Rabu, 21 Juli 2010

PEMKOT MANADO GELAR KAWIN MASAL


MANADO, suara manadonews (21/07/2010)—Pemerintah kota (Pemkot) Manado kembali menggelar kawin massal untuk mencatatkan pernikahan warga Manado yang belum terdaftar di pencacatan sipil. 
"Kawin massal ini kami lakukan untuk menertibkan administrasi kependudukan Manado, dan dicatatkan sevara hukum sebab dari pendataan kami masih banyak warga Manado yang kumpul kebo atau hanya kawin secara agama," kata Kepala Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan Kota Manado Steven Liow SSos di Manado, Rabu.

Liow mengatakan dengan menggelar kawin massal tersebut diharapkan tidak ada lagi masalah kependudukan karena warga yang dikawinkan secara bersama-sama tersebut juga mendapatkan kartu keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga akta lahir anak.

Menurut Liow perkawinan secara massal tersebut hanya akan dilakukan sampai bulan Juli sehingga pasangan yang belum resmi secara hukum negara diharapkan bisa ikut agar mereka bisa didaftarkan sebagai pasangan suami istri secara hukum.

Sementara itu, sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Manado Refli Mamusung mengatakan untuk sepanjang pekan ini perkawinan massal dilakukan di tiga kecamatan yakni Tikala, Singkil dan Bunaken.

Perkawinan massal tersebut juga mendapat dukungan dari para camat sebab akan digelar di selurh kantor kecamatan yang akan dirangkaikan dengan penyerahan akta nikah, akta lahir anak jika sudah punya anak dan kartu keluarga serta KTP bagi yang ikut.

Camat kecamatan Tikala Kota Manado Maximilian Tatahede mengatakan untuk wilayahnya pasangan yang akan menikah diperkirakan akan mencapai sekitar 70 sampai 80 pasangan, sebab banyak yang mendaftar ikut.

"Untuk perkawinan massal ini semuanya gratis, jadi yang banyak yang ikut mereka cukup melengkapi semua berkas yang diminta, antara lain keterangan belum pernah kawin dari kelurahan atau sudah pernah tetapi telah bercerai ditandai dengan surat cerai dari pengadilan," kata Tatahede.

Wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Amir Liputo mengatakan perkawinan massal itu adalah hal yang baik sebab ikut menyelesaikan masalah kependudukan di Manado, tetapi ia mengingatkan jangan sampai hal itu dijadikan alat politik untuk Pilkada nanti.(*/dm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar