Senin, 23 Agustus 2010

Warga Keluhkan Pembangunan Talud Pengaman Ombak di Tidore

TAHUNA, Swara Manadonews (23/08/2010)—Pembangunan Talud Pengaman Ombak di kawasan Pantai Tidore dikeluhkan oleh warga kelurahan itu. Pasalnya, pembaaangunan tersebut dikerjakan tidak sama dengan Talud di pantai kelurahan lain. Dimana di Kelurahan Tidore, tidak di buatkan tangga oleh kontraktor untuk dapat digunakan oleh masyarkat seperti talud yang lainnya. Dan juga batu-batu yang di letakan hingga kini sudah tidak ada lagi, disebabkan batu yang di letakan tepat di depan Talud itu hanyalah batu biasa yang mudah hanyut oleh ombak.

Berbeda dengan talud yang saat ini di kerjakan dan hampir selesai di wilayah lain, batuannya langsung di bawa dari Manado dengan menggunakan kapal Feri serta anak tangga nampak terlihat di talud itu. “Kami sebenarnya mo protes, masa pa torang sampe tangga mo turun taludnya nda ada, di tampa laeng bagus skali ada pake tangga, belum le batu-batu so pada anyor ombak bage. Cuma tako pas, ombak besar talud tidore mo patah ulang,” ungkap salah seorang warga Tidore Noval Soleman.

Lanjutnya lagi, seharusnya Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas PU mengawasi jalannya pembangunan itu. Bayangkan saja Tidore merupakan sasaran Ombak, tapi pembangunan taludnya asal-asalan saja, sedangkan Wilayah lain yang cuma merupakan pengikisan ombak di buat dengan begitu megah, dengan menggunakan material dari luar tidak seperti di Kelurahan Tidre. “Ini ‘kan aneh, apakah pemerintah sengaja untuk menggusur warga yang berada di pinggiran pantai atau ada maksud lain,” sembur Soleman mempertanyakan. Sementara itu kepala Dinas PU D Palid SE, saat dikonfirmasi dikantornya, terkesan menghindar bila ingin di temui. (iwan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar