Rabu, 28 Juli 2010

Sedikitnya 48 Pemilih Dicoret dari DPT

Pemilih di Mitra Capai 76.348

RATAHAN, suara manadonews (28/07/2010)—Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Minahasa tenggara (Mitra), Selasa (27/7) merampungkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur (Pilgub) 3 Agustus mendatang. Pasalnya, dari data yang diterima, DPT Mitra ketambahan 12 pemilih, dari 76.336 menjadi 76.348. Berubahnya jumpah DPT ini, dijelaskan Ketua KPUD Mitra, Drs Ascke Benu MSi karena dari hasil revisi ditemukan ada beberapa pemilih yang belum terdaftar dan sebagian karena pemilih pemula. “Kami mencoret 48 nama pemilih di DPT sebelumnya dan menambahkan 60 pemilih,” ujarnya. Ditambahkan Benu, revisi tersebut dilakukan merujuk surat edaran yang diberikan KPU Provinsi. “Pokoknya hasil ini sudah valid,” tandasnya.

Nama-nama DPT yang dicoret, menurut Benu dikarenakan mereka sudah tak tinggal di Mitra selain itu ada yang sudah meninggal. “Data ini sudah melewati berbagai tahapan, jadi kemungkinan untuk ada kesalahan sangat kecil,” tukasnya sembari menjelaskan, pihaknya merevisi data melalui validasi dengan panwas, PPK dan PPS, dan diplenokan, Selasa (27/7), dia pun memastikan tak ada pemilih ganda di 245 TPS yang tersebar di Mitra. “Saya berharap hasil  DPT ini bisa diterima semua pihak,” tuturnya.

Sementara itu, masyarakat di lokasi transmigrasi Nazareth Desa Wioi Kecamatan Ratahan Timur, pada Pilgub nanti sudah bisa mencoblos. KPUD menyiapkan 1 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Benu membeberkan, mereka mengambil kebijakan menaruh TPS di sana, karena jumlah pemilih yang cukup banyak, yaitu 245 pemilih. “Saya baru saja mengunjungi Nazareth dan mengecek langsung DPT di sana, semua valid,” tukasnya.

Menurut Dosen Fisip Unsrat ini, warga yang masuk DPT di Nazareth terdiri dari berbagai daerah, baik dari Timor-Timur, NTT, Jember dan warga Mitra sendiri. “Satu TPS dari Wioi dipindahkan ke Nazareth, agar warga disana bisa menyalurkan suaranya tanpa ada hambatan,” kata Benu. Dengan begitu, medan yang paling berat saat penyaluran logistik adalah Nazareth. “Memang lokasinya cukup dekat, tapi jalan yang rusak parah. Ya, kami berharap tak akan menghambat distribusi logistik yang rencananya segerah tuntas,” pungkasnya.  (*/otnie)

125 Unit RS Dibangun Untuk Warga Ex Pengungsi Malut

BITUNG, suara manadonews (28/07/2010)—Warga masyarakat Camp Dembet ex pengungsi Maluku Utara patut berbangga, mengingat dambaan untuk memiliki rumah layak huni terealisasi. Dimana dengan diresmikan pembangunan 125 unit Rumah Sederhana (RS). Peletakan batu pertama yang diperuntukan bagi mereka oleh kepala BPM-PD Sulawesi Utara Ir Heaffrey Sendow, mewakili gubernur dan Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi mewakili Walikota Bitung. Disaksikan oleh Tri Budiarjo Direktur Nasional Yayasan Habitat For Humanity dan Koordinator Lapangan Christiano SA Kambey SP.

Pembangunan 125 rumah sederhana ini merupakan bantuan dari Yayasan Habitat for humanity atau yayasan habitat kemanusiaan Indonesia bagi warga ex pengungsi Maluku Utara di Kota Bitung melalui berbagai pertimbangan dan kriteria yang disepakati bersama.

Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi dalam mengatakan, menyambut baik pembangunan rumah sederhana bagi warga masyarakat oleh yayasan habitat for humanity di kota Bitung, disertai ucapan terima kasih atas kepeduliannya kepada masyarakat yang mengalami bencana sosial dan yang membutuhkan perhatian. “Oleh sebab itu dengan dibangunnya perumahan ini akan memberikan manfaat yang sangat berarti bagi kehidupan mereka. Karena akan meningkatkan kualitas kesehatan, ekonomi, dan status sosial. Harapannya fasilitas ini akan di manfaatkan dengan sebaik-baiknya demi keberlanjutan untuk anak dan cucu kita,” tandas Lomban. (*/ayu dewi)

Sedikitnya 12.600 Beasiswa di Mitra Mulai Disalurkan

RATAHAN, suara manadonews (28/07/2010)—Sebanyak 12.600 pelajar di Mitra, mulai dari siswa SD hingga mahasiswa, akan menerima beasiswa yang sempat terhambat penyalurannya. Ini disebabkan, Pemkab mulai menyalurkan lewat bank Sulut yang ada di Mitra.

Menurut Plt Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Ir D Moody Rondonuwu MT, beasiswa tersebut sudah berada di bank. Setiap penerima harus mengurus buku rekening. “Setelah itu bisa langsung mencairkan di bank,” ujarnya. Lanjut Mantan Dosen Fakultas Tehnik Unsrat Manado ini, ke-12.600 pelajar yang tercatat sebagai penerima terdiri atas pelajar SD,SMP dan SMA 12.000, sedangkan mahasiswa 600 orang. Menurut Rondonuwu, sekarang mereka baru mencairkan untuk Triwulan Pertama Januari-Maret. “Jadi siswa SD-SMA menerima Rp250 ribu, sedangkan mahasiswa Rp750 ribu per bulannya,” tandasnya.

Ditambahkan Rondonuwu, dalam penerimaan tak ada pemotongan. “Karena yang menyerahkan adalah pihak bank sendiri,” ujarnya sembari mengimbau orang tua siswa untuk menggunakan dana tersebut bagi kepentingan pendidikan. Sedangkan untuk pembayaran Triwulan II, kata Rondonuwu, akan dibayar setelah penetapan APBD-P. “Saya berharap, orang tua penerima beasiswa bisa bersabar,” pungkasnya. Penyaluran beasiswa ini sendiri, menguras Rp7,5 Miliar dari kantong APBD. (*/otnie)

Ribuan Pendukung Vicky-Ai Menyemut di Sario

Janji Buat Peruhabahan

MANADO, suara manadonews (28/07/2010)—Kampanye terbuka Vicky Lumentut-Harley ‘Ai’ Mangindaan (GSVL-Ai) pasangan nomor urut 8 calon Walikota dan Wakil Walikota Manado yang diusung Partai Demokrat, yang digelar di lapangan KONI Sario Manado, Selasa (27/07/10) spektakuler. Pasalnya, warga Kota Manado menyemut, dimana ribuan pendukung dan massa fanatik yang tersebar di 9 kecamatan yang ada di kota Manado.Kampanye yang dihadiri oleh Jurkam Nasional Luhut Sitompul dan Haji Komar artis sekaligus politisi Senayan dari partai demokrat mampu menghipnotis ribuan pendukung GSV-Ai,sekaligus menghimbau untuk bersama-sama memenangkan pasangan ini pada tanggal 3 Agustus nanti.

Kampanye pasangan calon walikota Manado, Vicky Lumentut-Harley ‘Ai’ Mangindaan berlangsung meriah. Ribuan massa pendukung pasangan ini memadati lapangan Sario. Pantauan suara manadonews, terlihat massa yang datang dari 9 kecamatan di kota Manado.  Sekalipun lapangan Sario dipenuhi pendukung, tapi diluar lapangan masih juga terlihat ribuan orang yang berjubel. Pada orasi kampanye, Vicky-Ai janji akan membawah perubahan di kota Manado.
Diantaranya, masyarakat akan diasuransikan kesehatan. Hal lain yang menonjol adalah perbaikan pendapatan untuk petugas kebersihan. "Mereka adalah pejuang Adipura". “Gaji mereka akan dinaikkan 100 persen,” ungkap Vicky. Usai kampanye pada pukul 16.00 wita, massa membubarkan diri dengan tertib. Namun tetap saja terjadi kemacetan  di sepanjang ruas jalan Sario dan sekitarnya.

Menariknya dalam kampanye yang digelar dibawah sengatan Matahari,GSV -Ai,setelah melakukan orasinya,kemudian bersama-sama menandatangani 8 kontrak politik di hadapan ribuan pendukungnya yang dturut ditandatangani oeh Pdt Jefry Saisab dan ketua Demokrat Manado. “Kami buktikan bukan hanya janji manis kampanye,tetapi 8 program kami ini kami akan lakukan untuk rakyat Manado,”  pungkas keduanya, sembari mengajak kepada ribuan pendukungnya untuk mencoblos pasangan nomor urut 8, pada 3 Agustus nanti .

Adapun 8 progaram unggulan GSV-Ai adalah :
1. Melaksanakan pembangunan berbasisi 504 lingk. Dengan alokasi dana 150 juta/thn yamg dikelola bersama oleh kepala lingk. Dan warga.
2. Meningkatkan upah kepala lingk. Menjadi 2 juta/bulan.
3. Menambah jumlah dokter dan perawat demi tersedianya layanan kesehatan gratis di puskesmas selama 24 jam setiap hari dan jaminan asuransi kematian bagi semua penduduk kota Manado.
4. Meningkatkan honor petugas kebersihan menjadi 2 juta/bulan.
5. Menyediakan seragam dan perlengkaapan gratis bagi siswa yang kurang mampu.
6. Meningkatkan upah perangkat kelurahan (eks desa) non PNS menjadi 2 juta/bulan.
7. Meningkatkan insentif bagi rohaniawan dari 500 ribu/tahun menjadi 500 ribu/bulan.
8. Meningkatkan tunjangan tambahan Penghasilan (TTP),bagi PNS hingga 100 persen. (*/tim)

Perjuangkan Status Tanah dan Jalan Lingkar Lembeh

Sondakh Sosialisasi Program Pembangunan, Pemerintahan dan Kemasyarakatan

BITUNG, suara manadonews (28/07/2010)—Berbagai upaya membangun Kota Bitung terus diupayakan dan digalakan, melalui berbagai program pembangunan, untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Begitu halnya dengan masyarakat yang ada di pulau lembeh yang meliputi Kecamatan Lembeh Utara dan Lembeh Selatan dengan 17 kelurahannya.

Walikota Bitung Hanny Sondakh didampingi Ketua DPRD kota Bitung Santy Luntungan ST, Sekretaris Daerah Kota Bitung Max J Lomban SE MSi, Camat Lembeh Utara Frangky Ladi STTP dan Camat Lembeh Selatan Forsman Dandel SSos bersama jajaran pemerintahan yang terdiri staf ahli, staf khusus dan para Kepala SKPD, Selasa (27/7), bertatap muka, sekaligus mensosialisasi program pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan untuk masyarakat Kecamatan Lembeh Utara dan Lembeh Selatan di tempat pelelangan ikan Aertembaga Bitung.

Berbagai program yang menjadi prioritas disampaikan Walikota Hanny Sondakh, yang mendapat aplaus dan sambutan yang meriah oleh masyarakat. Diantaranya penyelesaian tanah lembeh, pembangunan jalan lingkar, penyedian sarana air bersih dan perahu pengangkut air, perbaikan instalasi listrik serta tersedianya listrik yang memadai dan terjangkau keseluruh masyarakat, pengoperasian sarana transportasi yang murah. Selain itu, mampu mengangkut material ke pulau lembeh dengan pengoperasian KMP Tude. Sedangkan proyek yang segera di laksanakan adalah jalan Pintu Kota-Baturiri dan Jalan Walenekoko-Pasir Panjang dengan dua tahap pengerjaannya.

Pada kegiatan yang dibuka dengan tanya jawab dan jaring aspirasi masyarakat ini, sebagian besar mengangkat tentang berbagai permasalahan diantaranya tentang status tanah, penyediaan air bersih, listrik, Poskesdes, perbaikan Kantor Lurah, jalan dan sarana pendidikan.

Aspirasi yang disampaikan masyarakat langsung mendapat respon yang positif dari walikota Bitung dengan memerintahkan Kepala Dinas PU dan SKPD terkait untuk segera melakukan pendataan, perbaikan dan penyediaan apa yang menjadi pengeluhan masyarakat.

Pada acara yang dihadiri kurang lebih tujuh ratusan tokoh agama, tokoh masyarakat ini, turut hadir mantan Gubernur Sulawesi Utara CJ Rantung yang datang untuk memberikan suport, motivasi serta berbagi pengalaman tentang pemerintahan kepada Walikota Bitung serta masyarakat yang hadir. (*/ayu dewi)

Ribuan Warga Talikuran “Duduki” Gedung DPRD Minahasa

Tolak Penetapan Ibukota Kecamatan

TONDANO, suara manadonews (28/07/2010)—Merasa disakiti diakibatkan perubahan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2009 tentang, pemekaran kecamatan khususnya penetapan ibukota kecamatan Kawangkoan Utara oleh pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa dengan memindahkan Ibukota kecamatan dari Kelurahan Talikuran ke Kelurahan Kiawa, membuat masyarakat berang.

Bentuk kesakit-hatian warga Talikuran diluapkan dengan aksi damai yang diikuti oleh ribuan warga kelurahan Talikuran Raya dan sebagian warga Kelurahan Uner di kantor DPRD Kabupaten Minahasa, Senin (26/7). Massa menjambangi Gedung Manguni diperkirakan sekitar pukul 11.00 Wita yang dikawal oleh petugas Samapta Polres Minahasa langsung berorasi menuntut keputusan DPRD Minahasa yang menetapkan perubahan status ibukota kecamatan.

Dalam orasi, salah satu tokoh mudah Talikuran, Reagen langsung menunjukkan kekecewaannya kepada pihak DPRD Kabupaten Minahasa khususnya 11 legislator yang di produk Kawangkoan yang masuk pada daerah pemilihan (Dapil 4) yang dinilai tidak konsisten mengamankan Perda Nomor 2 tahun 2009. Dalam orasi lanjutan, warga Talikuran Raya dan Uner bersepakat untuk kembali lagi ke kecamatan induk yaitu kecamatan Kawangkoan dan tidak ingin bergabung dengan kecamatan Kawangkoan Utara. Dengan pertimbangan jika keputusan yang disinyalir melecehkan warga Talikuran, ini tetap dipaksakan maka bakal menimbulkan akses negatif diantara warga Talikuran dan Kiawa.

Informasi yang didapat, proses penetapan perubahan ibukota Kecamatan Kawangkoan Utara oleh pihak DPRD Minahasa beberapa waktu yang lalu, tidak melibatkan Pansus pemekaran, pemerintah kecamatan, bahkan seluruh lapisan masyarakat, sehingga menimbulkan polemik di masyarakat.

Pelaksanaan aksi damai disaksikan oleh pihak Legislator Minahasa diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Minahasa, Drs Fritz Tairas, 14 legislator yang hadir, Kapolres Minahasa, AKBP WD Herman SIK juga Camat Kawangkoan dan Kapolsek Kawangkoan yang turut serta mengawal rombongan massa tersebut. Aksi damai ini tidak ada aksi anarki dikarenakan berkoordinasi yang baik dengan pihak Polres Minahasa. (*/raynold loing)


Selasa, 27 Juli 2010

Capil Bitung Optimis Bisa Capai Target Rp 658 Juta

BITUNG, suara manadonews (27/07/2010)—Catatan Sipil Kota Bitung optimis bisa mencapai target pembuatan KTP sebanyak Rp 658 juta dalam tahun ini, ungkap Kadis Capil Kota Bitung Drs Wilem Muaya ditemui di ruang kerjanya beberapa belum lama ini. Lebih lanjut kata Muaya, walaupun sampai pertengahan bulan ini baru mencapai 44,4 persen dari total target yang dimaksud.

Ketika disinggung  mengenai pencapaian yang belum 50 persen, pada bulan juli ini, kata Wilem-begitu dia akrab disapa- mengatakan, diakibatkan faktor-faktor pendukung terutama kinerja dari para pegawai Capil sendiri, yang belum maksimal dan pungutan-pungutan liar yang dikeluhkan oleh sebagian masyarakat Bitung.

“Sebagai atasan saya telah melaksanakan tugas dengan menegur langsung kepada bawahannya, apabila kedapatan atau ada informasi yang didapat langsung dari masyarakat,” tandasnya sembari menambahkan, ini juga bisa dilihat dengan adanya kotak saran yang di pajang di tempat pelayanan langsung KTP, yang gunanya untuk mempermudah masyarakat memberikan masukan atau keluhan-keluhan serta ketidak-puasannya. (*/ayu dewi)


Iskandar Siap Jadi Jaminan Penangguhan E2L

Pasca Ditahannya Cagub Nomor Urut 3 di Malendeng

MANADO, suara manadonews (27/07/2010)—Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, menjadi jaminan penangguhan penahanan tersangka SPPD fiktif Pemerintah Kabupaten Talaud, Elly Engelbert Lasut (E2L), yang sejak Selasa (20/7) lalu hingga sekarang mendekam di Rumah Tahanan Negara Malendeng, Manado.

E2L, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Malendeng, Manado, Senin (267) mengatakan, Muhaimin Iskandar yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah membuat pengajuan penangguhan penahanan buat dirinya. "Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKB Sulawesi Utara, bahwa Muhaimin menandatangani secara langsung supaya penahanan Elly Lasut ditangguhkan," ujarnya.

Dia mengatakan, tadi pagi surat permohonan penangguhan tersebut telah dimasukkan ke Jampidsus. "Jadi, beliau menjamin bahwa Elly Lasut tidak akan menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri, dan tidak akan mempersulit  persidangan," kata Lasut.

Bupati Talaud Elly Lasut juga merupakan salah satu calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulut, 3 Agustus 2010. Dia diusung oleh sejumlah partai gabungan, termasuk PKB.

Pada kesempatan itu juga, Lasut berharap ratifikasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kejaksaan, dan kepolisian dapat dihargai dan dihormati. Bahwa seseorang yang mengikuti proses demokrasi, khususnya pelaksanaan pilkada, memiliki hak politik yang tidak boleh diganggu. "Itu sudah diratifikasi oleh DPR, dan itu adalah hak-hak universal yang sudah disetujui DPR RI," katanya menegaskan.

Menurut Elly Lasut, sekarang dirinya sedang mengikuti proses pilkada berarti memiliki hak politik dipilih dan memilih. Akan tetapi, dengan kondisinya sekarang ini, dia merasa dipasung. "Langkah-langkah untuk menawarkan diri dalam menyampaikan visi misi dan menjelaskan tentang keikutsertaan sebagai calon gubernur tersebut dipasung," katanya.

Elly Lasut ditahan terkait dengan kasus dugaan korupsi "Surat Perintah Perjalanan Dinas" (SPPD) Bupati Talaud pada 2006-2008. 2006-2008 dengan kerugian negara  mencapai sekitar Rp7,767 miliar. (***)


Sarundajang Terima Panghargaan WTP dari SBY

MANADO, suara manadonews (27/07/2010)—Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS), Selasa (27/07) menerima penghargaan dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan, karena Pemprov Sulut karena mampu nmengelola keuangan daerah dengan baik, sehingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan penilaian tertinggi dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “Penghargaan diberikan Presiden SBY itu, adalah hasil kerja keras Pemprov Sulut, dalam mengelola keuangan secara bertanggung jawab, tanpa ada unsur Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN),” ujar Kepala Biro Tata Pemerintahan dan Humas Drs Roy Tumiwa MPd kepada wartawan.

Sebagai satu-satunya Provinsi di Indonesia yang meraih WTP, memang menjadi kebanggaan tersendiri. Karena itu, Gubernur SHS, kata Tumiwa, penghargaan WTP ini sepenuhnya diapresiasikan pada seluruh rakyat Sulut. “Keberhasilan Pemprov Sulut atas pengelolaan keuangan daerah ini dipersembahkan untuk seluruh rakyat. Sebab, prestasi ini adalah bagian dari partisipasi seluruh rakyat,” tandasnya, sembari menambahkan, penilaian WTP akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Terutama di tengah-tengah kondisi masyarakat yang mulai hilang kepercayaannya terhadap pemerintah, menyusul banyaknya pejabat yang tersandung kasus-kasus korupsi.  Oleh sebab itu penilaian BPK harus kita pertahankan, antara lain dengan meningkatkan disiplin dalam pengelolaan management keuangan pemerintahan. (***)

124 Desa Belum Layak Terima ADD di Mitra

Kosegeran: 11 Desa di Tombatu Telah Disalurkan

RATAHAN, suara manadonews (27/07/2010)—Pemkab Minahasa Tenggara (Mitra) telah mulai melakukan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) Triwulan II 2010 ini. Namun belum semua desa dapat menerima ADD mereka. Pasalnya, ada 124 desa di seluruh Mitra yang belum layak menerima ADD Tahap II ini, karena belum memenuhi sejumlah persyaratan untuk menerima ADD tersebut.

Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Mitra, Agus Kosegeran SmH mengatakan, dari 135 desa yang ada di Mitra, 124 desa di antaranya dinyatakan belum memenuhi syarat menerima dana tersebut. “Baru ada 11 desa yang memenuhi syarat menerima ADD, dimana 11 desa tersebut yng memenuhi syarat tersebut ada di Kecamatan Tombatu,” ujarnya, Senin (26/07).

Lanjut mantan Camat Touluaan ini, keputusan sebuah desa memenuhi syarat menerima ADD ini diambil setelah masing-masing desa memasukkan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) pemanfaatan ADD Triwulan I 2010 dan Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur soal pemanfaatan ADD tersebut.  “Dua dokumen ini, yakni SPJ dan Perdes kemudian diverifikasi faktual oleh Badan Inspektorat yang kemudian mengeluarkan rekomendasi boleh tidak ADD untuk desa bersangkutan dapat diberikan,” tandasnya.

Lanjutnya, rekomendasi dari inspektorat tersebut kemudian dipakai BPMPD mengeluarkan semacam pengantar pencairan ADD untuk desa bersangkutan. “Pencairannya sendiri melalui Dinas Pendapatan, Pengeloal Keuangan dan Aset Daerah,” pungkasnya.

Kosegeran menambahkan, total ADD yang disalurkan untuk Triwulan II ini mencapai Rp 7,4 miliar, dan jumlah yang diterima setiap desa, bervariasi, rata-rata antara Rp 48 juta hingga Rp 58 Juta. (*/otnie)

Manoppo Gantikan Untu Ketua Fraksi PG Dewan Mitra

RATAHAN, suara manadonews (27/07/2010)—Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar (PG) Minahasa Tenggara (Mitra) terus lakukan pembenahan di tubuh PG, pasca dinonaktifkan pengurus DPD II PG Mitra dibawah kepemimpinan Telly Tjanggulung, yang juga Bupati Mitra ini. Pasalnya sejak dinonaktifkan Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPD II PG Mitra tersebut, Plt Ketua PG Mitra Andries Palar Manoppo SE langsung melakukan ‘pembersihan’ di struktur DPD II Golkar dan pengurus Kecamatan, namun juga di struktur fraksi sebagai alat kepanjangan partai di DPRD di rombak.

Meldy Untu SE yang selama ini menduduki kursi sebagai Ketua Fraksi PG di DPRD Mitra, mendapat giliran untuk digantikan oleh Andries P Manoppo SE yang juga sekaligus merangkap sebagai Plt Ketua DPD II PG Mitra. Hal ini sebagaimana tertuang dalam surat DPD II PG Mitra bernomor B-03/DPD.PG-II/Mitra/2010 tentang Pengalihan Ketua Fraksi Partai Golkar Mitra.

Manopo mengatakan, penggantian Ketua F-PG di DPRD Mitra ini masih merupakan rangkaian pembenahan dalam struktur DPD II PG Mitra, menyusul penonaktifan Telly Tjanggulung dan Tonny Lasut dari kursi Ketua dan Sekretaris DPD II PG Mitra. “Ini sebenarnya hal biasa saja, dalam rangka melakukan penyegaran dan penyesuaian dengan tuntutan organisasi,” tandas Mantan Ketua Dewan Mitra.

Manopo juga tak menepis bila PG Mitra sementara melakukan ‘pembersihan’ terhadap pengurus dan kader yang dianggap tak sepenuhnya mendukung program-program partai, sekaligus yang setengah hati mengamankan keputusan partai. “Indikasi ke arah (adanya pengurus dan kader setengah hati) itu memang sangat kuat, tetapi kita juga tidak boleh kemudian main kerbas saja. Ada prosesnya,” pungkasnya. (*/otnie)

Akhiri Jabatan, RML Pimpin Apel Korpri dan Lantik 14 Hukum Tua

AMURANG, suara manadonews (27/07/2010)—Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat anggota korpri diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk menyukseskan Pemilukada Gubernur, Bupati/Walikota pada tanggal 3 Agustus nanti. Hal ini disampaikan Bupati Minsel Drs Ramoy Markus Luntungan pada saat memimpin Apel Korpri di Wale Cita Waya Esa Kantor Bupati, Senin (26/07).

Peran dari setiap anggota Korpri sangat penting disaat pemilukada yang akan berlangsung,dan diharapkan bagi para Pegawai dapat mendorong masyarakat yang telah mempunyai hak pilih untuk memberi suaranya di setiap TPS sesuai dengan hati nurani.

Dalam smbutan kali ini RML sangat berterimah kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada nya selam 5 tahun,dari warga minsel. “Saya sangat berterimah kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat selama ini dalam kurung waktu 5 tahun, sebagai bupati,” kata Luntungan.

Anggota korpri mempunyai kewajiban memberikan pencerahan positif dalam berdemokrasi yang santun, elegan dan beretika, sehingga masyarakat nantinya tidak bersikap golput melainkan mau menyalurkan suaranya di TPS.

Dalam acara Korpri RML juga sempat melantik beberapa jajaran pemkab dari eselon IV/b manjadi IV/c antara lain , Asisten I Drs Rolly Karamoj, kepala BPPKAD Dr Louisa Pongayow, Kadis Pertanian Ir Frans Tilaar, Drs Wempi Mononimbar, serta menandatangi  41 prasasti dan meresmikan 14 desa serta penjabat Hukum Tua.  (drim's)

Birukan Amurang JOS-Jawara Tampil Memukau

AMURANG, suara manadonews (27/07/2010)—Sosok pasangan paripurna John Sumual yang berpasangan dengan Ir Jantje Wauran, (JOS-JAWARA) telah membuktikan bahwa mereka siap memimpin kabupaten minsel 5 tahun ke depan.

Dilapangan pondang amurang JOS-JAWARA, berhasil membirukan kota Amurang dengan di hadiri ribuan pendukung dan simpatisan. “Maju terus pantang mundur ,” teriak seorang ibu pedagang asongan.

Kampanye kali ini dihadiri oleh pengurus DPP Partai Demokrat, Angelina Sondakh dan Ruhut Sitompul yang memberikan semangat dalam pidato politik.”Mari kita memilih Bupati yang bisa berbahsa daerah kita sendiri, karena JOS-JAWARA adalah asli orang minsel yang bisa berbahsa daerah kita,”teriak Sondakh.

Lain juga,siraja minyak dari Sumatra,Ruhut Sitompul,dalam sambutannya. “Pilih nomor 3, karena pada tanggal 3 kita akan memilih bupati ,oleh sebab itu nomor 3 kita harus pilih,” ajak Sitompul. (drims)

Merukh: Minsel Maju Sejak Dinahkodai RML

AMURANG, suara manadonews (27/07/2010)—Sepak terjang Ramoy Markus Luntungan (RML) dikancah politik yang akan maju dalam pemilihan gubernur sulut ,mulai terlihat berjalan dengan mulus ,buktinya warga Minsel masih tetap mencintai sosok RML.

Meski coba digoyang oleh beberapa kandidat calon gubernur yang lain di minsel,namun nama RML tetap tak tergantikan dihati warga.Sebab RML dinilai telah memberikan dan membuktikan bagi warga minsel telah sukses besar, bagi kemajuan dan peningkatan pembangunan. “Kami warga Minsel tetap bersatu hati membawah RML untuk menjadi gubernur sulut,” ujar Marten Durandt warga amurang.

Birokrat murni ini telah membuktikan dirinya ,bahwa mampu akan membawah sulut kedepan yang lebih baik.”RML dimata warga sangat berarti,sehingga kami warga amurang sulit melepaskan RML sebagai bupati ,karena sudah terbukti dalam pembangunan di minsel,” sambung Wem Mononimbar.

Hal senada di ungkapkan tokoh masyarakat desa Wiau Lapi Johanis "Jhony" Merukh ST menurut Merukh kepemimpinan RML di Minsel sudah sangat terbukti dengan pembangunan dan program yang di jalankan sehingga mampu membawa Minsel selangkah lebih maju dari beberapa kabupaten/kota yang sama-sama dimekarkan.

Ditambahkan Merukh, sangatlah tidak etis ketika ada beberapa masyarakat yang mengatakan RML selama kepemimpinannya tidak ada pembangunan "Mereka melihat dari mana?, sesungguhnya kemajuan Minsel ada sejak dinahkodai RML," ungkap Merukh saat di temui suara manadonews. (drim's)