Rabu, 11 Agustus 2010

Wakajati Sulut Lepas Gerak Jalan 45 KM

MANADO, suara manadonews (11/08/2010)—Dalam rangka memperingati HUT ke – 65 Kemerdekaan RI dan HUT ke - 46 Provinsi Sulut, maka Panitia pelaksana telah menggelar lomba gerak jalan 45 KM yang dilepas Wakajati Sulut I Ketut Purwanta Kusuma SH MH dari Kota Bitung, Sabtu malam (7/08).

Kegiatan yang diikuti 15 peserta dewasa putara ini berasal dari unsur TNI AD, Marinir Bitung, para pelajar SMA dan 4 SKPD Pemprov masing –masing Biro Umum Setda provinsi Sulurt, Dinas Perhubungan dan Kominfo, Dinas Kesehatan, Dinas PU dan Dinas Diknas serta Unsrat manado.

Pelepasan bagi perserta lomba selain dilakukan Wakajati juga oleh Sekda Kota Bitung Drs Maximilian Lomban MSi, Ketua Panitia Drs Jefry Korengkeng, Kadis Pora Drs Roy Mewoh, Kadispenda Drs Edwin Silangen MS dan sejumlah pejabat teras Pemkot Bitung. Peserta masuk finis di depan marina plaza Manado sekitar pukul 06 : 00 subuh pagi sedangkan pelapasannya dari kantor Walikota Bitung pukul 10.00 wita.

Manajer tim Biro Umum Setda Provinsi Sulut Drs Jemmy Rantung MSi mengatakan, keikutsertaan staf Biro Umum pada lomba jalan sehat 45 KM ini sudah yang kedua kalinya sejak tahun lalu. Kalau tahun lalu persiapannya dilakukan hampir satu bulan. “Untuk persiapan tahun ini juga hampir sama dengan tahun lalu, namun diyakini anak buahnya selama mengikut lomba patuh terhadap aturan yang diberikan panitia, mudah-mudahan biro umum akan keluar sebagai juara dalam lomba kali ini seperti pada tahun lalu,” pungasnya. (*/otnie) 

Sarundajang : SKPD Pemprov Segera Masukan LKP

MANADO, suara manadonews (11/08/2010)—Guna mengakhiri masa jabatan lima tahun sebagai Gubernur Sulut, Drs Sinyo Harry Sarundajang mengajak setiap Pimpinan SKPD yang ada di lingkungan Pemprov. Sulut untuk segera memasukan Laporan Kinerja Pemerintah (LKP) lima tahun. Mengingat waktunya masih tersisa satu minggu lagi, diharapkan kepala SKPD supaya segera memasukan laporan tersebut.

Hal itu dikatakan Sarundajang dalam pertemuannya dengan para pejabat Eselon II, III dan IV dilingkungan Pemprov serta Organisasi Wanita seperti Dharma Wanita Persatuan dan PKK Provinsi Sulut di ruang Mampalus Kantor Gubernur, Senin (9/08).

“Laporan tersebut sangat penting artinya bagi saya, karena didalamnya merekan selama lima tahun capaian kinerja pemerintah sulut dalam membangun daerah bumi nyiur melambai yang tercinta ini,” ujar SHS.

Sarundajang mengakui, selama lima tahun menahkodai daerah ini ada banyak keberhasilan yang boleh diraih bersama rakyat Sulut yang terakhir seperti predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih pemerintah Provinsi Sulut. Predikat ini menjadi motivasi tersendiri bagi kita. Karena Sulut merupakan satu-satunya provinsi yang mendapat predikat ini.

“Mudah-mudahan kedepan Provinsi Sulut akan menjadi yang terbaik bagi daerah lain di Indonesia, tidak hanya dibidang pengelolaan keuangan saja melainkan bidang–bidang yang lainnya,” tandasnya.

Gubernur juga memintakan, bagi SKPD yang mengelola mengelola dana dekon dan tugas pembantuan serta berbagai proyek APBN lainnya, agar perlu melakukan evaluasi secara berkala dan kontinyu agar tingkat penyerapan dana dan evaluasi fisdik dapat berjalan secara baik dan efektif.

Diakhir sambutannya Gubernur menyampaikan, terima kasih kepada seluruh pegawai di jajaran Pemprov Sulut serta seluruh stakeholders yang ada dimana selama lima tahun kita bersama telah membangun daerah ini dengan penuh rasa tanggung jawab. (*/otnie) 

SHS: Persembahkan Tubuhmu Sebagai Persembahan yang Hidup

Gubernur Ibadah Bersama Jemaat GMIM Rondor

MANADO, suara manadonews (11/08/2010)—Ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah. Inilah hal yang harus diimplementasikan di tengah-tengah aktivitas hidup sehari-hari melalui kehidupan yang penuh kasih terhadap Tuhan dan sesama manusia. Demikian dikatakan Gubernur Sulawesi Utara Drs Sinyo H Sarundajang saat menghadiri Pengucapan Syukur dan Hari Ulang Tahun ke 117 Jemaat GMIM Rondor Paniki Bawah, Manado Minggu (8/08) baru-baru.

Kesempatan itu Sarundajang juga menyentil issue tentang dirinya, yang katanya mengalami sakit strok dan dirawat di rumah sakit Singapura. Berita tersebut adalah bohong, buktinya sampai hari ini saya masih tetap sehat. Untuk itu Ia mengharapkan agar masyarakat jangan cepat percaya dengan issue-issue yang menyesatkan tersebut yang bisa menyebabkan perpecahan dalam masyarakat.

Lebih lanjut Sarundajang mengharapkan, agar peran gereja dapat lebih luas lagi menyentuh berbagai realitas kehidupan yang menuntut partisipasi nyata dari setiap warga jemaat dalam menunjang setiap program pemerintah, dalam mengatasi berbagai permasalahan, antara lain kemiskinan, pengangguran dan peningkatan kesejahteraan di daerah ini.

Ibadah Pengucapan Syukur dan HUT jemaat ini di pimpin oleh majelis pertimbangan BPMS sinode GMIM Pdt Emiritus A W Tampemawa, SmTh. Mengangkat khotbah yang terambil dari Roma 3:1-8, yang mengatakan, bahwa Allah adalah setia, walaupun umat gembalaan-Nya sering melalaikan firman Allah tetapi Allah tetap setia. 

Ketua Majelis jemaat GMIM Rondor Paniki Bawah Pdt Edy Mawitjere STh dalam laporannya mengatakan, bahwa Jemaat ini telah 5 kali mengadakan pemekaran jemaat yang baru dan saat ini GMIM Rondor memiliki 15 kolom yang terdiri dari 334 kepala keluarga. (*/otnie)

Disparbud Siap Gelar Manado Expo

MANADO, suara manadonews (11/08/2010)—Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Manado akan menggelar Manado Expo (Madex) 14-18 Agustus 2010 di Manado Convention Center, untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Madex ini merupakan kegiatan tahunan yang selalu kami selenggarakan setiap tahun sebagai salah satu bagian dari upaya untuk meningkatkan promosi perdagangan, investasi dan produk wisata Manado," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manado, Hendrik Waroka di Manado.

Waroka mengatakan selain upaya promosi perdagangan yang paling penting dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah bagaimana mengenalkan seni dan budaya Manado kepada dunia luar sehingga tertarik untuk berwisata ke Manado.

Sementara Kepala Bidang Industri Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manado, Jimmy Siwi mengatakan dalam pelaksanaan Madex ke 10 ini, penyelenggara akan mengundang peserta dari luar negeri, sebagai bagian dari mengundang wisatawan datang.

“Peserta asing yang akan diundang itu antara lain adalah dari Singapura, Australia, Brunai Darusallam, Malaysia dan Filipina, dimana semuanya akan memamerkan berbagai barang asli milik mereka di Manado nanti,” ujar Jimmy Siwi.

Lanjut Siwi, dalam pelaksanaan Madex nantinya juga akan ada berbagai acara yang digelar seperti tarian poco-poco, katrili dan terutama adalah festival budaya yang akan menampilkan berbagai hal yang berhubungan dengan seni Manado.

Salah satu anggota panitia Madex, Iskandar Polontalo mengatakan, dalam pagelaran senin budaya ada pameran kain Pinabetengan yang merupakan salah kain asli warisan leluhur Minahasa yang hanya bisa di dapat di Manado.

"Panitia sangat berharap nantinya acara ini akan menarik wisatawan asing maupun lokal akan berkunjung ke Manado, sehingga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Manado," tandas Polontalo.

Madex ini katanya, di gelar bersama oleh Pemerintah Kota Manado bersama seluruh pengusaha dan pelaku wisata di Manado yang berharap agar visi pemerintah menjadikan Manado sebagai kota tujuan wisata dunia akan makin berhasil.

Madex 2010 ini adalah yang ke-10 kalinya digelar, sebagai bagian dari perayaan HUT Kota Manado, dan kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengundang peserta dari dalam dan luar negeri. (***)


Sosialisasi UU RI Nomor 31 Tahun 2009

MANADO, suara manadonews (10/08/2010)—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus melakukan sossialisasi terhadap dampak kerawanan terhadap gempa dan tsunami di daerah ini. Pasalnya, melihat kondisi Sulawesi Utara yang cukup rawan terjadi gempa bumi dan tsunami, maka berbagai upaya antisipasif dilakukan oleh pemerintah untuk mengadakan Sosialisasi Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Hal ini diungkapkan Karo Sumber Daya Alam (SDA), Ir H Makarawung.

Sosialisasi Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulut, S H Sarundajang yang diwakili oleh Karo Sumber Daya Alam (SDA), Ir H Makarawung, Jumat (5/8) lalu diruang WOC Kantor Gubernur.

Unsur meteorologi, klimatologi dan geofisika merupakan sumber kekayaan sumber daya alam dan memiliki potensi bahaya sehingga harus dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

Sosialisasi ini memberikan pengetahuan, wawasan dan pengalaman bagi peserta mengenai meteorologi, klimatologi dan geofisika, yaitu gejala alam yang berkaitan dengan cuaca, iklim, kualitas udara, gempa bumi tektonik, tsunami, gravitasi, magnet bumi dan kelistrikan udara serta tanda waktu.

Kegiatan ini diharapkan bermanfaat bagi kita semua agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan antispatif dalam menghadapi kejadian-kejadian alam, tambah Makarawung. (*/otnie)



Kegiatan HUT Proklamasi dan Provinsi Berlangsung Meriah

MANADO, suara manadonews (11/08/2010)—Pencanangan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke – 65 RI dan HUT ke 46 Provinsi Sulut tahun ini berlangsung meriah, yang ditandai dengan penekanan tombol pembukaan logo HUT ke - 65 Kemeredekaan RI dan HUT ke – 46 Provinsi Sulut, pelepasan burung merpati dan penanaman pohon mahoni di halaman kantor Gubernur, oleh Gubernur SH Sarundajang dan Dan Lanudsri Letkol Yudi Mandega serta para pejabat eselon dua lainnya.

Kegiatan yang berlangsung Jumat (6/08) pekan lalu, di halaman kantor gubernur ini dilanjutkan dengan lomba olah raga jalan sehat 17 kilo meter yang dilepas langsung Gubernbur SH Sarundajang.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jefry Korengkeng selaku Ketua Panitia pelaksanan mengatakan, pencanangan ini diikuti para siswa SMP dan SMA, Organisasi wanita dan anggota Korpri yang tersebar di selurut SKPD dilingkungan Pemprov Sulut.

Sementara kegiatan yang yang dilaksanakan korengkeng menyerbutkan, selain kegiatan trilomba juang 17 km, 8 km dan 45 km juga anjang sana kepanti-panti asuhan dan makam mantan gubernur Sulut serta upacara bendera. (*/otnie)

Rabu, 04 Agustus 2010

Pemilukada di Bitung Berlangsung Aman dan Lancar

Sondakh di TPS 9 Kelurahan Madidir Ure

BITUNG, suara manadonews (04/08/2010)—Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut di Kota Bitung Selasa (3 /8) lalu, berlangsung aman dan sukses. Ini dibuktikan dengan suasana Kota Bitung yang bebas dari gangguan keamanan dan ketertiban. Di seluruh TPS yang ada di Kota Bitung dari pantauan Suara Manadonews, terlihat pelaksanaan Pemilukada yang aman dan tertib. Begitu pula dengan partisipasi masyarakat yang begitu besar, dalam memilih calon pemimpin Sulut lima tahun ke depan.

Ini sesuai dengan harapan Walikota Bitung Hanny Sondakh, yang lalu mengajak seluruh masyarakat Kota Bitung untuk menyukseskan Pemilukada dengan cara ikut berpartisipasi menggunakan hak pilihnya serta menjaga stabilitas keamanan lingkungan sekitarnya.

Walikota Bitung dengan ditemani istrinya yang juga adalah Ketua TP-PKK Kota Bitung, Ny J Sondakh-Taroreh menggunakan hak pilihnya di TPS 9 Kelurahan Madidir Ure. Walau-pun dalam kondisi tubuh yang masih belum sehat, Walikota terlihat begitu semangat dan penuh antusias dalam menggunakan hak pilihnya.

Sementara Wakil Walikota Bitung, Robert Lahindo SH MH, beserta dengan istrinya  menggunakan hak pilihnya di TPS 4 Kelurahan Wangurer Barat. Begitu juga dengn Sekretaris Daerah Kota Bitung, Max J Lomban SE MSi, bersama dengan istrinya Dra Khouni Lomban-Rawung MSi menggunakan hak pilihnya di TPS 5 Kelurahan Madidir Weru.

Turut hadir mendampingi Sekot adalah Camat Madidir, Drs Benny Lontoh MA. Setelah menggunakan hak pilihnya, Walikota Bitung, Hanny Sondakh dan Sekretaris Daerah Kota Bitung, Max J Lomban SE MSi, berkeliling Kota Bitung untuk memantau suasana Pemilukada. (dewi)

Komisi II DPRD Sumbar Sambangi Pemprov Sulut

MANADO, suara manadonews (04/08/2010)—Salah satu komoditi paling besar di Provinsi Sulut adalah Cengkih. “Pokoknya apa yang dihasilkan oleh Provinsi Sulut itu merupakan besik dari Provinsi Sumatra Barat,” ujar Hi Drs Marlis MM selaku Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sumatra Barat.

Kedatangan Tim Komisi II DPRD Provinsi Sumatra Barat, Rabu (4/7) kemarin, yang berjumlah 12 orang bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatra Barat, H Zailis Lisman dalam rangka mendapatkan informasi dan masukkan tentang Sistem Perdagangan Komoditas Pertanian. Kunjungan ini diterima oleh Karo Perekonomian, Drs Adry Manengkey, MSi mewakili Gubernur Sulut SH Sarundajang diruangan WOC.

Manengkey mengatakan, pengelolaan pendapatan daerah Provinsi Sulawesi Utara didasarkan pada UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, PP Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Negara dan Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Peraturan Atas Perubahan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Pengelolaan pendapatan daerah dikoordinir oleh Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan sampai tahun 2010 ini terdapat 40 instansi/SKPD pengelola pendapatan daerah. Sumber pajak daerah Provinsi Sulut diperoleh dari berbagai sektor antara lain, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Kendaraan Di Atas Air (PKAA), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-BK), Bea Balik Nama Kendaraan Di Atas Air (BBN-KAA), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB), Pajak Pengambilan & Pemanfaatan Air Permukaan (P3AP) dan Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah (P3ABT).

Sulut juga memiliki 3 Badan Usaha Milik Daerah, yaitu PT. Bank Sulut bergerak dibidang Perbankan, PT. Pengembangan Pariwisata Sulut bergerak dibidang Pariwisata dan PD. Pembangunan Sulut. “Tujuan didirikannya BIMD ini adalah untuk memberikan sumbangsih pada gerak perekonomian serta memberikan bantuan dan perlindungan pada usaha kecil dan menengah yang bergerak di Sulawesi Utara,” tandas Manengkey.

“Pokoknya banyak upaya-upaya Pemerintah Provinsi Sulut secara konkrit untuk memperhatikan hasil pertanian cengkeh dan kelapa, termasuk cengkih karena merupakan komoditas sangat penting untuk Suut,” pungkas Manengkey. (*/otnie)

AGK-FER : Masih Sementara Memimpin Pilbup Minsel

MANADO, suara manadonews (04/08/2010)—Berkat dukungan semua pihak, sampai saat ini AGK-FER terus memimpin dalam rekapitulasi hasil sementara Pemilukada Minsel dari beberapa sumber terpercaya dan independent!. Pasalnya, berdasarkan data; Tim Desk Pilkada Pemkab Minsel, Tim Pemantau Badan Kesbangpol, Panwas Minsel, Tim Pemantau Polres Minsel  (semua menunjukan hasil AGK-FER teratas).

“AGK-FER memang tidak sesumbar menggembar-gemborkan kemenangan, tanpa didukung fakta yg objektif,” ujar Erick Gabriel Kawatu.  Apalagi lanjutnya, banyak media memberitakan perolehan hasil yg faktanya kurang mendasar, tanpa sumber yang valid.

“Semoga kita semua para pendukung dan simpatisan bersikap arif dalam menanggapi pemberitaan-pemberitaan seperti itu. biarkan fakta yg membuktikan, sambil kita menunggu hasil Pleno Penetapan Hasil Pemilukada Minahasa Selatan,” tandas Kawatu. (*/otnie)


Sarundajang Lakukan Peletakan Batu Pertama Kantor Desa Bongkudai

MANADO, suara manadonews (04/08/2010)—Gubernur Sulawesi Utara Drs Sinyo Harry Sarundajang dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Boltim, Senin, (2/08) lalu, melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor desa bongkudai baru kecamatan modayak.

Kegiatan yang turut dihadiri Bupati Boltim Kandoli Mokodongan, Sekab Rudy Mokoginta serta para pejabat Pemkab Boltim dan masyarakat modayak dilanjutkan dengan tatap muka dengan masyarakat. Sarundajang mengatakan, lima desa di kecamatan modayak termasuk desa bongkudai baru merupakan desa–desa yang dianggap maju dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu menurut Sarundajang, lebih disebabkan karena faktor alam yang sangat subur. 85 persen masyarakat modayak adalah petani hortikultura. Dengan hasil pertanian ini menyebabkan tingkat ekonomi masyarakat disini terus berkembang.

Belum lagi dengan pemanfaatan danau moad oleh masyarakat, hal itu bisa mendatangkan keuntungan ganda terhadap masyarakat. Untuk itu Sarundajang berharap agar masyarakat modayak terus menjaga keamanan, memelihara kerukunan diantara sesama warga. (*/otnie) 

Sarundajang: Gereja Harus Perhatikan Norma yang Berlaku

MANADO, suara manadonews (04/08/2010)—Proses perkawinan selain dilakukan melalui secara agama tetapi juga dicatat di buku pencatatan perkawinan agar bisa diakui oleh negara. Pernyataan itu disampaikan Gubernur Drs Sinyo H Sarundajang saat melantik 61 Pemuka Agama selaku Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan (P4) bagi umat Kristen Indonesia di lingkungan Gereja Katholik Keuskupan Manado Se-Sulut, Senin (2/7) lalu, diruang Huyula kantor Gubernur.

Selain itu, SHS juga mengingatkan untuk pemilukada besok diharapkan dapat berjalan dengan aman, damai dan adil. Jangan ada yang golput, gunakan hak politik karena kita sebagai warga negara tahu hak dan kewajiban termasuk hak berpolitik, tandas Sarundajang.

Gereja harus memperhatikan norma- norma termasuk norma agama. Norma terbagi atas norma tertulis maupun tidak tertulis. Norma tertulis seperti Hukum Adat itu yang harus diperhatikan oleh masyarakat. “Masyarakat diharapkan agar bisa berpolitik secara santun karena momen ini merupakan pesta demokrasi yang memilih seorang pemimpin. Beberapa praktek-praktek politik yang harus dihindari yakni memfitnah serta pembunuhan karakter,” ujar SHS.

Karo Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi Sulut Drs Roy Marhaen Tumiwa MPd selaku pelaksana kegiatan itu mengatakan, pelantikan ke 61 pemuka agama menjadi petugas P4 tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Sulut Nomor 130 Tahun 20120 tanggal 8 Juli 2010 dan Keputusan Gubernur Sulut Nomor 136 Tahun 2010 tanggal 19 Juli 2010 Tentang Pengangkatan Pemuka-Pemuka Agama Selaku Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan Bagi Umat Kristen di Provinsi Sulut. (*/otnie)

Lendo : Draft APBD-P Siap Dibahas

RATAHAN, suara manadonews (04/08/2010)—Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), siap memasukkan draft APBD-Perubahan ke Dewan Kabupaten, pekan depan. Ini setelah penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) rampung penyusunannya. “Sebenarnya bulan Agustus ini sudah pada pembahasan APBDP. Tapi karena banyak agenda yang juga tidak kalah pentingnya hingga agak tertunda,” ujar Kepala Bapeda Mitra Ir Noldy Wowor MSi.

Menurutnya, Pemkab tinggal melakukan koordinasi kembali dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) untuk pembahasan kelanjutan ke APBD-P. “Yang pasti kami sudah merampungkan tugas kami, tinggal koordinasi dengan dinas terkait, termasuk dalam penyusunan anggaran yaitu PPKAD,” tandas Mantan Kabag Pembangunan Pemkab Mitra ini.

Lanjutnya, TPAD yang diketuai oleh Sekda Mitra Drs Freddy Lendo itu, sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi. “Tinggal pencocokan saja. Paling cepat pekan depan sudah ada di DPRD, setelah pembahasan terakhir dengan pihak TAPD,” ujarnya.

Memang sebelumnya, pembahasan KUA dan PPAS dipolemikan, karena hingga berakhirnya semester I belum juga rampung hingga pembahasan APBDP di DPRD tertunda. “Pokoknya kami pasti akan menyerahkan ke dewan jika semua sudah siap,” pungkas Lendo. (*/otnie)

Saerang : SVR-MMS Yakin Menang

Quick Count Pernah Salah di Ketapang

MANADO, suara manadonews (04/08/2010)—Pasangan Calon Gubernur Sulut yang di usung Partai Golkar Drs Stefanus Vreeke Runtu dan Ny Marlina Moha-Siahaan (SVR-MMS) menyatakan masih optimis akan menang. SVR juga secara tegas mengingatkan, hasil quick count belum bisa dijadikan alasan untuk mengklaim kemenangan.

Apalagi mengingat sampling TPS yang digunakan hanya 316 dari 4.525 TPS yang ada di Sulut. "Partai Golkar bersama SVR-MMS masih optimis menang. Dan kami meminta agar seluruh pendukung untuk tetap tenang menunggu hasil dari KPU," ujar SVR meyakinkan.

Tak hanya SVV, pasangannya MMS yang adalah Bupati Bolmong yang akrab disapa Butet, malah meyakini sudah menang atas tiga pasangan calon yang lain. Pasalnya, dari hasil pantauan dan perhitungan pihaknya, hampir 70 persen suara diklaim Butet dimenangkan oleh mereka.

Secara terpisah, hasil hitung cepat yang dibeber LSI, dipertanyakan DPD I Partai Golkar Sulut, khususnya Tim Pemenangan SVR-MMS. Pasalnya, quick count yang telah dipublikasi dan memenangkan SHS-DK, dinilai tidak sesuai dengan perhitungan internal Tim SVR-MMS.

“Kami menghargai Quick Count LSI. Tapi LSI menggunakan hitungan dari 375 TPS saja. Sementara TPS di Sulut berjumlah sekitar 4.524. Secara rasional, tentu hitungan ini irasional. Apalagi dari hasil sementara yang kami rekam, pasangan SHS hanya 31 persen sedangkan SVR 27 persen. Nah, bila terjadi error, potensi dua putaran sangat tinggi. Jadi kita tunggu saja hasil dari mekanisme manual yang akan dihitung mulai besok di PPK, KPU Kabupaten/kota hingga KPU Propinsi,” ucap Wakil Ketua DPD I PG Sulut, Drs Ruben A Saerang, dalam keterangannya kepada pers, Selasa (03/08).

Untuk itu masyarakat Sulut khususnya lagi pendukung pasangan SVR-MMS, diimbau agar tidak termakan atau terpengaruh dengan hasil quick count LSI. “Apalagi prosentase yang paling tinggi hanya 31 persen saja. Kalau mungkin 50 persen lebih, kita beri apresiasi ya atau tidak. Karena pernah terjadi di Ketapang, quick count-nya salah. Di mana, pasangan peraih suara terbanyak sesuai quick count, yakni 31 persen, justru turun hingga 28 persen sesuai hasil akhir yang dihitung manual. Dan akhirnya pemilukada di sana harus dua putaran,” ketusnya.

“Jadi sekali lagi kami minta rakyat Sulut dan pendukung SVR-MMS untuk tidak terprovokasi dan melakukan hal-hal di luar aturan. Kami juga menginstruksikan kepada saksi untuk menjaga hasil TPS, begitu pun formulir C1. Kawal juga kotak suara ke kecamatan dan dari kecamatan ke KPU kabupaten/kota sampai di tingkat propinsi. Soal hasil akhir, itu akan terlihat dari perhitungan di KPU Propinsi. Artinya, dalam satu dua minggu ke depan, belum ada gubernur dan wakil gubernur terpilih,” pungkas Saerang sembari menambahkan, quick count ini bisa saja dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk mengarahkan opini publik bahwa pemilukada sudah ada pemenangnya. (***)

Hasil Quick Count Lembaga Survei Indonesia untuk Pilgub Sulut

RML-Hamdi = 20,56 %
SVR-MMS =  25,47 %
E2L-Wullur = 22,32 %
SHS-Kansil = 31,65%

Total suara yang masuk 100 persen yang diambil dari 401 persen data yang masuk sampai pukul 20.21 WITA. Sumber: LSI 

Minsel Kembali Harumkan Sulut

Raih Juara Satu Tingkat Nasional Lomba Posyandu

AMURANG, suara manadonews (04/08/2010)—Tim Penggerak PKK Minsel bisa dikatkan salah satu tim yang terbaik, karena berhasil meraih juara satu tingkat nasional dalam Lomba Posyandu, dengan merahi penghargaan ‘Pakarti Madya Satu Posyandu’ yang direbut Desa Pakuure Dua Kecamatan Tenga baru-baru. Acarah ibadah dalam rangkaian sykuran Lomba Posayandu di waleta kantor bupati Minsel,yang dihadiri Bupati Ramoy Markus Luntungan bersama Ny Hetty Ross Mawuntu,sebagai ketua Tim PKK Minsel.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran PKK,terutama para kader PKK di lini terdepan dalam memberdayakan dan membangun kesejateraan keluarga,” pungkas istri dari Bupati RML.

Juara satu yang didapat TP PKK Minsel merupakan penghargaan yang dipersembahkan dan dedikasikan bagi seluruh warga minsel. “Jajaran PKK sudah berbuat banyak dan terbaik untuk warga minsel.dan hendaknya dijadikan pijakan untuk memantapkan akselerasi pemerintah kabupaten minsel kedepan,” kata RML dalam sambutannya kepada TP PKK.

Serlesai melakukan ibadah syukuran dilanjutkan dengan mengarak Tropi Pakarti Madya Satu Posyandu dari waleta Kedesa Pakuure Dua ,dengan mempergunakan kendaraan terbuka ,sehingga masyarakat melihat, bagaimana TP PKK, dalam kinerja selama ini. (drims)