Rabu, 01 September 2010

Pemkot Manado Refres Pejabat


Drs. Robby Mamuaya lantik Eselon dua dan tiga di lingkungan Pemkot
Sesuai SK No. 821.3/BKD/SK/28/2010, tentang pengangkatan dan pemberhentian pejabat struktural, maka siang tadi bertempat di aula Pemko Manado penjabat walikota Manado Drs Robby Mamuaya melantik 14 pejabat Eselon II dan eselon III
Mamuaja menyatakan bahwa  rolling jabatan merupakan hal yang wajar bagi seorang PNS, mamuaya menambahkan agar pejabat yang dilantik diharapkan akan memberi kecerahan yang baru dalam organisasi pemerintahan dilingkup Pemprov, sehingga juga akan diikuti dengan pelayanan ke masyarakat yang lebih baik.

Pelantikan ini merupakan pencerahan bagi organisasi, bukan semata-mata hanya sekedar rolling akibat kekecewaan, tapi rolling kali ini untuk penyegaran bagi Pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Manado  “Diharapkan bagi pejabat yang dilantik, untuk menjaga kinerja masing-masing instansinya, menuju masyarakat yang lebih maju,” tandasnya
Pejabat Eselon II yang di lantik:
1.      dr Tubagus Djaber Elong Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daera koata Manado, mutasi ke Pemprov
2.      Ir Steven J G Wakkary, jabatan lama, Dpb Pada Pemerinta Kota Manado, Jabatan baru,  kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kota Manado.
Pejabat Eselon IIIyang di lantik:
1.      SJ Alhabsji, jabatan lama Kabid Prosedur dan Aplikasi Damkar, jabatan baru pensiun
2.      Sonny Apeles rompas, jabatan lama Kabid Kajian Strategi Daerah Kesbang, jabatan baru Kabid Prosdur dan Aplikasi Damkar
3.      Drs Jackson F Ruaw, jabatan lama Camat Kec Wenang, jabatan baru Kabid Kajian strategi dareah Badan Kesbang.
4.      Da Neivi Lenda, jabtan lama, Kabid Admint perkotaan Setda Mdo, jabatan baru, Camat Wenang.
5.      Joudy S senduk, jabatan lama, Sekretaris Badan pelayanan perijinan terpadu, jabatan baru, Kabid admint perkotaan Setda Kota Manado.
6.      Jahja Jonas Lintang,jabatan lama, Kabid pelayanan IV BP2T,jabatan baru,Sekretaris BP2T.
7.      Drs Noldy Lomban, jabatan lama, Kabid Kesatuan Bangsa, Badan Kesbang, jabatan baru, Kabid Pelayanan VI BP2T
8.      Tampanguma Arie Marthen, jabatan lama, Dept. Pada Sekretariat Daerah Manado, jabatan baru,  Kabid Kesatuan Bangsa, Badan Kesbang.
9.      Meyty Longgorung, jabatan lama, Kabid Pemrintahan Kelurahan, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemrintah Kota Manado,jabatan baru, Dpb. Pada Sekda Mdo.
10.  Abdullah Mopangga, jabatan lama, Kasubag Admint kelurahan pada bidang Pemerintahan kelurahan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan pemerintahan kelurahan kota Manado,jabatan baru, Kabid Pem Kelurahan Badan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan kelurahan kota Manado.
11.  Drs Robert CL Rompas, jabatan lama, Kabid sumber daya perikanan dan kelautan dinas kelautan dan perikanan Kota Manado, mutasi ke Kab Mitra
12.  Ir Beatrix Wungow, jabatan lama, Dpb pada Sekda Manado, jabatan baru, Kabid Sumber daya perikanan dan kelautan Dinas Kelautan dan perikanan Kota Manado.(*demint)

Pol PP Siap Amankan Lebaran

Swara Manadonews:(01/09/2010) - Satuan polisi (satpol) pamong Praja (PP) Manado menyiapkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) untuk mendukung pengamanan hari raya Lebaran di Kota Manado.
"Kami menerima surat permintaan dari Kepolisian daerah (Polda) Sulut agar menyiapkan pasukan untuk gelar sekaligus membantu pengamanan hari raya nanti," kata Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Manado Ferry Tumewan, Ia menjelaskan mereka siap sebab mereka memang punya kewajiban ikut mengamankan hari raya Idul Fitri di Kota Manado agar tetap aman dan tidak ada gangguan apapun juga, sehingga masyarakat merasa aman dalam berhari raya.

Selain siap ikut mengamankan Lebaran Tumewan mengatakan pihaknya juga tetap melakukan tugas setiap saat yakni menjaga keamanan situasi di pusat kota Manado sebab itu adalah tugas dan kewajiban mereka untuk menegakan Peraturan Daerah.

Sementara itu kepala Bidang Tata laksana tata tertib Sat Pol PP Manado Jeffry Gaghana mengatakan untuk mengamankan Lebaran nanti, mereka bersiap di semua tempat ibadah.
"Bahkan kami juga akan mengamankan sekitar lokasi salat Ied di Manado nanti, serta tetap berjaga di lokasi-lokasi terlarang di Kota Manado, supaya suasana Manado tetap aman," kata Gaghana.
Gaghana mengatakan selain menyiapkan pasukan untuk mengamankan jalannya lebaran, tetapi ia menegaskan nantinya saat lebaran pasukan yang berhari raya tetap mendapat libur lebaran sementara yang berjaga adalah yang non muslim.

Untuk pengamanan lebaran ini kata Gaghana pasukannya akan ikut dalam gelar pasukan untuk pengamanan hari raya di kota Manado bersama Polda Sulut, tanggal 2 September 2010 yang akan dipimpin langsung oleh Kapolda Sulut Carlo Tewu.

Salah satu anggota Pol PP Manado bernama Albert Baring yang sehari-harinya bertugas di Manado mengatakan mereka siap mengamankan Lebaran bersama seluruh anggota polisi di Manado, karena itu adalah tugas dan kewajibannya,  "Kami selalu siap satu kali 24 jam untuk menjalankan tugas, jadi setiap saat diperintahkan langsung dilaksanakan," kata Albert Baring.(*demint)

H-8 Arus Mudik Terminal Malalayang Normal


Swara Manadonews(01/09/2010)-Delapan hari menjelang hari raya Idul Fitri 1431 Hijriah, arus mudik di di terminal Malalayang Kota Manado masih normal,  belum ada lonjakan penumpang,  "Hingga hari ini arus mudik ke Makasaar, Palu dan Gorontalo belum naik sehingga suasana di terminal Malalayang Manado masih terlihat aman," kata Kepala terminal Malalayang Manado Laurens Rumondor di Manado,  Rumondor mengatakan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya arus mudik baru akan terlihat ada lonjakan pada H minus tiga dan H minus dua, saat perjalanan ke Gorontalo, Palu dan Makassar tidak begitu lama.

Arus penumpang di H minus tiga dan dua biasanya akan mencapai 150-160 persen dari jumlah penumpang normal yang biasanya 140-196 penumpang setiap harinya, diperkirakan akan menjadi menjadi 420-476 orang dalam sehari, jelas Rumondor,  tetapi ia mengatakan walaupun jumlah penumpang melonjak jauh, mereka belum akan membutuhkan tambahan armada, sebab yang ada sekarang di terminal Malalayang masih cukup dan sanggup mengangkut para penumpang yang akan berlebaran di kampung halamannya.

Sementara itu kepala Dinas Perhubungan Manado Hanny Waworuntu mengatakan terminal Malalayang menjadi posko induk untuk arus mudik dari Kota Manado ke Gorontalo, Palu hingga Makassar.
Bahkan menurutnya mereka sudah menyiapkan armada tambahan jika memang nantinya diperlukan, bus dari Karombasan dan Paal Dua akan digunakan untuk mengangkut penumpang yang akan pulang kampung.
"Di Posko yang disiapkan oleh Dinas Perhubungan Manado ada petugas yang sudah siap untuk memeriksa kelayakan mobil yang akan berangkat, baik sopirnya sampai bus meliputi pemeriksaan rem, ban hingga bahan bakar mobil," kata Waworuntu.

Ia mengakui dalam beberapa tahun belakangan ini jumlah pemudik yang menggunakan angkutan bus berkurang banyak, karena mereka lebih memilih berkendara motor secara bersama-sama atau menggunakan mobil carteran ataupun taksi, tetapi ia mengatakan mereka tetap siap dengan armada cadangan.
Hingga H minus delapan harga tiket belum naik di Malalayang selain itu tidak ada aksi calo di tempat tersebut, karena penumpang tak banyak untuk Manado-Makassar tiketnya seharga Rp350 ribu, Manado Palu Rp175 ribu dan Manado Gorontalo Rp80 ribu.*(demint)

Senin, 30 Agustus 2010

Plt Gubernur Sulut Bongkar Kabinet SHS

Lantik Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemprov

Ilustrasi: Pelantikan Pejabat Eselon II
MANADO, Swara Manadonews (30/08/2010)—Plt Gubernur Sulut, Drs Robby Mamuaja, Senin (30/08), melantik 12 Pejabat Eselon II, di lingkup Pemerintahan Provinsi Sulut.Pelantikan yang dilaksanakan diruang Huyula Kantor Gubernur Sulut, berdasarkan SK Gubernur Sulut, nomor 821.2/BKD/SK/92/2010 tertanggal 27 Agustus 2010 tentang, pengangkatan dan pemberhentian pejabat Eselon II dilingkup Pemprov Sulut.



Mamuaja menyatakan, Pejabat yang dilantik diharapkan akan memberi kecerahan yang baru dalam organisasi pemerintahan dilingkup Pemprov, sehingga juga akan diikuti dengan pelayanan ke masyarakat yang lebih baik.

Pelantikan ini merupakan pencerahan bagi organisasi, bukan semata-mata hanya sekedar rolling akibat kekecewaan. Tapi rolling kali ini untuk penyegaran bagi Pejabat dilingkungan Pemprov Sulut  “Diharapkan bagi pejabat yang dilantik, untuk menjaga kinerja masing-masing instansinya, munuju masyarakat yang lebih maju,” tandasnya. (*/otnie)


Pejabat Eselon II yang dilantik :

1.  Jefry Korengkeng – Sebelumnya Asisten I bidang Administrasi Pemerintahan–Jabatan Baru Kepala Inspektorat Sulut2. Arnold Poli – Sebelumnya Kepala Kebangpolk Sulut – Jabatan Baru Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut.


3. Gun Lapendang – Sebelumnya PNS di Pemkab Bolmong – Jabatan Baru Kepala Kesbangpol Sulut.


4. Ir. Harfei Sendoh – Sebelumnya Kepala BPMPD Sulut – Jabatan baru Kepala Dinas Periwisata Sulut.


5. F. Rotinsulu – Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Sulut – jabatan baru Kepala BPMPD Sulut.


6. Xandramaya Lalu – Sebelumnya Kadis Perikanan dan Kelautan Sulut – jabatan baru Kepala BP3A Sulut.


7. Olivia Ateng – sebelumnya PNS dilingkup Pemprov Sulut – Kepala BLH Sulut.


8. Johanis Paleneon – sebelumnya PNS di dinas pertanian Sulut – jabatan baru Kadis Pertanian Sulut.


9. Boy Tamon – sebelumnya Kepala BLH Sulut – jabatan baru Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Sulut.


10. Joy Korah – sebelumnya PNS dilingkup Pemprov – jabatan baru Kepala Dinas Pertambangan Sulut.


11. Ir. Herry Rotinsulu – sebelumnya PNS dilingkup Pemprov Sulut – jabatan baru Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi.


12. drg A Tubagus – sebelumnya PNS dilingkup Pemprov Sulut – jabatan baru Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setdaprov Sulut. (Sumber: Humas Pemprov Sulut)



Peringatan HUT Provinsi Sulut ke-46 Terus Dimatangkan

Kantor Gubernur Sulut
MANADO, Swara Manadonews (30/08/2010)—Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Utara ke-46 tahun 2010 terus dimatangkan, persiapannya oleh Panitia Pelaksana yang diketuai oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulawesi Utara Jeffry Korengkeng SH MSi. Peringatan HUT Provinsi Sulawesi Utara tahun ini memiliki nuansa khusus, karena di Bulan September ini perjalanan sejarah Provinsi Sulawesi Utara juga akan ditandai dengan babak baru pemerintahan dengan akan dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur ke-15 dan merupakan Gubernur ke-2 yang di pilih langsung oleh rakyat, melalui Pemilihan Umum Kepala Daerah secara langsung


Setelah dilakukan rapat perdana pada Jumat 20 Agustus 2010 lalu, yang menghadirkan seluruh seksi dan SKPD terkait, pada Kamis 26 Agustus 2010 dilakukan lagi Rapat yang melibatkan Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Sulawesi Utara. Kehadiran Pemerintah Kabupaten/Kota sangat penting karena Hari Ulang Tahun Provinsi untuk tahun ini akan dijadikan momentum untuk menumbuhkan kebanggaan seluruh masyarakat Provinsi Sulawesi Utara sampai ke pelosok-pelosok di kabupaten/kota.

“Oleh karena itu diharapkan Pemerintah Kabupaten/Kota juga akan melaksanakan kegiatan di kabupaten/kota masing-masing agar nuansa peringatan HUT Provinsi ini dapat dirasakan dan dinikmati serta dimeriahkan oleh seluruh masyarakat Provinsi Sulawesi Utara”. Demikian Ketua Panitia, Jeffry Korengkeng SH MSi yang memimpin Rapat yang didampingi oleh Sekretaris Panitia, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut Drs Marhaen R Tumiwa MPd.

Kepala Bagian Humas Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut Ch Sumampow SH MEd mengatakan, rangkaian peringatan HUT ke-46 Provinsi Sulawesi Utara akan diawali dengan Jalan Sehat Massal yang akan diikuti oleh Pemerintah Provinsi Sulut dan Komponen masyarakat lainnya pada tanggal 3 September 2010.

Kegiatan-kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan adalah Pameran Pembangunan yang akan melibatkan SKPD Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, BUMN/BUMD, Perbankan dan unsur TNI/Polri, Lomba Pegawai Berprestasi dan Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB), Lomba Olahraga yang juga akan diisi dengan beberapa jenis olahraga tradisional seperti Gasing dan Putar Dodutu , Lomba Kesenian yang akan dilakukan di lokasi Stand Pameran Kayuwatu, Ziarah ke makan mantan Gubernur serta Pejuang Nasional DR Sam Ratulangi dan Upacara Puncak yang akan dilakukan di halaman kantor Gubenur Sulut pada tanggal 23 September.

Upacara kali ini juga akan mengikutsertakan perwakilan dari Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara. Sehubungan dengan itu dimintakan kepada seluruh SKPD Provinsi dan juga pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengambil bagian pada setiap kegiatan yang akan dilaksanakan serta mempersiapkan stand pameran masing-masing untuk menampilkan keberhasilan pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan selama 5 tahun. Setelah pelaksanaan Upacara, akan dilaksanakan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sulut dalam rangka HUT ke-46 Provinsi Sulawesi Utara. “Pada kesempatan ini para teladan dan yang berprestasi tingkat provinsi Sulawesi Utara dan Nasional juga diharapkan hadir dan mengikuti Sudang tersebut,” ujarnya. (*/otnie)

Kapolres Minsel Minta Seluruh Kapolsek Tingkatkan Keamanan


 Sosialisasi Perkap Tentang HAM di Minsel

 AMURANG, Swara Manadonews (30/08/2010)—Bertempat di Mapolres Minahasa Selatan(Minsel),dilakukan sosialisasi Peraturan Kapolri (Perkap) UU nomor 8 tahun 2008 tentang Hak Asasi Manusia dan UU nomor 7 tahun 2009 tentang Gender dalam Pemolisian Konteks RAN HAM.

Acarah sosialisasi ini dibuka langsung oleh Kapolres Minsel AKBP FX Surya Kumara, dalam sambutannya. “Marilah kita lebih memahami lebih dalam tentang HAM yang ada,yang mungkin akan kita pelajari tentang HAM,dalam sosialisasi ini,”kata Kumara.

Dikatkannya pula, sebagai polisi kita harus menjaga keamanan bersama,karena sampai sekarang dirinya menerima telepon yang masuk 1-3 kali laporan permaslahan dari masyarakat. “Setiap hari yang masuk ketelepon saya hanya menerima laporan permaslahan yang ada dari masyarakat,jadi saya menghimbau kepada Kapolsek yang ada di wilaya kepolisian Minsel kita harus lebih tingkatakan keamanan disetiap desa dan kelurahan,” jelas Kumara.

Sosialisasi Perkap, yang turut diikuti oleh KNPI Minsel,Para LSM juga Persatuan Jurnalis Minsel ( PERJUR). (drims)

Pemprov Gelar Safari Ramadhan di Bolmut


Mamuaja: Bolmut Dijadikan Lumbung Beras Bagi Sulut

 Safari Ramadhan
MANADO, Swara Manadonews (30/08/2010)—Pelaksana Tugas Gubernur Sulut Drs Robby Mamuaja bersama rombongan Pemprov Sulut, menggelar Safari Ramadhan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Blmut) pada Sabtu (28/08). Ini merupakan program Pemprov Sulut untuk melakukan Safari Ramadhan guna melakukan silahturahmi dengan masyarakat di Bolmut. Terutama kaum muslimin dan muslimat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Melalui kegiatan ini diharapkan akan semakin memperkkoh kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah.

Rombongan Pemprov Sulut yang tiba di Bolmut pukul 15.00 wita tersebut, disambut langsung oleh Bupati Hamdan Datunsolang, selanjutnya rombongan menuju mesjid desa Minanga.

Bupati Bolmut, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari Plt Gubernur dan rombongan Pemprov Sulut. Kunjungan ini akan dapat memtivasi bagi umat muslin dalam menjalankan ibadah puasanya.

Sementara Plt Gubernur Drs Robby Mamuaja dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan Safari Ramadhan yang dilaksanakan Pemprov Sulut, merupakan bentuk perhatian Pemprov terhadap warga muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan. “Kerukunan hidup antar umat beragama di Sulut harus terus dipertahankan, bahkan terus ditingkatkan sebagai modal untuk melaksanakan pembangunan,” tandasnya.

Lanjutnya, Pemprov akan memberikan perhatian khusus bagi Bolmut, yang akan dijadikan lumbung beras bagi warga Sulut. Diantaranya dengan meneruskan pembangunan infrastruktur jalan, menyelesaikan pembangunan jembatan dan saluran irigasi yang akan mengairi sawah di wilayah Bolmut.
Mamuaja juga mengingatkan, agar umat muslim bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang tepat untuk beramal, terutama bagi orang yang membutuhkan.

Selain itu lanjut Mamuaja, akan dibangun pasar tradisional, untuk menggerakan pereknomian dan rumah sakit tipe C dengan peralatan, obat-obatan dan tenaga medis. Bahkan Pemprv akan memberikan bantuan 10 unit Hand Tractor.

Pada kesempatan itu, Pemprov memberikan bantuan beras dan ikan kaleng kepada kaum duafa dan bantuan untuk perbaikan mesjid desa Minanga  sebesar Rp 15 juta. Ikut dalam rombongan ini jajaran Muspida, Lanudri, mewakili Lantamal dan pejabat eselon II Pemprov Sulut. (otnie)     



Minggu, 29 Agustus 2010

Kowel dan Palapa, Terpilih Toar Lumimuut Minsel 2010


Toar Lumimuut Minsel 2010
AMURANG, Swara Manadonews (29/08/2010)—Pemilihan Toar Lumimuut Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), yang diprakarsai Dinas Pariwisata Minsel, Sabtu (28/08) telah mendapat hasil, setelah beberapa pekan dikarantina. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Minsel Dra Sartje Iroth MHum saat dihubungi wartawan Koran ini Minggu (29/08).

 
Menurut Iroth, dua putra putri terbaik Minsel Chrestian Kowel dan Gloria Palapa terpilih Toar Lumimuut Minsel 2010. “Kowel adalah utusan Kecamatan Tareran Sementara Gloria Palapa utusan Kecamatan Motoling Barat, kedua putra-putri terbaik ini telah melewati beberapa tahapan hingga dikukuhkan sebagai Toar Lumimuut Minsel,” ujar Iroth.

Lanjut dia, dalam ajang ini selain mereka ganteng dan cantik, kompetensi Toar Lumimuut Minsel diutamakan. “Selama masa karantina, mereka melalui beberapa tes dari para juri hingga malam final, sehingga Kowel dan Palapa yang dikukuhkan tersebut memiliki sumber daya manusia yang terbaik,” kunci Iroth. (nola)

Mangangantung Lengser dari Sekda Minsel


M2O, Lantik Kairupan dan Kawengian

Drs Mecki M Onibala MM
AMURANG, Swara Manadonews (29/08/2010)—Penjabat bupati Minahasa Selatan Drs Mecki M Onibala MM (M2O) Jumat (27/8) lalu, kembali meroling dua pejabat yang berada di ruang lingkup pemerintahan kabupaten Minsel. kali ini Onlbala melantik dr Tommy Kawengian sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Drs MC Kairupan sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah menggantikan Drs Nolvi Mangangantung yang masuk usia pensiun. Pelantikan yang dilangsungkan di aula kantor bupati tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur Muspida dan pejabat teras .

Onibala dalam sambutanya menegaskan, bahwa perlantikan ini sudah melalui pertimbangan Baperjakat dan pergantian ini hal yang biasa dalam tubuh Pegawai Negeri Sipil untuk itu Onibala berharap kepada kedua pajabat yang baru di lantik tersebut, agar dapat bekerja dengan baik. “Karena jabatan yang mereka emban ini adalah kepercayaan dari atasan untuk mereka,” tandas Mantan Kepala BKDD Minsel ini. (drim's)

Warga Kilometer Tiga, Resah Sampah Berserakan


Ilustrasi: Sampah Berserakan
AMURANG, Swara Manadonews (29/08/2010)—Warga kilometer 3 resa dengan adanya pembuangan sampah yang ada di jalan antara Uwuran dan kilometer 3, karena hanya memberikan bau busuk sepanjang jalan .


Teddy Ruasey kepada Swara Manadonews mengatakan, sampai dimana kebijakan pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel),mengantisipasi sampah yang ada di jalan yang dimaksud oleh warga kilometer 3. “Terus terang kami warga yang ada di Km3 mengahrapkan kepada pemerintah supaya dapat memeprhatika sampah yang sembarangan di buang,” kata Ruasey.


Pembuangan sampah oleh oknum yang tidak bertanngung jawab tidak lagi memperhatikan kesehatan warga yang ada di sekitar. “Kami juga butuh kesehatan,kalau begini bukan kesehatan yang kami dpat, tetapi penyakit yang kami termiah,” jelas Ruasei, sembari menamtambakan bahwa sampah sampah yanga da dijalan, mulai dari desa kM3 sampaidesa ranoketang tua berasal dari sampah pasar Amurang. “Sampah sampah itu berasal dari pasar amurang dan pertokoan,saya mohon pemkab dapat memperhatikannya,” pintahnya. (drim's)

Jumat, 27 Agustus 2010

Masalah KTP Lurah Sindulang II Laporkan warganya ke Polisi

Swara  manadonews (27/08/2010)-Program pemerintah memberikanan pelayanan KTP gratis membawa warga sindulang dua berurusan dengan pihak kepolisian sektor Tuminting, sebut saja Treis warga yang di laporkan lurah karena mencak-mencak  tidak mendapatkan KTP.

Dengan dalih mengancam dan mencemarkan nama baiknya lurah memberanikan diri untuk melapor ke kepolisian dengan alasan untuk memberikan pengajaran kepada warganya yang tidak menghormatinya sebagai lurah dan juga sebagai contoh kepada warganya agar bisa menghargai pemerintah setempat, jelas Lurah sindulang II Theodora Lano.

Treis Lamatenggo yang duduk di kursi pemeriksaan menuturkan permasalahan yang di hadapinya di mana lurah Sindulang dua seakan-akan mempermainkan dirinya, selang sebulan program KTP gratis yang di jalankan pemerintah Kota Manado namun belum juga dirinya mendapat KTPnya.

Menurut Treis dirinya sudah berusaha mendatangi lurah dengan sebaik-baiknya guna menanyakan keberadaan KTPnya karena sudah di butuhkan untuk kepentingan yang sangat mendesak mengingat dirinya sering melakukan perjalan ke luar kota, ketika dirinya menanyakan kepada lurah mengenai KTPnya karena sudah di daftar kepada kepala lingkungan lengkap dengan identitasnya, lurah pun mengatakan semua sudah di masukkan ke Dinas Catatan Sipil  Kota Manado silahkan ibu mengkroscek langsung ke Capil jelas Lurah Theodora Lano.

Di sela-sela pembicaraan tersebut ibu lurah menyampaikan bahwa tidak semua warga  yang mendaftar akan  mendapatkan KTP gratis,  karena dirinya menyortir warga  yang tidak memilih calon walikota yang di jagokannya, hanya kepada warga yang benar-benar memilih calon walikotanya akan mendapatkan KTP tersebut.

Keesokan harinya Treis meminta bantuan saudaranya yang dekat dengan kepala dinas catatan sipil untuk mengkroscek keberadaan KTPnya, benar saja identitasnya tidak tercatat di database catatan sipil dan ia teringat dengan perkataan lurah bahwa tidak semua warga akan mendapatkan ktp jika tidak memilih walikota jagoannya.

Karena emosi Treis mendatangi kantor lurah,  dengan nada emosi Treis meluapkan emosinya kepada pegawai kelurahan karena lurah tidak berada di kantor, hal ini di sampaikan pegawai kelurahan kepada lurah, keesokan harinya Lurah memanggil Treis melalui kepala lingkungan II, ketika tiba di kantor, lurah langsung memarahinya tidak terima di marahi lurah,  Treis langsung mencak-mencak ke lurah dan mengatakan Lurah tidak netral, lurah tidak mampu menempatkan dirinya sebagai lurah yang baik.

Tidak menerima dirinya di hina dan merasa harga dirinya hilang pada saat itu juga lurah mendatangi kepolisian sektor tuminting untuk melaporkan hal yang tidak mengenakkan untuk dirinya.

Eda salah satu warga sindulang dua menyesalkan sikap lurah yang tak mampu mengayomi, melayanai dan melindungi masyarakatnya malah melaporkan warganya ke kantor polisi hanya karena masalah KTP gratis. Kepada Swara manadonews  Edapun menambahkan bahwa bukan kali ini lurah adu mulut dengan warga, sudah beberapa warga yang adu mulut dengan lurah karena sikap lurah yang arogan.
Ela meminta camat dan terlebih walikota agar dapat mengganti lurang sindulang II yang arogan terhadap warganya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Revanny Parasan ketika di minta tanggapannya mengenai permasalahaan tersebut mengatakan bahwa dirinya akan menindak lanjuti laporan masyarakat dan akan memanggil oknum lurah tersebut untuk di hearing, Revanny  menambahkan lurah seharusnya menjadi panutan dan melayani serta melindungi warganya bukan bersikap sebagai raja kecil di wilayahnya.*(demint)

PILWAKO Manado Berpotensi Ulang

Pilwako Manado Ada Dua Opsi 

Swara  manadonews (27/08/2010)-Warga Kota Manado yang baru saja melakukan pemilihan Walikota dan wakil walikota sampai saat ini masih menunggu dengan rasa penasaran, karena setelah ada pemenangnya masih harus  melewati sidang gugatan dari calon walikota yang lain karena menurut mereka di sinyalir ada kecurangan-kecurangan yang di lakukan oleh pemenang.

Dari informasi yang di dapat dari sumber yang dapat di percaya bahwa ada dua opsi yang akan terjadi, yang pertama pemilihan walikota di Manado 80% akan di ulang dan kedua jika benar terbukti ada kecurangan yang terjadi pada pilwako Manado maka yang akan menjadi walikota adalah pemenang yang suara terbanyak kedua.

Informasi yang di dapat swara Manadonews  dari sumber yang lagi berada di Jakarta mengikuti sidang gugatan pilwako  menjelaskan bahwa pelaksana pemilihan walikota Manado, komisi pemilihan umum kota Manado tidak mampu berikan data-data yang akurat dan tidak lengkap.
Masih menurut sumber swara manadonews  bahwa banyak kepala-kepala skpd yang hadir untuk melihat langsung sidang gugatan tersebut bahkan assisten III Kota Manado yang juga menjabat sekretaris kota Manado  nampak hadir untuk memberikan saksi . *(demint)

Kamis, 26 Agustus 2010

Katiandagho: Masih 31 Desa Belum Masukkan LPJ

Hukum Tua Se-Mitra

RATAHAN, Swara Manadonews (26/08/2010)—Puluhan Hukum Tua di Kabupaten Mitra berulah. Pasalnya Surat Pertanggung-Jawaban (SPJ) penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap I hingga kini belum diterima Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BP-MPD) Mitra.

Kepala BPMPD Drs Desten Katiandagho SH, mengaku gerah dengan sikap puluhan desa di Minahasa Tenggara (Mitra) ini. Akibat belum masuknya SPJ tahap I itu, penyaluran ADD tahap II terhambat. “Saya minta para Hukum Tua yang belum melengkapi SPJ agar segera memasukkan ke BPMPD untuk pencairan tahap II,” ijar Katiandagho.

Katiandagho mengungkapkan, puluhan desa yang belum memasukkan SPJ itu, tersebar di Kecamatan Pasan, Ratahan Timur, Belang, Pusomaen dan Ratatotok. “harusnya belajar di Kecamatan Touluaan, Touluaan Selatan, Silian Raya, dan Keca-matan Tombatu. Sebab semua desa di wilayah itu sudah beres SPJ-nya, sehingga sudah bisa menikmati ADD tahap II ,” ujar Katiandagho.

hingga kini masih ada desa yang belum memasukkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) untuk desa lama dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) bagi desa yang baru dimekarkan. “Ini sangat disayangkan karena desa lain sudah bisa memanfaatkan dana tersebut untuk pembangunan sedang yang lain masih terbentur LPJ dan sejumlah syarat lainnya,” ujar Katiandago.

Menurutnya, ada 31 desa yang belum menerima ADD karena terbentur syarat. Mereka adalah, 10 desa dari Kecamatan Touluan Selatan, 8 desa dari Kecamatan Pasan, Kecamatan Belang 6 desa, Kecamatan Pusomaen 4 desa, Kecamatan Ratatotok 2 desa dan Kecamatan Tombatu Timur 1 desa.

Lanjutnya, sosialisasi mengenai pencairan ADD serta syarat-syarat sudah dilakukan pihaknya, tapi ternyata dari pemerintah desa tidak menjalankan instruksi tersebut. “Dana sudah tersedia, tapi tak akan dicairkan hingga syarat dipenuhi,” tandasnya. Seperti yang diketahui, desa yang berhak menerima adalah mereka yang sudah menyerahkan LPJ penggunaan ADD triwulan sebelumnya. Yang kemudian, laporan tersebut diperiksa Inspektorat, dan desa menerima rekomendasi untuk pencairan ke PPKAD.

Sebelumnya, seluruh hukum tua dari Kecamatan Touluaan Selatan berada di kantor Inspektorat Mitra yang berada di Kelurahan Wawali. Mereka mendapatkan pembinaan dari Inspektorat, karena dinilai melakukan beberapa pelanggaran. “Hanya menerima pembinaan,” ujar salah satu peserta yang tak mau namanya dipublikasikan.

Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKDD) Mitra, menerangkan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) tidak akan mencairkan ADD tahap II, bila SPJ tidak dimasukkan. “Kalau untuk desa-desa pemekaran, dokumen SPJ tidak dibutuhkan. Namun untuk desa induk wajib hukumnya memasukkan SPJ,” tegas Katiandagho.

Katiandagho pun memperta-nyakan desa-desa yang belum memasukkan SPJ penggunaan ADD tahap I. Menurut dia jika ADD itu diperuntukkan sesuai Perdes tentu aparat desa tidak kesulitan membuat SPJ. (*/otnie)

Pemukiman Nazaret Kurang Diminati Warga Kalatin

Harry Rofian Wungow

RATAHAN, Swara Manadonews (26/08/2010)—Pemukinan transmigrasi Nazaret di Desa Wioi, Kecamatan Ratahan, sejak awal konsepnya diperuntukkan bagi warga Kalatin. Namun dalam perkembangannya, pemukiman itu kurang diminati warga Kalatin, dan mereka lebih setia tetap bermukim di bawah kaki Gunung Manimporok.

Kondisi ini disesalkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Minahasa Tenggara (Mitra) Ir Djoni Ronsul. “Pemukiman itu diprioritaskan untuk mereka,” tegas Ronsul.

Ditambahkannya, sosialasi sudah dilakukan pemerintah berulangkali dimana meminta warga secepatnya meninggal-kan kaki Gunung Manimporok . “Jangan nanti pemuki-man itu ditempati oleh warga luar, dan akhirnya hanya bisa gigit jari,” ujar Ronsul.

Lanjut Ronsul, dalam waktu dekat, dia bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Harry Rofian Wungow SH, akan kembali melakukan sosialisasi di Kala-tin. Ditanya, upaya apa yang akan dilakukan Pemkab jika warga tetap memilih tinggal di Kalatin. Ronsul menegaskan akan melakukan upaya paksa, yakni lewat eksekusi. “Tentunya rencana mengekse-kusi warga Kalatin ini mem-butuhkan banyak dana, sebab harus melalui jalur pengadilan. Kan sayang jika tidak dimamfaatkan sebab, lokasi transmigrasi, selain disediakan pemukiman, pe-merintah juga akan memberi-kan tanah beberapa hektar yang nantinya akan digarap,” tegasnya. (*/otnie)

Sertifikasi di Mitra Mulai Dibayarkan

159 Guru Terima TTP

RATAHAN, Swara Manadonews (26/08/2010)—Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra) dan DPRD Mitra akhirnya sepakat untuk membayarkab Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) guru bersertifikasi tahun 2007-2008. Kedua belah pihak sepakat, tunjangan bagi 159 guru itu, dicairkan pekan ini. Sebelumnya, Pemkab akan mencairkan tunjangan tersebut setelah disahkannya APBD Perubahan. ”Setelah kami konsultasikan dengan dewan, dana yang berasal dari pusat tersebut bisa diterima guru yang berhak pada bulan ini. Jadi, tak perlu menunggu APBD Perubahan lagi,” ujar Plt Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Ir D Moody Rondonuwu MT.

”Jadi kita bisa mencairkannya sekarang, tetapi dalam APBD Perubahan, anggaran itu tetap dicantumkan," katanya sembari menambahkan, sempat terjadi kesalahpahaman mengenai isi juknis pembayaran. Akan tetapi sudah diselesaikan. ”Pokoknya kami pastikan minggu berjalan ini, TTP guru sertifikasi di Mitra sudah dibayar. Masing-masing guru akan menerima sekira dua kali lipat dari gaji, jadi dana yang guru terima sangat besar," tukasnya.

Diharapkan dengan uang tambahan tersebut, kualitas pengajar pun meningkat. Ketua DPRD Mitra Tonny Lasut ketika dikonfirmasi mengatakan dari Dikpora memang mengajukan permintaan TTP guru untuk dicairkan. "Sesuai juknis, dana tersebut bisa cair meski belum dibahas di APBD Perubahan karena itu dana dari pusat," tandas Lasut.

Kabar gembira ini tentu membuat guru-guru sertifikasi di Mitra senang. "Tentu mendengar kabar ini kami sangat gembira, penerimaan TTP tidak lagi menunggu akhir tahun," ujar salah satu guru asal Ratahan. Dia membenarkan TTP yang akan mereka terima memang terbilang besar. "Ya karena akumulasi 6 bulan, dana tersebut akan saya tabung untuk keperluan pendidikan anak saya," ujarnya. (*/otnie)

Jasin: Sedikitnya 303 Pejabat Manado Masukan LHKPN

Dari 428 Wajib Lapor Hartanya

Mohammad Jasin
MANADO, Swara Manadonews (26/08/2010)—Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mohammad Jasin mengatakan baru 303 pejabat di Manado memasukan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari 428 wajib melapor hartanya. "Belum seratus persen, sehingga dapat bisa menjadi tanda ketidapatuhan para pejabat di Manado, dimintakan hal tersebut harus diseriusi para pejabat di daerah ini, " ujar Jasin di Manado disela-sela konferensi pers di Hotel Quality, Kamis (26/08).
Jasin mengatakan, dari 303 yang melapor tersebut baru sekitar 236 sudah diumumkan berapa nilai kekayaanya, sementara sisanya masih dalam verifikasi KPK, jika sudah selesai barulah akan diumumkan kemudian.
Jasin berharap agar, tingkat kesadaran para pejabat di Manado bisa semakin naik dan mau memasukan LHKPN, supaya mereka juga semakin terlatih untuk patuh dengan aturan yang berlaku.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Manado Drs Robby Mamuaja mengakui masih banyak pejabat di Manado belum melaporkan harta kekayaan dengan berbagai alasan. "Tetapi kami selalu mengingatkan seluruh pejabat untuk secepatnya memasukan LHKPN, sebab itu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap pejabat negara, sekaligus sebagai sarana kontrol," kata Mamuaja.
Mamuaja juga mengatakan, jika para pejabat tersebut masih membandel akan diberikan tindakan tegas, bahkan dirinya sudah dua kali memasukan LHKPN ke KPK. Kalau memang para pejabat enggan memasukan LHKPN ke KPK, menurut Mamuaja sebelum ditindak tegas akan ditelusuri dan selidiki apa penyebabnya, apakah memang ada indikasi korupsi atau tidak ada atau ada sebab lain, dan mereka akan kena sanksi mulai dari mutasi sampai nonjob. (*/denny)










DPRD Manado Komisi D Kroscek lapangan


MANADO, Swara Manadonews (26/08/2010)—Dewan Perwakilan Rakyat Kota Manado komisi D di bawah pimpinan Dr richard Sualang pagi sampai siang tadi turun ke sekolah-sekolah dan UPTD Wanea guna mengkroscek kebenaran penerimaan bantuan baik dari dana APBD maupun APBN.
Komisi D yang turun ke sekolah-sekolah adalah ketua Komisi D Dr Richard Sualang, Feliks J Iroth dan Audy C Like sedangkan anggota yang lain tidak ikut sidak ke sekolah, para anggota dewan yang turun kesekolah di dampingi bapak Awon mewakili Diknas.

Dana bantuan siswa miskin, dana bos, dana dak yang meliputi rehap ruangan kelas, pembuatan sanitasi sekolah, perpustakaan, UKS, rehab ruang sedang dan berat,  pengadaan meubeler sekolah serta pembayaran TPP oleh rombongan dewan komisi D di tanyakan di tiap sekolah.

Kepala Sekolah SMA Negeri Satu Manado Drs Fredy Robot sangat berterimah kasih kepada dewan dan dari Diknas yang sudah mendatangi sekolahnya guna melihat langsung serta mengkroscek semua bantuan yang masuk di sekolahnya, menurut beliau dana-dana bantuan yang khusus di berikan kepada siswa semuanya sudah di salurkan sesuai mekanisme yang ada dan hal itu sudah di periksa dewan dengan telah mewawancarai siswa yang menerima bantuan tersebut.

Ada hal yang menarik di sampaikan kepala UPTD Wanea Dra Magdalena Lumi kepada Tim yang turun, di mana sampai saat ini kantor UPTD hanya menumpang ruang di salah satu sekolah dasar dan yang kedua adalah tunjangan tampahan penghasilan guru sekolah dasar dua bulan belum terbayarkan yaitu bulan Desember 2009 dan Januari 2010.

Ketua Komisi D ketika di mintai tanggapannya mengenai dua bulan tunjangan tambahan guru yang belum di terima mengatakan Diknas Kota harus bertanggung jawab karena laporan yang masuk telah di realisasi seratus persen. “Ini sudah termasuk pencurian dan perampokkan hak-hak guru” ungkap Sualang.

Beliapun menambahkan seharusnya walikota menyikapi serta mengkroscek laporan tiap SKPD ke bagian keuangan sebelum melaporkan Ranperda ke DPRD. (demint)

BBPOM Manado Temukan Jajanan Kue Berzat Membahayakan

Illustrasi : Rhodamin B

MANADO, Swara Manadonews (26/08/2010)—Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Manado, mengamankan sejumlah kue dan makanan yang di jajakan pedagang kue dan makanan di saat bulan ramadahan yang menggunakan zat pewarna berbahaya.


Makanan yang di amankan adalah kue bolu kukus dan lapis yang dijual para pedagang kue di sentra penjualan kue jajanan Manado, karena menggunakan zat pewarna Rhodamin B," kata Kepala BPOM Manado Indriani Tubagus di Manado, Rabu (25/08).

Indriani Tubagus pun menjelaskan bahwa Rhodamin B merupakan zat pewarna yang biasa dipakai untuk tekstil dan tak boleh dikonsumsi oleh manusia karena berbahaya dan bisa menyebabkan kematian jika banyak di tubuh manusia, beliau juga menambahkan pengawasan ini adalah bentuk kepedulian Badan POM terhadap masyarakat agar jangan sampai mengkonsumsi makanan yang mengandung zat-zat berbahaya, dan tidak kedaluwarsa.

Sementara itu kepala pemeriksaan BBPOM Manado Sukriadi Dharma mengatakan di pusat jajanan berbuka puasa di Manado, mereka memeriksa 12 jenis makanan yang terdiri atas kue-kue basah dan minuman ringan dijual di pinggiran jalan, "Kami langsung membawa mobil laboratorium ke lokasi penjualan kue kemudian diperiksa di tempat sehingga langsung ketahuan jika ada yang menggunakan zat berbahaya, dan langsung diumumkan," kata Sukriadi Dharma.

Dari 12 jenis bahan makanan yang dicurigai tersebut hanya ada dua jenis yang mengandung zat berbahaya dan itu langsung diamankan dari penjualnya dan dilarang untuk dijual, kemudian data penjual dan pembuatnya langsung diambil oleh BBPOM, kata Sukriadi.

Ia pun menambahkan jika memang kue-kue yang mengandung bahan berbahaya itu terjual dan mereka tidak tahu akan diberikan pembinaan tetapi kalau sudah diketahui kemudian dijual maka BBPOM akan mengambil tindakan hukum, tegas Sukriadi.(*/demint)