Selasa, 12 Oktober 2010

Virus Chikungunya Lumpuhkan Desa Makalisung

70 Persen Warga Teridentifikasi

TONDANO, Swara Manadonews—Wabah virus Chikungunya kembali menyerang daerah pesisir Timur Kabupaten Minahasa. Dari pantauan Swara Manadonews baru-baru ini, tepatnya di desa Makalisung Kecamatan Kombi, tampak para penderita mengeluh kesakitan di bagian tulang, bahkan persendian.

Seperti yang diungkapkan Yus Galag kepada Suara Manadonews, bahwa penyakit yang dideritanya selama ini, ternyata yang bernama chikungunya.  “Kita so beberapa kali berobat pa salah satu dokter di manado, kong dokter bilang ini panyaki chikungunya,” kata Galag dengan nada sendu, karena sedang menahan sakit.

Lanjutnya, sudah sekitar 60 persen sampai 70 persen warga Makalisung sudah tarjangkit. Hal senada juga diungkapkan salah seorang ibu yang meminta namanya untuk di publikasikan, dengan wajah yang kusam sambil menunjukkan tempat-tempat yang sakit. “Ini panyaki gila, masakkan blum lama ada bae so bale ulang ini panyaki,” sembur ibu tadi dengan nada lesu. Bukan hanya itu saja, bapak Jois warga yang sama juga mengeluhkan kesakitan. Mereka sangat mengharapkan kinerja pihak terkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan, agar supaya segera menindak lanjuti masalah ini.

Memang sudah beberapa kali diumumkan oleh Hukum Tua melalui pengeras suara dan di gereja-gereja, bahwa dalam waktu dekat ini akan ada penyemprotan, namun sampai berita ini diturunkan, belum juga ada yang dating melakukan penyemprotan dari petugas di Dinas Kesehatan. “Kong kapan dang dorang mo datang?, ato kurang mo datang kalo torang so KO samua,” ketus sejumlah warga dengan nada kesal.

Sementara itu seorang tenaga Kesehatan di desa Makalisung, Maya ketika dikomfirmasi mengenai virus ini membenarkan, bahwa sekitar 60 persen hingga 70 persen warga Makalisung sudah terjangkit virus ini. “Kita so sempat kase obat pa dorang yang sakit, namun ada banyak yang pergi berobat di desa tetangga, bahkan ada yang ke Manado karena mereka mau pengobatan ini dilakukan dengan penyuntikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Minahasa dr Tineke Sumual, ketika dimintai keterangan melalui telpon selulernya mangatakan, kalau penanggulangan virus ini sudah sementara dilakukan, bahkan kami akan melakukan pengasapan atau fogging. “Sebenarnya fogging tersebut sudah dilakukan beberapa waktu lalu, namun cuaca tidak mendukung karena hujan. Jadi torang ada tunda dulu,” tukas Sumual yang juga adalah istri tercinta seorang wakil rakyat ini. (raynold)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar