Kamis, 22 Juli 2010

29 Kontestan Ratu Bunga Tomohon 2010 Bersaing


TOMOHON, suara manadonews (22/07/2010)—Kontes Ratu Bunga yang diiukuti 29 peserta yang berasal dari Tomohon juga dari luar daerah di buka dengan begitu meriah. Kegiatan ini diharapkan menjadi ikon kota Tomohon, karena merupakan rangkaian kegiatan yang begitu kental dengan nuansa budaya dan seni bunga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan dan mengangkat sektor kepariwisataan , menggali potensi daerah dan alam indonesia serta memasyarakatkan cinta bunga dengan harapan masyarakat lebih antusias membudidayakan bunga sehingga bisa menjadi suber pendapatan masyarakat.

Kontes yang berskala nasional ini di mulai dengan pengiriman formulir konfirmasi keikutsertaan kota-kota terutama yang tergabung dalm APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) untuk mengirimkan satu orang wakil, kemudian akan dilanjutkan dengan masa karantina selama 5 hari (Tanggal 20-24 Juli 2010), dengan berbagai kegiatan berupa; Pembkalan,Pawai kendaraan hias, latihan koreografi , glady resik, dan malam grand final.

Materi Pembekalan trdiri dari, Florakultural, Pertanian dan Ekonomi bisnis,budaya dan pariwisata,,etika dan komunikasi,kepribadian serta beauty class.,Materi meliputi dasar-dasar ilmu pengetahuan,sesi tanya jawab serta diskusi. Setip nara sumber akan memberikan form penilaian keaktifan peserta yang akan diserahkan kepada dewan juri, sebagai pertimbangan pemberian  penilaian.

Putri Pariwisata Indonesia 2010akan hadir untuk memberikan bentuk motivasi pentingnya duta pariwisata.Pemberi materi pembekalan dari pakar-pakar yang ahli dalam bidangnya yang berasal dari local maupun Jakarta, kementrian kebudayaan dan pariwisata RI, Prominent Public Relation, Putri pariwisata Indonesia 2009. LT Pro- Profesional Make Up and Hair do,Asbindo,Dinas Pariwista dan Kebudayaan Kota Tomohon,Dinas Pertanian Kota Tomohon.


Komposisi penilaian mencakup, Pengetahuan Florakultural, pertanian dan ekoniomi bisnis 35 persen, Unsur kebudayaan dan kepariwisataan 45 persen dan etika,Komunikasi dan kepribadian 30 persen. Dan penilaian ini sudah dimulai sejak peserta masuk masa karantina. Dewan juri-pun terdiri dari para ahli dalam berbagai unsure, yang berkompeten baik dari lokal maupun dari Jakarta. (raynold loing)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar