Kamis, 12 Agustus 2010

Hari pertama Puasa, PNS Muslim Diberikan Toleransi Khusus

AMURANG, suara manadonews (12/08/2010)—Dihari pertama umat islam merayakan bulan puasa ,langsung ditanggapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, bagi Pegawai Negeri Sipil yang beragama islam yang ada di jajaran Pemkab.

Dikatakan Sekertaris Daerah (Sekda) Drs Novi Mangangantung ,bagi para PNS yang beragama islam mendapat toleransi . “Khusus yang beragama islam, Pemkab memberi toleransi untuk tidak ikut apel pagi dan pulang lebih awal,sebelum apel sore,” kata Kabag Humas dan Protokoler Sekertariat Pemkab Minsel Drs Ferry Lengkong.

Pemerintah Kabupaten juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat muslim di Minsel, sambil menghimbau warga non muslim supaya menghargai warga yang sedang menjalankan ibdaha puasa. “Kita jaga kerukunan umat beragama, karena saat ini umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa ,saya tahu warga non muslim ,yang ada di kabupaten minsel akan menghargai jalannya ibadah puasa ini,” tambah Lengkong.

Kepala Badan dan Kepegawaian Drs James Tombokan ketika ditanyai tentang PNS yang diberikan toleransi untuk tidak mengikuti apel pagi dan apel sore. “Kami sudah menyurat kesetiap SKPD, supaya dapat memberikan kebijakan bagi PNS yang beragama muslim,supaya tidak mengikuti apel pagi dan apel sorte,ini buykan hanya di klabupaten minsel tetapi seluruh Indonesia,kebijakan ini berlaku,” ujar pria yang di kenal disiplin ini. (drim's)

Proyek Pelebaran Jalan Tombatu, Macetkan Arus Lalin

Tombatu, suara manadonews (12/08/2010)—Proyek pelebaran jalan Ratahan-Tombatu dikeluhkan para pengendara dan warga sekitar. Pasalnya, akibat pekerjaan proyek berbandrol sekitar Rp 10 Miliar ini, telah membuat arus-lalu-lintas macet. Padahal ruas jalan ini, adalah jalan provinsi yang tiap hari dilalui oleh ribuan kendaraan bermotor. Gawatnya, pihak kontraktor seperti tidak peduli dengan keluhan warga, dengan terus menahan alat berat berupa eskavator berada di badan jalan.

“Seharusnya jika pihak kontraktor menggunakan alat berat, apalagi alat eskavator, lokasi seputar pekerjaan proyek harus dijaga petugas dari kepolisian. Sehingga dapat sekaligus bertugas mengatur arus lalu-lintas,” ujar Noldy salah-satu pengguna jalan kepada suara manadonews ini kemarin. Soalnya, akibat pekerjaan ini, membuat arus lalu-lintas macet hingga berjam-jam. Belum lagi pihak kontraktor yang terlihat hanya mementingkan kepentingan pribadi.

Sejumlah penggendara lain-nya juga meminta aparat kepolisian untuk menegur pihak kontraktor yang nekad menggunakan semua badan jalan. Begitu-pun dengan warga sekitar tak sedikit mengeluh-kan proyek ini. Pasalnya, selain menebar abu, dan memacet-kan arus lalu-lintas, proyek ini juga telah mengotori halaman rumah dari warga. Bahkan beberapa warga mengaku tidak puas dengan hasil pekerjaan pihak kontraktor. “Masa beberapa lokasi yang sudah disiram aspal, belum lama sudah terlihat rusak,” ujar beberapa warga Rabu (11/08) kemarin di Tombatu.

Sementara Kepala Dinas PU dan SDA Mitra Ir Welly Munaiseche MSi saat dikonfirmasi via telpon selularnya berjanji akan menindak-lanjuti keluhan warga tersebut. Menurut Munaiseche, setahu dia proyek pelebaran jalan Ratahan-Tombatu ini di awasi petugas dari kepolisian. Apalagi proyek ini menggunakan alat berat, seperti eskavator. Soal adanya beberapa titik pekerjaan pengaspalan yang sudah mengalami kerusakan, kata Munaische akan tetap diperbaiki. Sebab, pekerjaan belum mencapai 100 persen. Bahkan dalam masa pemeliharaan, jika mengalami kerusakan wajin diperbaiki pihak kontraktor. “Nanti saya sampaikan kepada pengawas lapangan untuk mencari jalan alternative agar tidak memacet-kan arus lalu-lintas. Apalagi itu jalan provinsi,” tegasnya. (***)

Antisipasi Busuk, Petani Desa Wiau Lapi “Panggang” Cengkih

TARERAN, suara manadonews (12/08/2010)—Fenomena alam yang sering berubah dan kebanyakan hujan membuat petani cengkih H2C alias Harap-Harap Cemas pasalnya dengan curah hujan yang cukup tinggi otomatis cengkih yang di petik mengalami kesulitan untuk di keringkan dan akan berakibat busuk yang sudah barang tentu kwalitas cengkih akan berpengaruh sehingga hargapun akan anjlok.

Mengatisipasi hal tersebut sejumlah petani cengkih yang ada di desa Wiau Lapi mengantisipasi pengeringan dengan cara memanggang untuk terhindar dari kerugian, Jeff Rompas yang di temui SM saat sedang memanggang cengkihnya mengatakan “Dengan cara bagini torang pe cingkeh nda tako mo jadi budo (putih), kalu mo harapkan matahari nda mungkin mo kering lantaran skarang musim hujan jadi terpaksa itu cingkeh torang panggang” hal senada di utarakan Max Waani ,menurut pria paroh baya ini kalau nda mo panggang tentu cengkihb akan busuk dan sangat memepengaruhi harga karena pembeli akan menawar cengkih tersebut dengan harga yang tidak sesuai. (drim”s)

Puluhan Dekab Mitra ‘Melancong’ (lagi) ke Jakarta

RATAHAN, suara manadonews (12/08/2010)—Puluhan Dewan Kabupaten (Dekab) Minahasa Tenggara (Mitra) Rabu (11/08) kemarin dikabarkan ‘melancong’ lagi ke Jakarta. Diperoleh informasi para wakil rakyat Mitra ini segaja diberi ‘pasiar’ ke luar daerah oleh eksekutif, untuk meredam teriakan dewan atas belum dimasukkan-nya rancangan KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra). Sumber resmi harian ini menyebutkan, sebenarya jatah berangkat anggota dewan bulan lalu.

Namun karena pelaksanaan pemilukada, kegiatan keluar daerah di tunda. Jadi, kebetulan minggu ini sedikit longgar, maka digunakan seluruh anggota dewan melaksanakan bimbingan teknis (bintek) ke Jakarta. Kegiatan bintek di Depdagri itu akan berlangsung hingga akhir pecan. Sehingga DPRD Mitra mengisi waktu luang itu dengan kegiatan bintek ke Jakarta. “Minggu depan-kan Anggota Dewan akan disibuk-kan dengan kegiatan sejumlah pembahasan. Sebab, draf KUA-PPAS katanya akan dimasukkan pecan depan,” ujar sumber yang minta namanya tidak dipublikasikan.

Sementar Plt Sekretaris Dewan (Sekwan) Mitra Stenly Pasulatan SE MSi saat dikonfirmasi membenarkan keberangkatan 25 Anggota Dewan Mitra itu ke Jakarta. Menurut Pasulatan, keberangkan legislator, dalam rangka Bintek (Bimbingan tehnis) tentang teknik penyusunan APBD-Perubahan. Sekaligus penyusunan RAPBD 2011. “Kegiatan Bintek akan berlangsung hingga Jumat (13/08) esok. Dan mereka akan kembali ke Kabupaten Mitra, Sabtu (14/08),” ujarnya.
Pasulatan-pun membantah soal informasi bahwa para legislator segaja diberangkatkan eksekutif ke Jakarta, untuk meredam sikap kritis legislator, yang belakangan banyak berteriak soal belum dimasukkannya draf KUA-PPAS. “Memang Bintek 25 legislator ke Jakarta sudah di programkan. Sehingga mereka harus berangkat. Apalagi mereka sudah menerima SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas),” ujar Pasulatan yang mengaku ikut terbang ke Jakarta mendampingi 25 Anggota Dewan Mitra tersebut. (***)

Korengkeng Umumkan Pemenang Tri Lomba HUT Kemerdekaan RI

MANADO, suara manadonews (12/08/2010)—Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulut Jefry Korengkeng SH MSi selaku, Ketua Panitia Pelaksana HUT ke - 65 Proklamasi Kemerdekaan RI dan HUT ke - 46 Provinsi Sulut di kantor Gubernur Sulkut, Selasa (10/08), mengumumkan hasil hasil tri lomba gerak jalan yakni gerak jalan 17 KM, 8 KM dan gerak jalan 45 KM.

Mantan Kepala BKD Pemprov Sulut menyebutkan, lomba gerak jalan 17 Km putri dewasa keluar sebagai juara I SMK Katolik Xaverius Manado dengan nilai 594 disusul SMA Katolik Aquino Manado dan SMA Negeri I Tomohon keluar sebagai juara II dan III dengan nilai masing –masing 593 dan 585.

Sedangkan untuk lomba gerak jalan 8 Km yang diikuti siswa Sekolah Dasar (SD) sekota manado keluar sebagai juara I SD Negeri 7 Manado dengan nilai 598,233 disusul SD Negeri 58 Manado dan SD Negeri 41 Manado masing-masing keluar sebagai juara II dan III dengan nilai 597,483 dan 597, 417.

Sementara Untuk lomba gerak jalan 45 KM Korengkeng yang turut didampingi Kadis Pora Drs Roy Mewoh DEA selaku Ketua Seksi Olah raga menambahkan, kegiatan yang digelar pada 7 Agustus lalu start dari Kantor Walikota Bitung dan Finis di halaman parkir Marina Plasa Manado keluar sebagai juara I SMA Negeri 4 Manado dengan nilai 1189,53. Sedangkan juara II dan III masing–masing diraih oleh Yonmanharlan VIII Bitung dan Kikavser Kodam VII Wirabuana dengan nilai 1187,43 dan 1179,93. (*/otnie)

dr Nini Hadiri Pelantikan TP PKK se-Kecamatan Ratahan

RATAHAN, suara manadonews (12/08/2010)—Bertempat di Aula Nona Rengke Kelurahan Tosuraya Kecamatan Ratahan, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Mitra dr Herlina ‘Nini’ Damongilala-Siwu menghadiri pelantikan Ketua-Ketua TP PKK Kecamatan, Kelurahan dan Desa se-Kecamatan Ratahan, Jumat (6/8) pekan lalu. Camat Ratahan Ir An Onsu melantik Ketua-Ketua TP PKK Kelurahan dan Desa yang ada di Kecamatan Ratahan. 

Pada kesempatan itu juga Ketua TP PKK Mitra dr Herlina Damongilala-Siwu secara resmi membuka kegiatan yang dilaksanakan oleh Pengurus TP PKK Kecamatan berupa Lomba Balita, Caka-Caka, Koor PKK, Lomba Hatinya PKK dan Gerak jalan yang diikuti oleh seluruh PKK Desa/Kelurahan yang ada di Kecamatan Ratahan, yang terdiri dari 9 Kelurahan dan 2 Desa. “Adapun tujuan dari pelaksanaan ini yakni, untuk melaksanakan program kerja Pokja I, Pokja II, Pokja III dan IV, serta memeriahkan HUT RI Ke-65 di Kabupaten Mitra,’’ ujar Onsu.

Ketua TP PKK Mitra dr Herlina Damongilala-Siwu dalam sambutan mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh  PKK Kecamatan Desa/Kelurahan adalah sangat penting. Mengingat PKK, di tuntut untuk meningkatkan SDM dan pemberdayaan perempuan. Dijelaskannya lagi, PKK Mitra mendapat urutan 2 (dua) terbaik di Indonesia setelah Bali dan mendapat Juara I di Tingkat Propinsi dalam lomba Hatinya PKK.

Untuk itu kita harus mempertahankan juara tersebut. “Tentunya apa yang kita buat sudah seharusnya kita jaga dan PKK Mitra, harus menunjang program dari Pemerintah yang dipimpin Bupati Telly Tjanggulung, yang senangtiasa memberikan dukungan dan bimbingan kepada kita semua, baik dana maupun fasilitas yang lain yang dapat memberikan kelancaran dalam menjalankan tugas dari TP PKK Mitra,” pungkas Ketua Sinode Wanita Kaum Ibu GMIM ini. (*/otnie) 

Pemkab Mitra Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

RATAHAN, suara manadonews (12/08/2010)—Mengingat pentingnya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, maka dalam memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010, Indonesia mengusun tema “Keanekaragaman Hayati, Masa depan Bumi Kita”. Tema ini mengacu pada tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 oleh United Nations Environment Programme yang diperingati di Kagali, Rwanda yaitu” Many Species, One Planet, One Future. Hal ini dikatakankan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Drs Freddy F Lendo dalam acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Mitra, yang bertempat di kantor Bupati Mitra kelurahan Wawali Jumat (06/08) lalu.  

Lebih lanjut, Sekda menyatakan, bahwa keanekaragaman hayati mempunyai peran penting bagi kehidupan manusia karena merupakan sumber penyediaan bahan pangan, sandang, papan dan obat-obatan. Disamping itu, juga berfungsi sebagai penyedia sumber air, udara bersih dan bentang alam untuk pariwisata. “Saya mewakili bupati Mitra, Telly Tjanggulung mengajak semua pihak untuk berpartisipasi menjaga sumber daya alam Indonesia khususnya yang ada di Kabupaten Mitra, terutama keanekaragaman hayatinya, agar dapat bermanfaat secara berkelanjutan. Mari kita sama-sama selamatkan bumi kita,” ujar Lendo.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Ir Hanny Roring MSi menambahkan, bahwa BLHKP Mitra telah melaksanakan kegiatan yang mendukung pelestarian lingkungan seperti melaksanakan 3R (reuse, reduce, and recycle), juga untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan pelestarian  keindahan alam (landscape beauty preservation).

Puncak Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Mitra, menurut ketua Panitia Drs Berty Kawengian SPd melalui Sekretaris Arce Kalalo SH, diadakan berbagai kegiatan diantaranya lomba pidato Bahasa Inggris antar SMU sederajat se Kabupaten Mitra, dengan juara I Sriwulandari Tukidjo utusan SMA N 1 Ratahan, juara II Ribka Panjaitan utusan SMA N 1 Ratahan, Juara III Carlos Antow utusan SMA Advent Ratahan. Sementara untuk Lomba Chaka-chaka antar SKPD dengan juara I BKDD dan Juara II BLHKP,  Gelar Sekolah Peduli Lingkungan yang diraih oleh SMA N 1 Ratahan.

Selanjutnya, dilakukan secara simbolis penanaman pohon diareal kantor bupati Mitra yang baru. Turut hadir pada kesempatan ini adalah wakil ketua DPRD Mitra Katrien Mokodaser, Asisten I Drs Frans Rolos, Asisten II DR As’ad Paturusi MAppSc, serta sejumlah pejabat di jajaran Pemkab Mitra. (*/otnie)

Rabu, 11 Agustus 2010

Ratusan Rumah di MinahasaTerendam Air

Pemkab Minahasa Terkesan “Cuek”

TONDANO, suara manadonews (11/08/2010)—Bencana tahunan yang melanda masyarakat Minahasa mulai tampak disejumlah wilayah disaat musim penghujan. Hal ini terpantau jelas untuk beberapa Kelurahan di Kabupaten Minahasa diantaranya kelurahan Kiniar, Kelurahan Tolour dan sebagian kelurahan Roong yang mulai terkena imbas naiknya permukaan air danau tondano dan menyebabkan ratusan rumah terendam air. Data yang diperoleh SuaraManado Kamis (5/8) lalu dari masyarakat sekitar, ketinggian air sekitar 60 sentimeter hingga 1 meter.

Berdasarkan pengakuan warga Kelurahan kiniar Jaga 6, Jimmy (48) dan Detje Kamasi, proses terendamnya rumah mereka sudah berlangsung hampir dua minggu lamanya bahkan dari pihak pemerintah kabupaten Minahasa belum melakukan observasi dan memberikan bantuan bagi korban.

Hal senada dikatakan warga Kelurahan Tolour, Freddy Sumarandag dan pak Klereng. Menurut mereka pemerintah kabupaten Minahasa sebaiknya memberikan teguran kepada pihak  PLN yang menurut mereka menutup pintu air menuju ke PLTA Tanggari. “Torang kurang ja tidor dengan was-was bahkan so sadia akang rakit for mo jaga-jaga, tolong PLN buka jo sesuai ambang batas dan jika lebih silah kan dibuang airnya untuk proses di PLTA,” kata Sumarandag dan Klereng.

Mereka menjelaskan bahwa dampak negatif yang dihasilkan oleh “banjir” tahunan ini yakni tergenangnya areal persawahan hingga membuat hasil panen terancam gagal.kerusakan fisik rumah dikarenakan terendam air dalam kurun waktu yang cukup lama terutama faktor kesehatan masyarakat dan dijadikan ajang perkembangbiakan nyamuk. “Tolong pemerintah Kabupaten Minahasa lia akang kasiang torang pe keadaan, jang cuma da sibuk-sibuk urus tu Pilkada kong tu masyarakat Minahasa laeng was-was karena terancam banjir,” sembur keduanya. (raynold)


Wakajati Sulut Lepas Gerak Jalan 45 KM

MANADO, suara manadonews (11/08/2010)—Dalam rangka memperingati HUT ke – 65 Kemerdekaan RI dan HUT ke - 46 Provinsi Sulut, maka Panitia pelaksana telah menggelar lomba gerak jalan 45 KM yang dilepas Wakajati Sulut I Ketut Purwanta Kusuma SH MH dari Kota Bitung, Sabtu malam (7/08).

Kegiatan yang diikuti 15 peserta dewasa putara ini berasal dari unsur TNI AD, Marinir Bitung, para pelajar SMA dan 4 SKPD Pemprov masing –masing Biro Umum Setda provinsi Sulurt, Dinas Perhubungan dan Kominfo, Dinas Kesehatan, Dinas PU dan Dinas Diknas serta Unsrat manado.

Pelepasan bagi perserta lomba selain dilakukan Wakajati juga oleh Sekda Kota Bitung Drs Maximilian Lomban MSi, Ketua Panitia Drs Jefry Korengkeng, Kadis Pora Drs Roy Mewoh, Kadispenda Drs Edwin Silangen MS dan sejumlah pejabat teras Pemkot Bitung. Peserta masuk finis di depan marina plaza Manado sekitar pukul 06 : 00 subuh pagi sedangkan pelapasannya dari kantor Walikota Bitung pukul 10.00 wita.

Manajer tim Biro Umum Setda Provinsi Sulut Drs Jemmy Rantung MSi mengatakan, keikutsertaan staf Biro Umum pada lomba jalan sehat 45 KM ini sudah yang kedua kalinya sejak tahun lalu. Kalau tahun lalu persiapannya dilakukan hampir satu bulan. “Untuk persiapan tahun ini juga hampir sama dengan tahun lalu, namun diyakini anak buahnya selama mengikut lomba patuh terhadap aturan yang diberikan panitia, mudah-mudahan biro umum akan keluar sebagai juara dalam lomba kali ini seperti pada tahun lalu,” pungasnya. (*/otnie) 

Sarundajang : SKPD Pemprov Segera Masukan LKP

MANADO, suara manadonews (11/08/2010)—Guna mengakhiri masa jabatan lima tahun sebagai Gubernur Sulut, Drs Sinyo Harry Sarundajang mengajak setiap Pimpinan SKPD yang ada di lingkungan Pemprov. Sulut untuk segera memasukan Laporan Kinerja Pemerintah (LKP) lima tahun. Mengingat waktunya masih tersisa satu minggu lagi, diharapkan kepala SKPD supaya segera memasukan laporan tersebut.

Hal itu dikatakan Sarundajang dalam pertemuannya dengan para pejabat Eselon II, III dan IV dilingkungan Pemprov serta Organisasi Wanita seperti Dharma Wanita Persatuan dan PKK Provinsi Sulut di ruang Mampalus Kantor Gubernur, Senin (9/08).

“Laporan tersebut sangat penting artinya bagi saya, karena didalamnya merekan selama lima tahun capaian kinerja pemerintah sulut dalam membangun daerah bumi nyiur melambai yang tercinta ini,” ujar SHS.

Sarundajang mengakui, selama lima tahun menahkodai daerah ini ada banyak keberhasilan yang boleh diraih bersama rakyat Sulut yang terakhir seperti predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih pemerintah Provinsi Sulut. Predikat ini menjadi motivasi tersendiri bagi kita. Karena Sulut merupakan satu-satunya provinsi yang mendapat predikat ini.

“Mudah-mudahan kedepan Provinsi Sulut akan menjadi yang terbaik bagi daerah lain di Indonesia, tidak hanya dibidang pengelolaan keuangan saja melainkan bidang–bidang yang lainnya,” tandasnya.

Gubernur juga memintakan, bagi SKPD yang mengelola mengelola dana dekon dan tugas pembantuan serta berbagai proyek APBN lainnya, agar perlu melakukan evaluasi secara berkala dan kontinyu agar tingkat penyerapan dana dan evaluasi fisdik dapat berjalan secara baik dan efektif.

Diakhir sambutannya Gubernur menyampaikan, terima kasih kepada seluruh pegawai di jajaran Pemprov Sulut serta seluruh stakeholders yang ada dimana selama lima tahun kita bersama telah membangun daerah ini dengan penuh rasa tanggung jawab. (*/otnie) 

SHS: Persembahkan Tubuhmu Sebagai Persembahan yang Hidup

Gubernur Ibadah Bersama Jemaat GMIM Rondor

MANADO, suara manadonews (11/08/2010)—Ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah. Inilah hal yang harus diimplementasikan di tengah-tengah aktivitas hidup sehari-hari melalui kehidupan yang penuh kasih terhadap Tuhan dan sesama manusia. Demikian dikatakan Gubernur Sulawesi Utara Drs Sinyo H Sarundajang saat menghadiri Pengucapan Syukur dan Hari Ulang Tahun ke 117 Jemaat GMIM Rondor Paniki Bawah, Manado Minggu (8/08) baru-baru.

Kesempatan itu Sarundajang juga menyentil issue tentang dirinya, yang katanya mengalami sakit strok dan dirawat di rumah sakit Singapura. Berita tersebut adalah bohong, buktinya sampai hari ini saya masih tetap sehat. Untuk itu Ia mengharapkan agar masyarakat jangan cepat percaya dengan issue-issue yang menyesatkan tersebut yang bisa menyebabkan perpecahan dalam masyarakat.

Lebih lanjut Sarundajang mengharapkan, agar peran gereja dapat lebih luas lagi menyentuh berbagai realitas kehidupan yang menuntut partisipasi nyata dari setiap warga jemaat dalam menunjang setiap program pemerintah, dalam mengatasi berbagai permasalahan, antara lain kemiskinan, pengangguran dan peningkatan kesejahteraan di daerah ini.

Ibadah Pengucapan Syukur dan HUT jemaat ini di pimpin oleh majelis pertimbangan BPMS sinode GMIM Pdt Emiritus A W Tampemawa, SmTh. Mengangkat khotbah yang terambil dari Roma 3:1-8, yang mengatakan, bahwa Allah adalah setia, walaupun umat gembalaan-Nya sering melalaikan firman Allah tetapi Allah tetap setia. 

Ketua Majelis jemaat GMIM Rondor Paniki Bawah Pdt Edy Mawitjere STh dalam laporannya mengatakan, bahwa Jemaat ini telah 5 kali mengadakan pemekaran jemaat yang baru dan saat ini GMIM Rondor memiliki 15 kolom yang terdiri dari 334 kepala keluarga. (*/otnie)

Disparbud Siap Gelar Manado Expo

MANADO, suara manadonews (11/08/2010)—Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Manado akan menggelar Manado Expo (Madex) 14-18 Agustus 2010 di Manado Convention Center, untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Madex ini merupakan kegiatan tahunan yang selalu kami selenggarakan setiap tahun sebagai salah satu bagian dari upaya untuk meningkatkan promosi perdagangan, investasi dan produk wisata Manado," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manado, Hendrik Waroka di Manado.

Waroka mengatakan selain upaya promosi perdagangan yang paling penting dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah bagaimana mengenalkan seni dan budaya Manado kepada dunia luar sehingga tertarik untuk berwisata ke Manado.

Sementara Kepala Bidang Industri Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manado, Jimmy Siwi mengatakan dalam pelaksanaan Madex ke 10 ini, penyelenggara akan mengundang peserta dari luar negeri, sebagai bagian dari mengundang wisatawan datang.

“Peserta asing yang akan diundang itu antara lain adalah dari Singapura, Australia, Brunai Darusallam, Malaysia dan Filipina, dimana semuanya akan memamerkan berbagai barang asli milik mereka di Manado nanti,” ujar Jimmy Siwi.

Lanjut Siwi, dalam pelaksanaan Madex nantinya juga akan ada berbagai acara yang digelar seperti tarian poco-poco, katrili dan terutama adalah festival budaya yang akan menampilkan berbagai hal yang berhubungan dengan seni Manado.

Salah satu anggota panitia Madex, Iskandar Polontalo mengatakan, dalam pagelaran senin budaya ada pameran kain Pinabetengan yang merupakan salah kain asli warisan leluhur Minahasa yang hanya bisa di dapat di Manado.

"Panitia sangat berharap nantinya acara ini akan menarik wisatawan asing maupun lokal akan berkunjung ke Manado, sehingga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Manado," tandas Polontalo.

Madex ini katanya, di gelar bersama oleh Pemerintah Kota Manado bersama seluruh pengusaha dan pelaku wisata di Manado yang berharap agar visi pemerintah menjadikan Manado sebagai kota tujuan wisata dunia akan makin berhasil.

Madex 2010 ini adalah yang ke-10 kalinya digelar, sebagai bagian dari perayaan HUT Kota Manado, dan kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengundang peserta dari dalam dan luar negeri. (***)


Sosialisasi UU RI Nomor 31 Tahun 2009

MANADO, suara manadonews (10/08/2010)—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus melakukan sossialisasi terhadap dampak kerawanan terhadap gempa dan tsunami di daerah ini. Pasalnya, melihat kondisi Sulawesi Utara yang cukup rawan terjadi gempa bumi dan tsunami, maka berbagai upaya antisipasif dilakukan oleh pemerintah untuk mengadakan Sosialisasi Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Hal ini diungkapkan Karo Sumber Daya Alam (SDA), Ir H Makarawung.

Sosialisasi Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulut, S H Sarundajang yang diwakili oleh Karo Sumber Daya Alam (SDA), Ir H Makarawung, Jumat (5/8) lalu diruang WOC Kantor Gubernur.

Unsur meteorologi, klimatologi dan geofisika merupakan sumber kekayaan sumber daya alam dan memiliki potensi bahaya sehingga harus dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

Sosialisasi ini memberikan pengetahuan, wawasan dan pengalaman bagi peserta mengenai meteorologi, klimatologi dan geofisika, yaitu gejala alam yang berkaitan dengan cuaca, iklim, kualitas udara, gempa bumi tektonik, tsunami, gravitasi, magnet bumi dan kelistrikan udara serta tanda waktu.

Kegiatan ini diharapkan bermanfaat bagi kita semua agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan antispatif dalam menghadapi kejadian-kejadian alam, tambah Makarawung. (*/otnie)



Kegiatan HUT Proklamasi dan Provinsi Berlangsung Meriah

MANADO, suara manadonews (11/08/2010)—Pencanangan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke – 65 RI dan HUT ke 46 Provinsi Sulut tahun ini berlangsung meriah, yang ditandai dengan penekanan tombol pembukaan logo HUT ke - 65 Kemeredekaan RI dan HUT ke – 46 Provinsi Sulut, pelepasan burung merpati dan penanaman pohon mahoni di halaman kantor Gubernur, oleh Gubernur SH Sarundajang dan Dan Lanudsri Letkol Yudi Mandega serta para pejabat eselon dua lainnya.

Kegiatan yang berlangsung Jumat (6/08) pekan lalu, di halaman kantor gubernur ini dilanjutkan dengan lomba olah raga jalan sehat 17 kilo meter yang dilepas langsung Gubernbur SH Sarundajang.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jefry Korengkeng selaku Ketua Panitia pelaksanan mengatakan, pencanangan ini diikuti para siswa SMP dan SMA, Organisasi wanita dan anggota Korpri yang tersebar di selurut SKPD dilingkungan Pemprov Sulut.

Sementara kegiatan yang yang dilaksanakan korengkeng menyerbutkan, selain kegiatan trilomba juang 17 km, 8 km dan 45 km juga anjang sana kepanti-panti asuhan dan makam mantan gubernur Sulut serta upacara bendera. (*/otnie)