Selasa, 19 Oktober 2010

Wagub Sulut Hadiri HUT Ke- 48 PK/B GMIM

SWARA MANADONEWS.COM—Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Pria Kaum Bapa Sinode GMIM diperingati dalam suatu Ibadah Syukur, di pimpin Ketua Sinode GMIM Pdt Pieth M Tampi STh MSi di Stadion Parasamya Walian Tomohon, Jumat (15/10). Ibadah yang turut dihadiri Wakil Gubernur Sulut (Wagub) Drs Djouhari Kansil MPd berlangsung khusuk.

Wagub Djouhari Kansil menyatakan, PKB GMIM memiliki peran sentral dalam proses pembangunan gereja, daerah dan bangsa. Apalagi sebagai salah satu pilar gereja, PKB GMIM diberikan tanggungjawab untuk memberikan pencerahan etik, moral dan spiritual. Yang berdasar pada nilai-nilai kristiani untuk membangun kebersamaan dan kerukunan dalam kehidupan berkeluarga, berjemaat dan bermasyarakat ditengah-tengah kemajemukan yang ada.

Kansil mengatakan, momentum HUT ke–48 tahun ini, marilah kita jadikan  wahana yang tepat guna lebih memantapkan komitmen melayani Tuhan dan sesama. “Sekaligus menjadi ajang evaluasi sudah sejauh mana peran PKB GMIM dalam membangun iman jemaat dan bangsa,” ujar Kansil.

Ia menyebutkan, salah satu negara yakni China, yang saat ini telah mencatatkan diri sebagai raja ekonomi asia. Bahkan China, sedang menanjak menguasai perekonomian dunia. Sebab itu, abad ke-21 bisa dikatakannya, adalah abad milik China. “Hal itu terlihat dimana China, mulai menunjukan eksistensinya di sektor ekonomi, yaitu bagaimana China menginvasi dan membanjiri pasar global, dengan produk-produknya diberbagai penjuru negara,” tukasnya.

Karakteristik China dengan Sulut, lanjut Kansil, sesungguhnya hampir sama yaitu, berada pada jalur perdagangan dunia. Geoposisi Sulut berada di bibir pasific (pasific rim), yang merupakan pusat distribusi barang dan jasa. Karena letaknya relatif dekat ke beberapa pusat pertumbuhan ekonomi dunia, seperti Jepang, Korsel, Taiwan, Malaysia Timur dan AS, sehingga sangat prospektif dalam pengembangan ekonomi.

“Untuk itu, guna mencapai impian tersebut, diharapkan PKB GMIM yang notabene anggotanya sukses berkarier sebagai birokrat dan pengusaha, pasti akan mendukung setiap kebijakan dan program pemprov Sulut dalam memajukan daerah ini,” tandas Kansil.

Sementara Asisten Adminitrasi Umum Setda Provinsi Sulut selaku Asisten Bendahara PKB Sinode GMIM Pnt Drs Ferdinand Mewengkang MM menyebutkan, HUT PKB GMIM tahun ini dilaksanakan dengan berbagai kegiatan lomba olah raga dan kesenian, seperti bola voly, tenis meja, catur, gerak jalan, vocal group dan seminar. Kegiatan ini diikuti seluruh jemaat PKB GMIM. (*/otnie)




Mokodongan : Jadi Pejabat Jangan ”Koncudu”

SWARA MANADONEWS.COM—Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara (Sulut) Ir Siswa R Mokodongan MSi, mengingatakan, sebagai pemikir perencana sekaligus pelaksana seorang pejabat eselon III dan IV harus mampu membangun sinergitas dengan para bawahan. “Ini penting, agar dalam menjalankan tugas dan pekerjaan semuanya bisa lancar,” ujar Mokodongan saat melantik dua pejabat eselon III dan IV di lingkungan Biro Umum Sekda Provinsi Sulut, Jumat (15/10).

Dikatakannya, Biro Umum merupakan barometer pelayanan publik, untuk itu keterbukaan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan, hendaknya selalu dikedepankan, pemberian pelayanan terbaik kepada masyarakat yang merupakan amanat undang-undang. “Terutama keterbukaan dalam proses pengadaan barang dan jasa dilingkungan Pemprov Sulut,” jelas Mokodongan.

Menyinggung sikap mental ”Koncudu” yang sering dipertontonkan seorang pejabat kepada bawahannya. Mokodongan mengibaratkan seperti buah yaki, hanya ucapan yaki yang selalu di terima bawahan dari atasannya.

Menurutnya, bawahan kita bukanlah yaki tetapi manusia. Karena itu kita harus memperlakukan sama, justeru kalau ada kelebihan rejeki hendaknya bisa dibagi-bagikan dengan bawahan, agar mereka juga bisa menikmati pula rejeki yang ada dari atasannya.

Dua pejabat Eselon III dan IV yang dilantik Sekprov Mokodongan, yakni Drs Sem Ferry Lumentut sebagai Kabag Urusan Dalam dan Perlengkapan serta Jusuf R Subroto SSos sebagai Kasubag Pengadaan dan Penghapusan Barang.

Diketahui Subroto sebelumnya, menjabat Kasubag Pemerintahan Umum pada Biro Pemerintahan dan Humas. Ia menggantikan jabatan yang ditingalkan Sem Lumentut. Lumentut sendiri menggantikan, Ir J Ateng MSi yang sebelumnya telah di lantik sebagai Karo Umum.

Diketahui, pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Sulut Nomor 821.2/BKD/SK/107/2010 Tanggal 14 Oktober 2010 Tentang, Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Struktural Eselon III dan IV di Lingkunga Pemprov Sulut. (*/otnie)

Wagub : Pemprov Terus Mendukung Program Kementerian PDT

SWARA MANADONEWS.COM—Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Drs Djouhari Kansil MPd mengatakan, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) merupakan upaya terencana untuk mengubah suatu daerah yang di huni oleh komunitas. Dengan berbagai permasalahan sosial, ekonomi dan keterbatasan fisik, menjadi daerah yang maju dengan komunitas yang kualitas hidupnya sama dengan daerah yang telah maju.

Hal itu dikatakan Wagub Kansil, ketika membuka acara Donor Meeting Kerjasama Bilateral, Multilateral dan NGOs di daerah tertinggal Regional II dan III di Swissbel Hotel Maleosan, Kamis (14/10) lalu.

Kansil menyebutkan, penanganan PDT diakuinya berbeda dengan penanggulangan kemiskinan dalam hal cakupan pembangunannya. “Karena PDT tidak hanya meliputi aspek ekonomi saja, tapi juga menyangkut Sosbud dan keamanan. Bahkan sampai menyangkut hubungan antar daerah tertinggal dengan daerah maju,” ujarnya.

Karena itu Pemprov Sulut terus mendukung setiap program Kementerian Pembangunan daerah tertinggal. Sebab dewasa ini terus melakukan upaya-upaya pengentasan bagi kehidupan masyarakat di daerah tertinggal. Terutama yang ada di wilayah perbatasan dan kepulauan di Sulut, dengan membangun berbagai infrastruktur yang ada. “Ini semua terus dilakukan oleh kementerian ini bersama Pemda, agar kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” tambah kansil.

Sementara Sekretaris Kementerian Pembangunan Daerah tertinggal Ir Lucky H Korah MSi menyebutkan, hingga kini rata-rata pertumbuhan ekonomi di daerah tertinggal mencapai 7,1 % pada 2014. Sedangkan bagi penduduk miskin yang tinggal di daerah tertinggal 14,2 % pada 2014, sementara IPM mencapai 72,2 pada 2014 mendatang. Mantan Penjabat Gubernur Sulut ini menambahkan, pesertanya merupakan para kepala Bappeda yang berasal dari Bali, NNT,NTB, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Papua Barat. (*/otnie) 

Seminar dan Sosialisasi Produk Komoditi Berjangka CPO & GOLD

SWARA MANADONEWS.COM—Provinsi Sulawesi Utara yang dijuluki sebagai daerah Bumi Nyiur Melambai memiliki beragam komoditas unggulan seperti kelapa, cengkih dan pala. Beragam komoditas tersebut hingga kini masih menjadi andalan bagi para petani di daerah ini. Hal itu dikatakan Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang, saat membuka Seminar dan Sosialisasi Produk Komoditi Berjangka CPO dan GOLD di Peninsula Hotel, Kamis (14/10) lalu.

Menurut Sarundajang, tiga komoditas unggulan tersebut apabila sedang panen raya harganya sering anjlok, hal itu disebabkan karena petani kita kurang mendapat informasi harga. “Karena itu melalui seminar dan sosialisasi yang di gagas oleh PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mampu mengangkat harga komoditi andalan sulut ini,” harapnya.

Gubernur Sarundajang, sangat mendukung kegiatan ini. Road Show yang dilakukan BKDI di beberapa daerah termasuk di Sulut, setidaknya akan memberi pencerahan bagi para petani dan pelaku usaha kita, dalam memasuki bursa komoditi di masa yang akan datang. “Kehadiran BKDI setidaknya akan memberi dampag positif bagi pertumbuhan Sektor perekonomian daerah, terutama dalam menciptakan pasar sekaligus bisa menjamin harga komoditi, sehingga aman dan dipercaya,” tandasnya.

Sarundajang menyebutkan, selain tiga komoditas unggulan yang ada itu, masih banyak pula produk komoditi berkualitas lainnya, yang sedang dikembangkan petani Sulut seperti fanili dan sayur mayur. Untuk itu Sarundajang mengajak petani Sulut, agar terus menanam komoditi unggulan Sulut.

Komisaris BKDI Fenny Wijaya mengakui, Sulut merupakan salah satu daerah penghasil terbesar komoditi. Ia menyebutkan, BKDI merupakan bursa komoditi di Indonesia, sampai dengan saat ini baru dua komoditi yang dieksport BKDI yakni CPO dan Emas (Gold). “Kedepan beragam produk komoditi Sulut akan dimasukan, tinggal tergantung keseriusan petani dan pelaku usaha di daerah ini,” ujar Wijaya.

Sementara Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEPTI) yang juga selaku Karo Analisa Pasar Ismadjaya Tungkagi mengatakan, pihaknya selama ini terus memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap kualitas komoditi, resi gudang dan pasar lelang.  (*/otnie)

Kansil Sidak Samsat Manado

SWARA MANADONEWS.COM—Dalam rangka terus mendorong peningkatan kinerja pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) serta melaksanakan tugas pengawasan, Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara Drs Djouhari Kansil MSi, terus melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), untuk melihat dari dekat pelaksanaan tugas dan fungsi semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Setelah membuka Donor Meeting Kerjasama Bilateral, Multilateral dan NGOs di Daerah Tertinggal Regional II dan III di Hotel Swisbell Maleosan, Kamis (14/10) lalu.  Kansil, langsung menuju Kantor Samsat Manado di bilangan Jalan 17 Agustus.

Tanpa pengawalan dan protokoler yang mencolok, Wakil Gubernur langsung menuju ke Loket-loket kemudian berbaur dengan masyarakat yang sedang mengurus Pajak kendaraan bermotor dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK).

Wagub langsung menanyakan kepada masyarakat apakah ada kesulitan dalam pengurusan PKB dan STNK, serta apakah ada biaya ekstra yang harus dikeluarkan untuk pengurusan ini. Masyarakat yang saat itu melakukan pengurusan PKB dan STNK, semuanya menyatakan tidak mengalami hambatan dalam pengurusan tersebut. Biaya yang dikeluarkan adalah sesuai dengan penetapan yang juga telah terpampang di dinding loket.

Wagub juga melihat dari dekat pengelolaan administrasi oleh para pegawai di Kantor Samsat serta memberikan petunjuk bagi karyawan untuk memberikan perhatian pada penyimpanan dan pengamanan berkas, dokumen yang sedang dikerjakan. “Semuanya harus diamankan dan di simpan dengan rapih, jangan dibiarkan bertumpuk di meja kerja,” tandas Kansil.

Dalam kunjungan itu, Wagub didampingi oleh Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen SE MS dan di terima oleh Kepala Unit Pelaksana Tehnis Daerah (UPTD) Samsat Manado Drs Farly Kotambunan MSi bersama dengan Kasi STNK Kompol Heru Pramukarno SIK.

Wagub mengatakan, kunjungan ini dilakukan tidak semata-mata untuk mencari kesalahan tetapi melihat dari dekat dan langsung penyelenggaraan TUPOKSI dan kinerja SKPD maupun UPT yang dikunjungi.

Menurut Kansil, temuan yang dilihat di lapangan langsung dibicarakan dengan pimpinan SKPD atau UPT yang bersangkutan, serta di cari solusi yang baik. Pada kesempatan ini Wagub juga menghimbau, agar masyarakat untuk melakukan pengurusan di Kantor Samsat dengan mengikuti prosedur dan mekanisme yang telagh ditetapkan.

“Jangan menggunakan calo atau orang ketiga yang akan justru mempersulit dan menambah biaya pengurusan yang sebenarnya tidak perlu. Mungkin memang harus antre menunggu giliran, tetapi masyarakat harus meyakini bahwa kalau itu dilakukan sendiri dan langsung dengan mengikuti prosedur, maka tidak akan ada biaya ekstra yang harus dikeluarkan serta di jamin lancar dan nyaman,” ujar Mantan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulut.

Ia juga menghimbau, masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas Drive Trough yang telah tersedia, yang hanya memerlukan waktu 3 sampai 5 menit, asal kelengkapan berkasnya lengkap. (*/otnie)

SHS buka Seminar International dan Temu Bisnis

SWARA MANADONEWS.COM—Dalam rangka terus memacu pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara (Sulut), sebagai salah satu daerah sasaran perdagangan, investasi dan pariwisata di Indonesia Timur, Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktorat Jenderal Urusan Asia, Pacifik dan Afrika bekerjasama dengan Biro Perekonomian Setdaprov Sulut menyelenggarakan seminar dan temu bisnis bertajuk “Sulawesi Utara sebagai tujuan perdagangan, investasi dan pariwisata di kawasan Indonesia Timur” pada Kamis (14/10) di Hotel Peninsula Manado.  

Seminar dan temu bisnis ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan Provinsi Sulawesi Utara dengan berbagai macam produk unggulan serta peluang investasi dan perdagangannya kepada dunia lebih khusus kepada negara-negara kawasan Asia Pacifik.

Seminar dan temu bisnis ini diikuti oleh kalangan pelaku bisnis, perdagangan, para ekonom, dari Jakarta maupun dari Manado, akademisi dari Jakarta maupun dari Manado. Pihak pemerintah dan juga dihadiri oleh Duta Besar Srilanka untuk Indonesia Mr Nanda Nalawaarachi dan Duta Besar Pakistan Untuk Indonesia Mr Sanaullah.

Dalam seminar ini membahas posisi geostrategis Sulawesi Utara di tengah perdagangan internasional, peluang dan perkembangan investasi di Sulawesi Utara dan peluang dan investasi di Bidang Pariwisata. Para peserta seminar juga melakukan kunjungan ke Bitung untuk melihat dari dekat Pabrik Pengalengan Ikan PT Sari Cakalang, mengunjungi Danau Tondano dan Industri Rumah Panggung di Woloan Tomohon.

Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundajang, dalam sambutannya, mengatakan, dengan penuh kehangatan kehadiran para peserta seminar dari Jakarta maupun dari negara-negara Asia Selatan lainnya. Pada bagian lain Gubernur menguraikan tentang berbagai perkembangan yang telah dicapai oleh Provinsi Sulawesi Utara serta potensi sumber daya alam, industri, perdagangan, investasi dan pariwisata yang masih terbuka bagi negara-negara terutama di kawasan Asia Pasifik.

Posisi geostrategis Sulawesi Utara yang terletak di Pacific Rim (Bibir Pasifik) yang menjadikannya sebagai Jalur Perdagangan Dunia, serta Pusat Distribusi Barang dan Jasa, karena letaknya yang sangat dekat ke negara-negara Asia Pasifik dan bahkan Amerika. “Sumber daya ini juga ditunjang oleh keberaadaan Pelabuhan Samudra Bitung dan Bandara Internasional Sam Ratulangi yang terus dikembangkan menjadi Marine Hub Port and Air Hub Port,” ujar Sarundajang.

Gubernur mengharapkan, dari Seminar dan temu bisnis ini akan dilahirkan pemikiran dan terobosan yang cerdas dengan tetap mengedepankan kearifan lokal sejalan dengan Grand Design Pembangunan Sulawesi Utara yang akan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.

Direktur Asia Selatan dan Tengah Direktorat Jenderal Urusan Asia, Pacifik dan Afrika Kemenlu RI Rizali Wilmar Indrakesuma, ketika membuka Seminar ini mengatakan, bahwa Sulawesi Utara menyimpan potensi kekayaan alam dan peluang perdagangan, investasi dan pariwisata yang sangat besar. “Daerah ini harus terus dipromosikan oleh semua pihak termasuk kementerian Luar Menegri RI,” ujar Indrakesuma.

Lanjutnya, Kementrian Luar Negeri akan terus memfasilitasi dan mendorong promosi Sulawesi Utara ke luar negeri. Produk-produk Sulawesi Utara seperti Kelapa, Cengkih, Vanilli, bahkan komoditi pertambangan telah merambah ke pasar dalam dan luar negeri. “Ini harus terus di pacu pertumbuhannya, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi secara nasional maupun daerah menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya Sulawesi Utara,” pungkasnya. (*/otnie)

Pemkot Bitung Gelar Ibadah Perayaan HUT ke-20 & HUT GMIM Bersinode

BITUNG, SWARA MANADONEWS.COM—Ibadah agung dan pawai prosesi Perayaan HUT Kota Bitung yang ke-20, yang di rangkaikan pula dengan HUT GMIM bersinode ke-76 tahun 2010 di kota Bitung, Sabtu (16/10), akhir pekan lalu, berlangsung penuh semarak. Ibadah ini dihadiri ribuan peserta utusan 103 Jemaat GMIM se-pelayanan di rayon Bitung.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Sym Ferdinand Tangkudung SIP MSi mengatakan, kegiatan ini dimotori oleh tim kerja fungsional Birokrat, BUMN, BUMD dan GMIM serayon Bitung. Memperingati HUT kota Bitung yang ke-20, serta HUT GMIM ke-76, telah dilaksanakan berbagai perlombaan, diantaranya Hula Hoop, Caka-Caka, lomba mewarnai dan lomba drum band serta pawai jalan. “Sebelum kegiatan pawai prosesi, didahului dengan Ibadah Agung di lapangan kantor Walikota Bitung,” ujar Tangkudung yang didampingi Sekretaris Panitia Julius Ondang SPd.

Lanjutnya, Ibadah Agung ini, dipimpin oleh Sekretaris BPMS Sinode GMIM Pdt Arthur Rumengan MTh. Kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat pemerintah kota Bitung serta Muspida, diantaranya Sekretaris daerah kota Bitung Max J Lomban SE MSi bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny Dra Khouni Lomban Rawung MSi, Ketua DPRD Kota Bitung Santi Luntungan ST, Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs Edison Humiang MSi dan Wakapolres Bitung AKBP E Polimpong.

Pemerintah Kota Bitung dalam sambutan Walikota Hanny Sondak, yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Bitung Max J Lomban SE MSi mengatakan, perayaan HUT ke-20 Kota Bitung dan HUT GMIM bersinode ke-76, merupakan momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan, dalam meningkatkan hubungan kemitraan antara gereja dan pemerintah.

“Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan peran aktif di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. Untuk mengawal serta meningkatkan kebersamaan membangun jemaat dan masyarakat, agar tumbuh dan berkembang memberi buah yang berarti sebagai fondasi, untuk menuju masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” tukas Calon Wakil Walikota Bitung, yang berpasangan dengan Incumbent Hanny Sondakh.

Usai ibadah Agung Sekot Bitung Max J Lomban SE MSi bersama Muspida yang hadir, melepas peserta pawai yang terdiri dari utusan sekolah GMIM dan Negeri yang berpartisipasi meramaikan acara ini. Selain itu ada pula pawai jalan kaki utusan jemaat se-kota Bitung, Start di Lapangan Kantor Walikota Bitung dan Finish di depan GMIM Sentrum Bitung. (dewi)


Sondakh: Pemerintah Siap bantu Pengadaan Traktor bagi Koptan

Dari Tatap Muka Walikota dengan Koptan

BITUNG, SWARA MANADONEWS.COM—Walikota Bitung Hanny Sondakh, memberikan pembekalan pada, sosialisasi bagi 113, Kelompok Tani (Koptan) yang ada di kota Bitung. Acara yang digagas oleh Badan Penyuluh dan Dinas Agrobisnis dan Kehutanan Kota Bitung ini dilaksanakan di BPU kantor walikota Bitung, Sabtu (17/10) akhir pekan lalu.

Menurut Hanny Sondakh, tujuan kegiatan ini adalah untuk menyerap berbagai aspirasi serta masukan dari para koptan. Dimana menyangkut kendala serta permasalahan petani, dalam mengelola berbagai usaha pertanian di masing-masing kelurahan.

Selanjutnya dalam forum ini, Walikota mengevaluasi berbagai strategi kelompok tani dalam melaksanakan berbagai kegiatan dilapangan, mulai dari penyediaan bibit, lahan, penentuan penggunaan pupuk, fasilitas pertanian sampai pada penentuan musim tanam serta usaha kemitraan kelompok, yang diharapkan dapat membantu petani untuk melakukan pemasaran produk.

Ditambahkan Sondakh, bahwa forum seperti ini hendaklah terus dilanjutkan dan berkesinambungan, agar pemerintah mengetahui berbagai kekurangan, serta kendala di lapangan. Menariknya, berbagai masukan dari petani langsung di jawab oleh walikota, dengan membantu penyediaan traktor bagi petani untuk menunjang kelancaran kerja.

“Saya berharap dengan bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah, hendaklah dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena akan bermanfaat besar dalam menunjang kerja petani, sehingga niscaya petani akan memperoleh penghasilan yang besar dan akan membantu meningkatkan taraf kehidupan keluarga,” pungkas Sondakh. (dewi)

Butuh Perbaikan Pemkab, Jalan Poniki-Tababo Hampir Putus

PASAN, SWARA MANADONEWS.COM—Kondisi Jalan menuju Poniki dari arah desa Liwutung-Tababo, dimana dari pantauan Swara Manadonews.com, Senin (18/10), ada dua titik yang nyaris putus akibat longsor yang terjadi di ruas jalan tersebut. Benny Watugigir warga yang kebetulan lewat di sekitar jalan tersebut mengatakan, Longsor tersebut sudah sejak beberapa waktu yang lalu, akan tetapi rupanya pemerintah belum sempat memperhatikan jalan tersebut, sehingga sampai saat ini, belum ada penanggulangan

Salim Damopolii warga Tababo yang rumahnya sekitar dua ratus meter dari lokasi terjadinya longsor tersebut, juga mengatakan, akibat dari longsor yang sudah lama terjadi tersebut, masyarakat sekitar sudah jadikan longsor tersebut sebagai tempat pembuangan sampah. “Memang dalam longsoran jalan tersebut, sudah ada tumpukan sampah yang sangat banyak di lokasi tersebut, dimana tumpukan sampah tersebut ada yang sudah langsung menuju sungai,” uar Damopolii.

Dari panatauan di lokasi, longsor tersebut sangat dalam, kurang lebih lima puluh meter dalamnya menuju sungai molompar, apabilah kendaraan yang tidak hati-hati melewati jalan tersebut,  bias saja masuk jurang dan langsung terjun ke-sungai.

Anggota Dewan Mitra asal desa Tababo Suryani Tora merasa prihatin dengan longsor yang ada diruas jalan tersebut, Tora berharap juga kepada Pemerintah Kabupaten Mitra untuk secepatnya menaggulangi longsor tersebut, sebab jika dibiarkan terus maka jalan tersebut bakal putus. “Bila akses menuju Kecamatan Pasan akan terputus, itu berarti kelalaian pemerintah, jadi kami minta instansi tehnis dalam hal ini Dinas PU dan SDA dapat segerah memperbaikinya,” harap Tora.

Kepala Dinas PU dan SDA Mitra Ir Welly Munaiseche, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, memang tim dari dinas PU telah melakukan survey ke lokasi tersebut. “Jadi kami akan usahakan, perbaikan jalan yang longsor itu akan dimasukan dalam anggaran APBD-P tahun ini,” tandasnya. (otnie)

Ranperda RTRW Mitra Kembali di Bahas

RATAHAN, SWARA MANADONEWS.COM—Bertempat di ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Jumat (15/10) pekan lalu, dilaksanakan pemantapan Penyusuanan Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Mitra. Dalam acara tersebut dihadiri 12 Camat yang memaparkan potensi dan keunggulan masing-masing wilayah, dalam rangka penyusunan RTRW yang akan menjadi Panduan Perencanaan Pembangunan Mitra ke depan.

Kepala Bappeda Mitra Ir Noldy Wowor MSi kepada wartawan mengatakan, dengan adanya laporan masing-masing wilayah yang ada di 12 kecamatan se-Mitra, maka pihak Bappeda, akan mendapat gambaran yang jelas. Dimana dan apa yang akan dikerjakan dalam wilayah tertentu, dalam penataan Wilayah dan dalam wilayah mana pembangunan ini harus didirikan.

Lanjut Wowor, dalam konsep penyusunan RTRW Mitra, kita mempunyai Moto "Dengan Semangat Pemulihan kita buat kesepakatan bersama untuk menyusun kerangka RTRW guna Meningkatkan Pembangunan Wilayah, berdasarkan pembangunan berkelanjutan berbasis Tata Ruang."

Wowor juga berharap, dengan adanya masukan dari Kecamatan, akan mempercepat penyususnan RTRW Mitra, dan akan nanti dibahas di dewan Mitra. “Pokoknya kalo ada masukan dari pihak Kecamatan, maka akan mempercepat penyusunan RTRW, yang akan di bahas bersama Dewan nanti,” pungkas Wowor (otnie)

Jelang Rolling, Pejabat H2C Mulai ‘Carmuk’

RATAHAN, SWARA MANADONEWS.COM—Kabar akan dilakukan rolling pejabat di lingkunangan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), mulai menjadi kenyataan. pasalnya banyak pejabat yang Harap-Harap Cemas (H2C), bahkan mulai ‘Cari Muka’ (Carmuk).

Dengan terbukanya hubungan yang baik, antara Bupati dan Wakil Bupati, sejumlah pejabat yang mulai mendekati Wakil Bupati, apakah hanya sekedar ‘silahturahmi’ biasa atau ada muatan tertentu. Yang pasti pantauan wartawan di pihak Bupati dan sekitarnya, ada begitu banyak pejabat yang selalu, tanpa alasan yang jelas "mulai stor muka" begitu juga disekitar pihak Wakil Bupati, yang dulunya dorang tako mo ba dekat, sekarang so banyak yang mengikuti rombongan Wakil Bupati dalam setiap kunjungan kerjanya.


Plt Sekda Drs Fredy Lendo sesuai predikdi dipastikan akan didefinitifkan, selanjutnya Assisten 1 Drs Frans Rolos, yang telah beberapa kali diperpanjang masa pensiunya "mungkin" akan di ganti oleh pejabat senior seperti Ir B Adrianus Tinungki MEng, yang telah menduduki Gololongan VI/C, atau Roy Pangemanan SH MH dan Assisten II DR As’ad Paturusi MAppSc.

Assisten III Arie Wua SE ME bakal akan dipercayakan sebagai Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD), sementara Jozef Kolompoy Ak, Kepala PPKAD, sekarang akan dipercayakan tangani masalah pembangunan.

Sementara diprediksi untuk Sekwan akan kembali dipercayakan kepada Drs Frits F Mokorimban dan Sekwan sekarang Stanley AR Pasulatan SE MSi akan dipercayakan menduduki jabatan di Bidang Pengawasan. Kepala Inspektorat akan di pegang oleh salah seorang Inspektur Pembantu (Irban) atau Staley Pasulatan SE MSi atau Hendrik Sompotan SH MH. Sementara Ir Noldy Wowor MSi akan dipercayakan menangani PU dan SDA atau Ir Moody Rondonuwu MT. Sementara menggantikan Ir Noldy Wowor di Bappeda siprediksi akan dipercayakan kepada Drs Bonifasius Mokorimban, sekarang Kabag Tapem Pemkab Mitra.

Untuk Kesbangpol bakal dipercayakan kepada Drs Piether Owu, yang sekarang Kepala Dinas Perindagkop UMKM dan Pasar, yang juga Tonaas Brigade Manguni Mitra. Sedangkan Kepala BKDD akan tetap dipercayakan kepada Drs Robby Ngongoloy MSi atau Bupati dan Wakil Bupati akan mempromosikan David Lalandos AP. Sebab Lalandos berpengalaman di bidang kepegawaian sejak dari Minsel, dan memang sangat menguasai masalah kepegawaian.
Sedangkan Ngongoloy, bakal akan dipercayakan menangani masalah Perindag Koperasi dan Pasar.

Kepala BPMPD, masih akan dipercayakan kepada Drs Desten Katiandago SH, sementara untuk Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Pertamanan, yang sekarang dijabat Ir Hanny Roring MSi, yang akan masuk masa pensiun, bakal ditempati Ir Welly Munaiseche MSi. Dan untuk Kepala Badan Penanggulangan Bencana Herman Kosakoy SE masih akan dipercayakan terus bersama Ir Telly Powa Badan Ketahanan Pangan.

Untuk Badan KB dan PKS yang ditempati Dr Sandra Rotty yang konon akan pindah ke Kabupaten Minut, dan akan dipercayakan Kepada Ny drg Tinungki-Kawulusan. Semntara untuk Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak dipercayakan kepada Anna Maria Dotulong SPd dan Kepala BP3A, sekarang Fenggy Wurangian SE MSi akan dipercayakan menjadi Assiten III.

Kepala BP4K masih tetap akan dipercayakan kepada Syane Manongko SP dan untuk Kadis kesehatan dr Lily Mawati mesih menunggu masa pension. Sementara untuk Kadis Pertanian dan Peternakan, Jika BA Tinungki dipromosikan Assisten, maka kemungkinan akan diisi oleh pejabat yang perna menduduki jabatan tersebut.


Kadis Perindagkop, jika Owu dipercayakan dikesbang maka DKPD empat kementrian ini akan dipercayakan kepada Stenly Pasulatan atau Ngongoloy atau Mokorimban Frits,sementara untuk Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ir Djony Ransul, masih akan terus dipertahankan, begitu juga Pertambangan dan Energi Ir Jantje Loway MBA STH, masih tetap pada posisinya.

Namun untuk Kadis PU dan SDA yang mendapat sorotan Dewan Mitra, Ir Welly Munaiseche MSi kemungkinan akan diganti oleh Ir Noldy Wowor MSi, atau Ir Moody Rondonuwu MT atau yang pernah menjabat tersebut. Kadis Sosial Pheibe Punuindoong SH akan bergantian dengan Kadis pariwisata, Dra Femmy Pangkerego MPd. Sedangkan untuk Kadis Perhubungan Drs Sammy H Mandagi STh, akan berpindahkan ke Kantor pelayanan Perijinan Satu Atap yang sekarang dijabat Bernad Mokosandib SSos, dan Mokosandib bakal menduduki Kadis Perhungan.

Begitu juga dengan Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang sekarang ditempati Wungow Harry Rofian SH STh, jika ditinggalkan Wungow, maka akan ditempati oleh Daniel Talantan SH. Sedangkan untuk Kadis Pendidikan dan Olah Raga Jika ditinggalkan Ir Moody Rondonuwu MT, akan dipercayakan kepada Femmy Pangkerego MPd atau Dra S Lintong MPd. (*/otnie)


BOMM Capai 7.589 Siswa SMK di Sulut

Alokasi Dana Berbandrol Rp 910 Juta

SWARA MANADONEWS.COM—Dinas Pendidikan Nasional Sulawesi Utara (Sulut) kembali memberikan Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) periode 2010/2011. Tercatat siswa penerima BOMM mencapai 7.589 orang siswa.


Diantaranya Sangihe Talaud berjumlah 1.430 siswa, Kabupaten Minahasa 1.990 siswa, Kabupaten Bolaang Mongondow berjumlah 680 siswa, kota kotamobagu berjumlah 550 siswa, kota Bitung berjumlah 690 siswa, kota Tomohon berjumlah 580, dan kota Manado 1.069, dengan total dana yang diberikan berbandrol Rp 910.680.000.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Utara Drs HR Makagansa MSi menghimbau, kepada kepala Dinas yang menangani pendidikan di kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Utara, untuk menyeleksi dan memverifikasi SMK penerima dana Bantuan Operasional Manajemen Mutu serta membagi alokasi dan per sekolah, berdasarkan kuota kabupaten/kota terlampir.

Makagansa mengharapkan, sasaran pemberian dana BOMM diprioritaskan kepada Unit Sekolah Baru (USB) yang telah menerima murid sampai dengan tahun pelajaran 2010/2011 dan SMK yang belum mendapat bantuan serupa tahun anggaran 2010.

Mekanisme, pengelolaan maupun pemanfaatannya harus berdasarkan panduan pelaksanaan tahun 2010, yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan Nasional RI. “Kami mengharapkan setiap sekolah yang diberikan kuota segera memasukkan proposal masing-masing SMK, ke Diknas Provinsi Sulawesi Utara, selambat-lambatnya tanggal 18 Oktober 2010 mendatang,”ujar staff Dikmenti Dinas Pendidikan Sulawesi Utara Sentin Patila. (rini)


Kamis, 14 Oktober 2010

Unima Kembali Telorkan 776 Sarjana Baru

Gubernur Sulut SHS, hadir sebagai Ketua Dewan Pembina

SWARA MANADONEWS.COM—Bertempat di hotel Sutan Raja Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Rabu (13/10) Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano, pada periode semester ganjil kali ini, kembali menelorkan 11 program Diploma, 712 Sarjana dan 57 Progam Pasca Sarjana, yang berasal dari tujuh Fakultas, Program Pasca Sarjana dan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Wisuda yang turut dihadiri Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang, sebagai Ketua Dewan Pembina ini, dilaksanakan dalam rapat terbuka luar biasa senat universitas dipimpin Rektor Unima Prof DR Ph EA Tuerah MSi DEA.

Gubernur Sulut SH Sarundajang mengatakan, sebagai universitas kebanggaan masyarakat Sulut, hendaknya Unima terus berupaya berada di garis terdepan dan mampu menunjukan daya saingnya (competitivenees), khususnya dalam memenuhi kebutuhan para lulusan yang profesional. “Paling tidak memiliki kualifikasi khusus, dalam memasuki arena kerja dengan tanpa meninggalkan akar sosial dan kultural, dalam memperjuangkan percepatan pembangunan di daerah ini,” ujarnya.

Apalagi saat ini Pemprov Sulut, lanjut Gubernur yang baru saja dilantik 20 September lalu ini, tengah berupaya untuk mempercepat laju pencapaian visi pembangunan daerah, melalui penyiapan grand design pembangunan yang mampu mengarahkan daerah ini sebagai salah satu special ekonomic zon, yaitu dengan mewujudkan Sulut sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan asia pasifik.

Sarundajang juga menyebutkan, sebagai lembaga pendidikan tinggi, segenap Civitas Akademika Unima diharapkan, mampu memberi warna terhadap peradaban, dengan melihat masa depan bangsa dari sejarah. Hal itu dimaksudkan, bahwa bangsa Indonesia dengan karakteristik sebagai negara kepulauan, harus di bangun dalam konteks ”spatial economic aspec”, serta mengacu pada ”flexible interdependent Development”.

“Konsep pembangunan ini sesungguhnya realitas yang mampu memicu dan memacu percepatan pembagunan, sehingga ke depan sebagai Negara Maritim, kita mampu berbicara di pentas global,” pungkas Sarundajang. (*/otnie) 

Rabu, 13 Oktober 2010

Dirjen HKI Sosialisasi Hak Intelektual

SWARA MANADONEWS.COM—Berbagai jenis produk lokal khas Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), antara lain kain Bentenan, Tarian Cakalele, sastra dan Minuman Saguer (Captikus) merupakan salah satu hak kekayaan intelektual yang harus mendapat perlindungan oleh negara.

Hal tersebut dikatakan Kasubag Mutasi dan Pensiun Bagian Kepegawaian Sekretariat Ditjen HKI Kementrian Hukum dan HAM RI Slamet Yuswanto, saat melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan dan perlindungan hak kekayaan intelektual, kepada jajaran Pemprov Sulut di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (12/10) lalu.

Lanjut Yuswanto, tidak sedikit jenis produk lokal asal Sulut yang belum mendapat hak paten dari pemerintah. “Jadi guna melindungi hak kekayaan intelektual tersebut, diharapkan pemerintah daerah segera mungkin mendaftarkannya di Direktorat HKI Depkum dan HAM, agar produk lokal ini tidak mendapat komplain dari daerah atau negara lain,” ujarnya.

Ia mengatakan, belajar dari pengalaman dengan Malaysia yang mengaku, kalau kain batik dan Tarian Reok Ponorogo asal Jawa itu, merupakan hasil ciptaan negara mereka. Padahal dalam kamus internasional batik itu hanya ada di Indonesia.

Yuswanto menambahkan, andalan perekonomian Manado yakni di sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor transportasi dan komunikasi, serta sektor jasa. “Selain itu, Manado juga dikenal dengan produk makanan ringannya seperti, Gohu, Lalampa, Panada dan minuman Saguer atau cap tikus serta hasil kerajinanlainnya,” tukasnya.

Untuk melindungi kreatifitas intelegtual pemikian manusia (kapital) yang sudah menjadi hak milik budaya Sulut itu katanya, hendaknya harus memiliki hak hukum registrasi (law inforcement), dan ini merupakan salah satu jaminan.

Yuswanto juga menyebutkan, jenis-jenis hak, pertama, Hak Milik Industri yakni Paten, Merek, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Rahasia Dagang dan Perlindungan Varietas Tanaman. Kedua, Hak Cipta yakni Sastra, Seni dan Ilmu Pengetahuan. “Untuk Hak Cipta, sertifikat merupakan salah satu alat bukti bahwa hasil itu merupakan ciptaannya dan bukan hasil Jiplakan ataupun Plagiat,” tegasnya lagi.

Perbedaan Hak Kekayaan Intelektual Yuswanto menambahkan, ada dua hal pertama Hak Cipta untuk sistem perlindungan Deklaratif (tanpa pendaftaran), jangka waktu perlindungan meninggal sampai 50 tahun. Dasar hukum UU Nomor 19 Tahun 2002.

Kedua, Paten untuk sistem perlindungan Konstitutif (Pendaftaran), jangka waktu perlindungan biasa 20 tahun, sederhana 10 tahun dasar hukum UU Nomor 14 Tahun 2001.

Ketiga, Desain Industri untuk sistem perlindungan Konstitutif (Pendaftaran), jangka waktu perlindungan 10 th dasar hukum UU Nomor 31 Tahun 2000. Keempat, merek untuk sistem perlindungan Konstitutif (Pendaftaran), jangka waktu perlindungan 10 tahun dan dapat diperpanjang dasar hukum UU Nomor 15 Tahun 2001. (*/otnie)

Kansil : Aparatur Pemerintah Harus Dibekali Dengan Iptek

Buka Pelaksanaan Diklat PIM IV

SWARA MANADONEWS.COM—Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Drs Djouhari Kansil MPd menegaskan, guna menghadapi segala kompleksitas tugas ke depan, maka secara personal setiap aparatur pemerintah harus membekali diri dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan tehnologi.

Penegasan tersebut dikemukakan Wagub Djouhari Kansil saat membuka pelaksanaan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV dan Diklat Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemprov Sulut tahun 2010, di Badan Diklat Pemprov Sulut Desa Watutumou Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Senin (11/10) lalu.

Kansil menyebutkan, Diklat ini dinilai penting artinya karena pesertanya merupakan pejabat perencana sekaligus pelaksana yang menduduki jabatan eselon IV di masing-masing SKPD. “Dalam konteks seperti inilah, sehingga kita dapat meningkatkan kecerdasan dan kompetensi seseorang termasuk didalamnya, aparatur pemerintah daerah agar bisa memiliki kematangan berfikir dan bertindak serta mampu mengidentifikasi setiap masalah dengan tepat,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu, Pemprov Sulut juga menggelar Diklat teknis tata naskah dinas. Lanjut Kansil, Diklat ini tak kalah pentingnya dengan Diklat Pim IV, karena Diklat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas administrasi pemerintah daerah, sehingga ke depan bisa lebih optimal.

Di tempat terpisah, Kaban Diklat Provinsi Dra Royse Kalangi MSi mengatakan, peserta Diklat Pim IV berjumlah 72 orang yang berasal dari SKPD Provinsi, maupun SKPD Kabupaten/Kota se–Sulut. (otnie)