Minggu, 04 Juli 2010

KGPM Kawangkoan Gelar Sidang Raya

Dibuka Gubernur Sulut SH Sarundajang
TONDANO, suara manadonews (04/07/2010)Sidang Raya (SR) Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) ke-32, di gelar di Kota Kacang, Kawangkoan. Pelaksanaan hajatan terakbar tahunan warga gereja KGPM ini dilaksanakan di jemaat Sentrum Kawangkoan yang dibuka, Rabu (30/6) hingga Minggu (4/7), oleh Gubernur Sulawesi Utara, Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS). Turut hadir dalam sidang raya kali ini, Presiden Gereja-gereja se-dunia DR EA Nababan, Ketua PGI, ketua Sinode GMIM Pdt PM Tampi STh MSi, Muspida Provinsi, Bupati Minahasa Drs Stefanus Vreeke Runtu (SVR), yang di wakili oleh Asisten I Pemkab Minahasa, Pimpinan MUI Provinsi Sulut serta pimpinan BKSAUA Sulut.

Gubernur Sulut, Drs Sinyo H Sarundajang dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih terhadap seluruh pimpinan KGPM dalam melaksanakan Sidang Raya ini, yang merupakan agenda lima tahunan. SHS juga berharap, agar supaya selain memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar maupun pemerintah, sidang raya ini mampu memikirkan, membahas bahkan merekomendasikan bahan-bahan kajian yang berhubungan dengan lingkungan yang ada di Sulawesi Utara. “Sidang harus tampil memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat, selain tugas organisasi gereja yang sudah ditetapkan dalam pelaksanaan aturan sidang raya ini,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua Panitia Pelaksanaan Sidang Raya, Tenny Assa kepada Suara Manadonews menjelaskan, bahwa pelaksanaan Sidang Raya ini melibatkan ratusan jemaat yang mengutus perutusannya untuk mengikuti sidang raya yang agendanya membahas organisatoris kepimpinan KGPM ke depan. Selain itu untuk hal-hal yang direkomendasikan oleh pemerintah melalui Gubernur Sulut, akan tetap menjadi prioritas pembahasan.

Pelaksanaan Sidang Raya KGPM ke-32 ini melibatkan seluruh jemaat KGPM yang tersebar diseluruh Indonesia yakni 214 sidang, 27 wilayah dan setia sidang mengikut-sertakan delapan jemaat.”Kami juga melibatkan seluruh jemaat, bahkan jemaat gereja lain dalam hal akomodasi tempat tinggal,” pungkas Assa yang dikenal wartawan media lokal di Sulut ini. (raynold loing)

RSUP Ratatotok-Buyat Gelar Operasi Tumor Jinak

Ratulangi : Telah Lakukan Tiga Kali

RATATOTOK, suara manadonews (04/07/2010)Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ratatotok Buyat terus berbenah, termasuk melakukan aksi-aksi sosial, termasuk peduli terhadap masyarakat. Pasalnya, pekan lalu RSUP Ratatotok buyat ini, menggelar aksi kemanusiaan tanpa dipungut biaya sepersen-pun. Aksi sosial yang patut dicontohi RSUP lain di Sulut ini adalah melakukan Operasi Tumor Jinak dan Sirkumsisi. 

Menurut Direktur RSUP Ratatotok Buyat, dr Vally Ratulangi, bakti sosial ini  untuk ketiga kali dilakukan. RSUP menggandeng Panitia Muktamar Ahli Bedah Indonesia, yang memiliki dokter ahli bedah berpengalaman. Meski-pun RSUP ini, baru berusia seumur jagung, tapi kami telah berhasil menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang ada di Minahasa Tenggara (Mitra) dan sekitarnya.

“Ini wujud sumbangsih bagi warga yang bermasalah dengan kesehatan khususnya yang mengidap tumor jinak, namun memiliki keterbatasan ekonomi,” tandas dokter Ratulangi, yang merupakan direktur termuda yang dipercayakan memimpin rumah sakit pusat di daerah.

Peraih dokter teladan dan nominator Penerima Kinerja Awards 2010 Bidang Pelayanan Kesehatan Publik. Menambahkan, Rumah Sakit bukan hanya menunggu didatangi, namun harus proaktif untuk melakukan interaksi langsung dengan masyarakat sekitar. (***) 

Sabtu, 03 Juli 2010

Imam dan Pengurus KWI Komit Dukung E2L-HW


Majelis Taklim Tikala Siap Menangkan
MANADO, suara manadonews (03/07/2010)Pasangan Calon Gubernur  dan Wakil Gubernur Sulut, dr Elly Engelbert Lasut ME dan Henny Wulur SH MH, (E2L-HW) terus tuai dukungan warga Kota Manado. Buktinya, kalangan Imam, pengurus Kerukunan Wanita Islam (KWI) dan Majelis Taklim Tikala siap amankan E2L-HW. Bahkan mereka berkomitmen untuk mendukung mati-matian demi memenangkan calon Gubernur paling popular di Sulut ini.

Menariknya, dalam silahturahmi dengan Imam, KWI dan Majelis Taklim pecan lalu, meminta kesejahteraan ditingkatkan, dalam hal ini honor para imam dan majelis taklim di kota Manado. “Kami minta honor sebagai tingkat kesejahteraan kami di tingkatkan bila pak elly dan ibu Henny jadi Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujar Samsudin Monoarfa, mewakili Imam. 

“Kami merespons dan memberikan dukungan penuh kepada pasangan E2L-HW untuk maju sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut. Sebab kemampuan dan kepinteran figur keduanya sudah teruji. Bahkan E2L, dikenal Calon Gubernur termuda di Sulut, yang mampu membantu rakyat yang miskin. Menariknya peduli terhadap pendidikan di Sulut,” tandas Ustad Drs Umar Maliki yang dikenal Ustad kondang di Kota Manado,  yang diiakan Ketua Panitia Silahturahmi Imam,KWI dan Majelis Taklim Kecamatan Tikala Usman Darise dan Hi Suryadi Hulima.  

Sementara calon Gubenur Sulut E2L mengatakan, Jika Tuhan bekenan saya dan Henny Wulur menjadi Gubernur dan wakil gubernur, maka harapan dari Imam, KWI dan Majelis Taklm akan terwujud. E2L berharap, dapat bekerjasama untuk memenangkan pasangan E2L-HW. “Pokoknya kalau kami jadi Gubernur dan Wakil Gubernur, kami akan mewujudkan impian saudara-saudara,” ujar E2L meyakini.

Ditambahkannya pula, saya menawarkan bial saudara-saudara bekerja dengan saya pasti aka nada kemudahan, baik dari tingkat kesejahteraan maupun program pendidikan demi kepentingan rakyat. “Menuju Sulut Yang Diberkati, Satu Kata Satu Tindakan.” (djamal/sutrisno)





HJP-AP Targetkan Satu Putaran

Lantik TS di Tikala Baru
MANADO, suara manadonews (03/07/2010)Pasangan Calon Walikota Manado Hanny Joost Pajouw-Anwar Panawar (HJP-AP) makin solid dan terus mendapat dukungan dari warga Kota Manado. Buktinya, pada pekan lalu HJP-AP terus memantapkan tim pemenangannya. Pasalnya HJP-AP melantik  tim pemenangan di kelurahan Tikala Baru di Kelurahan satu sampai lingkungan empat, Kecamatan Tikala.

Menariknya dalam kunjungan HJP-AP di eluk-elukkan warga Tikala Baru, sebab mereka yakin kepopuleran HJP-AP tak terbendung. Menrariknya  sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat berjubel untukmendukung HJP-AP sebagai calon walikota dan wakil walkota.  HJP dalam sambutannya, berkomitmen untuk tetap peduli terhadap warga  Kota Manado. “Saya akan mewujudkan apa yang menjadi impian warga Kota Manado,” ujar HJP. (djamal/sutrisno)
  

Barens Budiman : Pemimpin Baik Peduli Rakyat Kecil

Elly Engelbert Lasut ME–Hendriata M Wullur (E2L-HW)
MANADO, suara manadonews (03/07/2010)Masyarakat Sulawesi Utara sejak dahulu dikenal memiliki pemikir-pemikir yang cerdas,  seperti  DR Sam Ratungi, yang lebih dikenal dengan motto i Tou Timou Tumou Tou  atau Manusia Hidup Untuk Menghidupkan Orang Lain.

Pasalnya dari ketokohan Sam Ratulangi menjadi sumber inspirasi  perjuangan pasangan Calon Gubernur danWakil Gubernur Sulut, Elly Engelbert Lasut dan Henny Wullur (E2L-HW) sekarang ini.

Tembonang mapiah mapaduli surayate masusah artinya, pemimpin yang baik pedulih dengan rakyat kecil,” kata Barens Budiman warga Kelurahan Sindulang II dengan dialek Sangihe begitu kental. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan kedua figur ini merupakan terapan dari Si Tou Timou Tomou Tou.

Pria yang dikenal sehari-hari berprofesi sebagai tukang kayu ini sangat serius saat ditanya, pemimpin macam apa yang menjadi harapanya. Sebagai masyarakat kecil  bisa menilai, siapa yang pantas menjadi pemimpin Sulut kedepan, bukan karena publikasi besar dengan semboyan saya  paling bersih, tapi paling subtansi adalah karya nyata serta pengabdian bagi Masyarakat sampai kelapisan paling bawah.

 “Yang saya ketahui melayani masyarakat bukan baru sekarang ini Elly Lasut lakukan, tapi sudah berlangsung sejak lama, contonya Bea Siswa bagi masyarakat kurang mampu, jadi sah saja bila saya memilih Elly Lasut – Henny Wullur menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Harapeng tembonang mapiah mesurung Elly Lasut dingangi Henny Wullur mariadi Gubernure Sulut, harapan saya Elly Lasut dan Henny Wullur menjadi Gubernur Sulut,” ujar Budiman mengartikan ucapannya. (ronny pakan)

Jumat, 02 Juli 2010

LOUIS – RIZALI : Berdayakan Pedagang Kecil

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—POTENSI Pendapatan Asli daerah (PAD) yang bisa diperoleh dari sektor informal, terutama para pedagang kecil seperti pedagang kakai lima dan pedagang ‘tibo-tibo’ di pasar, apabila di maksimalkan cukup besar jumlahnya. Saat ini saja, Dinas Pendapatan Pasar Kota Manado dalam realisasi pendapatan dari retribusi untuk tahun 2008 sudah mencapai 6,5 miliar rupiah. Dalam hitungan sederhana, jika diasumsikan saja jumlah pedagang kecil di kota manado sebanyak 5000 orang, maka retribusi yang ditarik bisa mencapai 7,5 sampai dengan 9 miliar per tahun. Jadi potensinya masih cukup besar.

Demikian disampaikan oleh Calon Wakil Walikota Manado jalur Independen, KH Drs Rizali M Noor, yang dikutip oleh Louis – Rizali media Center, disela-sela silaturahmi dengan para pedagang di pasar kilat Banjer, Kamis, (1/7)  kemarin. Menurut Kyai yang oleh para santrinya akrab dipanggil Aba’ ini, potensi seperti itulah yang harus digarap secara maksimal untuk meningkatkan PAD.
“Hanya saja, dalam usaha meningkatkan pendapatan asli daerah tersebut pemerintah juga harus melakukan upaya-upaya ynag strategis, bijaksana dan proporsional. Artinya, jangan hanya mau uangnya saja, dan tidak memikirkan aspek peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para pedagang,” tandasnya.

Kyai Rizali mengilustrasikan, bagaimana mungkin pemerintah menarik retribusi dari para pedagang, sementara tingkat pendapatan mereka masih sangat kecil dan tak menentu. Yang lebih ironis lagi, pemerintah menarik retribusi, sementara temat berjualan mereka saja tidak representatif bahkan ada yang tidak tahu harus berjualan dimana karena selalu digusur.

Menanggapi hal tersebut, pasangan Kyai Rizali, Calon Walikota jalur Independen, Louis Nangoy SH, dalam kesempatan yang sama mengatakan, apabila rakyat mempercayakan mereka memimpin kota Manado periode lima tahun kedepan, mereka akan menata kembali potensi pedagang kecil ini dengan terlebih dahulu memberdayakan mereka. “Tentu akan dimulai dari penyediaan sarana yang memadai dan penciptaan iklim usaha yang kondusif. “ ujar Louis.

Sarana yang memadai, menurut mantan anggota DPRD Propinsi Sulut ini, tidak saja sekedar tempat yang representatif dengan fasilitas yang memadai dan modern, akan tetapi letaknya juga harus strategis. Dengan demikian, baik para pedagang maupun pembeli dapat beraktifitas dengan nyaman. Hal ini tentunya diharapkan akan berdampak pada peningkatan pendapatan para pedagang.

“Jadi prinsipnya, pemerintah harus berinvestasi dulu untuk menyediakan sarana dan fasilitas. Setelah itu, barulah memaksimalkan pendapatan dengan retribusi dan sebagainya. Saya yakin, jika kita sudah menyiapkan tempat yang representatif, dan kemudian tingkat pendapatannya meningkat, para pedagang tidak akan keberatan jika ditarik retribusi yang nilainya bahkan lebih besar dari yang sekarang ini dipungut,” pungkas Louis.

Selain mengunjungi pasar Kilat Banjer, pasangan calon walikota dan Calon wakil Walikota Jalur Independen, Louis Nangoy SH dan K H Rizali M Noor, kemarin pagi juga melakukan siltarurahmi ke Pasar Kilat Malendeng. (*/denny mintianto) 

Pemkot Efektifkan Kembali Siskamling di Kota Manado

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—Walikota Manado Drs Robby Mamuaja serta para Muspida Kota manado Kamis (1/7) malam  teptnya pukul  22.00 Wita, beserta Pimpinan SKPD melaksanakan pemukulan tetengkoren sebagai pencanangan, dalam rangka mengevektifkan kembali sitem keamanan lingkungan  atau pos keamanan lingkungan Kota Manado.

Kegiatan ini menurut Kabag Humas Pemkot Manado Drs Jeffry Talumepa, adalah tindak lanjut dari gagasan Plt Walikota Manado Drs Robby Mamuaja,  yang mengkritisi adanya gangguan keamanan di Kota Manado. Gagasan ini mendapat dukungan sepenuhnya oleh Muspida dan Pimpinan DPRD Kota Manado. Sehingga tepat di hari Bhayangkara dan dalam rangkaian kegiatan HUT Kota Manado ke-387 dicanangkan kegiatan di Kecamatan, kelurahan dan lingkungan.

“Berdasarkan laporan dari para Camat di 9 Kecamatan di kota Manado, bahwa 504 Lingkungan telah siap melaksanakan dan mengefektifkan Siskamling dan Pos Kamling di Wilayah masing-masing,” tandas Talumepa. (*/denny mintianto)

Monareh Buka Pameran dan Kontes Tanaman Hias

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—Dalam rangka memperingati HUT Kota Manado Ke-387, Pemerintah Kota Manado Melalui Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kota Manado dan panitia pelaksana, melaksanakan kegiatan Pameran dan Kontes Tanaman Hias Kota Manado tahun 2010. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Skeretaris Daerah Kota Manado Harold P B Monareh SH MSi mewakili Walikota Manado. Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan oleh Ketua BPPKP Kota Manado Ir Philips B Sondakh.

Dalam sambutan walikota, yang dibacakan oleh Sekretaris Kota Manado, mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Manado mengucapkan terima kasih dan salut serta bangga atas prakarsa penyelenggara dalam melkasankaan acara unik ini. dan sangat yakin bahwa acara ini akan diminati oleh warga masyarakat kota manado. Penghargaan yang tinggi juga diberikan kepada BPPKP yang telah memfasilitasi panitia untuk menyelenggarakan kegiatan ini dan inovasi, serta terobosan ini harus dimiliki oleh jajaran pemerintah Kota Manado.

Dengan adanya pameran ini diharapkan, dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha tanaman hias, membuka lapangna kerja untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, mendorong terjalinnya kerja sama pelaku usaha, pemerintaj dan masyarakat serta memantapkan manado sebagai kota destinasi wisata kelas dunia.

Hadir dalam kegiatan pembukaan pameran antara lain para pejabat di lingkungan pemerinrtah kota, panitia pelaksana beserta para peserta pameran kontes dari kelompok kerja tanaman hias di Kota Manado, pemerhati dan pecinta tanaman hias. (*/denny mintianto)

Mamuaja Pimpin Pematokan Lahan Reklamasi 16 % Milik Pemkot

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)Sikap tegas Pemerintah Kota  Manado langsung mematok tanda pemberitahuan luas lahan 16 % di empat kawasan reklamasi, PT Mega Surya, PT Papetra, PT Bahu Cipta Perkasa dan PT Multi Cipta Perkasa, dilaksanakan Jumat (02/7) pagi tadi.


Pemasangan patok disaksikan langsung Penjabat Walikota, Drs Robby Mamuaja bersama Plt Sekretaris Kota Harold Monareh SH,  Asisten I, Andre Hosang dan Asisten II, J L Sondakh. Sebelumnya pekan kemarin telah dilakukan pertemuan dengan pihak pengembang untuk membicarakan hasil pengukuran oleh BPN. Menindak lanjuti dari itu Penjabat Walikota bersama Tim Lahan 16 %  yang terdiri dari Kabag Hukum Donald Supit SH, Kabag Aset Mikler Lakat SH MH, Kadis Tata KotaYvone N Koloway, langsung mematok lahan tersebut.


Sehubungan dengan pernyataan Penjabat Walikota Rabu (01/7)  kemarin, sesudah pelantikan pejabat eselon III nampaknya langsung dibuktikan, dengan mematok dan mengambil alih lahan reklamasi 16 % milik pemkot dari pengembang, serta berkomitmen tidak ada lagi reklamasi disepanjang teluk Manado. “Saya rasa sekarang ini, tidak perlu ada penambahan reklamasi, karena lihat saja sendiri proses pengambilan lahan 16 % milik pemkot sangat susah dilakukan,” ujar Mamuaja.

Ditempat terpisah  Kabag Aset Mikler Lakat mengungkapkan, dari lima lokasi reklamasi, baru empat pengembang yang sudah melakukan pertemuan. “Jadi tinggal PT Gerbang Nusa Perkasa atau kawasan Mantos, yang rencananya akan bertemu siang ini,” tutur Mantan Kabag Hukum ini. (ronny pamungkas/denny m).  

LOUIS – RIZALI : Reformasi Birokrasi Ciptakan PNS Teladan

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—CALON Walikota manado dari jalur Independen, Louis Nangoy SH mengatakan, bahwa reformasi birokrasi merupakan salah stau yang akan menjadi prioritas utama untuk apabila dirinya dan pasangannya KH Drs Rizali M Noor dipercaya menakhodai Kota Manado lima tahun kedepan. Pernyataan ini disampaikan saat berdialog dengan Jaringan Rakyat Peduli Manado di Louis – Rizali Center 2 Bahu Mall, Selasa, lalu.

Louis menjelaskan, paling tidak ada dua hal penting yang harus dibenahi dalam birokrasi, yaitu penataan dan pembinaan aparatur serta pengelolaan keuangan daerah. Sebab menurutnya, kedua hal inilah yang menjadi kunci keberhasilan pemerintahan terutama dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

“Karena itu, prioritas awal kami jika terpilih adalah membenahi kedua hal tersebut, agar pemerintahan yang kami pimpin nanti dapat berjalan lebih efektif terutama dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.” ujar advokat senior yang berhasil memperjuangkan hak kewarganegaraan puluhan ribu WNA keturunan Cina ini.

Ketika disinggung soal rotasi jabatan yang biasa dilakukan saat peralihan kepemimpinan, Louis menampik jika penataan dan pembinaan aparatur yang akan dilakukan sebagai bagian dari ‘budaya’ tersebut. Ia menegaskan bahwa konteksnya berbeda sama sekali. Ia menilai, penataan aparatur pemerintahan selama ini sarat dengan kepentingan politik. Penempatan personalia untuk sebuah jabatan lebih ditekankan pada aspek kedekatan, kepentingan politik atau balas budi. “ Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi atmosfer kerja di lingkungan pemerintahan serta terjadi reorientasi paradigma, dari yang seharusnya memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal menjadi sibuk melayani pimpinan. Hal ini juga tentu akan merusak tatanan pemerintahan itu sendiri.”

Menurut Louis, kedepan nanti, apabila dirinya dan pasangannya Kyai Rizali terpilih, ada dua hal yang akan dilakukan berkaitan dengan penataan dan pembinaan aparatur. Yang pertama, tentu adalah meninjau kembali apakah seluruh penempatan personalia dalam setiap jabatan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sedangkan yang kedua adalah menyusun analisis jabatan yang akan menjadi pedoman dalam menempatkan aparatur dalam setiap jabatan.

Analisis jabatan ini tentulah harus dibuat secara sistematis dalam rangka mengurai persoalan-persoalan yang terkait dengan penentuan sesuatu jabatan, baik jabatan struktural maupun jabatan fungsional. Didalamnya tentu terdapat berbagai acuan mulai dari kelayakan golongan atau kepangkatan, sampai dengan tingkat kemampuan teknis dan manajerial yang harus dipenuhi oleh aparatur pemerintah sebagai syarat untuk menduduki sebuah jabatan.“ ujar Louis, sembari menambahkan, analisis jabatan ini, bahkan bisa juga dibuat oleh setiap SKPD sehingga lebih bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Louis yakin, dengan demikian pengelolaan menajemen birokrasi dapat berjalan tepat sasaran dan tidak melanggar aturan yang berlaku baik dalam peraturan pemerintah (PP) maupun perundang-undangan. Lebih dari pada itu, aparatur pemerintahan dapat lebih berkonsentrasi pada tugasnya masing-masing untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Reformasi birokrasi bukan berarti merubah seluruh tatanan yang sudah ada, bahkan ini bukanlah sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan, utamanya bagi para PNS. Saya yakin, PNS kita adalah orang-orang yang berbudi pekerti luhur dan mau membangun kota Manado yang tercinta, namun hal tersebut haruslah kita topang dengan sistem birokrasi yang profesional dan dapat dipertanggung jawabkan,” pungkasnya. (*/denny mintianto)

Peringatan Harganas Sulut Dipusatkan di Manado

MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—Peringatan Hari keluarga Nasional (Harganas) XVIII yang dipadukan dengan gerakan nasional bulan bhakti gotong royong masyarakat (BBGRM) VII tingkat Sulawesi Utara (Sulut) di gelar di Manado Rabu  (01/7)di Lapangan Tikala, di buka Ketua Umum Nasional Vita Gamawan Fauzi.

"Harganas bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran keluarga Indonesia untuk selalu memperbaiki kualitas hidup secara berkelanjutan dan memupuk usaha-usaha kemandirian hingga tanggap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang melingkupi kehidupan keluarga," ujar Vita Gamawan Fauzi dalam sambutannya di Manado.

Fauzi mengatakan, pelaksanaan bulan bakti ini merupakan upaya lebih menggelorakan semangat gotong royong dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan keswadayaan sebagai system nilai sosial yang telah menyatu dalam kehidupan masyarakat dan lebih memiliki rasa tanggung jawab.

Sementara itu, kepala BKKBN Nasional Sugiri Syarief yang juga hadir dalam acara tersebut mengingatkan, mengenai program nasional yang terus menerus dilaksanakan. “Penggunaan kondom baik untuk perempuan dan laki-laki, merupakan program Keluarga Berencana, sebab itu diingatkan agar dapat dilaksanakan, termasuk upaya pemerintah untuk berusaha menyukseskan program BKKBN,” ucapc Syarief.

Sementara Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang dalam sambutannya berharap, agar momentum tersebut dapat membuka hati masyarakat Sulut untuk lebih memberikan perhatian kepada peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga, baik sebagai ayah, ibu atau-pun anak.

"Keluarga ideal dapat melahirkan masyarakat yang berkepribadian dan bermoral tinggi dengan tidak meninggalkan nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia yang bersama-sama membangun negara penuh kedamaian," kata gubernur Sinyo Harry Sarundajang.

Sarundajang mengakui, kenyataan di lapangan menunjukan berbagai masalah sosial terutama kemiskinan, kerukunan dan keharmonisan yang perlu mendapat perhatian serius, dimana akar masalahnya adalah kependudukan.

Sebab itu Gubernur Sarundajang minta, KB digarap secara serius agar tidak terjadi ledakan penduduk dimasa datang yang akan menjadi tanggungjawab pemerintah, dan semua pihak diminta bersama menyukseskan program tersebut.

Harganas diperingati dengan Road Show di tiga Provinsi di Indonesia di Sulawesi Tengah, Yogyakarta dan Sulawesi Utara dan menggelar berbagai kegiatan antara lain pengobatan gratis, pelayanan KB gratis dan penanaman pohon. (denny mintianto)


Louis – Rizali Milik Seluruh Masyarakat Manado

Didoakan Oleh Jemaat Advent Tikala
MANADO, suara manadonews (02/07/2010)—PASANGAN Calon Walikota dan calon Wakil Walikota jalur Independen, Louis Nangoy SH dan KH Drs Rizali M Noor, sejak awal dikenal sebagai pasangan pluralis yang sejati. Kedua figur yang dekat dengan Bapak Pluralisme Nasional, Alm KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini memang sejak lama dikenal sebagai sosok yang memiliki pandangan dan jiwa nasionalisme yang tinggi. Dan hal tersebut sudah dipraktekkan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Tak heran, jika pasangan yang akrab dengan sebutan Louis – Rizali ini selalu dekat dengan kelompok masyarakat manapun, baik itu lintas agama, suku maupun budaya. “Karena itu, kami berdua, saya dan pak Louis,tidak ingin direpresentasikan sebagai perwakilan dari agama, suku, etnis atau kelompok masyarakat manapun. Kami ingin menjadi pemimpin yang menjadi milik semua ummat.” ujar Kyai Rizali M.

Noor usai memimpin kegiatan manasik haji di Masjid Raya akhir pekan lalu. Kyai kharismatik ini menambahkan, di dunia yang semakin mengglobal ini, dimana kita tidak lagi dihalangi oleh batas-batas geografis dan politis, sudah saatnya pemikiran primordial ditanggalkan. “Bukan juga berarti mencampur aduk, akan tetapi bagaimana kita bisa membangun saling pengertian dan saling menghargai perbedaan yang ada, untuk kemudian hidup dalam keharmonisan serta saling memberi pengarh positif sehingga bisa terjalin sinergi yang bisa memberi kontribusi terhadap pembangunan Kota Manado yang kita cintai ini.”

Sementara itu, keesokan paginya, Calon Walikota, Louis Nangoy SH bersama istri, Margaretha Sondakh menjadi tamu kehormatan dalam ibadah Sabat Tamu yang diadakan oleh gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), Jemat Tikala. Dalam kesempatan tersebut, selain mengikuti ibadah bersama ummat Advent yang ada, Pak Louis bersama Ibu juga didoakan oleh Jemaat GMAHK Tikala, yang dipimpin oleh Pdt Yudi Kasingku . Dalam doanya, Pdt Kasingku memohon keselamatan dan kesuksesan bagi Pak Louis Nnagoy beserta keluarga, terutama dalam menjalani Pilwako nanti.

“ Inilah bukti bahwa saya dan Pak Kyai tidak hanya menjadi representasi agama atau kelompok tertentu akan tetapi milik seluruh warga Manado.” Ujar Calon Walikota, Louis Nangoy, SH. yang memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Jemaat GMAHK Tikala, yang sudah dengan tulus mendoakan dirinya dan Pak Kyai. Dirinya yakin jika disertai dengan niat yang lurus dan perjuangan yang tak mengenal lelah, doa tersebut pasti akan didengar dan dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. (*/denny mintianto)