong dari Sario Rocky Paat, dan Tasia Wantania, sebagai wakil nona dari Kecamatan Wanea, keduanya resmi menyandang predikat baru sebagai Nyong dan Nona Manado tahun 2010. Sudah bisa diprediksi dari semula, performance Rocky Paat dan Tasia Wantania  malam itu terlihat tanggap saat diuji masing-masing satu pertanyaan dari  Walikota Manado Robby Mamuaja. Dan itu dibuktikan saat pengumuman hasil oleh dewan juri menempatkan keduanya terpilih sebagai juara.

Optimisme Walikota Manado Drs Robby Mamuaja, dengan terpilinya Nyong dan Nona Manado tahun 2010 sangatlah besar, sebab menurutnya dengan terpilih Paat dan Wantania akan menjadi wakil Kota Manado diajang pemilihan Nyong dan Noni Sulut. Diingatkan pula, Nyong Dan nona harus mempunyai kemampuan menguasai bahasa Inggris yang fasih.

Lebih jauh, Mamuaja, mengatakan kedepan Nyong dan Nona Manado, akan diberdayakan untuk menjadi duta mempromosikan potensi yang dimiliki Kota Manado. “ Nyong dan Nona Manado, akan diberdayakan, tidak hanya menjadi penerima tamu, namun akan berbuat dengan kreasi tupoksi di tengah-tengah masyarakat, “ tegas Mamuaja.

Menariknya, usai penganurahan dan penyematan selempang terhadap Nyong dan Nona Manado tahun 2010, mendapat hadia tambahan dari Walikota yang juga selaku presiden komisaris Bank Sulut, sehingga ditawarkan untuk menjadi pegawai Bank Sulut jika berkendak. “ Kalau mau, saya menawarkan untuk menjadi pegawai Bank Sulut dan tidak lagi dites, hanya akan dipoles sedikit,” ujar Mamuaja. Dengan demikian, Tasia Wantania dan Rocky Paat, bersama dengan wakil satu dan dua akan mewakili Manado, dalam pemilihan Nyong dan Noni Sulut. (ronny pamungkas)

Sembilan Keluarga Kawin Emas Harmonis Terima Penghargaan

Syukuran Kecamatan Silian Raya

SILIAN, suara manadonews (14/07/2010)—Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) Telly Tjanggulung (T2) yang diwakili Sekda Drs Freddy Lendo menyerahkan piagam penghargaan keluarga harmonis pernikahan emas 50 tahun kepada sembilan keluarga yang ada di kecamatan Silian Raya atas kerjasama Pemkab Mitra dengan Komisi Daerah Lansia Sulut dan BKKBN Sulut pekan lalu.

Penyerahan piagam ini dilaksanakan dalam acara syukur peresmian kecamatan Silian Raya.Rangkaian acara syukur tersebut diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Drs.Freddy Lendo.dalam laporan Camat Silian Raya Boyke Akai SE, Terbentuknya kecamatan Silian Raya adalah merupakan program prioritas kabupaten Minahasa Tenggara dan di respon secara positif oleh seluruh Kecamatan Silian Raya.

Suatu keunikan yang terjadi pada saat pemekaran,desa dan Kecamatan Silian Raya adalah salah satu Desa di Kecamatan Silian Raya dimana Desa Silian, baru berusia 2,5 tahun berdasarkan peraturan dan perundang-undangan belum bisa di mekarkan karena sesuai aturan kurang lebih 5 tahun. Namun di luar dugaan yang terjadi justru desa tersebut dapat dimekarkan menjadi 3 desa yaitu desa Silian,Silian Utara, dan Silian Timur. “Ini semua terjadi oleh karena respon Pemerintah kab Mitra dalam hal ini Bupati Minahasa Tenggara Telli Tjanggulung, DPRD Mitra dan doa dari seluruh masyarakat Silian Raya lebih khusus hanya oleh berkat Tuhan,” ujar Akay.

Dalam sambutannya T2 yang dibacakan oeh Sekda Drs Fredy Lendo mengatakan, ucapan selamat kepada pemerintah dan masyarakat kecamatan Silian Raya yang telah resmi menjadi kecamatan devinitif. “Saya bekeyakinan percepatan pembangunan dan pelayanan mampu menyentuh aspek aspek yang dahulu dirasa belum terjangkau secara optimal, guna peningkatan pelayanan publik agar kesejahteraan rakyat lebih merata,” ujar Lendo.

“Selamat bekerja bagi aparat pemerintah kecamatan maupun juga desa desa yang tersebar dikecamatan Silian Raya sehingga dapat berkoordinasi dengan Pemkap Mitra dengan baik,” pungkas Lendo. Hadir juga atas undangan masyarakat dr Elly Engelbert Lasut ME, Asisten I Drs Frans Rolos dan sejumlah Pejabat Pemkab Mitra. (*/otnie)